Anda di halaman 1dari 97

Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:

1. menganalisis
menganalis is struktur
struktur dan
dan sifat
sifat senyawa
senyawa hidrokarbon
hidrokarbon berdasarkan kekhasan atom karbon karbon dan
dan penggolongan
penggolongan senyawany
senyawanya,
a,
serta menyebutkan dampak pembakaran senyawa hidrokarbon terhadap lingkungan dan kesehatan beserta cara mengatasinya;
2. terampil
terampil menyaji
menyajikan
kan hasil
hasil diskusi
diskusi kelompok
kelompok mengena
mengenaii pembuatan
pembuatan isomerisomer serta penamaa
penamaan n senyawa
senyawa hidrokarb
hidrokarbon.
on.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1. mengagumi dan mensyukuri keberadaan senyawa hidrokarbon yang berguna bagi kelangsung kelangsungan
an hidup
hidup manusia
manusia kemudian
memanfaatkan sebaik-baiknya;
2. mempunyai rasa ingin
ingin tahu yang tinggi,
tinggi, bersikap
bersikap jujur, teliti, serta aktif
aktif saat
saat bekerja
bekerja sama
sama dalam kelompok praktikum.

Senyawa Hidrokarbon

Mempelajari

Definisi Senyawa Reaksi-Reaksi pada Kegunaan Senyawa


Alkana, Alkena, dan Alkuna
Hidrokarbon Senyawa Hidrokarbon Hidrokarbon dan Karbon

Mencakup Mencakup Mencakup Mencakup

1. Seja
Sejara
rahh Perkem
Perkemba bang
ng-- 1. Tata Na
Nama 1. Reaksii Substit
Reaks Substitusi
usi 1. Bida
Bidang
ng Pa
Pang
nganan
an Senyawa Organik 2. Isomer 2. Reaks
Reaksii Ad
Adisi
isi 2. Bi
Bida
dang
ng Sa
Sand
ndanang
g dan
dan
2. Ide
Identi
ntifik
fikas
asii Adany
Adanya a 3. Sifa
Sifat-
t-S
Sif
ifat
at 3. Reaksi
Reaksi Elim
Elimina
inasi
si Papan
Unsurr Karbon
Unsu Ka rbon dan
dan Hidro-
Hidro- 4. Pem
embu
buaata
tan
n 4. Reaksi
Reaksi Oks
Oksida
idasi
si 3. Bi
Bidan
dang
g Sen
Senii dan
dan Es
Este
te--
gen dalam Senyawa 5. Kegunaan tika
Organik
3. S um
um be
be r Se Se ny
ny aw
aw a
Organik atau Senyawa
Karbon
4. Ke
Kekh
khas
asanan Ato
Atom
m Kar
Karbo
bon
n
dalam Membentuk
Senyawa Hidrokarbon
5. Po
Posi
sisi
si Ato
Atomm Karb
Karbon
on
6. P en
en gg
gg ol
ol on
on ga
ga n Se
Se -
nyawa Hidrokarbon

Mampu

• Mengidentifi
Mengiden tifikasi
kasi unsu
unsurr C dan H dalam
dalam seny
senyawa
awa organ
organik.
ik.
• Menentuk
Mene ntukan
an atom C primer,
primer, atom
atom C sekunder,
sekunder, atom C tersier
tersier,, dan atom C kuartene
kuartenerr dalam senyaw
senyawaa hidrokarb
hidrokarbon.
on.
• Menentukan tata nama
nama senyawa
senyawa hidrokarbon
hidrokarbon berdasarkan
berdasarkan strukturnya atau menentukan
menentukan rumus struktur
struktur berdasarkan
berdasarkan namanya.
• Menentuk
Mene ntukan
an isomer-is
isomer-isomer,
omer, sifat-
sifat-sifa
sifat,
t, pembuatan
pembuatan,, dan kegunaan
kegunaan alkana,
alkana, alkena,
alkena, dan alkuna.
alkuna.
• Menjela
Menjelaskan
skan reak
reaksi-r
si-reaks
eaksii seny
senyawa
awa hidr
hidrokar
okarbon.
bon.
• Menjelas
Menjelaskan
kan kegu
kegunaan
naan sen
senyawa
yawa hidr
hidroka
okarbon
rbon dan karb
karbon.
on.
• Menyebutkan
Menyebutk an dampak pembakaran senyawa hidrokarbo hidrokarbonn terhadap lingkunga
lingkungan n dan kesehatan beserta cara mengatasinya
mengatasinya..
• Mensyukuri
Mensyuk uri keberadaan
keberadaan senyawa hidrokarb
hidrokarbon on yang
yang bermanfaa
bermanfaatt dalam
dalam kehidupa
kehidupan n sehari-hari.
sehari-hari.
• Mempunyai rasa ingin
ingin tahu yang tinggi,
tinggi, bersikap
bersikap jujur, teliti, serta
serta aktif
aktif saat bekerja
bekerja sama
sama dalam kelompok praktikum.

Kimia Kelas XI  1


Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:
1. menganalisis
menganalis is struktur
struktur dan
dan sifat
sifat senyawa
senyawa hidrokarbon
hidrokarbon berdasarkan kekhasan atom karbon karbon dan
dan penggolongan
penggolongan senyawany
senyawanya,
a,
serta menyebutkan dampak pembakaran senyawa hidrokarbon terhadap lingkungan dan kesehatan beserta cara mengatasinya;
2. terampil
terampil menyaji
menyajikan
kan hasil
hasil diskusi
diskusi kelompok
kelompok mengena
mengenaii pembuatan
pembuatan isomerisomer serta penamaa
penamaan n senyawa
senyawa hidrokarb
hidrokarbon.
on.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1. mengagumi dan mensyukuri keberadaan senyawa hidrokarbon yang berguna bagi kelangsung kelangsungan
an hidup
hidup manusia
manusia kemudian
memanfaatkan sebaik-baiknya;
2. mempunyai rasa ingin
ingin tahu yang tinggi,
tinggi, bersikap
bersikap jujur, teliti, serta aktif
aktif saat
saat bekerja
bekerja sama
sama dalam kelompok praktikum.

Senyawa Hidrokarbon

Mempelajari

Definisi Senyawa Reaksi-Reaksi pada Kegunaan Senyawa


Alkana, Alkena, dan Alkuna
Hidrokarbon Senyawa Hidrokarbon Hidrokarbon dan Karbon

Mencakup Mencakup Mencakup Mencakup

1. Seja
Sejara
rahh Perkem
Perkemba bang
ng-- 1. Tata Na
Nama 1. Reaksii Substit
Reaks Substitusi
usi 1. Bida
Bidang
ng Pa
Pang
nganan
an Senyawa Organik 2. Isomer 2. Reaks
Reaksii Ad
Adisi
isi 2. Bi
Bida
dang
ng Sa
Sand
ndanang
g dan
dan
2. Ide
Identi
ntifik
fikas
asii Adany
Adanya a 3. Sifa
Sifat-
t-S
Sif
ifat
at 3. Reaksi
Reaksi Elim
Elimina
inasi
si Papan
Unsurr Karbon
Unsu Ka rbon dan
dan Hidro-
Hidro- 4. Pem
embu
buaata
tan
n 4. Reaksi
Reaksi Oks
Oksida
idasi
si 3. Bi
Bidan
dang
g Sen
Senii dan
dan Es
Este
te--
gen dalam Senyawa 5. Kegunaan tika
Organik
3. S um
um be
be r Se Se ny
ny aw
aw a
Organik atau Senyawa
Karbon
4. Ke
Kekh
khas
asanan Ato
Atom
m Kar
Karbo
bon
n
dalam Membentuk
Senyawa Hidrokarbon
5. Po
Posi
sisi
si Ato
Atomm Karb
Karbon
on
6. P en
en gg
gg ol
ol on
on ga
ga n Se
Se -
nyawa Hidrokarbon

Mampu

• Mengidentifi
Mengiden tifikasi
kasi unsu
unsurr C dan H dalam
dalam seny
senyawa
awa organ
organik.
ik.
• Menentuk
Mene ntukan
an atom C primer,
primer, atom
atom C sekunder,
sekunder, atom C tersier
tersier,, dan atom C kuartene
kuartenerr dalam senyaw
senyawaa hidrokarb
hidrokarbon.
on.
• Menentukan tata nama
nama senyawa
senyawa hidrokarbon
hidrokarbon berdasarkan
berdasarkan strukturnya atau menentukan
menentukan rumus struktur
struktur berdasarkan
berdasarkan namanya.
• Menentuk
Mene ntukan
an isomer-is
isomer-isomer,
omer, sifat-
sifat-sifa
sifat,
t, pembuatan
pembuatan,, dan kegunaan
kegunaan alkana,
alkana, alkena,
alkena, dan alkuna.
alkuna.
• Menjela
Menjelaskan
skan reak
reaksi-r
si-reaks
eaksii seny
senyawa
awa hidr
hidrokar
okarbon.
bon.
• Menjelas
Menjelaskan
kan kegu
kegunaan
naan sen
senyawa
yawa hidr
hidroka
okarbon
rbon dan karb
karbon.
on.
• Menyebutkan
Menyebutk an dampak pembakaran senyawa hidrokarbo hidrokarbonn terhadap lingkunga
lingkungan n dan kesehatan beserta cara mengatasinya
mengatasinya..
• Mensyukuri
Mensyuk uri keberadaan
keberadaan senyawa hidrokarb
hidrokarbon on yang
yang bermanfaa
bermanfaatt dalam
dalam kehidupa
kehidupan n sehari-hari.
sehari-hari.
• Mempunyai rasa ingin
ingin tahu yang tinggi,
tinggi, bersikap
bersikap jujur, teliti, serta
serta aktif
aktif saat bekerja
bekerja sama
sama dalam kelompok praktikum.

Kimia Kelas XI  1


A. Pilihan Ganda 5.  Jawaban: e
1.  Jawaban: c Senyawa hidrokarbon jenuh adalah senyawa
Sifat senyawa organik antara lain zat hasil yang rantai karbonnya berikatan tunggal. Bentuk
pembakarannya dapat mengeruhkan air kapur rantai karbon senyawa C 2H 4 , C 3 H 6 , C 4 H 6 ,
karena mengandung gas CO 2. Apabila gas CO2 C4H10, C5H12, dan C6H14  sebagai berikut.
bereaksi dengan air kapur (Ca(OH) 2) akan 1) C2H4
menghasilkan endapan putih (CaCO 3). Selain itu,
senyawa organik umumnya memiliki titik didih
dan titik leleh rendah, reaksi berlangsung lambat,
sebagian besar berasal dari makhluk hidup, (senyawa hidrokarbon tidak jenuh)
umumnya tidak dapat menghantarkan arus 2) C 3 H6
listrik, mudah terbakar, serta tidak stabil terhadap
t erhadap
pemanasan. Adapun mudah larut dalam air,
larutannya dapat menghantarkan arus listrik, dan
di alam ditemukan sebagai garam mineral
merupakan sifat senyawa anorganik. Jadi yang
merupakan pasangan sifat senyawa organik (senyawa hidrokarbon tidak jenuh)
adalah 2) dan 4). 3) C 4 H6
2.  Jawaban: e
Pemanasan senyawa organik menghasilkan gas
CO 2   dan H 2 O. Adanya H 2 O dapat diuji
menggunakan kertas kobalt(II) klorida,
sedangkan adanya CO 2 dapat diuji menggunakan
(senyawa hidrokarbon tidak jenuh)
air kapur. Pada percobaan, zat cair yang
dihasilkan pada pemanasan senyawa organik 4) C4H10
adalah H 2 O. Hal ini ditunjukkan dengan
berubahnya warna kertas kobalt(II) klorida dari
biru menjadi
menjadi merah
merah muda. Jadi, berdasarkan
berdasarkan
percobaan dapat disimpulkan bahwa senyawa
organik tersebut mengandung hidrogen dan (senyawa hidrokarbon jenuh)
oksigen.
5) C5H12
3.   Jawaban: d
Unsur karbon dalam senyawa hidrokarbon dapat
diketahui dengan cara memanaskan senyawa
hidrokarbon, lalu gas yang dihasilkan dari proses
ini dialirkan ke dalam air kapur. Jika air kapur
berubah menjadi keruh, berarti gas yang (senyawa hidrokarbon jenuh)
dihasilkan dari pemanasan senyawa hidrokarbon 6) C6H14
mengandung CO 2. Larutan air kapur berubah
menjadi keruh karena air kapur (Ca(OH) 2)
bereaksi dengan gas CO 2  menghasilkan
endapan putih CaCO 3.
4.  Jawaban: b (senyawa hidrokarbon jenuh)
Pemanasan senyawa gula pasir menghasilkan Jadi, kelompok senyawa hidrokarbon jenuh
gas CO 2  dan H 2O. Adanya gas CO 2  dapat ditunjukkan oleh angka 4), 5), dan 6).
diidentifikasi menggunakan air kapur. Ketika gas
hasil pemanasan gula pasir dialirkan ke dalam 6.   Jawaban: e
air kapur (Ca(OH) 2) akan terjadi reaksi berikut. Pada gambar:
Ca(OH)2(aq ) + CO2(g ) →  CaCO3(s ) + H2O()
Atom C Atom C
Jadi, endapan putih yang dihasilkan berupa
CaCO 3. Atom H

2 Hidrokarbon 
Dua atom C berikatan rangkap dua sehingga 10.   Jawaban: c
senyawa tersebut termasuk senyawa hidro- Rantai karbon terpendek ditunjukkan oleh rantai
karbon alifatik tidak jenuh. lurusnya. Rantai karbon lurus pada a   dan e
7.   Jawaban: e berjumlah 5 atom C, pada b berjumlah 6 atom C,
Senyawa di atas termasuk senyawa aromatik. pada c berjumlah 4 atom C, dan pada d berjumlah
Senyawa aromatik adalah senyawa karbosiklik 7 atom C. Jadi, senyawa hidrokarbon yang mem-
yang rantai lingkarnya terdiri atas enam atom punyai rantai karbon terpendek yaitu:
karbon dengan ikatan terkonjugasi. Senyawa H
dengan ikatan terkonjugasi adalah senyawa yang l
mempunyai ikatan rangkap dan ikatan tunggal HH – C – H H H
l l l l
yang letaknya berselang-seling. H – C ––– C –––– C – C – H
8.   Jawaban: a l l l l
H H– C – H H H
Senyawa hidrokarbon tidak jenuh adalah l
senyawa yang rantai karbonnya mempunyai H
ikatan rangkap. Bentuk rantai karbon untuk
11.   Jawaban: d
senyawa C 2H2, C2H6, C3H8, C4H10, dan C5H12
Atom karbon memiliki empat elektron valensi
sebagai berikut.
yang digunakan untuk berikatan. Setiap atom
C2H2: H – C ≡ C – H karbon dapat membentuk empat ikatan kovalen
(senyawa hidrokarbon tidak jenuh) tunggal melalui penggunaan bersama empat
pasang elektron dengan atom lain. Apabila
sepasang elektron ikatan digambarkan dengan
C2 H 6 : satu garis, berarti atom karbon dapat berikatan
dengan atom lain menggunakan empat garis.
Apabila kurang atau lebih dari empat garis, terjadi
(senyawa hidrokarbon jenuh)
kesalahan.

C3 H 8 : 1)

(senyawa hidrokarbon jenuh)  Atom C nomor 2 memiliki 3 garis (salah).

C4H10 : 2)

Atom C nomor 1 dan 2 memiliki 5 garis


(senyawa hidrokarbon jenuh)
(salah).

C5H12 :
3)

(senyawa hidrokarbon jenuh)


Atom C nomor 2 memiliki 3 garis (salah)
Jadi, rumus molekul senyawa yang termasuk dan atom C nomor 4 memiliki 5 garis (salah).
hidrokarbon tidak jenuh adalah C 2H2.
4) H H
9.   Jawaban: b | |
Senyawa hidrokarbon alisiklik adalah senyawa C≡C–C – C–H
yang terdiri atas atom C dan H dengan rantai | | |
karbon melingkar (tertutup) dan mengandung H H– C– HH
ikatan kovalen tunggal. Senyawa a  termasuk |
senyawa heterosiklik, senyawa c dan d termasuk H
senyawa hidrokarbon alifatik jenuh, serta Semua atom C memiliki 4 garis (benar).
senyawa e   termasuk senyawa hidrokarbon
alifatik tidak jenuh.

Kimia Kelas XI  3


5) H H H H 2. Ikatan dalam rantai karbon stabil karena:
1
| 2| 3| 4
| a. semua elektron terluar atom karbon telah
H–C–C≡C – C–H berikatan dengan atom lain dan
| | | b. hanya mempunyai dua lapis kulit sehingga
H H H elektron terluar cukup dekat dengan inti,
Atom C nomor 2 memiliki 6 garis (salah) dan gaya tarik antara inti dengan elektron cukup
atom C nomor 3 memiliki 5 garis (salah). kuat, dan rantai tidak mudah putus.
12.   Jawaban: d 3. Adanya unsur karbon dan hidrogen dalam senyawa
Atom C sekunder adalah atom karbon yang hidrokarbon secara sederhana dapat diketahui
mengikat dua atom karbon lain. Jadi, yang dengan cara membakar atau memanaskan senyawa
termasuk atom C sekunder adalah atom C nomor hidrokarbon tersebut. Senyawa hidrokarbon seperti
7, 9, dan 10. Atom C nomor 1, 3, 5, 8, dan 11 gula, kertas, kayu, lilin, atau minyak tanah jika
merupakan atom C primer. Atom C nomor 2, 4, dibakar di atas nyala api akan meninggalkan zat
dan 6 merupakan atom C tersier. yang berwarna hitam yang khas ( carbon black ). Zat
13.   Jawaban: b yang berwarna hitam tersebut adalah karbon hasil
Atom karbon kuarterner adalah atom karbon yang pembakaran. Untuk mengetahui adanya hidrogen,
mengikat empat atom karbon lain. Pada gambar misalnya pada saat pemanasan gula dalam tabung
di atas, atom C kuarterner ditunjukkan oleh angka reaksi, terbentuk titik-titik cair pada dinding tabung.
2). Atom C yang ditunjuk dengan angka 1) dan Cairan tersebut dapat dibuktikan berupa air
5) merupakan atom C primer. Atom C yang dengan cara dilakukan uji dengan kertas
ditunjuk dengan angka 3) merupakan atom C kobalt(II) klorida yang ditandai dengan perubahan
sekunder. Atom C yang ditunjuk dengan angka warna dari biru menjadi merah muda.
4) merupakan atom C tersier. 4. Atom C primer merupakan atom C yang mengikat 1
14.   Jawaban: b atom C lain. Atom C sekunder merupakan atom C
Atom C primer adalah atom C yang mengikat yang mengikat 2 atom C lain. Atom C tersier
satu atom C lain seperti nomor 1, 6, 7, 8, 10, merupakan atom C yang mengikat 3 atom C lain.
dan 11. Dengan demikian, jumlah atom C primer Atom C kuarterner merupakan atom C yang
adalah 6. Atom C sekunder adalah atom C yang mengikat 4 atom C lain. Pada struktur senyawa
mengikat dua atom C lain, seperti atom C nomor tersebut:
3 dan 9. Dengan demikian, jumlah atom C atom C primer : 1, 8, 9, 10, 11, 14
sekunder adalah 2. Atom C tersier adalah atom atom C sekunder : 2, 6, 7, 12, 13
C yang mengikat 3 atom C lain, seperti atom C atom C tersier : 3, 5
nomor 4 dan 5. Dengan demikian, jumlah atom atom C kuarterner: 4
C tersier adalah 2. Atom C kuarterner adalah Jadi, jumlah atom C primer, C sekunder, C
atom C yang mengikat 4 atom C lain, seperti tersier, dan C kuarterner berturut-turut adalah
atom C nomor 2. Dengan demikian, jumlah atom 6, 5, 2, dan 1.
C kuarterner adalah 1. Jadi, jumlah atom C
5. Ikatan jenuh adalah ikatan tunggal pada rantai
primer, C sekunder, C tersier, dan C kuarterner
karbon. Ikatan jenuh terjadi pada alkana.
secara berturut-turut adalah 6, 2, 2, dan 1.
Contoh:
15.   Jawaban: a  H H H H H H
Atom C tersier dalam strukturnya mengikat tiga l l l l l l
atom C lain. H– C – C – C–H H – C ––– C––– C – H
CH3 l l l l l l
l H H H H H–C–H H
CH3 – tCH – tCH – CH 3
l l
CH3 H
Ikatan tidak jenuh adalah ikatan rangkap dua atau
B. Uraian rangkap tiga pada rantai karbon. Ikatan tidak
1. Atom karbon berbeda dengan atom-atom lain  jenuh terjadi pada alkena dan alkuna.
karena atom karbon mempunyai kemampuan Contoh:
untuk berikatan dengan sesama atom karbon dan H H H H
atom lain membentuk suatu rantai karbon dengan l l l l
 jumlah tidak terbatas. H –C –C =C– H H –C≡ C–C–H
l l
H H

4 Hidrokarbon 
A. Pilihan Ganda
1.   Jawaban: d 4 5 6 7
4)
Senyawa hidrokarbon tidak jenuh adalah
3
senyawa hidrokarbon yang memiliki ikatan
rangkap dua atau ikatan rangkap tiga pada rantai 2
karbonnya. Rantai seperti ini dimiliki oleh alkena 1

dengan rumus umum C nH2n dan alkuna dengan 4-tersierbutilheptana


rumus umum CnH2n – 2. Contoh senyawa hidro-
karbon tidak jenuh yaitu C 3H6 dan C6H12 (alkena),
3 4
serta C5H8  (alkuna). Sementara itu, C2H6 dan 5)
2 5
C4H10  merupakan alkana. Alkana merupakan
senyawa hidrokarbon jenuh. 1 6

2.  Jawaban: c
3,3-dimetil-4-propilheksana
3 2 1
4 4.   Jawaban: a
1 2 3 4 5 6
5 1) CH3 – CH 2 – CH – CH – CH 2 – CH3
6 l l
CH3 – CH2 CH2 – CH3
Senyawa tersebut termasuk golongan alkana
dengan rantai induk heksana (enam atom C). 3,4-dietilheksana (sesuai aturan IUPAC)
Penomoran dimulai dari ujung yang paling dekat 7 6 5 4 3 2 1
dengan cabang, yaitu sebelah kanan sehingga 2) CH2 – CH 2 – CH 2 – CH – CH2 – CH2 – CH3
cabang metil (-CH 3) terletak pada atom C nomor  l l
8
2 dan 4. Dengan demikian, nama senyawa CH3 CH3
tersebut adalah 2,2,4-trimetilheksana. Nama yang benar adalah 4-metiloktana
3.  Jawaban: c (bukan 1,4-dimetilheptana).
2 3 4 5 6 7
3) CH2 – CH 2 – CH – CH2 – CH 2 – CH 3
3 4 5 6
1)  l l
1
2 CH3 CH3
1
Nama yang benar adalah 4-metilheptana,
3-etil-3,4-dimetilheksana
bukan 1,3-dimetilheksana.
1
2
CH3
3 4 5 6 7 6 5
l 4 3 2 1
2) 4) CH 3 – CH 2 – C – CH2 – CH 2 – CH – CH3
l l
CH3 CH3
3,3,4-trimetilheksana
Nama yang benar adalah 2,5,5-trimetil heptana,
bukan 3,3,6-trimetilheptana.
1 2 3 4 5 7 6 5 4 3 2 1
3) 5) CH3 – CH 2 – CH 2 – CH – CH – CH 2 – CH 3
l l
CH3 – CH2 CH3
3-etil-2,2-dimetilpentana Nama yang benar adalah 4-etil-3-metilheptana,
bukan 4-etil-5-metilheptana.

Kimia Kelas XI  5


5.  Jawaban: c sehingga titik didihnya pun semakin rendah. Hal
Isomer merupakan senyawa-senyawa yang itu berlaku untuk rantai lurus. Sementara itu,
memiliki rumus molekul sama, tetapi rumus untuk rantai bercabang dengan jumlah atom C
strukturnya berbeda. yang sama titik didih senyawa alkana rantai lurus
1) rumus molekul: C4H10 lebih tinggi dibandingkan alkana rantai
bercabang.
1) heptana → 7 atom C
2) heksana → 6 atom C
3) 3-metilpentana → 5 atom C pada rantai induk
2) rumus molekul: C5H12 dan 1 cabang metil
4) 2,3-dimetilbutana →  4 atom C pada rantai
induk dan 2 cabang metil
5) 2,2-dimetilpentana → 5 atom C pada rantai
3) rumus molekul: C5H12 induk dan 2 cabang metil
Dengan demikian, senyawa yang memiliki titik
didih terendah adalah senyawa 2,3-dimetilbutana.
8.   Jawaban: d
4) rumus molekul: C6H14 Alkena termasuk hidrokarbon tidak jenuh dengan
rumus umum CnH2n, misalnya C5H10. C2H6 dan
Jadi, senyawa 2) dan 3) merupakan isomer.
C3H8  termasuk golongan alkana dengan rumus
6.  Jawaban: e umum CnH2n + 2 , sedangkan C 4H6  dan C 6H10
Isomer merupakan senyawa-senyawa yang termasuk golongan alkuna dengan rumus umum
memiliki rumus molekul sama, tetapi rumus CnH2n – 2.
strukturnya berbeda. 9.  Jawaban: d
4 3 2 1

(C7H16)
5

2,3-dimetilpentana
6
1) Heksana
(C6H14) Senyawa tersebut merupakan senyawa alkena
dengan rantai induk heksena (6 atom C).
2) 2-metilpentana
Penomoran dimulai dari ujung yang paling dekat
(C6H14) dengan ikatan rangkap yaitu dari sebelah kanan
sehingga ikatan rangkap mendapat nomor 2.
Cabang metil (–CH3) terletak pada atom C nomor
3) 2,2-dimetilbutana 3 dan 4. Dengan demikian, nama senyawa
tersebut adalah 3,4-dimetil-2-heksena.
10.   Jawaban: b
(C6H14)
Isomer merupakan senyawa-senyawa yang
memiliki rumus molekul sama, tetapi rumus
strukturnya berbeda.
4) 2,2,3-trimetilbutana n-heksana (C 6H14):
CH3 – CH 2 – CH2 – CH 2 – CH 2 – CH 3
(C7H16) 2,2-dimetilbutana (C6H14):
CH3
|
Jadi, nama salah satu isomer senyawa tersebut
CH3 – C – CH 2 – CH 3
adalah 2,2,3-trimetilbutana.
|
7.  Jawaban: d CH3
Titik didih senyawa alkana dipengaruhi oleh Keduanya merupakan isomer karena memiliki
massa molekul relatif. Semakin sedikit jumlah rumus molekul yang sama (C 6H14), tetapi rumus
atom C, massa molekul relatinya semakin kecil strukturnya berbeda.

6 Hidrokarbon 
Sementara itu, pilihan a, c , d, dan e   bukan 13.  Jawaban: c
5 4 3 2 1
pasangan isomer karena rumus molekul antara 1)
kedua senyawa pada pasangan tersebut berbeda. 6
Pilihan a
n-butana: CH3 – CH2 – CH2 – CH3 (C4H10)  beda 7
 (bukan
1-butena: CH2 = CH – CH2 – CH3 (C4H8)   isomer)
Pilihan c 4,5-dimetil-3-heptena
2-metilpropana: CH3 – CH – CH3 (C4H10)   
 
|  
 beda
CH3   5 4 3 2 1
 (bukan 2)
2-metilpropena: H2C = C – CH3 (C4H8)    isomer) 6
|  
 
CH3    7

Pilihan d
2,3-dimetilpentana: 5-etil-4,5-dimetil-3-heptena
CH3 – CH – CH – CH 2 – CH3 (C7H16)   
 
| |   5 4 3 2 1
 beda 3)
CH3 CH3  
 (bukan 6
3-metilpentana:  isomer)
CH3 – CH2 – CH – CH2 – CH3 (C 6H14)  
  7
|  
  
CH3
4-etil-3,5-dimetil-3-heptena
Pilihan e
4-metil-2-pentuna: 2 3 4 5 6
1
CH3 – C ≡ C – CH – CH3 (C 6H10)    4)
 
|  
CH3  beda
 
4-metil-2-pentena:  (bukan 3-etil-2,4-dimetil-3-heksena
 
CH3 – CH = CH – CH – CH 3 (C 6H12)  isomer)
 
|   1 2 3 4 5 6
CH3    5)
11.  Jawaban: c
3-etil-2,2-dimetil-3-heksena
2-heksena (C6H12) Jadi, rumus struktur 4-etil-3,5-dimetil-3-heptena
Isomer posisi terjadi pada senyawa-senyawa ditunjukkan oleh opsi c.
yang memiliki rumus molekul dan kerangka atom 14. Jawaban: a
karbon sama, tetapi posisi ikatan rangkapnya/  Isomer geometri terjadi pada senyawa-senyawa
gugus fungsinya berbeda. Dengan demikian, yang mempunyai rumus molekul, gugus fungsi,
isomer posisi struktur di atas sebagai berikut. dan kerangka atom kabon sama, tetapi orientasi
H2C == CH – CH 2 – CH2 – CH 2 – CH 3 gugus-gugus di sekitar ikatan rangkap berbeda.
1-heksena Isomer geometri dapat terjadi pada alkena yang
H3C – CH2 – CH == CH – CH2 – CH 3 kedua atom C ikatan rangkapnya masing-masing
3-heksena mengikat 2 jenis gugus yang berbeda seperti pada
Jadi, jumlah isomer posisi struktur di atas adalah 3. struktur a.
12.  Jawaban: a
Sifat-sifat alkena antara lain titik lelehnya
berbanding lurus dengan massa molekulnya,
dapat dioksidasi oleh KMnO 4  menghasilkan trans 2-butena
etilen glikol, dapat dibuat melalui reaksi eliminasi
alkana, dapat diadisi oleh asam halida, serta
alkena lebih reaktif dibandingkan alkana.

Kimia Kelas XI  7


15.   Jawaban: c 3)
Senyawa hidrokarbon yang dapat larut dalam
air adalah alkena dan alkuna. Senyawa
3-metil-1-pentena termasuk suku alkena. Jadi, 4-metil-1-pentuna
senyawa tersebut sedikit larut dalam air.
Sementara itu, n-oktana, 3-metilpentana,
2,2-dimetilpentana, dan 4-etil-2-metiloktana 4)
termasuk suku alkana. Alkana tidak larut dalam
air, tetapi larut dalam pelarut nonpolar.
16.   Jawaban: a 3,3-dimetil-1-butuna
Alkena dapat dibuat dengan beberapa reaksi 5)
seperti reaksi dehidrogenasi, dehidrohalogenasi, 2-heksuna
dehidrasi, dan eliminasi alkana. Reaksi dehidro-
genasi ditunjukkan oleh reaksi a, reaksi dehidro- 6)
halogenasi ditunjukkan oleh reaksi b, dan reaksi
dehidrasi ditunjukkan oleh reaksi c. Sementara
4-metil-2-pentuna
itu, reaksi d  dan e  merupakan reaksi pembuatan
alkana. 7)
17.   Jawaban: c 3-heksuna
Alkuna merupakan senyawa hidrokarbon Jadi, jumlah isomer dari senyawa C 6H10 adalah 7.
golongan alifatik tidak jenuh yang mempunyai
satu ikatan rangkap tiga. Rumus umumnya 21.   Jawaban: a
CnH2n – 2. Jadi, senyawa yang merupakan alkuna CaC2 + 2H 2O  ⎯→ Ca(OH)2 + C 2H2
adalah C4H6. C3H6  dan C4H8  termasuk alkena, kalsium etuna
karbida (asetilena)
sedangkan C3H8 dan C4H10 termasuk alkana.
18.   Jawaban: b 22.  Jawaban: c

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –   –

– 2 3 6 7   –
– C ––    – CH CH2– CH3   –   –
–   –
  – 2   –
–   –
  –


|||   –  – | | –
  –
  –
– – – –   –

1   –
  – 4

– CH  –  –   –
CH ––5CH2   –   –
– – – – – –  –   –
– – |– – – – – – – – – – – –  –
  –

CH3
Senyawa tersebut merupakan golongan alkuna Senyawa tersebut merupakan alkuna dengan
dengan rantai induk heptuna (7 atom C). rantai induk pentuna (5 atom C). Penomoran
Penomoran dimulai dari kiri bawah sehingga dimulai dari ujung yang paling dekat dengan ikatan
ikatan rangkap tiga terletak pada nomor 1. rangkap tiga yaitu dari sebelah kiri sehingga
Cabang metil (–CH3) terletak pada atom C nomor ikatan rangkap tiga mendapat nomor 1. Pada atom
4. Jadi, nama senyawa tersebut adalah 4-metil-
C nomor 3 terdapat cabang etil (-CH 2-CH3) serta
1-heptuna.
pada atom C nomor 4 terdapat dua cabang metil
19.   Jawaban: e (-CH3). Jadi, nama senyawa tersebut adalah
Senyawa tersebut mempunyai rumus molekul
3-etil-4,4-dimetil-1-pentuna.
C 6H 10 . Jadi, senyawa tersebut merupakan
isomer dari heksuna (C 6H10). 23.   Jawaban: c
Rumus molekul butuna: C 4H6, butena: C4H8, Alkuna dapat dibuat dengan cara memanaskan
pentuna: C5H8, heptuna: C7H12. campuran dihaloalkana dengan KOH melalui
reaksi berikut.
20.  Jawaban: c CH3 – CH – CH – CH 3(aq ) + 2KOH(aq )  ⎯→
Isomer C6H10  sebagai berikut.  | |
1) Br Br
1-heksuna 2,3-dibromobutana (dihaloalkana)
CH3 – C ≡ C – CH3(g ) + 2KBr(aq ) + 2H2O()
2)
2-butuna

3-metil-1-pentuna

8 Hidrokarbon 
24.   Jawaban: e b. Rumus strukturnya:
M r propuna (C3H4) = 40 g mol–1 CH3 – CH 2 – CH 2 – CH2 – CH2 – CH3
4g (heksana)
Mol propuna =
40 g mol−1
c. Isomer dari C6H14  sebagai berikut.
1
= 10
 mol 1) CH3 – CH 2 – CH 2 – CH 2 – CH 2 – CH 3
Jumlah molekul propuna (n-heksana)

= mol × NA 2) CH3 – CH – CH2 – CH 2 – CH 3


|
1
= 10  × 6,02 × 1023 molekul CH3
(2-metilpentana)
Jadi, jumlah molekul pada 4 gram propuna
3) CH3 – CH 2 – CH – CH 2 – CH 3
1
sebanyak  × 6,02 × 1023 molekul. |
10
CH3
25.  Jawaban: c (3-metilpentana)

Senyawa-senyawa yang mempunyai sifat kimia 4) CH 3


hampir sama merupakan senyawa yang terletak |
dalam satu deret homolog (mempunyai rumus CH3 – C – CH 2 – CH 3
|
umum sama). C2H6, C3H8, C4H10, dan C5H12
CH3
merupakan satu deret homolog alkana dengan (2,2-dimetilbutana)
rumus umum CnH2n+2. C3H6, C4H8, C5H10, dan
C6H12  merupakan satu deret homolog alkena 5) CH3 – CH – CH – CH3
| |
dengan rumus umum C nH2n. C3H4, C4H6, dan
CH3 CH3
C5H8  merupakan satu deret homolog dengan (2,3-dimetil butana)
rumus umum CnH2n–2. Jadi, kelompok senyawa
3. Senyawa-senyawa alkana dapat diperoleh
yang mempunyai sifat kimia hampir sama yaitu
dengan cara-cara berikut.
C3H4, C4H6, dan C5H8.
a. Mereaksikan aluminium karbida dengan air.
Reaksi yang terjadi:
B. Uraian
Al4C3(s ) + 12H2O() ⎯→ 3CH4(g ) + 4Al(OH)3(aq )

b. Mereaksikan senyawa alkena dengan gas


hidrogen.
1. a.
Reaksi yang terjadi:
CnH2n(g ) + H2(g ) ⎯→ CnH2n + 2

c. Melalui sintesis Dumas, yaitu memanaskan


campuran garam natrium karboksilat dengan
b. basa kuat. Reaksi yang terjadi sebagai
berikut.
O
c.  B
C H  – C (aq ) + NaOH(aq )  C3H8(g ) + Na2CO3(aq )
3 7 VONa →

2. Rumus empiris (C3H7)n; M r = 86 g mol–1


Alkana yang dihasilkan tergantung garam
a. M r (C3H7)n = (3n × Ar C) + (7n × Ar H)
natrium karboksilat yang direaksikan.
86 = (3n × 12) + (7n × 1)
d. Melalui sintesis Grignard, yaitu mereaksikan
86 = 36n + 7n suatu alkil magnesium halida dengan air.
86 = 43n Reaksi yang terjadi
n =2 C2H5MgBr( aq ) + H2O() ⎯→ C2H6(g ) + MgOHBr(aq )
Jadi, rumus molekulnya (C3H7)2 = C6H14.

Kimia Kelas XI  9


e. Melalui sintesis Wurtz, yaitu dengan cara Alkena = CnH2n
mereaksikan alkil halida (haloalkana) M r CnH2n = (n · Ar C) + (2n · Ar H)
dengan logam natrium.
70 = (n × 12) + (2n × 1)
Reaksi yang terjadi sebagai berikut.
70 = 14n
2CH3Cl(aq ) + 2Na(s ) ⎯→ CH3 – CH3(g ) + 2NaCl(aq )
n=5
4. Massa = 700 gram
CnH2n = C5H10
Volume = 0,224 m3
Jadi, nama alkena C 5H10 adalah pentena.
= 224 L
224 5. a. Suku alkuna yang paling sederhana adalah
Mol alkena (STP) = 22,4 etuna (C2H2).
= 10 mol b. Cara pembuatannya:
gram 700 Etuna dibuat dengan mereaksikan kalsium
Mol = M r ⇒ M r =
10 karbida dengan air:
= 70 g mol–1 CaC2 + 2H 2O → Ca(OH)2 + C 2H2

A. Pilihan Ganda 3.  Jawaban: a


Reaksi: CH3Cl + Cl2 → CH2Cl2 + HCl merupakan
1.  Jawaban: a
reaksi substitusi karena pada reaksi tersebut
Misal:
terjadi penggantian 1 atom H pada CH 3Cl dengan
volume gas metana (CH4) = x L 1 atom Cl.
volume gas butana (C 4H10) = (5 – x) L
CH4(g ) + 2O2(g ) → CO2(g ) + 2H2O(g )
 + Cl2  ⎯→ + HCl
xL 2x L xL 2x L

13
C4H10(g ) + 2
O2(g ) → 4CO2(g ) + 5H2O(g ) Pada reaksi eliminasi terjadi perubahan ikatan
13
tunggal menjadi ikatan rangkap. Pada reaksi
(5 – x) L (5 – x) L 4(5 – x) L 5(5 – x) L
2 oksidasi, senyawa hidrokarbon bereaksi dengan
Volume CO2 = x + 4(5 – x) okigen menghasilkan gas CO 2 atau CO dan H 2O.
17 = x + 20 – 4x Reaksi reduksi merupakan reaksi yang ditandai
17 = 20 – 3x dengan adanya penurunan bilangan oksidasi.
3x = 25 – 17 Pada reaksi adisi terjadi perubahan ikatan
3x = 3 rangkap menjadi ikatan tunggal.
x=1 4.   Jawaban: d
Jadi, volume gas metana = 1 L dan gas butana Reaksi eliminasi etil iodida sebagai berikut.
= (5 – 1) = 4 L. CH3 – CH2I →  CH 2 = CH2 + Hl
2.   Jawaban: d etil iodida etena asam iodida

Reaksi antara etena dengan gas klorin 5.   Jawaban: b


merupakan reaksi adisi. Reaksi 1) merupakan reaksi eliminasi karena
CH2 = CH2 + Cl2 → CH2 – CH2 pada reaksi tersebut terjadi perubahan ikatan
etena | | tunggal menjadi ikatan rangkap dua. Sementara
Cl Cl itu, reaksi 2) merupakan reaksi adisi karena pada
  dikloroetana reaksi tersebut terjadi perubahan ikatan rangkap
dua menjadi ikatan tunggal.

10 Hidrokarbon 
6.   Jawaban: a B. Uraian
Reaksi tersebut merupakan reaksi adisi. Pada
1. a. Reaksi adisi karena terjadi perubahan ikatan
reaksi ini terjadi perubahan ikatan rangkap dua
rangkap dua menjadi ikatan tunggal.
menjadi ikatan tunggal. Apabila hasil reaksi b. Reaksi substitusi karena terjadi penggantian
berupa butana, zat X yang bereaksi merupakan atom H dengan atom Cl.
senyawa yang mempunyai ikatan rangkap dua c. Reaksi adisi karena terjadi perubahan ikatan
(butena). Dengan demikian, reaksi yang terjadi rangkap tiga menjadi ikatan rangkap dua.
sebagai berikut. d. Reaksi eliminasi karena terjadi penghilangan
H2 /Ni
CH3 – CH2 – CH = CH 2 ⎯⎯→ CH3 – CH2 – CH2 – CH3 gugus Br dari senyawa propana dan terjadi
1-butena butana perubahan ikatan tunggal menjadi ikatan
rangkap dua.
7.  Jawaban: a
2. Reaksi eliminasi dehidrohalogenasi adalah reaksi
Adanya ikatan rangkap dalam senyawa
eliminasi yang terjadi pada senyawa alkil halida
hidrokarbon dapat diidentifikasi menggunakan air
dengan melepaskan unsur H dan halogen dari
brom. Jika dalam senyawa hidrokarbon tersebut alkil halidanya membentuk senyawa alkena, air,
mengandung ikatan rangkap, warna air brom dan garam halogen.
yang semula cokelat akan menghilang. Hal ini Contoh:
disebabkan air brom mengadisi ikatan rangkap H H H
dalam senyawa hidrokarbon. | | |
R – CH == CH – R + Br2  ⎯→ H – C – C – C – Br + KOH  ⎯→
| | |
H H H
1-bromopropana
8.  Jawaban: c
H
 + HBr  ⎯→ |
H – C – C = C – H + KBr + H2O
| | |
2-metil-2-butena H H H
Propena

3. a. Senyawa P: CH3 – CH = CH – CH 3
2-butena
Senyawa Q: CH3 – CH2 – CH2 – CH3
  butana
2-bromo-2-metilbutana Persamaan reaksi pada proses I:
H2 /Ni
9.  Jawaban: d CH3 – CH = CH – CH 3 ⎯⎯→ CH3 – CH2 – CH2 – CH3
Reaksi antara 2-kloro-2-metilpropana dengan 2-butena butana
kalium hidroksida merupakan reaksi dehidro- b. Proses II terjadi reaksi adisi
halogenasi (reaksi eliminasi pada senyawa CH3 – CH = CH – CH3 + Br2 ⎯→ CH3 – CH – CH – CH 3
alkilhalida dengan basa kuat). Reaksi ini 2-butena  | |
menghasilkan suatu alkena. Br Br
 2,3-dibromobutana
Proses III terjadi reaksi substitusi
+ KOH  ⎯→ + KCl + H 2O
CH3–CH2–CH2–CH3+Br2 → CH3–CH2–CH2–CH2–Br+HBr
butana 1-bromobutana
2-kloro-2-metilpropana 2-metilpropena c. Senyawa R: CH3 – CH – CH – CH3
10.   Jawaban: d | |
Br Br
Adisi hidrogen pada CH 2 = CH – CH = CH 2   2,3-dibromobutana
(1,3-butadiena) menghasilkan: Senyawa S: CH3 – CH 2 – CH 2 – CH 2 – Br
CH2 = CH – CH = CH2 + H2 → CH2 = CH – CH2 – CH3   1-bromobutana
1-butena

Kimia Kelas XI  11


4. a. CH3 – C ≡ C – CH2 – CH3 + HCl → CH3 – C = CH – CH 2 – CH3 Jumlah volume oksigen yang diperlukan pada
| pembakaran
Cl
koefisien oksigen
2-pentuna 2-kloro-2-pentena = koefisien propuna
 × volume propuna
b. CH2 = CH – CH 2 – CH3 + HBr → CH3 – CH – CH2– CH3
4
| =  × 6 L = 24 L
Br 1
1-butena 2-bromobutana Jadi, volume oksigen yang diperlukan pada
pembakaran tersebut sebanyak 24 L.
5. Persamaan reaksi:
C3H4 + 4O2 → 3CO2 + 2H2O
Perbandingan koefisien = perbandingan volume.
Jumlah gas propuna yang dibakar = 6 L

A. Pilihan Ganda 5.   Jawaban: d


1.   Jawaban: b Serat alam: wol, kapas, yute, sutra, dan kenaf.
Kegunaan butana dan propana adalah sebagai Serat buatan: rayon, poliester, akrilik, dan nilon.
bahan bakar dan komponen LPG. Komponen utama Jadi, pasangan yang tepat ditunjukkan oleh
LNG berupa metana dan etana. Minyak pelumas nomor 2) dan 4).
mengandung hidrokarbon C 16H34 hingga C20H42. 6.   Jawaban: e
Bahan dasar plastik PVC berupa vinil klorida. Plastik sering digunakan sebagai pengganti kayu
Jadi, kegunaan butana dan propana ditunjukkan karena harga plastik lebih murah daripada kayu.
nomor 1) dan 3). Plastik dapat diproduksi dalam jumlah sangat
2.   Jawaban: b banyak melalui reaksi polimerisasi. Sementara
Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi bagi itu, kayu merupakan hasil alam yang memerlukan
tubuh, membantu penghematan protein, mengatur waktu lama untuk memperolehnya. Oleh sebab itu,
metabolisme lemak, dan membantu sebagian besar penggunaan kayu digantikan oleh
mengeluarkan feses. Sementara itu, menjaga plastik.
keseimbangan asam-basa dalam darah, 7.   Jawaban: d
memelihara sel-sel tubuh, dan sebagai cadangan Getah perca merupakan senyawa trans-2-metil-
energi merupakan fungsi protein. Sebagai 1,3-butadiena, yang rumus strukturnya dituliskan
pelindung organ-organ tubuh bagian dalam pada pilihan d. Pilihan c merupakan struktur karet
merupakan fungsi lemak. alam.
3.   Jawaban: b
Fungsi lemak dalam tubuh di antaranya sebagai 8.   Jawaban: c
pengangkut vitamin yang larut dalam lemak dan Omega-3 terdapat pada makanan. Omega-3
pelindung organ-organ tubuh bagian dalam. merupakan salah satu jenis asam lemak tidak
Sementara itu, senyawa yang memberikan rasa  jenuh. Omega-3 sangat diperlukan bagi tubuh
manis pada makanan adalah karbohidrat. Pelarut untuk pertumbuhan sel otak, organ penglihatan,
pewarna makanan menggunakan propilena glikol, dan tulang, serta menjaga sel-sel pembuluh
sedangkan untuk mempercepat proses darah dan jantung tetap sehat.
pematangan buah menggunakan gas asetilena. 9.   Jawaban: c
4.  Jawaban: a Senyawa hidrokarbon yang digunakan sebagai
Gas etilena (CH2 == CH2) merupakan senyawa pelarut cat merupakan campuran dari parafin,
hidrokarbon yang digunakan untuk mempercepat sikloparafin, dan hidrokarbon aromatik.
proses pematangan buah. Gas tersebut 10.   Jawaban: d
dihasilkan dari proses cracking   fraksi minyak Lilin digunakan sebagai bahan untuk membuat
bumi. Hidrolisis propilena oksida menghasilkan lipstik. Lipstik merupakan bagian dari kosmetika
propilena glikol. Reaksi karbit dengan air (estetika).
menghasilkan gas asetilena (C 2H2). Oksidasi
propilena menghasilkan propilena oksida.
Oksidasi toluena menghasilkan asam benzoat.

12 Hidrokarbon 
B. Uraian 3) Mengatur keseimbangan air dalam
1. a. Sebagai bahan pembuatan gas hidrogen tubuh.
yang dapat digunakan sebagai bahan baku 4) Membantu keseimbangan tubuh, pem-
pembuatan amonia. bentukan antibodi, mengangkut zat-zat
b. Sebagai bahan bakar korek api. gizi, dan sebagai sumber cadangan
c. Sebagai bahan untuk sumber energi pada energi.
bengkel-bengkel las. 3. Karbohidrat diperoleh dari hasil fotosintesis
d. Sebagai bahan polimer polietilena yang tumbuhan hijau. Karbohidrat yang dihasilkan dari
digunakan untuk bahan pelapis karton proses ini berupa glukosa dengan rumus kimia
pembungkus minuman, isolator kawat, tas C6H12O6. Oleh karena karbohidrat tersusun atas
plastik, dan botol-botol plastik. unsur C, H, dan O maka karbohidrat digolongkan
e. Sebagai bahan polimer polistirena yang sebagai senyawa karbon.
banyak digunakan untuk bahan pelapis kabel.
f. Sebagai bahan polimer polipropena (poli- 4. Gas asetilen di industri makanan dimanfaatkan
propilena) yang banyak digunakan untuk untuk membantu mempercepat proses pematang-
pembuatan kotak keranjang botol minuman. an buah.

2. a. Protein disebut polimer karena terbentuk melalui 5. Kayu mengandung senyawa karbon berupa lig-
reaksi polimerisasi dari monomer asam nin, selulosa, dan hemiselulosa. Unsur karbon,
amino (R – CH(NH 2)COOH). hidrogen, dan oksigen terkandung di dalam
senyawa-senyawa tersebut. Plastik merupakan
b. Kegunaan protein sebagai berikut.
polimer dari propilena yang mempunyai 3 atom C.
1) Membantu pertumbuhan dan pemeli-
Plastik mengandung senyawa hidrokarbon yang
haraan sel-sel tubuh.
terdiri atas unsur karbon dan hidrogen.
2) Membantu perubahan proses biokimia
dalam tubuh.

Kimia Kelas XI  13


  r   r
  e   e
   d   r   n
  r
  r   n   e
   i   e
  e   u   s    t
  r
  m    k   r   a
   i
  r   e   e
   T   u
   P    S    K
   C    C    C
   C
  m   m   m   m
  o   o   o
   t   o   a    i
  r
   t    t    t    k    t
   A    A    A    A   g    i   e
  n   s
   i   m
  a
  r   s   o
  e   o   e
   K    P    G

   H   n
  o   n   a
  n   k
   i    b   o   w
  n   a   n   r   a
   i
  a    d   a   a    b
  r   a
   d   g    K   a   n   y   m
   i
   C  r   o   n
   k
   i   r    O   a    K    b   e    K
  n   w   r    S   n
  u   a   m   a
  a   s   a   o    K   n   a
  g
  r   n   w   y    t   a    d
   U  a   n    A   g   n   n
   O    i   y   e   m   n   o   a   a
   k   a
  a   k
   i   s   n    S   n
  a
  o
   t   o   b
   l   r   m    i    t
  w  n   a   e   r   s    A   o   a   a   r   s
   i   a
  a   a    k   S
   i   e   a    i   g   k    N   e    F   u
  y   g
  r    f
   i    b    h   s
   i   g   o    t    b
  n   o    t   m   m    k   s   r   a
   t   m   a   m
  n   l
  a   n   d   o    f
  e   n   e   a   u   e   o   e   i   a   s    i   e
   S   A    d    S    K    P    P   H    T    I    S    P
   I    d

  a  ,
  w  n   a
  a   n   a
  y   o   e   n
  n   b    k
   l   u
  e   r
  a
   S   k    A   k
   l
   i   o  ,
  s   r   a   A
   i   n   n
   d
  n   i   a   a
   i
   f   H    k   d
  e    l
   D    A

  n
  a   o
  w   b
  r
  a   a
  y   k
  n  o
  e   r
   d
   S   i
  n    H
  a   o   a
   d   b   w  n
  a   r   a   a
  p  a   y   d
   i    k   n  n
  s   o   e   o  n
   k   r    S   b   o
  a   d
  e   i   n  r    b
   R    H   a   r
  a   k   a
  -   a
   i   a    K
  s   w   n  o
  r
   k   a   u   d
  a   y   g   i
  e   n   e   H
   R  e    K
   S

   i    i
   i   s   s   n
  s   a   a   a   n    i   a
   i    i   n    d   g   a   n   k
   i   s    d    i    i   n    d   e   i
   t
  u
  s   t   m   s   a   g   n
   k   i    A    i
   l    k   n   g   a    S   t
  e
  a   t
  s
   i
  s    E    O    P   a   n   p
  a
  g   s
  e   b    k    i    i   g    d
   i    d   a   n   E
   R  u   a   s   s   n    B  n   P   a
  e    k    k   a    i   n
   d
   S   a   a    d   a   a
   R   e   e    i    S    B   d
   R    R    B

   i    i    i   a


  a   a   s   s   a    t   n    k
  a   s   n
  r   a    i   a
  n   n   n   a   a   n
  r   u   r   e
  e   u   r   n    d
   i    t   m
   k    k   e    d
   i   u   p   o
   l    l   g   e   p   m    h   r   e   u    k   n   a
   A    A    h   g   o    P    L    i   a   c
   i    i
  o
   l   e   o
  r
  m   e
   S    b   y
  a
   t
  s    d   r
  e
  s   s   a    D   e   r   a
   i    i    h    i    d
   i    S    k   a    K    l   m    P
   d    d   o
  r   s    h   n
  a
   d    K    P   a   h
   l   a
   A    A    d    k   e   a
   i    A   t
   i
  s
   i
  s
   i   a    D   r    T    t   e
   h   e    i   a   n   e
  r    G
   k    k   e    R   s    k   a
  r
  a   a    D    k   a   a   a
  e   e    i   a    b    k    K
   R    R   s   e   m   a
   k    R    b
  a   e   m
  e    P   e
   R    P

14 Hidrokarbon 
A. Pilihan Ganda serta tidak stabil terhadap pemanasan. Adapun
1.   Jawaban: e mempunyai titik didih dan titik leleh tinggi,
Senyawa hidrokarbon aromatik adalah senyawa berikatan ion, serta di alam ditemukan sebagai
hidrokarbon yang rantai karbonnya melingkar garam mineral merupakan sifat senyawa
dengan ikatan rangkap dua terkonjugasi atau anorganik. Jadi yang merupakan pasangan sifat
berselang-seling, contoh: senyawa organik adalah 2) dan 4).

H H 3. Jawaban: a
C C sikloalkana merupakan senyawa hidrokarbon
HC C CH dengan rantai karbon melingkar serta antaratom
| || | C-nya berikatan tunggal, seperti senyawa a .
HC C CH Senyawa b  merupakan sikloalkena, senyawa c
C C
H H merupakan senyawa aromatik (benzena),
senyawa d merupakan alkana, serta senyawa e
H H merupakan alkadiena.
| |
H–C–C–H 4.  Jawaban: d
| | Pembakaran sempurna senyawa hidrokarbon
H H menghasilkan gas karbon dioksida (CO 2) dan
uap air (H2O). Gas hasil pembakaran yang dapat
merupakan senyawa hidrokarbon alifatik jenuh mengeruhkan air kapur adalah gas CO 2 ,
karena rantai karbonnya terbuka dan berikatan sedangkan gas yang dapat mengubah warna
tunggal, sedangkan H H kertas kobalt(II) klorida dari biru menjadi merah
| | muda adalah uap air (H 2O). Gas CO merupakan
H – C – C ≡ C – C – H dan hasil pembakaran tidak sempurna suatu senyawa
| |
H H–C–H hidrokarbon.
H | 5.  Jawaban: b
H | H H
GC=C–C=C H
merupakan senyawa hidro-
H | H 3 4 5 6
H
2
karbon alifatik tidak jenuh karena mengandung
1
ikatan rangkap tiga dan dua. H H H
| | |
H – C – C ––– C – H Senyawa tersebut merupakan senyawa alkana
| | | dengan rantai induk heksana (6 atom C).
H–C–HH–C–H Penomoran dimulai dari kiri bawah sehingga
| | cabang metil (–CH3) terletak pada atom C nomor
H H 2 dan 4 serta cabang etil (–CH2CH3) terletak
pada atom C nomor 3. Jadi, nama senyawa
merupakan senyawa hidrokarbon alisiklik karena tersebut adalah 3-etil-2,4-dimetilheksana.
rantai karbonnya melingkar dan berikatan tunggal.
6.   Jawaban: e
2.  Jawaban: c
Sifat senyawa organik antara lain hasil Pada suku-suku homolog tersebut jumlah atom
C sebanyak n, sedangkan jumlah atom H
pembakarannya berupa gas karbon dioksida dan
air, berikatan kovalen, memiliki titik didih dan titik sebanyak (2 × n) + 2. Dengan demikian,
leleh rendah, reaksi berlangsung lambat, sebagian rumus umum homolog tersebut adalah C nH2n + 2.
CnH2n + 2 merupakan alkana.
besar berasal dari makhluk hidup, umumnya tidak
dapat menghantarkan arus listrik, mudah terbakar,

Kimia Kelas XI  15


7.   Jawaban: c 2) 2,4,4-tribromopentana
Atom C kuarterner merupakan atom C yang
mengikat empat atom C lainnya. Atom C
1 2 3 4 5
kuarterner ditunjukkan oleh angka 5.
8.   Jawaban: c
Senyawa hidrokarbon tidak jenuh mempunyai Nama seharusnya 2,2,4-tribromopentana
rumus umum C nH 2n   (alkena) dan C nH 2n – 2
(alkuna). C 2 H 4 , C 3 H 6, dan C 4 H 8  termasuk 3) 2-etil-3-metilpentana
alkena. C2H2, C 3H4, dan C4H6 termasuk alkuna. 1 2 3 4
Jadi, pasangan kelompok senyawa yang bersifat
tidak jenuh ditunjukkan oleh angka 2) dan 4). 5
6
9.   Jawaban: a
Isomer kerangka terjadi pada senyawa-senyawa Nama seharusnya 3,4-dimetilheksana
yang memiliki rumus molekul sama, tetapi 4) 1,3-dimetilbutana
kerangka atom C-nya berbeda. 1 2 3 4
CH3
5
l
CH3 – CH – CH2 – CH – CH3
l Nama seharusnya 2-metilpentana
CH3 – CH – CH3 5) 3,5-dietilheptana
CH3 – CH2 – CH2 – CH – CH2 – CH2 – CH2 – CH3 1 2 3 4 5 6 7

|
CH3
Senyawa di atas memiliki rumus molekul C 9H20.
Kedua senyawa tersebut berisomer kerangka
karena memiliki rumus molekul sama, tetapi Nama sudah sesuai dengan aturan IUPAC.
kerangka atom C-nya berbeda. 11.  Jawaban: a
Sementara itu,
CH3 – C ≡ C – CH3 (C4H6)    Senyawa Jumlah Titik Leleh Titik Didih
 bukan isomer Alkana Atom C (°C) (°C)
CH2 = CH – CH 2 – CH 3 (C4H8)   
Butana 4 –138,40 0,5
CH3 – CH – CH3 (C4H10)   Pentana 5 –139,74 36,1
|  
  Heksana 6 –95,00 68,9
CH3  bukan isomer Heptana 7 –90,60 98,4
 
 
CH2 = C – CH3 (C4H8)    Oktana 8 –56,80 124,7
|
CH 3
Berdasarkan tabel tersebut, semakin panjang
rantai karbon (semakin banyak jumlah atom C),
CH2 = CH 2 (C2H4)    titik didih dan titik leleh senyawa alkana semakin
 bukan isomer
CH3 – CH3 (C 2H6)    tinggi. Pada senyawa alkana tidak terdapat ikatan
CH2 = CH – CH = CH 2 (C4H6)    hidrogen.
 bukan isomer
CH ≡ C – CH3 (C3H4)    12.   Jawaban: c
10.   Jawaban: e Reaksi antara 1-butena dengan asam klorida
1) 2-isopropil-3-metilpentana merupakan reaksi adisi. Menurut aturan
2
markovnikov, atom H pada HCl akan terikat pada
1
atom C ikatan rangkap yang mengikat atom H
6 5 4 3 lebih banyak. Sementara itu, atom Cl pada HCl
akan terikat pada atom C ikatan rangkap yang
mengikat atom H lebih sedikit. Dengan demikian,
reaksinya sebagai berikut.
Nama seharusnya 2,3,4-trimetilheksana
CH2 = CH – CH 2 – CH3 + HCl  ⎯→CH3 – CH – CH2 – CH3
|
Cl
1-butena 2-klorobutana

16 Hidrokarbon 
13.  Jawaban: c 17.  Jawaban: d
Senyawa hidrokarbon yang dapat menghilangkan
1 2 3 4
warna air brom adalah senyawa hidrokarbon
yang memiliki ikatan rangkap (hidrokarbon tidak
5 6  jenuh) sehingga senyawa yang mungkin adalah
senyawa b, d, dan e. Oleh karena senyawa
Senyawa tersebut merupakan alkena dengan tersebut mempunyai M r  = 56 g mol–1, senyawa
rantai induk heksena (6 atom C). Penomoran tersebut adalah senyawa d.
dimulai dari kiri sehingga ikatan rangkap 1) (M r = 54 g mol–1)
berada pada nomor 2. Cabang metil (–CH 3)
terletak pada atom C nomor 2, 3, dan 4.
Dengan demikian, nama senyawa tersebut
adalah 2,3,4-trimetil-2-heksena.
2) (M r = 42 g mol–1)
14.  Jawaban: c
Isomer merupakan senyawa-senyawa yang
memiliki rumus molekul sama, tetapi rumus
strukturnya berbeda.
1) Pentana 3) (M r = 54 g mol–1)
H3C – CH2 – CH2 – CH2 – CH3 (C 5H12)
2) 2-etil-1-butena
(C6H12)
18.  Jawaban: d
Isomer posisi terjadi pada senyawa-senyawa
3) 2-metil-2-butena yang memiliki rumus molekul dan kerangka atom
(C5H10) karbon sama, tetapi posisi ikatan rangkapnya
berbeda seperti pada senyawa 1-heksena dan
2-heksena.
4) 3-metil-1-pentena H2C == CH – CH 2 – CH2 – CH2 – CH 3
(C6H12) 1-heksena → ikatan rangkap terletak pada nomor 1
H3C – CH == CH – CH 2 – CH 2 – CH 3
2-heksena → ikatan rangkap terletak pada nomor 2
5) 2,2-dimetilpropana Senyawa 1) dan 4) berisomer kerangka, senyawa
1) dan 5) tidak berisomer, senyawa 2) dan 3)
berisomer kerangka, serta senyawa 4) dan 5)
(C5H12) tidak berisomer. Jadi, senyawa yang berisomer
posisi adalah 3) dan 4).

Jadi, 2-metil-2-butena merupakan isomer C 5H10. 19.   Jawaban: c


Isomer merupakan senyawa-senyawa yang
15.   Jawaban: b mempunyai rumus molekul sama, tetapi rumus
H strukturnya berbeda. Senyawa di atas
|
CH3 – C – CH = CH – CH3 + HCl → CH3 – CH – CH2 – CH – CH3 mempunyai rumus molekul C 5H8.
| | | 1) CH3 – C ≡ C – CH3 (C 4H6)
CH3 CH3 Cl
4-metil-2-pentena 2-kloro-4-metilpentana 2) CH 3
|
Pada reaksi tersebut terjadi perubahan ikatan CH3 – C – CH3 (C5H12)
rangkap dua menjadi ikatan tunggal. Dengan |
demikian reaksi tersebut merupakan reaksi adisi. CH3
16.   Jawaban: c 3) CH ≡ C – CH2 – CH2 – CH3 (C5H8)
Reaksi 1) terjadi penggantian atom H dengan 4) CH3 – CH – CH2 – C ≡ CH (C6H10)
atom Cl →  substitusi.
|
Reaksi 2) terjadi perubahan ikatan tunggal
CH3
menjadi ikatan rangkap dua →  eliminasi.
5) CH2 – CH – CH2 (C6H14)
Reaksi 3) terjadi perubahan ikatan rangkap dua
menjadi ikatan tunggal → adisi. | | |
CH3 CH3 CH3

Kimia Kelas XI  17


20.   Jawaban: c pada radiator mobil. Asetilena dan etilena
Senyawa alkuna = CnH2n – 2. merupakan gas yang banyak digunakan untuk
Untuk n ke-2, CH ≡ CH → tidak memiliki isomer membantu proses pematangan buah-buahan.
Sukrosa merupakan pemanis alami, digunakan
Untuk n ke-3, CH ≡  C – CH3; CH3 – C ≡ CH
untuk menambah rasa manis pada makanan.
→  tidak memiliki isomer

Untuk n ke-4, CH ≡ C – CH2 – CH3; 24.  Jawaban: d


Isomer posisi terjadi pada senyawa-senyawa
CH3 – C ≡ C – CH3 (merupakan isomer)
yang memiliki rumus molekul dan kerangka atom
Jadi, isomer posisi alkuna dimulai dari suku n
karbon sama, tetapi letak ikatan rangkapnya
ke-4 (butuna).
berbeda. Senyawa tersebut memiliki nama 2,3-
21.  Jawaban: b dimetil-2-butena. Senyawa tersebut berisomer
Misal: hidrokarbon = CxHy posisi dengan 2,3-dimetil-1-butena.
y y
CxHy + (x + 4
)O2 →  xCO2 + 2
H2O
1L 6,5 L 4L
Perbandingan koefisien = perbandingan volume 2,3-dimetil-2-butena   ikatan rangkap terletak

KoefisienC xHy VCxHy pada nomor 2.
koefisienCO 2 = V
CO2
1 1
x
= 4

x=4 2,3-dimetil-1-butena   ikatan rangkap terletak


pada nomor 1.
KoefisienC xHy VCxHy
= 25.   Jawaban: b
koefisienO 2 VO2
1 Isomer posisi CH2 = CH – CH2 – CH3 (1-butena)
1
y
= 6,5 yaitu:
(x + 4 )
y CH3 – CH = CH – CH 3 2-butena
x+ 4 = 6,5 Jadi, 1-butena mempunyai isomer posisi
y sebanyak 2.
4+ 4 = 6,5
y
26.   Jawaban: e
4
= 2,5 1) Asetilena dibuat dengan mereaksikan karbit
y = 10 (kalsium karbida) dengan air.
Rumus molekul hidrokarbon = C 4H10 (butana). CaC 2 ( s ) + 2H 2 O(  ) → C 2 H 2( g ) +
Senyawa ini termasuk hidrokarbon golongan Ca(OH) 2(aq )
alkana dan bersifat jenuh.
2) Perbandingan mol air dengan mol gas
y 10 asetilena adalah 2 : 1.
Volume H2O yang dihasilkan = 2
 = 2
 = 5L.
3) Kegunaan gas asetilena adalah untuk
22.   Jawaban: b mengelas besi.
Fungsi protein dalam tubuh yaitu membantu 4) Perbandingan mol CaC2 (karbit) dengan H 2O
pertumbuhan dan pemeliharaan sel-sel dalam adalah 1 : 2.
tubuh, pembentukan zat antibodi, mengangkut Jadi, pasangan pernyataan yang benar tentang
zat-zat gizi, dan cadangan energi. gas asetilena terdapat pada angka 3) dan 4).
Mengatur metabolisme lemak merupakan fungsi
karbohidrat. Pelindung tubuh dari perubahan 27.  Jawaban: e
cuaca, membantu pengeluaran sisa pencernaan, Dengan jumlah atom C, senyawa hidrokarbon
dan melindungi organ-organ tubuh bagian dalam rantai lurus memiliki tekanan uap lebih rendah
merupakan fungsi lemak. daripada hidrokarbon rantai bercabang. Semakin
banyak jumlah cabang suatu senyawa
23.  Jawaban: c hidrokarbon maka tekanan uapnya semakin
Propilena glikol digunakan dalam industri tinggi. Hal ini disebabkan gaya tarik-menarik
makanan sebagai penyedap rasa, pelarut antarmolekul pada senyawa hidrokarbon rantai
makanan, dan humektan. Etilena glikol digunakan lurus lebih kuat daripada rantai bercabang.
sebagai zat aditif untuk menurunkan titik beku

18 Hidrokarbon 
Semakin kuat gaya tarik-menarik antar- a. Rumus molekul: (CH2)5 = C5H10 = pentena.
molekulnya, semakin sukar senyawa tersebut b. Kemungkinan struktur:
menguap (tekanan uap semakin kecil). Jadi, CH2 = CH – CH2 – CH 2 – CH 3: 1-pentena
senyawa hidrokarbon yang memiliki tekanan
paling rendah adalah senyawa hidrokarbon yang : 2-metil-1-butena
memiliki struktur seperti pilihan e.
28.   Jawaban: b
: 3-metil-1-butena
6CH ≡ 5C – 4CH  – 3CH – 2C ≡ 1CH
2
|
CH3 CH3 – CH == CH – CH 2 – CH 3: 2-pentena
3-metil-1,5-heksadiuna
CH3 : 2-metil-2-butena
29.   Jawaban: a
H CH3 CH3 CH3
GC=C H G
C=C H 2. a. Merupakan senyawa nonpolar sehingga
CH3 H H H tidak larut dalam air, tetapi larut dalam
trans cis pelarut nonpolar seperti CCl 4 atau eter.
b. Semakin banyak jumlah atom C titik didihnya
30.  Jawaban: d
semakin tinggi.
Misal: hidrokarbon = CxHy
c. Alkena dengan C2–C4  terdapat dalam fase
y y gas, C 5–C 17   berfase cair, > C 18  berfase
CxHy + (x + 4
)O2 →  xCO2 + 2
H2O
padat.
15 mL 75 mL 45 mL d. Dapat mengalami reaksi adisi (pengubahan
Perbandingan koefisien = perbandingan volume ikatan rangkap dua menjadi ikatan tunggal
KoefisienC xHy VCxHy
= V dengan menangkap atom lain).
koefisienCO 2 CO2 Contoh:
1
=
15 CH2 = CH2 + Cl2 → CH2 – CH2
x 45 | |
1 1 Cl Cl
=
x 3 e. Suku-suku alkena lebih reaktif dibanding
x=3 suku-suku alkana, untuk jumlah atom C
KoefisienC xHy VCxHy yang sama. Hal ini disebabkan alkena
= mempunyai jumlah atom H lebih sedikit
koefisienO 2 VO2
1 15 dibanding alkana.
y
= 75 f. Alkena dapat berpolimerisasi (penggabungan
(x + 4
)
1
molekul-molekul sejenis sehingga menjadi
1
y
= 5
molekul raksasa dengan rantai karbon yang
(x + )
4 sangat panjang). Molekul yang bergabung
y
x+ =5 disebut monomer, sedangkan gabungan
4
monomer disebut polimer.
y
3+ =5
4 3. Titik-titik zat cair yang menempel pada dinding
y tabung reaksi hasil pembakaran senyawa organik
=2
4 mampu mengubah warna kertas kobalt(II) dari biru
y =8 menjadi merah muda. Peristiwa ini menunjukkan
Jadi, rumus molekul senyawa tersebut adalah bahwa titik-titik zat cair tersebut adalah air. Air
C 3H 8. (H2O) mengubah warna kertas kobalt(II) dari biru
B. Uraian menjadi merah muda. Kesimpulan percobaan ini
adalah pembakaran senyawa organik menghasil-
1. (CH2) n = 70
kan air.
(1n × Ar C) + (2n × Ar H) = 70
(1n × 12) + (2n × 1) = 70 4. Isomer pentuna ada tiga yaitu:
14n = 70 HC ≡ C – CH2 – CH 2 – CH3
1-pentuna
n=5

Kimia Kelas XI  19


H3C – C ≡ C – CH2 – CH3 b. Pada reaksi
2-pentuna CH3 – CH2 – CH2Br + C2H5ONa →  NaBr
+ CH3 – CH2 – CH 2 – O – CH2 – CH3
terjadi pertukaran gugus –Br dengan gugus
3-metil-1-butuna –O–CH 2–CH 3. Dengan demikian, reaksi
tersebut merupakan reaksi substitusi.
5. H3C CH3
GC = CH c. Pada reaksi
Cl Cl CH3 – CHBr – CH3 + NaOH → NaBr + H2O
cis -2,3-dikloro-2-butena + CH3 – CH = CH2
H3C Cl terjadi penghilangan atom H dan Br pada
GC = CH senyawa CH3–CHBr–CH3 dan pembentukan
Cl CH3 ikatan rangkap dua pada CH 3  – CH = CH2
trans -2,3-dikloro-2-butena sehingga reaksi ini merupakan reaksi
eliminasi.
6. CH3
| 9. a. H3C – C = CH – CH3 + HCl  ⎯→
4 5 6 7 8 |
a. 3C ≡ C – CH2 – CH2 – C – CH3
| | CH3
2-metil-2-butena
2CH2 CH3
|
Cl
1CH 3 |
Nama IUPAC: 7,7-dimetil-3-oktuna H3C – C – CH 2 – CH 3
|
CH3 CH3
| 2-kloro-2-metilbutana
b. 7CH  – 6CH – 5CH  – 4CH  – 3C – 2C ≡ 1CH
3 2 2 b. Jenis reaksinya adalah reaksi adisi karena
| | terjadi perubahan ikatan rangkap dua
CH3 CH3 menjadi ikatan tunggal.
Nama IUPAC: 3,3,6-trimetil-1-heptuna 10. Misal: hidrokarbon = CxHy
c. 5CH  – 4C
3 = 3CH – 2CH = 1CH
2
Massa C dalam C xHy = massa C dalam CO2
| Ar C
CH3 =  × massa CO2
M r CO2
Nama IUPAC: 4-metil-1,3-pentadiena
12
= 44  × 13,2 gram
d. CH2 – CH = CH2
| = 3,6 gram
 CH = CH2 Massa H dalam C xHy = massa H dalam H 2O
Nama IUPAC: 1,4-pentadiena 2 · Ar H
=  × massa H2O
M r H2O
7. Alkadiena merupakan senyawa hidrokarbon yang
dalam rantai ikatannya mengandung dua ikatan 2
rangkap dua, contoh CH 2  = CH – CH = CH 2 = 18  × 7,2 gram
(1,3-butadiena). Sementara itu, alkuna merupa- = 0,8 gram
kan senyawa hidrokarbon yang dalam rantai
massa C massa H
ikatannya mengandung ikatan rangkap tiga, Perbandingan mol C : H =  : A H
Ar C r
contoh CH ≡ C – CH2 – CH3 (1-butuna).
3,6 0,8
8. a. Pada reaksi =  :
12 1
CH3 – CH = CH2 + HBr → CH3 – CHBr – CH3 = 0,3 : 0,8
terjadi perubahan ikatan rangkap dua =3:8
menjadi ikatan tunggal sehingga reaksi Jadi, alkana yang dimaksud yaitu propana
tersebut merupakan reaksi adisi. dengan rumus molekul senyawa C 3H8.

20 Hidrokarbon 
Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:
1. menjelaskan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam;
2. menyebutkan komposisi minyak bumi;
3. menjelaskan proses pengolahan dan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya;
4. menyajikan karya tentang proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi beserta kegunaannya;
5. membedakan kualitas bensin berdasarkan bilangan oktan;
6. membedakan reaksi pembakaran hidrokarbon yang sempurna dan tidak sempurna serta sifat-sifat zat hasil pembakaran;
7. menganalisis dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan dan kesehatan.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1. mensyukuri keberadaan minyak bumi dan gas alam sebagai kekayaan alam Indonesia dan karunia Tuhan Yang Maha Esa;
2. memiliki sikap tanggung jawab, rasa ingin tahu, jujur, dan peduli terhadap lingkungan.

Minyak Bumi

Mempelajari

Minyak Bumi dan Gas Alam Bensin dan Dampak Pembakaran Bahan Bakar

Mencakup Mencakup

• Pembentukan Minyak Bumi dan Gas Alam • Bensin


• Komposisi Minyak Bumi • Kualitas Bensin
• Pengolahan Minyak Bumi • Dampak Pembakaran Bahan Bakar

Mampu

• Mendeskripsikan proses pembentukan minyak bumi dan gas alam.


• Menyebutkan komposisi minyak bumi.
• Mendeskripsikan proses pengolahan dan fraksi-fraksi minyak bumi serta kegunaannya.
• Menyajikan karya tentang proses pembentukan dan teknik pemisahan fraksi-fraksi minyak bumi beserta kegunaannya.
• Membedakan kualitas bensin berdasarkan bilangan oktan.
• Membedakan reaksi pembakaran hidrokarbon yang sempurna dan tidak sempurna serta sifat zat hasil pembakaran.
• Menganalisis dampak pembakaran bahan bakar terhadap lingkungan dan kesehatan serta cara mengatasinya.
• Menyebutkan bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi.
• Menjelaskan kelebihan dan kekurangan bahan bakar alternatif pengganti minyak bumi serta dampaknya terhadap kesehatan
dan lingkungan.
• Mensyukuri keberadaan minyak bumi dan gas alam sebagai kekayaan alam Indonesia dan karunia Tuhan Yang Maha Esa.
• Menunjukkan sikap tanggung jawab, rasa ingin tahu, jujur, dan peduli terhadap lingkungan.

Kimia Kelas XI  21


A. Pilihan Ganda 4.   Jawaban: d
1.   Jawaban: e No. Komponen Minyak Bumi Persentase
Minyak bumi dan gas alam merupakan campuran
1. Karbon 83–87
kompleks hidrokarbon dan senyawa organik lain. 2. Hidrogen 10–14
Komponen hidrokarbon merupakan komponen yang 3. Belerang 0,05–6
paling banyak ditemukan dalam minyak bumi dan 4. Oksigen 0,05–1,5
gas alam. Gas alam terdiri atas hidrokarbon alifatik 5. Nitrogen 0,1–2
6. Unsur-unsur logam <0,1
 jenuh (alkana) suku rendah, yaitu metana, etana,
propana, dan butana. Sementara itu, hidrokarbon Jadi, urutan unsur kimia dalam minyak bernilai
yang terkandung dalam minyak bumi yang terbesar yang terbanyak adalah 3), 2), 4), dan 1).
adalah hidrokarbon alifatik jenuh (alkana) dan
alisiklik (sikloalkana). Berikut tabel komponen 5.   Jawaban: d
senyawa hidrokarbon dalam minyak bumi. Fraksi minyak bumi yang pertama kali dipisahkan
dengan distilasi bertingkat adalah fraksi gas.
Hidrokarbon Rata-rata Rentang
Fraksi gas memiliki titik didih yang paling rendah
Alisiklik (sikloalkana/  49% 30–60% dibandingkan fraksi lain sehingga menguap
naptena) pertama kali ketika minyak mentah dipanaskan.
Alifatik jenuh (alkana) 30% 15–60%
Aromatik 15% 3–30%
Fraksi gas digunakan untuk bahan bakar rumah
Aspaltena 6% Sisa-sisa tangga (memasak). Pelumas mesin berasal dari
fraksi minyak bumi yang ketujuh, yaitu oli. Pelarut
2.   Jawaban: a organik yang sering digunakan dalam industri
Minyak mentah merupakan campuran hidro- maupun penelitian berasal dari fraksi minyak bumi
karbon yang kompleks dan dapat dimanfaatkan yang kedua, yaitu petroleum eter. Sementara itu,
sebagai bahan bakar setelah diubah menjadi pengaspalan jalan menggunakan fraksi minyak
komponen-komponen penyusunnya. Proses bumi yang terakhir dipisahkan, yaitu residu. Bahan
pemisahan komponen-komponen penyusun bakar kendaraan berasal dari fraksi minyak bumi
minyak mentah didasarkan pada perbedaan titik yang ketiga yaitu bensin (gasolin).
didihnya. Proses ini dinamakan proses distilasi
6.   Jawaban: e
bertingkat. Kromatografi adalah salah satu teknik
Fraksi Titik Didih (°C) Jumlah Atom C Kegunaan
pemisahan komponen senyawa yang didasarkan
Gas (LPG) (–160) – (–40) 1–4 Bahan bakar kompor gas.
pada perbedaan kelarutan suatu senyawa antara Petroleum Eter 30 – 90 5–7 Pelarut dan dry cleaning.
dua fase yaitu fase bergerak dan fase diam. Bensin 35 – 75 5 – 10 Bahan bakar kendaraan
bermotor.
Kristalisasi adalah proses pemisahan campuran Nafta 70 – 170 8 – 12 Bahan baku industri kimia.
Kerosin 170 – 250 10 – 14 Bahan bakar pesawat
dengan cara membentuk kristal padat dari terbang.
presipitasi (pembentukan endapan) larutan,
pelelehan padatan, ataupun hasil dari deposit gas. 7.   Jawaban: c
Sublimasi adalah proses pemisahan campuran Proses cracking   adalah proses pemecahan
dengan cara menguapkan zat padat tanpa melalui hidrokarbon suku tinggi menjadi senyawa
fase cair terlebih dahulu. Filtrasi adalah proses hidrokarbon suku rendah dengan cara pemberian
pemisahan campuran berdasarkan perbedaan tekanan dan suhu tinggi. Bensin merupakan fraksi
ukuran partikel. minyak bumi yang mengandung atom karbon
3.   Jawaban: d sebanyak 5–10, sedangkan LPG dan petroleum
Minyak bumi terbentuk dari fosil hewan dan eter mengandung atom karbon sebanyak 1–4 dan
tumbuhan laut yang terpendam jutaan tahun yang 5–7. Fraksi minyak bumi nafta dan kerosin dapat
lalu, tertimbun endapan pasir, lumpur, dan zat- digunakan sebagai bahan baku pembuatan
zat lain, serta mendapat tekanan dan panas bumi bensin, karena nafta dan kerosin mengandung
secara alami. Oleh karena pengaruh suhu dan atom karbon yang lebih banyak daripada bensin,
tekanan tinggi, materi organik tersebut berubah yaitu 8–12 dan 10–14.
menjadi minyak setelah mengalami proses berjuta-
 juta tahun. Itulah sebabnya sumber minyak bumi
pada umumnya terdapat di wilayah lepas pantai
hingga laut dalam.

22 Minyak Bumi 
8.   Jawaban: b secara alami selama berjuta-juta tahun. Suhu dan
Fraksi angka 5) mempunyai atom C sebanyak tekanan ini mengubah materi organik dalam fosil
24–32 dan mendidih pada suhu >350°C sehingga menjadi minyak bumi. Minyak bumi akan ter-
fraksi tersebut berupa parafin. Parafin digunakan kumpul dalam pori-pori batu kapur atau batu pasir.
sebagai bahan baku pembuatan lilin. Bahan bakar 2. Fraksi-fraksi minyak bumi diperoleh melalui
mesin diesel menggunakan solar, yaitu fraksi proses di dalam menara distilasi. Proses ini
minyak bumi yang mempunyai atom C sebanyak dimulai dengan memompakan minyak mentah
15–25 dan mendidih pada suhu 250–340°C. yang telah dipanaskan hingga suhu 350°C ke
Bahan baku pesawat terbang mengunakan dalam menara distilasi. Di dalam menara,
kerosin, yaitu fraksi minyak bumi yang mempunyai sebagian minyak akan menguap setelah
atom C sebanyak 10–14 dan mendidih pada suhu mencapai titik didihnya. Uap tersebut bergerak
170–250°C. Bahan baku pembuatan plastik melalui bubble caps  dan sebagian akan mencair
berasal dari nafta, yaitu fraksi minyak bumi yang lalu mengalir melalui pelat. Cairan yang mengalir
mempunyai atom C sebanyak 8–12 dan mendidih dan keluar dari pelat akan terpisah dari fraksi lain.
pada suhu 70–170°C. Bahan bakar kendaraan Uap yang tidak mencair akan terus naik dan akan
bermotor menggunakan bensin, yaitu fraksi minyak mencair sedikit demi sedikit sesuai titik didihnya
bumi yang mempunyai atom C sebanyak 5–10 pada pelat-pelat yang ada di atasnya. Fraksi-fraksi
dan mendidih pada suhu 35–75°C. minyak bumi diperoleh sesuai titik didihnya.
9.   Jawaban: c 3. Minyak mentah dapat dibedakan menjadi minyak
Urutan fraksi minyak bumi dari yang paling ringan mentah ringan dan berat. Perbedaan antara
yaitu bensin, nafta, dan solar. Semakin berat fraksi minyak mentah ringan dan berat terletak pada
minyak bumi, titik didihnya semakin tinggi. kadar logam dan belerang, serta viskositasnya.
Minyak mentah ringan ( light crude oil )
10.   Jawaban: b
mengandung logam dan belerang dengan kadar
Reaksi:
yang rendah, sedangkan minyak mentah berat
C30H62  ⎯

→  C7H16 + C9H18 + C4H8 + C10H20 ( heavy crude oil ) mengandung logam dan
Persamaan reaksi di atas merupakan persamaan belerang dengan kadar yang tinggi. Kadar logam
reaksi yang terjadi pada proses cracking . Pada dan belerang dalam minyak mentah berat yang
reaksi tersebut, dapat diketahui bahwa senyawa lebih tinggi daripada minyak mentah ringan
alkana dengan pemanasan pada suhu tinggi mengakibatkan warnanya lebih gelap. Selain itu,
dipecah menjadi senyawa alkana lain dengan minyak mentah ringan memiliki viskositas yang
rantai karbon yang lebih pendek. Treating  adalah rendah (encer), sedangkan minyak mentah berat
suatu proses penghilangan pengotor pada fraksi- viskositasnya tinggi sehingga harus dipanaskan
fraksi minyak bumi. Blending   adalah proses supaya meleleh.
penambahan zat aditif ke dalam fraksi minyak
4. Keberadaan unsur belerang harus dihilangkan
bumi untuk meningkatkan kualitas produk. Desalting 
dalam proses pengolahan minyak bumi karena
adalah proses pengolahan untuk menghilangkan
dapat menyebabkan berbagai masalah. Masalah
kotoran atau garam yang tercampur dalam minyak
yang dapat ditimbulkan sebagai berikut.
mentah. Desulfuring   adalah salah satu tahap
a. Terjadi korosi pada peralatan pengolahan
dalam proses treating  untuk menghilangkan unsur
minyak bumi.
belerang.
b. Meracuni katalis yang digunakan dalam
proses pengolahan minyak bumi.
B. Uraian
c. Menimbulkan bau yang kurang sedap pada
1. Minyak bumi terbentuk dari hasil akhir penguraian fraksi minyak bumi yang dihasilkan.
bahan-bahan organik yang berasal dari sisa-sisa d. Menimbulkan polusi udara dan gas buang
tumbuhan dan hewan yang terdapat di darat atau hasil produk samping pembakaran yang
maupun di laut. Sisa tumbuhan dan hewan beracun (SO2).
tersebut tertimbun endapan pasir, lumpur, dan zat- e. Menimbulkan hujan asam, jika kadar SO 2 di
zat lain serta mendapat tekanan dan panas bumi udara melebihi ambang batas.

Kimia Kelas XI  23


5. a. Fraksi yang paling mudah menguap adalah b. Fraksi yang paling mudah terbakar adalah
fraksi D . Hal ini dapat diketahui dari titik didih fraksi D . Hal ini juga dapat diketahui dari titik
tiap fraksi. Semakin tinggi titik didih suatu didih tiap fraksi. Semakin tinggi titik didih
fraksi, semakin panjang rantai karbon yang suatu fraksi, semakin panjang rantai karbon
menyusun fraksi tersebut. Panjang rantai yang menyusun fraksi tersebut. Panjang
karbon yang menyusun fraksi akan mem- rantai karbon yang menyusun fraksi akan
pengaruhi gaya antarmolekul yang terjadi mempengaruhi gaya antarmolekul yang
pada senyawa penyusun fraksi tersebut. terjadi pada senyawa penyusun fraksi
Semakin panjang rantai karbon suatu fraksi tersebut. Semakin panjang rantai karbon
akan semakin kuat gaya antarmolekul yang suatu fraksi akan semakin kuat gaya antar-
terjadi. Akibatnya, fraksi yang memiliki rantai molekul yang terjadi. Akibatnya, fraksi yang
karbon lebih panjang akan lebih sulit untuk memiliki rantai karbon lebih panjang akan
menguap dan fraksi yang memiliki rantai lebih sulit untuk terbakar dan fraksi yang
karbon lebih pendek akan lebih mudah memiliki rantai karbon lebih pendek akan
menguap. lebih mudah terbakar.
c. Urutan fraksi berdasarkan kenaikan jumlah
rantai kabon penyusunnya, yaitu D–B–A–C .
Hal ini dapat diketahui dari titik didih tiap
fraksi. Semakin tinggi titik didih suatu fraksi,
semakin panjang rantai karbon yang menyusun
fraksi tersebut.

A. Pilihan Ganda Sementara itu, sikloalkana dan alkana bercabang


1.   Jawaban: b terbakar lebih sempurna daripada alkana rantai
Pembakaran bensin yang mengandung senyawa lurus ( n -alkana). Alkana rantai pendek (C 4)
hidrokarbon rantai lurus berlangsung cepat terbakar lebih sempurna daripada alkana rantai
sehingga pembakaran tidak merata. Pada mesin panjang (C8). Dengan demikian, n -alkana dan
bertekanan tinggi, pembakaran yang tidak merata alkana bercabang rantai pendek akan terbakar
dapat mengakibatkan terjadinya ketukan ( knocking ) lebih sempurna daripada n -alkana dan alkana
pada mesin. Suara ketukan yang terjadi meng- bercabang rantai panjang. Urutan pembakaran
akibatkan mesin bergetar sangat hebat dan dari yang paling sempurna adalah alkena,
panas. Kondisi ini memicu terjadinya kerusakan sikloalkana dan alkana bercabang rantai pendek,
mesin. Sementara itu, bensin yang mengandung alkana bercabang rantai panjang, n -alkana rantai
senyawa hidrokarbon bercabang (isooktana) yang pendek, dan n -alkana rantai panjang. Jadi, pem-
semakin banyak membutuhkan biaya yang mahal bakaran paling sempurna terjadi pada campuran
dalam pembuatannya. Bensin yang mengandung antara alkena dan sikloalkana atau alkana
semakin banyak isooktana akan mengakibatkan bercabang rantai pendek.
bensin tersebut sulit terbakar atau menguap 3.   Jawaban: b
secara spontan. Jika rasio kompresi dari mesin
Hidrokarbon Bilangan Oktan (Road-index) 
kendaraan lebih rendah dari bensin yang diguna-
kan, bensin sulit terbakar dan akan membentuk n -heptana 0
kerak pada ruang bakar atau klep. pentana 62
sikloheksana 97
2.   Jawaban: e isooktana 100
Alkena akan terbakar lebih sempurna daripada
Jadi, urutan senyawa dari yang memiliki bilangan
alkana baik rantai lurus maupun bercabang.
oktan terbesar adalah 2)– 4)– 1)– 3).

24 Minyak Bumi 
4.   Jawaban: d 8.   Jawaban: b
Struktur Senyawa Rumus Struktur
Mutu bahan bakar bensin dikaitkan dengan jumlah
a. CH3(CH2)5CH3 CH3 –CH2 –CH2 –CH2 –CH2 –CH2 –CH3
ketukan ( knocking ) yang ditimbulkannya dan
  (n-heptana) dinyatakan dengan bilangan oktan. Ketukan
CH3 – CH2 – CH2 – CH – CH 3
adalah suatu sifat yang kurang baik dari bahan
b. CH3(CH2)2CH(CH3)2
| bakar, yaitu pembakaran terjadi terlalu dini
CH3
  (2-metilpentana)
sebelum piston berada pada posisi yang tepat.
Adanya ketukan akan mengurangi efisiensi bahan
c. (CH3)3CCH2CH3 CH3
| bakar (jarak tempuh per satuan volume semakin
CH3 – C – CH 2 – CH3 pendek) dan dapat merusak mesin. Semakin
|
CH3 sedikit jumlah ketukan, semakin baik pula mutu
  (2,2-dimetilbutana) bensin dan semakin besar bilangan oktan yang
d. (CH3)3CCH2CH(CH3)2 CH3 dimiliki oleh bahan bakar tersebut. Selain itu,
| banyaknya jelaga yang dihasilkan menunjukkan
CH3 – C – CH 2 – CH – CH 3
| | tingkat efisiensi energi yang dihasilkan saat pem-
CH3 CH3 bakaran. Semakin tinggi bilangan oktan bensin
(2,2,4-trimetilpentana atau isooktana)
maka energi yang dihasilkan semakin efisien.
e. CH3(CH2)6CH3 CH3 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – CH2 – Akibatnya, jumlah jelaga yang dihasilkan akan
CH2 – CH3
(n -oktana)
semakin berkurang. Jadi, bahan bakar yang
memiliki bilangan oktan paling tinggi adalah L.
5.   Jawaban: e 9.   Jawaban: c
Bensin beroktan rendah jika dibakar akan MTBE (metil tersier butil eter) adalah zat aditif
mengalami reaksi pembakaran tidak sempurna yang ditambahkan ke dalam bensin pada proses
sehingga menghasilkan banyak gas karbon blending   sebagai zat antiketukan (anti knocking ).
monoksida dan jelaga. Akibatnya, knalpot ber- Zat ini memiliki sifat mudah larut dalam air
ubah warna menjadi hitam. Sebaliknya, bensin sehingga dapat mencemari air tanah di sekitar
yang beroktan tinggi akan menghasilkan sedikit tempat penyimpanan bensin jika terjadi kebocoran
gas karbon monoksida, sedikit jelaga, dan sedikit pada tangki SPBU. Akibatnya, jika air tanah
suara ketukan pada mesin. tersebut dikonsumsi oleh manusia secara terus-
6.   Jawaban: b menerus dapat membahayakan tubuh karena
Untuk dapat bekerja dengan baik dan menghasilkan MTBE bersifat karsinogenik (penyebab kanker).
kinerja yang optimal, bahan bakar yang digunakan 10.   Jawaban: d
oleh suatu kendaraan harus disesuaikan dengan Hubungan yang benar antara zat hasil pem-
desain mesin kendaraan tersebut. Jika mesin bakaran bahan bakar dan dampaknya terhadap
kendaraan menggunakan bahan bakar (bensin) kesehatan sebagai berikut.
yang memiliki bilangan oktan yang lebih rendah dari
Zat Hasil Pembakaran Dampak terhadap
yang seharusnya maka terjadi ketukan ( knocking ) Bahan Bakar Kesehatan
pada mesin. Selain itu, proses pembakaran tidak
sempurna akan terjadi sehingga kinerja mesin tidak a. Karbon monoksida Menimbulkan gangguan
 jari ngan paru-pa ru dan
maksimal. Sementara itu, jika bensin yang diguna-
infeksi saluran pernapas-
kan memiliki bilangan oktan yang sesuai dengan an.
mesin kendaraan maka suara ketukan pada mesin
b. Belerang oksida Menurunkan tingkat ke-
akan berkurang dan proses pembakaran sempurna cerdasan anak dan per-
akan terjadi sehingga kinerja mesin menjadi kembangan mental anak.
optimal. Jika bahan bakar yang digunakan memiliki c. Nitrogen oksida Mengurangi jumlah oksigen
bilangan oktan yang lebih tinggi dari yang seharus- dalam darah dan meng-
nya maka akan mengakibatkan bensin sulit terbakar akibatkan jantung bekerja
dalam ruang bakar (bensin sulit menguap). Akibat- lebih berat.
nya, akan terjadi penumpukan kerak pada ruang d. Hidrokarbon Mengakibatkan leukemia
bakar atau klep. dan kanker paru-paru.

7.   Jawaban: e e. Timbal Mengakibatkan penyakit


Knocking   atau ketukan pada mesin disebabkan kronis pada sistem per-
napasan kardiovaskular
oleh rantai karbon lurus atau sedikit bercabang. dan iritasi mata.
Contohnya n -heptana. Adapun senyawa hidro-
karbon dengan banyak cabang umumnya tidak
atau sedikit menimbulkan knocking .

Kimia Kelas XI  25


B. Uraian Pertamax : biru kehijauan
1. a. Premium dengan bilangan oktan 88 berarti Pertamax plus : merah
premium tersebut terdiri atas 88% isooktana d. Zat aditif untuk meningkatkan bilangan oktan
dan 12% n -heptana. Premium : tidak ada
b. Hubungan antara bilangan oktan dengan Pertalite : HOMC
kualitas bensin yaitu semakin tinggi bilangan Pertamax : ethanol
oktan, semakin baik kualitas bensin tersebut. Pertamax plus : toluen
c. Semakin baik kualitas bensin yang diguna- e. Jumlah gas NOx dan COx yang dihasilkan
kan proses pembakaran bensin di dalam Premium : banyak
mesin akan berlangsung sempurna dan Pertalite : sedikit
energi yang dihasilkan semakin efisien. Pertamax : sangat sedikit
Akibatnya, jumlah gas CO yang dihasilkan Pertamax plus : paling sedikit
dari proses pembakaran semakin sedikit. f. Kegunaan
Sebaliknya, semakin rendah kualitas bensin, Premium : bahan bakar kendaraan
proses pembakaran bensin di dalam mesin bermotor dengan kompresi
akan berlangsung tidak sempurna sehingga di bawah 9 : 1
 jumlah gas CO yang dihasilkan semakin Pertalite : bahan bakar kendaraan
banyak. roda dua hingga kendaraan
2. Perengkahan termal adalah proses pemecahan multi purpose vehicle  ukuran
hidrokarbon rantai panjang menjadi fraksi dengan menengah
 jumlah atom karbon antara C5 – C10. Perengkahan Pertamax : bahan bakar kendaraan
termal dilakukan pada suhu 500°C dan tekanan yang menggunakan tek-
25 atm. Contoh pemecahan kerosin menjadi nologi EFI (Electronic Fuel 
heksana dan heksena. Injection ) dan pengubah
Contoh: katalitik
C12H26( )
500°C
 ⎯⎯⎯ → C6H14( ) + C 6H12( ) Pertamax plus: Untuk kendaraan yang
25atm
berteknologi tinggi dan
(heksana) (heksena)
ramah lingkungan, meng-
3. a. Angka oktan gunakan teknologi EFI
Premium : 88 (Electronic Fuel Injection ),
Pertalite : 90 VVTI (Variable Valve Timing 
Pertamax : 92 Intelligent ), turbochargers,
Pertamax plus: 95 dan pengubah katalitik
b. Cara menghasilkan 4. Bensin dapat diperoleh melalui cara berikut.
Premium : murni hasil distilasi hanya a. Penyulingan langsung dari minyak mentah,
ditambah pewarnanya kualitas bensin tergantung pada susunan
Pertalite : dihasilkan dengan pe- kimia dari bahan-bahan dasar. Jika mengandung
nambahan zat aditif dalam banyak senyawa aromatik dan naptena akan
proses pengolahannya di menghasilkan bensin yang tidak mengetuk
kilang minyak (antiknocking ).
Pertamax : dihasilkan dengan pe- b. Perengkahan (cracking ) dari fraksi berat
nambahan zat aditif dalam minyak mentah yang dihasilkan, seperti
proses pengolahannya di pengolahan solar atau kerosin yang diubah
kilang minyak menjadi bensin.
Pertamax plus: dihasilkan dengan pe- c. Menyintesis molekul-molekul kecil (hidro-
nambahan zat aditif dalam karbon rantai pendek) menjadi molekul besar
proses pengolahannya di (hidrokarbon rantai panjang) atau disebut
kilang minyak polimerisasi. Contoh reaksi polimerisasi
c. Warna adalah penggabungan senyawa isobutena
Premium : jernih kuning tua dengan isobutana yang menghasilkan bensin
Pertalite : jernih kehijauan dan terang berkualitas tinggi.

26 Minyak Bumi 
5. Mesin kendaraan bermotor dapat mengalami komponen rantai karbon lurus yang mudah
knocking   karena bahan bakar yang digunakan menguap dan terbakar. Selain itu, saringan udara
beroktan rendah atau tekanan dan temperatur (karburator) pada mesin kendaraan bermotor
dalam ruang bakar yang terlalu tinggi sehingga yang kotor dapat mengakibatkan partikel-partikel
bahan bakar tersebut terbakar sebelum piston lain menempel pada ruang bakar dan meng-
berada pada posisi yang tepat. Bahan bakar yang hambat proses pembakaran sehingga akan
memiliki bilangan oktan rendah didominasi oleh mengakibatkan pembakaran tidak sempurna.

A. Pilihan Ganda paling sulit menguap adalah senyawa yang


1.   Jawaban: b memiliki rantai utama hidrokarbon yang
Berdasarkan komponen terbanyak dalam minyak terpanjang dengan jumlah atom C terbanyak ( M r
bumi, minyak bumi dibedakan menjadi tiga terbesar). Senyawa d dan e memiliki jumlah atom
golongan sebagai berikut. C terbanyak dengan rumus molekul yang sama,
1) Minyak bumi golongan parafin yaitu C8H18. Titik didih senyawa yang memiliki
Sebagian besar komponen dalam minyak rumus molekul sama ( M r  sama) ditentukan
bumi jenis parafin berupa senyawa hidrokarbon berdasarkan jumlah cabang yang terikat pada
terbuka (alifatik). rantai utama senyawa hidrokarbon tersebut.
2) Minyak bumi golongan naftalena Semakin banyak cabang yang terikat pada rantai
Komponen terbesar dalam minyak bumi utama, luas permukaan senyawa yang ber-
naftalena berupa senyawa hidrokarbon rantai sentuhan dengan sesama senyawa tersebut akan
siklis atau rantai tertutup. semakin berkurang sehingga gaya Van der Waals
3) Minyak bumi golongan campuran parafin- semakin lemah. Akibatnya, titik didih senyawa
naftalena hidrokarbon dengan rumus molekul yang sama
Minyak bumi golongan ini komponen akan semakin rendah seiring bertambahnya
penyusunnya berupa senyawa hidrokarbon  jumlah cabang yang terikat pada rantai utama.
rantai terbuka dan rantai tertutup. Jadi, senyawa d memiliki titik didih tertinggi.

2.   Jawaban: b 4.   Jawaban: a
Desalting   merupakan proses pengolahan untuk Solar terkandung di dalam minyak bumi sebanyak
menghilangkan kotoran atau garam yang ter- 15–20%. Senyawa hidrokarbon yang menyusun
campur dalam minyak mentah ( crude oil ). Pada solar terdiri atas atom C15–C25. Fraksi solar men-
proses desalting , minyak mentah dicampur didih pada suhu 250–340°C. Solar digunakan
dengan air agar mineral-mineral yang ada di sebagai bahan bakar mesin diesel. Jadi,
dalam minyak mentah larut. Selain itu, pada pernyataan yang merupakan ciri dari fraksi solar
proses ini ditambahkan senyawa asam dan basa ditunjukkan oleh angka 1) dan 2).
ke dalam minyak mentah untuk menghilangkan
5.   Jawaban: c
senyawa-senyawa nonhidrokarbon. Proses
Fraksi minyak bumi yang ditunjukkan oleh angka
desalting  juga dilakukan untuk mencegah terjadi-
(1), (2), (3), (4), dan (5) berturut-turut adalah petro-
nya korosi di pipa-pipa minyak dan mencegah
leum eter dan bensin, nafta, kerosin, solar, dan
tersumbatnya lubang-lubang di menara fraksinasi.
oli. Kegunaan fraksi-fraksi tersebut sebagai
3.   Jawaban: d berikut.
Komponen minyak bumi dapat dipisahkan (1) Petroleum eter digunakan sebagai pelarut
berdasarkan perbedaan titik didihnya. Semakin organik dalam industri dan dry  cleaning ;
rendah titik didihnya, senyawa akan semakin bensin (gasolin) digunakan sebagai bahan
mudah menguap. Senyawa yang mudah menguap bakar kendaraan bermotor dan penerbangan
adalah senyawa yang memiliki rantai hidrokarbon bermesin piston, serta sebagai umpan proses
terpendek ( M r  kecil). Senyawa a  merupakan petrokimia.
senyawa terpendek karena memiliki jumlah atom (2) Nafta digunakan sebagai bahan baku petro-
C yang paling sedikit, yaitu 6. Sementara itu, kimia.
senyawa yang memiliki titik didih tertinggi dan

Kimia Kelas XI  27


(3) Kerosin digunakan sebagai bahan bakar 9.   Jawaban: a
pesawat terbang, pesawat bermesin jet,
 ⎯⎯→

+ 3H2
kompor minyak, dan industri.
(4 Solar digunakan sebagai bahan bakar mesin sikloheksana benzena
diesel.
Pada reaksi di atas, menghasilkan senyawa
(5) Oli digunakan sebagai minyak pelumas.
benzena yang memiliki bilangan oktan 108,
6.   Jawaban: e sedangkan senyawa sikloheksana (reaktan)
Pelarut organik (1) berasal dari salah satu fraksi memiliki bilangan oktan 77. Perubahan struktur
minyak bumi, yaitu petroleum eter. Petroleum eter senyawa sikloheksana ini menyebabkan kenaikan
mendidih pada suhu 30–90°C. Bahan bakar bilangan oktan sehingga terjadi peningkatan
pesawat jet (2) menggunakan fraksi kerosin, yaitu kualitas bensin. Reaksi perubahan struktur ini
fraksi minyak bumi yang mendidih pada suhu disebut reaksi reforming . Reaksi reforming  dilaku-
170–250°C. Pengeras jalan (aspal) (3) berasal kan menggunakan katalis dan pemanasan.
dari fraksi residu yang mendidih pada suhu Polimerisasi merupakan proses penggabungan
>500°C. Bahan baku pembuatan lilin (4) berasal senyawa hidrokarbon rantai pendek menjadi
dari fraksi minyak bumi, yaitu fraksi parafin. senyawa hidrokarbon rantai panjang. Sementara
Parafin mendidih pada suhu 350°C. Bahan bakar itu, proses cracking   adalah proses penguraian
kendaraan bermotor (5) umumnya menggunakan senyawa hidrokarbon rantai panjang menjadi
fraksi bensin, yaitu fraksi minyak bumi yang senyawa hidrokarbon rantai pendek. Hidrocracking 
mendidih pada suhu 35–75°C. Bahan bakar diesel merupakan kombinasi antara perengkahan dan
(6) menggunakan fraksi solar, yaitu fraksi minyak hidrogenasi untuk menghasilkan senyawa yang
bumi yang mendidih pada suhu 250–340°C. Jadi,  jenuh. Desulfuring   merupakan proses peng-
kegunaan dari fraksi minyak bumi yang mem- hilangan unsur belerang dan tidak memengaruhi
punyai titik didih >250°C ditunjukkan oleh angka bentuk struktur molekulnya.
3), 4), dan 6). 10.   Jawaban: d
7.   Jawaban: c Fraksi gas dapat dimampatkan menjadi cairan
Berikut fraksi minyak bumi yang dibedakan yang disebut elpiji (LPG = liquified petroleum gas )
berdasarkan jumlah atom C dan titik didihnya. yang tersusun atas propana, isobutana, dan
Jumlah
n - butana. Metana dan etana merupakan
Fraksi Titik Didih (°C) Kegunaan
Atom C komponen penyusun dari gas alam yang dapat
Gas 1–4 (–160)–(–40) Bahan bakar kompor gas, elpiji, dicairkan pada temperatur –161°C atau dikenal
bahan bakar mobil, dan umpan
proses petrokimia sebagai gas alam cair (LNG = liquified natural 
Petroleum Eter 5–7 30–90 Pelarut dan dry cleaning  gas ).
Bensin 5–10 35–75 Bahan bakar kendaraan ber- 11.   Jawaban: e
motor, bahan bakar penerbangan
bermesin piston, dan umpan Fraksi ringan minyak bumi terdiri atas senyawa
proses petrokimia hidrokarbon rantai pendek (berat molekul kecil)
Nafta 8–12 70–170 Bahan baku industri petrokimia sehingga untuk memutuskan ikatan pada
Kerosin 10–14 170–250 Bahan bakar pesawat terbang, senyawa hidrokarbon tersebut hanya dibutuhkan
pesawat bermesin jet, kompor
minyak, dan industri energi yang sedikit (titik didih rendah). Sementara
Solar 15–25 250–340 Bahan bakar mesin diesel itu, fraksi berat minyak bumi terdiri atas senyawa
Oli 19–35 350–500 Pelumas
hidrokarbon rantai panjang (berat molekul besar)
Parafin >20 350 Bahan baku lilin
sehingga untuk memutuskan ikatan senyawa
hidrokarbon tersebut dibutuhkan energi yang
Residu >70 >500 Pengelas jalan, bahan pelapis
antibocor, dan bahan bakar boiler besar (titik didih tinggi). Semakin panjang rantai
hidrokarbon, berat molekul juga semakin ber-
8.   Jawaban: c tambah sehingga energi yang dibutuhkan untuk
Minyak gosok dan aspal merupakan fraksi minyak memutuskan ikatan pada senyawa tersebut juga
bumi dari hasil pengolah fraksi residu. Minyak bertambah (titik didih semakin tinggi). Jadi, urutan
gosok diperoleh dengan cara mendistilasi residu. fraksi minyak bumi dari yang paling berat adalah
Pada proses distilasi ini dihasilkan uap dan residu. Z , X , dan Y .
Uap tersebut merupakan campuran lilin dan
12. Jawaban: c
minyak gosok. Minyak gosok dipisahkan dari lilin
Fraksi minyak bumi yang memiliki jumlah atom
dengan cara ekstraksi pelarut. Sementara itu,
C38 –C 44 termasuk fraksi golongan parafin yang
residu yang tertinggal pada proses ini merupakan
dapat digunakan untuk bahan baku pembuatan
aspal.
lilin, bahan pelapis tahan air, dan bahan isolasi

28 Minyak Bumi 
listrik. Bahan bakar industri merupakan kegunaan tersebut. Pada saat pembakaran, bensin yang
dari kerosin, yaitu fraksi minyak bumi yang berkualitas baik akan mengalami pembakaran
memiliki jumlah atom C 10 –C 14 . Bahan baku sempurna sehingga energi yang dihasilkan
industri petrokimia berasal dari nafta, yaitu fraksi semakin efisien. Sebaliknya, bensin yang ber-
minyak bumi yang memiliki jumlah atom C 8 –C12. kualitas rendah akan cenderung mengalami
Sementara itu, bahan bakar mesin diesel merupa- pembakaran tidak sempurna yang dapat meng-
kan kegunaan dari solar, yaitu fraksi minyak bumi hasilkan jelaga dan gas buang CO. Jadi, bahan
yang memiliki jumlah atom C15 –C25. bakar bensin yang diperkirakan memiliki bilangan
13.   Jawaban: b oktan tertinggi dan terendah berturut-turut adalah
Pertalite memiliki bilangan oktan 90 yang memiliki bahan bakar I  dan G .
sifat sama dengan bensin yang mengandung 19.   Jawaban: d
campuran 10% n -heptana dan 90% isooktana. Rumus struktur senyawa di atas memiliki nama
Bensin yang mengandung campuran 8% etanol. Senyawa tersebut merupakan pengganti
n -heptana dan 92% isooktana memiliki bilangan TEL (tetra ethyl lead ) atau tetra etil timbal yang
oktan 92, seperti bilangan oktan pada pertamax. ditambahkan ke dalam bensin untuk menaikkan
Bensin yang mengandung campuran 12% bilangan oktan. Selain etanol, metanol, viscon,
n -heptana dan 88% isooktana memiliki bilangan dan tersier butil alkohol juga digunakan sebagai
oktan 88, seperti bilangan oktan pada premium. zat aditif pengganti TEL karena hasil pembakaran
Bensin yang mengandung campuran 88% bahan bakar yang menggunakan TEL dapat
n -heptana dan 12% isooktana memiliki bilangan membahayakan kesehatan dan lingkungan.
oktan 12. Sementara itu, bensin yang mengandung 20.   Jawaban: e
campuran 90% n -heptana dan 10% isooktana TEL adalah zat aditif berbahan timbal (Pb) yang
memiliki bilangan oktan 10. ditambahkan ke dalam bensin untuk menaikkan
14.   Jawaban: b angka oktan sehingga tidak menimbulkan efek
Komponen bensin berasal dari isomer-isomer ketukan ( knocking ) pada mesin akibat bensin
heptana dan oktana. Isomer-isomer heptana yang terbakar sebelum adanya percikan api dari
mempunyai jumlah atom C = 7 dan atom H = 16. busi. TEL merupakan singkatan dari tetra ethyl 
Sementara itu, isomer-isomer oktana mempunyai lead . Rumus molekul dari TEL, yaitu Pb(C 2H5)4
 jumlah atom C = 8 dan atom H = 18. Jadi, senyawa dengan rumus struktur sebagai berikut.
hidrokarbon yang terdapat dalam bensin yaitu
C2H5 C2H5
2,3-dimetil pentana (C7H16) dan 2,2,3,3-tetrametil
butana (C8H18).
Pb
15.   Jawaban: e
Bilangan oktan adalah perbandingan antara nilai C2H5 C2H5
ketukan bensin terhadap nilai ketukan dari
campuran hidrokarbon standar, yaitu n -heptana 21.   Jawaban: c
dan isooktana. Nilai bilangan oktan ditetapkan nol Gas buang penyebab hujan asam yaitu SO 2 dan
untuk n -heptana karena mudah terbakar dan NOx. Kedua gas ini dapat berikatan dengan uap air
seratus untuk isooktana karena tidak mudah di udara membentuk asam dalam awan. Apabila
terbakar. awan yang mengandung asam turun menjadi hujan,
air hujan tersebut bersifat asam. Sementara itu, gas
16.   Jawaban: e
CO merupakan gas beracun yang mudah berikatan
1-pentena lebih sedikit menimbulkan ketukan
dengan hemoglobin. Gas CO 2  mengakibatkan
daripada n - heptana karena angka oktan
terjadinya global warming , sedangkan uap air (H 2O)
1-pentena lebih tinggi daripada bilangan oktan
merupakan gas yang tidak beracun, hasil dari proses
n -heptana. Dengan demikian, 1-pentena lebih
pembakaran senyawa karbon.
berkualitas dan lebih sedikit menimbulkan ketukan
daripada n -heptana. 22.   Jawaban: a
Kualitas bensin ditentukan oleh bilangan oktan.
17.   Jawaban: d
Kualitas bensin semakin baik apabila bilangan
Ketukan pada mesin kendaraan disebabkan oleh
oktan semakin tinggi sehingga proses pem-
pembakaran bensin yang terlalu cepat sehingga
bakaran bahan bakar di dalam mesin akan ber-
efisiensi energi yang dihasilkan berkurang.
langsung sempurna. Akibatnya, gas CO yang
18.   Jawaban: d dihasilkan dari proses pembakaran bensin
Bilangan oktan menentukan kualitas suatu semakin sedikit. Sebaliknya, dalam ruang bakar
bensin. Semakin tinggi bilangan oktan suatu bensin yang beroktan rendah akan berlangsung
bensin, semakin baik kualitas dari bensin proses pembakaran yang tidak sempurna.

Kimia Kelas XI  29


Semakin rendah bilangan oktan suatu bensin, 26.   Jawaban: e
semakin banyak gas CO yang dihasilkan dari Catalytic converter  mulai digunakan di Indonesia
proses pembakaran. Jadi, bahan bakar yang pada mobil baru tahun 2007. Penggunaan cata- 
mempunyai bilangan oktan terendah adalah lytic converter  tersebut bertujuan untuk mengubah
bahan bakar P . gas buang atau gas hasil pembakaran yang
23.   Jawaban: e beracun menjadi gas yang lebih aman. Pada
Proses blending   merupakan proses pengolahan tahap pertama, gas beracun CO bereaksi dengan
lanjutan terhadap fraksi minyak bumi agar fraksi gas NO membentuk gas CO 2  dan N2 dengan
yang dihasilkan memenuhi kualitas yang baik. bantuan katalis. Berikut persamaan reaksinya.
Proses blending  adalah proses penambahan zat 2CO(g ) + 2NO(g ) Pt
 ⎯→  2CO2(g ) + N2(g )
aditif ke dalam fraksi minyak bumi dengan tujuan Pada tahap selanjutnya, hidrokarbon dan CO (jika
meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan. masih ada) akan dioksidasi menjadi CO 2 dan H2O.
Sementara itu, peningkatan kualitas bensin Gas buang yang telah melewati catalytic converter 
dengan cara mengubah struktur molekul bensin  jauh lebih aman bagi kesehatan maupun lingkung-
adalah proses reforming . Penghilangan unsur an.
belerang dan lumpur, serta perbaikan warna fraksi
minyak bumi merupakan proses pengolahan 27.   Jawaban: b
lanjutan fraksi minyak bumi (proses treating ). Saat memanaskan mesin kendaraan bermotor
Penghilangan senyawa pengotor dalam minyak tidak boleh dilakukan di ruang tertutup karena
mentah dengan menambahkan asam dan basa asap buangan hasil pembakaran bensin akan
merupakan proses yang dilakukan sebelum memenuhi seisi ruang tersebut. Asap buangan
pengolahan minyak bumi atau sebelum diperoleh hasil pembakaran bensin merupakan sumber
fraksi minyak bumi. Proses ini disebut proses utama gas karbon monoksida (CO) yang bersifat
desalting . racun. Gas CO dihasilkan dari pembakaran tidak
sempurna yang terjadi akibat kurangnya jumlah
24.   Jawaban: e gas oksigen dalam ruang pembakaran.
Pembakaran campuran bensin dan zat aditif TEL
(Pb(C2H5)4) menghasilkan endapan hitam PbO 28.   Jawaban: c
yang tertimbun dalam mesin. Pengendapan ini Jika kadar nitrogen oksida di atmosfer meningkat
dapat dihilangkan dengan penambahan senyawa dapat membentuk smog   (asap kabut) fotokimia.
dibromoetana (C2H4Br2) yang berperan mengikat Smog   fotokimia terjadi akibat reaksi fotokimia
Pb pada proses pembakaran. Penambahan pencemar-pencemar di udara, terutama pen-
senyawa dibromoetana menghasilkan senyawa cemar hidrokarbon dan nitrogen oksida dengan
PbBr2  yang mudah menguap dan bercampur bantuan sinar matahari. Selain itu, keberadaan
dengan udara. Jika senyawa PbBr 2 di udara ter- nitrogen oksida di atmosfer dapat bereaksi dengan
hirup, senyawa tersebut akan masuk dan ter- uap air dalam awan membentuk asam nitrat
akumulasi dalam tubuh. Logam Pb yang ter- (HNO3). Semakin banyak kadar nitrogen oksida
akumulasi dalam tubuh dapat mengakibatkan yang ada di atmosfer, semakin banyak pula asam
kerusakan otak, kebutaan, bahkan kematian. Jadi, nitrat yang dihasilkan. Jika awan tersebut berubah
endapan X  dan senyawa Y  yang dimaksud adalah menjadi hujan, air hujan yang turun bersifat asam
PbO dan PbBr2. (hujan asam). Air hujan tersebut dapat menurun-
kan pH air danau dan sungai yang ada di sekitar
25.   Jawaban: d
tempat yang mengalami hujan asam. Sementara
No. Zat Pencemar Dampak Negatif terhadap Kesehatan itu, pemanasan global dapat terjadi karena
1. CO2 Asma, bronkitis, dan radang paru-paru.
peningkatan jumlah gas rumah kaca, seperti CO 2,
CO, CFC, dan CH 4  di atmosfer. Peningkatan
2. NOx Gangguan jaringan paru-paru, infeksi
saluran pernapasan, dan meningkatkan  jumlah gas rumah kaca juga dapat merusak
asma. lapisan ozon. Kerusakan otak dapat terjadi jika
3. CO Gangguan berpikir, pingsan, dan dapat seseorang menghirup udara yang mengandung
menyebabkan kematian. zat pencemar timbal.
4. HC Iritasi mata, batuk, rasa ngantuk, bercak 29.   Jawaban: d
kulit, leukemia, kanker paru-paru, dan
perubahan kode genetik. Gas karbon monoksida mampu berikatan kuat
5. Pb Tekanan darah tinggi, menurunkan dengan hemoglobin darah. Daya ikat karbon
kecerdasan anak dan perkembangan monoksida terhadap hemoglobin sekitar 200 kali
mental anak, kelahiran prematur, dan
mengganggu reproduksi pada pria.
lebih besar daripada oksigen. Oleh karena itu, jika
kita menghirup udara yang mengandung oksigen

30 Minyak Bumi 
dan karbon monoksida, maka kedua gas tersebut hidrokarbon dengan titik didih tinggi supaya bensin
akan saling berusaha untuk dapat berikatan tidak mudah menguap dan terbakar.
dengan hemoglobin dan karbon monoksida akan 4. Bilangan oktan bensin dapat ditingkatkan dengan
berikatan lebih dahulu dengan hemoglobin. beberapa cara berikut.
Akibatnya, jumlah oksigen di dalam darah ber- a. Memperbanyak kadar isooktana dalam
kurang. bensin.
30.   Jawaban: b b. Menambahkan zat aditif, seperti penambah-
Beberapa tindakan untuk mengatasi dampak an etanol dalam proses blending .
negatif pembakaran di antaranya sebagai berikut.
c. Metode reforming , yaitu proses perubahan
1) Memproduksi bensin ramah lingkungan,
bentuk molekul bensin yang bermutu kurang
seperti bensin tanpa zat aditif Pb.
baik (rantai karbon lurus) menjadi bensin
2) Menggunakan sistem EFI (Electronic Fulen 
yang lebih bermutu (rantai karbon ber-
Injection ) pada sistem bahan bakar kendaraan.
cabang). Kedua jenis bensin tersebut
3) Menggunakan pengubah katalitik pada
memiliki rumus molekul yang sama, tetapi
sistem buangan kendaraan.
struktur yang berbeda. Reaksi reforming 
4) Melakukan penghijauan atau pembuatan
sebagai berikut.
taman dalam kota.
5) Menggunakan bahan bakar alternatif yang  C6H14 ⎯→ + H2
dapat diperbarui dan lebih ramah lingkungan,
heksana sikloheksana
seperti bioetanol, tenaga surya, dan sel
bahan bakar. d. Polimerisasi, yaitu proses penggabungan
hidrokarbon rantai pendek (molekul kecil)
B. Uraian menjadi hidrokarbon rantai panjang (molekul
besar). Reaksi polimerisasi sebagai berikut.
1. Proses pembentukan gas alam berasal dari sisa- C4H10(g ) + C3H8(g )  ⎯→ C7H16(  ) + H2(g )
sisa tumbuhan dan hewan yang tertimbun endapan
pasir, lumpur, dan zat-zat lain selama jutaan tahun. 5. Zat aditif TEL dan MTBE tidak lagi digunakan
Timbunan material ini mendapat tekanan dan untuk menaikkan bilangan oktan bensin karena
panas bumi secara alami. Bersamaan dengan kedua zat tersebut berbahaya bagi kesehatan dan
proses tersebut, bakteri pengurai merombak mencemari lingkungan. Pembakaran bensin yang
senyawa-senyawa kompleks menjadi senyawa ditambahkan TEL akan membentuk endapan
hidrokarbon. Senyawa hidrokarbon tersebut terdiri hitam PbO. Endapan ini dapat dihilangkan meng-
atas campuran alkana berwujud gas dengan berat gunakan C2H4Br2  dan menghasilkan senyawa
molekul sedang, seperti metana, etana, propana, PbBr2  yang mudah menguap dan bercampur
butana, isobutana, serta pentana. Gas-gas ini dengan udara. Senyawa PbBr 2  di udara dapat
terkumpul dalam pori-pori batu kapur dan batu mencemari lingkungan dan jika terhirup maka
pasir. Dengan adanya gaya kapilaritas, gas alam senyawa tersebut akan masuk dan terakumulasi
akan bergerak ke atas. Apabila gerakan tersebut dalam tubuh. Logam Pb yang terakumulasi dalam
terhalang oleh batuan kedap (tidak berpori), gas tubuh dapat mengakibatkan kerusakan otak,
akan terperangkap dalam batuan kedap. Pada saat kebutaan, bahkan kematian. Sementara itu,
batuan kedap mendidih (suhu tinggi) akan MTBE memiliki sifat yang mudah larut dalam air
dihasilkan gas alam. sehingga dapat mencemari air tanah jika terjadi
2. Bensin merupakan fraksi minyak bumi yang kebocoran pada tangki SPBU. Air tanah tersebut
paling komersial, paling banyak diproduksi, dan  jika dikonsumsi oleh manusia secara terus-
digunakan. Hal ini karena bensin merupakan menerus dapat membahayakan tubuh karena
bahan bakar kendaraan bermotor yang menjadi MTBE bersifat karsinogenik (penyebab kanker).
alat transportasi sehari-hari. 6. Persamaan reaksi pembakaran bensin yang
3. Kilang minyak memproduksi bensin yang terjadi secara sempurna sebagai berikut.
25
mengandung lebih banyak hidrokarbon dengan C 8H 18 (   ) + 2 O2( g ) → 8CO 2( g ) + 9H 2O( g )
titik didih rendah pada musim dingin karena bensin
(Setara)
hanya terbakar dalam fase uap. Bensin yang
mengandung lebih banyak hidrokarbon dengan a. Berdasarkan persamaan reaksi pembakaran
titik didih rendah akan lebih mudah menguap bensin (setara) di atas, dapat diketahui
dibandingkan dengan bensin dengan komposisi volume gas oksigen yang dibutuhkan untuk
seperti biasa pada musim dingin. Sebaliknya, pada membakar bensin hingga sempurna melalui
musim panas bensin mengandung lebih banyak perbandingan koefisien reaksi masing-
masing komponen.

Kimia Kelas XI  31


25 Bensin yang mengandung senyawa hidrokarbon
C8H18(  ) + 2 O2(g ) → 8CO2(g) + 9H2O(g)  rantai bercabang semakin banyak akan memiliki
V C H : V O  = koefisien reaksi C 8H18: koefisien bilangan oktan yang semakin tinggi pula.
8 18 2
Berdasarkan data yang disajikan, bensin jenis E ,
reaksi O2
F , G , dan H   berturut-turut memiliki satu cabang
25
100 cm3 : V O2 = 1 : 2 gugus metil, tiga cabang gugus metil, dua cabang
gugus metil, dan tidak memiliki cabang (rantai
25
V O = 100 cm3 × lurus). Dengan demikian, urutan kenaikan
2 2
bilangan oktan dari bensin tersebut adalah H-E- 
= 1250 cm3 G-F . Semakin rendah kualitas bensin (bilangan
= 1,25 dm3 (dm3 = L) oktan rendah), semakin banyak jumlah jelaga
Jadi, oksigen yang dibutuhkan untuk mem- yang dihasilkan. Jadi, urutan jenis bensin ber-
bakar 100 cm 3  oktana secara sempurna dasarkan kenaikan jumlah jelaga yang dihasilkan
sebanyak 1,25 L. adalah F-G-E-H .
25 8. Bensin dengan angka oktan rendah memiliki
b. Persamaan reaksi: C8H18(  ) + 2 O2(g ) →
kandungan n -heptana yang lebih banyak dari
8CO2(g ) + 9H2O(g ) pada isooktana. Semakin banyak n -heptana akan
(Perbandingan mol setiap komponen menghasilkan ketukan yang semakin banyak dan
sebanding dengan perbandingan koefisien mengakibatkan terjadinya pembakaran tidak
reaksi masing-masing komponen) sempurna. Dengan demikian, akan berakibat
m C8H18 57 g mesin kendaraan cepat rusak.
n  C8H18 = M  C H  = 114 gmol−1
r 8 18 9. Penggunaan bensin sebagai bahan bakar dapat
n  C8H18 = 0,5 mol menimbulkan dampak negatif karena mengakibat-
n  CO2 = 8 × n  C8H18 kan timbulnya gas CO sebagai akibat pembakaran
= 8 × 0,5 mol tidak sempurna pada bensin. Gas CO dapat
= 4 mol mengakibatkan kematian seseorang karena gas
CO lebih reaktif terhadap Hb, dibandingkan dengan
V CO = n  CO2 × 22,4 L mol–1
2 O2. Oleh karena itu, jika Hb hanya mengikat CO,
= 4 mol × 22,4 L mol –1
tubuh akan kekurangan O 2. Kurangnya kadar
= 89,6 L oksigen dalam tubuh mengakibatkan terhambat-
n  H2O= 9 × n  C8H18 nya proses metabolisme dalam tubuh. Akibatnya,
= 9 × 0,5 mol tubuh akan mudah lelah dan lemas.
= 4,5 mol 10. Salah satu penyebab terjadinya kelangkaan
V H O = n  H2O × 22,4 L mol–1 bahan bakar minyak (BBM) adalah berkurangnya
2
= 4,5 mol × 22,4 L mol –1 suplai BBM sehingga tidak dapat memenuhi
= 100,8 L kebutuhan. BBM merupakan bahan bakar yang
Jadi, jika 57 g oktana terbakar sempurna, tidak dapat diperbarui karena proses pem-
maka akan dihasilkan 100,8 L uap air dan 89,6 L bentukannya membutuhkan waktu jutaan tahun.
gas karbon dioksida. Sementara itu, kebutuhan penggunaan BBM
7. Mutu atau kualitas bensin ditentukan oleh bilangan semakin meningkat. Oleh sebab itu, perlu upaya
oktan dari bensin tersebut. Semakin tinggi untuk mengurangi ketergantungan terhadap
bilangan oktan yang dimiliki oleh suatu bensin, penggunaan bahan bakar minyak (BBM). Upaya
semakin baik kualitas dari bensin tersebut. Pada yang dapat dilakukan adalah menghemat peng-
saat pembakaran, bensin yang berkualitas baik gunaan BBM serta mencari bahan bakar alternatif
akan mengalami pembakaran sempurna sehingga pengganti BBM dengan bahan baku yang selalu
energi yang dihasilkan semakin efisien. Sebalik- tersedia dan mudah didapat. Misal pembuatan
nya, bensin yang berkualitas rendah akan cenderung bioetanol dari kulit singkong atau karbohidrat lain.
mengalami pembakaran tidak sempurna yang
dapat menghasilkan jelaga dan gas buang CO.

32 Minyak Bumi 
Setelah mempelajari bab ini, siswa:
1. mampu membedakan reaksi eksoterm dan endoterm berdasarkan hasil percobaan dan diagram tingkat energi;
2. mampu menentukan ∆H reaksi berdasarkan hukum Hess, data perubahan entalpi pembentukan standar, dan data energi ikatan;
3. terampil merancang, menyimpulkan, dan menyajikan hasil percobaan reaksi eksoterm dan endoterm.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai siswa:
1. mensyukuri ciptaan Tuhan yang ada di alam berupa energi yang dihasilkan menggunakan prinsip termokimia;
2. mempunyai rasa ingin tahu dan jiwa kreatif tinggi, serta berperilaku jujur, disiplin, teliti, dan proaktif saat bekerja sama dalam
kelompok praktikum.

Termokimia

Mempelajari

Reaksi Termokimia dan Macam-Macam Penentuan Perubahan


Perubahan Entalpi Perubahan Entalpi Entalpi Reaksi

Mencakup Mencakup Mencakup

1. Jenis Reaksi Termokimia 1. Perubahan Entalpi Pembentuk- 1. Penentuan ∆H Reaksi dengan


(Reaksi Eksoterm dan an Standar (∆H°f) Kalorimeter
Reaksi Endoterm) 2. Perubahan Entalpi Penguraian 2. Penentuan ∆H Reaksi Berdasar-
2. Perubahan Entalpi pada Reaksi kan Data Entalpi Pembentukan
Standar (∆H°d)
Termokimia (∆H) Standar (∆Hf°)
3. Perubahan Entalpi Pembakaran 3. Penentuan ∆H Reaksi Berdasar-
Standar (∆H°c) kan Hukum Hess
4. Perubahan Entalpi Netralisasi 4. Penentuan ∆H Reaksi Berdasar-
Standar (∆H°n) kan Energi Ikatan
5. Perubahan Entalpi Penguapan 5. Perubahan Entalpi Pembakaran
Bahan Bakar
Standar (∆H°vap)
6. Perubahan Entalpi Peleburan
Standar (∆H°fus)
7. Perubahan Entalpi Sublimasi
Standar (∆H°sub)
8. Perubahan Entalpi Pelarutan
Standar (∆H°sol)

Mampu

• Membedakan reaksi eksoterm dan endoterm berdasarkan hasil percobaan dan membuat diagram tingkat energi reaksi termokimia.
• Merancang, melaksanakan, menyimpulkan, dan menyajikan hasil percobaan reaksi eksoterm dan endoterm serta penentuan ∆H reaksi.
• Menentukan ∆H reaksi berdasarkan percobaan kalorimeter, hukum Hess, data entalpi pembentukan standar, dan data energi ikatan.
• Membedakan reaksi pembentukan, penguraian, pembakaran, netralisasi, penguapan, peleburan, sublimasi, dan pelarutan.
• Menyebutkan contoh reaksi eksoterm dan endoterm dalam kehidupan sehari-hari.
• Menentukan kalor pembakaran bahan bakar.
• Mensyukuri karunia Tuhan Yang Mahakuasa berupa energi yang menyertai berbagai reaksi kimia.
• Mengembangkan rasa ingin tahu dan berjiwa kreatif, serta berperilaku jujur, disiplin, dan teliti saat melakukan berbagai kegiatan.

Kimia Kelas XI  33


A. Pilihan Ganda 5.   Jawaban: d
1.   Jawaban: d Reaksi endoterm merupakan reaksi yang meng-
Pelarutan NaCl dalam air merupakan reaksi hasilkan kalor dan ∆H-nya bernilai positif. Contoh
endoterm. Pelarutan NaCl menyerap panas atau reaksi endoterm ditunjukkan oleh angka 1), 3),
kalor dari lingkungan ke gelas sehingga suhu akhir dan 5).
reaksi lebih rendah daripada suhu awal reaksi. P4O10(s ) → P4(s ) + 5O2(g ) ∆H = +2.970 kJ
Oleh karena itu, gelas terasa dingin. Reaksi 2NaCl( s ) + H 2 O(  ) →   2HCl(g ) + Na 2 O( s )
eksoterm merupakan reaksi yang menghasilkan ∆H = +507 kJ
panas atau melepaskan kalor dari sistem ke 1
lingkungan. Reaksi ini ditandai dengan suhu akhir N 2 H 4 (  ) + H 2 O(  ) → 2N H 3 (g ) + O 2 (g )
2
reaksi yang terasa panas. Sebagai contohh reaksi ∆H = +143 kJ
pelarutan NaOH dalam air di dalam gelas beaker . Reaksi yang mempunyai ∆H bernilai negatif
Pada akhir reaksi, gelas akan terasa panas karena merupakan reaksi eksoterm, yaitu reaksi yang
reaksi menghasilkan kalor. melepas atau menghasilkan panas. Contoh reaksi
2.   Jawaban: c eksoterm ditunjukkan oleh angka 2) dan 4).
Reaksi: Fe(s ) + CuSO4(aq ) → FeSO4(aq ) + Cu(s ) 6.   Jawaban: a
+ 153,8 kJ merupakan reaksi eksoterm karena Reaksi: 2NO(g ) + O2(g ) → 2NO2(g ) ∆H = –112 kJ
melepas panas (kalor) ke lingkungan. Entalpi merupakan reaksi eksoterm karena nilai entalpi
pereaksi lebih besar daripada entalpi hasil reaksi negatif. Hal ini berarti entalpi pereaksi lebih besar
sehingga entalpi reaksi bernilai negatif. Reaksi daripada entalpi hasil reaksi. Diagram energi yang
tersebut dapat ditulis sebagai berikut. tepat menggambarkan reaksi tersebut ditunjukkan
Fe(s ) + CuSO4(aq ) → FeSO4(aq ) + Cu(s ) oleh diagram energi a. Sementara itu, diagram
∆H = –153,8 kJ energi b menunjukkan reaksi penguraian 2 mol
Dengan demikian, suhu sesudah reaksi lebih gas NO2 sesuai reaksi 2NO2(g ) → 2NO(g ) + O2(g )
besar daripada suhu sebelum reaksi. ∆H = +112 kJ yang memerlukan energi. Diagram
Reaksi endoterm merupakan reaksi yang menyerap energi lainnya merupakan diagram energi yang
energi dari lingkungan. Entalpi pereaksi lebih kecil tidak tepat.
daripada entalpi hasil reaksi sehingga entalpi 7.   Jawaban: d
bernilai positif. Reaksi: CaC2(s ) + 2H2O( ) →  Ca(OH)2(aq ) +
Contoh: C2H2(g ) + 411 kJ melepas kalor sebanyak 411 kJ
N2(g ) + O2(g ) → 2NO(g ) – 180.5 kJ atau N2(g ) + untuk setiap satu mol CaC2 yang bereaksi dengan
O2(g ) → 2NO(g ) ∆H = + 180.5 kJ air. Jika massa CaC2 yang bereaksi dengan air
3.   Jawaban: e sebanyak 12,8 gram (0,2 mol), kalor yang
Reaksi kimia yang ditunjukkan oleh diagram dilepaskan dalam reaksi (0,2 mol × 411 kJ)
reaksi tersebut merupakan reaksi endoterm. = 82,2 kJ. Jadi, reaksi 12,8 gram CaC2 dengan
Entalpi zat yang bereaksi lebih kecil daripada air akan melepaskan kalor sebanyak 82,2 kJ .
entalpi zat hasil reaksi sehingga ∆H berharga 8.   Jawaban: b
positif. ∆H berharga positif menunjukkan reaksi Reaksi eksoterm merupakan reaksi yang melepas-
endoterm. kan kalor ke lingkungan. Reaksi eksoterm dapat
diketahui dari kenaikan suhu setelah reaksi
4.   Jawaban: a
berlangsung. Reaksi eksoterm ditunjukkan oleh
Reaksi endoterm adalah reaksi yang membutuh-
gambar 1) dan 3). Sementara itu, gambar 2) dan
kan kalor. Reaksi ini ditandai dengan suhu yang
4) termasuk reaksi endoterm karena suhu setelah
lebih rendah sesudah reaksi. Contoh reaksi
reaksi lebih rendah. Hal ini karena reaksi menyerap
endoterm adalah reaksi fotosintesis. Reaksi
kalor dari lingkungan.
pembakaran kertas, perubahan air menjadi es,
proses perkaratan besi, serta pembusukan 9.   Jawaban: c
sampah oleh mikroorganisme termasuk reaksi Besarnya perubahan entalpi reaksi sama dengan
eksoterm. Reaksi eksoterm adalah reaksi yang kalor reaksinya dengan tanda yang berlawanan.
menghasilkan kalor dan ditandai dengan suhu Jadi, ∆H = –x kJ kalor reaksinya sama dengan
yang lebih besar sesudah reaksi. + kJ (reaksi eksoterm). ∆H = +x kJ kalor reaksinya
sama dengan –x kJ (reaksi endoterm). Jadi, reaksi
endoterm ditunjukkan oleh opsi c.

34   Termokimia
10.   Jawaban: c 3. a. Reaksi pelarutan memerlukan kalor berarti
Reaksi: CS2(g ) + 3O2(g ) → CO 2(g ) + 2SO2(g ) + reaksi bersifat endoterm yang menyerap
445 kJ dapat ditulis sebagai CS2(g ) + 3O2(g ) → energi dari lingkungan ke dalam sistem.
Reaksi endoterm mempunyai entalpi positif.
CO2(g) + 2SO2(g ) ∆H = –445 kJ. Terlihat reaksi
Persamaan reaksi termokimia sebagai
merupakan reaksi eksoterm yang melepas kalor/  berikut.
energi ke lingkungan. Berdasarkan reaksi, NaCl(s ) + H2O() → NaCl(aq ) ∆H = +3,9 kJ
sebanyak 1 mol CS2  (76 gram) yang bereaksi
atau NaCl(s ) + H2O() → NaCl(aq ) – 3,9 kJ
menghasilkan 445 kJ kalor yang dilepaskan ke
b. Diagram perubahan entalpi digambarkan
lingkungan. Reaksi eksoterm terjadi karena
sebagai berikut.
entalpi pereaksi (CS2 + 3O2) lebih besar daripada
entalpi hasil reaksi (CO 2  + 2SO 2). Dengan
demikian, entalpi reaksi mempunyai nilai negatif. NaCl(aq )
Sesuai reaksi, jika sebanyak 15,2 gram CS2 (0,2 mol) ∆H = +3,9 kJ
yang direaksikan, kalor yang dihasilkan sebanyak
NaCl(s ) + H2O()
89 kJ.

B. Uraian
4. a. Diagram perubahan energi reaksi menunjuk-
1. Kedua reaksi berbeda karena reaksi (a) merupa- kan entalpi hasil reaksi (HI) lebih besar
kan reaksi eksoterm, sedangkan reaksi (b) daripada entalpi pereaksi (H2  dan I 2 )
merupakan reaksi endoterm. Reaksi eksoterm sehingga reaksi merupakan reaksi endoterm
adalah reaksi yang melepas kalor ke lingkungan yang menyerap energi dari lingkungan.
karena entalpi pereaksi lebih besar daripada b. Diagram perubahan energi tersebut meng-
entalpi hasil reaksi. Entalpi (∆H) reaksi eksoterm gambarkan perubahan energi dalam reaksi
mempunyai nilai negatif. Reaksi endoterm adalah pembentukan 1 mol HI. Energi yang terlibat
reaksi yang menyerap kalor dari lingkungan sebanyak (594,5 – 568) = 26,5 kJ. Per-
karena entalpi pereaksi lebih kecil daripada entalpi samaan termokimianya ditulis sebagai
hasil reaksi. Entalpi reaksi endoterm mempunyai berikut.
nilai positif. 1 1
H2(g ) +  I2(g ) → HI(g ) ∆H = +26,5 kJ
2 2
2. Reaksi antara larutan HBr dengan larutan KOH
Dengan demikian, reaksi pembentukan 2 mol
merupakan reaksi asam dengan basa, yaitu reaksi
HI ditulis sebagai berikut.
netralisasi. Suhu yang lebih dingin menandai
bahwa reaksi membutuhkan kalor atau bersifat H2(g ) + I2(g ) → 2HI(g ) ∆H = +53 kJ
endoterm. Kalor dari lingkungan (gelas beaker ) 5. Reaksi a  dan b  merupakan reaksi endoterm
diserap ke dalam campuran larutan (sistem) di karena memerlukan kalor atau kalor reaksinya
dalamnya. Oleh karena itu, suhu campuran terasa bertanda negatif. Sementara itu, reaksi c, d, dan
lebih dingin. e merupakan reaksi eksoterm karena melepaskan
kalor atau kalor reaksinya bertanda positif.

A. Pilihan Ganda 1
Cl 2(g ) ∆H = +kJ mol –1. Jadi ∆H°c  dan ∆H°d
1.   Jawaban: e 2
∆H°c  adalah perubahan entalpi pembakaran berturut-turut ditunjukkan oleh nomor 4) dan 5).
Sementara itu, persamaan reaksi 1)   adalah
standar suatu senyawa. Contoh persamaan reaksi
perubahan entalpi pembentukan standar gas NH3.
pembakaran ditunjukkan oleh reaksi 4) CH4(g ) +
Persamaan reaksi 2)  adalah perubahan entalpi
2O2(g ) → CO2(g ) + 2H2O(g ) ∆H = –kJ mol–1. ∆H°d
pembentukan standar gas H2O. Persamaan
adalah perubahan entalpi penguraian standar
reaksi 3) adalah perubahan entalpi pembentukan
suatu senyawa. Contoh persamaan reaksi pengurai-
standar etanol.
an ditunjukkan reaksi 5)   NaCl(s ) → Na( s ) +

Kimia Kelas XI  35


2.   Jawaban: c 3 1
Perubahan entalpi pembentukan standar H2(g ) + C(s ) + Cl2(g ) → CH3Cl(s )
2 2
menunjukkan entalpi yang diperlukan dalam ∆H = +74,8 kJ mol–1
pembuatan 1 mol senyawa dari unsur-unsurnya, Perubahan entalpi pembentukan standar CH3Cl
1 sebesar +74,8 kJ mol–1  sehingga perubahan
misal reaksi C (grafit) + 2H 2O(g ) + O2(g ) →
2 entalpi pembentukan 2 mol CH3Cl sebesar
CH3OH( ) ∆H = –238 kJ mol–1. Persamaan reaksi (74,8 kJ mol–1 × 2) = +149,6 kJ mol–1.
SO 2(g ) → S(s ) + O2(g ) ∆H = +296 kJ mol–1 6.   Jawaban: e
menunjukkan reaksi perubahan entalpi pengurai- Reaksi penguraian merupakan kebalikan dari
an standar. Persamaan reaksi NO2Cl(g ) → reaksi pembentukan (hukum Laplace).
1 1 C6H12(g ) → C6H6(g ) + 3H2(g ) ∆H = +208 kJ mol–1
N2(g ) + O2(g ) + Cl2(g ) ∆H = –148 kJ mol–1
2 2
menunjukkan perubahan entalpi penguraian 7.   Jawaban: b
1
KOH(aq ) + HCl(aq ) →   KCl(aq ) + H 2 O(  )
standar. Persamaan reaksi CH3OH(g ) + O2(g ) ∆H = –80 kJ mol–1
2
→  HCHO(g ) + H 2O(g ) ∆ H = –167 kJ mol–1 massa KOH 2,8 gram
=  = 0,05 mol
menunjukkan perubahan entalpi pembakaran Ar KOH 56 grammol−1
standar. Persamaan reaksi NaOH(aq ) + HCl(aq ) Perubahan entalpi yang diperlukan untuk
→   NaCl(aq ) + H 2 O(  ) ∆ H = –58 kJmol –1 menetralkan 0,05 mol KOH sebanyak = 0,05 mol
menunjukkan perubahan entalpi netralisasi × 80 kJ mol–1 = 4 kJ .
standar. Jadi, perubahan entalpi yang diperlukan untuk
3.   Jawaban: d menetralkan 2,8 gram KOH oleh HCl sebanyak 4 kJ.
massa bahanbakar 8.   Jawaban: a
Mol bahan bakar = M r bahan bakar Reaksi pembentukan 2 mol C2H4 membutuhkan
5,7 gram 108 kJ sehingga reaksi pembentukan 1 mol C2H4
= 114 gram mol−1 108
membutuhkan kalor ( ) = 54 kJ.
2
= 0,05 mol
Perubahan entalpi pembakaran yang dihasilkan massa 14 gram
=  = 0,5 mol
= mol × perubahan entalpi M r C2H4 28 grammol−1

5,7 Kalor yang dibutuhkan dalam pembentukan


= 114
 × 5.460 kJ 14 gram (0,5 mol) sebesar (0,5 mol × 54 kJ) =
1
27,0 kJ.
5,7
=  × 5.460 kJ 9.   Jawaban: e
114
Diagram entalpi menunjukkan reaksi pembakaran
4.   Jawaban: d standar etanol menghasilkan entalpi sebesar
3 1.230 kJ. Perubahan entalpinya dihitung dengan
Reaksi: Ca(s ) + C(s ) + O2(g ) →  CaCO3(s )
2 cara: (–1.520 kJ) – (–290 kJ) = –1.230 kJ.
∆H= –208 kJ mol–1 Persamaan reaksi termokimianya ditulis
massa 160 gram C2H 5OH(  ) + 3O2(g ) → 2CO 2(g ) + 3H 2O(  )
mol kalsium =  = 40 grammol−1  = 4 mol
Ar Ca ∆H = –1.230 kJ.
Perubahan entalpi pembakaran yang dihasilkan massa etanol
4 mol Jumlah mol dalam 92 gram etanol =
M r etanol
= 1mol  × 208 kJ mol–1 = 832 kJ.
92 gram
=  = 2 mol.
5.   Jawaban: a 46 grammol−1

3
Harga entalpi reaksi pembakaran 92 gram (2 mol)
Persamaan reaksi CH3Cl(s ) → H2(g ) + C(s ) + etanol adalah (–1.230 × 2) = –2.460 kJ.
2
1 10.   Jawaban: d
Cl2(g ) ∆H = –74,8 kJ mol–1 merupakan reaksi
2
Persamaan reaksi termokimia SO3(g ) + H2O() →
penguraian 1 mol CH3Cl. Persamaan reaksi
H2SO4() ∆H = –600 kJ merupakan reaksi pem-
pembentukannya merupakan kebalikan dari
reaksi penguraian dengan nilai peruabahan bentukan H2SO4  yang menghasilkan perubahan
entalpi positif sebagai berikut. entalpi sebesar 600 kJ. Reaksi 8 gram SO3 (0,1 mol)

36   Termokimia
dan 1,8 gram H2O (0,1 mol) adalah (0,1 mol × 600 kJ) 4. a. Persamaan termokimia pembakaran sempurna
= 60 kJ. Pembentukan 2 mol H2SO4 menghasilkan isooktana sebagai berikut.
perubahan entalpi sebesar (2 mol × 600 kJ) = 1.200 1
C8H18() + 12 O2(g ) → 8CO2(g ) + 9H2O(g )
2
kJ. Reaksi pembentukan 9,8 gram (0,1 mol) H2SO4
∆H = –5.500 kJ
menghasilkan entalpi sebesar 60 kJ. Reaksi
b. Persamaan reaksi:
penguraian H2SO4  merupakan kebalikan reaksi 1
pembentukan sehingga memerlukan entalpi C8H18( ) + 12 O2(g ) → 8CO2(g ) + 9H2O(g )
2
sebesar 600 kJ (∆H = +600 kJ). + 5.500 kJ
Massa C8H18 = volume × massa jenis
B. Uraian = 1 liter × 0,684 kg L–1
= 0,684 kg
1
1. Na(s ) + Cl2(g ) → NaCl(s ) ∆H= 412 kJ mol–1 = 684 g
2
Massa 684
87,75 gram Mol C8H18 =  = (8 × 12) + (18 × 1)
87,75 gram NaCl =  = 1,5 mol M r
58,5 grammol−1
684
Perubahan entalpi yang menyertai pembentukan =
114
1,5 mol NaCl sebesar (1,5 mol × 412 kJ mol–1)
= 6 mol
= 618 kJ.
Dari persamaan reaksi terbaca bahwa untuk
Jadi, entalpi yang menyertai pembentukan 87,75
membakar 1 mol C8H18( ) dibebaskan kalor
gram atau 1,5 mol NaCl sebanyak 618 kJ.
sebanyak 5.500 kJ. Jadi, untuk membakar
2. Persamaan termokimia pembakaran 3 mol 1 liter bensin (terdapat 6 mol isooktana)
metana sebagai berikut. dibebaskan kalor sebanyak
3C H 4 (g ) + 6O 2 (g ) → 3C O 2 (g ) + 6H 2 O( g ) 6
= × 5.500 kJ = 33.000 kJ
∆H = –2.400 kJ. 1
mol metana pada kondisi standar (STP) Jadi, kalor yang dilepaskan dalam pem-
2,8 L bakaran 1 liter bensin sebanyak 33.000 kJ.
22,4 L/mol  = 0,125 mol
5. 2Mg(s ) + O2(g ) → 2MgO(s )  ∆ H = –1.204 kJ
Kalor yang dilepaskan pada keadaan STP a. Diagram reaksi dari reaksi tersebut sebagai
0,125 mol berikut.
= 3 mol  × 2.400 kJ H
= 100 kJ
2Mg(s ) + O 2(g )
Jadi, kalor yang dilepaskan dalam pembakaran
sempurna 2,8 L gas metana dalam keadaan STP ∆H = –1.204 kJ
sebanyak 100 kJ.
MgO(s )
3. a.
HCN(aq ) + NaOH(aq )

∆H = –12 kJ
b. Massa Mg = 5,4 gram
Massa 5,4 gram
NaCN(aq ) + H 2O( ) Mol Mg =  =  = 0,225 mol
Ar 24 gram mol−1
Kalor yang dilepaskan saat 0,225 mol Mg
b. mol HCN yang dinetralkan = 250 mL × 0,1 M 0,225
dibakar =  × (–1.204 kJ) = 135,45 kJ.
= 25 mmol = 0,025 mol 2
Kalor yang dilepaskan dalam reaksi Jadi, kalor yang dilepas sebesar 135,45 kJ.
penetralan tersebut:
0,025 mol
= 1mol  × 12 kJ = –0,3 kJ
Jadi, kalor yang dilepaskan dalam reaksi
penetralan 250 mL HCN 0,1 M sebanyak
0,3 kJ atau 300 Joule.

Kimia Kelas XI  37


A. Piliha
Pilihan
n Gan
Ganda
da 4.   Jawaban: c
1.   Jawaban: b Reaksi pembakaran CH4:
Kalor reaksi
reaksi = m × c × (t2 – t1) CH4(g ) + 2O2(g ) → CO2(g ) + 2H2O(g )∆H = –80 kJ mol–1
 CO
= ρ × V × c × (t2 – t1) massa
massa CH4
mol CH4 =
= 1 g cm–3 × (100 + 100) cm3 M r CH4
× 4,2 J g–1 K–1 × (310,5 – 302) K 8 gram
gram
= 7.140 J = 16g mol
mol−1
Reaksi netralisasi = 0,5 mol
NaOH + HCl → NaCl + H2O Jika kalor pembakaran 1 mol CH4  sebesar
Karena reaksi menghasilkan panas (terlihat –80 kJ mol–1 maka perubahan entalpi 0,5 mol CH4:
bahwa suhu naik) maka ∆H = negatif 0,5
 · (–80 kJ/mol) = –40 kJ
(∆H) netralisasi 1 mol NaOH atau 1 mol HCl = 1

−7.140 J Jadi, perubahan entalpi pembakaran 8 gram CH4


 = –7.140 J mol–1 = –7,140 kJ mol–1. sebesar –40 kJ.
1 mol

2.   Jawaban: a 5.   Jawaban: d
Qlarutan = m × c × ∆T Menurut hukum Hess
= 6.000 × 4,2 × (88,5 – 24,8) ∆Hreaksi = ∆H1 + ∆H2
= 1.605.240 J ∆H3 = ∆H1 + ∆H2
= 1.605,24 kJ
Qkalorimeter = C · ∆T 6.   Jawaban: d
= 2.740 × (88,5 – 24,8) 2NO + O2 → N2O4 ∆H = a kJ . . . (1)
= 174.538 J 1
NO + O2 → NO2 ∆H = b kJ . . . (2)
= 174,54 kJ 2
Qreaksi = –(Qlarutan + Qkalorimeter ) 2NO2 → N2O4 ∆H = . . . ?
= –(1.605,24 + 174,54) kJ Persamaan (2) dibalik dan dikalikan 2.
= –1.779,8 kJ 2NO + O2 → N2O4 ∆H = a kJ
32 gram
gram 2NO2 → 2NO + O2 ∆H = –2b kJ
Mol CH4 =
grammol−1
16 grammol –––––––––––––––––––––––––––––– +
= 2 mol 2NO2 → N2O4 ∆H = (a – 2b) kJ
Qreaksi 7.   Jawaban: a
∆H°c =
mol Reaksi pembentukan kloroform dari senyawa
−1.779
1.779,8
,8 kJ karbon dan kloroform dapat dicari dengan per-
= samaan 2), 3), dan 5). Sementara itu, persamaan
2 mol
= –890 kJ mol–1 1) dan 4) dibalik, lalu persamaan 1) dikali dua.
CS2(aq ) + 3O2(g ) → CO2(g ) + 2SO2(g ) ∆H = –1.077 kJ mol –1
3.   Jawaban: b 2S(s 
2S(s ) + Cl2(g ) → S 2Cl2(aq ) ∆H = –60,2 kJ mol –1
Massa C6H4O2 = 5,4 gram C(s 
C(s ) + 2Cl2(g) → CCl4(aq ) ∆H = –135,4 kJ mol –1
M r C6H4O2 = 108 gram mol–1 2SO2(g ) → 2S
 2S(s) 
(s)  +
 + 2O 2(g ) ∆H = 539,6 kJ mol –1
5,4 g CO2(g ) → C(
 C(s 
s ) + O 2(g ) ∆H = 393,5 kJ mol –1
n C6H4O2 = −1  = 0,05 mol ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
108 gmol
CS2(aq ) + 3Cl 2(g)  → CCl 4(aq ) + S 2Cl2(aq )  ∆ H = –339,5 kJ/mol
C = 7,85 kJ°C–1
∆T = (30,5 – 23,5)°C = 7°C Kalor untuk pembentukan 2 mol kloroform
∆H = C · ∆T = 2 mol × (–339,5 kJ mol–1)
= 7,85 kJ°C–1 · 7°C = –679 kJ
= 54,95 kJ
8.   Jawaban: c
Kalor reaksi pembakaran C6H4O2 tiap mol
∆H = m × c × ∆T
54,95 kJ
= 0,05 = V × ρ × c × ∆T
0,05 mol
= (50 + 50) mL × 1,0 g cm–3 × 4,2 J g–1°C–1 × 6°C
= 1.099 kJ mol–1
= 2,52 kJ

38   Termokimia
9.   Jawaban: c C3H8(g ) + 5O2(g ) → 3CO2(g ) + 4H2O(
O(g 
g )
Persamaan reaksi: massa CO 2 11 gam 1
2Al(s 
2Al(s ) + Fe2O3(s ) → 2Fe(
 2Fe(s 
s ) + Al2O3(s ) mol CO2 =  = 44 gram mol−1
gram mol
 = mol
Mr CO 2 4
diperoleh dari penggabungan kedua reaksi di atas, 3
dengan cara membalik persamaan reaksi 1) dan Banyak kalor untuk 3 mol CO2 =  × (–2.220) kJ
1
menjumlahkannya dengan reaksi 2). Persamaan 1
Banyak kalor untuk mol CO2:
reaksinya menjadi sebagai berikut. 4
3 1 3 3
1) Fe2O3(s ) → 2Fe(
 2Fe(s 
s ) + 2
O2(g ) ∆H = +840 kJ  ×  × (–2.220) kJ =  × (–2.220) kJ
4 1 4
3
2) 2Al(s ) + O2(g) → Al2O3(s ) ∆H = –1.680 kJ
2 15.   Jawaban: c
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– ––––– +
Reaksi pembakaran etanol merupakan reaksi
2Al(s 
2Al(s ) + Fe2O3(s ) → 2Fe(
 2Fe(s 
s ) + Al
Al2O3(s ) ∆H = –840 kJ
eksoterm karena ∆Hreaksi  berharga negatif. ∆H
Jadi, harga perubahan entalpi untuk reaksi reaksi diperoleh dari pengurangan ∆ H produk
2Al(s 
2Al(s ) + Fe2O3(s ) → 2Fe(
 2Fe(s 
s ) + Al2O3(s )
dengan ∆Hreaktan. Oleh karena ∆Hreaksi berharga
sebesar –840 kJ.
negatif maka ∆Hproduk < ∆Hreaktan.
10.   Jawaban: a Jadi, grafik persamaan reaksi pembakaran etanol
Massa larutan = volume × massa jenis air
sebagai berikut.
= (2 × 1.000) mL × 1 g mL–1
= 2.000 g Energi

∆T = (75 – 27)°C = 48°C C2H5OH( ) + 3O2(g )


c = 4,2 J g–1 °C–1 2CO2(g ) + 3H2O( )
Q = m · c · ∆T
= 2.000 · 4,2 · 48
= 403.200 J = 403,2 kJ
massa C3H8 44
Moll elpij
Mo elpijii =  =  = 1 mol
M r C3H8 44
B. Ur
Urai
aian
an
Q 403,2
∆H = –  = –  = – 403,2 kJ mol–1 1. KOH(aq ) + HCl(aq ) → KCl(aq 
KCl( aq ) + H2O()
mol 1 20 mL · 0,1 M 20 mL · 0,1 M 2 mmol
11.   Jawaban: c 2 mmol 2 mmol
1) C(s ) + O2(g ) → CO2(g ) ∆H1 = –x kJ Q = m × c × ∆T
1 = (ρ × Vlarutan) × c × ∆T
2) CO(g ) → C(
 C(s 
s ) + O2(g ) ∆H2 = y kJ
2 = (1.000 g L–1 × (0,02 L + 0,02 L))
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
1 × 1 kal g–1°C–1 × 3,6°C
CO(g 
CO(g ) + O2(g ) → CO2(g ) ∆H3 = (y – x) kJ
2 = 144 kal (untuk 2 mmol/KCl)
Jadi, z = y – x ⇔ x = y – z. 1
∆H 1 mol =  × 144 kal = 72 kal
12.   Jawaban: d 2
∆Hreaksi = ∆Hhasil – ∆Hreaktan Terjadi kenaikan suhu → reaksi eksoterm → ∆H = –.
= (3 × ∆H°f CO2  + 4 × ∆H°f H2O) – (∆H°f Jadi, ∆Hreaksi = –72 kal.
C3H8 + 5 × ∆H°f O2) 2. ∆Hreaksi = Σ∆H°f hasil – Σ∆H°f pereaksi
= [(3 × – 394) + (4 × (– 286))] – [(–104) = (4 × ∆HNO  + 6 × ∆HH O) – (4 × ∆HNH + 0)
2 2 3
+ (5 × 0)] –4c = (4
–4c (4 × ∆HNO  + 6 × –a) – (4 × –b + 0)
2
= (–1.182 – 1.144) – (–104) –4c
–4c = (4
(4 × ∆HNO  + (–6a)) – (–4b)
2
= –2.326 + 104 = –2.222 kJ 4∆HNO = 6a – 4b – 4c
2
13.   Jawaban: a ∆HNO = 1,5a – b – c
2
∆H = ΣEpemutusan reaktan – ΣEpenggabungan produk Jadi, ∆Hf NO2 (1,5a – b – c) kJ.
∆H = {DH – H + DO = O} – {2 · DH – O + DO – O}
3. H2C = CH2 + Cl2 → ClH2C – CH2Cl
= (436 + 499} – {2(460) + 142} ∆Hreaksi = {(DC = C + 4 · DC – H + DCl – Cl) – (DC – C +
= 935 – 1.062 = –127 kJ
2 · DC – Cl + 4 · DC – H)}
14.   Jawaban: e = {(612 + 4(414)
4(414) + 243) – (347
(347 + 2(331)
2(331)
Perubahan entalpi pada pembakaran 1 mol + 4(414))}
propana sebesar –2.220 kJ mol–1. Persamaan = –154 kJ mol–1
reaksi: Jadi, ∆H reaksi sebesar –154 kJ mol–1.

Kimia Kelas XI  39


4. Persamaan
Persamaan termokim
termokimiaia reaksi
reaksi fotosintes
fotosintesis
is 5. Berdasarka
Berdasarkan n diagram
diagram didapa
didapatt persama
persamaan:
an:
sebagai berikut. ∆H1 = ∆H2 + ∆H3
6CO2 + 6H2O → C6H12O6 + 6O2 ∆H = . . . ? (–790)= (–593) + (x)
Untuk memperoleh persamaan reaksi fotosintesis, x = –790 + 593
persamaan 1) dibalik, sementara persamaan 2) x = –197 kJ
dibalik dan dikalikan 2. Jadi, harga x pada diagram –197 kJ.
1) 2C2H5OH + 2CO2 → C6H12O6 ∆H = +60 kJ
2) 4CO2 + 6H2O → 2C2H5OH + 6O2  ∆ H = +2.760 kJ
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
6CO2 + 6H2O → C6H12O6 + 6O2 ∆H = 2.820 kJ
Jadi, perubahan entalpi untuk reaksi fotosintesis
2.820 kJ.

A. Piliha
Pilihan
n Gan
Ganda
da 4.   Jawaban: c
1.   Jawaban: b Kalor penguraian adalah kalor yang dilepaskan
Sistem dalam reaksi tersebut adalah kristal NH4Cl atau diserap apabila 1 mol senyawa terurai
dan air. Gelas beaker  dan
 dan lemari asam termasuk menjadi unsur-unsur pembentuknya pada
lingkungan. keadaan standar. Kalor yang dilepaskan atau
diserap apabila 1 mol senyawa dibentuk dari
2.   Jawaban: b
unsur-unsurnya dalam keadaan standar disebut
Reaksi eksoterm adalah reaksi yang melepaskan
m elepaskan
kalor pembentukan. Kalor yang dilepaskan atau
panas ke lingkungan sehingga nilai entalpinya
diserap apabila 1 mol senyawa bereaksi dengan
bernilai negatif. Dalam persamaan reaksi nilai
oksigen menghasilkan karbon dioksida dan uap
entalpi eksoterm dapat dituliskan langsung
air pada keadaan standar disebut kalor
dengan tanda (+) atau disertakan dengan nilai ∆H
pembakaran.
negatif. Dengan demikian, reaksi eksoterm adalah
reaksi b, yaitu Fe2O3(g ) + 3H2(g ) →  2Fe(s 
2Fe(s ) + 5.   Jawaban: a
Entalpi reaktan (NH4Cl(
Cl(s 
s ))
)) lebih kecil daripada
3H2O(
O(g g ) ∆H = –b kkal. Reaksi a, c, d, dan e
merupakan reaksi endoterm. 1 1
entalpi produk ( N2( g ) + 2H 2( g ) + Cl 2( g ))
))
2 2
3.   Jawaban: a sehingga reaksi membutuhkan energi dari
Persamaan termokimia pembentukan CO: lingkungan. Dengan demikian, reaksi bersifat
1 endoterm dan nilai entalpinya positif.
C(s)  +
 + O (g) → CO
 CO(g) 
(g)  ∆H = x kkal mol–1
2 2
6.   Jawaban: d
Persamaan termokimia pembakaran CO:
1
1 H2(g ) + O2(g ) → H2O(
O(g 
g ) ∆H= 287,5 kJ
CO(g) 
CO(g)  +
 + O (g) → CO2(g)  ∆H = y kkal mol–1 2
2 2
massa O2(g ) = 10 gram
Persamaan termokimia pembentukan CO2:
10 gram
gram
 + O2(g) → CO2(g)  ∆H = . . . kkal mol –1
C(s)  + mol O2(g ) = 32 grammol
grammol−1
Reaksi pembentukan CO2  dapat diperoleh dari
penjumlahan reaksi pembentukan CO dan pem- = 0,312 mol
bakaran CO dengan persamaan sebagai berikut. mol H2(g ) = 2 × mol
mol O2(g )
1
= 2 × 0,312 mol
C(s)  +
 + O (g) → CO
 CO(g) 
(g)  ∆H = x kkal mol–1 = 0,624 mol
2 2
1 0,624
0,624 mol
CO(g) 
CO(g)  +
 + 2 O2(g) → CO2(g) ∆H= y kkal mol–1 ∆H reak
reaksi
si = 1mol  × (–287,5 kJ)
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––– + = –179,4 kJ
C(s)  +
 + O 2(g) → CO2(g)  ∆H = (x + y) kkal mol–1
Jadi, kalor pembentukan CO2  yang diserap
(x + y) kkal mol–1.

40   Termokimia
7.   Jawaban: d ∆Hreaksi = ∆Hproduk – ∆Hreaktan
Entalpi pembentukan standar adalah entalpi yang = (∆H°f Na2CO3 + ∆H°f H2O + ∆H°f CO2) –
menyertai reaksi pembentukan 1 mol senyawa
dari unsur-unsurnya. Reaksi ini ditunjukkan oleh (2 · ∆H°f NaHCO3)
reaksi d. Reaksi a menunjukkan reaksi netralisasi = ((–1.130 kJ mol–1) – (–286 kJ mol–1) +
standar. Reaksi b menunjukkan reaksi penguraian (–394kJ mol–1)) – (–950kJ mol–1)
2 mol AgNO3. Reaksi c menunjukkan reaksi pem- = (–1.810 kJ mol–1) – (–950kJ mol–1)
bakaran. Reaksi e menunjukkan reaksi pelarutan = –860 kJ mol–1
standar. Jadi, perubahan entalpi reaksi penguraian
NaHCO3 sebesar 860 kJ (melepas kalor).
8.   Jawaban: b
Reaksi pembakaran: 12.   Jawaban: b
5 ∆Hreaksi = Σenergi pemutusan ikatan – Σenergi
C2H2 + O2 → 2CO2 + H2O ∆H = –1.300 kJ
2 penggabungan produk
∆Hreaksi = Σ∆H°f hasil – Σ∆H°f pereaksi ∆Hreaksi = {(2(2DC = O) + 3(2DH – O)) – ((DC – C)
–1.300 = (2 · ∆HCO  + ∆HH O) – ∆HC  + 0) + (5DC – H) + (DC – O) + (DO – H) + 3(DO = O)}
2 2 2H2
–1.300 = (2(–395) + (–285)) – (∆HC H  + 0) ∆Hreaksi = (4(799 kJ mol–1) + 6(467 kJ mol–1))
2 2
∆HC = –790 – 285 + 1.300 – ((374 kJ mol–1) + 5(413 kJ mol–1)
2H2
= +225 kJ + (358 kJ mol –1 ) + (467 kJ mol–1 )
+ 3(495))
9.   Jawaban: b
2C 2 H 2 (g ) + 5O 2 (g ) → 4C O 2 (g ) + 2H 2 O( g ) ∆Hreaksi = ( 31 96 k J mo l–1   + 2802 kJ mol –1 )
∆H = –2600 kJ – ((374 kJ mol–11) + (2065 kJ mol–1) +
−2.600 kJ (358 kJ mol–1 ) + (467 kJ mol–1 ) +
Reaksi pembakaran 1 mol gas C2H2 =
2 (1.980))
= –1300 kJ ∆Hreaksi = 5.998 kJ mol–1 – 5.244 kJ mol–1
13 gram
mol 13 gram gas C2H2 = 26 gram/mol  = 0,5 mol C2H2 = +754 kJ mol–1
Pembakaran 0,5 mol gas C2H2  menghasilkan 13.   Jawaban: a
0,5 ∆H4 = ∆H1 + ∆H2 + ∆H3
kalor =  × (–1300 kJ) = –650 kJ.
1 (–1.548 kJ) = (138 kJ) + ∆H2 + (–286 kJ)
Jadi, pembakaran 15 gram gas C2H2 menghasil-
∆H2 = (–1.548 kJ) – ((138 kJ) + (–286 kJ))
kan kalor sebanyak 650 kJ (kalor dilepaskan).
∆H2 = (–1.548 kJ) – (–148 kJ)
10.   Jawaban: d ∆H2 = –1.400 kJ
Reaksi pembakaran gas etana:
7 14.   Jawaban: c
C2H6(g ) + O (g ) → 2CO2(g ) + 3H2O(g ) ∆Hreaksi = Σ∆H°f produk = Σ∆H°f reaktan
2 2
∆Hreaksi = ∆H°f produk – ∆H°f reaktan ∆Hreaksi = (∆H°f SO2(g ) + 4(∆H°f HF(g )) – (∆H°f ΣF4(g )
–1559,7 kJ mol–1 = (2 ∆H°f CO2 + 3 ∆H°f H2O) + 2∆H°f H2O(  ) 
  )
7 ∆Hreaksi = ((–296 kJ mol–1) + 4(–271 kJ mol–1))
– (∆H°f C2H6 + ∆H°f O2)
2 – ((–775 kJ mol–1) + 2(–187 kJ mol–1))
–1559,7 kJ mol–1 = (2(–393,5 kJ mol–1) + 3(–285,8
∆Hreaksi = (–1.380 kJ mol–1) – (–1.149 kJ mol–1)
7
kJ mol–1)) – (∆H°f C2H6 + (0)) ∆Hreaksi = –231 kJ mol–1
2
–1559,7 kJ mol–1 = (–787 kJ mol–1 + (–857,4 kJ mol–1 15.   Jawaban: b
– (∆H°f C2H6 ) CuO(s ) + H2(g ) → Cu(s ) + H2O(g )
∆H°f C2H6 = (1559,7 kJ mol–1) + (–1644,4 kJ mol–1) ∆Hreaksi = ∆H°f produk – ∆H°f reaktan
∆H°f C2H6 = –84,7 kJ mol–1 ∆Hreaksi = (∆H°f Cu(s ) + ∆H°f H2O(g )) – (∆H°f CuO(s )
+ ∆H°f H2(g ))
11.   Jawaban: e
∆Hreaksi = (0 + (–58,2 kkal)) – ((–37,5 kkal) + 0)
Persamaan termokimia penguraian natrium
∆Hreaksi = (–58,2 kkal) – (–37,5 kkal)
bikarbonat sebagai berikut.
= –20,7 kkal
2NaHCO 3(s) → Na2CO3(s)  + H 2O(  ) 
   + CO 2(g) 
∆H = . . . ?

Kimia Kelas XI  41


16.   Jawaban: b 2H2O(  ) 
  → 2H2O(g ) ∆H = +464 kJ
Untuk mendapatkan reaksi: 2H2O(g ) → 2H2(g ) + O2(g ) ∆H = +570 kJ
Cu(s ) + Cl2(g ) → CuCl2(g ) maka reaksi 1) dibalik 2H2O(  ) 
  → 2H2(g ) + O 2(g ) ∆H = +1.034 kJ
dan dibagi 2. Reaksi 2) tetap dan dibagi 2,
Reaksi dibagi dua menjadi:
keduanya menjadi:
1
1 H2O(  ) 
  → H2(g ) + O2(g ) ∆H = +517 kJ
Cu(s ) + Cl2(g ) → CuCl(s ) ∆H = –137,2 kJ 2
2
1 20.   Jawaban: c
CuCl(s ) + Cl (g ) → CuCl2(s )  ∆H = –82,9 kJ
2 2 Qreaksi = Qair + Qkalorimeter
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Cu(s)  + Cl 2(g ) → CuCl2(s)  ∆H = –220,1 kJ mol–1
= (mair · cair · ∆T) + (Ckalorimeter · ∆T)
Jadi, ∆Hreaksi Cu(s ) + Cl2(g ) → CuCl2(s ) sebesar 31.400 = (1.200 · 4,2 · 4,6) + (Ckalorimeter  · 4,6)
–220,1 kJ mol–1. 31 .400 − 2 3.18 4
Ckalorimeter = 4,6
17.   Jawaban: e
8.216
∆H reaksi = energi ikatan pereaksi – energi ikatan = 4,6
hasil reaksi
 = (4(DC – H) + (DCl – Cl)) – (3(DC – H) + = 1.786 J°C–1
= 1,786 kJ°C–1
(DC – Cl) + (DH – Cl))
= (4(413 kJ mol–1) + 239 kJ mol–1) – 21.   Jawaban: b
(3(413 kJ mol–1) + (339 kJ mol–1) mlarutan = kerapatan × volume larutan
+ (427 kJ mol–1)) mlarutan = 100 mL × 1 g mL–1
= ( 33 9 k J m ol –1   + 427 kJ mol –1 ) mlarutan = 100 gram
Q larutan = m × c × ∆T
– (413 kJ mol–1 + 239 kJ mol–1)
= 100 gram × 4,2 Jg–1°C–1 × 7°C
= 766 kJ mol–1 – 652 kJ mol–1
= 2940 J
= +144 kJ mol–1
50
18.   Jawaban: c mol HCl = 0,1 M × L
1.000
Persamaan reaksi pembentukan Mg3N2: = 0,005 mol
3Mg(s) + N2(g) → Mg3N2(s)  ∆H = –28 kJ
−Q
massa Mg ∆Hn HCl =
mol
Mol Mg =
Ar Mg
−2.940
= 0,005
3g
= 24g mol−1 = –588.000 joule
= 0,125 mol = –588 kJ
koefisien Mg3N2 22.   Jawaban: d
Mol Mg3N2 = koefisienMg
 × mol Mg
Kalor reaksi pembakaran asam benzoat (∆H°)
f =
1 3.294 kJ mol .–1
=  × 0.125
3 ∆T = 2,5°C
= 0,0417 mol Qreaksi = ∆H°c × mol
1
∆H°f Mg3N2 = mol M g N  × ∆Hr = 3.294 kJ mol–1 × 0,1 mol
3 2
= 329,4 kJ mol–1
1
= 0,0417  × (–28) massa asam benzoat = 0,1 mol × 122 gram mol–1
= 12,2 gram
= –671,5 Q = m × c × ∆T
Jadi, perubahan entalpi pada pembentukan 329,4 kJ mol–1 = 12,2 gram × c × 2,5
standar Mg3N2 sebesar –671,5 kJ mol–1. c = 10,8 k Jg–1°C–1
19.   Jawaban: e c = 10.800 Jg–1°C–1
Jadi, kapasitas panas kalorimeter sebesar
2H2(g ) + O2(g ) → 2H2O(g ) ∆H = –570 kJ
10.800 Jg–1°C–1.
2H2O(g ) → 2H2O(  ) 
  ∆H = –464 kJ
1 23.   Jawaban: d
Reaksi H2O(  ) 
  → H 2(g ) + O2(g ) diperoleh dari
2 60
gabungan reaksi sebagai berikut. 60% gas elpiji mengandung etana =  × 250 =
100
150 gram

42   Termokimia
mol etana = massa : M r  = 150 gram : 30 gram 1 kg gas elpiji = 600 gram C4H10
mol–1 = 5 mol 600 gram
Reaksi pembakaran etana: = 58 grammol−1
1 = 10,34 mol
C2H6(g ) + 3  O2(g ) → 2CO2(g ) + 3H2O(  ) 
 
2
∆Hreaksi pembakaran C2H6 = –1.566,3 kJ
∆H reaksi = (2 ∆H°f CO2(g ) + 3 ∆H°f – (∆H°f C2H6(g )
13,33 mol C2H6 = 13,33 × 1.566,3
1
+3 ∆H°f O2(g )) = 20.878,78 kJ
2
= (2(–395,2 kJ mol–1) + 3(–286,9 kJ mol–1)) ∆Hreaksi pembakaran C4H10 = –2.901 kJ
– (–84,8 kJ mol–1 + 0)
10,34 mol C4H10 = 10,34 × 2.901
= (–790,4 – 860,7) + 84,8
= 1.566,3 kJ mol–1 = 29.996,34 kJ
Kalor pembakaran yang dihasilkan dari 5 mol etana 1 kg gas elpiji menghasilkan kalor sebesar
adalah 5 × 1.566,3 kJ mol–1 = 7.831,5 kJ mol–1. = 20.878,78 + 29.996,34
= 50.875,12 kJ
24.   Jawaban: b
Reaksi: Jadi, tiap rupiah menghasilkan kalor
AgNO3(aq ) + HCl(aq ) → AgCl(s ) + HNO3(aq ) 50.875,12
Q = m × c × ∆T =
6.000
= 200 g × 4,18 Jg–1°C–1 × (22,1 – 21,5)°C = 8,48 kJ
= 501,6 J
27.   Jawaban: b
mol AgCl yang terbentuk = 100 mL × 0,1 M = 10
massa tembaga = 300 kg = 300.000 gram
mmol
c tembaga = 0,35 Jg–1K–1
−Q
Kalor yang menyertai pembentukan AgCl = ∆T = 52°C – 27°C
mol
= 25°C
−501,6 kJ = 25 k
= 10 × 10−3 mol  = –50 : 160 J = –50,16 kJ.
Q = m × c × ∆T
Jadi, kalor yang menyertai pembentukan AgCl = 300.000 gram × 0,35 Jg–1K–1 × 25 K
sebesar –50,16 kJ. = 2.625.000 J
25.   Jawaban: b = 2.625 kJ
∆H reaksi = energi ikatan pereaksi – energi ikatan −Q
mol butana = ∆Hc
hasil reaksi
= ((DC – H) + (DC ≡ N) + (2DH – H)) – ((3DC – H) −2.625 kJ
+ (DC – N) + 2(DN – H)) = −2.475 kJmol
−1

= ((412 kJ mol–1) + (890 kJ mol–1) = 1,06 mol


+ 2(436 kJ mol–1)) – (3(412 kJ mol–1) massa butana = mol × M r = 1,06 mol × 58 g mol–1
+ (293 kJ mol–1) + 2(390 kJ mol–1)) = 61,48 gram
= (890 kJ mol–1 + 872 kJ mol–1 ) 28.   Jawaban: a
– (824 kJ mol–1  + 293 kJ mol–1 + 2O3(g ) + 2O(g ) → 4O2(g ) ∆H°= –840 kJ (dibagi 2)
780 kJ mol–1) ClO(g ) + O(g ) → O2(g ) + Cl2(g ) ∆H = –140 kJ
(dibalik)
= 1.762 kJ mol–1 – 1.897 kJ mol–1
menjadi
= –135 kJ mol–1
O3(g ) + O(g ) → 2O2(g) ∆H°= –420 kJ
Jadi, kalor yang menyertai reaksi tersebut sebesar O2(g ) + Cl2(g ) ClO(g) + O(g) ∆H = +140 kJ
+135 kJ mol–1 (reaksi melepas kalor). –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
O3(g ) + Cl2(g ) → O2(g ) + ClO(g ) ∆H = –280 kJ
26.   Jawaban: d
Elpiji terdiri atas campuran 40% etana dan 60% Jadi, kalor yang menyertai reaksi penguaraian
butana. ozon sebesar –280 kJ (dilepaskan ke lingkungan).
1 kg gas elpiji = 400 gram C2H6
400 gram
= 30 grammol−1
= 13,33 mol

Kimia Kelas XI  43


29.   Jawaban: a Reaksi pembentukan 0,50 mol CH3OH(  ) 
   meng-
Entalpi reaksi pembakaran batu bara dapat hasilkan kalor sebanyak (0,50) × (–254,5 kJ) =
ditentukan dengan membalik dan membagi 2 –127,25 kJ
koefisien reaksi 1), sedangkan reaksi 2) tetap, Jadi, reaksi pembentukan metanol yang melibat-
reaksi 3) dibagi 2. kan 8 gram gas oksigen menghasilkan 0,50 mol
CO(g) → C(s ) +
1
O2(g ) ∆H = +111 kJ
metanol dan kalor sebanyak –127,25 kJ.
2
C(s ) + O2(g ) → CO2(g) ∆H = –394 kJ 3. Entalpi reaksi 2C2H2(g ) + 5O2(g ) → 4CO2(g ) +
H2(g) +
1
O2(g ) → H2O(g ) ∆H = –242 kJ 2H2O(  ) dapat ditentukan dengan membalik dan
2
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– mengalikan dua reaksi 1), mengalikan dua reaksi
CO(g ) + H2(g ) + O2(g ) → CO2(g ) + H2O(g ) ∆H= –525 kJ 2), dan memballik reaksi 3) sehingga menjadi:
30.   Jawaban: a 2C2H2(g ) → 4C(s ) + 2H2(g ) ∆H= –454 kJ
∆Hreaksi = Σ∆H°f produk = Σ∆H°f reaktan 4C(s ) + 4O2(g ) → 4CO2(g ) ∆H = –1574 kJ
∆Hreaksi = (5(∆H°f B2O3(s ) + 9(∆H°f H2O(  ) 
  ) – (2(∆H° 2H2(g ) + O2(g ) → 2H2O(  ) ∆H = –572 kJ
f
B5H9(  ) 
  ) + 12(∆H°
2C2H2(g ) + 5O2(g ) → 4CO2(g )
f O2(g ))
+ 2H2O(  ) ∆H = –2.600 kJ
–8.634 kJ mol–1 = (5(∆Hf° B2O3(s ) + 9(–235,8 kJ mol–1))
Jadi, entalpi reaksi pembakaran sempurna 2 mol
– (2(73,4 kJ mol–1) + 12(0))
etena sebesar –2.600 kJ.
–8.634 kJ mol–1 = (5(∆Hf° B2O3(s ) + 2.122,2 kJ mol–1))
4. a. Reaksi pembentukan gas NO2:
– ((146,8 kJ mol–1) + 0))
N2(g ) + 2O2(g ) → 2NO2(g ) ∆H = –66,4 kJ
(–8634 kJ mol–1) + (146,8 kJ mol–1)
−66,4
= (5(∆H°f B2O3(s ) + (–2.122,2 kJ mol–1)) ∆H pembentukan NO2 =  = –33,2 kJ mol–1
2
–8.487,2 kJ mol–1 = (5(∆Hf° B2O3(s ) + (–2.122,2 kJ mol– b. Reaksi penguraian gas NO2:
1))
2NO2(g) → N2(g)  + 2O2(g)  ∆H = +66,4 kJ
(–8.487,2 kJ mol–1) – (–2.122,2 kJ mol–1) = 5(∆H°f 66,4
B2H3(g ) ∆H penguraian NO2 =
2
 = +33,2 kJ mol–1

–6.365 kJ mol–1 = 5(∆H°f B2O3(s ) 5. Pembentukan gas SO2  dari kristal rombik S
(∆Hf° B2O3(s ) = (–6.365 kJ mol–1) : 5 = 1.273 kJ mol– ditunjukkan oleh ∆H3.
1 ∆H3 = ∆H1 – ∆H2
Jadi, entalpi pembentukan B2O 3(s ) sebesar = (–296,36) – (–0,30)
= –296,06 kJ
1.273 kJ mol–1.
Jadi, reaksi pembentukan gas SO2  dari krital
rombik S melepaskan kalor sebanyak –296,06 kJ.
B. Uraian
1. Pelarutan serbuk kalsium klorida dalam air 6. massa = 9,10 gram
melepaskan kalor karena merupakan reaksi Ar Ag = 108 g mol–1
eksoterm. Panas yang dihasilkan oleh reaksi c = 0,235 Jg–1K–1
dilepaskan ke lingkungan. Sementara itu, reaksi C = 11,3 kJ mol–1
pelarutan amonium nitrat menyerap panas dari
t1 = 25°C = 25 + 273 = 298 K
lingkungan karena merupakan reaksi endoterm.
Panas yang diperlukan oleh reaksi diserap dari t2 = 962°C = 1.235 K
lingkungan. ∆t = 1,235 K – 298 K = 937 K
1 Pemanasan pada perak yaitu pemanasan 0°C
2. C(s,grafit ) + 2H2(g ) + O 2(g ) → CH 3OH(  ) 
 
hingga suhu leleh dan melelehkan pada suhu
2
∆H = –254,5 kJ 962°C.
massa O2(g ) = 8 gram Jumlah kalor yang diperlukan:
massa O2 8 1) Q1 = m × c × ∆t
mol O2(g ) =  =  = 0,25 mol
Ar O2 32 Q1 = 9,10 gram × 0,235 Jg–1K–1 × 937K
mol O2(g ) : mol CH 3OH(  ) 
    = 1 : 2, jadi mol Q1 = 2.003,8 J
CH3OH(  ) 
   yang dihasilkan 0,50 mol

44   Termokimia
m
9. T1 = 20°C; T2 = 35°C; ∆T = (35 – 20)°C = 15°C
2) Q2 = ×C a. Kalor reaksi total pada reaksi diperoleh dari
Ar
penjumlahan kalor reaksi larutan dan kalor
9,10
=  × 11,3 kJ mol–1 reaksi kalorimeter.
108
= 953,28 J 1) Kalor reaksi larutan (∆H1)
∆H1 = m × c × ∆T
Q = Q1 + Q2
= V × ρ × c × ∆T
= 2.003,8 J + 953,28 J
= (250 + 250) mL × 1 g mL–1
= 2.957,08 J
× 1 kal g–1°C–1 × 15°C
7. 2C6H6( ) + 15O2(g ) → 12CO2(g ) + 6H2O( ) = 7.500 kal
massa C6H6 2) Kalor reaksi kalorimeter (∆H2)
Mol C6H6 = M r  C6H6 ∆H2 = C × ∆T
= 120 kal g–1°C–1 × 15°C
31,2
=  mol = 1.800 kal
78
−Q
Kalor reaksi total = ∆H1 + ∆H2
∆H = = (7.500 + 1.800) kal
mol
= 9.300 kal
−633,898 kJ
∆H°c C6H6 = 31,2 = 9,3 kkal
mol
78
1 kal = 4,2 joule
= –1.584,745 kJ mol–1 Kalor reaksi total = 9,3 kkal × 4,2 J
∆Hreaksi = {(12 × ∆H°f CO2 + 6 × ∆H°f H2O) – = 39,06 kJ
Jadi, jumlah kalor reaksi total yang diperlukan
(2 × ∆H°f C6H6 + 15 × ∆H°f O2)}
pada reaksi tersebut sebesar 39,06 kJ.
–1.584,745 = {(12 × (∆H°f CO2) + 6 × (–285,84)
b. Persamaan termokimia:
– (2(–2.426,14) + 15 × (0))} HBr(aq ) + NaOH(aq ) → NaBr(aq ) + H2O(aq )
12 · ∆H°f CO2 = –4.721,985 kJ mol–1 ∆H = 39,06 kJ mol–1

∆H°f CO2 = –393,49 kJ mol–1 10. ∆H reaksi = energi ikatan pereaksi – energi
Jadi, perubahan entalpi pembentukan standar ikatan hasil reaksi
CO2 = –393,49 kJ mol–1. = {(3DC – H) + (DC – C) + (DC = O) + (DC – O)
+ (DO – H) + (3DC – H) + (DC – O) + (DO – H)}
8. Entalpi reaksi 2N2(g ) + 5O 2(g ) + 2H2O(  ) →
– {(6DC = H) + (DC – C) + (DC = O) +
4HNO3(aq ) dapat ditentukan dengan mengguna-
(2DC – O) + (2DO – H)} –
kan reaksi 1) yang dikalikan tiga, reaksi 2) dikali-
 = (3(413 kJ) + 345 kJ + 745 kJ + 358
kan dua, dan reaksi 3) dikalikan dua.
kJ + 467 kJ + 3(413 kJ) + 358 kJ +
6NO(g ) + 3O2(g ) → 6NO2(g ) ∆H = –348 kJ 467 kJ) – (6(413 kJ) + 345 kJ + 745
2N2(g ) + 2O2(g ) → 4NO(g ) ∆H = +366 kJ kJ + 2(358 kJ) + 2(467))
6NO2(g ) + 2H2O(  ) → 4HNO3(aq ) + 2NO(g ) = (745 kJ + 467 kJ + 467 kJ) – (745 kJ
∆H = –274 kJ + 2(467))
2N2(g ) + 5O2(g ) +2H2O(  ) → 4HNO3(aq ) = 0 kJ
∆H = (–348 kJ) + 366 kJ + (–274 kJ)
= –119 kJ
Jadi, etalpi reaksi 2N2(g ) + 5O2(g ) + 2H2O(  ) →
4HNO3(aq ) sebesar –256 kJ (melepas kalor).

Kimia Kelas XI  45


A. Pilihan Ganda melingkar atau tertutup, seperti pada pilihan a,
1.   Jawaban: e b, c, dan e. Pilihan d  merupakan hidrokarbon
Atom karbon merupakan unsur nonlogam rantai lurus.
bernomor atom 6 yang mempunyai elektron 5.   Jawaban: d
valensi 4 sehingga mampu membentuk empat Atom C tersier merupakan atom C yang mengikat
ikatan kovalen dengan atom lain. Kekhasan atom tiga atom C lain. Atom C tersier ditunjukkan oleh
karbon adalah mampu berikatan dengan sesama atom C nomor 6. Atom C sekunder adalah atom
atom C membentuk rantai karbon dengan ikatan C yang mengikat 2 atom C lain. Atom C sekunder
tunggal, rangkap dua, maupun rangkap tiga. ditunjukkan oleh atom C nomor 5 dan 7. Jadi
2.   Jawaban: d atom C tersier dan sekunder berturut-turut
Roti tawar termasuk senyawa organik. Hasil ditunjukkan oleh atom C nomor 6 dan 7. Atom C
pemanasan roti tawar menghasilkan gas yang nomor 1, 3, 4, 8, dan 9 merupakan atom C primer,
dapat membuat air kapur menjadi keruh dan yaitu atom C yang mengikat satu atom C lain.
mengendap. Gas tersebut merupakan gas karbon Atom C nomor 2 merupakan atom C kuarterner,
dioksida (CO 2). Percobaan ini membuktikan yaitu atom C yang mengikat empat atom C lain.
bahwa senyawa organik mengandung unsur 6.   Jawaban: b
karbon dan oksigen. Senyawa organik juga Senyawa hidrokarbon tidak jenuh merupakan
mengandung hidrogen. Adanya hidrogen hidrokarbon yang mempunyai ikatan rangkap dua
dibuktikan dengan menguji titik-titik cair yang atau rangkap tiga. Senyawa-senyawa tersebut
dihasilkan dalam pemanasan senyawa organik mempunyai rantai lurus sehingga strukturnya
dengan kertas kobalt(II). Perubahan warna kertas dapat digambarkan sebagai berikut.
kobalt(II) menjadi merah muda menunjukkan C2H6 : CH3 –– CH3
bahwa titik-titik cairan tersebut adalah air (H 2O).
C3H6 : H2C == CH –– CH3
3.   Jawaban: c
Sifat senyawa organik dan senyawa anorganik C4H10 : H3C –– CH2 –– CH2 –– CH3
yang tepat sebagai berikut. C5H12 : H3C –– CH2 –– CH2 –– CH2 –– CH3
No. Senyawa Organik  Senyawa Anorganik 
C6H14 : H3C –– CH2 –– CH2 –– CH2 –– CH2 –– CH3
Berdasarkan struktur tersebut, senyawa hidro-
1) Tidak stabil terhadap Cenderung stabil ter-
pemanasan. hadap pemanasan.
karbon tidak jenuh ditunjukkan oleh senyawa
2) Mempunyai rantai Tidak mempunyai rantai C3H6. Sementara itu, senyawa lainnya merupakan
karbon. karbon. senyawa hidrokarbon jenuh karena hanya mem-
3) Sukar larut dalam pelarut Lebih mudah larut dalam punyai ikatan tunggal.
polar. pelarut polar.
4) Tersusun atas ikatan Tersusun atas ikatan ion. 7.   Jawaban: c
kovalen. Senyawa hidrokarbon adalah senyawa yang
5) Titik didih dan titik leleh Titik didih dan titik leleh
rendah. tinggi. hanya tersusun atas karbon dan hidrogen. Contoh
senyawa hidrokarbon yaitu C 8H18, C4H6, dan
Jadi, pasangan sifat senyawa organik dan anorganik C3H8. Senyawa hidrokarbon termasuk senyawa
yang tepat ditunjukkan oleh angka 2) dan 4). organik sederhana. Senyawa yang tersusun atas
karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, dan fosfor
4.   Jawaban: d
merupakan senyawa organik, misal H 2O, C2H6O,
Hidrokarbon dengan rantai karbon siklis
CO2, C4H6, C5H5N, C6H12O6, dan C12H22O11.
merupakan hidrokarbon dengan struktur rantai

46 Ulangan Tengah Semester 


8.   Jawaban: a 2,3-dimetil pentana (C 7 H 16 
 ): 
Struktur senyawa: CH3
CH3 |
| CH3 – CH – CH – CH 2 – CH 3
H3C –– CH2 –– C3 –– CH2 –– CH –– CH 3 |
1 2 4
| |5 CH3
CH3 H2C –– CH3 2,2,3,3-trimetil butana (C 8 H 18 
 ): 
6 7

Senyawa hidrokarbon tersebut mempunyai rantai CH3 CH3


utama yang terdiri atas 7 atom C sehingga | |
disebut heptana. Dua cabang metil terletak pada CH3 – C – C – CH 3
atom C nomor 3 dan satu cabang metil terletak | |
pada atom C nomor 5. Dengan demikian, nama CH3 CH3
senyawa tersebut adalah 3,3,5-trimetil heptana. Jadi, senyawa yang titik didihnya paling tinggi
adalah dekana.
9.   Jawaban: e
Struktur CH 3 12.   Jawaban: e
| Senyawa 2,3-dimetil pentana mempunyai 7 atom
H2C –– CH –– CH –– CH 3 C dan 16 atom H. Isomer senyawa tersebut juga
4 3 2 1
| | mempunyai jumlah atom C dan H yang sama,
CH3 CH2 yaitu senyawa 2,2,3-trimetil butana. Senyawa 3-
5
| metil pentana berisomer dengan senyawa 2,3-
CH3 dimetil butana yang tersusun atas 6 atom C dan
(2-metil-3-etil pentana) 14 atom H. Senyawa 3-etil heksana berisomer
dengan senyawa 2,4-dimetil heksana yang
Struktur a adalah 2,2,4-trimetil pentana. Struktur
tersusun atgas 8 atom C dan 18 atom H.
b adalah 2,3,4-trimetil pentana. Struktur c adalah
3-etil-2,2-dimetil pentana. Struktur d adalah 2,2,3- 13.   Jawaban: b
trimetil pentana. Isomer geometri adalah isomer ruang yang
10.   Jawaban: c dimiliki oleh alkena. Isomer geometri terjadi jika
Senyawa alkena adalah senyawa hidrokarbon atom C yang berikatan rangkap mengikat gugus-
yang mengandung ikatan rangkap dua. Senyawa gugus yang berbeda. Jika gugus yang sama diikat
alkena ditunjukkan oleh struktur c. Struktur a dan dalam satu ruang disebut isomer cis. Jika gugus
d  hanya tersusun atas ikatan tunggal sehingga yang sama diikat dalam ruang berseberangan
termasuk alkana. Struktur b  dan e  mempunyai disebut isomer trans. Struktur b  merupakan
ikatan rangkap tiga sehingga termasuk alkuna. struktur isomer geometri trans.
11.   Jawaban: a 14.   Jawaban: a
Titik didih senyawa hidrokarbon berbanding lurus Senyawa dengan struktur:
dengan massa molekul relatifnya. Semakin besar CH3
M r  senyawa, titik didih semakin tinggi. Pada |
 jumlah M r  sama, senyawa berantai lurus lebih H3C –– C –– CH == C –– CH 3
6 5 4 3
tinggi titik didihnya dibanding senyawa dengan | |
banyak cabang. Rumus struktur senyawa- CH3 H2C –– CH3
senyawa dekana, oktana, 2-metil heptana, 2 1

2,3-dimetil pentana, dan 2, 2, 3, 3-tetrametil mempunyai rantai utama yang tersusun atas
butana sebagai berikut. 6 atom C dengan ikatan rangkap pada atom C
Dekana (C 10 H 22  ):  nomor 3. Satu cabang metil diikat pada atom C
CH3 – CH2 – CH 2 – CH2 – CH 2 – CH 2 – CH 2 – nomor 3 dan dua cabang metil diikat pada atom
CH2 – CH2 – CH3 C nomor 5. Dengan demikian, nama senyawa
tersebut adalah 3,5,5-trimetil-3-heksena.
Oktana (C 8 H 18  ): 
CH3 – CH2 – CH 2 – CH2 – CH 2 – CH 2 – CH 2 – 15.   Jawaban: d
CH3 Pembuatan alkena dapat dilakukan melalui reaksi
dehidrasi alkohol dengan asam sulfat pekat dan
2-metil heptana (C 8 H 18 
 ): 
pemanasan. Reaksi ini menghasilkan alkena dan
CH3 – CH – CH2 – CH 2 – CH 2 – CH 2 – CH 3 air. Reaksi dehidrasi 3-pentanol menghasilkan
| 2-pentena sesuai persamaan reaksi berikut.
CH3

Kimia Kelas XI  47


OH 19.   Jawaban: a
| Reaksi antara 2-heksena (alkena) dengan asam
H2SO4
H3C – CH2 – CH – CH2 – CH 3    klorida berlangsung sesuai aturan Markovnikov,
[pemanasan]
(3-pentanol) yaitu hidrogen dari asam halida akan berikatan
dengan atom C yang mengikat lebih banyak
H3C – CH = CH – CH 2 – CH 3 + H2O
(2-pentena)
hidrogen. Dengan demikian, reaksi berlangsung
sesuai persamaan reaksi berikut.
16.   Jawaban: b
Senyawa 3-metil butuna merupakan senyawa H3C –– CH == CH –– CH 2 –– CH2 –– CH3 + H – Cl  
alkuna (hidrokarbon yang mempunyai ikatan
rangkap tiga) dengan struktur: H3C –– HC –– CH 2 –– CH2 –– CH2 –– CH3
|
H3C –– CH – C  CH (C5H8) Cl
|
CH3 Hasil reaksi berupa senyawa 2-kloro heksana.
Reaksi juga dapat berlangsung dengan mem-
Isomer rangkanya berasal dari golongan yang bentuk 3-kloro heksana. Akan tetapi, senyawa
sama dan mempunyai jumlah atom C dan H sama, hasil reaksi ini persentasenya sangat kecil.
misal struktur b  (1-pentuna). Struktur a (C6H14)
termasuk senyawa alkana. Struktur c (C5H10) 20.   Jawaban: e
dan e (C 5 H 10 ) termasuk alkena dan saling Minyak bumi tersusun atas senyawa hidrokarbon.
berisomer. Struktur d (C4H6) termasuk alkuna, Contoh senyawa penyusun minyak bumi yang
tetapi bukan isomer 3-metil butuna karena rumus berstruktur alifatik adalah isooktana. Metil
rumus molekulnya berbeda. sikloheksana, etil sikloheksana, dan siklopentena
mempunyai struktur cincin. Sementara itu, etil
17.   Jawaban: a benzena termasuk senyawa aromatik.
H3C –– C == C3–– CH == CH 2
5
|
4
|
2 1 21.   Jawaban: e
CH3 CH3 Komponen bensin yang paling banyak cabangnya
adalah isooktana atau 2,2,4-trimetil pentana,
Gugus metil terikat pada atom C nomor 3 dan 4, dengan rumus molekul
sedangkan ikatan rangkap dua terletak pada CH3
atom C nomor 1 dan 3. Dengan demikian, nama |
senyawa tersebut adalah 3,4-dimetil-1,3-pentadiena. CH3 – CH – CH2 – C – CH3
18.   Jawaban: a | |
Gas metana dapat dibuat melalui beberapa CH3 CH3
proses di antaranya sintesis Grignard, sintesis
Dumas, dan reaksi karbida dengan air. 22.   Jawaban: d
Penyulingan minyak bumi dilakukan berdasarkan
Sintesis Grignard merupakan reaksi untuk meng-
perbedaan titik didih komponen penyusunnya.
hasilkan alkana dari reaksi antara senyawa
Fraksi hasil minyak bumi yang paling cepat
Grignard dengan air.
menguap adalah elpiji yang mempunyai titik didih
CH3MgBr + H2O  CH 4 + MgOHBr paling rendah. Fraksi minyak bumi yang
Sintesis Dumas digunakan untuk membuat alkana mempunyai titik didih paling tinggi akan menguap
dengan memanaskan campuran garam natrium paling akhir. Urutan fraksi minyak bumi dari titik
karboksilat dengan NaOH. didih terendah yaitu elpiji, petroleum eter, bensin,
O nafta, dan kerosin. Jadi, kerosin mempunyai titik
//  didih paling tinggi.
CH3 – C + NaOH  CH 4 + Na2CO3
\  23.   Jawaban: b
O – Na Senyawa penyusun minyak bumi berupa
Reaksi aluminium karbida dengan air seperti berikut. hidrokarbon alifatik rantai terbuka maupun
Al4C3 + 12H2O  3CH4 + 4Al(OH)3 tertutup dan hidrokarbon aromatik. Semakin
Sintesis Wurts digunakan untuk membuat alkana besar berat molekul hidrokarbon, titik didihnya
dari alkil halida dengan mereaksikan alkil halida semakin besar. Dengan demikian, grafik yang
tersebut dengan logam Na: tepat menggambarkan hubungan antara berat
3CH3Cl + 2Na  CH3 – CH3 + 2NaCl molekul dan titik didih hidrokarbon dalam minyak
bumi adalah grafik b.

48 Ulangan Tengah Semester 


24.   Jawaban: d 197 kJ. Persamaan tersebut dapat ditulis
Data hasil penyulingan bertingkat minyak bumi 2SO3(g )  3O2(g ) + 2S(s ) + 197 kJ.
dan kegunaannya sebagai berikut.
29.   Jawaban: a
No.
Jumlah Titik  
Kegunaan n AgNO3 = 25 mL × 0,1 M
Atom C Didih (°C)
= 2,5 mmol = 2,5 × 10–3 mol
1. 1–4 <40 Bahan bakar kompor gas n HCl = 25 mL × 0,1 M
2. 5–10 40–180 Bahan bakar kendaraan = 2,5 mmol = 2,5 × 10–3 mol
bermotor
3. 11– 15 180 –250 Bahan bakar kompor minyak massa = 50 mL × 1 gmL–1 = 50 gram
dan pesawat jet T = 0,5°C
4. 13– 25 250–350 Bahan bakar mesin diesel Q = m × c × T
5. 26–28 >350 Residu = 50 gram × 4,2 Jg–1°C–1 × 0,5°C
= 105 J
25.   Jawaban: a Q
Kualitas bensin dilambangkan dengan nilai oktan Kalor netralisasi = – n
yang didasarkan pada pembakaran isooktana
105
dan n - heksana. Isooktana sukar terbakar =–
2,5  103
sehingga bernilai 100, sedangkan n -heksana
sangat mudah terbakar sehingga bernilai 0. = 42.000 J
Kualitas bensin ditentukan sesuai perbandingan = –42 kJ
campuran kedua senyawa tersebut. Bensin 30.   Jawaban: b
dengan nilai oktan 85 mempunyai kualitas sama Berdasarkan diagram reaksi diketahui beberapa
dengan campuran senyawa 85% isooktana dan reaksi berikut.
15% n -heksana. 1) C(s ) + O2(g )  CO2(g ) H1

26.   Jawaban: e 1
2) C(s ) + O2(g )  CO(g ) + 2
O2(g ) H2
Kalor pembentukan standar adalah kalor yang 1
menyertai pembentukan 1 mol senyawa dari unsur- 3) CO(g ) + 2
O2(g )  CO2(g ) H3
unsur pembentuknya dalam keadaan standar, misal Nilai entalpi H2 dapat ditentukan dengan meng-
reaksi e. Reaksi a merupakan reaksi pembakaran. gunakan reaksi 1) dan 3), yaitu reaksi 1) tetap,
Reaksi b merupakan reaksi pembentukan tetapi sedangkan reaksi 3) dibalik.
bukan dari unsur-unsurnya. Reaksi c merupakan
C(s ) + O2(g )  CO2(g ) H1
reaksi pembentukan, tetapi dari ion-ionnya. 1
Reaksi d merupakan reaksi pembentukan, tetapi CO2(g )  CO(g ) + 2 O2(g ) –H3
pembentukan 2 mol senyawa. ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
1
27.   Jawaban: d C(s ) + O2(g )  CO(g ) + O (g )
2 2
H2 = H1 – H3

Diagram reaksi menunjukkan reaksi CH 2CH2 +


31.   Jawaban: b
HCl  CH3CH2Cl merupakan reaksi eksoterm
1) Reaksi pembentukan CO 2(g )
karena melepaskan kalor sebanyak 48 kJ. Pada
C(s ) + O2(g )  CO2(g ) H = a kJmol–1
reaksi eksoterm, kalor berpindah dari sistem ke
lingkungan. Reaksi eksoterm menghasilkan kalor 2) Reaksi pembentukan H 2O()
1
karena entalpi pereaksi lebih tinggi dari entalpi H2(g ) + O2(g )  H2O() H = b kJmol–1
2
hasil reaksi. Reaksi eksoterm mempunyai nilai
 H negatif (–). Sebaliknya, reaksi endoterm
3) Reaksi pembakaran CH3OH)
3
menyerap kalor dari lingkungan ke sistem reaksi. CH3OH() + O2(g )
CO2(g ) + 2H2O()

2
Reaksi endoterm menyerap panas karena entalpi H = c kJmol –1
pereaksi lebih kecil daripada entalpi hasil reaksi. Perubahan entalpi pembentukan metanol
Reaksi endoterm mempunyai nilai H positif (+). ditentukan dengan reaksi 1) tetap, mengkalikan
28.   Jawaban: a dua reaksi 2), serta membalik reaksi 3)
Reaksi N2O4(g )  2NO2(g ) – 58 kJ merupakan C(s ) + O2(g )  CO2(g ) H = a kJmol –1

reaksi endoterm karena reaksi membutuhkan 2H2(g ) + O2(g )  2H2O() H = 2b kJmol–1


kalor sebesar 58 kJ. Persamaan tersebut juga 3
CO2(g ) + 2H2O()  CH3OH() + 2 O2(g )
dapat ditulis N2O4(g )  2NO2(g ) H = +58 kJ.
Sementara itu, reaksi-reaksi yang lain termasuk H = –c kJmol –1
1
reaksi eksoterm. Misal reaksi 2SO 3(g )  3O2(g ) C(s ) + 2H2(g ) + O2(g )  CH3OH()
2
+ 2S(s ) H = –197 kJ yang melepaskan kalor H = (a + 2b – c) kJmol –1

Kimia Kelas XI  49


32.   Jawaban: c 36.   Jawaban: d
3 3Fe2O3(s ) + CO(g )  CO2(g ) + 2Fe3O4(s )
Reaksi Fe2O3(s )   2Fe(s )
+ O2(g ) 2 H = Hproduk – Hreaktan
H = +824 kJ
merupakan reaksi penguraian Fe 2O3(s ) yang = (H°f CO2(g ) + 2H°f Fe3O4(s )) – (3H°f
bersifat endoterm. Reaksi memerlukan kalor dari Fe2O3(s ) + H°f CO(g )
lingkungan karena entalpi reaktan lebih rendah = (–394 kJmol–1  + 2(–1.120 kJmol–1))
daripada entalpi produk. Dengan demikian, grafik – (3(–822 kJmol –1) + (–110 kJmol –1))
yang tepat menggambarkan reaksi adalah grafik c. = (–394 kJmol–1  + (–2.240 kJmol–1))
Grafik e   menunjukkan reaksi pembentukan
– (–2466 kJmol –1) + (–110 kJmol–1))
Fe2O3(s ) yang bersifat eksoterm.
= (–2634 kJmol–1) – (–2576 kJmol –1)
33.   Jawaban: b = –58 kJmol-1
Massa tembaga = 303 kg = 303.000 g Jadi, entalpi reaksi 3Fe 2 O 3 ( s ) + CO( g ) 
ctembaga  = 0,38 Jg–1K–1 CO 2 ( g ) + 2Fe 3 O 4 ( s ) adalah –58 kJmol –1
t = 90°C – 25°C (melepas energi)
= 65°C = 65 K 37.   Jawaban: d
Hc C4H10 = –2.475 kJmol –1 Reaksi pelarutan MgCl 2(s ) anhidrat dalam air.
MgCl2(s ) + H2O()   MgCl2(aq )
Q = m · c · T
H = –25 kal mol –1
= (303.000 g)(0,38 Jg –1K–1)(65 K) Reaksi pembentukan hidrat.
= 7.484,1 kJ MgCl2(s ) + H2O()   MgCl2.2H2O
Q H = –30 kal mol –1
Mol butana = Hc C4H10 Reaksi pelarutan hidrat MgCl 2.2H2O dalam air
7.484,1kJ MgCl2.2H2O + H2O()   MgCl2(aq )
=  = 3,02 mol
2.475kJmol
1
Perubahan entalpinya dapat ditentukan dengan
Massa butana = mol  M r cara berikut.
= 3,02 mol  58 g/mol MgCl2(s ) + H2O()   MgCl2(aq )
= 175,16 gram H = –25 kal mol –1
MgCl2.2H2O   MgCl2(s ) + H2O()
34.   Jawaban: c H = +30 kal mol–1
H reaksi =  E pemutusan reaktan – E peng-
Reaksi:
gabungan produk MgCl2.2H2O + H2O()   MgCl2(aq )
H reaksi = (2(DO–O + 2DO–H)) – (4DO–H + DO=O) H = +5 kal mol–1
= (2(146 kJmol–1  + 2(412 kJmol –1))
38.   Jawaban: e
– (4(412 kJmol –1) + 495 kJmol–1) massa KOH = 14 gram
= (2(146 kJmol–1  + 824 kJmol –1)) M r KOH = 56 gmol–1
– (1648 kJmol –1 + 495 kJmol–1) T = 37°C – 25°C = 12°C
= 2(970 kJmol–1) – (2.143 kJmol –1) Kalor jenis larutan = kalor jenis air = 4,2 Jg –1°C–1
Q m  c  T
= 1940 kJmol–1  – 2.143 kJmol-–1 H= =
mol mol
= –203 kJmol –1 100 gram  4,2 Jg1C1  12C
=
Jadi, reaksi penguraian 2H 2O2(g )  2H2O(g ) + 14gram
56 gmol1
O2(g ) mempunyai entalpi sebesar –203 kJmol –1. 100 gram  56 gmol1  4,2 Jg 1C 1  12 C
=
35.   Jawaban: a 14 gram
Untuk mendapatkan reaksi tersebut, maka 39.   Jawaban: a
persamaan reaksi 1) dibalik dan dikalikan 2, AgNO3(aq ) + NaCl(aq )  AgCl(s ) + NaNO3(aq )
sedangkan untuk persamaan 2) dikalikan 3 0,1 mmol 0,2 mmol
sehingga menjadi: Q
H =
3CO 2 (g ) + 4Fe(s )  2Fe2O3(s ) + 3C(s ) mol
Q
H° = –468,2 kJ –84.000 kJ = 0,1mmol
3C(s ) + 3O2(g )  3CO 2 (g ) H° = –1.180,5 kJ Q = 8.400 J
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Q = m × c × T
4Fe(s ) + 3O2(g )  2Fe2O3(s ) H° = –1.648,7 kJ
8.400 J = 200 gram × 4,2 Jg –1°C–1 × (T)

50 Ulangan Tengah Semester 


8.400 J d. 3,3,4-trimetil heksana
T =
200 gram  4,2 Jg1C1 H 3C
= 10°C |
Jadi, kenaikan suhu yang terjadi pada reaksi H3C –– CH2 –– CH ––– C ––– CH 2 –– CH3
sebesar 10°C. | |
40.   Jawaban: a CH3 H3C
7 3. Isomer senyawa 3-metil-1-butena ada 5 sebagai
C2H6(g ) + 2 O2(g )  2CO2(g ) + 3H2O() berikut.
H°c = –1.559,877 kJmol –1 a. H2C == CH –– CH –– CH3
|
Hreaksi = {2 · H°
f CO2  + 3 · H°
f H2O} CH3
7 3-metil-1-butena
– {H°f C 2H6 + 2  · H°f O2}
b. H2C == C –– CH2 –– CH3
–1.559,877 kJ = {2(–393,512) + 3 · H°f H2O)} |
7 CH3
– {(–84,667) + 2 (0)} 2-metil-1-butena

3 · H°f H 2O = –857,52 c. H3C –– C == CH –– CH 3


|
H°
f H2O = –285,84 kJmol–1 CH3
Jadi, H°f untuk H2O sebesar –285,84 kJmol –1. 2-metil-2-butena
d. H2C == CH –– CH 2 –– CH2 –– CH3
B. Uraian 1-pentena

1. Kandungan C dan H dalam hidrokarbon dibukti- e. H3C –– CH == CH –– CH 2 –– CH3


2-pentena
kan dengan pembakaran hidrokarbon tersebut
dalam ruang tertutup dan mengalirkan hasil 4. a. volume oktana dalam bensin = 35% × 1 L
pembakarannya ke dalam air kapur untuk menguji = 350 mL = 0,35 L
adanya C dalam hidrokarbon. Kandungan C volume C8H18
mol C8H18 =
dalam hidrokarbon akan berubah menjadi gas 22,4L
CO2  yang mengubah air kapur menjadi keruh. =
0,35L
Kandungan H dalam hidrokarbon dibuktikan 22,4 L
dengan menguji titik-titik air dalam wadah dengan = 1,56 × 10–2 mol
kertas kobalt(II). Kandungan H dalam hidrokarbon
25
akan berubah menjadi H 2O dalam pembakaran mol O2 = 2
 × 1,56 × 10–2 mol
yang dapat mengubah warna kertas kobalt(II)
menjadi merah muda. = 0,195 mol
2. Struktur senyawa-senyawa tersebut sebagai volume O2 = mol × 22,4 L
berikut. = 0,195 mol × 22,4 L = 4,368 L
a. 2-metil butana Jadi, volume gas oksigen yang dihasilkan
oleh pembakaran etana sebanyak 4,368 L.
H3C –– CH –– CH2 –– CH3
| b. Reaksi pembakaran oktana: 2C8H18( g ) +
CH3 25O2(g )  16CO2(g ) + 18H2O(g )
b. 2,4-dimetil pentana massa C8H18
mol C8H18 =
H3C –– CH –– CH 2 –– CH –– CH 3 M r C8H18

| | 912 gram
=
CH3 CH3 114 gram

c. 3-etil-2-metil heksana = 8 mol


16
CH3 mol CO2 =  × 8 mol
2
|
H3C –– CH –– CH –– CH 2 –– CH2 –– CH3 = 64 mol
| massa CO2 = mol × Ar CO2
C 2 H2
= 64 mol × 44 gram mol –1
= 2.816 gram

Kimia Kelas XI  51


18 Q
mol H2O =  × 8 mol 8. H = mol
2
= 72 mol Q Q
= 35,6gram  = 0,772 mol  = –1.240 kJmol–1
massa H2O = mol × Ar H 2O 46,07gmol 1

= 72 mol × 18 gram mol –1 Q = 957,28 kJ


Q = C × T
= 1,296 gram 957,28 kJ = C × (76°C – 35°C)
Hasil pembakaran tidak sempurna bensin 957,28 kJ= C × (41°C)
menghasilkan gas CO yang berbahaya bagi C = 23,35 kJ°C–1
tubuh. Hemoglobin dalam darah lebih mudah Jadi, kapasitas panas kalorimeter tersebut
berikatan dengan CO daripada dengan O 2. sebesar 23,35 kJ°C –1.
Dengan demikian, jika di sekitar kita terdapat
9. C2H5OH + O2  CH3COOH + H2O
banyak gas CO dan terhirup, darah akan
lebih banyak mengandung CO dan sedikit H H H O H H
mengandung oksigen sehingga dapat | | | // \ / 
mengakibatkan kehilangan kesadaran H – C – C – OH + O = O  H – C – C + O
hingga kematian. | | | \ 
5. Bilangan oktan bensin merupakan bilangan yang H H H O–H
menunjukkan kualitas bensin saat dibakar dalam Hreaksi = (energi ikatan pereaksi) – ( energi
mesin. Bilangan oktan bensin didasarkan pada ikatan hasil reaksi)
pembakaran isooktana yang sukar terbakar dan = (5DC – H + DC – C + DC – O + DO – H + DO = O)
n -heksana yang mudah terbakar. Bensin yang – (3DC – H + DC – C + D C = O + D C – O +
mudah terbakar menimbulkan ketukan dalam 3DO = H)
mesin. Nilai bilangan oktan bensin besar berarti
bensin sukar terbakar sehingga pembakaran = (5(417) + 357 + 465 + 500,6) – (3(417)
dapat dilakukan secara perlahan dan ketukan + 726,6 + 357 + 3(465))
dalam mesin dapat berkurang. = (2.085 + 357 + 465 + 500,6) – (1.251
6. massa NH4Cl = 4,5 gram + 726,6 + 357 + 1.395)
massa air = 53,0 gram = 3.407,6 – 3.729,6
massa total = 4,5 gram + 53,0 gram = 57,5 gram = –322 kJ
T = 15,20°C – 20,40°C = –5,20°C Reaksi pembentukan 1 mol asam asetat dari
Q = m × c × T 1 mol etanol melepaskan 322 kJ.
= 57,5 gram × 4,2 Jg –1°C–1 × (–5,20°C) Kalor yang dilepaskan 27,6 gram etanol
= –1.255,8 J 27,6 g
= 46 grammol 1  × (–322 kJmol–1)

4,50 gram
mol NH4Cl =  = 0,08 ml = –193,2 kJ
53,5 gram mol1
Q ( 1,258J) Jadi, kalor yang dilepaskan untuk mengubah
H =  =
mol 0,08 mol  = 15.697,5 J 27,6 gram etanol menjadi asam asetat sebesar
Jadi, perubahan entalpi reaksi pelarutan NH 4Cl 193,2 kJ.
adalah 15.697,5 J.
10. Diketahui:
1
7. Reaksi pembentukan NCl3(g ) adalah N2(g ) + Massa gelas beaker   + air = 1.000 g
2
3 Massa jenis air = 1 gcm –3
Cl2(g )  NCl3(g ). Reaksi ini dapat ditentukan
2 Kalor jenis air + kaca = 4,2 Jg –1°C–1
dengan menggunakan reaksi 1), membagi 2 T = (33 –25)°C
3
reaksi 2), serta membalik dan mengkalikan = 8°C
2
reaksi 3). Ditanyakan: H pembakaran etanol . . . ?
NH3(g ) + 3Cl2(g )  NCl3(g ) + 3HCl(g ) H1 Jawab:
1 3 1 Kalor yang dilepas etanol = kalor yang diterima
N2(g ) + H2(g )  NH3(g )  H2
2 2 2 air dan kaca
3 3 3
3HCl(g )  H (g ) + 2 Cl2(g )
2 2
– 2 H3 Kalor yang diterima air + kaca
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
1 3 1 3 = m × c × T = 1.000 g × 4,2 Jg–1°C–1 × 8°C
Reaksi: 2 N2(g ) + 2 Cl2(g )  NCl3(g ) H = H1 + 2 H2 – 2 H3 = 33.600 J = 33.6 kJmol –1
Jadi, perubahan entalpi reaksi pembentukan Kalor yang dilepas = 33,6 kJmol –1
1 3
NCl3(g ) dirumuskan sebagai H1 + 2 H2 – 2 H3. Jadi, H pembakaran etanol = –33,6 k/mol –1.

52 Ulangan Tengah Semester 


Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:
1. menentukan persamaan laju reaksi dan orde reaksi berdasarkan data hasil percobaan;
2. memahami teori tumbukan (tabrakan) untuk menjelaskan reaksi kimia;
3. terampil merancang, melakukan, dan menyimpulkan, serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang memengaruhi laju
reaksi.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1. menyadari adanya keteraturan dari sifat laju reaksi dan mensyukurinya sebagai wujud kebesaran Tuhan Yang Maha Esa serta
memanfaatkannya dengan penuh tanggung jawab;
2. mempunyai rasa ingin tahu dan jiwa kreatif tinggi, serta berperilaku jujur, disiplin, teliti, dan proaktif saat bekerja sama dalam
kelompok praktikum.

Laju Reaksi

Mempelajari

Teori Tumbukan dan Faktor-Faktor yang


Kemolaran dan Pengertian Laju Reaksi
Memengaruhi Laju Reaksi

Mencakup Mencakup

1. Kemolaran (M ) 1. Pengertian Teori Tumbukan


2. Pengertian Laju Reaksi (v ) 2. Faktor-Faktor yang Memengaruhi Laju
3. Persamaan Laju Reaksi dan Orde Reaksi Reaksi
3. Peranan Katalis dalam Makhluk Hidup
dan Industri
4. Penafsiran Grafik Faktor-Faktor yang
Memengaruhi Laju Reaksi

Mampu

 Menentukan persamaan laju reaksi dan orde reaksi berdasarkan


data hasil percobaan.
• Mendeskripsikan teori tumbukan untuk menjelaskan reaksi kimia.
• Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi laju reaksi.
• Mensyukuri keteraturan sifat laju reaksi dan memanfaatkannya
dengan penuh tanggung jawab.
• Mengembangkan sikap rasa ingin tahu, kreatif, jujur, disiplin, teliti,
dan proaktif dalam kegiatan praktikum faktor-faktor yang
memengaruhi laju reaksi.

Kimia Kelas XI  53


A. Pilihan Ganda Laju berkurangnya (penguraian) NO2 : laju
pembentukan NO = 1 : 1 (sesuai dengan
1.   Jawaban: b
perbandingan koefisiennya).
mol NaOH
Molaritas NaOH = Laju penguraian NO2 = laju pembentukan NO
volume NaOH
= 1,4 × 10–3 M menit–1
1.000
0,2 M = mol NaOH ×  L Jadi, laju pembentukan gas NO adalah
300
1,4 × 10–3 M menit–1.
mol NaOH = 0,06 mol
Massa NaOH = mol NaOH × M r NaOH 6.   Jawaban: e
= 0,06 mol × 40 g mol–1 Persamaan reaksi:
= 2,4 gram 2NO + O2 → 2NO2
Jadi, banyaknya NaOH yang dilarutkan adalah Mula-mula : 0,6 mol 0,5 mol –
2,4 gram. Reaksi : 0,4 mol 0,2 mol 0,4 mol
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
2.   Jawaban: c Setimbang : 0,2 mol 0,3 mol 0,4 mol
V 1 × M 1 = V 2 × M 2
Berdasarkan reaksi tersebut, O2 terurai sebanyak
100 mL × 0,1 M = V 2 × 0,01 M 0,2 mol dan tersisa sebanyak 0,3 mol. Sementara
10 itu, NO terurai sebanyak 0,4 mol dan tersisa
V 2 = 0,01
sebanyak 0,2 mol.
= 1.000 mL 0,2
[NO]sisa  =  mol L–1
Volume pelarut yang ditambahkan: 4
0,3
(1.000 – 100) mL = 900 mL [O2]sisa =  mol L–1
4
Jadi, volume pelarut yang ditambahkan sebanyak
900 mL. v = k [NO]2[O2]
2
0,2   0,3 
3.   Jawaban: d = 1,6    
M r HCl = 1 + 35,5 = 36,5  4   4 
8 gram = 3 × 10–4 mol L–1 s–1
Mol HCl = 36,5
 = 0,2 mol
Jadi, laju reaksi pada sekon kelima sebesar
0,2 mol 3 × 10–4 mol L–1 s–1.
Molaritas HCl =  = 2 mol L–1
0,1liter
Selama 5 sekon, NO2 terbentuk 0,4 mol.
Jadi, konsentrasi larutan HCl yang terjadi 2 mol L–1.
d[NO2 ]
[v NO ] =
4.   Jawaban: b 2 dt 
Massa jenis = 1,01 g/1 mL. 0,4 mol/4 L
=  = 0,02 mol L–1 s–1
Jadi, dalam 1 mL larutan HCOOH terdapat 1,01 5s
gram HCOOH. Jadi, laju rata-rata pembentukan NO2  sebesar
HCOOH yang terdapat dalam larutan tersebut 0,02 mol L–1 s–1.
4,6 7.   Jawaban: b
=  × 1,01 g = 0,0464 gram
100
massa HCOOH 5,4
mol HCOOH 5,4 gram Al =  = 0,2 mol
M r  HCOOH 27
M HCOOH =  =
volume HCOOH volume HCOOH
Volume larutan = 2 liter
0,0464 g
46 g mol −1
0,2
=  = 1,010 M [Al] =  = 0,1 mol L–1
1 × 10 −3
L 2

Jadi, konsentrasi larutan HCOOH adalah 1,010 M. d[Al] 0,1mol.L−1


v Al =  = 20 s
 = 0,005 mol L–1 s–1
dt 
5.   Jawaban: a v HCl : v Al = 6 : 2
1
Reaksinya: NO2 → NO + O2 v HCl = 3 · v Al = 3 · 0,005 = 0,015 mol L–1 s–1
2
v AlCl : v Al = 2 : 2
3
v AlCl = v Al = 0,005 mol L–1 s–1
3

54 Laju Reaksi 
8.   Jawaban: a 13.   Jawaban: c
Reaksi penguraian N2O5 sebagai berikut. 1 3
Laju reaksi N2 : laju reaksi H2 =  :
2 2
2N2O5 → 4NO2 + O2
1
Laju reaksi N2 =  · laju reaksi H2
Laju reaksi penguraian N2O5 = 3 × 10–6 mol L–1 s–1 3
1
Laju reaksi pembentukan NO2 v N =  · v H
3
4
=  × laju reaksi penguraian N2O5 14.   Jawaban: b
2
4 Harga laju reaksi bertambah tiga kali jika suhu
=  × 3 × 10–6 dinaikkan 20°C sehingga:
2
= 6 × 10–6 mol L–1 s–1 a = 20°C
Jadi, laju pembentukan NO2  adalah 6 × 10–6 b=3
mol L–1 s–1. v  = a mol L–1 s–1 jika t 0 = 30°C
T 1 = 10°C
9.   Jawaban: c T 2 = 90°C
Laju reaksi dapat dinyatakan sebagai berkurangnya ∆T 

konsentrasi pereaksi (A dan B) per satuan waktu v 1 = b a v 0


atau bertambahnya konsentrasi hasil reaksi T1−T 0 10 − 30
1
(C dan D) per satuan waktu. = b a
v 0 = 3 20
· a = 3–1 · a = a
3

10.   Jawaban: e T2 −T 0


a
Grafik a menyatakan reaksi orde 1, yaitu laju reaksi v 2 = b v 0
90 − 30 60
berubah secara linear. Grafik b menyatakan reaksi
= 3 20
 · a = 3  · a = 33 · a = 27a
20

orde 0, yaitu laju reaksi tidak dipengaruhi oleh


konsentrasi larutan. Grafik c menyatakan reaksi Jadi, laju reaksinya secara berturut-turut adalah
1 1
orde , yaitu laju reaksi berubah secara eksponen- a dan 27a.
2 3
sial (akar dua). Grafik d menyatakan reaksi orde 15.   Jawaban: d
2, yaitu laju reaksi berubah secara eksponensial N2(g ) + 3H2(g ) → 2NH3(g )
(kuadrat). Grafik e menyatakan reaksi orde –2, yaitu
v  = k [N2][H2]3
laju reaksi berbanding terbalik secara eksponensial
3
(kuadrat).  0,9   1,2 
= 2,56  
 4   4 
11.   Jawaban: a
Bom yang meledak dapat dikategorikan reaksi yang = 2,56 · 0,225 · 0,027 = 1,55 × 10–2 M s–1
berlangsung sangat cepat hanya dalam hitungan Jadi, harga laju reaksinya adalah 1,55 × 10–2 M s–1.
sekon. Sementara itu, reaksi pada perkaratan 16.   Jawaban: b
logam, pelapukan kayu, peragian tempe, dan Persamaan laju reaksi: v  = k [P ]m[Q ]n.
peluruhan zat radioaktif dapat dikategorikan reaksi Orde reaksi total merupakan jumlah orde reaksiP 
yang berlangsung lambat. Perkaratan logam dan dan Q .
pelapukan kayu dapat berlangsung dalam hitungan Orde reaksi P  dihitung dari percobaan 2) dan 3).
minggu atau bulan. Peragian tempe dapat m n
v 2 k   [P ]2   [Q ]2 
berlangsung dalam hitungan hari. Peluruhan zat v 3
=    
k   [P ]3   [Q ]3 
radioaktif dapat berlangsung dalam hitungan jutaan m n
tahun. 3,5 × 10−2  6,0 × 10−3   1,6 × 10−2 
=  −2 
  −2 

7,0 × 10−2  1,2 × 10   1,6 × 10 
12.   Jawaban: d m
1 1  1
v  = k [A] 2 [B ] 2 =  
2  2
1 1 m
= k (4)2 4 2  1  1
 2 =  2
   
= k (16)(2)
m=1
= 32k 
Orde reaksi Q  dihitung dari percobaan 1) dan 3).
Jadi, laju reaksi akan meningkat 32 kali. m n
v 1 k   [P ]1   [Q ]1 
=    
v 3 k   [P ]3   [Q ]3 
m n
 1,2 × 10 −2   3,2 × 10 −2 
1, 4 × 10 −1
=  
  1,6 × 10 −2 
7,0 × 10−2  1,2 × 10
−2
  

Kimia Kelas XI  55


2 = (2)n 19.   Jawaban: d
(2)1 = (2)n v = k [A]x [B ]y
n=1 Jika konsentrasi awal A tetap dan konsentrasi B 
Orde reaksi total = m + n = 1 + 1 = 2 diperbesar menjadi 2 kali, kecepatan reaksi menjadi
Jadi, orde reaksi total reaksi tersebut adalah 2. 8 kali semula.
17.   Jawaban: e v 1 = k [A]x [2B ]y = 8k [A]x [B ]y
Orde reaksi A, [B 2] tetap → percobaan 1) dan 4). 2y [B ]y = 8 [B ]y
v 1 k 
m
 [A ]1   [B 2 ]1 
n
2y = 8
=    
v 4 k   [ A ]4   [B 2 ]4  y=3
m
 0,1 
n Jika konsentrasi B   tetap dan konsentrasi A
6  0,1 
=  0,2    diperbesar menjadi 3 kali, kecepatan reaksi menjadi
24    0,1 
3 kali semula.
6  1
m
v 2 = k [3A]x [B ]y = 3k [A]x [B ]y
=  
24  2 3x [A]x = 3 [A]x
m 3x = 3
1  1
=   x=1
4  2
2 m
Jadi, persamaan laju reaksinya yaitu v  = k [A] [B ]3.
 1  1
2 =   20.   Jawaban: d
   2
A + 2B  → C 
m=2
Mula-mula : 1 1 –
Orde reaksi B 2, [A] tetap → percobaan 1) dan 2). 1 1 1
Reaksi :
m n 4 2 4
v 1 k   [ A ]1   [B 2 ]1  ––––––––––––––––––––––––––
=    
v 2 k   [ A]2   [B 2 ]2  3 1 1
Sisa :
m 4 2 4
6  0,1   0,1 n
=  0,1   0,2  v = k  [A] [B ]2 = k  [
3 1
] [ ]2 = k  [
3
][
1
]=
3

12     4 2 4 4 16
3
1  1
n
Jadi, laju reaksi saat A tinggal  mol L–1 sebesar
=   4
2 2 3
k .
n=1 16
Persamaan laju reaksi: v  = k [A]2[B 2].
Misal pada percobaan 1) B. Uraian
v 1 = k [A]12[B 2]1
1. Volume = 500 mL = 0,5 L
6 = k (0,1)2(0,1) M  = 0,3 M
6 = k  · 10–3 mol = M  × V 
6 = 0,3 M × 0,5 L
k =  = 6.000
10−3 = 0,15 mol
Jadi, harga tetapan laju reaksinya adalah 6.000. Massa CO(NH2)2 = mol × M r
18.   Jawaban: a = 0,15 mol × 60 g mol–1
Berdasarkan data, rumus laju reaksi: = 9 gram
∆T  Jadi, massa CO(NH2)2 sebesar 9 gram.
v t = (∆v ) 15 v o
2. a.
∆T 
v t = (3) 15 v o [Fe] + [CO2]
40 − 25
X = (3) 15  0,005
15
X = (3)15  · 0,005 [Fe2O3] + [CO]

X = (3)1 · 0,005 = 0,015 M s–1


Jadi, laju reaksi pada suhu 40°C sebesar
d[Fe2O3 ] d[CO]
0,015 M s–1. b. v Fe  = –  dan v CO = –
2O3 dt  dt 

56 Laju Reaksi 
d[Fe] d[CO2 ] 4
c. v Fe =  dan v CO = 0,4 =
dt  2 dt  dt 
1 1 1 4
d. v Fe  = v CO = v   = v CO dt = 0,4  = 10 sekon
2O3 3 2 Fe 3 2

3. Persamaan reaksi: 2SO2(g ) + O2(g ) → 2SO3(g ) Jadi, waktu yang diperlukan saat gas Br2 tinggal 8
mol adalah 10 sekon.
0,6
a. Konsentrasi gas SO3 =  mol L–1
4 5. 2NH3(g )  → N2(g ) + 3H2(g )
= 0,15 mol L–1 a. Laju reaksi pembentukan gas N2 dan gas H2
d[SO3 ] 1) Laju reaksi pembentukan gas N2
v SO =
3 dt  Mol N2 = 0,6 mol
0,15 − 0
= 12,5 − 0 0,6
Molaritas N2 =  = 0,12 M
5
–1 –1
= 0,012 mol L  s d[N2 ] 0,12
v N  =  =  = 0,006 M s–1
b. 2SO2 ~ 2SO3 2 dt  20
2 2 2) Laju reaksi pembentukan gas H2
0,012 0,012 3
v SO = 0,012 Mol H2 =  × 0,6 = 1,8 mol
2
1
1,8
c. 2SO2 ~ 1O2 Molaritas H2 =  = 0,36 M
5
2 1
d[H2 ] 0,36
0,012 0,006 v H  =  =  = 0,018 M s–1
2 dt  20
v O = 0,006 M s–1
2 Jadi, laju reaksi pembentukan N2  sebesar
4. Persamaan reaksi: 0,006 M s–1, sedangkan laju reaksi pem-
Setelah 5 detik  bentukan H2 = 0,018 M s–1.
2NO(g ) + Br2(g ) → 2NOBr(g ) b. Laju penguraian NH3
Mula-mula : 9 mol 12 mol – 2
Mol NH3 =  × 0,6 = 1,2 mol
Reaksi : 4 mol 2 mol 4 mol 1
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– 1,2
Sisa : 5 mol 10 mol 4 mol Molaritas NH3 =  = 0,24 M
5
d[NH3 ] 0,24
Laju reaksi pembentukan NOBr v NH = –  = – = –0,012 M s–1
3 dt  20
mol NOBr = 4 mol
Jadi, laju reaksi penguraian NH3 = 0,012 M s–1.
4
Molaritas NOBr =  = 2 M
2 6. a. Persamaan reaksi:
d[NOBr] 2H2(g ) + O2(g ) → 2H2O(g )
v NOBr =
dt  2 mol H2O ~ 1 mol O2
2 0,15 mol H2O ~ 0,075 mol
=  = 0,4 M s–1 0,075
5
Jadi, konsentrasi gas O2 = 2,5
  mol L–1
= 0,03 mol L–1.
Setelah gas Br tinggal 8 mol 
2 Mol H2O ~ 2 mol H2
2NO(g ) + Br2(g ) → 2NOBr2(g ) 0,15 mol H2O ~ 0,15 mol H2
Mula-mula : 9 mol 12 mol – Jadi, konsentrasi gas H2
Reaksi : 8 mol 4 mol 8 mol 0,15
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– = 2,5  = 0,06 mol L–1.
Sisa : 1 mol 8 mol 8 mol
b. Laju reaksi pembentukan uap air
Laju reaksi pembentukan NOBr 0,15mol
mol NOBr = 8 mol 2,5L
=  = 0,0075 M s–1
8 8 sekon
Molaritas NOBr = 2  = 4 M
2H2 + O2 → 2H2O
d[NOBr] 2 1 2
v NOBr =
dt  0,0075 0,00375 0,0075

v H  = 0,0075 M s–1; v O  = 0,00375 M s–1


2 2

c. v H O = 0,0075 M s–1


2

Kimia Kelas XI  57


7. T 0 = 10°C Pada percobaan 1)
t 0 = 10 menit = 600 sekon v = k  [H2] [NO]2
a = 10°C x = 16,67(0,05)(0,4)2
b =2 x = 0,13
t 1 = 75 sekon
Jadi, harga tetapan laju reaksi sebesar 16,67 dan
1a
∆T 
harga x  sebesar 0,13 M s–1.
t 1 = b
· t 0
9. Persamaan laju reaksi diperoleh setelah mengetahui
T1−T 0

1 a orde reaksi setiap reaktan. Misal, persamaan laju


t 1 = b · t 0
reaksi: v = k [F2]m [ClO2]n.
T 1−10

1 10 a. Orde reaksi F2  dihitung dari percobaan 1)


75= 2
· 600 dan 2)
m n
75 1
T 1−10
10
v 1 k   [F2 ]1   [ClO2 ]1 
= v 2
=    
600 2 k   [F2 ]2   [ClO2 ] 2 
m n
T 1−10
1, 2 × 10 −3  0,01   0,1 
1 1 10
=  0,04   
= 2 4,8 × 10 −3    0,1 
8
m
3
T 1−10 1  1
 1 1 10
=  
  = 4  4
2 2 1 m
 1  1
T 1 − 10  4 =  4
=3    
10
T 1 – 10= 30 m=1
T 1 = 40°C b. Orde reaksi ClO2 dihitung dari percobaan 1)
Jadi, suhu saat reaksi selesai dalam waktu dan 3)
m n
75 sekon adalah 40°C. v 1 k   [F2 ]1   [ClO2 ]1 
=    
v 3 k   [F2 ]3   [ClO2 ]3 
8. Misal persamaan laju reaksi: v  = k  [H2]m [NO]n
m
Orde reaksi terhadap H2, NO tetap → percobaan 1, 2 × 10−3  0,01   0,1 n
=  0,01   0,2 
3) dan 4). 2,4 × 10−3    
m n n
v 3 k   [H2 ]3
  [NO]3  1  1
=     =  
v 4 k   [H2 ]4   [NO]4  2 2
m n 1 n
0,1 k   0,15 
 0,2   1  1
=      2 =  2
0,2 k   0,30   0,2     
1  1
m
n=1
=  
2  2 Persamaan laju reaksi:
m=1 v = k [F2]m[ClO2]n
Orde reaksi terhadap NO, H2 tetap → percobaan = k [F2]1[ClO2]1
2) dan 3). = k [F2][ClO2]
m n
v 2 k   [H2 ]2   [NO]2 
=     10. 4NH3(g ) + 5O2(g ) → 4NO(g ) + 6H2O()
v 3 k   [H2 ]3   [NO]3 
Misal persamaan laju reaksi: v  = k  [NH3]x [O2]y
m n
0,025 k   0,15   0,1 
=     Jika [O2] diperbesar 2 kali dan [NH3 ] tetap,
0,1 k   0,15   0,2 
kecepatan menjadi 8 kali semula.
n
1  1 v 1 = k  [NH3]x [2O2]y = 8k  [NH3]x [O 2]y
=  
4 2
[2O2]y = 8 [O2]y
n=2
2y [O 2]y = 8 [O2]y
Jadi, rumus laju reaksinya adalah v = k [H2] [NO]2.
2y = 8
Misal pada percobaan 2)
y=3
v = k  [H2] [NO]2
0,025 = k (0,15)(0,1)2 v 2 = k  [3NH3]x [3O2]y = 81k  [NH3]x [O 2]y
0,025 = k (0,0015) [3NH3]x [3O2]y = 81 [NH3]x [O2]y
k = 16,67 3x [NH3]x 3y [O 2]y = 81 [NH3]x [O2]y

58 Laju Reaksi 
3x 3 y = 81 Jika dalam ruang tersebut direaksikan 2,8 mol NH3
3x 33 = 81 dengan 1 mol O2, waktu yang diperlukan sebagai
berikut.
3x · 27 = 81
3x = 3 v = k  [NH3] [O2]3
1
x=1 = k  [NH3] [O2]3

Jadi, persamaan laju reaksinya yaitu:
1
v  = k  [NH3] [O2]3 = 0,0286(2,8)(1)3

Jika dalam ruang 1 liter direaksikan 0,7 mol NH3
t = 12,5 sekon
dengan 0,5 mol O2, reaksi berlangsung selama
400 sekon. Jadi, waktu yang diperlukan jika reaksi terjadi
antara 2,8 mol NH3 dengan 1 mol O2 yaitu 12,5
v = k  [NH3] [O2]3
sekon.
1
= k  [NH3] [O2]3

3
1  0,7   0,5 
= k    
400  1   1 
1
= k (0,7)(0,125)
400
k = 0,0286

A. Pilihan Ganda 3. Jawaban: d


Katalis merupakan zat yang dapat mempercepat
1.   Jawaban: b
reaksi dengan memberikan jalan lain dengan energi
Tumbukan efektif dapat terjadi apabila tumbukan
pengaktifan (Ea) lebih rendah. Berdasarkan data
antarpartikel pereaksi atau reaktan berlangsung
tersebut dapat diketahui bahwa reaksi yang
sempurna. Tumbukan efektif akan menghasilkan
berlangsung dengan katalis akan menghasilkan
produk reaksi serta memiliki energi yang lebih besar
banyak gelembung gas. Dengan demikian, zat yang
daripada energi pengaktifan. Semakin kecil harga
bertindak sebagai katalis berupa ion Co2+ dan Fe3+.
energi pengaktifan, semakin efektif tumbukan ber-
langsung dan semakin cepat reaksi berlangsung. 4.   Jawaban: a
Reaksi dapat berlangsung lebih cepat jika zat yang
2.   Jawaban: b
direaksikan memiliki luas permukaan dan
konsentrasi yang lebih besar. Luas permukaan
yang besar dimiliki oleh zat yang bentuknya lebih
   i
  g
  r
X = Ea kecil. Dengan demikian, reaksi yang berlangsung
  e
  n paling cepat berdasarkan data tersebut adalah
   E
Pereaksi percobaan 1) karena logam Fe berbentuk serbuk
Y = ∆H
dengan konsentrasi HCl paling besar.
Hasil reaksi
5.   Jawaban: e
Koordinat Reaksi Perbedaan pada percobaan 1) dan 3) adalah
Grafik tersebut menjelaskan bahwa reaksi terjadi bentuk zat P  (konsentrasi dan suhu tetap). Pada
dengan melepaskan kalor. Energi hasil reaksi lebih percobaan 1) zat P  berbentuk serbuk, sedangkan
kecil daripada energi pereaksi sehingga ∆H ber- percobaan 3) berbentuk kepingan. Hal ini berarti
harga negatif (∆H = –). Reaksi tersebut merupakan faktor yang memengaruhi laju reaksi adalah luas
reaksi eksoterm. Y merupakan harga perubahan permukaan.
entalpi (energi yang dibebaskan). X merupakan 6.   Jawaban: e
energi pengaktifan. Reaksi berlangsung jika energi Kayu berbentuk balok memiliki bentuk yang lebih
pengaktifan dapat terlampaui. Jika energi peng- kecil daripada kayu berbentuk gelondongan.
aktifan rendah, pada suhu rendah reaksi sudah Semakin kecil bentuk kayu, luas permukaannya
dapat berlangsung. Namun, jika energi pengaktifan semakin besar. Dengan demikian, kayu berbentuk
tinggi, reaksi hanya dapat berlangsung jika suhu balok akan lebih mudah dibakar (bereaksi) daripada
 juga tinggi.

Kimia Kelas XI  59


kayu berbentuk gelondongan. Sementara itu, suhu 12.   Jawaban: d
yang tinggi, konsentrasi yang besar, dan adanya a=2
katalis akan mempercepat laju reaksi. Tekanan 75°C − 35°C
n=  = 4
dapat berpengaruh pada laju reaksi untuk reaksi 10°C
kesetimbangan. v  = an . v 0
7.   Jawaban: a v  = 24 . v 0 = 16v 0
Kenaikan suhu mengakibatkan energi kinetik Jadi, laju reaksi meningkat 16 kali.
molekul-molekul pereaksi bertambah. Kondisi ini
13.   Jawaban: d
memungkinkan pereaksi untuk lebih banyak ber-
Dalam dunia industri, penggunaan katalis untuk
tumbukan sehingga reaksi dapat terjadi lebih cepat.
mempercepat proses kesetimbangan reaksi. Jika
8.   Jawaban: c kesetimbangan cepat tercapai, produk semakin
Reaksi antara HCl dengan Na2S2O3 menghasilkan mudah terbentuk sehingga lebih menguntungkan.
endapan belerang dengan reaksi sebagai berikut. 14.   Jawaban: e
Na2S2O3(aq ) + 2HCl(aq ) → 2NaCl(aq ) + S(s ) + Pengaruh luas permukaan bidang sentuh untuk
SO2(g ) + H2O() mempercepat laju reaksi hanya berlaku pada zat
Pembentukan belerang semakin cepat jika reaksi padat. Kalsium karbida adalah zat padat yang jika
berlangsung cepat. Reaksi berlangsung lebih cepat direaksikan dengan air akan menghasilkan gas
 jika konsentrasi pereaksi besar (volume larutan asetilen. Semakin kecil ukuran kalsium karbida,
kecil) dan reaksi berlangsung pada suhu tinggi. semakin cepat terbentuk gas asetilen.
Penambahan air pada reaktan akan memperkecil 15.   Jawaban: c
konsentrasi sehingga kecepatan reaksi berkurang. Laju reaksi percobaan (1) terhadap (2) dipengaruhi
Jadi, pada reaksi di atas, endapan belerang akan oleh suhu dan pengadukan karena ukuran partikel
cepat terbentuk pada 10 mL HCl 2 M + 10 mL padatan (luas permukaan) sama, sedangkan
Na2S2O3 1 M pada suhu 45°C. perlakuan suhu dan ada tidaknya pengadukan
berbeda. Laju reaksi percobaan (1) terhadap (3)
9. Jawaban: e
dipengaruhi oleh suhu, pengadukan, dan luas
a=3
permukaan karena perlakuan suhu, pengadukan,
80°C − 20°C
n=  = 3 dan ukuran partikel padatan berbeda. Laju reaksi
20°C
percobaan (2) terhadap (3) hanya dipengaruhi oleh
v t = an . v 0 luas permukaan karena ukuran partikel padatan
1 1 berbeda, sedangkan perlakuan suhu dan ada
= an .
t  t 0
tidaknya pengadukan sama. Laju reaksi percobaan
1 1 (3) terhadap (5) hanya dipengaruhi oleh pengaduk-
= 33 .
t  9 an karena perlakuan ukuran partikel padatan dan
1 1 suhu sama, sedangkan perlakuan ada tidaknya
= 27 .
t  9 pengadukan berbeda. Laju reaksi percobaan (4)
1 terhadap (5) hanya dipengaruhi oleh suhu karena
=3

perlakuan ukuran partikel padatan dan ada tidaknya
1 pengadukan sama, sedangkan suhunya berbeda.
t  =  menit
3
Jadi, waktu yang diperlukan untuk berlangsungnya B. Uraian
o 1
reaksi pada suhu 80 C adalah  menit.
3 1. Bentuk padatan reaktan berpengaruh terhadap laju
10.   Jawaban: d reaksi karena bentuk padatan reaktan berhubungan
Katalis berfungsi membantu mempercepat ter- dengan luas permukaan. Padatan berbentuk serbuk
bentuknya molekul kompleks teraktivasi dengan permukaan bidang sentuhnya lebih luas dibanding
cara mengefektifkan tumbukan antarpereaksi. dengan padatan berbentuk kepingan/bongkahan.
Akibatnya, tahap-tahap reaksi akan bertambah dan Semakin luas permukaan bidang sentuh reaktan,
energi pengaktifan turun. semakin banyak frekuensi tumbukan sehingga
kemungkinan terjadinya tumbukan efektif juga
11.   Jawaban: c semakin banyak. Dengan demikian, semakin kecil
Katalis adalah zat yang berfungsi mempercepat ukuran partikel reaktan, laju reaksi semakin cepat.
laju reaksi tanpa mengalami perubahan tetap
dalam reaksi tersebut. Zat yang berfungsi sebagai
katalis akan terbentuk kembali dengan jumlah
yang sama pada akhir reaksi seperti zat C .

60 Laju Reaksi 
2. Pada kedua reaksi terdapat perbedaan perlakuan c. Gas NO dan NO2  digunakan untuk mem-
berupa ada tidaknya katalis, bentuk partikel logam percepat reaksi pada pembuatan asam sulfat
tembaga, dan konsentrasi larutan HCl. Sementara dengan cara bilik timbal.
itu, suhunya sama. Dengan demikian, faktor-faktor d. Larutan kobalt(II) klorida (CoCl2) dan larutan
yang memengaruhi laju reaksi pada kedua gambar besi(III) klorida (FeCl3) digunakan untuk
tersebut berupa katalis, luas permukaan, dan mempercepat reaksi pada penguraian hidrogen
konsentrasi. peroksida.
e. Batu kawi (MnO2) digunakan untuk mem-
3. Percobaan 1) terhadap 2) 
percepat reaksi penguraian kalium klorat.
Pada percobaan 1) terhadap 2) hanya dipengaruhi
oleh luas permukaan zat karena bentuk partikel 5. Laju reaksi pada suhu 10oC
CaCO3 berbeda, sedangkan konsentrasi HCl dan a=3
suhunya sama. 10°C − 30°C
n=  = –1
Percobaan 2) terhadap 4)  20°C
Pada percobaan 2) terhadap 4) hanya dipengaruhi v  = an . v 0
oleh konsentrasi karena konsentrasi HCl berbeda, 1
v = 3–1 . b = b mol L–1 s–1
sedangkan suhu dan bentuk partikel CaCO3 sama. 3

Percobaan 3) terhadap 5)  Laju reaksi pada suhu 90oC


Pada percobaan 3) terhadap 5) dipengaruhi oleh luas a=3
permukaan dan suhu karena bentuk partikel CaCO3 90°C − 30°C
n=  = 3
20°C
dan suhunya berbeda, sedangkan konsentrasi
larutan HCl sama. v = an . v 0
v = 33 . b = 27b mol L–1 s–1
4. a. Besi oksidasi (FeO) digunakan sebagai katalis
dalam industri pembuatan amonia. 1
Jadi, nilai laju reaksi pada suhu 10oC sebesar b
3
b. Vanadium pentaoksida (V2O5) digunakan
mol L–1 s–1 , sedangkan pada suhu 90oC sebesar
sebagai katalis dalam industri pembuatan
27b mol L–1 s–1.
asam sulfat.

Kimia Kelas XI  61


  m
  a
   l
  a   s
   i
   d    l
  s   p
   i   a   i
   t   r
   l   u    t
  a   i
   t    d   a   s
  a   H    K  u
   K   k    d
  n   I
  n
  n   u   a
  a   l   n   m
  n   h   a
  a
  r    k   a
  r    l
  e   a   e   a
   P   M    P   d

  n
  a
  a
   i    k
  s   u
  a
  r   m
   t   r
  n   e
  e    P   s
   i
  s   u    l
  s   a
  n   a    h    t
  o   u   u   a
   K    L    S    K

  n   g   j
  u
   f
   i   a
   f   n   a
   t    i
   t   a   L
   k    k   y   i
  e
   f   a   r    h
   E   g   o   u
   t
  n   n    k   r
  a   e   a   a
   k    P    F   g
   i   -
  r   n    i
  u   g   e   s
   b   r   o
   t   m    k
  m   e    k   e   a
  u   n   a   e
   T    E    F   M    R

  n  g   j
  u
  a   n
   d  a   a
   L
  n  y   i
  a   r   h
   k   o
  u   t   u
   b   k   r
   i   a   a
  m    F  g
  s   u  -
   k    T  r   n    i
  a    i   o  e   k
  s
  r   t   m
  e   o   e   a
   k
  e
   R   e   a
   T   F   M    R
  u
   j
  a
   L
  n   j
  u
  a   a
   d   L
  n  n
  a   a
  r   i
  a   t
   l   r   i
  o  e   s
  g   k
  m  n  a
  e   e   e
   K   P   R

   )    )    i


     M     v
   (
  s
   k
   (    i   a
  n   s   e
  a
  r    k    R
  a   a
   l   e   e
  o    R    d
  r
  m   u
   j    O
  e   a
   K    L   n
  a
  n    d
  a
   i    i
   t   s
  r    k
  e   a
  g   e
  n    R
  e
   P   u
   j
  a
   L
  n
  a
  a
  m
  a
  s
  r
  e
   P

   )    i    i


     k
   (   s   s
   i    k    k
  s   a   a
   k   e   e
  a    R    R
  e   e   u
   R    d    j
  r   a
  u
   j    L
  a    O
  n
   L   a
  n   a
  a   m
  p   a
  a
   t   s
  r
  e   e
   T    P
   l
  e
   b
  a
   i
  r
  a
   V

62 Laju Reaksi 
A. Pilihan Ganda 5.   Jawaban: d
Persamaan reaksi:
1.   Jawaban: a
1
Mol KOH = V  KOH × M  KOH N2O5(g)   2NO2(g) + O (g) 
2 2
250
=  × 0,1 M = 0,025 mol vN  = 2,5 × 10–5 mol L–1 s–1
1.000 2O5

Massa KOH = mol KOH × M r KOH 1


Laju pembentukan gas O2 =  × vN
–1 2 2O5
= 0,025 mol × 56 gram mol
1
= 1,4 gram =  × (2,5 × 10–5)
2
Jadi, massa kristal KOH sebanyak 1,4 gram.
= 1,25 × 10–5
2.   Jawaban: c Jadi, laju pembentukan gas O2   sebesar
ρmadu = 1,4 gram/cm3 1,25 × 10–5 mol L–1 s–1.
= 1,4 gram/1 mL
= 1,4 gram/10–3 L 6.   Jawaban: d
= 1.400 gram/L Persamaan laju reaksi v  = k  [A]2. Berdasarkan
Dalam 1 liter larutan madu terdapat 1.400 gram persamaan tersebut, orde reaksi A adalah dua,
madu. sedangkan orde reaksi B   adalah nol. Dengan
demikian, laju reaksi dipengaruhi oleh perubahan
35
Massa glukosa =  × massa madu konsentrasi A  saja. Laju reaksi hasil reaksi AB 
100
tidak memengaruhi laju reaktan. Koefisien pereaksi
35
=  × 1.400 A (satu) tidak sama dengan orde reaksinya (dua).
100
= 490 gram 7.   Jawaban: d
Orde reaksi Br2, konsentrasi NO tetap →  per-
massa glukosa
Mol glukosa = cobaan 1 dan 2.
M r glukosa
m n
490 gram v 1 k   [NO]1 
 [Br2 ]1 
= v 2
=    
180 gram mol−1 k   [NO]2   [Br2 ] 2 

= 2,72 mol 0,04


m
k   0,2   0,1 
n

≈ 2,7 mol 0,08


=    
k   0,2   0,2 
n
mol glukosa 1  1
M glukosa = =  
volume larutan 2 2
2,7 mol n=1
=
1L
= 2,7 M Orde reaksi NO → percobaan 1 dan 3.
m n
Jadi, molaritas glukosa dalam madu 2,7 M. v 1 k   [NO]1
  [Br2 ]1 
= k   [NO]   [Br ] 
3.   Jawaban: e
v 3  3   2 3 

m n
1.000 0,04 k   0,2   0,1 
M  Mg(OH)2 = mol × 0,96
=    
V  k   0,4   0,3 
m
1.000 1  1  1
= 0,2 mol ×  L–1 =   3
400 24 2  
= 0,5 mol L–1 3  1
m

= 0,5 M =  
24 2
m
Jadi, konsentrasi Mg(OH)2 yang dibuat adalah 0,5 M.  1  1
  =  
8 2
4.   Jawaban: d
Laju reaksi merupakan pengurangan konsentrasi m=3
pereaksi atau mol pereaksi tiap liter tiap satuan Jadi, orde reaksi totalnya 1 + 3 = 4.
waktu. Dapat juga diartikan sebagai penambahan
konsentrasi produk atau mol produk tiap liter tiap
satuan waktu.

Kimia Kelas XI  63


8.   Jawaban: a n=1
v  = k [NO]2[O2] Persamaan laju reaksi:
= 125(2 × 10–3)2(3 × 10–3) v  = k [A]2[B ]
= 1,5 × 10–6 M s–1 Pecobaan 1)
Jadi, laju reaksi 1,5 × 10–6 M s–1. v  = k [A]2[B ]
6 = k (0,2)2(0,2)
9.   Jawaban: e 6
Orde reaksi B , [A] dan [C ] tetap → percobaan 2) 6 = k  · 0,04 · 0,2 → k  = 0,008  = 750
dan 3). Pecobaan 4)
v 2 k   A2
m n
  B2   C 2 
o
v  = k [A]2[B ]
=      
v 3 k  A3   B3   C 3   = 750(0,4)2(0,2)
0,025 k   0,10 
m
 0,10   0,05 
n o = 750(0,16)(0,2) = 24 M s–1
=       Jadi, harga x  = 24.
0,050 k   0,10   0,20   0,05 
n
1  1 11.   Jawaban: b
=  
2 2 Orde reaksi H+, [BrO3–] dan [Br–] tetap → percobaan
n=1 2) dan 4)
m n o
k   [BrO3 ]2
  [Br − ]2   [H+ ]2 

v 2
Orde reaksi C , [A] dan [B ] tetap → percobaan 1) =    [Br − ]   [H+ ] 
v 4 k   [BrO3 ]4 

 4   4 
dan 2).
1 m n o
m n o
v 1 k   A1   B1   C 1  t 2 k   0,8   0,24   0,01 
=       1 =      
v 2 k k   0,8   0,24   0,02 
 A2   B2   C 2   t 4

m n o
0,100 k   0,10 
 0,10   0,10  1
 0,01 
o
=       100
=  
0,025 k   0,10   0,10   0,05  1
50
 0,02 
4 = 2o o
1  1
o=2 =  
2 2
Orde reaksi A → percobaan 3) dan 4). o=1
m n o Jadi, orde reaksi H+ adalah 1.
v 3 k   A3   B3   C 3 
=      
v 4 k  A4   B4   C 4   12.   Jawaban: b
0,050 k   0,10 
m
 0,20   0,05 
n o Rumus laju reaksi: v  = k [A]2
=      
0,400 k   0,20   0,20   0,10  v  5,0 × 10 −7 mol L−1 s −1
k  = 2
= 2
1  1
m
 1
o
[A] ( 0,2molL−1 )
=   2
8 2   = 125 × 10–7 mol–1 L s–1
m 2
1  1  1 = 1,25 × 10–5 mol–1 L s–1
=    
8 2 2
13.   Jawaban: d
m=1
Orde reaksi NO, H2 tetap → reaksi 1) dan 2).
Jadi, persamaan laju reaksinya adalah m n
v 1 k   [NO]1   [H2 ]1 
v  = k [A][B ][C ]2. =    
v 2 k   [NO]2   [H2 ]2 
10.   Jawaban: b k   0,5 
m n
0,5  0,5 
Misal persamaan laju reaksi v  = k [A]m[B ]n. =    
2 k   1,0   0,5 
Orde reaksi A, [B ] tetap → percobaan 1) dan 5). m
n 1  0,5 
v 1 k   0,2   0,2 
m =  
4  1,0 
 =  0,6  
v 5 k     0,2  2 m
 1  1
m m 2 m 2 =  
6  0,2  1  1  1  1   2
 =   →  =   →    =  
54  0,6  9 3 3 3 m=2
m=2 Orde reaksi H2, [NO] tetap → reaksi 2) dan 4).
Orde reaksi B , [A] tetap → percobaan 1) dan 2). m n
m v 2 k   [NO]2   [H2 ]2 
v 1 k   0,2   0,2  n =    
  v 4 k   [NO]4   [H2 ]4 
v 2
 = k   0,2   0,4 
  2 k   1,0 
m
 0,5 
n

n n 1 n =    
6  0, 2       
1 1 1 1 6 k   1,0   1,5 
 =   → 2  =   →    =  
12  0, 4  2 2 2

64 Laju Reaksi 
1  0,5 
n 16.   Jawaban: d
=   P  + 2Q  → PQ 2
3  1,5 
1 n Mula-mula : 1 1 –
 1  1
3 = 3 1 2 1
    Reaksi :
4 4 4
n=1 ––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Jadi, persamaan laju reaksinya adalah 3 2 1
Sisa :
v  = k [NO]2[H2]. 4 4 4

Reaksi 1) v = k [P ][Q ]2


v = k [NO]2[H2] 3 2
2

v = k    4 
0,5 = k (0,5)2 (0,5) 4
k = 4 12 3
v = k  = k 
64 16
Reaksi 3) 3
v = k  [NO]2[H2] Jadi, laju reaksi saat konsentrasi P   tinggal  M
4
= 4 (1,5)2 (1,0) = 9 M s–1 3
adalah k  M s–1.
16
Jadi, harga X  adalah 9 M s–1.
17.   Jawaban: b
14.   Jawaban: b
Misal persamaan orde reaksi: v  = k [CO]m[O2]n. a = 10°C, n = 2
Menentukan rumus laju reaksi: T 1 = 40°C → v 1 = x mol L–1 s–1
Orde reaksi [CO], [O2] tetap → percobaan 1) dan 3) T 2 = 10°C → v 2 = . . .?
m n
v 1 k   [CO]1   [O 2 ]1  T 3 = 80°C → v 3 = . . .?
=  [CO]   [O ] 
v 3 k   3  2 3 ∆T 
n
 (0,2) 

m  (0,1)  v 2 = n a
v 1
x =    
k   (0,4) 
 (0,1) 
4x   10 − 40
1
m =2 10  · x = 2–3 x = x mol L–1 s–1
 x   0,2  8
  =   ∆T 
 4x   0,4 
v 3 = n a
 · v 1
m
 1  1
  =   80 − 40
4 2 =2 10  · x = 24x = 16x mol L–1 s–1
2 m
 1  1 Jadi, reaksi yang berlangsung pada suhu 10°C dan
  =  
2 2 1
m=2 80°C mempunyai laju reaksi x mol L–1 s –1 dan
8
16x mol L–1 s–1.
Orde reaksi [O2], [CO] tetap → percobaan 1) dan 2)
m n 18.   Jawaban: d
v 1  [CO]1 
k   [O 2 ]1 
=    [O ]  Laju reaksi 4) dan 5) hanya dipengaruhi oleh ukuran
v 2 k   [CO] 2   2 2
(luas permukaan partikel). Hal ini karena jumlah
m n
x  (0,2)
k   0,1  CaCO3 dan konsentrasi HCl antara kedua gelas
=    0,3 
3x k   ( 0,2 )    sama. Akan tetapi, ukuran CaCO3 pada gelas 4)
 x   0,1 
n berupa kepingan kecil, sedangkan CaCO3 pada
  =   gelas 5) berupa kepingan besar. Laju reaksi 1)
 3x   0,3 
1 n terhadap 2) dipengaruhi oleh jumlah dan ukuran
 1  1
  =   CaCO3 karena jumlah dan ukuran par tikel CaCO3
 3 3
pada kedua gelas berbeda, sedangkan konsentrasi
n=1
HCl sama. Laju reaksi 2) terhadap 3) dipengaruhi
Jadi, rumus laju reaksi yaitu v  = k [CO]2[O2]. Jika oleh ukuran dan jumlah CaCO3 karena konsentrasi
[CO] = 0,3 M dan [O2] = 0,2 M, v  = k (0,3)2(0,2). HCl sama, yaitu 1 M. Ukuran CaCO 3   yang
ditambahkan pada gelas 2) berbentuk kepingan
15.   Jawaban: a kecil sebanyak 3 gram, sedangkan pada gelas 3)
Laju reaksi pembakaran logam magnesium di udara berupa serbuk sebanyak 2 gram. Laju reaksi 3)
dipengaruhi oleh suhu udara, bentuk magnesium, terhadap 4) dipengaruhi oleh ukuran dan
dan konsentrasi oksigen. konsentrasi. Jumlah (massa) CaCO3   yang
ditambahkan sama yaitu 2 gram, hanya saja pada

Kimia Kelas XI  65


gelas 3) CaCO3 berupa serbuk dan konsentrasi 22.   Jawaban: b
HCl 1 M, sedangkan pada gelas 4) CaCO3 berupa Proses kontak adalah reaksi antara belerang
kepingan dan konsentrasi HCl 2 M. Laju reaksi 5) dioksida dengan oksigen menggunakan katalis
terhadap 1) hanya dipengaruhi oleh konsentrasi platina atau vanadium pentaoksida. Katalis
karena jumlah (massa) CaCO3  yang dilarutkan vanadium pentaoksida lebih umum digunakan
sama (2 gram). Begitu pula dengan ukuran CaCO3 karena katalis platina mudah diracuni oleh zat-zat
yang ditambahkan, yaitu berbentuk kepingan besar. pengotor dalam belerang dioksida. Ni digunakan
Keduanya hanya dibedakan oleh konsentrasi untuk mengkatalis proses hidrolisis pada lemak
larutan HCl. dalam pembuatan margarin. MnO2 digunakan untuk
mengkatalis penguraian KClO3 menjadi KCl dan
19.   Jawaban: b
O2. CuCl2  digunakan untuk mengkatalis reaksi
a=2
oksidasi HCl oleh O2  dari udara pada proses
t 0 = 10 menit = 600 sekon
pembuatan gas klorin menurut cara Deacon. Fe2O3
50°C − 10°C dan ZnO digunakan untuk mengkatalis reaksi N2
n  =  = 4
10°C dan H2 pada pembuatan gas NH3 menurut proses
v = an · v o Haber-Bosch.
1 1
= an · 23.   Jawaban: d
t  t 0
Reaksi pada grafik merupakan reaksi eksoterm
1 1 karena entalpi produk lebih kecil dari entalpi reaktan
= 24 ·
t  600 dengan perubahan entalpi sebesar 15 kJ. Energi
1 1 pengaktifan reaksi sebesar 35 kJ.
= 16 ·
t  600
24.   Jawaban: d
t = 37,5 sekon
Butil Hidroksi Anisol (BHA), Butil Hidroksi Toluena
Jadi, waktu yang diperlukan untuk reaksi ber- (BHT), dan tokoferol (vitamin E) ditambahkan ke
langsung pada suhu 50oC adalah 37,5 sekon. dalam bahan makanan kemasan yang mudah
20.   Jawaban: b mengalami reaksi oksidasi (mengandung lemak
Laju reaksi dapat ditentukan dengan mudah melalui atau minyak). Bahan-bahan yang ditambahkan ke
pengukuran laju pembentukan CO2. Gas CO2 yang dalam makanan tersebut dinamakan antioksidan,
terbentuk ditampung pada alat buret yang mem- yaitu bahan tambahan makanan yang dapat
punyai ukuran volume sehingga volume gas CO2 menghambat laju reaksi oksidasi atau penengikan.
dapat ditentukan. Percobaan dapat dilakukan 25.   Jawaban: b
dengan rangkaian alat seperti gambar berikut. Grafik a merupakan grafik orde nol, yang memiliki
Gas CO2
persamaan laju reaksi: v  = k [X]0 = k. Grafik b me-
Statif rupakan grafik orde satu, yang memiliki persamaan
laju reaksi: v  = k [X]1. Grafik c merupakan grafik
Buret
orde dua, yang memiliki persamaan laju reaksi:
1
Gelas beaker  v = k [X]2. Grafik d merupakan grafik orde 2 . Grafik
HCl e merupakan grafik orde –2.
Air
Batu pualam
26.   Jawaban: c
Terbentuknya gas CO2 akan menekan air sehingga
Gas H 2   dihasilkan terbanyak jika Zn yang
air turun. Volume gas CO2 dapat teramati melalui
digunakan berbentuk serbuk dan konsentrasi
angka yang tertera pada buret.
H2SO4  paling besar. Bentuk serbuk mempunyai
21.   Jawaban: d luas permukaan lebih besar daripada bentuk
Jika pada suatu reaksi kimia suhu dinaikkan maka kepingan. Dengan demikian, kemungkinan
kenaikan suhu tersebut akan mengakibatkan energi tumbukan yang dihasilkan berupa tumbukan efektif
kinetik zat-zat pereaksi, frekuensi tumbukan zat- lebih besar. Konsentrasi H2SO4 yang paling besar
zat pereaksi, dan frekuensi tumbukan efektif  juga memungkinkan tumbukan yang dihasilkan
meningkat. Dengan demikian, produk akan semakin berupa tumbukan efektif lebih besar daripada
cepat terbentuk. Energi pengaktifan akan menurun H2SO4  yang konsentrasinya lebih kecil. Reaksi
 jika ada katalis dalam reaksi. Jadi, pernyataan yang yang akan menghasilkan gas H2 terbanyak pada
benar adalah pernyataan 2), 3), dan 4). 10 sekon pertama adalah 2 g Zn (berbentuk serbuk)
dengan 30 mL H2SO4 0,5 M.

66 Laju Reaksi 
27.   Jawaban: b 30.   Jawaban: d
Semakin kecil ukuran partikel maka semakin besar Orde reaksi NO, Br2 tetap → percobaan 1 dan 3.
luas permukaannya sehingga reaksi dapat ber- m n
v 1 k   [NO]1   [Br2 ]1 
langsung lebih cepat. Demikian pula, semakin =    
v 3 k   [NO]3   [Br2 ]3 
besar konsentrasi zat yang direaksikan, semakin
1 m n
cepat reaksi berlangsung. Dengan demikian, reaksi t 1  0,1   0,1
yang berlangsung paling cepat adalah reaksi 1), 1 =    
t 3
 0,2   0,1
sedangkan reaksi yang berlangsung paling lambat
1 m
adalah reaksi 4). 96  1
1 =  
2
28.   Jawaban: b 24
m
Misal persamaan laju reaksi: v  = [NO]m[Br2]n. 24  1
=  
Orde reaksi terhadap [NO], [Br2] tetap →  per-
96 2
m
cobaan 2) dan 3) 1  1
=  
m n
4 2
v 2  [NO]2   [Br ] 

v 3
= k   [NO]   [Br2 ]2  m=2
 3   23
m n Orde reaksi Br2, [NO] tetap → percobaan 1 dan 2.
 12  k   0,1   0,10 
 24  =     m n
  k   0,2   0,10  v 1 k   [NO]1   [Br2 ]1 
=    
m v 2 k   [NO]2   [Br2 ]2 
 1  1
2 =  
  2 1 m n
t 1  0,1  0,1 
 1
1
 1
m 1 =    
= 2  0,1  0,2 
2  
t 2
 
1 n
m =1 96  1
1 =  
48
2
Orde reaksi terhadap [Br2], [NO] tetap →  per-
n
cobaan 1) dan 2) 48  1
=  
m n 96 2
v 1 k   [NO]1   [Br2 ]1 
v 2
= k 
    1  1
n
 [NO]2   [Br2 ]2  =  
2 2
m n
 6  k   0,1   0,05  n=1
 12  =    0,10 
  k   0,1   
n Jadi, persamaan laju reaksinya v  = k [NO]2[Br2].
 1  1
2 =   Percobaan 1
  2
1 n v = k [NO]2[Br2]
 1  1
  = 2 1
2   = k [NO]2[Br2]

n =1 1
Persamaan laju reaksi: v  = k  [NO] [Br2] = k (0,1)2(0,1)
96
Dari percobaan 1 diperoleh k sebagai berikut. k = 10,42
v  = k  [NO] [Br2] Jika [NO] dan [Br2] masing-masing 0,2 mol L–1
6 = k  (0,1) (0,05) maka:
k  = 1.200
1
Jika konsentrasi gas NO = 0,01 M dan gas = 10,42(0,2)2(0,2)

Br2 = 0,03 M maka:
1
v  = 1.200 (0,01) (0,03) = 0,08336

= 0,36 M s–1 t  = 12 sekon
Jadi, harga laju reaksi 0,36 M s–1.
Jadi, waktu yang diperlukan jika [NO] dan [Br2]
29.   Jawaban: a masing-masing 0,2 mol L–1 adalah 12 sekon.
Katalis pada suatu reaksi berfungsi untuk
mempercepat reaksi. Reaksi berlangsung cepat
B. Uraian
ditandai dengan banyaknya gelembung gas. Reaksi
ini terjadi pada percobaan 2) dan 4) karena massa CO(NH2 )2
1. Mol CO(NH2)2 =
penambahan MnO2 dan CoCl2. Dengan demikian, M r  C O(NH2 )2
zat yang berfungsi sebagai katalis adalah ion Mn4+ 6 gram
=  = 0,1 mol
dan ion Co2+. 60 gram mol−1

Kimia Kelas XI  67


mol CO(NH2 )2 4(k [A]m [B ]n) = k [A]m · 2n [B ]n
M CO(NH2)2 =
volume larutan 4 = 2n
1.000 22 = 2n
= 0,1 mol × L–1 = 0,4 mol L–1
250 n=2
Jadi, konsentrasi larutan urea yang dibuat adalah 2) [A] = 3x, [B ] = 3x → v = 27x
0,4 mol L–1.
27v  = k [3A]m [3B ]n
2. NH3(g ) → N2(g ) + 3H2(g ) 27(k [A]m [B ]n) = k  3m [A]m · 3 n [B ]n
a. Laju reaksi pembentukan N2 27 = 3m · 32
Mol N2 = 0,3 mol 27 = 3m · 9
0,3 3 = 3m
Molaritas N2 =  = 0,06 M  m = 1
5
d[N2 ] 0,06 Jadi, persamaan laju reaksinya v  = k [A][B ]2.
v N  =  =  = 0,01 M s–1
2 dt  6 3) [A] = 0,3 M, [B ] = 0,2 M → v  = 1,2 × 10–1 M s–1
–1
Jadi, laju reaksi pembentukan N2 = 0,01 M s . 1,2 × 10–1 = k (0,3)(0,2)2
b. Laju reaksi pembentukan H2 1,2 × 10–1 = k (0,3)(0,04)
3 3 k = 10
Mol H2 =  × mol N2 =  × 0,3 = 0,9 mol Jadi, harga tetapan laju reaksinya adalah
1 1
0,9 10 mol–2 L2 s2.
Molaritas H2 =  = 0,18 M
5
5. a. Dengan massa yang sama, keping logam besi
d[H2 ] 0,18 memiliki ukuran lebih kecil sehingga luas
v H  =  =  = 0,03 M s–1
2 dt  6
permukaannya lebih besar daripada lempeng
Jadi, laju reaksi pembentukan H2 = 0,03 M s–1. logam besi. Oleh karena itu, keping logam besi
c. Laju penguraian NH3 lebih mudah mengalami reaksi oksidasi
(perkaratan) daripada lempeng logam besi.
2 2
Mol NH3 =  × mol N2 =  × 0,3 = 0,6 mol b. Larutan HCl panas memiliki suhu lebih tinggi
1 1
daripada larutan HCl dengan suhu kamar.
0,6
Molaritas NH3 =  = 0,12 M Adanya suhu yang lebih tinggi mengakibatkan
5
laju reaksi lebih cepat. Demikian pula, larutan
d[NH3 ] 0,12
v NH  = –  = –  = –0,02 M s–1 pereaksi dengan konsentrasi lebih tinggi
3 dt  6
mengakibatkan reaksi berjalan lebih cepat
Jadi, laju reaksi penguraian NH3 = 0,02 M s–1.
daripada larutan pereaksi dengan konsentrasi
3. a. [Cl2] tetap, [NO] diperbesar dua kali lebih rendah. Dengan demikian, batu kapur
v 1 = k [NO]2[Cl2] lebih cepat habis bereaksi dengan larutan HCl
panas dengan konsentrasi 1 M daripada
v 2 = k [2NO]2[Cl2]
larutan HCl dengan suhu kamar dan
v 2 = 4k [NO]2[Cl2] konsentrasi 0,5 M.
v 2 = 4v 1 6. N2O4(g )  2NO2(g )
Jadi, laju reaksi jika [Cl2] tetap dan [NO]
Mula-mula : 1 –
diperbesar dua kali adalah empat kali semula. Reaksi : 0,3 0,6
––––––––––––––––––––––––––
b. [NO] tetap, [Cl2] diperbesar tiga kali Sisa : 0,7 0,6
v 1 = k [NO]2[Cl2]
v 2 = k [NO]2[3Cl2] d[NO2 ]
Laju pembentukan NO2 = +
v 2 = 3k [NO]2[Cl2] dt 

v 2 = 3v 1 0,6mol


10 L
Jadi, laju reaksi jika [NO] tetap dan [Cl2] =+
12 sekon
diperbesar tiga kali adalah tiga kali semula.
0,06 M
=+
4. Misal: v  = k [A]m [B ]n 12
1) [A] = tetap, [B ] = 2x → v = 4x = +0,005 M s–1
4v = k [A]m [2B ]n Jadi, laju pembentukan gas NO2   sebesar
4(k [A]m [B ]n) = k [A]m [2B ]n 0,005 M s–1.

68 Laju Reaksi 
x
7. n = 2 6 k   (0,1)   (0,05) y
=  
a = 10oC 12 k   (0,1)   (0,10) 
 
T 1 = 30oC → t 1 = 4 menit y
 1  1
1   =  
T 2 = XoC → t 2 = 15 sekon =  menit 2 2
4
1 y
∆T  = T 2 – T 1 = (X – 30)oC  1  1
  =  
2 2
∆T 
1 a 1 y =1
= n  ×
t 2 t 1
x ditentukan berdasarkan percobaan 4)
X − 30
1 10 1 dan 5).
1 = 2  × x y
4 v 4 k   [NO]4   [Br2 ] 4 
4
=  [NO]   [Br ] 
v 5 k 
X − 30  5  2 5 
4 10
= 2 x
 (0,5 ) 
y
1 24 k   (0,2) 
4 =  (0,3)   
X − 30 54 k     (0,5 ) 
10
16 = 2 x
24 2
X − 30 =  
10
54 3
24 = 2
x
4
=  
2
X − 30 9 3
=4
10
2 x
X – 30 = 40 2 2
  =  
3 3
X = 70
x =2
Jadi, suhu saat reaksi dapat berlangsung selama
15 sekon adalah 70oC. Jadi, rumus laju reaksinya v  = k [NO]2[Br2].
b. Orde reaksi terhadap NO = 2, orde reaksi ter-
8. Katalis homogen yaitu katalis yang mempunyai
hadap Br2 = 1, dan orde reaksi total = 2 + 1 = 3.
fase sama dengan fase pereaksi atau katalis yang
dapat bercampur dengan pereaksi secara homogen. c. Ambil salah satu data hasil percobaan,
Contoh: misalnya percobaan 1).
a. Gas NO dan NO2, berfungsi mempercepat v  = k [NO]2[Br2]
reaksi pada pembuatan asam sulfat dengan 6 = k (0,1)2(0,05)
cara bilik timbal. 6
b. Larutan kobalt(II) klorida (CoCl2) dan larutan k  = 0,0005  = 12.000 mol–2 L2 s2
besi(III) klorida (FeCl3), berfungsi mem-
10. a. Orde reaksi A, [B ] tetap →  percobaan 2)
percepat reaksi pada penguraian hidrogen
dan 3).
peroksida. m n
Katalis heterogen yaitu katalis yang mempunyai v 2  A2   B  

v 3
= k   A   B 2 
fase berbeda dengan fase pereaksi.  3  3
Contoh: m n
0,02  0,1   0,2 
a. Besi, berfungsi mempercepat reaksi pem- =  0,2   0,2 
0,08    
buatan amonia melalui proses Haber. m
2  1
b. Batu kawi (MnO2), berfungsi mempercepat = 2
8  
reaksi penguraian kalium klorat. 2 m
 1  1
c. Vanadium pentaoksida (V2O5), berfungsi 2 =  
  2
mempercepat reaksi pembuatan asam sulfat m=2
melalui proses kontak.
Orde reaksi B , [A] tetap →  percobaan 1)
9. a. Rumus umum: v  = k [NO]x[Br2]y dan 2).
y ditentukan berdasarkan percobaan (1) m n
v 1 k   A1   B 1 
dan (2). =    
v 2 k 
x y  A2   B 2 
v 1 k  [NO]1   [Br2 ]1 
= m n
v 2    
k   [NO]2   [Br2 ] 2 
0,01  0,1   0,1 
=  0,1   
0,02    0,2 

Kimia Kelas XI  69


1
n
 1
b. Percobaan 1)
= 2 v  = k [A]2[B ]
2  
n
0,01 = k (0,1)2(0,1)
1
 1  1 k  = 10
  = 2
2   Jadi, harga tetapan laju reaksinya 10.
n=1 c. Percobaan 4)
Jadi, persamaan laju reaksinya adalah
v  = k [A]2[B ]
v  = k [A]2[B ]
v  = 10(0,2)2(0,3)
v  = 0,12 M s–1
Jadi, harga Y  adalah 0,12 M s–1.

70 Laju Reaksi 
Setelah mempelajari bab ini, siswa mampu:
1. menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran arah kesetimbangan yang diterapkan dalam industri;
2. menentukan hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi dari suatu reaksi kesetimbangan;
3. merancang, melakukan, menyimpulkan, serta menyajikan hasil percobaan faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran
kesetimbangan;
4. memecahkan masalah terkait hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi dari suatu reaksi kesetimbangan.
Berdasarkan pengetahuan dan keterampilan yang dikuasai, siswa:
1. mensyukuri dan mengagumi keteraturan dan keseimbangan alam di sekitar;
2. memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, jujur, terampil, dan proaktif saat melakukan dan menyajikan hasil percobaan faktor-faktor
yang memengaruhi pergeseran kesetimbangan.

Reaksi Kesetimbangan

Mempelajari

Pergeseran Kesetimbangan dan Hubungan Kuantitatif Antara


Reaksi Kimia, Kesetimbangan
Faktor-Faktor yang Pereaksi dengan Hasil Reaksi
Kimia, dan Tetapan Kesetimbangan
Memengaruhinya

Mencakup Mencakup Mencakup

• Reaksi kimia • Asas Le Chatelier • T et ap an K es et im ba ng an B er -


• Kesetimbangan Kimia • Reaksi Kesetimbangan dalam dasarkan Konsentrasi (K c)
• Tetapan Kesetimbangan Industri • T et ap an K es et im ba ng an B er -
• Reaksi Kesetimbangan dalam dasarkan Tekanan Parsial (K p)
Tubuh Manusia
• Reaksi Kesetimbangan dalam
Kehidupan Sehari-hari

Mampu

• Menerapkan konsep kesetimbangan kimia untuk mempelajari


berbagai peristiwa di sekitar.
• Menjelaskan faktor-faktor yang memengaruhi pergeseran
kesetimbangan.
• Menentukan nilai tetapan kesetimbangan yang menyatakan
hubungan kuantitatif antara pereaksi dengan hasil reaksi.
• Mensyukuri dan mengagumi konsep kesetimbangan untuk
menjaga kesetimbangan di alam.
• Memiliki rasa ingin tahu, terampil, jujur, dan proaktif dalam
berbagai kegiatan.

Kimia Kelas XI  71


A. Pilihan Ganda 8.   Jawaban: a
Kesetimbangan CaCO3(s ) + 2H2O(  ) 
1.   Jawaban: c
Ca(OH)2(aq ) + H2CO3(aq ) merupakan kesetim-
Suatu reaksi dikatakan setimbang apabila jumlah
bangan heterogen berbagai wujud yaitu padat,
zat yang terlibat dalam reaksi tidak berubah
cair, dan larutan. Dengan demikian, tetapan
terhadap waktu. Artinya, laju reaksi ke kanan
kesetimbangannya ditentukan dari zat yang
sama dengan laju reaksi ke kiri.
berwujud larutan.
2.   Jawaban: c K c = [Ca(OH)2][H2CO3]
Pada kesetimbangan homogen, komponen-
9.   Jawaban: a
komponen di dalamnya mempunyai wujud atau
Persamaan reaksi setara dari reaksi kese-
fase sama. Pada reaksi Fe3+(aq ) + SCN(aq ) 
timbangan tersebut:
FeSCN2+(aq ), semua komponennya memiliki fase
sama yaitu larutan (aq ). 2Na2CO3(aq ) + 2SO2(g ) + O2(g )  2Na2SO4(aq )
+ 2CO2(g )
3.   Jawaban: a
Spesi kimia yang ada dalam persamaan ke-
Pada keadaan kesetimbangan dinamis reaksi
setimbangan berasal dari spesi kimia yang ada
berlangsung terus-menerus ke kanan dan ke kiri
dalam fase gas atau dalam fase larutan. Dengan
dengan laju yang sama sehingga terjadi
demikian, tetapan kesetimbangan reaksi pada
perubahan secara mikroskopis (perubahan tingkat
soal sebagai berikut.
partikel yang tidak dapat diamati).
[Na 2SO 4 ]2 [CO 2 ]2
4.   Jawaban: d K c =
[Na 2CO 3 ]2 [SO 2 ]2 [O 2 ]
Pada prinsipnya dalam tetapan kesetimbangan
baik K c atau K p rumus tetapannya selalu produk 10.   Jawaban: a
dibagi reaktan masing-masing dipangkatkan Berdasarkan grafik tersebut, kesetimbangan akan
dengan koefisiennya. Spesi/zat yang terdapat tercapai jika laju pembentukan dan laju peng-
dalam rumus K c hanya fase gas (g ) dan larutan uraian SO3 sama sehingga konsentrasi pereaksi
(aq ). Sementara itu, pada K p hanya spesi kimia dan hasil reaksi tidak berubah lagi terhadap waktu
yang berfase gas (g ). Jadi, persamaan reaksi yang yaitu t1. Hal ini ditunjukkan oleh bentuk kurva yang
mungkin untuk rumus K c tersebut adalah opsi d. mendatar.
Adapun opsi a, b, dan c merupakan reaksi yang
belum setara, sedangkan opsi e jika ditulis tetapan B. Uraian
[CO]3
kesetimbangannya: K c = 1. Reaksi dapat balik (reversible ) adalah reaksi kimia
[CO2 ]3
5.   Jawaban: e yang berlangsung dua arah. Pereaksi membentuk
produk, selanjutnya produk bereaksi kembali
Kesetimbangan dinamis adalah reaksi yang
berlangsung terus-menerus tanpa henti secara membentuk pereaksi.
mikroskopis dengan konsentrasi zat terus berubah Contoh: H2(g ) + I2(g )  2HI(g )
Reaksi tidak dapat balik (irreversible ) adalah reaksi
tergantung arah reaksi.
yang berlangsung satu arah, produk tidak dapat
6.   Jawaban: a saling bereaksi kembali membentuk pereaksi.
Persamaan reaksi: CaCO3(s )  CaO(s ) + CO2(g ) Contoh: HCl(aq ) + NaOH(aq )  NaCl(aq ) + H2O()
Tetapan kesetimbangan K c  reaksi tersebut 2. Suatu reaksi berada dalam keadaan setimbang
ditentukan dari zat berfase gas sehingga harga ketika laju reaksi ke kanan sama dengan laju
K c = [CO2]. reaksi ke kiri dan konsentrasi reaktan dan produk
7.   Jawaban: e tidak berubah terhadap waktu.
Kesetimbangan Xe(g ) + 3F 2(g )  Xe F 6(g ) 3. a. Fe3+(aq ) + CNS–(aq )  Fe(CNS)2+(aq )
merupakan kesetimbangan homogen berwujud Mempunyai kesetimbangan homogen karena
gas. Persamaan tetapan kesetimbangan reaksi zat-zat yang berada dalam reaksi kesetim-
berasal dari semua zat yang terlibat dalam reaksi. bangan mempunyai fase atau wujud zat
[ XeF6 ] sama, yaitu larutan (aq ).
K c =
[Xe][F2 ]3

72 Reaksi Kesetimbangan 
b. Al3+(aq ) + 3H2O()  Al(OH)3(s ) + 3H+(aq ) 4. Kesetimbangan dinamis yaitu reaksi setimbang
Mempunyai kesetimbangan heterogen karena yang secara makroskopis tidak terjadi perubahan,
zat-zat yang berada dalam reaksi kesetim- tetapi secara mikroskopis reaksi berlangsung
bangan mempunyai fase atau wujud zat yang terus-menerus secara bolak-balik.
berbeda, yaitu larutan (aq ), cairan (), dan Contoh kesetimbangan ozon dan oksigen yang
padat (s ). terjadi di lapisan stratosfer menyangkut reaksi
pembentukan dan penguraian dengan laju yang
c. NH3(g ) + H2O()  NH4+(aq ) + OH–(aq )
sama.
Mempunyai kesetimbangan heterogen 2O3(g )  3O2(g )
karena zat-zat yang berada dalam reaksi
kesetimbangan mempunyai fase atau wujud [NH3 ]2 [H2S]2 [O 2 ]3
zat yang berbeda, yaitu gas (g ), cairan (), 5. a. K c = [N2 ][H2 ]3
d. K c = [H2O]2 [SO 2 ]2
dan larutan (aq ).
b. K c = [H+][OH–] e. K c = [Ag+][Cl–]
[CH3COO ][H ]
c. K c = [CH3COOH]

Kimia Kelas XI  73


A. Pilihan Ganda Sementara itu, katalis akan mempercepat laju
reaksi ke arah produk sehingga produksi belerang
1.   Jawaban: a
trioksida meningkat. Namun, katalis tidak
Jika volume diperbesar, kesetimbangan bergeser
memengaruhi pergeseran kesetimbangan. Katalis
ke arah reaksi yang jumlah koefisiennya lebih
hanya mempercepat terjadinya kesetimbangan.
besar. Jika koefisien di kedua ruas sama, ke-
setimbangan tidak akan bergeser. Pada 5.   Jawaban: d
persamaan reaksi a  jumlah koefisien ruas kiri Reaksi:
sama dengan ruas kanan, yaitu 2. C(s ) + H2O(g )  CO(g ) + H2(g )
 
2.   Jawaban: a Jumlah koefisien Jumlah koefisien
Reaksi kesetimbangan: reaksi = 1 reaksi = 2
Fe3O4(s ) + 4CO(g )  3Fe(s ) + 4CO2(g )
Jika tekanan diperbesar kesetimbangan akan
H = –x kJ
bergeser ke jumlah koefisien zat gas kecil (ke kiri)
Reaksi ke kanan merupakan reaksi eksoterm, sehingga spesi yang berubah yaitu H2O bertambah,
sedangkan reaksi ke kiri merupakan reaksi sedangkan CO dan H2 berkurang. Adapun C tidak
endoterm. Berdasarkan persamaan reaksi berubah karena berwujud padat (s ).
tersebut, kesetimbangan akan bergeser ke kanan
 ji ka di ta mb ah CO da n su hu di tu ru nk an . 6.   Jawaban: d
Sementara itu, perlakuan volume diperkecil dan Reaksi yang menghasilkan produk lebih banyak,
tekanan diperbesar tidak akan menggeser artinya kesetimbangan harus bergeser ke kanan.
kesetimbangan karena jumlah koefisien molekul Jika suhu diturunkan, kesetimbangan akan
gas pereaksi sama dengan jumlah koefisien bergeser ke arah reaksi eksoterm (H negatif).
molekul gas hasil reaksi. Adapun penambahan Jadi, reaksi yang menghasilkan produk lebih
Fe3O4 tidak akan memengaruhi kesetimbangan banyak ketika suhu diturunkan ditunjukkan oleh
karena berwujud padat (s ). angka 2) dan 4). Sementara itu, reaksi angka 1)
dan 3) akan bergeser ke arah kiri karena reaksi-
3.   Jawaban: e reaksi tersebut merupakan reaksi endoterm.
Reaksi pembentukan amonia:
7.   Jawaban: e
N2(g ) + 3H2(g )  2NH3(g ) H = –92 kJ
Reaksi: 6NO(g ) + 4NH3(g )  5N2(g ) + 6H2O(g )
Kondisi optimum untuk mendukung terbentuknya Koefisien ruas kanan: 11
amonia sebagai berikut. Koefisien ruas kiri: 10
1) Memperbesar konsentrasi reaktan. Perlakuan yang menyebabkan kesetimbangan
2) Memperbesar tekanan. bergeser ke kiri pada reaksi tersebut adalah
3) Menurunkan suhu. konsentrasi NH3 diturunkan. Hal ini sesuai dengan
4) Menambahkan katalis. hukum Le Chatelier yang menyatakan jika salah
5) Memperkecil volume. satu zat diperkecil maka kesetimbangan akan
6) Memperbesar konsentrasi reaktan. bergeser ke arah zat yang diperkecil. Sebaliknya,
7) Memisahkan dengan segera gas NH3 yang  jika salah satu zat diperbesar maka kesetimbangan
terbentuk. akan bergeser dari arah zat yang diperbesar. Opsi
4.   Jawaban: d c  dan d  akan menyebabkan reaksi bergeser ke
Reaksi kesetimbangan: kanan. Adapun dilakukan pengenceran sama artinya
dengan memperbesar volume (tekanan diperkecil).
2SO2(g ) + O2(g )  2SO3(g ) H < 0
Jika volume diperbesar, kesetimbangan akan
Produk SO3  akan meningkat apabila tekanan bergeser ke jumlah koefisien besar (ke kanan). Opsi
dinaikkan sehingga kesetimbangan bergeser ke a dan b menyebabkan reaksi bergeser ke kanan.
 jumlah koefisien kecil. Suhu diturunkan agar kese-
timbangan bergeser ke arah eksoterm (ke arah 8.   Jawaban: c
produk). Memperbesar konsentrasi reaktan akan Reaksi:
mengakibatkan kesetimbangan bergeser ke arah 2NO2(g )  2NO(g ) + O2(g ) H = –62,3 kJ
produk. Jika pada kesetimbangan volume diper- Reaksi ke kanan berlangsung secara eksoterm
besar kesetimbangan justru bergeser ke kiri atau ( H = –). Jika temperatur diturunkan maka
produk terurai kembali menjadi SO2  dan O2. kesetimbangan akan bergeser ke arah eksoterm

74 Reaksi Kesetimbangan 
(ke kanan) dan menyebabkan warna cokelat 13.   Jawaban: c
berkurang. Sementara itu, jika suhu dinaikkan Reaksi: 2C(g ) + 4H2(g )  2CH4(g )
reaksi akan bergeser ke endoterm (ke kiri) dan Koefisien ruas kiri = 6
warna cokelat bertambah. Koefisien ruas kanan= 2
Jika pada sistem kesetimbangan volume diperkecil,
9.   Jawaban: a
kesetimbangan akan bergeser ke arah jumlah
Reaksi:
koefisien kecil. Pada reaksi tersebut bergeser ke
H2(g ) + Cl2(g )  2HCl(g ) H = –97 kJ arah CH4 (ke kanan). Sementara itu, harga K  tetap
Harga K dipengaruhi oleh suhu. Apabila suhu karena reaksi berlangsung pada suhu tetap. Harga
dinaikkan, kesetimbangan akan bergeser ke arah K  berubah hanya jika suhu berubah.
reaksi endoterm. Sebaliknya, apabila suhu
14.   Jawaban: d
diturunkan, kesetimbangan akan bergeser ke arah
Pada reaksi kesetimbangan CH3COOCH3(aq ) +
reaksi eksoterm. Pada reaksi tersebut, reaksi ke
H2O()  CH3OH(aq ) + CH3COOH(aq ) jumlah
kanan merupakan reaksi eksoterm, sedangkan
koefisien produk adalah dua, sedangkan jumlah
reaksi ke kiri merupakan reaksi endoterm. Dengan
koefisien reaktan adalah satu (H2O berfase cair
demikian, kesetimbangan akan bergeser ke arah
sehingga tidak dihitung). Jika volume diperbesar
kiri dan harga K  semakin kecil.
(tekanan diperkecil), kesetimbangan akan
10.   Jawaban: e bergeser ke arah koefisien besar (ke kanan).
A2(g)  + 2B(g)   2AB(g)  H = +x kJ Konsentrasi CH3OH akan berkurang jika pada
  kesetimbangan konsentrasi CH3COOH ditambah
 jumlah jumlah atau konsentrasi CH3COOCH3 dikurangi. Adapun
koefisien = 3 koefisien = 2
penambahan konsentrasi CH3 COOH akan
Jika tekanan sistem diperbesar, kesetimbangan menyebabkan reaksi kesetimbangan bergeser ke
akan bergeser ke arah zat yang jumlah koefisien- arah reaktan.
nya lebih kecil. Pada reaksi tersebut, jika tekanan
15.   Jawaban: a
sistem diperbesar maka kesetimbangan bergeser
Reaksi kesetimbangan:
ke arah kanan (hasil reaksi). Dengan demikian,
1
 jumlah partikel pereaksi (A2 dan B) berkurang dan 2HCl(g ) + O2(g )  H2O(g ) + Cl2(g ) H = –x kJ
2
 jumlah par tikel hasil reaksi (AB) bertam bah. Gas klorin akan meningkat apabila volume
Gambar partikel hasil reaksi diwakili oleh • = diperkecil sehingga kesetimbangan bergeser ke
AB, sedangkan partikel pereaksi diwakili oleh •• = kanan (ke arah produk) serta suhu diperkecil agar
A2 dan = B. Gambar yang menunjukkan kese- kesetimbangan bergeser ke arah eksoterm (ke
timbangan sesaat yang baru adalah gambar e. arah produk). Namun, jika volume dan suhu
diperbesar, kesetimbangan justru bergeser ke kiri
11.   Jawaban: c (ke arah reaktan). Sementara itu, jika konsentrasi
Reaksi: reaktan diperkecil (HCl dan O2), kesetimbangan
2SO3(g )  2SO2(g ) + O 2(g ) atau bergeser ke kiri (ke arah reaktan) sehingga
2SO2(g ) + O2(g )  2SO3(g ) produksi gas klorin menurun.
Campuran gas dimampatkan artinya tekanan
diperbesar. Jika tekanan diperbesar, kese- B. Uraian
timbangan akan bergeser ke arah jumlah koefisien
1. Reaksi: 2H2S(g ) + 3O2(g )  2H2O(g ) + 2SO2(g )
yang kecil yaitu ke arah SO3, sehingga jumlah  
SO3 bertambah. Jumlah koefisien = 5 jumlah koefisien = 4

12.   Jawaban: e Jika tekanan diperbesar (volume diperkecil),


Penambahan air pada kesetimbangan Fe3+(aq ) kesetimbangan bergeser ke arah reaksi yang
+ SCN–(aq )  FeSCN2+(aq ) berarti menambah mempunyai jumlah koefisien lebih kecil yaitu ke
volume sistem. Jika volume diperbesar, ke- kanan. Hal ini berarti H2O dan SO2 bertambah,
setimbangan akan bergeser ke arah zat yang sedangkan H2S dan O2 berkurang.
 jumlah koefisiennya lebih besar, yaitu ke arah
2. Fe2O3(s ) + 3CO(g )  2Fe(s ) + 3CO2(g ) H = +30 kJ
reaktan atau Fe3+ dan SCN–. Dengan demikian,
konsentrasi ion Fe3+  dan ion SCN–  akan ber- Reaksi ke kanan bersifat endoterm, sedangkan
tambah, warna merah berkurang, dan harga K c reaksi ke kiri bersifat eksoterm.
tetap karena reaksi kesetimbangan berlangsung a. Jika suhu dinaikkan, kesetimbangan
pada suhu tetap. bergeser ke kanan (endoterm) sehingga Fe
dan CO2 bertambah, sedangkan Fe2O3 serta
CO berkurang.

Kimia Kelas XI  75


b. Jika volume diperkecil, kesetimbangan 4. a. Penambahan CaCO3 tidak akan menggeser
bergeser ke jumlah koefisien zat gas kecil. kesetimbangan kimia karena CaCO3  ber-
Akan tetapi, pada reaksi: wujud padat (s) .
Fe2O3(s ) + 3CO(g )  2Fe(s ) + 3CO2(g ) b. Cara yang dapat dilakukan agar reaksi
  bergeser ke kanan sebagai berikut.
3 3
1) Suhu dinaikkan.
kesetimbangan tidak bergeser (tetap), sebab 2) Volume diperbesar.
 jumlah koefisien gas pereaksi sama dengan 3) Tekanan diperkecil.
 jumlah koefisien gas hasil reaksi. 4) Konsentrasi CO2 dikurangi.
3. a. Menyiapkan SO2 dengan membakar belerang 5. Pada penambahan NaOH mengakibatkan warna
di udara atau dengan pemanggangan pirit merah pada larutan berkurang. Kristal NaOH
(FeS), dengan reaksi sebagai berikut. berfungsi mengikat ion Fe3+ sehingga untuk
S + O2  SO2 atau 4FeS + 7O2  2Fe2O3 + 4SO2 menjaga kesetimbangan, ion Fe(SCN)2+  akan
Gas SO2 dialirkan melalui pipa katalis pada terurai kembali menjadi ion Fe3+  dan ion SCN-
suhu 400°C menurut reaksi sebagai berikut. (reaksi bergeser ke kiri). Sementara itu,
V2O5 penambahan akuades (pengenceran) pada
2SO2(g ) + O2(g ) dgggf 2SO3(g ) H = –197 kJ larutan menyebabkan volume menjadi besar.
H2SO4 + SO3  H2S2O7 Akibatnya, kesetimbangan akan bergeser ke arah
H2S2O7 + H2O  2H2SO4  jumlah mol atau jumlah partikel yang lebih besar,
yaitu ke arah ion Fe3+ dan ion SCN– (ke arah kiri).
b. Kondisi optimum yang diperlukan adalah suhu
Oleh karena itu, warna merah juga berkurang.
rendah, tekanan tinggi, konsentrasi SO2 atau
O2 dibuat berlebih, dan digunakan katalis V2O5.

76 Reaksi Kesetimbangan 
A. Pilihan Ganda 5.   Jawaban: c
Reaksi 1): 2NO(g ) + O2(g )  2NO2(g ) K  = 36
1.   Jawaban: b
1
Reaksi: Fe(HCO3)2(s )  FeO(s ) + H2O(g ) + 2CO2(g ) Reaksi 2): NO2(g )  NO(g ) + O (g ) K  = …?
2 2
merupakan kesetimbangan heterogen yang Reaksi 2) merupakan reasi kebalikan dari reaksi
melibatkan fase padat (s ) dan gas (g ). Dengan
1 1
demikian, harga tetapan kesetimbangannya 1) dan dibagi dua, sehingga harga K =  = .
36 6
hanya berasal dari zat yang berfase gas (g ). Oleh
karena itu, persamaan tetapan kesetimbangannya 6.   Jawaban: b
sebagai berikut. Reaksi: N2O4(g )  2NO2(g )
K c = [H 2O][CO2]2 Setimbang: 0,2 mol 0,4 mol
Volume = 2 L
2.   Jawaban: e
0,2
mol [N2O4] =  = 0,1 M
Konsentrasi = 2
volume
0,4 mol 0,4
[SO2] =  = 0,2 M [NO2] = = 0,2 M
2L 2

0,1 mol [NO2 ]2


[O2] =  = 0,05 M K c =
2L [N2O4 ]
0,2 mol
[SO3] =  = 0,1 M (0,2)2
2L
= 0,1
[SO 3 ] 2
(0,1)2
K c =  =  = 5 = 0,4
[SO 2 ]2 [O 2 ] (0,2)2 (0,05)
K p = K c (RT)n
Jadi, harga tetapan kesetimbangan (K c) adalah 5. R = 0,082 L atm mol–1 K–1
3.   Jawaban: e T = 270 K
n = jumlah koefisien gas kanan – jumlah
CO(g ) + H2O(g )  CO2(g ) + H2(g )
koefisien gas kiri
Mol mula-mula : a a – –
=2–1
1 1 1 1
Mol terurai : a a a a =1
4 4 4 4
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– K p = 0,4(0,082 × 270)1
3 3 1 1
Mol setimbang: a a a a 7.   Jawaban: e
4 4 4 4
1 1
N2(g ) + 3H2(g )  2NH3(g )
[CO2 ][H2 ] a × a 1
K c =  = 4 4
 = Mol mula-mula : 0,6 2 –
3 3 9
[CO][H2O] a × a Mol bereaksi : 0,5 1,5 1,0
4 4
1 ––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Jadi, harga tetapan kesetimbangan (K c) sebesar .
9 Mol setimbang : 0,1 0,5 1,0
4.   Jawaban: b nN2 0,1
mol PN = n  × Ptotal =  × 3,2 atm = 0,2 atm
Konsentrasi = volume (L)
2 total 1,6

3 mol nH2 0,5


[HCl] =  = 3 M PH = n  × Ptotal =  × 3,2 atm = 1 atm
1L 2 1,6
total
0,5 mol
[H2] =  = 0,5 M nNH3
1L 1
PNH  = n  × Ptotal =  × 3,2 atm = 2 atm
0,5 mol 3 total 1,6
[Cl2] =  = 0,5 M
1L
(PNH3 )2 (2)2
[H2 ][Cl2 ] K p =  = (0,2)(1)3  = 20
K c = (PN2 )(PH2 )3
[HCl]2
(0,5)(0,5)
Jadi, harga K p reaksi tersebut sebesar 20.
=
32

Kimia Kelas XI  77


8.   Jawaban: c
2HI(g )  H2(g ) + I2(g )  1
P
6 total  1
P
6 total 
4=
Mol mula-mula : 3,2 – –  4
P
5 total 
Mol terurai : 1,2 0,6 0,6
–––––––––––––––––––––––––––––––– 4=
1
Ptotal
Mol setimbang : 2 0,6 0,6 24

mol HI terurai
Ptotal = 96 atm
 =  × 100% Jadi, tekanan total sistem sebesar 96 atm.
mol HI mula-mula

1,2 11.   Jawaban: d


= 3,2  × 100%
Reaksi kesetimbangan: 2NO(g )  N2(g ) + O2(g )
= 37,5% (PN2 )(PO 2 )
Jadi, derajat ionisasi HI () sebesar 37,5%. K p =
(PNO )2
9.   Jawaban: d (PN2 )x
Reaksi kesetimbangan: 45 =
y2
NH4Cl(s )  NH3(g ) + HCl(g )
45y 2
Harga K p diperoleh dari zat berfase gas sehingga PN =
2 x
K p = (P NH )(PHCl)
3
K p = a 45y 2
Jadi, tekanan parsial gas N2 sebesar atm.
x
PNH  = P HCl, karena koefisiennya sama maka:
3
12.   Jawaban: d
a = (PNH )2
3 mol terurai
 =
PNH  = PHCl = a atm mol mula-mula
3
Ptotal = PNH  + PHCl mol terurai
3 0,4 =
2
= a  + a
mol terurai = 0,8
= 2 a atm 2NH3(g)  N2(g ) + 3H2(g )
Jadi, tekanan total dalam wadah sebesar 2 a atm. Mol mula-mula : 1,8 – –
Mol terurai : 0,8 0,4 1,2
10.   Jawaban: c ––––––––––––––––––––––––––––––––––––
mol terurai Mol setimbang : 1 0,4 1,2
Derajat ionisasi () =
mol mula-mula
[N2 ][H2 ]3 (0,4 )(1,2)3
K c =  =  = 0,7
20 1 [NH 3 ]2 12
PCl5 terdisosiasi 20% =  =
100 5
13.   Jawaban: e
PCl5(g )  PCl3(g ) + Cl2(g )
massa 25
Mol mula-mula : 5 – – Mol CaCO3 =  =  = 0,25 mol
Mr CaCO3 100
Mol terurai : 1 1 1
–––––––––––––––––––––––––––––––––––– CaCO3(s )  CaO(s ) + CO2(g )
Mol setimbang : 4 1 1 Mol mula-mula : 0,25 – –
Tekanan parsial masing-masing gas: Mol terurai : 0,05 0,05 0,05
nPCl5 4 4
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
PPCl = n  × Ptotal =  × Ptotal = Ptotal Mol setimbang : 0,20 0,05 0,05
5 total 6 6
0,05
nPCl3 1 1 K c = [CO2] =  = 0,025
PPCl = n  × Ptotal =  × Ptotal = Ptotal 2
3 total 6 6
n = koefisien gas kanan – koefisien gas kiri
nCl2 1 1
=2–1
PCl = n  × Ptotal =  × Ptotal = Ptotal =1
2 total 6 6
K p = K c(RT)n
(PPCl3 )(PCl2 )
K P = = 0,025(0,082 · 500)1
(PCl5 ) = 1,025
Jadi, nilai tetapan kesetimbangan (K p) sebesar
1,025.

78 Reaksi Kesetimbangan 
14.   Jawaban: a = 225
massa 216 Jadi, nilai K untuk reaksi tersebut sebesar 225.
Mol N2O5 =  =  = 2 mol
M r N2O 5 108
2. Reaksi kesetimbangan disosiasi:
2N2O5(g )  4NO2(g ) + O2(g )
A2B2(g )  2A(g ) + 2B(g )
Mol mula-mula : 2 – – Mol mula-mula : n – –
1
Mol terurai : x  2x   x  1
2 Mol terurai : m m m
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– 2
1
––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Mol setimbang : (2 – x ) 2x   x  1
2 Mol setimbang : n – m m m
2
Perbandingan mol Konsentrasi pada saat setimbang:
1
N2O5 : O2 = 2 : 3 = (2 – x )mol :  x  mol mol terurai
2
1
 =
mol mula-mula
2(  x ) = 3(2 – x )
2 1
x = 6 – 3x  2
m
=
4x = 6 n
x = 1,5 m 1
=  ×
mol terurai 1,5 2 n
 =  =  = 0,75
mol mula-mula 2
m
Jadi, derajat disosiasi () N2O5 sebesar 0,75. =
2n
15.   Jawaban: c m
Jadi, derajat disosiasi gas A2B2 adalah .
Misalkan jumlah gas CO yang harus ditambahkan 2n
= x  mol/L. 3. COCl2(g )  CO(g ) + Cl2(g )
CO(g ) + H2O(g )   CO2(g ) + H2(g )
Mol mula-mula : 0,5 – –
mula-mula : x  mol L–1 6 mol L–1
Mol bereaksi : 4 mol L –1
4 mol L–1 4 mol L–1 4 mol L–1 Mol terurai : 0,2 0,2 0,2
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– ––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Mol setimbang : (x  – 4) mol L–1 2 mol L–1 4 mol L–1 4 mol L–1
Mol setimbang : 0,3 0,2 0,2
[CO 2 ][H2 ]
K c = [CO][Cl2 ] (0,2)(0,2) 0,01
[CO][H2O] K c =  =  = 0,15  = 0,067
[COCl2 ] (0,3)
(4)(4)
 0,8 = Jadi, harga tetapan kesetimbangan (K c) sebesar
(x   4)(2)
16 0,067.
 0,8 =
2(x   4) 4. Reaksi kesetimbangan:
8
 0,8 = 2NaHCO 3(s )  Na2CO3(s ) + H 2O(g ) + CO2(g )
x   4
a mol a mol
8
 x  – 4 = Harga K p diperoleh dari zat berfase gas sehingga
0,8

 x = 10 + 4 = 14 mol L–1 K p = (P H O)(PCO )


2 2

Jadi, jumlah gas CO yang harus ditambahkan Tekanan parsial masing-masing gas:
14 mol L–1. nH2O
PH = n  × Ptotal
2O total
B. Uraian
a
=  × 1,5 atm
1. Pada suhu 25°C diketahui dua buah reaksi berikut. 2a
X + 2YZ  XZ2 + 2Y K = 9 3
= atm
Y + XZ2  YZ + XZ K=5 4
Berdasarkan reaksi tersebut, tentukan harga K 3
untuk reaksi X + XZ2  2XZ! PCO = atm
2 4
Jawaban:
3 3 9
Reaksi 1): X + 2YZ  XZ2 + 2Y K=9 K p = ( )( )=
(tetap) 4 4 16
Reaksi 2): 2Y + 2XZ2  2YZ + 2XZ K = 25 9
Jadi, harga K p untuk reaksi tersebut sebesar .
(dikalikan 2) 16
—————————————––––––
X + XZ2  2XZ K = 9 × 25

Kimia Kelas XI  79


5. Mol HI mula-mula = 0,8 mol K p = K c(RT)n
25 n = koefisien gas kanan – koefisien gas kiri
Mol HI yang terurai =  × 0,8 = 0,2 mol =2–2
100
2HI(g )  H2(g ) + I2(g ) =0
R = 0,082 L atmK–1mol–1
Mol mula-mula : 0,8 – –
T = (273 + 300) K
Mol terurai : 0,2 0,1 0,1
= 573 K
––––––––––––––––––––––––––––––––
K p = K c(RT)0
Mol setimbang : 0,6 0,1 0,1
= K c
  
0,1 0,1 = 0,028
[H2 ][I2 ] 2 2 2,5  103
K c = 2  =  =  = 0,028 Jadi, harga K p = K c = 0,028.
[HI] 2
9  102
 
0,6
2

80 Reaksi Kesetimbangan 
A. Pilihan Ganda 5.   Jawaban: b
Misalkan La2(C2O4)3 yang bereaksi = x
1.   Jawaban: d
La2(C2O4)3(s )  La2O3(s ) + 3CO(g ) + 3CO2(g )
Kesetimbangan (NH4)2CO3(s )  2NH3(g ) + CO2(g )
Mol mula-mula : 0,1
+ H2O(g ) merupakan kesetimbangan heterogen.
Mol terurai : x x  3x  3x 
Tetapan kesetimbangan reaksi tersebut berasal –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
dari zat yang berfase gas (g ) sehingga: Mol setimbang : (0,1 – x ) x  3x  3x 
K c = [NH3]2[CO2][H2O] Tekanan parsial pada saat setimbang hanya di-
2.   Jawaban: c tentukan oleh zat berfase gas. Ptotal = 0,2 atm
Jika tekanan diperbesar, reaksi kesetimbangan ntotal pada saat setimbang = nCO + nCO
2
bergeser ke arah reaksi yang jumlah koefisiennya = (3x  + 3x ) mol
lebih kecil. Berikut ini jumlah masing-masing = 6x  mol
koefisien reaksi di atas.
3x 
a. Fe3O4(s ) + 4CO(g )  3Fe(s ) + 4CO2(g ) pCO =  × 0,2 atm = 0,1 atm
6x 
4 4
3x 
b. 4NH3(g ) + 5O2(g )  4NO(g ) + 6H2O(g ) pCO  =  × 0,2 atm = 0,1 atm
2 6x 
9 10
c. 4HCl(g ) + O2(g )  2H2O(g ) + 2Cl2(g ) K p = (pCO)3 × (pCO )3
2
5 4 = (0,1 atm)3 × (0,1 atm)3
d. CO(g ) + H2O(g )  CO2(g ) + H2(g ) = 1 × 10–6 atm6
2 2
Jadi, tetapan kesetimbangan K p sebesar 1 × 10–6
e. 2BaO2(s )  2BaO(s ) + O 2(g ) atm6
0 1
Jadi, kesetimbangan kimia yang mengalami 6.   Jawaban: b
pergeseran ke arah kanan jika tekanan di 2SO3(g )  2SO2(g ) + O2(g )
perbesar adalah opsi c. Opsi b dan e mengalami Mol mula-mula : 12 – –
pergeseran kesetimbangan ke arah kiri. Adapun Mol terurai : 2x  2x x 
opsi a dan d tidak mengalami pergeseran karena –––––––––––––––––––––––––––––––––––––
 jumlah koefisien kedua ruas sama. Mol setimbang : 12 – 2x  2x x 
12 – 2x = x 
3.   Jawaban: d
12 = 3x 
Reaksi kesetimbangan:
x = 4
N2(g ) + O2(g )  2NO(g ) H = + kJ
  12  2x  12  (2  4) 4
Jumlah koefisien Jumlah koefisien
[SO3] =  =  =
3 3 3
reaksi = 2 reaksi = 2
2x  24 8
[SO2] =  =  =
Reaksi tersebut berlangsung endoterm. Jika suhu 3 3 3
diperbesar, reaksi akan bergeser ke arah kanan. x  4
Jika reaksi ditambah gas O2, reaksi akan bergeser [O2] =  =
3 3
ke arah kanan. Sementara itu, pengaruh tekanan [SO 2 ]2 [O 2 ]
diperbesar/volume diperkecil tidak memengaruhi K c = [SO 3 ]2
kesetimbangan karena koefisien kedua ruas 2
 8  4 
sama. Adapun penambahan katalis tidak    
 3  3 
menggeser kesetimbangan tetapi hanya =  4
2
 
mempercepat terjadinya reaksi.  3

4.   Jawaban: d 64
9 64 3 16
3 3 = 4  =  ×  =
[N2 ][H2 ] (0,2)(0,8) 9 4 3
K c = 2  = 3
[NH3 ] (0,4)2
16
Jadi, tetapan kesetimbangan K c = .
3

Kimia Kelas XI  81


7.   Jawaban: e Adapun reaksi angka 1) dan 3) pada kedua ruas
Reaksi kesetimbangan: memiliki jumlah koefisien berbeda.
2CO(g )  C(s ) + CO2(g ) NH4Cl(g )  NH3(g ) + HCl(g ) . . . (1)
Mol mula-mula : 4 – – 1 2
1 1 N2O4(g )  2NO2(g ) . . . (3)
Mol terurai : a a a
2 2 1 2
–––––––––––––––––––––––––––––––––––
1 1 10.   Jawaban: a
Mol setimbang : a(1 – ) a a
2 2 K c = 10
Jumlah mol gas CO sisa: R = 0,082 L atm mol–1 K–1
pV = nRT T = 27°C = 300 K
2 atm × 5 liter = n × 0,0821 L atm mol–1K–1 × 453 K K p = K c(RT)n
25 n = koefisien gas kanan – koefisien gas kiri
n=  = 0,27 mol
0,0821 453 =3–1=2
Jumlah mol gas CO sisa = a(1 – ) K p = 10(0,082 × 300)2
0,27 = 0,4(1 – ) 11.   Jawaban: c
0,27 = 0,4 – 0,4 Reaksi kesetimbangan 2NO(g ) + O 2(g ) 
0,4 = 0,13 N2O4(g ) H = –x kkal merupakan reaksi eksoterm.
0,13 Jika pada kesetimbangan suhu dinaikkan,
 =  = 0,325
0,4 kesetimbangan akan bergeser ke arah endoterm
Jadi, derajat ionisasi gas CO adalah 0,325.
atau ke arah reaktan. Kondisi ini mengakibatkan
8.   Jawaban: b  jumlah gas NO dan gas O2 bertambah, sedangkan
Reaksi kesetimbangan: 2AB(g )  2A(s ) + B 2(g )  jumlah N2O4 semakin berkurang.
1
Pada saat setimbang: a(1 – ) a a 12.   Jawaban: d
2
Penambahan kristal Na2HPO4 berfungsi untuk
Jumlah mol B2 yang terjadi:
mengikat Fe 3+   sehingga untuk menjaga
PV = nRT
kesetimbangan, ion FeSCN– akan terurai kembali
1 × 2 = n × 0,0821 × (120 + 273)
untuk membentuk ion Fe3+ dan SCN– atau kese-
1 2
n= timbangan bergeser ke kiri dan mengakibatkan
0,0821 393
warna merah berkurang.
= 0,062 mol
13.  Jawaban: d
1
Jumlah mol B2 yang terjadi = a 2
2  0,2   0,2 
[NO]2 [Br2 ]  2   2 
1    
0,062 =  × a × 0,8 K c =  = 2  = 0,4
2 [NOBr]2  0,1
 
 2 
0,062
a=
0,4 Jadi, harga K c sebesar 0,4.
= 0,155 mol 14.   Jawaban: a
Jadi, jumlah mol mula-mula zat AB adalah 0,155 mol. Harga K  untuk N2O4  N2(g ) + 2O2(g ) diperoleh
9.   Jawaban: d dengan cara reaksi 1) dibalik dan dikali dua dan
Hubungan K c  dan K p  dapat dituliskan sebagai reaksi 2) dibalik. Penggabungan kedua reaksi
berikut. sebagai berikut.
K p = K c (RT)n Reaksi 1): 2NO2(g )  N2(g ) + 2O2(g ) K  = K 12
n = koefisien gas kanan – koefisien gas kiri 1
Reaksi 2): N2O4(g )  2NO2(g ) K  = K 2
Jadi, reaksi kesetimbangan yang mempunyai
––––––––––––––––––––––––––––––
harga K c = K p adalah reaksi yang kedua ruasnya N2O4(g )  N2(g ) + 2O2(g )
mempunyai jumlah koefisien reaksi sama
2
sehingga n = 0. Reaksi tersebut ditunjukkan oleh 1 K 1
K  = K 12 × K 2
 =
K 2
angka 2) dan 4).
CO(g ) + H2O(g )  CO2(g ) + H2(g ) . . . (2) 2
K 1
2 2 Jadi, harga K  untuk reaksi tersebut adalah .
K 2
2HI(g )  H2(g ) + I2(g ) . . . (4)
2 2

82 Reaksi Kesetimbangan 
15.   Jawaban: b 1
P(g ) + 2Q(g )  R(g ) + 2S(g ) PNH  =  × 3 atm = 1 atm
3 3
Mula-mula : 3 M 1,5 M – – 0,5
Bereaksi : 0,5 M 1 M 0,5 M 1 M PN  =  × 3 atm = 0,5 atm
2 3
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Setimbang : 2,5 M 0,5 M 0,5 M 1 M 1,5
PH  =  × 3 atm = 1,5 atm
2 3
2 2
[R][S] (0,5)(1)
K c = [P][Q]2  = (2,5)(0,5)2  = 0,8 (PNH3 )2 (1)2 1
K p = 3  = 3
 =  = 0,59
(PN2 )(PH2 ) (0,5)(1,5) 1,69
Jadi, harga K c untuk reaksi tersebut adalah 0,8.
16.   Jawaban: b Jadi, harga tetapan kesetimbangan parsial (K p)
Reaksi kesetimbangan: reaksi tersebut adalah 0,59.
PCl5(g )  PCl3(g ) + Cl2(g ) K p = 2,5 19.   Jawaban: a
PPCl  = 0,12 atm 2SO3(g )  2SO2(g ) + O2(g )
5
PPCl  = 0,8 atm Mula-mula : 0,5 atm – –
3
(PPCl3 )(PCl2 ) Terurai : x  atm x  atm 0,5x  atm
K p = –––––––––––––––––––––––––––––––––––––
(PPCl5 )
Setimbang: (0,5 – x ) atm x  atm 0,5x  atm
(0, 8)(PCl2 )
2,5 = Ptotal = (0,5 –x ) + x  + 0,5x  atm
0,12
0,832 = 0,5 + 0,5x 
0,3 = 0,8PPCl
2 0,832 – 0,5 = 0,5x 
PCl = 0,375 atm 0,332 = 0,5x 
2

Jadi, tekanan parsial gas Cl2 (PCl ) adalah 0,375 x = 0,664 atm
2
atm. Jadi, tekanan parsial gas SO2 (P SO ) sebesar
2
0,664 atm.
17.   Jawaban: c
Misal volume larutan mula-mula: V1 20.  Jawaban: e
Reaksi: PCl5(g )  PCl3(g ) + Cl2(g )
A2(g ) + B2(g )  2AB(g ) Setimbang 1 mol 2 mol 1 mol
 mol AB 
2 Ptotal = 10 atm
 
 V 
 1 
K c =  mol A   mol B 
nPCl5 1 5
 2 

2

PPCl =  × Ptotal =  × 10 = atm
 V1   V1  5 ntotal 4 2

(mol AB)2 nPCl3 2


1 PPCl =  × Ptotal =  × 10 = 5 atm
= 3 ntotal 4
4 (mol A2 )(mol B2 )
V2 = 2V1 nCl2 1 5
PCl =  × Ptotal =  × 10 = atm
 mol AB 
2 2 ntotal 4 2
 
 2V 
 1 
K c =  mol A   mol B  (5) 
5
 2  2 (PPCl3 )(PCl2 ) 
 2V   2V  2
 1  1  K p = (PPCl5 )
 = 5
 = 5
2 2
(mol AB) 1  
= =
(mol A2 )(mol B2 ) 4 Jadi, harga K p reaksi tersebut adalah 5.
1
Jadi, tetapan kesetimbangannya tetap, yaitu .
21.   Jawaban: d
4
18.   Jawaban: a massa 138
Mol NO2 =  =  = 3 mol
Persamaan : N2(g ) + 3H2(g )  2NH3(g ) Mr 46
Mol awal : 1 3 1 mol terurai
Mol reaksi : 0,5 1,5 1 Derajat disosiasi () NO2 =  =
3 mol mula-mula
–––––––––––––––––––––––––––––––––––
Mol setimbang : 0,5 1,5 1 2NO2(g )  2NO(g ) + O2(g )
Ptotal = 3 atm Mol mula-mula : 3 – –
Mol terurai : 1 1 0,5
mol total = 3
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Mol setimbang : 2 1 0,5
Ptotal= 7 atm

Kimia Kelas XI  83


nNO2 [PCl3 ][Cl2 ]
PNO =  × Ptotal K c =
2 ntotal [PCl5 ]
(0,1)2
2 0,05 = (0,1  0,1)
= 3,5  × 7 atm
5 10 2  2
= 4 atm = 0,1(1  )
100
Jadi, tekanan parsial gas NO2 (PNO ) adalah 4 atm.
2 2 + 0,5 – 0,5 = 0
22.   Jawaban: e 1
( + 1)( – ) =0
P(g ) + 2Q(g )  PQ2(g ) 2
Mol mula-mula : x  1,5 – 1
 – =0
Mol bereaksi : 0,5 1 0,5 2
1
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––  =
2
Mol setimbang : (x  – 0,5) 0,5 0,5
= 0,5 atau  = 50%

[PQ 2 ] Jadi, banyak mol PCl5 yang terurai 50%.
K c =
[P][Q] 2
 0,5 
25.  Jawaban: c
1  
 3 
= 2 mol terurai 1
4  x   0,5   0,5 
  
Derajat disosiasi () =  = 0,2 =
 3  3  mol mula-mula 5
1 1 2HBr(g )  H2(g ) + Br2(g )
=  x   0,5   0,5 
4    Mol mula-mula : 5 – –
 3  3 
Mol terurai : 1 0,5 0,5
 x   0,5  0,5  ––––––––––––––––––––––––––––––––––––
4=   
 3  3  Mol setimbang : 4 0,5 0,5
 0,5x   0,25  nHBr 4 1
4=   PHBr =  × Ptotal =  × = 0,4 atm
 9  ntotal 5 2
36 = 0,5x  – 0,25
nH2 0,5 1
x = 72,5 PH =  × Ptotal =  ×  = 0,05 atm
2 ntotal 5 2
Jadi, jumlah mol P adalah 72,5.
23.   Jawaban: b nBr2 0,5 1
PBr =  × Ptotal =  ×  = 0,05 atm
Kesetimbangan yang menghasilkan hasil atau 2 ntotal 5 2
produk lebih banyak harus bergeser ke kanan. (PH2 )(PBr2 ) (0,05)(0,05)
Jika volume diperbesar, kesetimbangan akan K p =  =  = 6,25 × 10–3
(PHBr )2 (0,4)2
bergeser ke arah koefisien besar. Oleh karena
itu, koefisien ruas kanan harus lebih besar Jadi, tetapan kesetimbang (K p) pada reaksi
daripada koefisien ruas kiri. Jumlah koefisien tersebut adalah 6,25 × 10–3.
kedua ruas untuk reaksi tersebut sebagai berikut.
26.   Jawaban: a
1) 2NH3(g )  N2(g ) + 3H2(g )
2 1+3=4 1 1
N2(g ) + O2(g )  NO(g ) K 1 = 6
2) N2(g ) + 2O2(g )  2NO2(g ) 2 2
1+2=3 2 2NO(g )  N2(g ) + O2(g ) K 2 = ?
3) 2HI(g )  H2(g ) + I2(g ) Reaksi kedua merupakan reaksi kebalikan reaksi
2 1+1=2 ke-1 dan juga 2 × reaksi ke-1 sehingga besarnya
4) PCl5(g )  PCl3(g ) + Cl2(g ) 2
1 1+1=2  1 1
K 2 =    = 36
 
6
Jadi, kesetimbangan yang menghasiilkan produk
lebih besar jika volume diperbesar adalah reaksi 27.   Jawaban: e
1) dan 4). Reaksi ke-1 dibalik dan dibagi 2:
24.   Jawaban: b 1 1  1 
HCl(g )  H2(g ) + Cl2(g ) K 2 =  6

Reaksi : PCl5(g )  PCl3(g ) + Cl2(g ) 2 2  1 10 
Mol mula-mula : 0,1 – – Reaksi ke-2 dibalik dan dibagi 2:
Mol terurai : 0,1 0,1 0,1
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––– + 1 3  1 
NH3(g )  N2(g ) + H2(g ) K 2 =  
Mol setimbang : (0,1 – 0,1) 0,1 0,1 2 2  4  10
4

84 Reaksi Kesetimbangan 
Reaksi ke-3 tetap: 30.   Jawaban: a
1 1 PCl5(g )  PCl3(g ) + Cl2(g )
N2(g ) + 2H2(g ) + Cl2(g )  NH4Cl(g ) Mol mula-mula : x  – –
2 2
K 2 = 1 × 10–6 Mol bereaksi : 0,5x  0,5x  0,5x 
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––– ––––––––––––––––––––––––––––––––––––
NH3(g ) + HCl(g )  NH4Cl(g ) Mol setimbang : 0,5x  0,5x  0,5x 
Perbandingan mol PCl5: PCl3 = 0,5x  : 0,5x  =1: 1
 1   1 
K  =  6
  × 
4
  × 1 × 10–6 = 0,05 Jadi, perbandingan mol PCl5 : PCl3 adalah 1:1.
 1 10   4  10 

28.   Jawaban: b B. Uraian


COCl2(g )  CO(g ) + Cl2(g ) 1. Reaksi setimbang adalah reaksi yang berlangsung
Mula-mula : 1 – – bolak-balik, laju terbentuknya produk sama
Terurai :    dengan laju terurainya produk menjadi reaktan.
––––––––––––––––––––––––––––––––––– Dalam keadaan setimbang laju reaksi ke kanan
Setimbang : 1 –   
sama dengan dengan laju reaksi ke kiri. Syarat-
ntotal = 1 –  +  +  syarat reaksi setimbang sebagai berikut.
=1+ a. Terjadi dalam wadah tertutup.
Ptotal = P b. Bersifat dinamis.
c. Reaksi bolak-balik.
2
 1 

p  2. Reaksi titrasi:
K p = 1 
I2(g ) + 2Na2S2O3(aq )  2NaI(g ) + Na2S4O6(aq )
p
1 

p p
1 mol I2 ~ 2 mol Na2S2O3

1  1  1 1
= 1  mol I2 =  × mol Na2SO2O3 =  × 0,001 = 0,0005
p 2 2
1 
2
Jadi, dalam kesetimbangan dihasilkan 0,0005 mol
 p
1  I2.
=
1  Reaksi:
2 2
p   p 2HI(g )  H2(g ) + I2(g )
=  =
(1  )(1   ) 1  2 Mol mula-mula : 0,02
2
 p
Jadi, nilai K p reaksi tersebut sebesar . Mol terurai : 0,001 0,0005 0,0005
1 2
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––
29.   Jawaban: c Mol setimbang : 0,019 0,0005 0,0005
2HI(g )  H2(g ) + I2(g ) Konsentrasi pada
Setimbang 0,8 mol x  mol 0,4 mol
0,019 0,0005 0,0005
Volume = 2 L saat setimbang:
2 2 2
[H2 ][I2 ] (mol L–1)
K c = [HI] 2
0,0095 0,00025 0,00025
 x    0,4 
   [H2 ][I2 ] (0,00025)(0,00025)
 2  2 
4= 2 a. K c =  =  = 6,9 × 10–4
 0,8 
 
[HI]2 (0,0095) 2
 2 
b. Pada reaksi: 2HI(g )  H2(g ) + I2(g )
 x  
  0,2 n = 2 – 2 = 0
2
4= 2
(0,4) K p = K c(RT)0 = K c = 6,9 × 10–4

3,2 = massa 16,06
2 3. Mol NH4Cl = M r NH4Cl
 = 53,5 = 0,3 mol
x = 6,4
NH4Cl(s )  NH3(g ) + HCl(g )
6,4 mol Mol mula-mula : 0,3 – –
[H2]=  = 3,2 M
2L Mol terurai : 0,05 0,05 0,05
Jadi, konsentrasi H2 sebesar 3,2 M. ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Mol setimbang : 0,25 0,05 0,05
mol terurai 0,05
 =  = 0,3  = 0,17
mol mula-mula

Kimia Kelas XI  85


K c = [NH3][HCl] 6. Reaksi kesetimbangan:
 0,05  0,05  Ag2CrO4(s )  2Ag+(aq ) + CrO42–(aq )
=  10  10  = 2,5 × 10–5
   Mol Ag+ = mol CrO42– karena koefisiennya sama
n
K p = K c (RT) maka:
n = koefisien gas kanan – koefisien gas kiri Mol Ag+ = 2a mol CrO42– = a
n = 2 – 0 = 2 Ptotal = P atm
K p = 2,5 × 10–5(0,082 · 773)2 K p = (P Ag+)2(PCrO2–)
= 2,5 × 10–5 · 4,02 4
2a a
= 1,0 × 10–4 =( p)2( p)
3a 3a
Jadi, derajat ionisasi dan tetapan kesetimbangan
berturut-turut sebesar 0,17 dan 1,0 × 10–4. 4a2 a
=( 2 p2)( p)
9a 3a
4. 2MgO2(s )  2MgO(s ) + O 2(g )
4 1
a(1 – ) a
1
a =( p2)( p)
2 9 3
76 cmHg = 1 atm 4
82 = p3
27
82 cmHg =  = 1,08 atm
76
Jadi, tetapan kesetimbangan (K p) untuk reaksi di
Jumlah mol O2 yang terjadi:
4
PV = nRT atas adalah p3.
27
1,08 atm × 3 L = n × 0,0821 L atm mol–1 K–1 × (125 + 273) K
3,24 = n × 32,68 7. Persamaan reaksi : N2O4(g )  2NO2(g )
3,24 Mol mula-mula : 5
n=  = 0,1 mol Mol terurai : y  2y 
32,68
1 –––––––––––––––––––––––––––––––––
Jumlah mol O2 yang terjadi = a = 0,1 mol Mol setimbang : 5 – y  2y 
2
1 Pada kondisi setimbang mol N2O4  = mol NO2,
 × 0,6 ×  = 0,1
2 maka:
0,3 = 0,1 5 – y  = 2y 
0,1 –2y  – y = –5
 =  = 0,33
0,3 3y  = 5
Jadi, derajat disosiasi MgO2 adalah 0,33. 5
y  =
5. Reaksi: 3
Fe2O3(s ) + 3CO(g )  2Fe(s ) + 3CO2(g ) H = –x  kJ Dengan demikian, persamaan reaksinya menjadi:
  Reaksi : N2O4(g )  2NO2(g )
 jumlah koefisien jumlah koefisien
3 3 Mol mula-mula : 5 –
5 10
Reaksi ke kanan berlangsung secara eksoterm Mol terurai :
3 3
karena mempunyai harga entalpi negatif, sebalik- –––––––––––––––––––––––––––––– +
nya reaksi ke kiri merupakan reaksi endoterm. 10 10
Mol setimbang :
Usaha yang dapat dilakukan agar reaksi bergeser 3 3

ke arah produk (ke kanan) sebagai berikut. a. Derajat disosiasi () = mol terdisosiasi
a. Suhu diturunkan. Jika suhu diturunkan, mol mula-mula
5
kesetimbangan akan bergeser ke arah reaksi 5 1
= 3
 =  =
eksoterm, sedangkan jika suhu dinaikkan 5 15 3
reaksi akan bergeser ke arah endoterm. 1
Jadi,  untuk reaksi tersebut sebesar .
b. Memperbesar konsentasi CO. Jika suatu zat 3
pada reaksi kesetimbangan ditambah, reaksi b. Konsentrasi setiap zat yang terlibat dalam
akan bergeser dari arah zat yang ditambah. mol
Jika suatu zat pada reaksi kesetimbangan reaksi =
volume
dikurangi, reaksi akan bergeser ke arah zat
mo l N2O 4
yang dikurangi. 1) [N2O4] =
volume N2O 4
Adapun perlakuan volume/tekanan diperbesar
10
atau diperkecil tidak memengaruhi pergeseran 3
mol
kesetimbangan karena kedua ruas memiliki =
1L
 jumlah koefisien yang sama. 10
=  M
3

86 Reaksi Kesetimbangan 
mol NO 2 9. Reaksi : N2(g ) + 3H2(g )  2NH3(g )
2) [NO2] = Mol mula-mula : 4 3
volume NO 2
10 Mol reaksi : 0,5 1,5 1
mol
= 3 ––––––––––––––––––––––––––––––––––––
1L Mol setimbang : 3,5 1,5 1
10 1
=  M PNH  =  × 3 atm = 0,5 atm
3 3 3,5  1,5  1

 10 
2 3,5
[NO2 ]2  
 3
10 PN  =  × 3 atm = 1,75 atm
c. K c =  =  = 2 3,5  1,5  1
[N2O 4 ] 10 3
3
1,5
d. K p = K c(RT)n PH  = 3,5  1,5  1  × 3 atm = 0,75 atm
2

R = 0,082 L atm/mol K
[PNH3 ]2 (0,5)2
10 K p =  =  = 0,338
K c = 3 [PN2 ][PH2 ]3 (1,75)(0,75)3

T = 27°C = 300 K Jadi, harga tetapan kesetimbangan parsial (K p)


n = 2 – 1 = 1 reaksi tersebut sebesar 0,338.
10
K p = (0,082 × 300)1 = 82 10. Reaksi kesetimbangan:
3
CO(g ) + H2O(g )  CO2(g ) + H2(g )
8. A + B  C K c = 4 . . . (1) Mol mula-mula : 2 2 – –
Mol bereaksi : x x x x  
2A + D  C K c = 8 . . . (2) –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
Mol setimbang : 2 – x  2–x x x 
C + D  2B K c = ? . . . (3)
Reaksi (3) dapat diperoleh dari penjumlahan Konsentrasi pada
2  x  2  x  x  x 
kebalikan reaksi (1) dikali dua dan reaksi (2) tetap saat setimbang : 5 5 5 5
sebagai berikut.
2 [CO 2 ][H2 ]
 1  1 1 K c =
(1) 2C  2A  + 2B K c =    = [CO][H2O]
4 16
 x  x  
  
(2) 2A  + D  C K c = 8  4=  5  5 
 2  x  2  x  
  
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––– +  5  5 
1 1 2
(3) C + D  2B K c = 8 × 16  = 2  x  
 4=  
 2  x  
1
Jadi, K c untuk reaksi C + D  2B adalah .  x  
2
2
 22 =  
 2  x  
 x  
 2 =  2  x  
 
 4 – 2x = x 
 3x = 4
4
 x =  mol
3
Jadi, jumlah mol uap air dalam kesetimbangan
4 2
2–  =  mol.
3 3

Kimia Kelas XI  87


A. Pilihan Ganda 4. Jawaban: d
1. Jawaban: b Reaksi 1) merupakan reaksi adisi karena terjadi
pemutusan ikatan rangkap (ikatan rangkap dua
--------------------
       -        -
       -        -
menjadi tunggal). Reaksi 2) merupakan reaksi
CH3 – CH2 – CH – CH2 – CH3
       -
       -
       -

5
       -
       -
4 3
       -
       - substitusi karena terjadi pergantian gugus atom H
----------------- |
       -
       -
       -
       -
       -
oleh Cl. Sementara itu, reaksi 3) merupakan reaksi
2        -
       -

CH3 – C – CH3        -


       -
       -
       -
       -
pembakaran karena bereaksi dengan oksigen (O 2)
       -

|        -
       -
       -
yang menghasilkan gas CO 2 dan H2O.
1        -
       -        -

CH3        -
       -
       -
       -
5. Jawaban: d
------        -        -

3-etil-2,2-dimetil pentana Titik didih senyawa hidrokarbon berbanding lurus


dengan M r. Senyawa 1), 2), dan 3) memiliki M r
Cabang etil pada C nomor 3 dan dua metil pada yang sama karena memiliki rumus yang sama,
C nomor 2. Secara alfabetis etil ditulis terlebih yaitu C5H12. Apabila M r sama, senyawa dengan
dahulu daripada metil. Apabila terdapat 2 cabang rantai paling panjang mempunyai titik didih
yang sama diberi awalan di- (dimetil) sehingga paling tinggi. Jadi, urutan titik didih dari yang
namanya 3-etil-2,2-dimetil pentana. terendah adalah 3) – 2) – 1).
2. Jawaban: b 6. Jawaban: a
Reaksi adisi merupakan reaksi pemutusan ikatan Zat aditif yang ditambahkan dalam bensin sebagai
rangkap. Pada reaksi adisi alkena oleh asam pengganti TEL adalah metil tersier butil eter
halida berlaku aturan Markovnikov, yaitu atom H (MTBE).
dari asam halida akan berikatan dengan atom C
rangkap yang mengikat atom H lebih banyak. Jadi, 7. Jawaban: b
senyawa hasil reaksi adalah Kegunaan beberapa fraksi minyak bumi sebagai
Br berikut.
| Jumlah
H3C – C – CH 2 – CH2 – CH3 No. Titik Didih Kegunaan
Atom
|
1) C1 – C4 < 200C Bahan bakar kompor
CH3
gas
3. Jawaban: d 2) C5 – C10 30 – 90°C Bahan bakar kendaraan
bermotor
Pada keadaan STP, jumlah mol alkena adalah 3) C10 – C14 170 – 250°C Bahan bakar pesawat
2,24 gram 4,2 terbang, kompor minyak,
22,4
 = 0,1 mol, mol = ⇔ 0,1 = dan bahan industri
M r M r
4,2 4) C15 – C25 250 – 500°C Bahan bakar mesin die-
M r = 0,1  = 42 sel
5) C26 – C28 > 350°C Bahan baku pembuatan
M r CnH2n = 42 ⇔ (n × 12) + (2n × 1) = 42 lilin
14n = 42 ⇔ n = 3
Rumus alkena = C3H6 8. Jawaban: d
Ada enam senyawa gas yang menyebabkan efek
Jadi, alkena yang dimaksud adalah propena.
rumah kaca, yaitu CO 2, CH4, N2O, CFC, SF6 dan
HFCs. Sementara itu, gas CO merupakan gas
beracun yang dihasilkan asap rokok. Gas CO

88 Ulangan Akhir Semester 


dapat mengakibatkan kematian karena akan ∆Hreaksi =  ∆ Hhasil – ∆Hreaktan
berikatan dengan hemoglobin dalam darah. = (∆H°f CO2 + 2 · ∆H°f H2O) –
Adapun gas O 2  dan H 2  merupakan gas yang
(∆H°f CH4 + 2 · ∆H°f O2)
terdapat di udara bebas dan tidak berbahaya. H 2O
merupakan rumus molekul air. = (–94,1 – 2(136,6)) kkal – (–17,9 – 0) kkal
= –349,4 kkal
9.   Jawaban: c
massa CS2 3,8 13.   Jawaban: c
Mol CS2 =  =  = 0,05 ∆Hreaksi =  Σ Epemutusan  – ΣEpenggabungan
M r CS2 76
Q  1
∆H = = (EC – C + EC = O + 4EC – H + 2 EO = O) –
mol 
Q = –∆H × mol (EC – C + EC = O + EC – O + 3EC – H + EO – H)
= –1110 × 0,05 1
= (349 + 726,6 + (4 × 417) + ( 2  × 506)) –
= –55,5 kJ
Jadi, kalor reaksi yang dihasilkan dari pem- (349 + 726,6 + 357 + (3 × 417) + 465)
bakaran 3,8 gram CS2 sebesar –55,5 kJ. = 2996,6 – 3.148,6 = –152 kJ
22
10.   Jawaban: d 22 gram C2H3OH = 44  = 0,5 mol
1) 2NO(g ) + O 2(g ) → N2O4(g ) ∆H = a Jadi, perubahan entalpi pada oksidasi 22 gram
1 asetaldehida adalah 0,5 × (–152) = –76 kJ.
2) NO(g ) + 2 O2(g ) → NO2(g ) ∆H = b
14.   Jawaban: b
2NO2(g ) → N2O4(g ) ∆H = . . . ?
∆H1 = ∆H2 + ∆H3
Untuk mendapatkan reaksi tersebut, persamaan = +178 kJ + –318 kJ
1) tetap, sedangkan persamaan 2) dibalik dan
= –140 kJ
dikalikan 2. Penggabungan kedua reaksi tersebut
sebagai berikut. Jadi, nilai ∆H1 sebesar –140 kJ
1) 2NO(g)  + O2(g)  → N2O4(g)  ∆H = a 15.   Jawaban: d
2) 2NO2(g)  → 2NO(g)  + O2(g)  ∆H = –2b Dari diagram tersebut diperoleh dua reaksi, yaitu:
–––––––––––––––––––––––––––––––––– + 1) 2S(s ) + 3O2(g ) → 2SO2(g ) + O 2(g ) ∆H = –673 kJ
2NO2(g)  → N2O4(g)  ∆H = (a – 2b) kJ 2) 2SO2(g ) + O2(g ) → 2SO3(g ) ∆H = –186,5 kJ

11.   Jawaban: e Reaksi SO3(g ) → S(s ) + 3O2(g ) diperoleh meng-


Massa larutan = volume × massa jenis air gunakan hukum Hess. Reaksi 1) dibalik dan dibagi
= (1 × 1.000) mL × 1 g mL –1 dua. Reaksi 2) dibalik dan dibagi dua. Peng-
= 1.000 g gabungan kedua reaksi tersebut sebagai berikut.
∆T = (34 – 27)oC = 7°C 1) SO2(g ) +
1
O2(g ) → S(s ) +
3
O2(g ) ∆H = +336,5 kJ
2 2
c = 4,2 J g–1°C–1 1
2) SO3(g ) → SO2(g ) + O2(g ) ∆H = +93,25 kJ
Q = m · c · ∆T 2
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
= 1000 · 4,2 · 7 3
= 29400 J SO3(g ) → S(s ) + 2
O2(g ) ∆H = +429,75 kJ
= 2,94 kJ 3
Jadi, ∆H untuk reaksi: SO 3(g ) → S(s ) + 2 O2(g )
massa KOH
Mol KOH = adalah + 429,75 kJ.
M r KOH
2,8 16.   Jawaban: e
= 56
Luas permukaan semua pereaksi pada percobaan
= 0,05 mol tersebut sama karena sama-sama berbentuk
Q  2,94 larutan. Laju reaksi yang hanya dipengaruhi oleh
∆H = –  =  = –58,8 kJ mol –1
mol  0,05 suhu terdapat pada tabung 4) terhadap 5) karena
Jadi, perubahan entalpi pelarutan KOH sebesar konsentrasi dan luas permukaan kedua tabung
– 58,8 kJ mol –1. sama yang berbeda hanya suhu. Laju reaksi
tabung 1) terhadap 2) dan 2) terhadap 3)
12.   Jawaban: a
dipengaruhi oleh konsentrasi karena suhu dan
Reaksi pembakaran metana: luas permukaan kedua tabung sama, tetapi
CH4(g ) + 2O2(g ) → CO2(g ) + 2H2O() konsentrasi HCl berbeda. Laju reaksi tabung 1)

Kimia Kelas XI  89


terhadap 4) dan 3) terhadap 5) dipengaruhi oleh v  = 0,5[NO]2[Cl2]
suhu dan konsentrasi karena luas permukaan 2
⎛ 0,8 ⎞ ⎛ 0,4 ⎞
sama tetapi suhu dan konsentrasi HCl berbeda. = 0,5 ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
⎝ 2 ⎠ ⎝ 2 ⎠
17.   Jawaban: a
= 0,5(0,4)2(0,2)
Misal laju reaksi: v  = k [H2]m[I2]n
= 0,016 M menit–1
Orde reaksi H2 ditentukan saat [I2] tetap, yaitu data
percobaan 1) dan 2). Jadi, laju reaksinya sebesar 0,016 M menit –1.

v 1 k  ⎛ [H2 ]1 ⎞
m
⎛ [I2 ]1 ⎞
n 19.   Jawaban: e
= ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ Misal laju reaksi: v  = k [NO2]m[O2]n
v 2 k  ⎝ [H2 ]2 ⎠ ⎝ [I2 ]2 ⎠
1 m n Orde reaksi NO 2 ditentukan saat [O2] tetap, yaitu
k  ⎛ 0,1 ⎞ ⎛ 0,2 ⎞
36
1 = ⎜ ⎟ ⎜ 0,2 ⎟ data percobaan 2) dan 3).
k  ⎝ 0,2 ⎠ ⎝ ⎠ m n
18
v 2 k  ⎛ [NO2 ]2 ⎞ ⎛ [O 2 ]2 ⎞
18 ⎛ 0,1 ⎞
m
= ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
= ⎜ ⎟ v 3 k  ⎝ [NO2 ]3 ⎠ ⎝ [O 2 ]3 ⎠
36 ⎝ 0,2 ⎠
m n
m 19,8 × 10−4 k  ⎛ 0,2 ⎞ ⎛ 0,3 ⎞
1
=
1 = ⎜ ⎟ ⎜ 0,3 ⎟
2 2 19,8 × 10−4 k  ⎝ 0,1 ⎠ ⎝ ⎠
m
m=1 ⎛ 0,2 ⎞
1= ⎜ ⎟
Orde reaksi I 2 dapat ditentukan saat [H2] tetap, ⎝ 0,1 ⎠
yaitu data percobaan 3) dan 4). 1 = 2m
v 3 k  ⎛ [H2 ]3 ⎞
m
⎛ [I2 ]3 ⎞
n
m=0
= ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
v 4 k  ⎝ [H2 ]4 ⎠ ⎝ [I2 ]4 ⎠ Orde reaksi O 2 ditentukan saat [NO 2] tetap, yaitu
1 m n
data percobaan 1) dan 3).
9 k  ⎛ 0,4 ⎞ ⎛ 0,2 ⎞ m n
1 = ⎜ ⎟ ⎜ 0,1 ⎟ v 1 k  ⎛ [NO2 ]1 ⎞ ⎛ [O 2 ]1 ⎞
k  ⎝ 0,4 ⎠ ⎝ ⎠ = ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
18
n
v 3 k  ⎝ [NO2 ]3 ⎠ ⎝ [O 2 ]3 ⎠
18 ⎛ 0,2 ⎞
= ⎜ ⎟ 2,2 × 10−4 k  ⎛ 0,1⎞
m
⎛ 0,1 ⎞
n
9 ⎝ 0,1 ⎠
= ⎜ 0,1⎟ ⎜ 0,3 ⎟
2 = 2n 19,8 × 10−4 k  ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
n
n=1 1 ⎛ 0,1 ⎞
= ⎜ ⎟
Sehingga persamaan laju reaksi adalah 9 ⎝ 0,3 ⎠
2 n
v  = k [H2][I2]. Harga k   dapat ditentukan dengan ⎛ 1⎞ 1
⎜3⎟ =
mengambil salah satu data percobaan, misal ⎝ ⎠ 3
percobaan 1). n=2
v = k [H2][I2] Sehingga persamaan laju reaksi adalah v = k [O2]2.
1 Harga k   dapat ditentukan dengan mengambil
36
= k (0,1)(0,2)
salah satu data percobaan, misal percobaan 1).
1
36
= k 0,02 v = k [O2]2
k = 1,4 2,2 × 10–4 = k (0,1)2
Jadi, nilai konstanta laju reaksi dari percobaan 2,2 × 10 −4
k = 0,01
 = 2,2 × 10–2
tersebut adalah 1,4.
Laju reaksi saat [NO2] dan [O2] diubah menjadi
18.   Jawaban: e 0,5 M:
80
80% NO = 100  × 4 = 3,2 mol v  = k [O2]2
2NO + Cl2 → 2NOCl = 2,2 × 10–2(0,5)2
Mol mula-mula : 4 2 – = 5,5 × 10–3
Mol bereaksi : 3,2 1,6 3,2 Jadi, harga laju reaksinya menjadi 5,5 × 10 –3 Ms–1.
––––––––––––––––––––––––––––––––
Mol sisa : 0,8 0,4 3,2 20.   Jawaban: c
perubahan volume (T tetap)
Laju reaksi =
perubahan waktu

90 Ulangan Akhir Semester 


Suhu tetap pada percobaan 1) dan 2), maka laju 24.   Jawaban: b
reaksi: Orde reaksi terhadap A, [B ] tetap → percobaan 1
(40 − 20) mL dan 2.
v  = (10 − 5) d et ik m n
v 1 k  ⎛ 0,1 ⎞ ⎛ 0,6 ⎞
= 4 mL s–1 v 2 = ⎜ 0,2 ⎟ ⎜ 0,6 ⎟
k  ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
Jadi, laju pembentukan gas H 2 sebesar 4 mL s –1. 12 × 10 −3 ⎛ 1⎞
m

48 × 10 −3
= ⎜2⎟
⎝ ⎠
21.   Jawaban: b m
Orde reaksi NO ditentukan saat [H 2] tetap, yaitu 1 ⎛ 1⎞
= ⎜ ⎟
data percobaan 2) dan 4). 4 ⎝2⎠
m n m=2
v 2 k  ⎛ [H2 ]2 ⎞ ⎛ [NO]2 ⎞
= ⎜ ⎟ ⎜ ⎟ Orde reaksi B , [A] tetap → percobaan 2 dan 3.
v 4 k  ⎝ [H2 ]4 ⎠ ⎝ [NO]4 ⎠
m n
v 2 k  ⎛ 0,2 ⎞ ⎛ 0,6 ⎞
3,1× 10−3
k  ⎛ 0,2 ⎞
m
⎛ 0,1 ⎞
n
v 3 = ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
k  ⎝ 0,2 ⎠ ⎝ 1,2 ⎠
= ⎜ ⎟ ⎜ 0,3 ⎟
9,1× 10−3 k  ⎝ 0,2 ⎠ ⎝ ⎠ n
48 × 10 −3 ⎛ 1⎞
n 96 × 10 −3
= ⎜2⎟
1 ⎛ 1⎞ ⎝ ⎠
= ⎜ ⎟ n
⎝3⎠
3 1 ⎛ 1⎞
= ⎜2⎟
n=1 ⎝ ⎠
2

Orde reaksi terhadap NO adalah satu. Orde satu n=1


digambarkan oleh kurva opsi b. Sementara itu, Jadi, persamaan laju reaksinya adalah v = k [A]2[B ].
opsi a  merupakan kurva orde nol terhadap NO 25.   Jawaban: d
dan opsi c kurva orde dua terhadap NO. Pada percobaan 2 dan 4 dipengaruhi oleh
22.   Jawaban: e konsentrasi. Percobaan 2 memiliki konsentrasi
Laju reaksi yang dipengaruhi oleh suhu dan luas 2 M, sedangkan percobaan 4 memiliki konsentrasi
permukaan ditunjukkan oleh erlenmeyer IV 4 M. Adapun luas permukaan dan suhu pada
terhadap V karena kedua konsentrasi erlenmeyer kedua percobaan sama. Sementara itu, waktu
sama tetapi suhu dan luas permukaan (bentuk menunjukkan cepat lambatnya reaksi ber-
padatan) berbeda. Laju reaksi I terhadap II langsung.
dipengaruhi oleh luas permukaan karena kedua 26.   Jawaban: c
erlenmeyer memiliki kondisi suhu dan konsentrasi Orde reaksi Na2S2O3, [HBr] tetap → percobaan 1
yang sama tetapi bentuk padatannya berbeda. dan 2.
Laju reaksi I terhadap IV dipengaruhi oleh 1
konsentrasi dan luas permukaan karena kedua v =
t
erlenmeyer memiliki suhu yang sama tetapi 1 m n
konsentrasi dan bentuk padatannya berbeda. Laju t1 k  ⎛ 0,4 ⎞ ⎛ 4,0 ⎞
1 = k  ⎜⎝ 0,2 ⎟⎠ ⎜ 4,0 ⎟
reaksi II terhadap III dipengaruhi oleh suhu, t2
⎝ ⎠
konsentrasi, dan luas permukaan karena kedua m
2 ⎛ 0,4 ⎞
erlenmeyer memiliki kondisi suhu, konsentrasi, 1
= ⎜ ⎟
⎝ 0,2 ⎠
dan bentuk padatan yang berbeda. Adapun, laju
reaksi III terhadap V memiliki laju yang sama 2 = 2m
karena kedua erlenmeyer memiliki suhu, m=1
konsentrasi, maupun bentuk padatan sama. Orde reaksi HBr , [Na2S2O3] tetap → percobaan 3
23.   Jawaban: e dan 4.
Dimisalkan laju reaksinya: v  = k [A]x[B ]y 1
t3 k  ⎛ 0,1⎞
m n
⎛ 4,0 ⎞
v 1 k [A] x [B ]y 1 1 1 = ⎜ 0,1⎟ ⎜ 2,0 ⎟
k  ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
I. 2v 1  = k [2A ]x [B ]y
⇔ (
2
) = ( 2 )x → x = 1 t4
m
v 1 k [A] x [B ]y 1 1 x 1 y
8 ⎛ 0,4 ⎞
II.  = ⇔ ( ) =( ) (2) 4
= ⎜ 0,2 ⎟
8v 1 k [2A ]x [2B ]y 8 2 ⎝ ⎠
1 1 1 1 1 2 = 2m
⇔ ( 8 ) = ( 2 )x · ( 2 )y ⇔ ( 4 ) = ( 2 )y
m=1
1 1
⇔ ( 4 )2 = ( 2 )y → y = 2 Jadi, orde reaksi totalnya adalah 1 + 1 = 2.
Jadi, persamaan laju reaksinya v  = k [A][B ]2.

Kimia Kelas XI  91


27.   Jawaban: b 31.   Jawaban: a
X (g ) + 2Y (g )  XY 2(g ) massa NO2 92
Mol NO2 =  =  = 2 mol
Mol mula-mula : 2 4 – M r NO 2 46
Mol bereaksi : 1 2 1 Reaksi 2NO2(g )  2NO(g ) + O2(g )
––––––––––––––––––––––––––––––––––
Mol mula-mula : 2 – –
Mol setimbang : 1 2 1
1
1 Mol terurai : x x 
2
 x 
k  =
3 –––––––––––––––––––––––––––––––––––––
v  = k [X ]2[Y ] 1
Mol setimbang : 2–x x 
2
 x 
1 2
v  =
3
(1)2(2) = 3 1
Mol NO2 : O2 = 2 : 1= (2 – x ) : 2 x 
1
Jadi, kecepatan reaksi setelah bagian 2  X  1
2( 2 x ) = 1(2 – x )
2
bereaksi adalah 3
.
x = 2 – x 
28.   Jawaban: b 2x = 2
Pada prinsipnya dalam tetapan kesetimbangan x = 1
baik K c atau K p rumus tetapannya selalu produk
2 − x  2 −1
dibagi reaktan masing-masing dipangkatkan [NO2] =  =  = 0,1 M
10 10
dengan koefisiennya. Spesi/zat yang terdapat x  1
dalam rumus K c hanya fase gas ( g ) dan larutan [NO] =  =  = 0,1 M
10 10
(aq ). Sementara itu, pada K p hanya spesi kimia 1 1
x  ⋅2
yang berfase gas (g ). Jadi, persamaan reaksi yang [O2] = 2
 = 2  = 0,05 M
10 10
mungkin untuk rumus K c tersebut adalah opsi b.
Adapun opsi a, c, dan e merupakan reaksi yang [NO]2 [O2 ]
K c =
belum setara, sedangkan opsi d jika ditulis tetapan [NO2 ]2
kesetimbangannya: (0,1)2 (0,05)
=
1 (0,1)2
K c =
[CO2 ][H2O] = 0,05
29.   Jawaban: d Jadi, nilai tetapan kesetimbangan ( K c) sebesar
Pergeseran kesetimbangan dipengaruhi oleh 0,05.
beberapa hal, salah satunya adalah konsentrasi.
Jika konsentrasi ion Fe 3+ ditambahkan maka ion 32.   Jawaban: b
Fe3+ akan bereaksi lagi dengan ion SCN – yang Reaksi kesetimbangan:
menyebabkan reaksi bergeser ke kanan dan 2N2(g ) + 3H2(g )  2NH3(g )
 
warna merah semakin gelap atau bertambah
Jumlah koefisien Jumlah koefisien
merah. Hal ini sesuai dengan hukum Le Chatelier reaksi = 5 reaksi = 2
yang menyatakan jika konsentrasi ditambah maka
kesetimbangan bergeser ke arah yang tidak Jika volume diperbesar maka kesetimbangan
ditambah begitu pun sebaliknya. akan bergeser ke arah koefisien yang besar (ke
kiri) sehingga gas N 2 dan gas H2 akan bertambah.
30.   Jawaban: d Jadi, gambar partikel reaksi kesetimbangan
Reaksi : HCl(g ) + H2O()  H3O+(aq ) + Cl–(aq ) sesaat yang baru ditunjukkan oleh gambar b.
Mol setimbang : 0,1 0,3 0,25 0,2 33.   Jawaban: d
+ −
[H3O ][Cl ] 80
K c = 80% SO3 terurai = 100  × 15 = 12 mol
[HCl]
0,1 Reaksi 2SO3(g )  2SO2(g ) + O2(g )
[HCl] = 2  = 0,05 M
Mol mula-mula : 15 – –
0,25
[H3O+] = 2
 = 0,125 M Mol terurai : 12 12 6
––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
0,2
[Cl–] = 2  = 0,1 M Mol setimbang : 3 12 6
(0,125)(0,1)
K c =  = 0,25
0,05
Jadi, nilai K c dari reaksi sebesar 0,25.

92 Ulangan Akhir Semester 


Mol total = 21 mol Jadi, reaksi yang bergeser ke arah produk jika
Ptotal = 7 atm tekanan diperkecil adalah opsi a. Sementara itu,
n(SO3 ) 3
opsi b tidak mengalami pergeseran karena kedua
P(SO ) =  × Ptotal =  × 7 = 1 atm ruas memiliki jumlah koefisien yang sama. Opsi
3 ntotal 21
c, d, dan e akan bergeser ke arah pereaksi (kiri).
n(SO2 ) 12
P(SO ) =  × Ptotal =  × 7 = 4 atm 37.   Jawaban: a
2 ntotal 21
n(O2 ) 6
Reaksi kesetimbangan:
P(O ) =  × Ptotal =  × 7 = 2 atm CH3COOCH3(aq ) + H 2O()  CH3COOH(aq )
2 ntotal 21
(P(SO2 ) )2 (P( O2 ) ) + CH3OH(aq )
(4)2 (2)
(2)
K p =  =  = 32 Kaidah pergeseran yang memenuhi reaksi
(P( SO3 ) )2 (1)2
tersebut adalah penambahan air tidak menggeser
Jadi, nilai K p untuk reaksi tersebut sebesar 32. kesetimbangan. Hal ini dikarenakan fase lelehan
34.   Jawaban: b (  ) tidak berpengaruh terhadap pergeseran
kesetimbangan. Adapun perubahan konsentrasi
2NO(g ) + O2(g )  2NO2(g ) ∆H = +150 kJ
  memengaruhi pergeseran kesetimbangan.
Jumlah koefisien Jumlah koefisien Apabila konsentrasi pereaksi ditambah, reaksi
reaksi = 3 reaksi = 2 bergeser ke kanan atau ke arah produk. Namun,
Kesetimbangan sistem akan bergeser ke kiri jika:  ji ka kokons
nsen
entr
tr as
asii pe
pere
reak
aksi
si di
diku
kura
rang
ngi,i, re
reak
aksi
si
1) teka
tekanannan dipe
diperke
rkecil
cil kar
karena
ena mol zat di sebe
sebelah
lah bergeser ke arah kiri atau ke arah pereaksi,
kiri lebih besar; sehingga konsentrasi pereaksi bertambah.
2) su
suhuhu di
ditu
turu
runk
nkan
an ( ∆H positif berarti reaksi ke Contohnya penambahan CH 3COOH akan me-
kanan endoterm dan ke kiri eksoterm); nambah CH3COOCH3 sedangkan pengambilan
3) pe
perereak
aksi
si di
diku
kura
rang
ngi.
i. CH 3 OH dapat menambah CH 3 COOH dan
CH3OH.
35.   Jawaban: a
Reaksi I : 2P 2(g ) + Q 2(g )  2P 2Q (g ) K  =
 = 4 38.   Jawaban: c
1 Reaksi : 2NH3(g )  N2(g ) + 3H2(g )
Reak
Reaksi
si IIII : P 2Q (g )  P 2(g ) + 2 Q 2(g ) K  =
 = ? Mol setimbang : 2 mol 1 mol 1 mol
Reaksi kedua merupakan reaksi kebalikan reaksi [N2 ][H2 ]3
1 1
( 2 )( 2 )3 1
1 K c =  =  = 16
ke-1 dan juga   dari reaksi ke-1 sehingga [NH3 ]2 2
( 2 )2
2
K p = K c(RT)∆n
1 1
besarnya K 2 =  = 2
. ∆n = koefisien gas
gas kanan – koefisien
koefisien gas kiri
4
∆n = 4 – 2 = 2
36.   Jawaban: a
T = 27°C
27°C + 273
273 = 300 K
Kesetimbangan akan bergeser ke arah produk
1
artinya bergeser ke kanan. Apabila tekanan K = (0,082 × 300) 2
16
diperkecil maka kesetimbangan akan bergeser ke
arah jumlah koefisien besar. Jadi, ruas kanan 39.   Jawaban: e
(produk) harus memiliki jumlah koefisien lebih Volume = 1.000 mL = 1 L
besar daripada jumlah koefisien ruas kiri 2SO2(g ) + O2(g )  2SO3(g )
(pereaksi). Jumlah koefisien masing-masing Mol mula-mula : 0,5 0,3
reaksi sebagai berikut. Mol bereaksi : 0,4 0,2 0,4
1) N2O4(g )  2NO2(g ) ––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
1 2 Mol setimbang : 0,1 0,1 0,4
2) 2HI(g )  H2(g ) + I2(g ) 0,4mol 2

K c =
[SO3 ]2
 =
( 1L )  = 160
2 2
[SO2 ]2 [O2 ] mol 2 0,1mol
3) N2(g ) + 3H2(g )  2NH3(g ) ( 0,1 mo
1L )( 1L )
4 2 Jadi, harga K c sebesar 160.
4) 2S(s ) + 3O2(g )  2SO3(g ) 40.   Jawaban: c
3 2 PCl5(g )  PCl3(g ) + Cl2(g )
5) NH3(g ) + HCl(g )  NH4Cl(s ) Tekanan parsial : 0,5 atm 0,25 atm x  atm
 atm
2 0

Kimia Kelas XI  93


(PPCl3 )(PCl2 ) hematan dalam penggunaan minyak bumi.
K p = Selain itu, diperlukan upaya pengadaan
(PPCl5 )
sumber energi alternatif pengganti minyak
(0,25
(0,25 atm)(x
atm)(x atm)
atm) bumi, misalnya batu bara, energi surya,
0,12
0,125
5=
(0,5
(0,5 atm)
atm) energi panas bumi, dan biogas.
0,0625
0,0625 = 0,25
0,25x 
5. Mol H2SO4 = 100 mL × 1 M = 100 mmol = 0,1 mol
x = 0,25 atm
Mol Ba(OH)2 = 100 mL × 1 M = 100 mmol = 0,1 mol
Jadi, tekanan parsial gas Cl 2  sebesar 0,25 atm
H2SO4(aq ) + Ba(OH)2(aq ) → BaSO4(aq ) + 2H2O()
1
atau atm. Mol mula-mula : 0,1 0,1 – –
4 Mol bereaksi : 0,1 0,1 0,1 0,2
–––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
B. Ur
Urai
aian
an Mol sisa : – – 0,1 0,2

Massa larutan = massa air


1. a. 3-etil pentana
Volume total = 100 mL + 100 mL = 200 mL
b. 2,4-
2,4-di
dime
metitil-
l-3-
3-he
heks
ksen
enaa
c. 2-me
2- meti
til-
l-2,
2,4-
4-heheks
ksad
adie
iena
na m 
ρ =

2. a. C2H6 + Br2 → C2H5Br + HBr m = 1 g mL–1 × 200 mL
b. CH3 – C = CH – C2H5 + HCl → = 200 gram
| Q = m · c · ∆t
CH3 = 200 gram · 4,2 J g –1K–1 · 5°C
Cl = 4.200 J
| = 4,2 kJ
CH3 – C – CH 2 – C2H5 Q
| ∆H = –
mollarutan
CH3 4,2
= –  = –42 kJ
9 0,1
c. C3H6 + 2
O2 → 3CO2 + 3H2O Jadi, persamaan termokimia reaksi tersebut
adalah
3. Senyaw
Sen yawaa beler
belerang
ang yan
yangg terka
terkandu
ndungng dala
dalamm
H2SO4(aq)  +
  + Ba(OH)2(aq)  → BaSO4(aq)  +
 + 2H2O(  )  ∆H = –42 kJ
minyak bumi dapat menyebabkan beberapa
kerugian sebagai berikut. 6. a. Massa etana dalam LPG
a. Pen
Pencem
cemaraaran
n udar
udara,
a, pen
pencem
cemara
arann ini
ini ber
berasa
asall 40
= 100  × 2.000 gram = 800 gram
dari beberapa senyawa belerang yang
berbau tidak sedap. Mol etana (C2H6) =
800
800 g
 = 26,67 mol
b. Kor
Korosi
osi,, koros
korosii dapat
dapat menga
mengakibkibatk
atkan
an ter-
ter- mol−1
30g mol
 jadinya
 jadinya kerus
kerusakan
akan pada alat-a
alat-alat
lat pengo
pengolahan
lahan Massa butana dalam LPG
pada kilang minyak, terutama pada alat-alat 60
yang bekerja pada suhu tinggi. = 100  × 2.000 gram = 1.200 gram
1.200
1.200 g
4. a. Minyak
Miny ak bum
bumii terb
terben
entu
tuk
k dar
darii pros
proses
es pem
pem-- Mol butana (C4H10) =  = 20,69 mol
mol−1
58g mol
busukan tumbuhan dan hewan yang
tertimbun atau mengendap selama berjuta- Pembakaran etana (C 2H6)
 juta tahun. Sisa tumbuhan
tumbuhan dan hewan
hewan yang 7
C2H6(g ) + 2 O2(g ) → 2CO2(g ) + 3H2O(g )
tertimbun endapan lumpur, pasir, dan zat-zat
lainnya selama jutaan tahun mendapat ∆H = (2 · ∆H°f CO2 + 3 · ∆H°f H2O)
tekanan dan panas bumi secara alami. 7
– (∆H°f C2H6 + 2  · ∆H°f O2)
Bersamaan dengan proses tersebut, bakteri
pengurai merombak senyawa-senyawa = ((2 × (–395,
(–395,2))
2)) + (3 × (–286,
(–286,9)))
9)))
kompleks menjadi senyawa hidrokarbon. – (–84,8 + 0)
Karena pengaruh suhu dan tekanan tinggi
= (–7
(–790,
90,4
4 – 860,7)
860,7) + 84,8
84,8
selama jutaan tahun, materi organik itu
berubah menjadi minyak. = –1
–1.5
.566
66,3
,3 kJ
b. Mi
Miny
nyak
ak bum
bumii meru
merupa
paka
kan
n sumb
sumberer day
daya
a alam
alam Pembakaran butana (C 4H10)
yang tidak terbarukan. Oleh karena itu, 13
C4H10(g ) + 2 O2(g ) → 4CO2(g ) + 5H2O(g )
diperlukan kesadaran dan upaya peng-

94 Ulangan Akhir Semester 


∆H = (4 · ∆H°f CO2 + 5 · ∆H°f H2O) m n
v 3 k  ⎛ [CO]3 ⎞ ⎛ [O2 ]3 ⎞
13 = ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
– (∆H°f C4H10 + 2  · ∆H°f O2) v 4 k  ⎝ [CO]4 ⎠ ⎝ [O2 ]4 ⎠
m n
8 k  ⎛ 0,2 ⎞ ⎛ 0,1 ⎞
= (4 × (–395,2)
(–395,2) + 5 × (286,9))
(286,9)) – (–144
(–144,3
,3 + 0) = ⎜ ⎟ ⎜ 0,3 ⎟
x k  ⎝ 0,3 ⎠ ⎝ ⎠
= (–1.58
(–1.580,8
0,8 – 1.434,5) + 144,3
144,3
8 ⎛ 2 ⎞ ⎛ 1⎞
= –2
–2.8
.871
71 kJ = ⎜3⎟ ⎜9⎟
x ⎝ ⎠ ⎝ ⎠
∆H reaksi pembakaran 1 mol C 2 H 6 = 8 2
–1.566,3 kJ/mol x
= 27
26,67 mol C2H6 menghasilkan kalor 2x = 21
216 6
= 26,67 × 1.566,3 = 41.773,22 kJ x = 10
108
∆H reaksi pembakaran 1 mol C 4 H 10 = Jadi, nilai x sebesar 108 Ms –1.
–2.871 kJ/mol
8. Energi
Ener gi pe
peng
ngak
akti
tifa
fan
n (E
(Ea) adalah adalah energi
20,69 mol C4H10 menghasilkan kalor minimum yang diperlukan untuk melangsungkan
= 20,69 × 2.871 = 59.400,99 kJ terjadinya suatu reaksi. Grafik energi pengaktifan
Jadi, pada pembakaran 2 kg gas LPG pada reaksi endoterm dan eksoterm sebagai
dihasilkan kalor 41.773,22 kJ + 59.400,99 kJ berikut.
= 101.174,21 kJ
Reaksi Endoterm (menyerap kalor)
b. 1 kg
kg gas
gas LP
LPG
G men
mengh
ghas
asililka
kan
n kal
kalor
or ∆H (hasil reaksi – pereaksi = + (positif)

101.174,21
= 2
 = 50.587,105 kJ
Jadi, tiap rupiah menghasilkan kalor        i
Energi
     g pengaktifan (E a)
     r
50.587,105      e
= 4.500
 = 11,24 kJ      n
       E
Kalor yang
diserap
selama Produk/hasil
Produk/hasil reaksi
7. a. Misal laju reaksi: v  = [CO]m[O2]n
 = k [CO] reaksi
Reaktan/pereaksi
Orde reaksi CO ditentukan saat [O 2] tetap,
yaitu data percobaan 1) dan 3).
m n Proses reaksi
v 1 k  ⎛ [CO]1 ⎞ ⎛ [O 2 ]1 ⎞
= ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
v 3 k  ⎝ [CO]3 ⎠ ⎝ [O 2 ]3 ⎠
Reaksi Eksoterm (melepas kalor)
m n
4 k  ⎛ 0,1 ⎞ ⎛ 0,1⎞ ∆H (hasil reaksi – pereaksi = – (negatif)
= ⎜ ⎟ ⎜ 0,1⎟
8 k  ⎝ 0,2 ⎠ ⎝ ⎠
m
1 ⎛ 1⎞
= ⎜2⎟ Energi
2 ⎝ ⎠        i
     g pengaktifan (E a)
     r
m=1      e
     n Reaktan/ 
       E pereaksi
Orde reaksi O2  ditentukan saat [CO] tetap, Kalor yang
yaitu data percobaan 1) dan 2). dihasilkan Produk/hasil reaksi
selama
m n
v 1 k  ⎛ [CO]1 ⎞ ⎛ [O2 ]1 ⎞ reaksi
= ⎜ ⎟ ⎜ ⎟
v 2 k  ⎝ [CO]2 ⎠ ⎝ [O2 ]2 ⎠
Proses reaksi
m n
4 k  ⎛ 0,1⎞ ⎛ 0,1 ⎞
= ⎜ ⎟ ⎜ 0,2 ⎟
16 k  ⎝ 0,1⎠ ⎝ ⎠
n
9.   Jawaban:
1 ⎛ 1⎞
= ⎜2⎟ NH4NO2(g )  N2(g ) + 2H2O(g )
4 ⎝ ⎠
2 n Mol mula-mula : 2 – –
⎛ 1⎞ ⎛ 1⎞
⎜2⎟ = ⎜ ⎟ Mol terurai : x  x  2x 
⎝ ⎠ ⎝2⎠ –––––––––––––––––––––––––––––––––––––––––
n=2 Moll se
Mo seti
timb
mban
ang
g : 2 – x  x  2x 
[CO][O2]2.
Jadi, persamaan laju reaksinya v = k [CO][O Perbandingan mol NH4NO2 : N2 = 1 : 2
b. Orde
Or de re
reak
aksi
si to
tota
tall = m + n = 1 + 2 = 3 = (2 – x ) : x 
c. Nilai
Nilai x dap
dapat
at dip
dipero
eroleh
leh de
deng
ngan
an car
cara
a mem-
mem-
bandingkan data 3) dan 4).

Kimia Kelas XI  95