Anda di halaman 1dari 11

PENILAIAN TINDAKAN KELAS

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA PELAJARAN OTOMATISASI TATA


KELOLA PERKANTORAN MELALUI METODE PRAKTEK MATERI

MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA OTOMATISASI TATA KELOLA


PERKANTORAN MELALUI METODE PRAKTEK MATERI SURAT NIAGA DAN
KEARSIPAN PADA SISWA KELAS X OTKP DI SMK NEGERI 1 CUGENANG

Oleh:

NANANG KUSNENDI, S.Pd., S.T.

SMK NEGERI 1 CUGENANG

CIANJUR

2018
MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR MATA OTOMATISASI TATA KELOLA
PERKANTORAN MELALUI METODE PRAKTEK MATERI SURAT NIAGA DAN
KEARSIPAN PADA SISWA KELAS X OTKP DI SMK NEGERI 1 CUGENANG

ABSTRAK

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas, yang bertujuan untuk mengetahui
peningkatan prestasi belajar Administrasi Perkantoran dengan menggunakan metode praktek.

Sesuai dengan batasan masalah, maka yang menjadi rumusan masalah dalam penelitian ini
adalah apakah penggunaan metode praktek dapat meningkatkan prestasi belajar siswa dalam
belajar Administrasi Perkantoran di kelas X OTKP SMK N 1 Cugenang tahun pelajaran
2018/2019.

Penelitian ini bertempat di kelas X OTKP SMK N 1 Cugenang tahun pelajaran 2018/2019.

Penelitian ini dilaksanakan pada Minggu I dan II bulan Oktober semester ganjil 2018/2019.

Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama dua siklus, dan berdasarkan
seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai
berikut: Pembelajaran dengan berbasis praktek memiliki dampak positif dalam meningkatkan
prestasi belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap
siklus, yaitu siklus I (72%), siklus II (100%).Penerapan metode praktek mempunyai pengaruh
positif, yaitu dapat meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil
tes siklus siswa, rata-rata jawaban siswa menunjukkan bahwa siswa tertarik dan berminat dengan
metode praktek sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar sehingga prestasi belajar
dapat dicapai.

Kata Kunci : Prestasi belajar, metode praktek, Administrasi Perkantoran


PENDAHULUAN

Menurut Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen, pasal 20 huruf a,
dalam melaksanakan tugas keprofesionalannya, guru berkewajiban merencanakan pembelajaran,
melaksanakan proses pembelajaran bermutu, serta menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran.
Sebagai guru yang professional, setiap kali melaksanakan pembelajaran, selalu melakukan
refleksi untuk mengetahui kelemahan-kelemahan, dan selanjutnya berusaha untuk memperbaiki.
Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan cara yang sistematis untuk melakukan refleksi
secara intensif dan melakukan perbaikan pembelajaran secara sistematis. Salah satu model yang
dapat mengarahkan kepada siswa untuk memberikan pengalaman secara langsung adalah model
pembelajaran kooperatif, model pembelajaran kooperatif ini didasarkan atas pandangan
kontruktivis yang menyatakan bahwa anak secara aktif membentuk konsep, prinsip dan teori
yang disajikan kepadanya. Mereka mengolahnya secara aktif, menyesuaikan dengan skema
pengetahuan yang sudah dimilki dalam struktur kogninifnya dan menambahkan atau menolaknya
(Suparno 1997). Seorang guru Administrasi perkantoran selain harus menguasai materi bidang
studi Administrasi perkantoran (kemampuan akademis), juga harus memiliki keterampilan
profesi sebagai pendidik (kemampuan profesi). Kedua hal ini merupakan keharusan agar ia
menjadi guru yang profesional, sehingga dalam setiap pembelajaran yang dilakukannya efektif
dan optimal. Apalagi diberlakukannya Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP), menuntut
guru kreatif dan inovatif menciptakan kondisi yang kondusif sehingga peserta didik dapat
mengembangkan kreativitasnya. Guru yang diharapkan adalah guru yang menguasai dan
memahami materi pelajaran , menyukai materi ajar yang menjadi tugasnya dan menyukai
pekerjaan mengajar sebagai suatu profesi, memahami peserta didik, selalu mengikuti
perkembangan pengetahuan mutakhir, selalu mempersiapkan proses pembelajaran, serta
mendorong peserta didiknya untuk memperoleh hasil yang lebih baik Di dalam proses
pembelajaran, guru harus memiliki strategi, agar siswa dapat belajar secara efektif dan efisien,
menggena pada tujuan yang diharapkan. Salah satu langkah untuk memiliki strategi itu adalah
harus menguasai teknik-teknik penyajian, atau biasanya disebut dengan metode mengajar.

Untuk memenuhi salah satu kompetensi guru dalam sistem instruksional yang modern, maka
perlu diuraikann masing-masing teknik penyajian secara mendalam dan terinci. Untuk
mendalami tentang teknik penyajian pelajaran, maka perlu dijelaskan arti teknik penyajian
tersebut.

Strategi penyajian pembelajaran adalah suatu teknik pengetahuan tentang cara-cara mengajar
yang dipergunakan oleh guru atau instruktur. Pengertian lain adalah sebagai teknik penyajian
yang dikuasai oleh guru untuk mengajar atau menyajika bahan pelajaran kepada siswa di dalam
kelas, agar pelajaran tersebut dapat ditangkap, dipahami dan digunaka oleh siswa dengan baik.
Di dalam kenytaa casra atau metode merngajar atau teknik penyajian yang digunakan
guru untuk menyampaikan informasi atau massage lisan kepada siswa dalam menguasai
pengetahuan, keterampilan serta sikap. Metode yang digunakan untuk memecahkan suatu
masalah yang dihadapi ataupun untuk mernjawab suatu pertanyaan akan berbeda dengan metode
yang digunakan untuk tujuan agar siswa mampu berpikir dan mengemukakan pendapatnya
sendiri di dalam menghadapi segala persoalan. Rumusan instruksiona yang dibuat oleh guru
tidak selalu hanya satu tujuan, kadang-kadang banyak atau mungkin bahkan beberapa tujuan.
Untuk mencapai hal tersebut, maka guru memerlukan beberapa teknik penyajian yang digunakan
agar ada yang bervariasi. Dalam mencapai tujuan teknik penyajian dipandang sebagai suatu alat
atau sebagai suatu cara yang harus digunakan oleh guru agar tujuan dari pelajaran itu tercapai.
Sudah sewajarnya pula bila setiap teknik mengajar hanya dapat digunakan di dalam situasi dan
tujuan tertentu, kalau situasi dan tujuan berubah, maka cara mengajarnya juga harus lain. Karena
itu, seorang guru atau instruktur harus menguasai beberapa macam teknik penyajian dengan baik,
sehingga ia mampu memilih teknik yang paling efektif untuk mencapai suatu tujuan tersebut,
tanpa terasa mengubah situasi pengajaran. Salah satu metode yang jarang digunakan dalam
pembelajaran Administrasi Perkantoranadalah metode Praktek langsung. Metode ini menyajikan
materi pembelajaran dengan berbagai bentuk Praktek langsung. Di samping itu, di antara model
pembelajaran inovatif yaitu pembelajaran kooperatif (cooperative learning). Kedua metode ini
sesuai dengan karakteristik siswa SMK, di mana siswa akan merasakan kegembiraan dalam
belajar, menghilangkan kejenuhan, sekaligus belajar berbagi dan bekerja sama dengan orang
lain. Artinya latihan-latihan yang diberikan dikerjakan dalam bentuk pekerjaan pribadi dan
kelompok. Disinilah metode dan media mempunyai peranan, yaitu meningkatkan kompetensi
siswa terutama meningkatkan prestasi belajar bagi siswa Hal inilah yang menjadikan penulis
tertarik untuk melakukan penelitian.
METODE PENELITIAN

Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas, yang bertujuan untuk mengetahui
peningkatan prestasi belajar Administrasi perkantoran dengan menggunakan metode praktek
langsung.

Penelitian ini dilakukan dengan tahapan-tahapan sesuai dengan tahapan Penelitian Tindakan
Kelas, yaitu :
1. Perencanaan
2. Pelaksanaan tindakan
3. Pengamatan
4. Refleksi
Banyaknya siklus dalam penelitian tindakan kelas ini sebanyak 2 siklus. Peningkatan prestasi
belajar tidak dibatasi secara pasti, namun direncanakan dilaksanakan dalam dua siklus untuk
dapat mengambil keputusan. Apabila pada siklus pertama peneliti belum memperoleh hasil yang
diharapkan maka dapat dilanjutkan ke siklus berikutnya.

Tahapan dalam metode tindakan kelas ini, yaitu :


a. Setting penelitian
Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk
memperoleh data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat di kelas X OTKP SMK N 1
Cugenang tahun pelajaran 2018/2019. Objek penelitian ini adalah tindakan sebagai upaya
meningkatkan prestasi belajar siswa dengan menggunakan metode praktek pada mata
pelajaran Administrasi perkantoran Pokok Bahasan surat niaga dan kerasipan.
b. Metode pengumpulan data
Data-data yang diperlukan dalam penelitian ini diperoleh melalui observasi pengolahan
Metode praktek dalam Kelompok, observasi aktivitas siswa dan guru, dan tes formatif.
c. Persiapan penelitian
Beberapa tahap persiapan penelitian ini meliputi :
1. Menetapkan kelas yang digunakan sebagai subyek penelitian yaitu kelas X OTKP SMK
N 1 Cugenang
2. Melakukan analisis kurikulum
3. Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dengan menggunakanMetode praktek
4. Membuat lembar kerja siswa
5. Membuat lembar observasi siswa
6. Menyusun kisi kisi soal tes
7. Menyusun soal tes

d. Siklus I

1. Tahap Perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana
pelajaran 1, LKS 1, soal tes formatif 1, dan alat-alat pengajaran yang mendukung.

2. Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan


Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan di X OTKP SMK N 1
Cugenang dengan jumlah siswa 30 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru.
Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan.
Pengamatan (observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.

3. Observasi
yang perlu diamati adalah keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran, keberanian siswa
bertanya selama proses pembelajaran berlangsung, keaktifan siswa menjawab pertanyaan,
kemampuan siswa dalam menjawab soal uji kompetensi.

4. Refleksi
Pada tahap ini akah dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun yang masih kurang
baik dalam proses belajar mengajar dengan penerapan Metode pemberian tugas dan
presentase.
e. Siklus II

1. Tahap Perencanaan
Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana
pelajaran 1, LKS 1, soal tes formatif 1, dan alat-alat pengajaran yang mendukung.
2. Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan
Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan dikelas X OTKP SMK N 1
Cugenang dengan jumlah siswa 30 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun
proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan. Pengamatan
(observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.
3. Observasi
yang perlu diamati adalah keaktifan siswa dalam mengikuti pembelajaran, keberanian siswa
bertanya selama proses pembelajaran berlangsung, keaktifan siswa menjawab pertanyaan,
kemampuan siswa dalam menjawab soal uji kompetensi.
4. Refleksi
Pada tahap ini akah dikaji apa yang telah terlaksana dengan baik maupun yang masih kurang
baik dalam proses belajar mengajar dengan penerapan Metode praktek dan harus mencapai
criteria penilaian seperti dibawah ini :
Table 1
Skala Lima Rentang Nilai Normal Absolut
Tingkat Penguasaan
Katagori
90 – 100
Sangat Tinggi
80 – 89
Tinggi
65 – 79
Sedang
55 – 64
Rendah
0 – 54
Sangat Rendah
HASIL DAN PEMBAHASAN

Deskripsi Persiapan Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan dikelas kelas X OTKP SMK N 1 Cugenang dengan jumlah
siswa 30 siswa. Sekolah ini memiliki siswa yang cukup dan serta kapasitas ruang kelas yang
cukup. Data lembar observasi diambil dari dua pengamatan yaitu data pengamatan pengelolaan
Metode praktek yang digunakan untuk mengetahui pengaruh penerapan metode praktek dalam
meningkatkan prestasi belajar. Dan yang kedua adalah data observasi yang dilakukan guru dalam
melaksanakan kegiatan belajar mengajar. Data tes formatif untuk mengetahui peningkatan
prestasi belajar siswa setelah diterapkan metode pemberian tugas dan presentase.

Peningkatan prestasi belajar harus sesuai dengan kategori ketuntasan belajar. Ada dua kategori
ketuntasan belajar yaitu secara perorangan dan secara klasikal. Berdasarkan petunjuk
pelaksanaan belajar mengajar kurikulum 1994 (Depdikbud, 1994), yaitu seorang siswa telah
tuntas belajar bila telah mencapai skor 65% atau nilai 65, dan kelas disebut tuntas belajar bila di
kelas tersebut terdapat 85% yang telah mencapai daya serap lebih dari sama dengan 65%.

Sebelum perencanaan tindakan siklus I dilakukan terlebih dahulu diberikan tes awal yang
bertujuan untuk mengetahui kemampuan awal siswa sebelum dilakukan tindakan. Dari tes awal
yang dilakukan diperoleh tingkat ketuntasan yang dapat dilihat pada table di bawah ini:

Tabel 2

Tabel Hasil Perolehan Nilai Pada saat Penelitian Awal

Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar adalah 59.Dengan jumlah siswa
yang tuntas 5 orang siswa (13%) dan yang belum tuntas adalah 34 siswa (87%).

Deskripsi Hasil Penelitian

1. Siklus I

a. Tahap Perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana
pelajaran 1, LKS 1, soal tes formatif 1, dan alat-alat pengajaran yang mendukung.

b. Tahap Kegiatan dan Pelaksanaan


Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus I dilaksanakan di kelas X AP 2 SMK N 1
Cugenang dengan jumlah siswa 30 siswa. Dalam hal ini peneliti bertindak sebagai guru. Adapun
proses belajar mengajar mengacu pada rencana pelajaran yang telah dipersiapkan. Pengamatan
(observasi) dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan belajar mengajar.

Pada akhir proses belajar mengajar siswa diberi tes formatif I dengan tujuan untuk mengetahui
tingkat keberhasilan siswa dalam proses belajar mengajar yang telah dilakukan. Adapun data
hasil penelitian pada siklus I adalah sebagai berikut:

Tabel 3

Tabel Hasil Perolehan Nilai Pada saat Siklus I

Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar adalah 76.Dengan jumlah siswa
yang tuntas 28 orang siswa (72%) dan yang belum tuntas adalah 11 siswa (28%).

2. Siklus II

a. Tahap perencanaan

Pada tahap ini peneliti mempersiapkan perangkat pembelajaran yang terdiri dari rencana
pelajaran 2, LKS 2, soal tes formatif II, dan alat-alat pengajaran yang mendukung.

b. Tahap kegiatan dan pelaksanaan

Pelaksanaan kegiatan belajar mengajar untuk siklus II dilaksanakan pada Minggu


berikutnya di kelas X OTKP SMK N 1 Cugenang dengan jumlah siswa 30 siswa. Dalam hal ini
peneliti bertindak sebagai guru. Adapun proses belajar mengajar mengacu pada rencana
pelajaran dengan memperhatikan revisi pada siklus I, sehingga kesalahan atau kekurangan pada
siklus I tidak terulang lagi pada siklus II. Adapun data hasil penelitian pada siklus II adalah
sebagai berikut:

Tabel 4

Tabel Hasil Perolehan Nilai Pada saat Siklus II

Dari hasil penelitian diperoleh nilai rata-rata prestasi belajar adalah 86.Dengan jumlah siswa
yang tuntas 30 orang siswa (100%) dan yang belum tuntas adalah 0 siswa (0%).
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

Dari hasil kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan selama dua siklus, dan berdasarkan
seluruh pembahasan serta analisis yang telah dilakukan dapat disimpulkan sebagai berikut:

1. Pembelajaran dengan berbasispraktek memiliki dampak positif dalam meningkatkan prestasi


belajar siswa yang ditandai dengan peningkatan ketuntasan belajar siswa dalam setiap siklus,
yaitu siklus I (72%), siklus II (100%).

2. Penerapan Metode praktek mempunyai pengaruh positif, yaitu dapat meningkatkan hasil dan
prestasi belajar siswa yang ditunjukan dengan hasil tes siklus siswa, rata-rata jawaban siswa
menunjukkan bahwa siswa berhasil dalam pembelajaran dengan menggunakan Metode praktek
sehingga mereka menjadi termotivasi untuk belajar sehingga prestasi belajar yang baik dapat
dicapai.

B. Saran

Dari hasil penelitian yang diperoleh sebelumnya agar proses belajar mengajar Administrasi
perkantoranlebih efektif dan lebih memberikan hasil yang optimal bagi siswa, maka disampaikan
saran sebagai berikut:

Guru harus mampu menentukan atau memilih topik yang benar-benar bisa diterapkan dengan
model berbasis praktek dalam proses belajar mengajar sehingga diperoleh hasil
yang optimal.Guru hendaknya lebih sering melatih siswa dengan berbagai metode pembelajaran,
walau dalam taraf yang sederhana, dimana siswa nantinya dapat menemukan pengetahuan baru,
memperoleh konsep dan keterampilan, sehingga siswa berhasil atau mampu memecahkan
masalah-masalah yang dihadapinya.Guru perlu melakukan penelitian yang lebih lanjut, karena
hasil penelitian ini hanya dilakukan di SMK N 1 Cugenang Tahun Pelajaran 2018/2019.
DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, Suharsimi. 1997. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Berg, Euwe Vd. (1991). MiskonsepsiAdministrasi perkantoran dan Remidi Salatiga: Universitas
Kristen Satya Wacana.

Hamalik, Oemar. 2002. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.

Joyce, Bruce dan Weil, Marsh. 1972. Models of Teaching Model. Boston: A Liyn dan Bacon.

Masriyah. 1999. Analisis Butir Tes. Surabaya: Universitas Press.

Mukhlis, Abdul. (Ed). 2000. Penelitian Tindakan Kelas. Makalah Panitia PePresentasi Penulisan
Karya Ilmiah untuk Guru-guru se-Kabupaten Tuban.

Nur, Moh. 2001. Pemotivasian Siswa untuk Belajar. Surabaya. University Press. Universitas
Negeri Surabaya.

Soedjadi, dkk. 2000. Pedoman Penulisan dan Ujian Skripsi. Surabaya; Unesa Universitas Press.

Suryosubroto, B. 1997. Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta: PT. Rineksa Cipta.

USMA/MAn, Uzer. 2000. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT. Remaja Rosda karya.

Iklan