Anda di halaman 1dari 5

Arsitektur File, Perangkat Keras, dan Waktu Respons

Waktu respons dapat menjadi sebuah permasalahan besar pada database besar yang mungkin
diakses oleh ratusan ribuan pengguna pada saat yang sama. Jika system database dan perangkat
keras computer tidak sesuai dengan permintaan, maka pengguna akan menunggu dengan sia-sia
dalam waktu yang lama untuk queri mereka. Oleh karena itu, system database harus didesain
dengan baik bagi penggunanya dan perangkat harus cukup cepat untuk mengerjakan semua
pekerjaan yang diminta.
SISTEM MANAJEMEN DATABASE DAN DATABASE DALAM PRAKTIK

Apa Yang Dilakukan Sistem Manajemen Database

Sistem manajemen database (DBMS) adalah program computer yang memampukan seseorang
pengguna untuk menciptakan dan memperbaharui file-file, menyeleksi dan memunculkan kembali
data dan menghasilkan beragam output dan laporan-laporan.
Seluruh DBMS memiliki tiga atribut umum berikut ini untuk mengelola dan mengorganisasi data.

Data Description Language (DDL)


DDL Memungkinkan administrator database (DBA) untuk menentukan struktur logika database,
yang disebut skema. Pada umumnya hal-hal berikut ini perlu ditentukan ketika menentukan
skema :
 Nama elemen data
 Jenis data (numeric, alphabet data, dll) dan nomor posisi decimal jika elemen data numeric.
 Jumlah posisi (misalnya 9 posisi untuk nomor jaminan social)
DDL juga digunakan untuk menentukan subskema, yaitu jumlah pengguna individual database.
Data Definition Language dapat digunakan untuk menciptakan , memodifikasi, dan menghapus
tabel – tabel dalam pengaturan relasional.

Data Manipulasi Langue (DML)


DML terdiri perintah-perintah untuk melakukan pembaruan, pengeditan, manipulasi, dan ekstraksi
data. Dalam banyak kasus, pemakai tidak perlu tahu atau menggunakan DML, namun demikian
program aplikasi (seperti program pembayaran gaji atau system akuntansi interaktif) secara
otomatis menghasilkan laporan DML untuk memenuhi pemerintah pengguna. Structured Query
Language (SQL) adalah bentuk DML yang umum dalam pengaturan relasional.
Data Query Language (DQL)
DQL adalah Bahasa antar muka yang ramah pengguna yang memungkinkan bai pemakai bagi
pengguna untuk meminta informasi dari database. Salah satu antarmuka yang friendly ini adalah
QBE, yang memungkinkan bagi pengguna untuk meminta informasi hanya dengan mengisi tempat
– tempat yang kosong. Juga tersedia antarmuka yang lebih alami, yang memungkinkan para
pengguna untuk membuat permintaan untuk data data umum. Sistem ini akan mampu mengenali
beragam fase permintaan, dan jika pengguna tidak cukup lengkap memintanya, sistemnya akan
mengajukan beberapa pertanyaan untuk mencegah hal tersebut.

SQL Data Manipulation Language


Structured Query Language (SQL) adalah teknologi yang digunakan untuk memunculkan
informasi dari database. SQL merupakan bahasa pemrograman nonprocedural. Bahasa ini
memungkinkan penggunaanya untuk fokus menentukan data apa yang dibutuhkan ketimbang pada
bagaimana mendaptkan data tersebut.

Empat bentuk pernytaan DML (data manipulation language) yang merupakan komponen
SQL adalah:
1. SELECT : Memunculkan baris tabe
2. UPDATE : Memodifikasi baris tabel
3. DELETE : Memindahkan baris dari tabel
4. INSERT : Menambahkan baris baru pada tabel

Queri Select
SELECT biasanya kalimat pertama dalam pernyataan SQL yang dimaksudkan untuk mengekstrak
data dari sebuah database, SELECT menentukan field-field mana saja (missal item-item dalam
sebuah database) atau ekspresi-ekspresi dalam field yang ingin anda munculkan. Klausa FROM
mengindikasikan tabel mana yang berisi item-item tersebut. FROM diperlukan dan mengikuti
SELECT.

SELECT Everything *adalah karakter queri khusus yang mencerminkan “seluruh field”. Queri ini
memilih seluruh field dari tabel kata kunci.

SELECT Field SELECT (memilih) field tertentu (missal item) berdasarkan nama.
Jika anda ingin memasukan lebih dari satu item, pisahkan item-item tersebut dengan koma.
Urutkan item-item yang anda ingin untuk dimunculkan.

ORDER BY ORDER BY mengurutkan tampilan data dalam urutan tertentu berdasarkan klausa.
ORDER BY adalah opsional. Jika anda tidak memasukannya, data yang muncul tidak akan urut.
Anda dapat menentukan dalam urutan kecil – besar untuk item data dengan memasukkan kata
kunci ASC pada akhir item data. Untuk mengurutkan sebaliknya (Z-A, 9-0), tambahkan DESC
setelah item data yang anda ingin untuk diurutkan secara bessar-kecil

WHERE Condition anda dapat menggunakan WHERE untuk menentukan record mana saja dari
tabel yang tercantum dalam klausa FROM yang akan muncul dalam hasil pernyataan SELECT.
WHERE adalah opsional, namun bila dimasukkan, ia akan mengikuti FROM. Jika anda tidak
memasukkan WHERE, seluruh record akan dipilih. Dan pernyataan SQL hanya akan memilih
perusahaan-perusahan Amerika Serikat dari tabel perusahaan yang ada

GRUP BY Pernyataan SQl COUNTY AS tally mengilustrasikan bagaimana menghitung


occurrence nilai sebuah field dan nama hasil
Grup by mengombinasikan record-record dengan nilai-nilai identik dalam daftar field tertentu ke
dalam sebuah record tunggal. Nilai ringkasan (summary value) dibuat untuk setiap daftar record
jika anda memasukan sebuah fungsi agregat, seperti SUM atau COUNT, dalam pernyataan
SELECT. Jika pernyataan SQL memasukan klausa WHERE, record akan dikelompokan setelah
mengaplikasikan kondisi WHERE kedalam record.
GROUP BY bersifat pilihan, namun ketika ia dimasukan, GROUP BY akan mengikuti FROM dan
WHERE. Nilai-nilai ringkasan akan dihilangkan bila tidak terdapat fungsi agregat dalam
pernyataan SELECT.

Perlunya Sistem Manajemen Database

DBMS mengintegrasikan,menstandarisasi, dan menyediakan keamanan untuk beragam aplikasi


akuntansi. Bila tidak terdapat integrasi, tiap jenis aplikasi akuntansi seperti penjualan, pembayaran
gaji dan piutang akan menyimpan terpisah file-file data independen dan program computer untuk
mengelola file-file tersebut.
Solusi untuk masalah penyimpanan file-file independen terletak pada pemisahan secara fisik
penanganan data dari penggunaan logis file-file tersebut. Hal ini menuntut dua perubahan
mendasar. Pertama, penyimpanan data terintegrasi dalam suatu database tunggal, dan kedua,
seluruh akses untuk file (database) yang terintegrasi ini dilakukan melalui suatu sistem perangkat
lunak tunggal yang didesain untuk mengelola aspek-aspek fisik penanganan dan penyimpanan
data. Hal tersebut merupakan karakteristik penting dalam pendekatan database terhadap
pemrosesan data.
Selain masalah manajemen data dan penyimpanan, setiap file independen membutuhkan instruksi
pemrosesan dan penyimpananya sendiri karena isi dan struktur filenya tidak terstandarisasi.
Kemampuan yang berhubungan dengan informasi non-kunci dibatasi karena setiap aplikasi
program individual harus menentukan instruksi rinci yang berhubungan dengan penanganan fisik
data.
Independensi Data
Kata file kehilangan artinya dalam lingkungan database. Sebuah file utama tunggal dapat dibagi
ke dalam sejumlah file subsistem, dan file-file tersebut dikombinasikan dan dikombinasikan ulang
ke dalam sejumlah file lainya. Perangkat lunak database memisahkan aspek fisik dan logika
penggunaan file; hal ini membuka spectrum luas kemampuan pemrosesan informasi yang tidak
akan dapat dilakukan tanpa perangkat lunak tertentu.
keamanan
Keunggulan DBMS lainnya adalah memberikan kode keamanan untuk item data dan atribut-atribut
pemrosesannya. Salah satu bagian file kamus data bersisi sebuah daftar penggunaan sistem
terotorisasi dank ode akses dan keamanan. Kode-kode tersebut akan menentukan item data yang
akan dimunculkan oleh penggunaan DBMS; dan kode-kode tersebut dapat juga untuk membatasi
dan menentukan pemrosesan yang dapat digunakan oleh pengguna untuk setiap item data.

Dokumentasi dan Administrasi Database


Kamus database digunakan baik terpisah maupun dengan DBMS untuk mensentralisasi,
mendokumentasi,mengontrol dan mengoordinasi penggunaan data dalam sebuah organisasi.
Kamus data merupakan sebuah urutan file yang memiliki catatan occurrence yang berisi deksripsi
kamus data sebuah field. Tujuan utama sebuah kamus data adalah mengurangi atau paling tidak
mengawasi inskonsistensi penggunaan yang dihasilkan dari pemrosesan alias dan kelebihan data
sejauh mungkin. Tanggung jawab untuk kamus data harus disentralisasikan pada seorang
administrator database (DBA). Administrasi database bertanggung jawab mennaggulangi ketidak-
cocokan dan masalah koordinasi dan komunikasi antara kelompok-kelompok pengguna ketika
memakai bersama sebuah database. Tugas utama DBA adalah menetapkan standar, konversi dan
dokumentasi sumber-sumber data. Admisnistrasi kamus data merupakan alat utama yang
digunakan DBA untuk melaksanakan tugas tersebut. Pengawasan data yang efektif merupakan
pendekatan database yang paling penting untuk pemrosesan data.