Anda di halaman 1dari 11

MAKALAH BOTANI FARMASI

Delima ( Punica granatum )

Disusun Oleh :
Kelompok 1 Botani :
1. Fatimah Nur Azizah 151510483006
2. Rifka Kurniati 151510483012
3. U’ty Amanata Rizka 151510483014
4. Durrotul Hikmah Ma’ruf 151510483022
5. Firda Isnaini 151810483001
6. Yunita Pratiwi Utami 151810483003
7. Cherry 151810483002

D4 PENGOBAT TRADISIONAL
FAKULTAS VOKASI
UNIVERSITAS AIRLANGGA
2018
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis panjatkan atas kehadirat Allah SWT dengan segala rahmat,
nikmat dan hidayah-Nya, sehingga penyusunan makalah mata kuliah Botani ini dapat
terselesaikan. Shalawat beserta salam penulis panjatkan kepada Nabi besar kita Muhammad
SAW yang telah memberikan pedoman hidup yakni Al-Qur’an dan Sunnah untuk keselamatan
umat di dunia.

Selanjutnya penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada dosen


pembimbing dan penanggung jawab mata kuliah Botani, dan terima kasih kepada segenap pihak
yang telah memberikan bimbingan serta arahan selama penulisan makalah ini.

Akhirnya penulis menyadari bahwa terdapat banyak kekurangan dalam penulisan


makalah ini, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca demi
kesempurnaan makalah ini. Terima kasih, dan semoga makalah ini bisa memberikan manfaat
positif bagi kita semua.

Surabaya, 26 November 2018

Penyusun
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Indonesia kaya akan berbagai jenis tumbuhan yang memiliki khasiat luar biasa.
Dan hingga kini masyarakat masih menggandrungi kebiasaan mengkonsumsi tumbuhan
sebagai jalur preventive bahkan mengobati penyakit- penyakit ringan. Setiap tumbuhan
diciptakan dengan berbagai manfaat. Adapun yang akan kami bahas disini adalah
tanaman Delima (Punica granatum) yang sangat terkenal akan manfaatnya. Namun tidak
hanya manfaatnya saja yang akan dibahas nantinya. Klasifikasi, morfologi, efek
farmakologi, dan resep tadisional juga akan dibahas.

1.2 Rumusan Masalah

a) Bagaimana tanaman delima?


b) Bagaimana klasifikasi tanaman delima?
c) Bagaimana morfologi tanamana delima?
d) Apa saja kegunaan tanaman delima?

1.3 Tujuan

a) Untuk mengetahui tanaman delima


b) Untuk mengetahui klasifikasi tanaman delima
c) Untuk mengetahui morfologi tanaman delima
d) Untuk mengatahui keguanaan tanaman delima

1.4 Manfaat

Makalah ini dibuat guna untuk mengetahui tanaman pala (Myristica fragrans) dalam
klasifikasi, morfologi, dan kegunaan pala secara tradisional serta kegunaan secara ilmiah.
BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Delima ( Punica granatum )


Punica granatum L anggota suku Lythraceae Sinonim P. nana L. Nama Daerah
Sumatera: glima (Aceh), glimen mekah (Gayo), dalima (Batak), dalimo (Minangkabau),
endelimau. Jawa: gangsalan (Jawa), dalima (Sunda). Madura: dhalima. Nusa Tenggara:
talima (Bima), dila lae dok (Roti), lelo kase, rumu (Timor). Maluku: dilinene (Kisar).
Nama Asing Inggris: pomegranate; Perancis: grenadier; Malaysia: delima; Filipina:
granada; Burma: salebin, talibin; Kamboja: totiim. Laos: ph'iilaa; Thailand: thapthim,
phila, bakoh; Vietnam: lu'u, thap lu'u (BPOM, 2012)
Tanaman delima berasal dari Persia, kemudian meluas ke berbagai negara.
Meskipun bukan tanaman asli Indonesia, namun tanaman delima mampu beradaptasi dan
tumbuh dengan baik di Indonesia. (Rahmat, 2003).

2.2 Klasifikasi Delima


Klasifikasi tanaman delima adalah sebagai berikut :

Kingdom : Plantae
Divisio : Magnoliophyta
Kelas : Magnoliopsida
Subkelas : Rosidae
Ordo : Myrtales
Familia : Lythraceae (Punicaceae)
Genus : Punica
Spesies : Punica granatum L.

2.3 Morfologi Delima

Menurut Chooi (2007) tanaman delima mempunyai Pokok renek setinggi 3-6 m,
ada juga kultivar delima kerdil, berduri pada ujung ranting. Daun ringkas, susunan
bertentangan atau berkelompok, panjang daun 4-6 cm, hanya permukaan atas berkilat.
Bunga 1-5 kuntum pada hujung ranting, berlilin, panjang 4-5 cm, warna merah atau
kuning. Tinggi pohon delima merah kurang lebih mencapai 5 meter, menyukai tanah
gembur yang tidak terendam air dan memiliki beberapa varietas. Memiliki daun tunggal,
bertangkai pendek, letaknya berkelompok, mengkilap, berbentuk lonjong dengan pangkal
lancip, ujung tumpul, tepi rata, tulang menyirip, ukuran panjang daun 3-7 cm dan lebar
0,5-2,5 cm, warna hijau. Bunga tunggal bertangkai pendek, keluar di ujung ranting atau di
ketiak daun paling atas. Biasanya terdapat satu sampai lima bunga, warnanya merah,
putih atau ungu. Berbunga sepanjang tahun. Kulit buahnya tebal dan warnanya beragam
seperti hijau keunguan, putih, coklat kemerahan atau ungu kehitaman. Buahnya
berbentuk bulat dengan diameter 5-12 cm, beratnya kurang lebih 100-300 gram, terdiri
dari biji-biji kecil, tersusun tidak beraturan, berwarna putih sampai kemerahan.
Perbanyakan dengan stek, tunas akar atau cangkok (Budka, 2008., Desmond, 2000).

Menurut Rahmat (2003) juga dijelaskan bahwa tanaman delima merupakan


tanaman tahunan yang mempunyai akar tunggang dan sistem perakaran yang cukup
dalam. Batang tanaman berkayu keras, tegak lurus, dan dapat tumbuh setinggi 2 m – 4 m
atau lebih. Tanaman memiliki banyak percabangan dan kadang-kadang ditumbuhi duri-
duri yang agak besar. Daun-daun tanaman berukuran kecil, berbentuk memanjang, dan
berwarna hijau muda sampai hijau tua. Tanaman delima dapat berbunga dan berbuah
sepanjang tahun. Bunga delima berwarna putih, merah, atau orange, tergantung jenisnya
(Rahmat, 2003).
2.4 Penyebaran Delima

Delima berasal dari Timur Tengah. Memiliki daerah penyebaran tempat tumbuh yang luas
dari daerah-daerah tropik sampai subtropik, dari dataran rendah sampai ketinggian tempat
tumbuh kurang dari 1000 m dpl. Tanaman ini tumbuh di daerah beriklim basah sampai kering
dengan air tanah tidak dalam pada tanah gembur dan tidak terendam air. (MMI, 1989)

2.5 Kegunaan Delima Secara Tradisional

Komposisi
Daun delima putih 15 lembar
Temu kunci 1 jari
Daun sirih 10 lembar

Cara Pembuatan:
Semua bahan dicuci bersih lalu direbus
Cara Pemakaian:
Air rebusan diminum

Kegunaan Empiris :
Keputihan (kulit buah), radang selaput lendir gusi, terlalu gemuk (bunga), disentri, radang
amandel (buah), diare, kecacingan (kulit-akar). (BPOM RI, 2011)

2.6 Kegunaan Delima Secara Ilmiah


a. Jus buah delima dosis 0,25 mL, 0,50 mL, dan 1 mL pada tikus jantan galur Wistar
secara peroral setiap hari selama 7 minggu menunjukkan penurunan malondialdehid
(MDA) yang signifikan dan peningkatan aktivitas glutathione (GSH), glutation
peroksidase (GSH-Px), katalase (CAT) dan kadar vitamin C. Konsumsi jus delima
juga menunjukkan peningkatan konsentrasi sperma epididimis, motilitas sperma,
densitas sel spermatogenik, diameter tubulus seminiferus dan ketebalan lapisan sel
germinal, serta terjadi penurunan sperma abnormal jika dibandingkan dengan
kelompok kontrol. Hasil tersebut menunjukkan bahwa konsumsi jus delima
meningkatkan kualitas sperma dan aktivitas antioksidan tikus. (Turk G, 2008)
b. Ekstrak etanol daging buah delima dosis 500 mg/ kg BB secara peroral pada tikus
jantan dewasa galur Holtzman selama 17 hari setelah induksi dengan timbal asetat
(TA). Pemberian TA dapat menghambat spermatogenesis dengan cara menurunkan
lama waktu tahap terkait proses spermiasi (VII dan VIII) dan mula waktu mitosis (IX-
XI). Hasil menunjukkan bahwa ekstrak delima dapat mengembalikan efek negatif TA
dengan meningkatkan waktu pada tahap VII, VIII, dan IX-XI, serta produksi sperma
harian, dimana pada akhirnya dapat meningkatkan jumlah sperma. Oleh karena itu,
delima berpotensi meningkatkan kesuburan pada pria. (Leiva KP, 2011)
c. Buah delima memiliki sifat antioksidan karena mengandung vitamin C yang tinggi.
Kandungan vitamin C pada buah delima mencapai 17% dari kebutuhan harian per
100 g. Delima juga merupakan sumber kelompok vitamin B kompleks yang vital,
diantaranya folates, pantothenic acid (vitamin B5), pyridoxine, vitamin K, kalsium,
potassium, manganese dan copper (Oci, 2014).
d. Daun delima memiliki khasiat menyembuhkan perut kembung, mual dan juga perih.
Polyphenol yang terkandung dalam delima mampu menghentikan serangan sel-sel
radikal bebas yang merusak sel baik berubah menjadi sel kanker. Sekali radikal bebas
dihentikan, proses oksidasi berhenti sehingga menyebabkan tidak tumbuhnya sel-sel
kanker pada tubuh (Oci, 2014).
BAB III
PENUTUP

Kesimpulan

Tanaman Delima (Punica granatum) berasal dari Persia, kemudian meluas ke


berbagai negara. Meskipun bukan tanaman asli Indonesia, namun tanaman delima
mampu beradaptasi dan tumbuh dengan baik di Indonesia. Delima memiliki banyak
manfaat, beberapa manfaat delima menurut tradisional dan menurut ilmiah antara lain :
meningkatkan kualitas sperma ,meningkatkan kesuburan pada pria , memiliki sifat
antioksidan, keputihan (kulit buah), radang selaput lendir gusi, terlalu gemuk (bunga),
disentri, radang amandel (buah), diare, kecacingan (kulit-akar) dan memiliki khasiat
menyembuhkan perut kembung, mual dan juga perih.
DAFTAR PUSTAKA

Rahmat, H Rukmana. 2003. Delima.Yogyakarta: Kanisius

Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 1989. Materia medika Indonesia. Jilid


V. Jakarta: Direktorat Pengawasan Obat dan Makanan, Departemen
Kesehatan RI:230-235

Chooi, Ong Hean. 2007. Buah; Khasiat Makanan dan Ubatan. Kuala Lumpur.
Taman Shamelin Perkasa

Desmond, T. 2000.Tropical Fruit of Indonesia. Archipelago Press. p 84-85.

Budka, F. 2008. Active Ingredients, Their Bioavaibility and The Health Benefit of
Punica Granatum Linn (Pomegranate).

Turk G, Sonmez M, Aydin M, Yuce A, Gur S, Yiiksel M, Aksu EH, Aksoy H.


2008. Effects of pomegranate juice consumption on sperm quality,
spermatogenic cell density, antioxidant activity and testosterone level in
male rats. Ciin Nut; 27(2): 289-296.

Leiva KP, Rubio J, Peralta F, Gonzales GF. 2011. Effect of Punica granatum
(pomegranate) on sperm production in male rats treated with lead acetate.
Toxicology Mechanisms and Method ;21 (6): 495-502.

Badan POM RI. 2012. Acuan Sediaan Herbal Volume ke 7 Edisi 1. Direktorat Obat
Asli Indonesia Badan Pengawas Obat dan Makanan RI .

Oci Y.M & Dewi, Kurnia Kumala. 2014. Khasiat Ajaib Delima. Jakarta: Padi

BPOM RI. 2011. Formularium Ramuan Obat Tradisional IndonesiaI Ramua


Etnomedisin Vol. 1.