Anda di halaman 1dari 10

KONSEP DASAR BIMBINGAN KELOMPOK

MAKALAH

Disusun Guna Memenuhi Tugas

Mata Kuliah : Bimbingan Konseling Kelompok

Dosen Pengampu : Widayat Mintarsih, M. Pd.

Disusun Oleh:

Muhammad Aris Munandar (121111068)


Muhammad Solikin (121111069)
Nur Azizah (121111073)

FAKULTAS DAKWAH DAN KOMUNIKASI

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI WALISONGO

SEMARANG

2015

1|Page
I. PENDAHULUAN

Sekolah atau lembaga pendidikan merupakan sebuah wadah bagi masyarakat


yang digunakan selain sebagai tempat untuk mendidik juga sebagai wadah bimbingan
bagi masyraakat. Banyak yang sudah dilakukan oleh guru dan orang tua untuk selalu
membimbing anaknya agar selalu berbuat baik, taat aturan dan tidak menjadi anak
yang salah pergaulan. Banyak kegiatan yang bisa diikuti oleh anak untuk
menumbuhkan rasa prcaya diri, keberanian diri, dan pengembangan diri.
Orang tua dan guru selalu memperhatikan dan memantau perkembangan anak.
Hal ini dilakukan agar si anak juga bisa mengetahui perkembangannya. Biasanya anak
bermain dengan temannya baik itu bermain di lapangan, di halaman rumah atau
bermain didalam rumah. Dengan mengisi waktunya dengan bermain secara tidak
langsung perkembangan anak bertambah, tentunya harapan dari orang tua atau guru
adalah perkembangan yang positif.
Bagi anak yang kesulitan belajar biasanya tindakan orang tua adalah mengirim
anak ke lembaga bimbingan belajar. Itu juga salah satu langkah yang baik, namun bila
orang tua yang lebih kreatif tentunya ia akan membimbing anaknya dalam belajar
tidak langsung di les kan ke tempat bimbingan belajar. Mungkin tindakan lain adalah
mengundang teman yang lain untuk belajar kelompok atau beljar bareng.

II. RUMUSAN MASALAH

A. Bagaimanakah bimbingan dan konseling kelompok sebagai system?


B. Bagaimana pengertian, tujuan, fungsi, asas dan lingkup materi bimbingan
kelompok?
C. Bagaimana kelebihan dan kelemahanbimbingan kelompok?
D. Bagaimanakah bimbingan kelompok sebagai profesi?

III. PEMBAHASAN

A. Bimbingan Kelompok sebagai System

Sistem merupakan kesatuan yang kompleks dan terorganisasi. Sistem


merupakan kumpulan terpadu elemen-elemen yang berinteraksi, yang dirancang
untuk menjalankan fungsi yang telah ditentukan dengan baik. Suatu sistem terdiri dari
bagian-bagian yang saling mempengaruhi dan bekerja sama untuk mencapai tujuan.
Sistem mengandung subsistem-subsistem yang saling berinteraksi.

2|Page
Sistem adalah suatu hal yang aktif, bergerak,dan menuju kepada arah atau
produk tertentu. Oleh karena itu bimbingan yang disusun berdasarkan suatu sistem,
mengadakan penyesuaian atau peninjauan kembali kegiatan pemrosesannya, tetapi
juga sistem itu meninjau kembali dan mengubah tolok ukurnya (baik berupa sasaran,
target, tujuan maupun yang lainnya).1
Bimbingan dan konseling kelompok merupakan suatu sistem, yang memiliki
komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai
tujuan. Sistem bimbingan dan konseling kelompok merupakan sub sistem pendidikan,
yang saling berhubungan dan bekerja sama pula untuk mencapai tujuan pendidikan
yang lebih luas. Dalam proses bimbingan dan konseling kelompok terdapat beberapa
komponen yang harus dipandang sebagai suatu sistem, yakni:

a. Sarana, merupakan seperangkat alat bantu untuk memperlancar proses bimbingan


dan konseling kelompok. Sarana sebagai perangkat alat bantu akan
mempermudah konselor dan konseli sebagai personil sistem dalam mencapai
tujuan. Sarana yang dimaksudkan dalam komponen instrumental system kegiatan
tersebut yaitu ruangan, tempat duduk dan perlengkapan administrasi lain untuk
kegiatan.
b. Tahapan sebagai komponen dalam sistem bimbingan dan konseling kelompok
yang digunakan oleh konselor sebagai personil sistem dalam pemrosesan
masukan menjadi keluaran.
c. Program sebagai komponen masukan instrumental dalam sistem bimbingan dan
konseling kelompok yaitu seperangkat kegiatan yang dirancang secara terencana,
terorganisasi, terkoordinasi selama periode waktu tertentu dan dilakukan secara
berkaitan untuk mencapai tujuan
d. Konselor merupakan komponen dasar untuk pengoperasian sebuah sistem.
e. Klien yang dilayani merupakan komponen dasar dalam sistem, yang mengikat
satu sama lain, tidak hanya membawa masalah, kebutuhan yang perlu dipecahkan
dan dipebuhi,
f. Norma adalah petunjuk yang harus dijalankan oleh konselor dan konseli sebelum,
selama, dan sesudah kegiatan.

1
http://rizkiumuamalia.blogspot.com/20130601archive.html

3|Page
g. Tujuan dirumuskan berdasarkan kebutuhan klien, perkembangan klien dan
tuntutan lingkungan.2

B. Pengertian, Tujuan, Fungsi, Asas dan Ruang Lingkup Materi Bimbingan


Kelompok

1. Pengertian
Bimbingan kelompok adalah layanan bimbingan yang diberikan dalam
suasana kelompok. Gazda (1978) mengemukakan bahwa bimbingan kelompok di
sekolah merupakan kegiatan informasi kepada sekelompok klien untuk membantu
mereka menyusun rencana dan keputusan yang tepat. Gazda juga menyebutkan bahwa
bimbingan kelompok diselenggarakan untuk memberikan informasi yang bersifat
personal, vokasional dan sosial. Dengan demikian jelas bahwa bimbingan kelompok
ialah pemberian informasi untuk keperluan tertentu bagi para anggota kelompok.
2. Tujuan
Kalau dianalisis, khususnya dalam kaitannya dengan unsur kelompok,
keempat unsur yang membentuk kelompok, maka dapat diketahui bahwa tujuan yang
hendak dicapai oleh kelompok tersebut adalah menerima informasi. Lebih jauh,
informasi itu akan akan dipergunakan untuk menyusun rencana dan membuat
keputusan atau untuk keperluan lain yang relevan dengan informasi yang diberikan.3
3. Fungsi
Fungsi dari layanan bimbingan kelompok diantaranya adalah sebagai berikut :
memberi kesempatan yang luas untuk berpendapat dan memberikan tanggapan
tentang berbagai hal yang terjadi di lingkungan sekitar, mempunyai pemahaman yang
efektif, objektif, tepat, dan cukup luas tentang berbagai hal tentang apa yang mereka
bicarakan, menimbulkan sikap yang positif terhadap keadaan sendiri dan lingkungan
mereka yang berhubungan dengan hal-hal yang mereka bicarakan dalam kelompok,
menyusun progran-program kegiatan untuk mewujudkan penolakan terhadap sesuatu
hal yang buruk dan memberikan dukungan terhadap sesuatu hal yang baik,
melaksanakan kegiatan-kegiatan yang nyata dan langsung untuk membuahkan hasil
sebagaimana apa yang mereka programkan semula.4
4. Asas

2
http://aktifkonsultasi.blogspot.com/p/bimbingan-kelompok.html
3
Prayitno dkk, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, (Jakarta: PT Rineka Cipta, 2009), hlm.309-310.
4
H.M.Arifin,Pokok-Pokok Pikiran tentang Bimbingan dan Penyuluhan Agama, (Jakarta:Bulan
Bintang,1977), hlm.112

4|Page
Asas-asas yang ada dalam layanan bimbingan kelompok diantaranya adalah
sebagai berikut :
a. Asas kerahasiaan; Para anggota harus menyimpan dan merahasiakan informasi
apa yang dibahas dalam kelompok, terutama hal-hal yang tidak layak diketahui
orang lain.
b. Asas keterbukaan; Para anggota bebas dan terbuka mengemukakan pendapat, ide,
saran, tentang apa saja yang yang dirasakan dan dipikirkannyatanpa adanya rasa
malu dan ragu-ragu.
c. Asas kesukarelaan; Semua anggota dapat menampilkan diri secara spontan
tanpamalu atau dipaksa oleh teman lain atu pemimpin kelompok.
d. Asas kenormatifan; Semua yang dibicarakan dalam kelompok tidak boleh
bertentangan dengan norma-norma dan kebiasaan yang berlaku.5
5. Ruang Lingkup Materi
Dalam bimbingan kelompok tentunya akan diberikan beberapa materi. Berikut
adalah materi yang diberikan dalam bimbingan kelompok:
a) Pengenalan sikap dan kebiasaan , bakat dan minat, dan cita-cita serta
penyalurannya.
b) Pengenalan kelemahan diri dan penanggulangannya, kekuatan diri dan
pengembangannya.
c) Pengembangan kemampuan berkomunikasi, menerima/menyampaikan
pendapat, bertingkahlaku dan hubungan sosial, baik di rumah, sekolah,
maupun di masyarakat, teman sebaya di sekolah dan diluar sekolah dan
kondisi / peraturan sekolah.
d) Pengembangan sikap dan kebiasaan belajar yang baik disekolah dan di
rumah sesuai dengan kemampuan pribadi siswa.
e) Pengembangan teknik-teknik penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi dan
kesenian sesuai dengan kondisi fisik, sosial, dan budaya.
f) Orientasi dan informasi karier, dunia kerja, dan upaya memperoleh
penghasilan.
g) Orientasi dan informasi perguruan tinggi sesuai dengan karier yang
henadak dikembangkan.
h) Pengambilan keputusan dan perencanaan masa depan.

5
http://aktifkonsultasi.blogspot.com/p/bimbingan-kelompok.html

5|Page
Pelayanan bimbingan kelompok juga memanfaatkan dinamika
kelompokdalam mencapai tujuan pelayanan bimbingan. Dalam sebuah kelompok juga
tidak boleh terlalu besar anggotanya. Setiap kelompok paling tidak ada 10 orang atau
maksimal 15 orang.6

C. Kelebihan dan Kelemahan Bimbingan Kelompok

1. Kelebihan Bimbingan Kelompok


a) Bimbingan kelompok lebih bersifat efektif dan efisien waktu dan tenaga.
b) Bimbingan kelompok dapat memanfaatkan pengaruh-pengaruh seseorang atau
beberapa orang individu terhadap anggota lainnya.
c) Menyadarkan klien bahwa kenyataan yang sama juga dihadapi oleh teman-
temannya, sehingga terdorong untuk berusaha menghadapi kenytaan bersama dan
saling mendiskusikan.7
d) Dalam bimbingan kelompok dapat terjadi saling tukar pengalaman diantara
anggotanya.
e) Bimbingan kelompok dapat merupakan awal dari bimbingan individual.
f) Bimbingan kelompok dapat menjadi pelengkap dari tekhnik bimbingan individual.

2. Kekurangan Bimbingan Kelompok


a) Hanya terbatas pada pencegahan
b) Lebih berorientasi pada pemberian informasi
c) Kurang adanya interaksi antar sesame anggota.8
d) Kebutuhan individual masing-masing akan informasi yang lebih spesifik tidak
dapat sepenuhnya dilayani
e) Informasi yang disampaikan tidak akan dapat terlalu mendalam dan lengkap,
karena tingkat kedalaman dan kelengkapan masing-masing klien dalam kelompok
tidak sama sehingga informasi yang disampaikan diselaraskan dengan kbutuhan
rata-rata dalam kelompok
f) Tidak semua klien akan tertarik dan melibatkan diri karena daya tangkap, minat
dan kedewasaan berbeda-beda
g) Harus menentukan materi yang sesuai bagi kelompok yang dilayani. 9

6
Dewa Ketut Sukardi, Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling Di Sekolah,
(Jakarta:PT.Rineka Cipta,2008), hlm.65.
7
WS.Winkel, Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan, (Jakarta: PT Gramedia Jakarta, 2009),
hlm.288
8
http://rizkiumuamalia.blogspot.com/20130601archive.html

6|Page
3. Bimbingan Kelompok sebagai Profesi

Istilah “profesi” memang selalu menyangkut pekerjaan , tetapi tidak semua


pekerjaan dapat disebut profesi.
Profesi adalah suatu jabatan atau pekerjaan yang menuntut keterampilan dan
keahlian tertentu dari para petugasnya. Artinya, pekerjaan yang disebut profesi itu
tidak setiap orang bisa melakukannya dan tidak bisa dilakukan oleh orang yang tidak
terlatih serta orang yang tidak disiapkan secara khusus terlebih dahulu untuk
melakukan pekerjaan itu.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa bimbingan dan bimbingan sebagai profesi
merupakan suatu hubungan yang saling berkaitan, dimana disana terdapat proses
membantu orang lain atau bias dikatakan membimbing orang lain agar orang tersebut
memiliki pribadi yang lebih baik dalam memahami dirinya yang dilakukan oleh
seseorang dalam suatu pekerjaan (profesi).10
Pengembangan profesi bimbingan konseling antara lain melalui:

1. Standardisasi Unjuk Kerja Profesional Konselor

Rumusan tentang unjuk kerja itu mengacu kepada wawasan dan keterampilan.
Keseluruhan rumusan untuk kerja itu meliputi 28 gugus yang masing-masing terdiri
atas sejumlah butir untuk kerja, sehingga semua berjumlah 225 butir. Ke-28 gugus itu
adalah: Mengajar dalam bidang psikologi dan bimbingan dan konseling,
Mengorganisasikan program bimbingan dan konseling, Menyusun program
bimbingan dan konseling, Memasyaratkan pelayanan bimbingan dan konseling,
Mengungkapkan masalah klien, Menyelenggarakan pengumpulan data tentang minat,
bakat, kemampuan, dan kondisi kepribadian, Menyusun dan mengembangkan
himpunan data, Menyelenggarakan konseling perorangan, Menyelenggarakan
bimbingan dan konseling kelompok, Menyelenggarakan orientasi studi siswa,
Menyelenggarakan kegiatan ko/ekstrakurikuler, Membantu guru bidang studi dalam
mendiagnosis kesulitan belajar siswa, Membantu guru bidang studi daklam
menyelenggarakan pengajaran perbaikan dan program pengayaan, Menyelenggarakan
bimbingan kelompok belajar, Menyelenggarakan pelayanan penempatan siswa,
Menyelenggarakan bimbingan karier dan pemberian informasi pendidikan/jabatan,

9
WS.Winkel, Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan, hlm.289
10
Prayitno dkk, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, hlm.338.

7|Page
Menyelenggarakan konferensi kasus, Menyelenggarakan terapi kepustakaan,
Menyelenggarakan lingkungan klien, Merangsang perubahan lingkungan klien,
Menyelenggarakan konsultasi khusus, Mengantar dan menerima alih tangan,
Menyelenggarakan diskusi professional, Memahami dan menulis karya-karya ilmiah
dalam bidang BK, Memahami dan menyelenggarakan penelitian dalam bidang BK,
Menyelenggarakan kegiatan BK pada lembaga/lingkungan yang berbeda,
Berpartisipasi aktif dalam pengembangan profesi BK.

2. Standardisasi Penyiapan Konselor


a. Penerimaan Mahasiswa
Pemilihan calon mahasiswa adalah tahap awal dalam proses penyiapan
konselor. Kegiatan ini sangat penting dalam menentukan pemerolehan calon konselor
yang diharapkan.
b. Pendidikan konselor
Agar dapat melaksanakan tugas-tugas dalam bidang bimbingan dan konseling,
yaitu untuk kerja konselor secara baik, para konselor dituntut untuk memiliki
pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang memadai.
c. Akreditasi
Lembaga pendidikan konselor perlu diakreditasi untuk menjamin mutu
lulusannya. Akreditasi merupakan prosedur yang secara resmi diakui bagi suatu
profesi untuk mempengaruhi jenis dan mutu anggota profesi yang dimaksud.
Akreditasi dikenakan terhadap lembaga pendidikan, baik milik pemerintah
maupun swasta. Penyelenggara akreditasi ialah pemerintah dengan bantuan organisasi
profesi bimbingan dan konseling.
d. Sertifikasi dan Lisensi
Sertifikasi merupakan upaya lebih lanjut untuk lebih memantapkan dan
menjamin profesionalisasi bimbingan dan konseling. Lulusan pendidikan konselor
yang akan bekerja di lembaga lembaga pemerintah memang diharuskan menempuh
program sertifikasi yang diselenggarakan oleh pemerintah. Mereka yang hendak
bekerja diluar lembaga atau badan pemerintah diwajibkan memperoleh lisensi atau
sertifikat kredensial dari organisasi profesi bimbingan dan konseling.
e. Pengembangan Organisasi Profesi.
Tujuan organisasi profesi dapat dirumuskan, yaitu :
1) Pengembangan ilmu

8|Page
2) Pengembangan pelayanan
3) Penegakan kode etik profesional.11

IV. KESIMPULAN

Bimbingan dan konseling kelompok merupakan suatu sistem, yang memiliki


komponen-komponen yang saling berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai
tujuan. Sistem bimbingan dan konseling kelompok merupakan sub sistem pendidikan,
yang saling berhubungan dan bekerja sama pula untuk mencapai tujuan pendidikan
yang lebih luas.
Bimbingan kelompok adalah layanan bimbingan yang diberikan dalam
suasana kelompok, tujuan yang hendak dicapai oleh kelompok tersebut adalah
menerima informasi. Asas-asas yang ada dalam layanan bimbingan kelompok
diantaranya adalah sebagai berikut : Asas kerahasiaan, asas keterbukaan, asas
kesukarelaan, asas kenormatifan.
Bimbingan dan bimbingan sebagai profesi merupakan suatu hubungan yang
saling berkaitan, dimana disana terdapat proses membantu orang lain atau bias
dikatakan membimbing orang lain agar orang tersebut memiliki pribadi yang lebih
baik dalam memahami dirinya yang dilakukan oleh seseorang dalam suatu pekerjaan
(profesi).

V. PENUTUP

Demikianlah uraian yang dapat penulis sampaikan dalam makalah ini. kritik
dan saran konstruktif dari pembaca sangat diharapkan untuk mewujudkan hasil yang
lebih baik. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis dan para pembaca
umumnya.

11
Prayitno dkk, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, hlm.343-349

9|Page
DAFTAR PUSTAKA

- Arifin,H.M. Pokok-Pokok Pikiran tentang Bimbingan dan Penyuluhan Agama,


Jakarta:Bulan Bintang,1977.
- Prayitno dkk, Dasar-dasar Bimbingan dan Konseling, Jakarta: PT Rineka Cipta,
2009.
- Sukardi, Dewa Ketut, Pengantar Pelaksanaan Program Bimbingan dan Konseling
Di Sekolah, Jakarta:PT.Rineka Cipta,2008.
- Winkel, WS. Bimbingan dan Konseling di Institusi Pendidikan, Jakarta: PT
Gramedia Jakarta, 2009.
- http://rizkiumuamalia.blogspot.com/2013_06_01_archive.html, Diakses pada
tanggal 01 April 2015.
- http://aktifkonsultasi.blogspot.com/p/bimbingan-kelompok.html, Diakses pada
tanggal 01 April 2015.

10 | P a g e