Anda di halaman 1dari 9

VEGETASI RIPARIAN

Antika Habsari
201610070311071 / IV Campuran
Laboratorium Biologi, Universitas Muhammadiyah Malang
Sabtu, 07 April 2018

Abstrak— Laporan ini membahas tentang vegetasi riparian. Vegetasi riparian membahas
tentang keanekaragaman dan jenis yang berada pada lingkungan yang memiliki bermacam
fungsi dan dampak kepada makhluk bidup. Dari hasil pratikum ini terdapat beberapa jenis
spesies vegetasi yang berada atau se jenis pada zona 1, zona 2, maupun zona 3. Namun,
tidaks emua zona memiliki jumlah spesies yang sama tergantung dengan factor lingkungan
yang terdapat pada setiap zona. Tujuan dari pratikum ini adalah Tujuan dari pratikum ini
adalah untuk mengetahui vegetasi riparian di bedengan, menganalisis jenis habitat
tumbuhan pada perzona, dan menganalisis fungsi dan kedudukan vegetasi riparian yang
ada disana (bedengan). Kesimpulannya setiap vegetasi riparian yang terdapat pada zona
memiliki ciri yang berbeda dan memiliki kecenderungan yang berbeda, veggetasi riparian
memiliki manfaat yang berguna bagi makhluk hidup disekitarnya. Dan terdapat dampak jika
tidak ada vegetasi riparian pada lingkungan sekitar sungai.

Kata Kunci: Vegetari, Riparian, jenis, erosi, manfaat

PENDAHULUAN menganalisis fungsi dan kedudukan vegetasi


Pratikum kali ini membahas tentang varian riparian yang ada disana (bedengan).
vegetasi yang berada pada bedengan. METODE PRAKTIKUM
Dengan menggunakan plot-plot yang sudah A. Alat
ditentukan dengan ukuran 30 x 10 m. a) Pasak berfungsi untuk menentukan
Dengan menggunakan 3 zona yang sudah plot yang digunakan untuk
ditentukan tempatnya. Pratikum ini menentukan zona
membutuhkan kejelian dalam menghitung b) Tali rafia digunakan untuk
serta mengidentifikasi vegetasi yang mempetakan zona
ditemukan didalam zona. Setiap zona
memiliki vegetasi yang berbeda namun ada B. Bahan
pula vegetasi yang ditemukan sama. Tujuan a) Tumbuhan digunakan untuk
dari pratikum ini adalah untuk mengetahui menganalisis
vegetasi riparian di bedengan, menganalisis C. Langkah Kerja
jenis habitat tumbuhan pada perzona, dan 1. Mengukur tali rafia dengan ukuran 30
m sebanyak 2 dan 10 m sebanyak 2

Ekologi Tumbuhan – Sabtu, 07 April 2018 1


o h
1 Leucaena 50 Pohon
leucocepha
la
2 Ageratina 100 Rumput
riparia
3 Tithonia 50 Semak
2. Menalikan tali rafia pada pasak yang
diversifolia
sudah disiapkan 4 Pennisetu 50 Semak
m
purpureum
5 Equisetum 50 Pteridophyt
a
6 Adiantum 250 Pteridophyt
sp a
7 Ageratina 50 Rumput
altissima
8 Emilia 50 Rumput
sonchifolia
3. Menancapkan pasak dengan 9 Celocasia 50 Herba
membentangkan tali rafia yang sudah esculenta
di pasang pada pasak 10 Cyathea 2 Pteridophyt
a

Perhitungan absolut populasi per plot


a) Leucaena leucocephala

b) Ageratina riparia

4. Mengidentifikasi vegetasi riparian


c) Tithonia diversifolia
yang ada pada zona 1,2 dan 3

d) Pennisetum purpureum

e) Equisetum

HASIL PENGAMATAN
1. Data Pengamatan f) Adiantum

Zona 1
Tabel 1.1 Zona 1 g) Ageratina altissima

N Nama Jumla Habitus

Ekologi Tumbuhan – Sabtu, 07 April 2018 2


= 0,07 100% = 7 %
h) Emilia sonchifolia
h. Emilia sonchifolia

i) Celocasia esculenta
= 0,07 100% = 7 %

j) Cyathea i. Celocasia esculenta

Densitas absolut semua populasi per plot = 0,07 100% = 7 %

j. Cyathea
0,16+0,33+0,16+0,16+0,16+0,83+0,16+0,16
+0,16+0,006 = 2,28

Densitas relative populasi per plot


= 0,002 100% = 0,2 %
a. Leucaena leucocephala
Total Densitas relative = 99,2 %
= 0,07 100% = 7 %
Zona 2
b. Ageratina riparia
Tabel zona 2
N Nama Jumla Habitus
= 0,14 100% = 14% o h
c. Tithonia diversifolia 1 Leucaena 50 Pohon
leucocepha

= 0,07 100% = 7 % la
2 Ageratina 150 Rumput

d. Pennisetum purpureum riparia


3 Pennisetu 50 Semak
m
= 0,07 100% = 7 % purpureum
4 Adiantum 200 Pteridophyt
e. Equisetum sp a
5 Celocasia 50 Pohon
esculenta
= 0,07 100% = 7 % 6 Selaginella 50 Pteridophyt
a
f. Adiantum sp
7 Pandanus 50 Pohon
8 Manihot 50 Pohon

= 0,36 100 % = 36 % utilissima

g. Ageratina altissima
Gambar Spesies
a. Ageratina riparia

Ekologi Tumbuhan – Sabtu, 07 April 2018 3


Perhitungan Densitas absolut populasi 3) Pennisetum purpureum
per plot
1. Leucaena leucocephala
= 0,075 100% = 7,5 %

4) Adiantum sp
2. Ageratina riparia

= 0,314 100% = 31,4%


3. Pennisetum purpureum
5) Celocasia esculenta

4. Adiantum sp
= 0,075 100% = 7,5 %

5. Celocasia esculenta 6) Selaginella

= 0,075 100% = 7,5 %


6. Selaginella
7) Pandanus

7. Pandanus
= 0,075 100% = 7,5 %

8) Manihot ultilissima
8. Manihot utilisima

= 0,075 100% = 7,5 %

Densitas Absolut semua populasi per plot


Total densitas relative = 99,8%
Zona 3
0,16+0,5+0,16+0,67+0,16+0,16+0,16+0,16 = Tabel 1.3 Zona 3
2,13
No Nama Jumlah Habitus
1 Adiantum 500 Pteridophyta
Densitas Relatif populasi per plot
sp
1) Leucaena leucocephala 2 Ageratin 200 Rumput
a riparia
3 Belvisia 100 Pteridophyta
= 0,075 100% = 7,5 % 4 Davalia 150 Pteridophyta
5 Drynaria 50 Pteridophyta
2) Ageratina riparia

= 0,23 100% = 23%

Ekologi Tumbuhan – Sabtu, 07 April 2018 4


Perhitungan Densitas absolut populasi  Davalia
per plot
 Adiantum sp
= 0,15 100% = 15%

 Drynaria

 Ageratina riparia

= 0,048 100% = 4,8 %


Total Densitas relative 98,8%

 Belvisia Densitas Absolut Total Populasi

 Davalia A. Zona 1,2,3


 Adiantum sp =

 Drynaria
 Ageratina riparia =

B. Zona 1, 2
 Leucema leucephala
Densitas absolut semua populasi per plot

 Celocasia esculenta
1,67+0,67+0,33+0,5+0,16 = 3,33

Densitas Relatif populasi per plot


 Pennisetum purpureum

 Adiantum sp
Densitas Absolut Total semua Populasi

= 0,5 100% = 50% A. Zona 1,2,3


Adiantum sp + Ageratina riparia
 Ageratina riparia 1,05 + 0,5 = 1,55
B. Zona 1,2
 Leucema leucephala + Celocasia
esculenta + Pennisetum purpureum =
= 0,2 100% = 20%
0,16 + 0,16 + 0,16 = 0,48
 Belvisia
Densitas Relatif Total Populasi
A. Zona 1,2,3
 Adiantum sp
= 0,09 100% = 9%

Ekologi Tumbuhan – Sabtu, 07 April 2018 5


= 96,77%
 Agregatina riparia

= 32,25%

B. Zona 1,2
Jumlah : 50
 Leucema leucephala  Pennisetum purpureum

= 3,33%
 Celocasia esculenta
Jumlah:100
 Equisetum

= 3,33%
 Pennisetum purpureum

= 3,33% Jumlah : 150


 Ageratina altissima
Gambar spesies
 Leucaena leucocephala

Jumlah : 50
Jumlah : 100  Celocasia esculenta
 Ageratina riparia

Jumlah : 100 + 50 = 150


 Tithonia diversifolia Jumlah : 50 + 50 = 100
 Cyathea

Ekologi Tumbuhan – Sabtu, 07 April 2018 6


 Belvisia

Jumlah : 2
 Adiantum sp Jumlah : 100
 Davalia

Jumlah : 150
 Dryanaria
Jumlah : 250 + 200 + 500 = 950
 Selaginella

Jumlah : 50
Jumlah : 50
 Pandanus
2. Lembar Kerja (Terlampir)

PEMBAHASAN
Vegetasi riparian memiliki manfaat sebagai
daerah penyangga antarekosistem darat dan
perairan, juga menjadi tempat tinggal
berbagai jenis makroavertebrata terrestrial.
Selain itu vegetasi riparian berperan
Jumlah : 50 menyanggah suhu air, memerangkap,
 Manihot utilisissima menyimpan, dan melepaskan nutrien.
(Leatemia. 2016). Hutan pinggiran sungai
(Riparian), formasi hutan ini terbatas
disekitar sempadan sungai (Gunarsono,
2009).
Berdasarkan pengamatan mengenai
vegetasi riparian yang telah dilakukan di
Bedengan telah ditemukan beberapa
vegetasi pada zona 1, zona 2, dan zona 3
Jumlah : 50

Ekologi Tumbuhan – Sabtu, 07 April 2018 7


yang jenisnya bervariasi. Meski begitu pada air, pengendalian erosi dan sedimentasi,
beberapa zona juga didapatkan jenis sebagai sumber serasah (energi), dan
tumbuhan yang sama seperti pada zona penjerap pencamaran dari dataran yang
1,2,3 sama-sama ditemukan adiantum sp, terbawa ke sungai melalui air limpasan
dan ageratina riparia yang mana jumlah tiap menurut Tourbier (1994) dalam Siahaan
plotnya berbeda begitu pula dengan (2014).
tumbuhan Ageratina riparia. Seperti pada Kemudian fungsi kedua vegetasi ini adalah
spesies Adiantum sp lebih mendominan atau sebagai penyimpan cadangan air yang telah
lebih banyak ditemukan di zona 3 yang diserap dari sungai. Dampaknya akan
memiliki tingakt kemiringan lebih dari zona 1 membantu menyeimbangkan kelembapan
dan 2, kemudian begitu juga pada zona 1 suhu udara dan tanah apabila terjadi musim
dan 2 yang juga didapati jenis yang sama kemarau. Sehingga vegetasi riparian ini
yaitu Leucaena leucocephala, Celocasia sangatlah penting untuk keseimbangan
esullenta, Pennisetum purpureum. Berbeda ekosistem dan khususnya untuk manusia.
dedengan tanaman yang ditemukan pada Jika vegetasi riparian telah hilang maka
zona 1, 2, 3. Pada jenis tanaman yang sama fungsi riparian itupun hilang. Hilangnya
oada di zona 1 dan 2 memiliki jumlah vegetasi riparian menjadi faktor utama
spesies yang sama. Hal ini juga dapat penurunan dan kepunahan fauna akuatik.
dipengaruhi oleh habitat dan tumbuhan itu (Siahaan, 2014). Vegetasi riparian semakin
sendiri yang mana tumbuhan pada tempat menyusut yang berdampak pada penurunan
dengan kondisi tanah lembab dan datar. keanekaragaman hayati dan hilangnya
Sama halnya pada zona 1 dan 2 juga berada fungsi vegetarian riparian tresebut (Bando,
pada wilayah yang dakat dengan sungai dan 2016). Jadi jika pada suatu lingkungan tidak
terdapat lahan datar sehingga habitat tredapat vegetasi riparian maka dampak
tumbuhan Leucaena leucocephala, yang ditimbulkan sangat berpengaruh bagi
Celocasia esculenta, Pennisetum makhluk hiudup yang ada pada daerah
puspureum berada pada jumlah yang sama. tersebut. Keanekaragaman hayati sangat
Namun secara keseluruhan vegetasi riparian berpengaruh kepada vegetasi riparian yang
ini merupakan suatu vegetasi yang penting digunakan sebagai sumber makanan yang
bagi suatu ekosistem. Vegetasi riparian ini memang dibutuhkan oleh makhluk hidup
memiliki fungsi sebagai penahan erosi air sekitar yang lebih membutuhkan untuk
sungai agar wilayah daratan yang digunakan makanan adalah hewan. Sedangkan
manusia tidak tergerus oleh arus air sungai manusia membutuhkan vegetasi lingkungan
tresebut. Sehingga dampaknya wilayah digunakan untuk melindungi daerahnya dari
sungai akan lebih luas dari wilayah daratan. erosi yang dapat menyebabkan terkikisnya
Dan pada sumber mengatakan pula Vegetasi daerah di dekat sungai tersebut. Tidak
riparian menurut pakar dapat menjaga adanya zona riparian dan dataran banjir
kualitas air sungai melalui pengaturan suhu

Ekologi Tumbuhan – Sabtu, 07 April 2018 8


menyebabkan berlakunya hakisan tanah dan Pinang : Penerbit Universiti Sains
benjir kilat (Rahman, 2010) Malaysia
Siahaan,Ratna. & Ai, Song, Nio. 2014. Jenis-
KESIMPULAN ` jenis Vegetasi Riparian Sungai
1) Mahasiswa telah mengetahahui Ranoyapo, Minahasa Seletan. Jurnal
vegetasi riparian di Bedengan LPPM Bidang Sains dan Teknologi.
2) Mahasiswa telah mampu Vol 1 (1)
mengidentifikasi jenis habitus
tumbuhan pada setiap zona.
3) Mahasiswa telah menganalisis fungsi
dan kedudukan vegetasi riparian
yang ada di Bedengan.
KRITIK DAN SARAN
Pratikum sudah berjalan dengan baik cara
penyampaian materi sangat jelas dan mudah
dimengerti.

DAFTAR PUSTAKA
Bando, Arman. Ratna, Siahaan. & Langoy,
Marnix. 2016. Keanekaragaman
Vegetasi Riparian di Sungai Tewalen
Minahasa Selatan- Sulawesi Utara.
Jurnal Ilmiah Sains. Vol 16 (1)
Gunarsono,P. Setyawati, T. Sunderland,
T.C.H, Shackleton. 2009.
Pengelolaan SUmber Daya Hutan di
Era Desesntralisasi. Bohor : Clifor
Leatemia, Simon. Wanggai, Erick. & Talakua,
Selfanie. 2016. Kelimpahan dan
keanekaragaman makroavetebrata
air pada kerapatan vegetasi riparian
yang berada di sunai aimasi
kabupaten manokwari. Jurnal of
Fisheries Development. Vol 3 (1)
Rahman, HA. & Hasyim, R. 2010.
Pemeliharaan dan Pemuliharaan
Alam Sekitar di Malaysia. Pulau

Ekologi Tumbuhan – Sabtu, 07 April 2018 9