Anda di halaman 1dari 21

KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan
Rahmatnya, sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam
bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga makalah ini dapat
dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca
dalam pembelajaran.
Harapan kami semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan
pengalaman bagi para pembaca, sehingga kami dapat memperbaiki bentuk maupun
isinya sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini kami akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang
kami miliki sangat kurang. Oleh kerena itu kami harapkan kepada para pembaca
untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk
kesempurnaan makalah ini.

Gunungsitoli, 2 Desember 2018

TUTI SRIMAWARNI MENDROFA

1
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR .................................................................................. i


DAFTAR ISI ................................................................................................. ii

BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang ..........................................................................................
B. Rumusan Masalah ...................................................................................
C. Tujuan......................................................................................................

BAB II PEMBAHASAN
A. Perubahan Anatomi Dan Fisiologi Pada Perempuan Hamil .......................
B. Perubahan Adaptasi Psikologis Dalam Masa Kehamilan ...........................
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perubahan Fisiologi Dan
Psikologi Selama Kehamilan .....................................................................

BAB III PENUTUP


A. Kesimpulan ...............................................................................................
B. Saran .......................................................................................................

DAFTAR PUSTAKA ............................................................................................

2
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Ilmu kebidanan ialah bagian ilmu kedokteran yang khusus mempelajari semua
hal yang bersangkutan dengan lahirnya anak. Mereka yang berkecimpung dalam
bidang ini harus memahami pengetahuan tentang anatomi, fisiologi dan patologi alat
reproduksi. Selain itu, perubahan-perubahan pada alat kandungan yang terjadi dalam
masa kehamilan harus pula dipahami.
Organ reproduksi perempuan terbagi atas organ genitalia eksterna dan organ
genitalia interna. Organ genitalia eksterna dan vaginaadalah bagian untuk senggama,
sedangkan organ genitalia interna adalah bagian untuk ovulasi, tempat pembuahan
sel telur, transportasi blastokis, implantasi, dan tumbuh kembang janin.
Menurut Federasi Obstetri Ginekologi Internasional, kehamilan didefinisikan
sebagai fertilisasi atau penyatuan dari spermatozoa dan ovum dan dilanjutkan dengan
nidasi atau implantasi. Bila dihitung dari saat fertilisasi hingga lahirnya bayi,
kehamilan normal akan berlangsung dalam waktu 40 minggu atau 10 bulan lunar
atau 9 bulan menurut kalender internasional. Kehamilan terbagi dalam 3 trimester,
dimana trimester kesatu berlangsung dalam 12 minggu, trimester ke dua 15 minggu
(minggu ke-13 hingga ke-27), dan trimester ke tiga 13 minggu (minggu ke-28 hingga
ke -40)
Untuk melakukan asuhan antenatal yang baik, diperlukan pengetahuann dan
kemampuan untuk mengenali perubahan fisiologis yang terkait dengan proses
kehamilan. Perubahan tersebut mencakup perubahan produksi dan pengaruh
hormonal serta perubahan anatomik dan fisiologik selama kehamilan. Pengenalan dan
pemahaman tentang perubahan fisiologik tersebut menjadi modal dasar dalam
mengenali kondisi kondisi patologik yang mengganggu status kesehatan ibu ataupung
bayi yang dikandungnya. Dengan kemampuan tersebut, penolong atau petugas
kesehatan dapat mengambil tindakan yang tepat dan perlu untuk memperoleh luaran
yang optimal dari kehamilan dan persalinan.

B. Rumusan Masalah
1. Apa saja perubahan-perubahan yang terjadi saat kehamilan?
2. Apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi kemampuan ibu hamil untuk
beradaptasi terhadap perubahan fisiologi dan psikologi selama masa kehamilan?

C. Tujuan
1. Agar pembaca mengetahui apa saja perubahan-perubahan yang terjadi saat
kehamilan
2. Agar pembaca mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi perubahan fisiologi
dan psikologi selama kehamilan.

3
BAB II
PEMBAHASAN

A. Perubahan Anatomi Dan Fisiologi Pada Perempuan Hamil


Perubahan anatomi dan fisiologi pada perempuan hamil sebagian besar sudah
terjadi segera setelah fertilisasi dan terus berlanjut selama kehamilan. Kebanyakan
perubahan ini merupakan respon terhadap janin. Satu hal yang menakjubkan adalah
bahwa hampir semua perubahan ini akan kembali seperti keadaan sebelum
hamilsetelah persalinan dan menyusui selesai.
1. Sistem Reproduksi
a. Uterus
Selama kehamilan uterus akan beradaptasi untuk menerima dan
melindungi hasil konsepsi (janin, plasenta, amnion) sampai persalinan. Uterus
mempunyai kemampuan yang luar biasa untuk bertambah besar dengan cepat
selama kehamilan dan pulih kembali seperti keadaan semula dalam beberapa
minggu setelah persalinan. Pada perempuan tidak hamil uterus mempunyai
berat 70 g dan kapasitas 10 ml atau kurang. Selama kehamilan, uterus akan
berubah menjadi suatu organ yang mampu menampung janin, plasenta, dan
cairan amnion rata-rata pada akhir kehamilan volume total nya mencapai 5 L
bahkan dapat mencapai 20 L dengan berat rata-rata 1100 g.
Pembesaran uterus meliputi peregangan dan penebalan sel-sel otot,
sementara produksi miosit yang baru sangat terbatas. Bersamaan dengan hal itu
terjadi akumulasi jaringan ikat dan elestik, terutama pada lapisan otot luar.
Kerjasama tersebut akan meningkatkan kekuatan dinding uterus. Daerah
korpus pada bulan-bulan pertama akan menebal, teta[i seiring dengan
bertambahnya usia kehamilan akan menipia. Pada akhir kehamilan
ketebalannya hanya berkisar 1,5 cm bahkan kurang.
Pada awal kehamilan penebalan uterus distimulasi terutama oleh hormon
estrogen dan sedikit oleh progesteron. Hal ini dapat dilihat dengan perubahan
uterus pada awal kehamilan mirip dengan kehamilan ektopik. Akan tetapi,
setelah kehamilan 12 minggu lebih penambahan ukuran uterus didominasi oleh
desakan dari hasil konsepsi. Pada awal kehamilan tuba fallopii, ovarium dan
ligamentum rotundum berada sedikit dibawah apeks fundus, sementara pada
akhir kehamilan akan berada sedikit diatas pertengahan uterus. Posisi plasenta
juga mempengaruhi penebalan sel-sel otot uterus, dimana bagian uterus yang
mengelilingi tempat implantasi plasenta akan bertambah besar lebih cepat
dibandingkan bagian lainnya sehingga akan menyebabkan uterus tidak rata.
Fenomena ini dikenal sebagai tandapiscaseck.
Pada minggu-minggu pertama kehamilan uterus masih seperti bentuk
aslinya seperti buah avokad. Seiring dengan perkembangan kehamilan, daerah
fundus dan korpus akan membulat dan akan menjadi bentuk sferis pada usia
kehamilan 12 minggu. Panjang uterus akan bertambah lebih cepat dibandingkan

4
lebarnya sehingga akan berbentuk oval. Ismus uteri pada minggu pertama
mengadakan hipertrofi seperti korpus uteri yang mengakibatkan ismus menjadi
lebih panjang dan lunak yang dikenal dengan tanda Hegar.
Pada akhir kehamilan 12 minggu uterus akan terlalu besar dalam rongga
pelvis dan seiring perkembangannya, uterus akan menyentuh dinding
abdominal, mendorong usus ke samping dan ke atas, terus tumbuh hingga
hampir menyentuh hati. Pada saat pertumbuhan uterus akanberotasi kearah
kanan, dekstrototasi ini disebabkan oleh adanya rektosigmoid di daerah kiri
pelvis. Pada triwulan akhir ismus akan berkembang menjadi segmen bawah
uterus. Pada akhir kehamilan otot-otot uterus bagian atas kanan berkontraksi
sehingga segmen bawah uterus akan melebar dan menipis. Batas antara segmen
atas yang tebal dan segmen bawah yang tipis disebut dengan lingkaran retraksi
fisiologis.
Sejak trimester pertama kehamilan uterus akan mengalami kontraksi yang
tidak teratur dan pada umumnya tidak disertai nyeri. Pada trimester ke dua
kontraksi ini dapat dideteksi dengan pemeriksaan bimanual. Sampai bulan
terakhir kehamilan biasanya kontraksi sangat jarang dan meningkat pada satu
atau dua minggu sebelum persalinan. Hal ini erat kaitannya dengan
meningkatnya jumlah reseptor oksitosin dan gap junction diantara sel-sel
miometrium. Pada saat ini kontraksiakan terjadi setiap 10 sampai 20 menit, dan
pada akhir kehamilan kontraksi ini akan menyebabkan rasa tidak nyaman dan
dianggap sebagai kehamilan palsu.

b. Serviks
Satu bulan setelah konsepsi serviks akan menjadi lebih lunak dan
kebiruan. Perubahan ini terjadi akibat penambahan vaskularisasi dan terjadinya
edema pada seluruh serviks, bersamaan dengan terjadinya hipertrofi dan
hiperplasia pada kelenjar-kelenjar serviks.
Serviks manusia merupakan organ yang kompleks dan heterogen yang
mengalami perubahan yang luar biasa selama kehamilan dan persalinan. Mulut
rahim didominasi jaringan ikat fibrosa. Komposisinya berupa jaringan matriks
ekstraselular terutama mengandung kolagen dengan elastin & proteoglikan &
bagian sel yang mengandung otot dan fibrolas, epitel dan pembuluh darah.

c. Ovarium
Proses ovulasi selama kehamilan akan terhenti dan pematangan folikel baru
juga ditunda. Hanya satu korpus luteum yang dapat ditemukan di ovarium.
Folikel ini akan berfungsi maksimal selama 6-7 minggu awal kehamilan dan
setelah itu akan berperan sebagai penghasil progesteron dalam jumlah yang
relatuf minimal.
Relaksin suatu hormon protein yang mempunyai struktur mirip dengan
insulin dan insulin like growth faktor I & II, disekresikan oleh korpus luteum,

5
desidua, plasenta dan hati. Aksi biologi utamanya adalah dalam proses
remodelling jaringan ikat pada saluran reproduksi, yang kemudian akan
mengakomodasi kehamilan dan keberhasilan proses persalinan.

d. Vagina dan perineum


Selama kehamilan peningkatan vaskularisasi dan hiperemia terlihat jelas
pada kulit dan otot-otot di perineum dan vulva, sehingga pada vagina akan
terlihat berwarna keunguan yang dikenal dengan tanda chadwick. Perubahan
ini meliputi penipisan mukosa dan hilangnya sejumlah jaringan ikat hipertrofi
dari sel-sel otot polos.
Pada dinding vagian akan mengalami banyak perubahan yang merupakan
persiapan untuk mengalami peregangan pada waktu persalinan dengan
meningkatnya ketebalan mukosa, mengendornya jaringan ikat dan hipertrofi sel
otot polos. Perubahan ini menyebabkan bertambah panjangnya dinding vagina.
Selain itu, papila mukosa juga mengalami hipertrofi dengan seperti paku
sepatu.

e. Kulit
Pada kulit dinding perut akan mengalami perubahan warna menjadi
kemerahan, kusam dan kadang-kadang juga akan mengenai daerah buah dada
dan paha. Perubahan ini dikenal dengan istilah striae gravidarum. Perubahan
kulit pada payudara, abdomen dan paha disebabkan karena peregangan pada
lapisan kolagen. Peregangan maksimum menyebabkan area tereggang menjadi
lebih tipis, yang tampak seperti garis merah yang berubah menjadi garis putih
berkilauan yang disebut striae gravidarum. Selain itu, kebanyakan pada banyak
wanita kulit di garis pertengahan perutnya (linea alba) akan berubah menjadi
kecoklatan yang disebut dengan linea nigra. Kadang juga akan muncul dengan
ukuran yang bervariasi pada wajah dan leher, yang disebut dengan
cloasma/melasma gravidarum. Mlasma disebabkan oleh deposit melanin pada
makrofag epidermal biasanya menghilang pada masa nifas, tetapi dapat juga
menetap sampai 10 tahun.

f. Payudara
Pada awal kehamilan perempuan akan merasakan payudaranya menjadi
lebih lunak. Setelah bulan kedua payudara akan bertambah ukurannya dan
vena-vena dibawah kulit akan lebih terlihat. Puting payudara akan lebih besar
kehitaman dan tegak. Setelah bulan pertama suatu cairan berwarna
kekuningan disebut kolostrum dapat keluar.tetapi air susu belum dapat di
produksi karena hormon prolaktin ditekan oleh prolactin inhibiting hormone.
Ukuran payudara sebelum kehamilan tidak mempunyai hubungan dengan
banyaknya air susu yang akan dihasilkan.

6
g. Perubahan metabolik
Sebagian besar penambahan berat badan selama kehamilan berasal dari
uterus dan isinya. Kemudian payudara, volume dara, dan cairan ekstraselular.
Diperkirakan selama kehamilan, berat badan akan bertambah 12,5 kg.
Tabel rekomendasi penambahan berat badan selama kehamilan
berdasarkan indeks massa tubuh.
Kategori IMT Rekomendasi (kg)
Rendah < 19,8 12,5-18
Normal 19,8-26 11,5-16
Tinggi 26-29 7-11,5
Obesitas >29 ≥7
Gemeli 16-20,5

Pada trimester ke dua dan ke tiga pada perempuan dengan gizi baik dianjurkan
menambah berat badan per minggu sebesar 0,4 kg, sementara pada perempuan
dengan gizi kurang atau berlebih dianjurkan menambah berat badan
perminggu masing-masing sebesar 0,5 kg dan 0,3 kg.
Tabel penambahan berat badan selama kehamilan
Jaringan 10 minggu 20 minggu 30 minggu 40 minggu
dan cairan
Janin 5 300 1500 3400
Plasenta 20 170 430 650
Cairan 30 350 750 800
amnion
Uterus 140 320 600 970
Mammae 45 180 360 405
Darah 100 600 1300 1450
Cairan 0 30 80 1480
ekstraselular
Lemak 310 250 3480 3345
Total 650 4000 8500 12500

2. Sistem kardiovaskular
Pada minggu kelima cardiak output akan meningkat dan perubahan ini
terjadi untuk mengurangi resistensi vaskular sistemik. Selain itu, juga terjadi
peningkatan denyut jantung.
Sejak pertengahan kehamilan pembesaran uterus akan menekan vena
kava inferior dan aorta bawah ketika berada dalam posisi terlentang.penekanan
vena kava inferior ini akan mengurangi darah balik vena ke jantung. Selama
trimester terakhir posisi terlentang akan membuat fungsi ginjal menurun jika

7
dibandingkan posisi miring. Karena alasan inilah tidak dianjurkan ibu hamil
dalam posisi terlentang pada akhir kehamilan.

3. Sistem Respirasi.
Selama terjadinya kehamilan, sirkumferensia torak akan bertambah ± 6
cm, tetapi tidak mencukupi penurunan kapasitas residu fungsional & volume
residu paru-paru karena pengaruh diafragma yang naik ± 4 cm selama
kehamilan.
Kebutuhan oksigen ibu meningkat sebagai respon terhadap percepatan
laju metabolik dan peningkatan kebutuhan oksigen jaringan uterus dan
payudara . janin membutuhkan oksigen dan suat cara untuk
membuangkarbondioksida.
Tinggi difragma bergeser sebesr 4cm selama masa hamil. Dengan
demakin tuanya kehamilan dan seiring pembesaran uterus ke rongga
abdobaen, pernafasan dada menggantikan pernafasan perut dan penurunan
diafragma saatinfirasi menjadi semakin sulit.

4. Traktus digestivus/pencernaan
Seiring semakin besarnya rahim, lambung & usus akan tergeser.
Termasuk juga dengan yang lainnya misalnya apendiks yang akan tergeser ke
arah atas & lateral. Selain itu, gusi akan menjadi lebih hiperemis & lunak
sehingga dengan cidera yang sedang saja dapat menyebabkan perdarahan.

5. Traktus urinarius/perkemihan
Pada awal-awal bulan kehamilan kandung kemih akan tertekan oleh
rahim yang mulai membesar sehingga menimbulkan sering berkemih (kencing).
Kondisi ini akan mulai berkurang bahkan hilang dengan nakin tuanya usia
kehamilan bila rahim keluar dari rongga panggul. Tetapi pada akhir kehamilan,
bila kepala janin telah mulai turun ke pintu atas panggul, keluhan itu akan
muncul kembali.
Ginjal akan mengalami pembesaran, glomerular filtration rate, & renal
plasma flow juga akan mengalami peningkatan. Sedangkan ureter akan terjadi
dilatasi dimana sisi kanan akan lebih besar dibandingkan ureter kiri.
Ø Perubahan sistem perkemihan pada kehamilan
1. Perubahan pada ginjal
Kehamilan menyebabkan ginjal mengalami penambahan berat dan
panjang sebesar 1 cm. Pelvis ginjal mengalami dilatasi akibat peningkatan
progesteron.

6. Sistem Endokrin.
Selama kehamilan itu normal, maka kelenjar hipofisis akan membesar +-
135%. Tetapi, kelenjar ini tidak begitu memiliki arti penting dalam kehamilan.

8
Kelenjar tiroid akan mengalami pembesaran hingga 15,0 ml ketika
persalinan akibat dari hiperplasia kelenjar & peningkatan vaskularisasi.
Sedangkan kelenjar adrenal akan mengecil, tetapi hormon androstenedion,
testosteron, dioksikortikosteron, aldosteron, & kortisol akan mengalami
peningkatan. Sementara itu, dehidroepiandrosteron sulfat akan mengalami
penurunan.

7. Sistem Muskuloskeletal.
Akibat kompensasi dari pembesaran rahim ke posisi anterior, lordosis
menggeser pusat daya berat ke belakang ke arah dua tungkai. Sendi
sakroilliaka, sakrokoksigis & pubis akan meningkat mobilitasnya, yang
diperkirakan karena pengaruh hormonal. Karena mobilitas tersebut dapat
meningkatkan perubahan sikap ibu & pada akhirnya menyebabkan perasaan
tidak nyaman pada bagian bawah punggung terutama pada akhir kehamilan.

8. Sistem Persyarafan
Perubaha fisiologis spesifik akibat kehamilan dapat terjadi timbulnya
gejala neurologis dan neuromuskular sebagai berikut :
a. Kompresi syaraf panggul atas statis vaskular akibat pembesaran
uterus dapat menyebabkan perubahan sensori di tungakai bawah.
b. Lordosis dorsolumbal dapat menyebabkan nyeri akibat tarikan
pada syaraf atau kompresi akar syaraf.
Beberapa yang dirasakan ibu hamil diantaranya :
a. Pusing dan kunang kunang
Pusing dan perasaan seperti melihat kunagn kunang disebabkan oleh
hipotensi supine (vena cava sindrom). Hal ini terjadi karena ketidak stabilan
vasomotor dan hipotensi pastural khususnya stelah duduk atau berdiri dengan
periode yang lama. Hipotensi patural bisa jadi karena kekurangan volume
darah sementara.
b. Meralgia paresthetica (keskitan,mati rasa, berkeringat, terasa gatal
di daerah paha ), bisa disebabkan oleh tekanan uterus pasa sysraf kutan lateral
femoral.
c. Sindrom karpel tunel
Sindrom ini bisa menimbulkan perasaan terbakar, gatal dan sakit
ditangan (biasanya di jempol dan tiga jari pertama) sakitnya bisa sampai ke
pergelangan tangan naik ke lengan bagian bawah dan kadang-kadang sampai
ke pundak leher dan dada. Sindrom ini menyebabkan luka pada pergelangan
tangan sehingga menyebabkan implamasi dan penyempitan di saraf tengah
yang menjalar ke telapak tangan.
d. Kejang kaki mendadak
Biasanya terjadi dengan menarik kontraksi otot betis secara berulang.
Hal ini terjadi karena ibu sedang istirahat atau bangun tidur. Kejang ini

9
dikarenakan rendahnya serum ion kalsium dan meningkatnya fosfat atau
ketidak cukupan intake kalsium. Ketika itu terjadi seharusnya ibu melenturkan
atau meluruskan kaki atau berdiri. Ibu tidak dianjrukan untuk memijat
kakinya karena mungkin saja rasa sakit itu berasal dari trombloplebitis.
Contoh kasus:
ibu susan mengeluhkan masalah nyeri kepala gangguan penglihatan dan
gangguan pemusatan perhatian, konsentrasi dan memoris selama kehamilan.
Hal ini terjadi karena perubahan anatomi dan adaptasi fisiologi pada sistem
syaraf.

9. Sistem kekebalan
Peningkatan pH sekresi vagina wanita hamil membuat wanita tersebut
lebih rentan terhadap infeksi vagina. Sistem pertahanan tubuh ibu selama
kehamilan akan tetap utuh, kadar immunoglobulin dalam kehamilan tidak
berubah. Immunoglobulin G atau IgG merupakan komponen utama dari
immunoglobulin janin di dalam uterus dan neonatal dini. IgG merupakan satu-
satunya imunoglobulin yang dapat menembus plasenta sehingga imunitas pasif
akan di peroleh oleh bayi. Kekebalan ini dapat melindungi bayi dari infeksi
selanjutnya.

B. Perubahan Adaptasi Psikologis Dalam Masa Kehamilan


1. Trimester pertama
Trimester pertama sering dianggap sebaia periode penyesuaian. Penyesuaian
yang dilakukan wanita adalah terhadap kenyataan bahwa ia sedang mengandung.
Sebagian besar wanita merasa sedih dan ambivalen tentang kenyataan bahwa ia
hamil. Kurang lebih 80% wanita mengalami kekecewaan, penolakan, kecemasan,
depresi dan kesedihan. Hingga kini masih diragukan bahwa seorang wanita lajang
yang bahkan telah merencanakan dan menginginkan kehamilan atau telah berusaha
keras untuk tidak hamil ia mengatakan pada dirinya sendiri sedikitnya satu kali
bahwa ia sebenarnya berharap tidak hamil. Keseragaman kebutuhan ini perlu
dibicarakan dengan wanita karena ia cenderung menyembunyikan ambivalensi atau
perasaan negatifnya ini karena perasaan tersebut bertentangan dengan apa yang
menurutnya semestinya ia rasakan. Jika tidak dibantu menerima dan memahami
ambivalensi dan perasaan negatif tersebut sebagai suatu hal yang normal dalam
kehamilan, maka ia akan merasa sangat bersalah jika nantinya bayi yang
dikandungnya meninggal saat dilahirkan atau terlahir cacat atau abnormal. Ia akan
mengingat pikiran-pikiran yang ia miliki selama trimester pertama dan merasa bahwa
ialah penyebab tragedi tersebut.
Beberapa wanita terutama mereka yang telah merencanakan kehamilan atau
telah berusaha keras untuk hamil, merasa suka cita sekaligus tidak percaya bahwa
dirinya telah hamil dan mencari bukti kehamilan pada setiap jengkal tubuhnya.

10
Trimester pertama sering menjadi waktu yang sangat menyenangkan untuk melihat
apakah kehamilan akan berkembang dengan baik.
Hasrat seksual pada trimester pertama bervariasi antara wanita yang satu
dengan yang lain. Meski beberapa wanita mengalami pengingkatan seksual, tetapi
secara umum trimester pertama merupakan waktu terjadinya libido dan hal ini
memerlukan komunikasi yang jujur dan terbuka terhadap pasangan masing-masing.

2. Trimester kedua
Trimester kedua sering dikenal sebagai periode kesehatan yang baik, yakni ketika
wanita merasa nyaman dan bebas dari segala ketidaknyamanan yang normal dialami
selama kehamilan. Namun, trimester kedua juga merupakan fase ketika wanita
menelusur kedalam dan paling banyak mengalami kemunduran. Trimseter kedua
sebenarnya terbagi atas dua fase; praquickening dan pasca quickening. Quickening
menunjukan kenyataan adanya kehidupan yang terpisah, yang menjadi dorongan bagi
wanita dalam melaksanakan tugas psikologis utamanya pada trimester kedua, yakni
mengembangkan identitas sebagai ibu bagi dirinya sendiri.
Menjelang akhir trimester pertama dan selama porsi pra-quickening trimster
kedua berlangsung, wanita tersebut akan mengalami lagi, sekaligus mengevaluasi
kembali, semua aspek hubungan yang ia jalani dengan ibunya sendiri.
Dengan timbulnya quickening, muncul sejumlah perubahan, karena kehamilan
telah menjadi jelas dalam pikirannya. Kontak sosialnya berubah. ia lebih banyk
bersosialisasi dengan wanita hamil atau ibu baru lainnya, dan minat serta
aktivitasnya berfokus pada kehamilan, cara membesarkan anak, dan persiapan untuk
menerima peran yang baru.
Sebagian wanita merasa lebih erotis selama trimester kedua, kurang lebih 807
wanita mengalami kemajuan yang nyata dalam hubungan seksual mereka dibanding
pada trimester pertama dan sebelum hamil.
Kecemasan, kekhawatiran dan masalah-masalah yang sebelumnya menimbulkan
ambivalensi pada wanita tersebut mereda, dan ia telah mengalami perubahan dari
seorang menuntut kasih sayang daei ibunya menjadi seorang yang mencari kasih
sayang dari pasangannya, semua faktor ini turut mempengarugi peningkatan libido
dan kepuasan seksual.

3. Trimseter ketiga
Trimester tiga sering disebut periode penantian dengan penuh kewaspadaan.
Pada periode ini wanila mulai menyadari kehadiran bayi sebagai makhluk yang
terpisah sehingga ia menjadi tidak sabar menanti kehadiran sang bayi. Ada perasaan
waswas mengingat bayi dapat lahir kapanpun, Trimester ketiga merupakan waktu
persiapan yang aktif terlihat dalam menanti kelahiran bayi dan menjadi orang tua
sementara perhatian utama terfokus pada bayi yang akan segera dilahirkan.

11
Orang-orang disekitarnya kini mulai membuat rencana untuk bayi yang
dinantikan. Wanita tersebut menjadi lebih protektif terhadap bayo, mulai menghindari
keramaian atau seseorang atau apapun yang ia anggap berbahaya.
Memilih bayi untuk bayinya merupakan persiapan menanti kelahiran bayi. Ia
menghadiri kelas sebagai persiapan menjadi orang tua.
Sejumlah kekuatan muncul pada trimsester ketiga. Wanita mungkin merasa
cemas dengan kehidupan bayi dan kehidupan dirinya sendiri, seperti: apakah nanti
bayinya kan lahir normal, atau abnormal terkait persalinan dan pelahiran apakah ia
akan menyadari bahwa ia akan bersalin, atau bayinya tidak mampu keluar karena
perutnya sudah luar biasa besar, atau apakah organ vitalnya akan mengalami cedera
akibat tendangan bayi. Ia juga mengakami proses duka lain ketika ia mengantisipasi
hilangnya perhatian dan hak istimewa khusus lain selama ia hamil, perpisahan
antara ia dan bayinya yang tidak dapat dihindarkan, dan perasaan kehilangan karena
uterusnya yang penuh tiba-tiba akan mengempis dan ruang tersebut menjadi kosong.
Wanita akan kembali merasakan ketidak nyamanan fisik yang semakin kuat
menjelang akhir kehamilan. Ia akan merasa canggung, jelek, berantakan, dan
memerlukan dukungan yang sangat besar dan konsisten dari pasangannya.
Alternatif posisi dalam berhubungan seksual dan metode alternatif untuk
mencapai kepuasan dapat membantu atau dapat menimbulkan perasaan bersalah
jika ia merasa tidak nyaman dengan cara-cara tersebut. Berbagai perasaan secara
jujur dengan perasaan dan konsultasi mereka dengan anda menjadi sangat penting.

C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perubahan Fisiologi Dan Psikologi


Selama Kehamilan.

1. Kematangan pribadi
Ibu hamil yang kepribadiannya kurang matang, sering mengalami gangguan
dalam beradaptasi terhadap perubahan pada masa kehamilan.mereka memandang
bahwa kehamilan sebagai suatu beban bagi dirinya sehingga akan timbul suatu reaksi
sebagai upaya pertahanan yang berwujud regresi,terutama ketika kehamilan pada
trimester I. Saat itu terjadi ketidakseimbangan hormon yang memicu peningkatan
asam lambung sehingga ibu merasakan mual dan muntah. Ibu hamil yang
kepribadiannya matang akan dapat mengandalkan, bahkan menganngap hal itu
sebagai hal yang biasa sehingga masih dapat beraktivitas seperti biasa. Lain hal nya
dengan ibu dengan kepribadian yang belum matang, hal ini dirasakan sangat
menyiksa dirinya, sangat parah sehingga tidak bisa beraktivitas. Bahkan hingga
dirawat di rumah sakit karena mual muntah yang berlebihan, makan dan minum
harus dipenuhi dengan pemberian infus.

2. Masalah psikologis yang dialami


Bagi ibu yang mengalami masalah psikologis, tidak mendapat jalan untuk
pemecahan sering menjadi pemicu ketidakmampuan beradaptasi terhadap

12
kehamilannya, khususnya pada trimester I. Jenis masalah psikologis yang cenderung
dialami ibu, antara lain kehamilan yang tidak diharapkan, kehamilan tanpa
dukungan keluarga, pernikahan yang tidak direstui , dan kekerasan dalam rumah
tangg yang dialami oleh ibu.

3. Sosial ekonomi
Pernikahan pada usia muda dan tidak terencana, pada umumnya pasangan
yang demikian belum memiliki pekerjaan. Dengan demikian, kehamilannya dianggap
sebagai beban. Hal ini tentu dapat mempengaruhi proses adaptasi iby dalam masa
kehamilannya. Ibu mungkin tidak dapat memenuhi kebutuhan untuk pertumbuhan
dan perkembangan janinyasehingga mungkin mengalami pertumbuhan janin yang
terhambat.

13
BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Trimester I
Fisiologis Psikologis
Bentuk
Sistem tubuh Bentuk perubahan
perubahan
Uterus Uterus akan membesar pada bulan-bulan Pada trimester ini,
pertama dibawah pengaruh estrigen dan ibu hamil
progesteron. Perubahan ini pada dasarnya cenderung
disebabkan oleh adanya : (1) peningkatan mengalami
vaskularisasi dan dilatasi pembuluh darah. (2) perasaan tidak
hiperplasia (produksi serabut otot dan enak, seperti
jaringan fibroelastis baru) yang sudah ada dan kekecewaan,
(3) perkembangan desidua. penolakan,
Serviks Serviks uteri pada kehamilan juga mengalami kecemasan,
perubahan karena hormon estrogen. Jika kesedihan, dan
korpus uteri mengandung lebih banyak merasa benci
jaringan otot, maka serviks lebih banyak akan
mengandung jaringan ikat. Akibat kadar kehamilannya.
estrogen meningkat dan dengan adanya Hal ini
hipervaskularisasi serta meningkatnya suplai disebabkan oleh
darah maka konsistensi serviks menjadi permulaan
lunakyang disebut tanda goodell. Selama peningkatan
minggu awal kehamilan, peningkatan aliran hormon
darah uterus dan limfe mengakibatkan progesteron dan
eodema dan kongesti panggul. Akibanya estrogen yang
uterus, serviks dan itmus lunak secara menyebabkan ibu
progresif dan serviks menjadi kebiruan (tanda mengalami mual
chadwick, tanda kemungkinan hamil) dan muntah, dan
perlunakan itmus menyebabkan antefleksi mempengaruhi
uterus berlenihan selama tiga bulan pertama perasaan ibu.
kehamilan. Pada masa ini ibu
Ovarium Pada permulaan kehamilan masih terdapat juga berusaha
korpus luteum graviditatum, korpus uteum meyakinkan
graviditatisberdiameter kira-kira 3 cm, bahwa dirinya
kemudian dia mengecil setelah plasenta memang
terbentuk. Korpus luteum ini mengeluarkan mengalami
hormon estrogen dan progesteron. kehamilan. Pada

Vagina dan Akibat pengaruh hormon estrogen, vagina dan masa ini juga

14
Fisiologis Psikologis
Bentuk
Sistem tubuh Bentuk perubahan
perubahan
Vulva vulva mengalami perubahan pula. Sampai cenderung terjadi
minggu ke-8 terjadi hipervaskularisasi penurunan libido
mengakibatkan vagina dan vulva tampak lebih sehingga
merah, agak kebiruan (lividae) tanda ini diperlukan
disebut tanda chadwick . warna portio pun komunikasi yang
tampak lividae. jujur dan terbuka
Kulit Pada kulit dinding perut akan mengalami antara suami dan
perubahan warna menjadi kemerahan, kusam istri.
dan kadang-kadang juga akan mengenai
daerah buah dada dan paha. Perubahan ini
dikenal dengan istilah striae gravidarum.
Payudara Pada awal kehamilan perempuan akan
merasakan payudaranya menjadi lebih lunak.
Setelah bulan kedua payudara akan
bertambah ukurannya dan vena-vena
dibawah kulit akan lebih terlihat. Puting
payudara akan lebih besar kehitaman dan
tegak
Sistem Selama terjadinya kehamilan, sirkumferensia
Respirasi torak akan bertambah ± 6 cm, tetapi tidak
mencukupi penurunan kapasitas residu
fungsional & volume residu paru-paru karena
pengaruh diafragma yang naik ± 4 cm selama
kehamilan.
Kardiovaskular a. Curah jantung meningkat
b. Tekanan darah menurun pada trimester
pertama ini karena pengaruh hormon
progesteron sehingga otot polos berelaksasi.
Metabolisme Pada masa hamil, ibu memerlukan asupan
zat besi tambahan zat besi, tetapi pada trimester
pertama tidak terlalu banyak.
Sirkulasi Saat ini volume plasma meningkat (mulai usia
kehamilan 10 minggu). Selain itu, volume
darah merah, sel darah putih, dan trombosit
juga meningkat pada masa ini.

Trimester II
Fisiologis Psikologis

15
Bentuk
Sistem Tubuh Bentuk perubahan
Perubahan
uterus Pada kehamilan 16 minggu cavum uteri sama Pada trimester
sekali diisi oleh ruang amnion yang terisi ini, ibu hamil
janin dan istimus menjadi bagian korpus merasa mulai
uteri. Bentuk uterus menjadi bulat dan menerima
berangsur-angsur berbentuk lonjong seperti kehamilan dan
telur, ukurannya kira-kira sebesar kepala menerima
bayi atau tinju orang dewasa. keberadaan
Serviks Konsistensi menjadi lunak dan kelenjar- bayinya karena
kelenjar di serviks akan berfungsi lebih dan pada masa ini
akan mengeluarkan sekresi lebih banyak. ibu mulai dapat
merasakan
gerakan
janinnya. Pada
periode ini, libido

Ovarium dan Korpus luteum mulai mnghasilkan estrogen ibu meningkat

plasenta dan progesteron dan setelah plasenta dan ibu sudah

terbentuk menjadi sumber kedua tidak


utama merasa

hormon. Plasenta membentuk steroid, human lelah dan tidak


chorionic gonadotropin ( HCG ), Human nyaman seperti
Placenta Lactgogen ( HPL ) atau Human pada trimestrt

Chorionic Somatomammothropin ( HCS ), dan pertama.


Human Chorionic Thyrotropin ( HCT ). Jadi
pada masa ini plasenta mulai menggantikan
fungsi korpus luteum.
Payudara/ Terjadi perubahan – perubahan antara lain:
mammae adanya rasa kesemutan, danya nyeri tekan
,payudara membesar secara bertahap karena
peningkatan pertumbuhan jaringan alveolar
dan suplai darah ,puting susu lebih menonjol
dan mengeras, areola tumbuh lebih gelap.
Selain itu pada usia kehamilan 12 minggu ke
atas puting susu mulai mengeluarkan cairan
berwarna putih agak jernik bernama
colostrum.
Kulit Stiae gravidarum ,yaitu tanda regangan yang
dibentuk akibat serabut – serabut elastik dari
lapisan kulit terdalam terpisah dan putus.
Hal ini mengakibatkan pruritus atau rasa
gatal

16
Fisiologis Psikologis
Bentuk
Sistem Tubuh Bentuk perubahan
Perubahan
Sistem 1. Konstipasi yang disebbkan oleh hormon
Pencernaan estrogen yang semakin meningkat
2. Perut kembung yang disebabkan karena
adnya tekanan uterusyang membesar dalam
rongga perutyang mendesak organ – organ
pencernaan ke arah atas dan lateral.
3. Wasir yang disebabkan oleh konstipasi
dan naiknya tekanan vena – vena di bawah
uterus
4.Panas perut (heart burn) yang terjadi akibat
aliran balik asam gastrik ke dalam esophagus
bagian bawah.
Sistem Wanita hamil sering mengaami sesak nafas
Respirasi karena penurunan tekanan CO2.
Sistem Setelah 24 minggu tekanan darah sedikit
kardiovaskuler demi sedikit naik kembali pada tekanan
darah sebelum aterm. Terjadi peningkatan
volume darah sekitar 30 % - 50% diatas
tingkat biasanya karena adanya retensi
garam dan air yang disebabkan sekresi
aldosteron dari adrenal oleh esterogen.
Peningkatan volume dam curah jantung juga
menimbulkan perubahn hasil auskultasi.
Bunyi spliting S1 dan S2 lebih jelas
terdengar. S3 lebih jelas terdengar setelah
minggu ke – 20 gestasi. Antar minggu ke 14
dan 20 denyut meningkat perlahan
mencapaiu 10 sampaij 15 kali permenit
kemudian menetap sampai aterm
Sistem Vaskularisasi meningkat membuatvmukosa
perkemihan kandung kemih menjadi mudah luka dan
berdarah. Pembesaran kandung kemih
menimbulkan rasa ingin berkemih walaupun
kemih hanya berisi seikit utine.
Sistem Mobilitas sendi berkurang terutama pada
Muskuloskletal daerah siku dan pergelangan tangan,terjadi
penambahan berat badan sehingga bahu
lebih tertarik kebelakang dan tulang belakang

17
Fisiologis Psikologis
Bentuk
Sistem Tubuh Bentuk perubahan
Perubahan
lebih melengkung, sendi tulang belakang
lebih lentur. Sehingga ibu hamil terlihat
seperti penderita lordosis. Sering juga ibu
hamil mengeluh mengalamiKram pada kaki
yang terjadi akibat tekanan dari rahim pada
pembuluh darah utama menuju kaki
membuat darah mengalir kembali ke arah
kaki, menyebabkan terjadinya kram. Untuk
mengurangi keluhan urutlah bagian yang
kram tadi atau berjalan bisa membuat lebih
nyaman

Trimester III
Fisiologis Psikologis
Sistem Bentuk
Bentuk perubahan
Reproduksi perubahan
uterus Kontraksi perut Braxton-Hicks atau Pada trimester
kontraksi palsu ini berupa rasa sakit di akhir ini, ibu
bagian perut yang ringan, tidak teratur, dan hamil mulai
akan hilang bila ibu hamil duduk atau merasa takut
istirahat. dan waspada.
Serviks Serviks uteri pada kehamilan juga Hal ini karena
mengalami perubahan karena hormon ibu memikirkan
estrogen. Akibat kadar estrogen yang keadaan bayinya,
meningkat dan dengan adanya perkiraan waktu
hipervaskularisasi, maka konsistensi serviks bayinya akan
menjadi lunak. Serviks uteri lebih banyak lahir. Sementara
mengandung jaringan ikat yang terdiri atas ibu juga takut
kolagen. berpisah dengan
Ovarium bayinya dan

Vagina dan Vagina dan vulva akibat hormon estrogen kehilangan

vulva juga mengalami Adanya perhatian


perubahan.
hipervaskularisasi mengakibatkan vagina khusus yang

dan vula tampak lebih merah dan agak diterima selama


kebiru-biruan (livide). Warna porsio tampak hamil. Oleh

livide. Pembuluh-pembuluh darah alat sebab itu, saat


genetalia interna akan membesar ini ibu sangat

Payudara Keluarnya cairan dari payudara, yaitu memerlukan

18
Fisiologis Psikologis
Sistem Bentuk
Bentuk perubahan
Reproduksi perubahan
colostrum, merupakan makanan bayi dukungan dari
pertama yang kaya akan protein. Biasanya, suami, keluarga
pada trimester ini, ibu hamil akan dan petugas
merasakan hal itu, yakni keluarnya kesehatan. Masa
colostrum. ini juga sangat
Perubahan Terjadi kenaikan berat badan sekitar 5,5 kg, perlu
metabolik penambahan BB dari mulai awal kehamilan dipersiapkan
sampai akhir kehamilan adalah 11-12 kg. secara aktif
Kardiovaskular a. Curah jantung meningkat 30-50% sehingga
selama kejamilan, dan terjadi peningkatan persalinan dapat
maksimal pada trimester ini, ditangani secara
b. Pada masa ini, tekanan darah tetap optimal.
berada pada kisaran sesuai dengan tekanan
darah.
Sistem respirasi Karena adanya perubahan hormonal yang
memengaruhi aliran darah ke paru-paru,
pada kehamilan 33-36 minggu, banyak ibu
hamil akan merasa susah bernapas. Ini juga
didukung oleh adanya tekanan rahim yang
membesar yang berada di bawah diafragma
(yang membatasi perut dan dada). Setelah
kepala bayi turun kerongga panggul ini
biasanya 2-3 minggu sebelum persalinan
pada ibu yang baru pertama kali hamil akan
merasakan lega dan bernapas lebih mudah,
dan rasa panas diperut biasanya juga ikut
hilang, karena berkurangnya tekanan bagian
tubuh bayi dibawah diafragma / tulang iga
ibu.
Pencernaan Konstipasi Pada trimester ini sering terjadi
konstipasi karena tekanan rahim yang
membesar kearah usus selain perubahan
hormon progesteron
Perkemihan Sering kencing Pembesaran rahim ketika
kepala bayi turun ke rongga panggul akan
makin menekan kandungan kencing ibu
hamil.
Endokrin Pada akhir kehamilan terjadi Penurunan

19
Fisiologis Psikologis
Sistem Bentuk
Bentuk perubahan
Reproduksi perubahan
kadar hormon progesteron dan terjadi
peningkatan hormon oksitosin.
Muskuloskeletal Sakit bagian tubuh belakang Sakit pada
bagian tubuh belakang (punggung-
pinggang), karena meningkatnya beban
berat dari bayi dalam kandungan yang dapat
mempengaruhi postur tubuh sehingga
menyebabkan tekanan ke arah tulang
belakang
Persyarafan Bengkak Perut dan bayi yang kian
membesar selama kehamilan akan
meningkatkan tekanan pada daerah kaki
dan pergelangan kaki ibu hamil, dan kadang
membuat tangan membengkak. Ini disebut
edema, yang disebabkan oleh perubahan
hormonal yang menyebabkan retensi cairan.
Kekebalan Cairan vagina Peningkatan cairan vagina
selama kehamilan adalah normal. Cairan
biasanya jernih. Pada awal kehamilan,
cairan ini biasanya agak kental, sedangkan
pada saat mendekati persalinan cairan
tersebut akan lebih cair.

B. Saran
Sebagai seorang mahasiswa kebidanan yang akan menjadi seorang tenaga kesehatan,
harusnya lebih mempelajari dan memahami bagaimana perubahan fisiologis dan
psikologis selama masa kehamilan. Karena peran bidan sangat penting dalam
memberikan konseling pada ibu hamil mengenai perubahan-perubahan tersebut.
Sehingga ibu hamil mampu mengantisipasi maupun mengatasi perubahan yang
dialaminya. Juga ibu hamil akan terhindar dari sara takut atau stres dan mampu
menjalani masa kehamilannya dengan normal dan bahagia.

20
DAFTAR PUSTAKA

Ilmu Kebidanan Sarwono Prawirohardjo/Editor Ketua, Abdul Bari Saifuddin,.. Edisi


Keempat, Cetakan Ketiga. Jakarta: Pt. Bina Pustaka Sarwono Prawirohardjo. 2016.

Kusmiyati, Yuni, Heni Puji Wahyuningsih Dan Sujiyatini. 2009. Perawatan Ibu Hamil.
Yogyakarta: Fitramaya.

Fairus, Martini. 2011. Fisiologi Kebidanan. Sewon, Bantul, Yogyakarta: Pustaka


Rihama.

Siwi Walyani, Elisabeth. 2015. Asuhan Kebidanan Pada Kehamilan. Yogyakarta:


PUSTAKABARUPRESS.

Ayu Mandriwati, Gusti. 2016. Asuhan Kebidanan Kehamilan Berbasis Kompetensi.


Jakarta: EGC.

21

Anda mungkin juga menyukai