Anda di halaman 1dari 2

1. Kenapa bisa terjadi kasus Enron, bagaimana peran dari laporan keuangan ?

 Jawaban :

2. Kenapa laporan keuangan tidak bisa menggambarkan kondisi Enron yang


sesungguhnya ?
 Jawaban :
Jika Enron menerapkan prinsip-prinsip dalam corporate governance yang terdiri

dari A(accountability), R(responsibility), I(independency), F(fairness), dan

T(transparancy) seharusnya kasus Enron yang berupa pemalsuan data-data

akuntansi yang menyebabkan hingga perusahaan yang pada masa-masanya sering

dibilang penguasa pangsa pasar tidak akan terjadi. Disebabkan corporate

governance merupakan konsep yang mengarahkan dan mengendalikan agar tidak

terjadi yang namanya asimetri informasi antara pihak stakeholder maupun

shareholder . Asimetri Informasi yang terjadi dapat menyebabkan pihak

shareholder selaku pemilik perusahaan tidak percaya atas apa yang dilakukan oleh

stakeholder selaku penggerak perusahaan. Ketidakpercayaan yang terjadi dapat

berupa ketidakpercayaan laporan keuangan, bonus-bonus yang dikeluarkan,

fasilitas yang dikeluarkan perusahaan untuk kegiatan perusahaan, dan lain

sebagainya. Untuk mengatasi hal tersebut, maka perlu adanya biaya-biaya yang

dikeluarkan untuk meminimalisir asimetri informasi tersebut. Baik itu biaya untuk

mengaudit laporan keuangan, biaya pengawasan, dan lain sebagainya.

Untuk itu, langkah Enron Company sudah sesuai prosedur yang ada. Yakni

menggunakan jasa KAP untuk meminimalisir asimetri informasi antara pihak

stakeholder maupun shareholder. Hanya saja dalam penggunaan jasa KAP, pihak

stakeholder melakukan kecurangan dengan melakukan suap atau KKN untuk

mengaudit laporan keuangan, agar laporan keuangan auditan yang dihasilkan sesuai
dengan keinginan stakeholder. Laporan keuangan Enron Company sebelumnya

telah dimanipulasi, sehingga laporan keuangan yang sampai pada pihak shareholder

merupakan laporan keuangan yang telah dimanipulasi Sehingga independensi

auditor tersebut dianggap tidak berlaku. Akibatnya shareholder yang telah

mempercayai laporan keuangan tersebut, salah dalam pengambilan keputusan

kedepannya. Wajar saja, laporan keuangan tersebut telah dimanipulasi sehingga

tidak dapat menggambarkan keadaaan perusahaan yang sebenarnya.