Anda di halaman 1dari 3

1. Apa perbedaan dormansi, penuaan dan kematian pada tumbuhan?

2. Jelaskan faktor-faktor yang mempengaruhi dormansi pada tumbuhan?


3. Jelaskan pengaruh suhu terhadap mekanisme dormansi!
4. Jelaskan apa yang dimaksud paradormansi, ekodormansi dan endodormansi!
5. Jelaskan perbedaan terjadinya dormansi pada biji dan dormansi pucuk!
6. Jelaskan teknik yang digunakan untuk mematahkan dormansi!
7. Jelaskan ciri-ciri tumbuhan mengalami penuaan dan kematian!
8. Jelaskan faktor-faktor yang menyebabkan penuaan dan mati!
9. Bagaimana perbedaan tipe senescence berdasarkan gambar dibaah ini.

10. Jelaskan mekanisme penuaan dan kematian pada tumbuhan menggunakan grafik!

Jawab:

1. a. Dormansi adalah suatu keadaan berhentinya tumbuh yang dialami oleh organisme
hidup atau tanggapan terhadap respon suatu keadaan yang tidak mendukung
pertumbuhan normal. Dormansi juga didefinisikan sebagai suatu mekanisme untuk
mempertahankan diri terhadap suhu yang sangat rendah (membeku) pada musim
dingin, atau kekeringan di musim panas.
b. Penuaan adalah bagian akhir dari proses perkembangan, dari dewasa sampai
hilangnya pengorganisasian fungsi pada tumbuhan.
c. Mati adalah

2. faktor-faktor yang mempengaruhi dormansi:


a. Faktor lingkungan
Salah satu faktor penting yang merangsang terjadinya dormansi adalah
fotoperiodisme. Hari pendek merangsang banyak tumbuhan kayu menjadi
dorman. Kekurangan air akan merangsang terjadinya dormansi. Kurangnya
nitrogen juga dapat menyebabkan dormansi.
b. Faktor internal (hormon ABA)
Merangsang terjadinya dormansi, menghambat perkecambahan, menghambat
pembungaan, merangsang pengguguran tunas, buah, merangsang penuaan daun.
c. Faktor internal ABA berinteraksi dengan zat tumbuhan lainnya
Pada percobaan biji ditempatkan pada keadaan gelap, pemberian ABA akan
merangsang terjadinya dormansi sehingga biji tidak berkecambah, jika diberikan
hormon giberelin seharusnya dapat merangsang perkecambahan namun tidak
menunjukkan efeknya, maka diberikan kinetin sehingga giberelin dapat melawan
ABA.

Tanda-tanda terjadi dormansi:

1. Rendahnya/ tidak ada proses imbibisi air


2. Proses respirasi tertekan/ terhambat
3. Rendahnya mobilisasi cadangan makanan
4. Rendahnya proses metabolisme cadangan makanan

3. Suhu dapat mempengaruhi dormansi (ch 26).


Suhu udara dan tanah dapat mempengaruhi pertumbuhan tanaman. Suhu udara dapat
mempengaruhi fotosintesis, respirasi dan reaksi metabolik. Suhu tanah mempengaruhi
perkecambahan, perkembangan akar dan penyerapan nutrisi.

4. a. paradormancy, in which the inhibition of growth arises from another part of the
plant (e.g., apical dominance); ecodormancy, in which growth is imposed by
limitations in the environment (e.g., lack of water); and endodormancy, in which the
dormancy is an inherent property of the dormant structure itself (see Lang, 1987)\

5. Dormansi biji merupakan keadaan dimana biji tidak dapat berkecambah meskipun
kondisi untuk berkecambah telah memadai.
Dormansi kuncup terjadi sebelum munculnya perubahan warna dan mengeringnya
daun pada musim gugur. Pada saat musim panas, kuncup – kuncup ini akan berhenti
tumbuh dan kemudian muncul kembali ketika musim dingin. Daun – daun akan tetap
berwarna hijau dan melakukan fotosintesis sampai awal musim gugur, yang nantinya
daun akan mengering akibat respons terhadap siang hari yang pendek, cerah dan
dingin.

6. Teknik yang digunakan untuk mematahkan dormansi


a. Perlakuan mekanis: menggosok/ mengikir kulit biji dengan amplas, melubangi
kulit biji dengan pisau, memecah kulit biji maupun dengan goncangan. Tujuannya
untuk melemahkan kulit biji sehingga lebih permeable terhadap air atau gas.
b. Perlakuan kimia: perendaman dengan asam kuat seperti asam sulfat, asam nitrat,
HNO3, juga perendaman giberelin juga dapat mematahkan dormansi. Tujuannya
untuk membuat kulit biji lebih lunak dan mudah dimasuki air dan gas.
c. Perendaman dengan air: dapat menggunakan air dengan suhu 60-70oC.
d. Perlakuan suhu: dengan memberikan suhu rendah pada biji

7. Ciri-ciri tumbuhan mengalami penuaan dan mati


a. Penyusutan dan rusaknya membran subseluler
b. Terjadi pengurangan DNA, RNA, protein ion anorganik dan berbagai macam
nutrient organik
8. Faktor luar yang menyebabkan penuaan dan mati
a. Penaikan suhu, keadaan gelap, kekurangan air dapat mempercepat terjadinya
senescence daun
b. Penghapusan bunga atau buah akan menghambat senescence tanaman
c. Pengurangan unsur-unsur hara dalam tanah, air, penaikan suhu, berakibat
menekan pertumbuhan tanaman yang berarti mempercepat senescence

9. Tipe senescence:
a. senescence yang meliputi keseluruhan tubuh tanaman (overall senescence),
akar dan bagian tanaman di atas tanah mati semua. Tanaman mati sesudah
menyelesaikan semua satu siklus kehidupannya.
b. Senescence yang meliputi hanya bagian tanaman di atas tanah (top
senescence) bagian tanaman di atas tanah mati, sedangkan bagian tanaman
yang berada di dalam tanah tetap hidup
c. Senescence yang meliputi hanya daun-daunnya (Deciduous senescence).
Tanaman menggugurkan semua daun-daunnya, sementara organ tanaman lain
tetap hidup.
d. Senescence yang meliputi hanya daun-daun yang terdapat di bagian bawah
suatu tanaman (Progessive senescence). Tanaman hanya menggugurkan daun-
daunnya yang terdapat di bagian bawah saja (daun-daun yang tua),sedang
daun-daun yang lebih atas dan organ tanaman lain tetap hidup

10. Mekanisme penuaan dan mati dengan grafik