Anda di halaman 1dari 18

TUGAS MATA KULIAH CHASIS DAN

PEMINDAH DAYA
MAKALAH TENTANG SISTEM KEMUDI TIPE
RECIRCULATING BALL

DISUSUN OLEH

NAMA : M FAHRY SYUHADA

KELAS : 1A

PRODI : D4 TEKNIK OTOMOTIF ELEKTRONIK

JURUSAN : TEKNIK MESIN

POLITEKNIK NEGERI MALANG TAHUN AJARAN


2018/2019

i
Kata Pengantar

Atas berkat rahmat Allah SWT, yang telah memberikan rahmat dan
hidayahnya berupa iman dan ilmu. Sehingga menciptakan motivasi bagi penulis
untuk membuat makalah tentang memperbaiki sistem kemudi ini.
Makalah memperbaiki sistem kemudi ini diharapkan nantinya Dapat
digunakan sebagai panduan belajar untuk membentuk salah satu kompetensi yang
diinginkan.
Makalah ini memberikan pengetahuan dasar dan praktek sistem kemudi
dan komponen-komponennya, yang pada umumnya digunakan pada mobil serta
cara pemeriksaan dan penggantian komponen-komponenya.
Saya menyadari banyak kekurangan dalam penyususnan makalah ini,
sehingga saran dan masukan yang konstruktif sangat penyusun harapkan. Semoga
makalah ini dapat memberikan manfaat.

MALANG.14 OKTOBER 2018

MOHAMMAD FAHRY SYUHADA


1841220033

ii
Daftar isi

Kata pengantar.................................................................................................i
Daftar isi .........................................................................................................ii
BAB I.Pendahuluan.........................................................................................1
1.1 Latar belakang...........................................................................................1
1.2 Rumusan masalah......................................................................................1
1.3 Tujuan........................................................................................................1
1.4 Manfaat......................................................................................................1
1.5 Batasan masalah.........................................................................................1
BAB II
2.1 Sejarah sistem kemudi...............................................................................2
2.2 Teori dasar sistem kemudi.........................................................................3
2.3 Fungsi sistem kemudi................................................................................3
2.4 Klasifikasi sistem kemudi..........................................................................3
BABIII. PEMBAHASAN SISTEM KEMUDI TIPE RECIRCULATING
BALL
3.1 Pengertian sistem kemudi tipe recirculating ball.....................................10
3.2 komponen utama sistem kemudi tipe recirculating ball..........................10
3.3 komponen didalam gear box sistem kemudi tipe recirculating ball........10
3.4 fungsi sistem kemudi tipe recirculating ball............................................11
3.5 cara kerja sistem kemudi tipe recirculating ball......................................12
3.6 kerugian dan keuntungan sistem kemudi tipe recirculating ball….........12
3.7 cara perawatan system kemudi…………………………………..……...12
KESIMPULAN..............................................................................................14
PENUTUP......................................................................................................14
DAFTAR PUSTAKA.....................................................................................14

iii
DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. sistem kemudi............................................................................ 4

Gambar 2. steering column.......................................................................... 5

Gambar 3. steering gear ............................................................................... 6

Gambar 4. steering column ........................................................................... 7

Gambar 5. recirculating ball ........................................................................ 8

Gambar 6. jenis rack and pinion .................................................................. 9

Gambar 7. contoh tipe recirculating ball ..................................................... 10

Gambar 8. komponen utama system kemudi .............................................. 10

Gambar 9. komponen dalam gear box ........................................................... 13

iv
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar belakang


Kendaraan dituntut untuk dapat dioperasikan dengan mudah dan nyaman oleh
pengemudi di berbagai kondisi jalan. Banyak sekali jenis sistem kemudi yang
mungkin belum di ketahui banyak orang serta kelebihan dan kekuranganya.
Misalnya sistem kemudi.

konvensional biasa dengan sistem kemudi yang telah menggunakan power


steering atau sistem kemudi yang lebih baru lagi yaitu Electric Power
Steering. Sistem kemudi yang dapat di jalankan dengan mudah tentu dapat
memberi rasa aman dan kemudahan bagi pengemudi dalam mengendalikan mobil
yang dikendarainya.

1.1 Rumusan masalah


Mengetahui Lebih Detail Mengenai Sistem Kemudi dan jenis-jenisnya
1. Bagaimana fungsi masing masing komponen pada recirculating ball
2. Bagaimana mekanisme prinsip kerja recirculating ball
1.2 Tujuan
Menghasilkan tenaga kerja yang berkualitas, yaitu tenaga kerja yang
memiliki tingkat pengetahuan,keterampilan, etos kerja yang sesuai dengan
tuntutan lapangan pekerjaan dan mengetahui lebih detail tentang Sistem
Kemudi.
1.3 Manfaat
Untuk mengetahui secara detail tentang sistem kemudi type recirculation
ball.
1. Menambah wawasan tentang recirculating ball
2. Untuk pengembangan keilmuan di budang otomotif
3. Memberikan motivasi pada diri sendiri maupun orang lain untuk lebih
menggiati di dunia otomotif,khususnya sistem kemudi tipe
recirculating ball
1.4 Batasan masalah
Mengetahui lebih detail tentang sistem kemudi tipe recirculating ball :
1.Komponen komponen recirculating ball
2. Fungsi tiap tiap komponen recirculating ball
3. Prinsip dan cara kerja recirculating ball

1
BAB II
TEORI DASAR

2.1 SEJARAH SISTEM KEMUDI

Sistem kemudi mobil pertama kali di dunia adalah tiller, tiller adalah sebuah
sistem kemudi yang berbentuk tongkat, seperti sistem kemudi pada perahu motor
dan hanya bisa di gerakan ke kiri atau kekanan.

Pada tahun 1894 Alfred Vacheron dalam mengikuti lomba Paris-Rouen


menggunakan mobil model Panhard 4 hp yang telah dilengkapi dengan roda
kemudi, bukan lagi tiller. sistem kemudi inilah yang di percaya sebagai cikal
bakal setir mobil (roda kemudi).

Mulai dari tahun 1898, mobil-mobil keluaran Panhard et Levassor telah


dilengkapi setir (roda kemudi). CS Rolls memperkenalkan mobil pertama di
Inggris dilengkapi dengan roda kemudi ketika ia mengimpor 6 hp Panhard dari
Perancis pada tahun 1898. dan mengganti sistem kemudi tiller di mobilnya.
Pada tahun 1898, Thomas B. Jeffery dan putranya, Charles T. Jeffery,
mengembangkan dua mobil eksperimental maju yang menampilkan mesin depan
serta roda kemudi yang dipasang di sisi kiri. Akan tetapi baru pada tahun 1903
sebuah perusahaan pembuat mobil Ramblers, baru memakai setir hanya di mobil
jenis ramblers model E yang merupakan mobil produksi masal. Pada 1904 baru
seluruh mobil keluaran rambler telah menggunakan setir (roda kemudi). Dalam
satu dekade, sistem kemudi jenis setir (Roda kemudi) telah menggantikan sistem
kemudi jenis tiller di mobil-mobil saat itu.

2
2.2 Teori dasar

Gambar.1 sistem kemudi

Pengertian sistem kemudi adalah salah satu sistem pada chassis mobil
yang berfungsi untuk merubah arah kendaraan dan laju kendaraan dengan cara
menggerakkan atau membelokkan roda-roda depan mobil dan menjaga agar
posisi mobil tetap stabil. Cara kerjanya adalah, apabila roda roda kemudi(steering
wheel) di gerakkan/diputar, kolom kemudi( steering column) kemudian
meneruskan putaran ke putaran ke roda gigi kemudi (steering gear). Steering gear
ini berfungsi untuk memperbesar momen putar, sehingga menghasilkan tenaga
yang lebih besar untuk menggerakkan roda depan melalui sambungan-sambungan
kemudi (steering linkage).

2.3 Fungsi sistem kemudi


Sistem kemudi berfungsi untuk mengarahkan suatu kendaraan yang bergerak.
Tanpa alat kemudi, maka kendaraan tersebut tidak dapat diarahkan kekiri maupun
kekanan. Baik motor maupun mobil, sistem kemudi terletak pada bagian depan
kendaraan. Seiring berkembangnya zaman, telah tercipta suatu teknologi sistem kemudi
4 roda. Artinya ban belakang juga dapat diarahkan untuk menentukan gerakan
kendaraan. Dengan teknologi seperti ini, posisi mobil akan seimbang oleh gaya
sentrifugal. Sehingga resiko slip akibat adanya perbedaan pengaturan arah dan besar
sudut putar roda belakang dapat dihindarkan. Untuk menambahkan kenyaman bagi
pengemudi dan penumpang, sistem kemudi 4 roda ini biasanya diplikasikan dengan
sistem suspensi yang cocok seperti Double Wishbone.

2.4 Klasifikasi sistem kemudi


BAGIAN – BAGIAN UTAMA SISTEM KEMUDI
Pada umumnya sistem kemudi dibagi menjadi 3 bagian :
1. Steering Column
2.SteeringGear
3.Streering Linkage

3
Gambar.2.steering column

1. Steering column
Steering column terdiri dari main shaft yang meneruskan putaran roda
kemudi ke steering gear, dan column tube yang mengikat main shaft ke body.
Ujung atas dari main shaft dibuat meruncing dan bergerigi, dan roda kemudi
diikatkan ditempat tersebut dengan sebuah mur.
Steering column juga merupakan mekanisme penyerap energi yang
menyerap gaya dorong dari pengemudi pada saat terjadinya tabrakan. Steering
column dipasang pada body melalui bracket column tipe breakaway sehingga
steering column dapat bergeser turun pada saat terjadinya tabrakan.
Disamping mekanisme penyerap energi, pada steering column kendaraan
tertentu terdapat sistem control kemudi. Misalnya mekanisme steering lock untuk
mengunci main shaft, mekanisme tilt steering untuk memungkinkan pengemudi
menyetel posisi vertikal roda kemudi, telescopic steering untuk mengatur panjang
main shaft agar diperoleh posisi yang sesuai dan sebagainya.
Bagian bawah main shaft dihubungkan pada steering gear melalui flexible
joint atau universal joint yang berfungsi untuk memperkecil pengiriman kejutan
yang diakibatkan oleh keadaan jalan dari steering gear ke roda kemudi.
DUA TIPE STEERING COLUMN

a. Model Collapsible

Model ini mempunyai keuntungan : Apabila kendaraan berbenturan /


bertabrakan dan
steering gear box mendapat tekanan yang kuat, maka main shaft column atau
bracket akan
runtuh sehingga pengemudi terhindar dari bahaya. Kerugiannya adalah : Main
shaft nya kurang kuat, sehingga hanya digunakan pada mobil penumpang atau
mobil ukuran kecil. Konstruksinya lebih rumit

b. Model Non collapsible

Model ini mempunyai keuntungan : Main shaftnya lebih kuat sehingga banyak
digunakan

4
pada mobil-mobil besar atau mobil-mobil kecil, Konstruksinya sederhana
Kerugiannya adalah Apabila berbenturan dengan keras, kemudinya tidak dapat
menyerap goncangan sehingga keselamatan pengemudi relatif kecil.

Gambar.3.steering gear

2. Steering gear
Steering gear tidak hanya berfungsi untuk mengarahkan roda depan, tetapi
dalam waktu yang bersamaan juga berfungsi sebagai gigi reduksi untuk
meningkatkan momen agar kemudi menjadi ringan. Untuk itu diperlukan
perbandingan reduksi yang disebut juga perbandingan steering gear. Biasanya
perbandingan steering gear antara 18-20 : 1. Perbandingan semakin besar akan
menyebabkan kemudi menjadi semakin ringan akan tetapi jumlah putaran akan
bertambah banyak, untuk sudut belok yang sama.
Ada beberapa macam tipe steering gear antara lain :
1. Model Worm Dan Sector Roller

Gambar.4. model worm dan sector


Worm gear berkaitan dengan sector roller di
bagian tengahnya. Gesekannya dapat mengubah
sentuhan antara gigi dengan gigi menjadi sentuhan
menggelinding.

5
Gambar.5.model worm dan sector
2. Model Worm Dan Sector

Pada model ini worm dan sector berkaitan


Langsung

Gambar.6screw pin
3. Model Screw Pin
Pada model ini pin yang berbentuk tirus bergerak
sepanjang worm gear

Gambar.7.screw dan nut

4. Model Screw Dan Nut


Model ini di bagian bawah main shaft terdapat ulir dan
sebuah nut terpasang padanya. Pada nut terdapat
bagian yang menonjol dan dipasang kan tuas yang
terpasang pada rumahnya.

Gambar.8.recirculating ball
5. Model Recirculating Ball
Pada model ini, peluru-peluru terdapat dalam lubanglubang
nut untuk membentuk hubungan yang

6
menggelinding antara nut dan worm gear.Mempunyai
sifat tahan aus dan tahan goncangan yang baik

Gambar.9.rack and pinion

6. Model Rack And Pinion


Gerakan putar pinion diubah langsung oleh rack
menjadi gerakan mendatar. Model rack and pinion
mempunyai konstruksi sederhana, sudut belok yang
tajam dan ringan, tetapi goncangan yang diterima dari
permukaan jalan mudah diteruskan ke roda depan.

Gambar.4.steering column

3. Steering Linkage
Steering linkage terdiri dari rod dan arm yang meneruskan tenaga gerak
dari steering gear ke roda depan. Walaupun mobil bergerak naik turun, gerakan
roda kemudi harus diteruskan keroda-roda depan dengan sangat tepat (akurat)
setiap saat.
Sistem kemudi yang dipakai pada kendaraan jika ditinjau dari tenaga yang
dipakai untuk membelokkkan roda kemudi, dapat dibedakab menjadi 2 yaitu :
1. Sistem kemudi secara manual jarang dipakai terutama pada mobil-mobil
modern. Pada sistem ini dibutuhkan adanya tenaga yang besar untuk
mengemudikannya. Akibatnya pengemudi akan cepat lelah apabila
mengendarai mobil terutama pada jarak jauh. Tipe sistem kemudi secara
manual yang
banyak
digunakan adalah :

7
Gambar.5.recirculating ball

 Recircullating ball
Cara kerjanya adalah : pada waktu pengemudi memutar roda kemudi, poros utama
yang dihubungkan dengan roda kemudi akan langsung membelok. Di
ujung poros
utama kerja dari gigi cacing dan mur pada bak roda gigi kemudi
menambah tenga dan
memindahkan gerak putar dari roda kemudi ke gerakan mundur maju
lengan pitman.
Lengan-lengan penghubung (linkage), batang penghubung (relay rod), tie
rod, lengan
idler (idler arm), dan lengan nakel arm dihubungkan dengan ujung pitman
arm.
Mereka memindahkan gaya putar dari kemudi ke roda-roda depan dengan
memutar
ball joint pada lengan bawah (lower arm) dan bantalan atas untuk peredam
kejut.
Jenis ini biasanya digunakan pada mobil penumpang atau komersial.

Gambar.6.jenis rack and pinion

 Jenis rack and pinion

8
Cara kerja : pada waktu roda kemudi diputar, pinion pun ikut berputar.
Gerakan ini akan menggerakan rack Dri samping ke samping dan dilanjutkan
melalui tie rod ke lengan nakel pada roda roda depan sehinnga satu roda depan
didorong, sedangkan satu roda tertarik, hal ini memyebabkan roda berputar pad
rah yang sama.
Kemudian ada lagi yang lebih efisien bagi pengemudi untuk
mengendalikan roda roda depan yaitu tipe rack and pinion. Pinion yang
dihubungkan dengan poros utama kemudi melalui poros intermediate yang
berkaita dengan rack.

9
BAB III
PEMBAHASAN
SISTEM KEMUDI TIPE RECIRCULATING BALL

3.1 pengertian sistem kemudi tipe recirculating ball.

Gambar.7.contoh tipe recirculating ball

Bisa dibilang lebih rumit karena pinion gear akan dihubungkan dengan
poros yang berbentuk ulir. Saat poros ini berputar maka ulir ini akan
menggerakan roda gigi sektor yang terhubung dengan tie rod.

Namun, sistem recirculating ball ini memiliki gaya pengemudian lebih


ringan karena bisa mereduksi putaran kemudi secara maksimal. Hanya
saja, kita perlu memutar roda kemudi hingga 4 kali untuk membuat roda
berbelok mentok. Sistem yang dipakai pada mobil niaga atau mobil
berbobot besar ini.

Gambar.8.komponen utama system kemudi

3.2 Komponen utama sistem kemudi tipe recirculating ball.


1.Roda kemudi
Mengendalikan arah roda melalui lengan penghubung.
2. Poros utama kemudi
Mengirim gaya piutarroda kemudi ke bak roda gigi.
3. Batng kemudi

10
Tempat poros utama
4. Bak roda gigi kemudi
Merubah gerak putar ke gerak maju mundur.
5. Lengan pitman
Digerakan maju mundur oleh bak roda gigi kemudi.
6. Batang penghubung
menghubungkan tie rod.
7. Tie rod
Menghubungkan lengan nakel dan batang penghubung.
8. Lengan idler
Menunjang batang penghubung dan tie rod.
9. Lengan nakel arm
Mengendalikan roda depan.
10 Ball joint
Tempat berputarnya roda depan.
11 Bantalan atas
Tempat dudukan peredam kejut.

Gambar.9.komponen dalam gear box

3.3 komponen di dalam gear box

Keterangan Gambar :
1. Roda gigi sektor
2. Mur kemudi
3. Bola baja
4. Penyetel celah kontak
5. Penyetel preload bantalan
6. Baut kemudi
7. Poros sektor
8. Bantalan poros sektor

3.4 Fungsi sistem kemudi tipe recirculating ball

Sistem kemudi berfungsi untuk mengarahkan suatu kendaraan yang


bergerak. Tanpa alat kemudi, maka kendaraan tersebut tidak dapat

11
diarahkan kekiri maupun kekanan. Baik motor maupun mobil, sistem
kemudi terletak pada bagian depan kendaraan.

3.4 Cara kerja cara kerja sistem kemudi tipe recirculating ball

Cara kerjanya :
Pada waktu pengemudi memutar roda kemudi, poros utama akan
membelok. Di ujung poros utama kerja dari gigi cacing dan mur pada
bak roda gigi kemudi menambah gerak putar dari roda kemudi ke
gerakan maju mundur lengan pitman.lengan penghubung tersebut
memindahkan gaya putar dari kemudi ke roda-roda depan dengan
memutar ball joint pada lengan bawah dan bantalan atas untuk peredan
kejut.
Jenis ini digunakan pada mobil penumpang atau komersial.

3.5 kerugian dan keuntungan sistem kemudi tipe recirculating ball

Keuntungan :
-Komponen gigi kemudi relative besar, bisa digunakan untuk
mobil ukuran sedang, mobil besar dan kendaraan komersial.
-Keausan relative kecil dan pemutaran roda kemudi relative ringan.
Kerugian :
- Konstruksi rumit karena hubungan antara gigi sector dan gigi
pinion tidak langsung.
- Biaya perbaikan lebih mahal.
3.6 cara perawatan system kemudi

berikut cara perawatan system kemudi

1. Luruskan Posisi Roda Depan Saat Parkir

Saat kendaraan diparkir sebaiknya semua roda kendaraan dalam


keadaaan lurus. Bila hal initidak dilakukan, pada jenis Power
Steering Rack and Pinion yang biasa digunakan pada tipe sedandan
minibus akan menimbulkan kebocoran dalam waktu yang lama. hal
ini disebabkan karena bila kemudi diparkirkan dalam keadaan
berbelok "s Rack Steer dapat menimbulkan perubahan suhu yang
dapat membuat komponen karet Bootster cepat sobek alot sehingga
kotoran atau air dapat masuk sehingga dapat merusaknya

2. Cara Membelokkan Stir


Usahakan untuk selalu mengendarai mobil secara halus, terutama
saat berbelok menikung untuktidak menahan kemudi dalam posisi
mentok atau patah terlalu lama.apabila kemudi dibelokkan secara

12
patah akan menyebabkan suhu yang tinggi pada satu bagiansisi
Rack Pinion Steer, sehingga daya tahan Seal%Gasket yang ada
tidak kuat yang menyebabkankebocoran.

3. Merawat Setir atau Steering Wheel


Kendali mobil salah satunya terletak di setir mobil. Setir mobil
berfungsi untuk membelokan atau memutarkan roda depan dengan
cara memutar-mutar roda kemudi. Saat setir di putar ke kiri, mobil
akan belok ke kiri. Saat setir diputar ke kanan, mobil akan belok ke
kanan. Seperti itulah pentingnya setir mobil atau roda kemudi.

4. Putar Kemudi Dengan Kecepatan Pelan atau Sedang


Cara merawat kemudi mobil dengan sangat hati – hati. Putaran
kemudi/setir yang dilakukan dengan kecepatan pelan dan halus
akan membuat awet komponen power streeting. Tidak hanya
manusia yang ingin diperlakukan secara baik, kemudi mobil pun
juga. Bila kemudi mobil diperlakukan secara kasar, maka akan
mengakibatkan kerusakan pada kemudi mobil kamu.

13
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Sistem kemudi adalah suatu bagian komponen yang terdapat di dalam


kendaraan yang berfungsi untuk mengatur arah kendaraan dengan cara
membelokan roda depan. Cara kerjanya : bila steering wheel diputar,
sreering coloumn akan meneruskan tenaga putarannya ke steering gear,
sehinnga menghasilkan tenaga putar yang lebih besar untuk diteruskan ke
steering linkage lalu akan diteruskan ke roda depan.

4.2 Saran

Dengan adanya penjelasan diatas maka diharapkan mahasiswa dapat


memhami tentang fungsi dan komponen sistem kemudi khususnya type
recirculating ball.

4.3 Daftar Pustaka


• https://www.google.com/search?q=recirculating+ball&client=firefox-b-
ab&source=lnms&tbm=isch&sa=X&ved=0ahUKEwjpnNOatP3dAhUJro8
KHWoGDJIQ_AUIDigB&biw=1525&bih=690#imgrc=HHklaAWKIlQfz
M:
• https://edoc.site/queue/makalah-sistem-kemudi-pdf-free.html
• http://williamsarfat.blogspot.com/2013/09/cara-kerja-sistem-kemudi-
tipe.html
• Buku chasis dan pemindah daya.

14