Anda di halaman 1dari 9

MEIOSIS

KELOMPOK IV
KELAS C
Khairani Rahma Tamara (1610421005), Nisaun Raniyah (1610422020), Angie Suryani
(1610422023), Fathiya Nadhira (1610422028)

ABSTRAK
Praktikum Meiosis dilaksanakan pada hari Jum’at, 6 April 2018 di Laboratorim
Pendidikan IV, Jurusan Biologi, Universitas Andalas, Padang. Tujuan praktikum ini yaitu
utuk mengaplikasikan teknik pembuatan kromosom hewan dan untuk menentukan
fase-fase pembelahan meiosis sel yang diamati pada testis Valanga sp. Metoda yang
digunakan adala pewarnaan dan squash. Hasil dari praktikum ini yaitu tahapan
pembelahan meiosi yang teramati pada testis Valanga sp jantan yaitu profase 1 dengan
subfase leptoten, zygoten, pakiten, diploten dan diakinesis dan selanjutnya metaphase
1, anaphase 1, telofase 1, profase II, metaphase II, anaphase II dan telofase II.
Terdapat perbedaan pembelahan antara meiosis 1 dan meiosis II. Kesimpulan dari
praktikum ini yaitu teknik dalam pembuatan preparat kromosm Valanga sp yaitu
menggunakan teknik squash. Tahap meiosis 1 didapatkan fase fase yaitu profase 1
(leptoten, zygote, pakiten, diploten dan diakinesis) metaphase 1, anaphase 1, profase
1. Tahap meiosis II yaitu profase II, metaphase II, anaphase II dan telofase II

Kata kunci: Meiosis I dan Meiosis II, Pewarnaan, Squash, Valanga sp.

PENDAHULUAN
Sel merupakan unit terkecil penyusun membutuhkan energi. Energi ini
tubuh makhluk hidup yang dapat diperoleh dari proses oksidasi zat-zat
mengalami perkembangan dan per- makanan yang akan menghasilkan
tumbuhan. Perkembang biakan sel adenosin tri-phosphat (ATP). ATP
(reproduksi sel) ada dua macam, yaitu tersebut dihasilkan selama proses
secara mitosis dan meiosis. Reproduksi glikolisis dan daur krebs (Suryo, 2001).
sel merupakan salah satu ciri utama Fungsi utama dari siklus sel
makhluk hidup. Pada makhluk hidup adalah menduplikat sejumlah DNA di
bersel satu atau uniseluler, proses ini dalam kromosom dengan tepat,
bertujuan sama seperti tujuan
perkembang biakan, yaitu menghindari
kepunahan. Adapun pada makhluk kemudian membelah menjadi dua sel
hidup bersel banyak atau multiseluler, anak yang identik. Proses ini
reproduksi sel bertujuan untuk mem- merupakan dua fase utama dari siklus
perbaiki jaringan tubuh yang rusak, sel. Proses duplikasi DNA terjadi pada
pertumbuhan, dan perkembangan sel. fase S (S= sintesis), yang
Semua aktifitas makhluk hidup menghabiskan 10-12 jam dan
termasuk reproduksi sel, selalu merupakan separuh waktu siklus sel

Jurnal Praktikum Genetika 2016


pada tipe sel mamalia. Setelah fase S, melakukan pembelahan sel seperti
terjadi pemisahan kromosom dan yang terjadi pada pembelahan mitosis,
pembelahan sel pada fase M sedangkan pada meiosis I terjadi
(M=Mitotik), yang membutuhkan waktu peristiwa reduksi kromosom yang
lebih sedikit (kurang dari satu jam pada nantinya berpengaruh terhadap sifat sel
sel mamalia). Mitosis terjadi pada fase anakan (Cooper, 2000).
M yang dimulai dengan kromosom yang Tahap interfase pada meiosis
terkondensasi. Fase mitotik merupakan sama seperti tahapan interfase pada
tempat terjadinya mitosis. Kondensasi mitosis, setelah tahap interfase sel
kromosom dan pembatasan kromosom menuju tahap profase I yang ditandai
replikan terjadi dalam mitosis (Alberts, dengan kromosom berkondensasi,
2002). benang spindel dari sentriol mulai
Meiosis adalah tipe khusus dari tumbuh, dan menghilangnya membran
pembelahan nukleus yang melakukan inti. Tahap selanjutnya adalah metafase
pemisahan tiap kromosom homolog I dimana kromosom homolog berjajar
menjadi gamet yang baru. Jika mitosis ditengah sel dan terikat dengan benang
menghasilkan sel anak yang identik spindel yang mulai tertarik ke arah
dengan induk, maka meiosis berlawanan yang dinamakan anafase I.
menghasilkan sel anak dengan reduksi Tahap selanjutnya, kromosom terbagi
jumlah kromosom. Selain itu, meiosis dua, membran inti terbentuk, dan sel
menghasilkan sel anak yang berbeda terbagi dua sama besar yang
dengan induknya (Farabee, 2000). dinamakan telofase I (Starr, 2010).
Perbedaan mitosis dan meiosis yaitu Meiosis I sering disebut
pada mitosis tidak terjadi crossing over pembelahan reduksi karena setiap
dan pembentukan kromosom homolog, produk baru sekarang memiliki jumlah
terjadi pada sel tubuh untuk regenerasi kromosom haploid. Pewarisan
atau pertumbuhan sel, satu sel induk Mendelian terjadi pada meiosis I. Cross
menhasilkan dua sel anak yang bersifat over yang terjadi sebelum metafase
identik, jumlah kromosom induk sama menghasilkan kombinasi materi genetik
dengan jumlah kromosom anakan dan yang baru, hasilnya bisa
pembelahan sel hanya terjadi sekali. menguntungkan atau merugikan
Meiosis mengalami dua kali (Campbell and Reece, 2010).
pembelahan, terjadi reduksi jumlah Sebelum mengalami tahap
kromosom untuk menjaga jumlah meiosis II, sel memasuki tahap
kromosom terakhir tetap sama, dan interkinesis yang merupakan periode
satu sel induk menjadi empat sel anak antara meiosis I dan meiosis II. Tahap
yang tidak samua identik karena terjadi meiosi II sama seperti tahap mitosis.
crossing over (Campbell and Reece, Kromatin pada setiap sel anakan hasil
2010). meiosis I menebal dan memendek,
Pada pembelahan meiosis membran inti lebur kembali, muncul
terdapat dua macam pembelahan yaitu benang spindle pada sentriol, dan
pembelahan reduksi (meiosis I) dan kromosom berikatan dnegan benang
pembelahan sel (meiosis II). meiosis II spindel. Metafase II terjadi kembali

Jurnal Praktikum Genetika 2016


kromosom yang berjajar pada bidang dan 1 sel gonosom. Sama seperti
equator, kemudian sentromer proses spermatogenesis, oogenesis
membelah dan memisahkan sister mengalami dua kali pembelahan yang
chromatids, lalu terbentuk lekukan yang dimulai dengan terbentuknya oosit
akan memisahkan masing – masing sel primer (2n) mengalami meiosis I
menjadi dua bagian (Starr, 2013). menjadi oosit sekunder (n) dan badan
Dalam meiosis dapat terjadi kutub kemudian membelah lagi
crossing over, yaitu petukaran gen antar menghasilkan 1 ovum dan 3 badan
kromosom homolog. Siklus hampir kutub (Suryo, 2011).
sama dengan mitosis, tetapi dalam
meiosis menghasilkan 4 sel anakan METODE PRAKTIKUM
dengan kromosom haploid (n). Waktu dan Tempat
(Campbell and Reece, 2002). Praktikum mitosis dan poliploidi
Meiosis memegang peran dilaksanakan pada Hari Jum’at, 30
penting dalam pembentukan sel Maret 2018 di Laboratorium Pendidikan
gamet dalam kelenjar kelamin (gonad), IV, Jurusan Biologi, Universitas
yang terjadi di testis pada hewan Andalas, Padang.
jantan, serta ovarium pada hewan
betina. Pada tumbuhan berbiji, Metode
meiosisi terjadi pada kepala benang Metoda yang digunakan pada meiosis
sari dan kandungan lembaga. Pada hewan Valanga sp adalah pewarnaan
tumbuhan lumut, meiosis terjadi di dan squash.
sporogonium dan di sporangium pada
tumbuhan paku (Pratiwi, 2004) Alat dan Bahan
Proses meiosis pada manusia Alat yang digunakan yaitu mikroskop,
terjadi pada sel gamet, yaitu cover glass, kaca objek, Gunting bedah,
spermatogenesis pada pria dan tissue dan pipet tetes. Sedangkan
oogenesis pada wanita. bahan yang digunakan yaitu, Valanga
Spermatogenesis yang merupakan sp jantan 15 ekor, Nacl dan
proses pembentukan spermatozoa Acetoarcein.
terjadi didalam testis. Spermatozoa
berasal dari sel primordial yang Cara Kerja
mengandung 44 autosom dan 2 Disiapkan alat dan bahan yang akan
genosom. Spermatozoa yang siap digunakan. Dipotong bagian kepala
membelah dinamakan spermatosit belalang dengan menggunakan gunting
primer (2n), spermatosit tersebut bedah lalu dibedah bagian ventral
melakukan meiosis I dan menghasilkan belalang. Diambil testis belalang
2 buah spermatosit sekunder (n). dengan menggunakan jarum bertangkai
spermatosit sekunder kemudian dan direndam dalam larutan NaCl 0,9%.
melakukan pembelahan meiosis II Ditaruh testis belalang diatas kaca
menghasilkan 4 spermatid yang akan preparat dan diwarnai dengan aceto-
berkembanag menjadi spermatozoa orcein 2%, sebanyak 1 tetes (dibiarkan
haploid yang memiliki 22 sel autosom 10 menit). Ditutup objek testis dengan

Jurnal Praktikum Genetika 2016


cover glass dan dilakukan “squash” adalah penebalan yang terjadi pada
agar tidak terjadi gelembung pada objek beberapa bagian kromosom yang
dan sekitarnya. Diamati fase-fase tampak seperti manik-manik. Pada fase
meiosis dibawah mikroskop dengan ini, pasangan-pasangan kromatid belum
perbesaran 40x10. Digambar fase-fase dapat dibedakan.
yang ditemukan dan diberi keterangan. 2. Zygoten

HASIL DAN PEMBAHASAN


Berdasarkan praktikum yang telah
dilaksanakan, didapatkan hasil sebagai
berikut:
a. Profase I
1. Leptoten

Gambar 2. Zygoten pada Profase 1


Berdasarkan hasil yang didapatkan,
pada fase profase I tahap zigoten
terlihat kromososm yang saling
bergandengan dan hitam memendek
seperti tarik-menarik. Pada fase zigoten
ini terlihat berkumpulnya hormone dan
Gambar 1. Leptoten pada Profase I seolah-olah tersusun dengan rapi. Hal
Berdasarkan hasil yang didapatkan ini sesuai dengan pendapat
terlihat pada fase profase 1 tahap Sastrosumarjo (2006), pada fse zigoten
leptoten benang-benang kromatin mulai mulai terjadi perpasangan antara
berkumpul dan terarah pada salah satu kromosom yang homolog, sehingga
polarisasi membrane inti terlihat mulai alel-alel akan berhadapan letaknya dan
menghilang, serta butir kromatin yang tidak berjauhan seperti pada leptoten.
mulai berkondensi memanjang atau Proses saling berpasangan antara
disebut benang (kromonema). Fase ini kromosom homolog disebut sinapsis.
merupakan fase paling awal dari proses Namun sinapsis ini akan lebih jelas
pembelahan meiosis. terlihat pada fase selanjutnya (pakiten).
Hal ini sesuai dengan pendapat
Sastrosumarjo (2006) pada tahap
Leptoten, kromosom terlihat seperti
benang-benang halus yang panjang,
sehingga masing-masing kromosom
belum dapat dikenali secara jelas.
Benang-benang kromosom yang halus
tersebut disebut kromonema. Pada fase 3. Pakiten
ini, struktur kromosom dapat terlihat
lebih jelas adalah kromomer. Kromomer

Jurnal Praktikum Genetika 2016


dari induk individu tersebut (Suryo,
2007).
4. Diploten

Gambar 3. Pakiten pada Profase 1


Berdasarkan hasil yang didapatkan,
pada fase profase 1 tahap pakiten
terlihat bahwa kromosom-kromosom
homolog yang berpasangan (bivalen)
Gambar 4. Diploten pada Profase 1
mengganda sehingga terdapat empat
Berdasarkan hasil yang didapatkan
kromatid yang berpasangan yaitu
pada profase 1 tahap diploten terlihat
tetrad. Selain itu, terjadi juga peristiwa
dua kromosom homolog yang
pindah silang yang disebut dengan
berpasangan memisahkan diri,
crossing over
sehingga kromatid yang berada dalam
Menurut Suryani (2004)
satu bivalen memisah dengan kromatid
kromosom homolog menggandeng
pasangannya, namun dibeberapa
rapat panjang lengannya dari pangkal
tempat terjadi kontak yang disebut
ke ujung terbentuk tetrad. Setiap
kiasmata, pada diakinesis kromosom
kromosom membelah menjadi dua
terus memendek dan berkondensasi
kromatid yang berasal dari satu
secara maksimal, kromosom berada
kromosom yaitu tetrad. Sentromer
dibidang ekuator.
masih menyatu dan belum membelah.
Menurut Suryani (2004) pada
Pada fase pakiten jumlah
fase diploten sentromer masih satu
kromatidnya sama banyaknya dengan
chiasmata. Pada beberapa tempat
jumlah kromatid pada profase mitosis
antara kromatid kromatid homolog, dari
dan yang membedakannya adalah
kiasmta timbul crossing over. Pada fase
distribusi kromosom-kromosomnya.
ini dua kromosom homolog yang
Pada fase pakiten, benang-benang
berpasangan memisahkan diri. Setiap
kromosom terlihat double karena
kromosom membelah longitudinal
kromosom tampak semakin jelas dan
membentuk dua kromatid.
perpasangan sinapsis antara
kromosom-kromosom homolog semakin
dekat dan sempurna, hal ini terjadi
karena setiap pasang kromosom yang
homolog terdiri dari dua buah kromatid
sehingga pada fase ini terlihat jumlah
pasangan bivalen yang jumlahnya
sama dengan jumlah kromosom haploid
5. Diakinesis

Jurnal Praktikum Genetika 2016


kromosom homolog berderet pada
bidang equator.
Menurut Suryo (2007) pada
tahap metaphase 1 kromosom-
kromosom menempatkan dirinya
ditengah-tengah sel, yaitu dibidang
equator dari sel. Inti sudah lenyap dan
mikrotubula membentuk spindel
diantara dua sentriol pada kutub
Gambar 5. Diakinesis pada Profase 1
berlawanan. Namun, terdapat
Berdasarkan hasil yang didapatkan,
perbedaan antar metaphase 1 meiosis
pada fase profase 1 tahap diakinesis,
dengan metaphase mitosis. Pada
terlihat benang spindle yang bergerak
metaphase meiosis, yang terdapat pada
kearah kutub berlawanan dan sentriol
bidang equator adalah kromosom-
hasil pembelahan sentrosom sampai
kromosom tunggal. Sedangkan pada
pada kutub yang berlawanan, terbentuk
metaphase 1 meiosis, yang terdapat
gelendong pembelahan dan membrane
pada bidang equator adalah pasangan-
inti dan nucleus mulai menghilang.
pasangan kromosom homolog sehingga
Pada fase diakinesis dari
pada metaphase 1 meiosis tidak terjadi
sentriol memancar benang-benang
pembelahan sel.
gelendong pembelahan sehingga
c. Anafase 1
kromosom akan terjerat pada benang
tersebut. Melalui benang-benang
gelendong inilah nantinya tiap-tiap
kromosom berjalan menuju kutub
masing-masing (Siregar, 2000).
b. Metaphase 1

Gambar 7. Anafase 1
Berdasarkan hasil yang didapatkan
pada fase anaphase 1 terlihat bahwa
kromosom bergerak menuju arah kutub
meninggalkan bidang equator, terjadi
reduksi (pengurangan jumlah
kromosom) kromosom homolog
Gambar 6. Metaphase 1
berpisah dan tertarik menuju kutub
Berdasarkan hasil yang didapatkan
berlawanan tanpa pemisahan
pada fase metaphase 1 terlihat bahwa
sentromer dan terjadi reduksi jumlah
inti sudah lenyap, mikrotubula
kromosom.
membentuk spindle diantara dua
Menurut Ritonga (2010), tiap
sentriol pada kutub berlawanan dan
kromosom homolog (yang berisi dua
kromatid kembarannya) masing-masing

Jurnal Praktikum Genetika 2016


mulai ditarik oleh benang spindel e. Profase II
nenuju ke kutub pembelahan yang
berlawanan arah. Tujuan anafase I
adalah membagi isi kromosom diploid
menjadi haploid. Dan pada anafase 1
sentromer belum membelah.
d. Telofase 1

Gambar 9. Profase II
Berdasarkan hasil yang didapatkan
pada profase II terlihat bahwa
kromosom menjadi memendek dan
tebal kemudian menjadi kelihatan lagi.
Pada tahap profase II kromosom akan
membentuk kromatin. Kromosom-
Gambar 8. Telofase 1
kromosom ini mulai bergerak ke bidang
Berdasarkan hasil yang didapatkan
metaphase.
pada fase telofase 1 terlihat bahwa sel
Pada tahap profase II kromosom
mulai membelah. Kembali terjadi
memendek dan menebal, profase II
pembentukan inti, adanya kariokinesis
ditandai dengan terdapatnya
dan sitokinesis yaitu pembentukan
gelendong, sentriol sel anak akan
membran plasma untuk memisahkan
berpindah. Fase profase II ini
sitoplasma baru berbentuk dua sel anak
berlangsung singkat, selaput inti
yang haploid (n).
menghilang (Suryo, 2001). Pada fase
Menurut Campbell et al (2004)
ini tidak terjadi penggandaan kromosom
pada awal telofase 1, setiap bagian sel
sehingga jumlah sel kromosom tetap
memiliki satu set haploid lengkap yang
(Yatim,1983).
terdiri atas kromosom-kromosom
f. Metaphase II
tereplikasi, setiap kromosom terdiri atas
dua saudara kromatid. Sitokinesis
biasanya terjadi bersamaan dengan
telofase 1 membentuk dua sel anakan,
haploid pada beberapa spesies
kromosom-kromosom terurai lagi dan
selaput nukleus terbentuk kembali serta
tidak ada replikasi yang terjadi antara
meiosis 1 dan 2.
Gambar 10. Metaphase II
Berdasarkan hasil yang didapatkan
pada fase metaphase II terlihat bahwa
kromosom tampak paling jelas karena
pada fase ini kromosom sedang tersusu

Jurnal Praktikum Genetika 2016


dibidang ekuator dari sel. Prosesnya kromosom hasil pembelahan akan
hampir sama dengan mitosis namun bergerak menuju kutub.
yang membedakan adalah jumlah h. Telofase II
kromosomnya, dimana pada fase
meiosis jumlah kromosomnya hanya
setengah dari kromosom pada fase
mitosis.
Hal ini sesuai dengan pendapat
Sastrosumarjo (2006), pada metaphase
II, kromosom yang terdiri dari dua
kromatid berada di bidang ekuator.
Gambar 12. Telofase II
Benang-benang gelendong yang
Hasil yang didapatkan pada telofase II
berasal dari masing-masing kutub
terlihat bahwa sel mulai membelah dan
mengikat sentromer masing-masing
kromatin telah sampai pada kutub yang
kromatid. Keadaan kromosom pada
berbeda. Terlihat bahwa proses
metaphase II meiosis hamper mirip
sitokinesis mulai terjadipada sel. Hal ini
pada keadaan kromosom pada
sesuai menurut pendapat Suryo (2008)
metaphase meiosis, akan tetapi dengan
bahwa telofase II adalah fase akhir
jumlah kromosom yang ada hanyya
yang menhasilkan 4 anakan inti baru
setengah saja.
dengan sebuah kromatid dari tiap tetrad
g. Anaphase II
sehingga jumlah kromosomnya haploid.
Jadi, selama pembelahan meiosis 2
tidak terjadi reduksi melainkan
pembelahan biasa. Terjadi sitokinesis,
sehingga dari dua gametosit terbentuk
4 gametid.

KESIMPULAN
Gambar 11. Anafase II Berdasarkan praktikum yang telah
Hasil yang didapatkan pada fase dilaksanakan maka dapat diambil
anafasee II terlihat bahwa sentromer kesimpulan:
membelah menjadi dua. Kromatid yang 1. Teknik dalam pemuatan
berpasangan berpisah dari homolognya preparat kromosm Valanga sp
dan bergerak menuju kutub yang yaitu menggunakan teknik
berlawanan. squash.
Menurut Suryo (2001) pada 2. Tahap meiosis 1 didapatkan
tahap anaphase II terjadi 2 proses yaitu fase fase yaitu profase 1
sentromer pada masing-masing (leptoten, zygote, pakiten,
kromosom telah membelah dan diploten dan diakinesis)
kromatis memisah menjadi satu metaphase 1, anaphase 1,
kromosom. Proses selanjutnya adalah profase 1. Tahap meiosis II yaitu

Jurnal Praktikum Genetika 2016


profase II, metaphase II, internasional offices, USA:
anaphase II dan telofase II xx+579 hlm.
SARAN Suryani, Yani. 2004. Biologi Sel dan
Saran yang dapat diberikan adalah agar Molekuler Kanker. Jakarta:
berhati-hati dalam melakukan teknik Salemba medika.
squash karena dengan teknik yang Suryo. 2001. Genetika. Yogyakarta:
benar maka hasil yang nantinya Gadjah Mada University Press.
didapatkan akan benar pula. Suryo. 2007. Sitogenetika. Yogyakarta:
Gajah Mada University Press.
DAFTAR PUSTAKA Suryo. 2008. Genetika Strata I.
Alberts, B. dkk. 2002. ”Gambaran Yogyakarta: Gajah Mada University
Umum dari Siklus Sel”. Press.
http://www.ncbi.nlm.nih.gov/ Suryo. 2011. Genetika Manusia.
books/bv.fcgi? Yogyakarta: Gajah Mada
rid=mboc4.section.3169. University Press.
(diakses pada 25 Maret Yatim, W. 1983. Genetika. Tarsito,
2016) Yogyakarta
Campbell, N.A. and Reece,J.B. 2004.
Biology Pearson Education. San
Fransisco.
Campbell, N.A., J.B. Reece. 2010.
Biologi. Terjemahan dari
biology oleh wulandari, D.T
erlangga, Jakarta.
Campbell, Reece Mitchell. 2002.
Biologi. Jakarta: Penerbit
Erlangga
Pratiwi, D.A. 2004. Penuntun Biologi.
Jakarta: Erlangga
Ritonga, A.W dan Wulansari, A. 2010.
Analisis Meiosis. Departemen AGH :
IPB.
Sastrosumarjo, S. 2006. Panduan
Laboratorium Genetika.
Bogor: IPB Press.
Siregar, A. 2000. Biologi Kedokteran
Reproduksi dan
Embriologi . Departemen
Biologi FK UPN. Jakarta.
Starr, C., C.A. Evers, L. Starr. 2013.
Biology today and tomorrow
with physiology 4th edition.
Cengange learning

Jurnal Praktikum Genetika 2016