Anda di halaman 1dari 8

LAPORAN SURVEY HARGA BUAH DI PASAR

TRADISIONAL DAN MODERN


Disusun dalam rangka memenuhi salah satu tugas individu pada mata kuliah

PENGANTAR ILMU EKONOMI

DOSEN PEMBIMBING

Ir. Rumiyadi, M.Si

DISUSUN OLEH

1. Dimas Dwi Saputra (172001804)

SEKOLAH TINGGI ILMU PERTANIAN FARMING SEMARANG

S1 AGRIBISNIS

2018
BAB I

PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

Pada hakekatnya kebutuhan akan pangan merupakan kebutuhan utama bagi setiap
orang. Seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap hubungan pola
makan dengan kesehatan, maka menyebabkan permintaan akan bahan pangan menjadi
semakin meningkat.

Pemasaran adalah pekerjaan yang paling menentukan dalam setiap aktivitas usaha.
Tanpa pemasaran yang tepat dan benar, hasil budidaya yang telah dilakukan akan sia-sia.
Karena kegiatan pemasaran menyangkut masalah mengalirnya produk dari produsen ke
konsumen maka pemasaran menciptakan lapangan kerja yang penting bagi masyarakat
(Assauri,1987).

Aspek pemasaran merupakan aspek yang penting. Apabila mekanisme pemasaran


berjalan baik, maka semua pihak yang terlibat akan diuntungkan. Oleh karena itu peranan
lembaga pemasaran menjadi amat penting. Lembaga pemasaran bagi negara berkembang,
yang dicirikan oleh lemahnya pemasaran hasil pertanian yang akan menentukan
mekanisme pasar (Soekartawi, 2001).

Adapun komoditas yang menjadi fokus saya adalah buah-buahan. Penyebaran


pemasaran yang beragam di kalangan masyarakat menyebabkan terjadinya perbedaan
harga di berbagai tingkatan. Dewasa ini pemasaran yang menjadi penelitian saya yaitu
berbagai tingkat struktur pasar yang berada pada pasar tradisional dan berbagai tingkatan
struktur pasar yang ada pada pasar modern.

Perbedaan harga yang terjadi pada tingkatan antar pedagang di pasar tradisional
dipengaruhi oleh berbagai faktor. Faktor-faktor tersebut terjadi karena adanya peran-
peran perantara komoditas hingga sampai ke tangan konsumen. Semakin panjang proses
pemasaran sampai ke konsumen, maka semakin mahal pula harga komoditas tersebut.

Selisih harga juga dapat terjadi antar pedagang di pasar tradisional dan pasar modern.
Hal tersebut dapat terjadi karena adanya perbedaan penanganan sebelum pemasaran,
dimana pada pasar tradisional hanya terjadi proses pemindahan antar pedagang. Dan pada
pasar modern (swalayan) sebelum melakukan pemasaran, mereka melakukan proses
greeding, sorting dan juga pengemasan. Semua proses tersebut cenderung membuat harga
pada pasar modern menjadi lebih mahal daripada pasar tradisional.
1.2 Tujuan
1. Untuk mengetahui gambaran umum antara pasar modern dan pasar tradisional
2. Untuk mengetahui differensiasi harga komoditas buah-buahan
3. Untuk mengetahui karakteristik produk beserta penentuan harga komoditas buah-
buahan

1.3 Manfaat
1. Dapat mengetahui gambaran umum antara pasar modern dan pasar tradisional
2. Dapat mengetahui differensiasi harga komoditas buah-buahan
3. Dapat mengetahui karakteristik produk beserta beserta penentuan harga komoditas
buah-buahan
BAB II

METODE

Praktikum mata kuliah Pengantar Ilmu Ekonomi melalui kegiatan survey pasar
dilaksanakan pada hari Jum’at, 25 Mei 2018. Adapun lokasi survey yaitu Pasar Peterongan
dan Pasar Mrican sebagai objek penelitian pasar tradisional. Adapun juga Superindo dan
Hypermart sebagai pasar modern. Komoditas pertanian untuk kegiatan survey pasar ini yang
diutamakan adalah buah-buahan yang menjadi fokus pengamatan saya. Sehingga ada 2
pedagang pada pasar tradisional yang menjual buah-buahan sebagai narasumber saya.

Metode pengumpulan data pada kegiatan survey pasar ini ada dua, yaitu metode
primer dan metode sekunder. Metode primer terdiri dari pengumpulan data melalui hasil
wawancara yang dilakukan dengan mengajukan beberapa pertanyaan kepada narasumber.
Sedangkan metode sekunder terdiri yang didapatkan dari penelitian dari beberapa literatur-
literatur mengenai survey pasar yang telah dilakukan.
BAB III

PEMBAHASAN

3.1 Gambaran Umum Pasar (yang diteliti)

Pasar tradisional yang diteliti adalah pasar Peterongan dan pasar Mrican yang
merupakan pasar tradisional yang terletak dikota Semarang.Pasar Peterongan berada
di Jl.MT Haryono dan pasar mrican tepat berada di Jl. Tentara Pelajar .Keberadaan
kedua pasar ini turut mempengaruhi pendapatan daerah, sebab kegiatan perdagangan
di kecamatan ini berpusat di pasar Peterongan dan Mrican. Komoditi yang terdapat di
kedua pasar ini berupa sayuran, buah-buahan, dan daging. Fasilitas pendukung
dipasar ini antara lain: toilet, musholla, kantor kepala pasar,dsb. Sebagian besar
pedagang adalah orang jawa dan sisanya pedagang dari luar jawa. Sementara pembeli
berasal dari daerah sekitar. Sarana transportasi yang ada disekitar pasar Peterongan
dan Mrican antara lain; angkot, becak, ojek,dll.

Kelemahan pasar Peterongan dan Mrican sendiri yaitu tampilan pasar yang
kurang bersih, becek dan sedikit bau sehingga membuat pembeli kurang nyaman saat
berada di pasar Peterongan dan Mrican .Dari segi struktur pasar, kedua pasar ini
cukup tersetruktur karena sudah ada pengelompokan pedagang berdasarkan
komoditas produk yang dijual. Kondisi pasar Peterongan selalu ramai pembeli karena
pasarnya yang luas sedangkan pasar Mrican tidak terlalu ramai karena tempatnya
yang tidak begitu luas namun penjual tetap dapat menjual dagangannya karena
mempunyai pembeli tetap.

SuperIndo dan Hypermart adalah supermarket di Indonesia. Keduanya sudah


memiliki banyak gerai yang sebagian besar tersebar di kota-kota besar terutama di
Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang dan Surabaya. Superindo terletak sangat
setrategis karena berada di samping jalan dan Hypermart terletak di mall-mall besar di
kota. Super Indo yang diteliti adalah Super Indo cabang Semarang yang terletak di
jalan Sultan Agung dan Hypermart yang diteliti adalah Hypermart Java Mall
Semarang yang terletak di jalan Letjen MT.Haryono. Dari segi tampilan, kedua
supermarket terlihat lebih bersih, rapi dan terstruktur karena penataan komoditas
sudah dikelompokkan.
3.2 Hasil Survey

1) Pasar Modern
 Hypermart Supermarket
 Komoditas Apel Fuji
Berat : 100 gr
Harga : Rp 2.475
 Komoditas Mangga Harum Manis
Berat : 100 gr
Harga : Rp 3.690
 Komoditas Sweet Pear
Berat : 100 gr
Harga : Rp 2.190
 Superindo Supermarket
 Komoditas Apel Fuji
Berat : 100 gr
Harga : Rp 3.995
 Komoditas Mangga Harum Manis
Berat : 100 gr
Harga : Rp 4.295
 Komoditas Sweet Pear
Berat : 100 gr
Harga : Rp 3.895

2) Pasar Tradisional
 Pasar Peterongan (pengecer ibu Hajah)
 Komoditas Apel Fuji
Berat : 1 Kg
Harga : Rp 30.500
Vol Penjualan : 2 – 3 Kg
 Komoditas Mangga Harum Manis
Berat : 1 Kg
Harga : Rp 13.000
Vol Penjualan : 1 – 2 Kg
 Komoditas Sweet Pear
Berat : 1 Kg
Harga : Rp 27.000
Vol Penjualan : 3 Kg
 Pasar Mrican (pengecer ibu Pujiati)
 Komoditas Apel Fuji
Berat : 1 Kg
Harga : Rp 30.200
Vol Penjualan : 1 – 2 Kg
 Komoditas Mangga Harum Manis
Berat : 1 Kg
Harga : Rp 14.300
Vol Penjualan : 2 Kg
 Komoditas Sweet Pear
Berat : 1 Kg
Harga : Rp 26.700
Vol Penjualan : 2 – 3 Kg

Biasanya para pengecer mengambil produk dagangan mereka dari pedagang


besar di pasar daerah Banyuwangi,Banjarnegara dan Bandung, hambatan yang sering
mereka temui yaitu kehabisan barang karena produk dari pasar daerah tersebut
biasanya akan dikirim keluar kota untuk diekspor, jika tidak cepat maka akan
mendapat produk yang tidak berkualitas bahkan tidak dapat sama sekali.

Dalam penjualan ketiga komoditas ini yang paling cepat laku ataupun habis
adalah Mangga Harum Manis, karena harganya yang murah, dalam prinsip dalam
berdagang mereka jika produk yang mereka beli dari pedagang besar pasar daerah
tersebut hari ini tidak habis maka keesokan harinya produk itu yang akan dijual lagi
dan mereka tidak akan membeli lagi sampai produk mereka habis.

Dalam hal ini pengecer membeli ke pedagang besar yang berbeda, sehingga
harga barang yang mereka beli dari pedagang besar tersebut berbeda.

3.3 Karakteristik Produk

Karakteristik produk adalah suatu ciri pada produk tersebut. Pada umumnya
karakteristik komoditas pertanian yaitu :

1. Musiman
Produk pertanian yang dihasilkan hanya pada periode tertentu dan cenderung
komoditas yang berbeda.
2. Mudah rusak
Produk pertanian banyak mengandung air, sehingga mudah terjadi kebusukan
terhadap produk tersebut. Untuk mengatasi hal tersebut produk pertanian
memerlukan penanganan khusus dalam pemasaran agar dapat terjual dengan
cepat.
3. Bulkiness
Produk pertanian membutuhkan ruang penyimpanan yang luas tetapi harga
jualnya relative rendah.
4. Non homogen
Produk pertanian biasanya tidak seragam, hal ini disebabkan produk pertanian
yang dihasilkan dengan luas lahan yang sempit, sehingga para petani menanam
tanaman yang beragam.
BAB IV

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Pasar yang merupakan tempat bertemunya penjual dan pembeli sehingga terjadinya
suatu permintaan dan penawaran memiliki peranan penting bagi konsumen yang
membutuhkan produk maupun jasa. Struktur pasar sendiri bermacam-macam tergantung
dengan jumlah pembeli dan penjual, jenis barang yang ditawarkan dan akses masuknya.
Selain itu struktur pasar dapat ditentukan dari jenis pasar modern atau tradisionalnya yang
hasil dari perhitungannya dimasukkan kedlam kategori-kategori struktur pasarnya.

Pasar Tradisional seperti pasar Peterongan dan Mrican memiliki karakteristik produk
tertentu dengan tingkat harga yang murah ini dikarenakan terjadinya persaingan harga
antar pedagang dan tidak adanya nilai tambah pada produk tersebut. Pasar yang memiliki
penjual yang banyak dengan produk hampir sejenis digolongkan kepada struktur pasar
persaingan smpurna. Saluran pemasaran pada pasar Sukun juga pendek yaitu dari petani-
pedagang besar - pengecer pasar Peterongan dan Mrican.

Sedangkan pasar modern seperti Super Indo dan Hypermart yang tidak memiliki
diferensiasi produk sejenis dan memiliki nilai tambah yang besar dengan menghitung
biaya seperti biaya grading, penyimpanan, transportasi atau lembaga yang bersangkutan
dan tarif pajak bangunan yang digunakan maka dapat digolongkan menjadi pasar
monopoli.

4.2 Saran

Peran pasar sangat kuat di masyarakat sehingga jika pasar tradisional menginginkan
margin keuntungan yang lebih tinggi maka perlu melakukan perilaku khusus pada
produk yang dijualnya atau melakukan diferensiasi produk sehingga dapat menambah
nilai pada produknya dan dapat bersaing dengan pasar modern.