Anda di halaman 1dari 16

FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI

KESEMPATAN KERJA PADA USAHATANI SAYURAN


DI KECAMATAN KONAWE KABUPATEN KONAWE

SKRIPSI

OLEH

JEFRI
STB : 209 301 043

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAKIDENDE
UNAAHA
2013

ix
FAKTOR SOSIAL EKONOMI YANG MEMPENGARUHI
KESEMPATAN KERJA PADA USAHATANI SAYURAN
DI KECAMATAN KONAWE KABUPATEN KONAWE

SKRIPSI

diajukan kepada Fakultas Pertanian


untuk memenuhi salah satu syarat dalam menyelesaikan
studi pada Program Studi Agribisnis

OLEH

JEFRI
STB : 209 301 043

PROGRAM STUDI AGRIBISNIS


FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS LAKIDENDE
UNAAHA
2013

ix
PERNYATAAN

DENGAN INI SAYA MENYATAKAN BAHWA HASIL PENELITIAN INI

BENAR-BENAR HASIL KARYA SENDIRI, DAN BELUM PERNAH

DIAJUKAN SEBAGAI HASIL PENELITIAN ATAU KARYA ILMIAH

PADA PERGURUAN TINGGI ATAU LEMBAGA MANAPUN. APABILA

KEMUDIAN HARI TERBUKTI ATAU DAPAT DIBUKTIKAN BAHWA

HASIL PENELITIAN INI HASIL JIPLAKAN, MAKA SAYA BERSEDIA

MENERIMA SANKSI SESUAI PERATURAN YANG BERLAKU

UNAAHA, NOPEMBER 2013

JEFRI
STB : 209 301 043

ix
HALAMAN PENGESAHAN

Judul : Faktor Sosial Ekonomi Yang Mempengaruhi Kesempatan


Kerja Pada Usahatani Sayuran di Kecamatan Konawe
Kabupaten Konawe

Nama Mahasiswa : Jefri

Nomor Stambuk : 209 301 043

Program Studi : Agribisnis

Fakultas : Pertanian

Menyetujui,

Pembimbing I Pembimbing II

Dr. Ir. Rayuddin, MP Abu Rahman, SP


NIDN 0902126301 NIDN. 0901107805

Mengetahui

Dekan Fakultas Pertanian,

Dr. Ir. RAYUDDIN, MP


NIDN. 0902126301

Tanggal Disetujui :

ix
UCAPAN TERIMA KASIH

Puji syukur senantiasa penulis haturkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, atas
segala rahmat dan pertolongan serta karunia-Nya, sehingga penulis sanggup
menyelesaikan penyusunan skripsi yang berjudul “Faktor Sosial Ekonomi Yang
Mempengaruhi Kesempatan Kerja Pada Usahatani Sayuran Kecamatan Konawe
Kabupaten Konawe ”.
Penyusunan skripsi ini dapat terlaksana karena mendapat dukungan dan
bantuan dari berbagai pihak. Penulis menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya
kepada :
1. Rektor Universitas Lakidende, Dekan Fakultas Pertanian, dan Ketua Program
Studi Agribisnis Fakultas Pertanian yang telah memberikan kesempatan dan
fasilitas kepada penulis untuk mengikuti pendidikan di Unilaki.
2. Dosen di lingkungan Program Studi Agribisnis khususnya dan Fakultas
Pertanian umumnya yang telah membimbing penulis selama mengikuti
pendidikan.
3. Pembimbing I dan II yang telah mengarahkan sehingga penyusunan proposal
penelitian ini selesai dengan baik.
4. Kepada kedua orang tua saya dan semua pihak yang telah membantu yang tidak
dapat penulis sebutkan satu persatu.
Penulis menyadari sepenuhnya bahwa skripsi ini masih belum sempurna.
Namun penulis berharap dapat bermanfaat bagi mereka yang membutuhkannya.

Penulis

ix
ABSTRAK

Jefri (209 301 043) Faktor Sosial Ekonomi Yang Mempengaruhi Kesempatan
Kerja Pada Usahatani Sayuran di Kecamatan Konawe Kabupaten Konawe
dibimbing oleh Bapak Dr. Ir. Rayuddin, MP sebagai pembimbing I dan Bapak
Abu Rahman, SP sebagai pembimbing II.

Penelitian dilaksanakan di Kecamatan Konawe Kabupaten Konawe pada


bulan Agustus s/d September 2013. Pemilihan lokasi penelitian ditentukan secara
langsung dengan pertimbangan bahwa pada wilayah tersebut petani mengusahakan
tanaman sayuran
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui berapa besar kesempatan
kerja yang tercipta dari usahatani sayuran di Kecamatan Konawe Kabupaten
Konawe, untuk mengetahui apakah faktor sosial ekonomi berpengaruh terhadap
kesempatan kerja petani sayuran di Kecamatan Konawe Kabupaten Konawe.
Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh petani yang mengusahakan
tanaman sayuran sebanyak 76 KK. Penentuan sampel dilakukan secara Simple
Random Sampling, jumlah sampel ditentukan dengan menggunakan rumus Slovin
yaitu 43 responden .

Variabel yang diamati dalam penelitian ini meliputi : kesempatan kerja,


tingkat pendidikan, jumlah anggota keluarga, pengalaman dalam berusahatani
sayuran, luas lahan, biaya, dan pendapatan hasil usahatani sayuran.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Kesempatan kerja yang tercipta dari
usahatani sayuran sebesar 130,48 HKP Ha-1 meliputi pengolahan tanah 8,59 HKP,
penyemaian benih 0,91 HKP, penanaman 5,06 HKP, pemupukan 9,59 HKP,
penyiangan 8,88 HKP, penyiraman 11,19 HKP, pengendalian hama penyakit 27,96
HKP, panen 29,02 HKP, dan pasca panen 29,28 HKP. Faktor sosial ekonomi terdiri
atas pendidikan, umur, jumlah anggota keluarga, pengalaman usahatani, luas lahan,
biaya usahatani, dan pendapatan usahatani secara bersama-sama berpengaruh
terhadap kesempatan kerja. Sedangkan secara parsial hanya luas lahan dan biaya
usahatani yang berpengaruh signifikan terhadap kesempatan kerja.

Kata Kunci : Kesempatan Kerja, Usahatani Sayuran, Faktor Sosial Ekonomi

ix
ABSTRACT

Jefri ( 209 301 043 ) Socioeconomic Factors Affecting Job Opportunities In the
Vegetable Farming in District Konawe guided by Dr. Ir. Rayuddin, MP as a
supervisor I and Mr. Abu Rahman, SP as second supervisor.

The experiment was conducted in the District Konawe in August s / d September


2013. Selection of study sites determined directly by the consideration that the
region pursue vegetable growers.
The purpose of this study was to determine how much of the opportunities created
by vegetable farming in the district Konawe, to determine whether socioeconomic
factors influence the employment vegetable farmers in the district Konawe. The
population in this study were all farmers who commercialize vegetables as much as
76 families. The samples done by simple random sampling, sample size was
determined using Slovin formula with 43 respondents.
The variables observed in this study include : employment, education level, family
size, experience in vegetable farming, land use, costs, and earnings outcomes
vegetable farming .
The results showed that the employment opportunities created by vegetable farming
at 130.48 HKP Ha -1 include tillage 8.59 HKP, seeding HKP 0.91, planting 5.06
HKP, fertilizing HKP 9.59, weeding 8.88 HKP, watering HKP 11.19, pest and
disease control 27.96 HKP, harvest 29.02 HKP, and post harvest 29.28 HKP.
Socioeconomic factors consist of education, age, family size, farming experience,
land area, the cost of farming, and farm income jointly affect employment. While
partially just land and farming costs are a significant effect on employment.

Keywords : Job Opportunities , Farming Vegetables , Socioeconomic Factors

ix
DAFTAR ISI

Halaman Judul .................................................................................. .............. i


Halaman Pengesahan ...................................................................................... ii
Halaman Pernyataan ………………………………………………………… iii
Abstrak ………………………………………………………………………. iv
Abstract ……………………………………………………………………… v
Ucapan Terima Kasih....................................................................................... vi
Daftar Isi .......................................................................................................... vii
Daftar Tabel …………………………………………………………………. viii
Daftar Lampiran …………………………………………………………….. ix
I. PENDAHULUAN ………………………………………………... 1
A. Latar Belakang……………………………………………………. 1
B. Rumusan Masalah ……………………………………………..… 3
C. Tujuan Penelitian …………………………………………..……. 4
D. Kegunaan Penelitian …………………………………………….. 4
II. TINJAUAN PUSTAKA …………………………………………….. 5
A. Sosial Ekonomi Petani..............….. …………………..……….. 5
B. Kesempatan Kerja ……… ……….……………………………. . 7
C. Sayuran ………......................... ...……………………………. 15
III. METODE PENELITIAN …………………………………………… 17
A. Tempat dan Waktu Penelitian…………………………………. 17
B. Populasi dan Sampel ………………………………………….. 17
C. Jenis dan Sumber Data …………..……………………………. 17
D. Variabel yang Diamati ……………………………………….. 17
E. Analisis Data…………………………………………………… 18
F. Konsep Operasional…………………………………..………… 18
IV. HASIL DAN PEMBAHASAN ……………………………………. 20
A. Gambaran Umum Wilayah ……………………………………. 20
B. Identitas Responden …………………………………………… 23
C. Kesempatan Kerja Pada Usahatani Sayuran …………………. 27
V. KESIMPULAN DAN SARAN ……………………………………... 38
A. Kesimupulan …………………………………………………… 38
B. Saran-Saran …………………………………………………….. 38
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 39
LAMPIRAN ………………………………………………………………….. 40

ix
DAFTAR TABEL

Nomor Teks Halaman

1. Keadaan penduduk menurut golongan umur di Kecamatan


Konawe, tahun 2013……………………………………………….. 21

2. Keadaan penduduk menurut jenis mata pencaharian di Kecamatan


Konawe, tahun 2013...................................................................... 22

3. Keadaan Sarana dan Prasarana Sosial Ekonomi di Kecamatan


Konawe, 2013................................................................................ 22

4. Keadaan Umur Responden di Kecamatan Konawe, Tahun


2013............................................................................................... 24

5 Tingkat Pendidikan Responden di Kecamatan Konawe, Tahun


2013............................................................................................... 25

6. Pengalaman Berusahatani Responden di Kecamatan Konawe,


Tahun 2013.………....................................................................... 26

7. Keadaan Jumlah Tanggungan Keluarga Responden di Kecamatan


Konawe, Tahun 2013..................................................................... 27

8. Jumlah tenaga kerja yang digunakan dalam usahatani


sayuran........................................................................................... 29

9. Pengaruh Faktor Sosial Ekonomi Terhadap Kesempatan Kerja


Usahatani Sayuran di Kecamatan Konawe.................................... 30

ix
DAFTAR LAMPIRAN

Nomor Teks Halaman

1. Faktor Sosial Petani Sayur di Kecamatan Konawe, Tahun


2013…………………………………………………………………... 40

2. Faktor Ekonomi Petani Sayur di Kecamatan Konawe, Tahun


2013…………………………………………………………………... 42

3. Jumlah tenaga kerja (HKP) yang digunakan dalam usahatani sayuran


di Kecamatan Konawe, 2013............................................................ 44

4. Hasil Analisis Regeresi ………………………………………………. 45

5. Kuesioner ……………………………………………………………… 46

ix
Skripsi Judul : Faktor Sosial Ekonomi Yang Mempengaruhi Kesempatan
Kerja Pada Usahatani Sayuran di Kecamatan Konawe
Kabupaten Konawe

Nama Mahasiswa : Jefri

Nomor Stambuk : 209 301 043

Program Studi : Agribisnis

Telah diujikan di depan Tim Penguji Skripsi, dan telah diperbaiki sesuai saran-saran

saat ujian.

Unaaha, April 2014

Tim Penguji:

Ketua : Dr. Ir. Rayuddin, MP Tanda tangan : ……………………

Sekretaris : Milawati Saranani, SP Tanda tangan : ……………………

Penguji Utama : Ir. Suharjo, M.Si Tanda tangan : ……………………

Anggota : Abu Rahman, SP Tanda tangan : ……………………

Anggota : Dr. Ir. Rayuddin, MP Tanda tangan : ……………………

Tanggal Ujian : Tanggal Lulus :

ix
I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

Masyarakat mulai menyadari bahaya memakan makanan yang mengandung bahan-bahan

kimia sintetis. Banyak bukti menunjukkan bahwa banyak penyakit yang ditimbulkan oleh residu

bahan kimia sintetis yang terkandung di dalamnya, misalnya kanker akibat bahan-bahan

karsinogenik. Oleh karena itu, masyarakat semakin arif dalam memilih bahan pangan yang aman bagi

kesehatan dan ramah lingkungan. Gaya hidup sehat dengan slogan “Back to Nature” telah menjadi

trend baru meninggalkan pola hidup lama yang menggunakan bahan kimia non alami, seperti pupuk,

pestisida kimia sintetis dan hormon tumbuh dalam produksi pertanian. Pangan yang sehat dan bergizi

tinggi dapat diproduksi dengan metode baru yang dikenal dengan pertanian organik.

Salah satu produk pertanian organik yang mendapat perhatian lebih dari masyarakat

Indonesia yaitu sayuran. Sayuran sangat penting dikonsumsi untuk kesehatan masyarakat. Nilai gizi

makanan dapat diperbaiki dengan mengkonsumsi sayuran karena sayuran merupakan sumber

vitamin, mineral, protein nabati dan serat.

Indonesia merupakan negara yang memiliki sumber daya alam yang sangat mendukung

untuk pengembangan agribisnis berbasis sayuran. Ketersediaan lahan dengan beragam kondisi

agroekosistem dan petani yang mempuyai keahlian di bidang usaha budidaya merupakan pendorong

keberhasilan usaha agribisnis yang berkembang hampir di seluruh pelosok tanah air.

Sayuran memiliki keragaman yang sangat banyak baik dari jenis tanaman dan produk yang

dikonsumsi. Potensi sumber daya lahan pertanian yang menyebar mulai dari dataran rendah sampai

dataran tinggi serta banyaknya jenis sayuran yang ada di Indonesia memungkinkan untuk usaha

budidaya sayuran secara luas. Sayuran merupakan salah satu tanaman yang mempunyai arti penting

dalam fungsinya sebagai zat pembangun tubuh. Sayuran dibutuhkan manusia untuk beberapa macam

manfaat. Kandungan aneka vitamin dan mineral pada sayur tidak dapat disubtitusi dengan makanan

pokok. Pentingnya sayuran untuk kesehatan manusia sudah lama diketahui. Sayuran merupakan

sumber serat utama, sumber antioksidan alami yang banyak mengandung vitamin dan mineral.

Indonesia merupakan salah satu negara berkembang dengan sektor pertanian sebagai sumber

mata pencaharian dari mayoritas penduduknya. Dengan demikian sebagian besar penduduknya

ix
menggantungkan hidupnya pada sektor pertanian. Kenyataan yang terjadi yakni sebagian besar

penggunaan lahan di wilayah Indonesia diperuntukkan sebagai lahan pertanian dan hampir 50% dari

angkatan kerja masih menggantungkan nasibnya bekerja di sektor pertanian (Husodo, 2004).

Peranan penting dari sektor pertanian di dalam perekonomian Indonesia terutama dalam

bentuk penyediaan kesempatan kerja dan kontribusinya terhadap pembentukan PDB dan ekspor

(Tambunan, 2010).

Dalam struktur pembentukan PDB (Produk Domestik Bruto) sektor pertanian, sub sektor

hortikultura menyumbang 23 persen PDB Pertanian dan menempati posisi kedua terbesar setelah

tanaman pangan. PDB sayuran menempati urutan kedua (38 persen) setelah tanaman buah. Dalam

tahun 2010, PDB sayuran meningkat dengan rata-rata 8,22 persen per tahun, lebih besar dari laju

PDB sub sektor hortikultura yang mencapai rata-rata 7,5 persen per tahun (Direktorat Jenderal

Hortikultura, 2010)

Salah satu upaya untuk meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran masyarakat adalah

dengan cara menanam investasi pada kegiatan yang bersifat produktif. Investasi yang sehat yang

didukung oleh prinsip-prinsip ekonomi yang universal akan mendorong kegiatan segala bidang

selanjutnya. Hal ini akan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Khusus mengenai kesempatan kerja di daerah pedesaan, usaha-usaha itu telah dilakukan

misalnya dengan program padat karya, melalui program latihan dan keterampilan tenaga kerja.

Kenyataannya bahwa sektor pertanian tersebut daya serapnya kurang jika dibanding dengan sektor

yang lain.

Faktor sosial ekonomi petani (umur, pendidikan, pengalaman berusahatani, luas lahan,

jumlah tanggungan keluaraga, jumlah tenaga kerja, dan modal) dapat memberikan pengaruh yang

nyata terhadap produktivitas usahatani sehingga akan berdampak pada ketersediaan/ kesempatan

kerja bagi petani.

B. Rumusan masalah

Sesuai dengan latar belakang penelitian, maka berikut ini diidentifikasi beberapa masalah

yang akan diteliti:

ix
1. Berapa besar kesempatan kerja yang tercipta dari usahatani sayuran di Kecamatan Konawe

Kabupaten Konawe?

2. Apakah faktor sosial ekonomi berpengaruh terhadap kesempatan kerja petani sayuran di

Kecamatan Konawe Kabupaten Konawe ?

C. Tujuan Penelitian

Adapun tujuan dari penelitian yang sesuai dengan identifikasi masalah diatas adalah sebagai

berikut:

1. Untuk mengetahui berapa besar kesempatan kerja yang tercipta dari usahatani sayuran di

Kecamatan Konawe Kabupaten Konawe.

2. Untuk mengetahui apakah faktor sosial ekonomi berpengaruh terhadap kesempatan kerja petani

sayuran di Kecamatan Konawe Kabupaten Konawe

D. Kegunaan Penelitian

Adapun kegunaan dari penelitian ini adalah sebagai berikut:

1) Sebagai bahan masukan dan informasi bagi pihak yang membutuhkan dan dapat digunakan

dalam pengembangan ilmu.

2) Sebagai bahan referensi dan studi bagi pihak yang membutuhkan.

ix
II. TINJAUAN PUSTAKA

A. Sosial Ekonomi Petani

Latar belakang sosial ekonomi dan budaya ataupun politik sangat mempengaruhi cepat atau

lambatnya suatu inovasi dapat diterima oleh petani. Beberapa faktor penting yang mempengaruhi

penerapan inovasi adalah umur, pendidikan, keputusan mengambil resiko, pola hubungan masyarakat

dengan dunia luar dan sikap terhadap perubahan (Suryana, 2010).

Dalam menjalankan usahataninya petani dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain faktor

sosial dan faktor ekonomi. Faktor sosial merupakan faktor yang terkait dengan bidang sosial petani

yang meliputi tingkat pendidikan, pengalaman bertani, umur, dan tingkat kosmopolitan. Sedangkan

faktor ekonominya berupa jumlah tanggungan keluarga dan luas lahan.

Tingkat kosmopolitan dapat diartikan sebagai keterbukaan maupun hubungan petani dengan

dunia luar yang nantinya diharapkan akan memberikan inovasi baru bagi para petani dalam

menjalankan usahataninya. Tingkat kosmopilitan dapat diukur dari perkembangan sumber inovasi

baru antara lain media elektronik, media cetak dan bepergiannya petani keluar daerah tempat tinggal

mereka atau keluar desa dalam rangka memasarkan hasil usahatani mereka serta mendapatkan

pendidikan dan informasi mengenai inovasi pertanian untuk mengembangkan usahatani mereka

(Yuwono, 2010).

ix
Pengalaman berusahatani akan membantu para petani dalam mengambil keputusan

berusahatani. Semakin lama pengalaman yang dimiliki oleh petani maka petani tersebut akan

cenderung memiliki tingkat keterampilan yang tinggi. Pengalaman berusahatani yang dimiliki oleh

petani juga akan mendukung keberhasilan dalam berusahatani (Suryana, 2010).

ix