Anda di halaman 1dari 15

LAPORAN PENDAHULUAN

GANGGUAN PEMENUHAN NUTRISI

Disusun oleh :
Brian Brammad Priambodo
P27220018230

POLITEKNIK KESEHATAN SURAKARTA


JURUSAN KEPERAWATAN
PROGRAM STUDI PROFESI NERS
2018
I. KONSEP DASAR
A. Pengertian Nutrisi
Nutrisi adalah jumlah semua interaksi antara suatu organisme dan makanan
yang dikonsumsinya. Dengan kata lain, nutrisi adalah sesuatu yang dimakan
seseorang dan bagaimana tubuh menggunakannya. Zat gizi adalah zat organik dan
anorganik yang dijumpai dalam makanan dan dibutuhkan untuk fungsi tubuh.
Manusia memerlukan zat gizi esensial dalam makanan untuk pertumbuhan dan
untuk memelihara semua jaringan tubuh dan fungsi normal semua proses tubuh.
(Kozier, 2010)
A. Tanda Dan Gejala
1. Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
Batasan Karakteristik
a. Kram abdomen
b. Nyeri abdomen
c. Menghindari makanan
d. Berat badan 20% atau lebih di bawah berat badan ideal
e. Kerapuhan kapiler
f. Diare
g. Kehilangan rambut berlebihan
h. Bising usus hiperaktif
i. Kurang makanan
j. Kurang informasi
k. Kurang minat pada makanan
l. Penurunan berat badan dengan asupan makanan adekuat
m. Kesalahan konsepsi
n. Kesalahann informasi
o. Membran mukosa pucat
p. Ketidakmampuan memakan makanan
q. Tonus otot menurun
r. Mengeluh gangguan sensasi rasa
s. Mengeluh asupan makanan kurang dari RDA
t. Cepat kenyang setelah makan
u. Sariawan rongga mulut
v. Steatorea
w. Kelemahan otot pengunyah
x. Kelemahan otot
y. untuk menelan

2. Gangguan Menelan
Batasan Karakteristik
a. Gangguan Fase esofagus
1) Abnormalitas pada fase esofagus pada pemeriksaan menelan
2) Pernapasan bau asam
3) Bruksisme
4) Nyeri epigastrik
5) Menolak makan
6) Nyeri uluhati
7) Hematemesis
8) Hiperekstensi kepala
9) Bangun malam karena mimpi buruk
10) Batuk malam hari
11) Terlihat bukti kesulitan menelan
12) Odinofagia
13) Regurgitasi isi lambung
14) Menelan berulang
15) Keluhan “ada yang menyangkut”
16) Kegelisahan yang tidak jelas seputar waktu makan
17) Pembatasan volume
18) Muntah
19) Muntahan di bantal

b. Gangguan fase oral


1) Abnormalitas pada fase oral pada pemeriksaan menelan
2) Tersedak sebelum menelan
3) Batuk sebelum menelan
4) Ngiler
5) Makanan jatuh dari mulut
6) Makanan terdorong keluar dari mulut
7) Muntah sebelum menelan
8) Ketidakmampuan membersihkan rongga mulut
9) Masuknya bolus terlalu dini
10) Bibir tidak menutup rapat
11) Kurang mengunyah
12) Kurang kerja lidah untuk membentuk bolus
13) Makan lama dengan konsumsi sedikit
14) Refluks nasal
15) Piecemeal deglutition
16) Makanan terkumpul di sulkus lateral
17) Sialorea
18) Pembentukan bolus terlalu lambat

c. Gangguan fase faring


1) Abnormalitas pada fase faring pada pemeriksaan menelan
2) Gangguan posisi kepala
3) Tersedak
4) Batuk
5) Keterlambatan menelan
6) Menolak makan
7) Muntah
8) Suara seperti kumur
9) Ketidakadekuatan elevasi
10) Menelan berkali-kali
11) Refluks nasal
12) Infeksi paru berulang
13) Demam yang tidak jelas penyebabnya
B. Pohon Masalah

Gastrointestinal Malnutrisi
obesitas

Disfagia Gastritis Ggn. Usus halus Makanan yang


Intake dan output yang
tidak adekuat
tidak seimbang
menyebabkan non
Esofagus Respon Malabsorpsi Intake berlebihan & balance intake dan
masuknya mucosa Terganggunya
basa kuat/ output kurang output
lambung absorpsisatu menyebabakan
asam kuat
Nekrosis terhadap /banyak zat gizi Non balance intake
kolkuatifa iritasi pd dlm mukosa usus dan output
lambung
Kekurangan nutrisi
Ketidakma- Risikokelebihan
Ketidakmamp dalam tubuh
mpuan nutrisi
Ketidakmampuan uan untuk
menelan
untuk mencerna mengabsorpsi
makanan
makanan nutrient
Akumulasi lemak
pd seluruh jaringan Kesiapan meningkatkan
Ggn. Menelan dan adiposa nutrisi

Kelebihan nutrisi
Ketidakseimba-
ngan nutrisi:
kurang dari
kebutuhan
D. Pemeriksaan Diagnostik
Pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk mengetahui adanya
perubahan nutrisi adalah sebagai berikut :
1. Kadar total limfosit
2. Albumin serum
3. Zat Besi
4. Transferin serum
5. Kreatinin
6. Hemoglobin
7. Hematokirit
8. Keseimbangan nitrogen
9. Tes antigen kulit
Hasil pemeriksaan laboratorium yang menunjukkan risiko status
nutrisi buruk meliputi penurunan hemoglobin dan hematokrit, peneurunan
nilai limfosit, penurunan albumin serum < 3,5 gr/dl, dan
peningkatan/penurunan kadar kolesterol (Mubarak, 2008).
a. Pemeriksaan Laboratorium dan Biokimia
Pemeriksaan laboratorium umum digunakan untuk
mempelajari status nutrisi meliputi mengukur protein plasma seperti
albumin, transferin, prealbumin, protein pengikat retinol, kapasitas
pengikat zat besi total, dan haemoglobin. Setelah makan, waktu respon
untuk perubahan pada rentang protein dari jam ke minggu. Masa hidup
metabolisme albumin adalah 21 hari, transferin 8 hari, prealbumin 2 hari,
dan protein pengikat retinol adalah 12 hari. Faktor yang mempengaruhi
kadar albumin serum meliputi hidrasi, perdarahan, penyakit ginjal dan
hepatik, jumlah drainase yang besar untuk luka, drain luka bakar, atau
traktus gastrointestinal, pemberian steroid, infus albumin eksogenus,
umur, trauma, luka bakar, stres, atau pembedahan. Kadar albumin adalah
indikator penyakit kronis yang lebih baik, sedangkan kadar prealbumin
dianggap sebagai keadaan akut.
Keseimbangan nitrogen penting untuk menyatakan status
protein serum. Hitung keseimbangan nitrogen dengan membagi 6,25 ke
dalam gram total protein yang dimakan dalam satu hari (24 jam). Ukur
keluaran nitrogen melalui analisis laboratorium 24 jam urea nitrogen
urinari (UUN). Untuk klien dengan diare dan drainase fistula, perkirakan
tambahan 2-4 gram keluaan nitrogen yang lebih lanjut. Keseimbangan
nitrogen didapatkan dengan membagi keluaran nitrogen yang dibutuhan
untuk anabolisme. Sebaliknya, keseimbangan nitrogen negatif terjadi saat
katabolisme terjadi. (Potter & Perry, 2010).

E. Penatalaksanaan Medis
a. Nutrisi enteral
Metode pemberian makanan alternative untuk memastikan
kecukupan nutrisi meliputi metode enteral (melalui sistem pencernaan).
Nutrisi enteral juga disebut sebagai nutrisi enteral total (TEN) diberikan
apabila klien tidak mampu menelan makanan atau mengalami gangguan
pada saluran pencernaan atas dan transport makanan ke usus halus
terganggu. Pemberian makanan lewat enteral diberikan melalui slang
nasogastrik dan slang pemberian makan berukuran kecil atau melalui
slang gastrostomi atau yeyunostomi.
b. Nutrisi parenteral
Nutrisi parenteral (PN) juga disebut sebagai nutrisi parenteral
total (TPN) atau hiperalimentasi intravena (IV H), diberikan jika saluran
gastrointestinal tidak berfungsi karena terdapat gangguan dalam
kontinuitas fungsinya atau karena kemampuan penyerapannya terganggu.
Nutrisi parenteral diberikan secara intravena seperti melalui kateter vena
sentral ke vena kava superior.
Makanan parenteral adalah larutan dekstrosa, air, lemak, protein,
elektrolit, vitamin dan unsur renik, semuanya ini memberikan semua
kalori yang dibutuhkan. Karena larutan TPN bersifat hipertonik larutan
hanya dimasukkan ke vena sentral yang beraliran tinggi, tempat larutan
dilarutkan oleh darah klien. (Nurjanah, 2011)
II. KONSEP KEPERAWATAN
a) Pengkajian
Pengkajian nutrisi penting khususnya bagi klien yang berisiko masalah
nutrisi yang berhubungan dengan stress, penyakit, hospitalisasi, kebiasaan
gaya hidup, dan faktor –faktor lain. Pusat pengkajian nutrisi sekitar empat
area pokok :
1. Pengukuran Fisik Dan Antropometri
Pengukuran fisik meliputi, tinggi badan dan berat berat badan.
Pengukuran antropometri sistem pengukuran ukran dan ssunan tubuh dan
bagian khusus tubuh. Pengukuran antropometri yang membantu dalam
mengidentifikasi masalah nutrisi termasuk perbandingan ketinggian untuk
lingkar pergelangan tangan, lingkar lengan bagian tengah atas.
2. Tes Laboratorium Dan Biokimia
Tes – tes dipengaruhi oleh banyak faktor seperti keseimbangan
cairan, fungsi hati, fungsi ginjal, dan adanya penyakit. Tes biasanya
diguakan untuk mempelajari status nutrisi termasuk ukuran protein
plasma seperti albumin, transferin, retinol yang mengikat protein, total
kapasitas ikatan zat besi, dan hemoglobin. Tes – tes lain digunakan untuk
menentukan status nutrisi termasuk ukuran imunitas, seperti penundaan
sensitivitas kutaneus, dan ukuran metabolism protein.
3. Riwayat Diet Dan Kesehatan
Riwayat diet berfokus pada kebiasaan asupan makanan dan cairan
klien, sebaik informasi tentang pilihan, alergi, masalah dan area yang
berhubungan lainnya, seperti kemampuan klien untuk memperoleh
makanan. Selama mengkaji riwayat keperawatan perawat juga
menggabungkan informasi tentang tingkat aktivitas klien untuk
menentukan kebutuhan energy dan membandingkannya dengan asupan
makanan.
Faktor yang mempengaruhi pola diet :
a. Status Kesehatan
b. Kultur Dan Agama
c. Status Sosioekonomi
d. Pilihan Pribadi
e. Faktor Psikologis
f. Alcohol Dan Obat
g. Kesalahan Informasi Dan Keyakinan Terhadap Makanan
4. Observasi Klinis
Seperti pada bentuk pengkajian keperawatan lain, perawat
mengobservasi klien tanda – tanda perubahan nutrisi. Karena nutrisi yang
tidak tepat mempengaruhi semua system tubuh, petunjuk malnutrisi dapat
diobservasi selama pengkajian fisik.
b) Diagnosa Keperawatan
1.Ketidakseimbangan Nutrisi: Kurang dari Kebutuhan Tubuh
2.Kesiapan Meningkatkan Nutrisi
3.Ketidakefektivan Perfusi Jaringan Perifer
4.Intoleransi Aktifitas
5.Ketidakseimbangan nutrisi: Lebih dari Kebutuhan Tubuh
c) Intervensi Keperawatan
No. Diagnosa Tujuan dan Kriteria Hasil Intervensi
Keperawatan
1 Ketidakseimban Setelah dilakukan asuhan NIC
gan Nutrisi keperawatan … x 24 jam Nutrition Management
Kurang dari diharapkan masalah a. Kaji adanya alergi makanan
Kebutuhan keperawatan b. Kolaborasi dengan ahli gizi untuk
Tubuh ketidakseimbangan nutrisi menentukan jumlah kalori dan
kurang dari kebutuhan tubuh nutrisi yang dibutuhkan pasien
dapat teratasi dengan : c. Anjurkan pasien untuk
meningkatkan intake Fe
Kriteria Hasil d. Anjurkan pasien untuk
a. Adanya peningkatan meningkatkan protein dan
berat badan sesuai vitamin C
dengan tujuan e. Berikan substansi gula
b. Berat badan ideal sesuai
f. Yakinkan diet yang dimakan
dengan tinggi badan
mengandung tinggi serat untuk
c. Mampu mencegah konstipasi
mengidentifikasi
g. Berikan makanan yang terpilih
kebutuhan nutrisi
(sudah dikonsultasikan dengan
d. Tidak ada tanda-tanda
ahli gizi)
malnutrisi
e. Menunjukkan h. Ajarkan pasien bagaimana
peningkatan fungsi membuat catatan makanan harian
pengecapan dari i. Monitor jumlah nutrisi dan
menelan kandungan kalori
f. Tidak terjadi penurunan j. Berikan informasi tentang
berat badan yang berarti kebutuhan nutrisi
k. Kaji kemampuan pasien untuk
mendapatkan nutrisi yang
dibutuhkan
Nutrition Monitoring
a. BB pasien dalam batas normal
b. Monitor adanya penurunan berat
badan
c. Monitor tipe dan jumlah aktivitas
yang biasa dilakukan
d. Monitor interaksi anak atau orang
tua selama makan
e. Monitor lingkungan selama
makan
f. Jadwalkan pengobatan dan
tindakan tidak selama jam makan
g. Monitor kulit kering dan
perubahan pigmentasi
h. Monitor turgor kulit
i. Monitor kekeringan, rambut
kusam, dan mudah patah
j. Monitor mual dan muntah
k. Monitor kadar albumin, total
protein, Hb, dan kadar Ht
l. Monitor pertumbuhan dan
perkembangan
m. Monitor pucat, kemerahan, dan
kekeringan jaringan konjungtiva
n. Monitor kalori dan intake kalori
o. Catat adanya edema, hiperemik,
hipertonik papilla lidah dan
cavitas oral
p. Catat jika lidah berwarna
magenta, scarlet
2 Kesiapan untuk NOC NIC
meningkatkan Setelah dilakukan asuhan a. Managemen nutrisi: membantu
nutrisi keperawatan … x 24 jam atau menyediakan asupan
diharapkan kesiapan untuk makanan dan cairan dengan diet
meningkatkan nutrisi dapat seimbang
tercapai dengan : b. Konseling nutrisi : member
bantuan dengan proses interaktif
Kriteria Hasil yang berfokus pada kebutuhan
a. Mampu terhadap modifikasi diet
mempertahankan berat c. Penyuluhan individu : membuat
badan yang ideal perencanaan., implementasi, dan
b. Mengonsumsi diet yang evaluasi program penyuluhan
seimbang yang dirancang untuk memenuhi
c. Melaporkan peningkatan kebutuhan khusus pasien
nilai gizi makanan yang d. Penyuluhan : Program Diet :
dikonsumsi (mis; lebih mempersiapkan pasien untuk
banyak mengonsumsi benar-benar mematuhi pola diet
makanan non olahan, yang diprogramkan
dengan sedikit
kandungan lemak jenuh)
3 Ketidakefektifa NOC NIC
n Perfusi Setelah diberikan asuhan a. Melakukan penilaian
Jaringan Perifer keperawatan selama ....x24 komprehensif dari sirkulasi
jam, perfusi jaringan perifer perifer (mis : memeriksa denyut
pasien menjadi efektif nadi perifer, edema, capillary
dengan kriteria hasil: refill, warna, dan suhu)
Kriteria Hasil b. Mengevaluasi edema perifer
a. Capilary refil pada jari- dan denyut nadi
jari tangan dalam batas c. Memberi obat antiplatelet atau
normal (< 2 dtk) antikoagulan, jika di perlukan
b. Capilary refil pada jari- d. Merubah posisi pasien
jari kaki dalam batas setidaknya setiap 2 jam, jika di
normal (< 2 dtk) perlukan
c. Tekanan darah sistolik e. Melindungi ektremitas dari
dalam batas normal (< cedera
140 mmHg) f. Mempertahankan hidrasi yang
d. Tekanan darah diastolik adekuat untuk menurunkan
dalam batas normal (< kekentalan darah
90 mmHg) g. Monitor status cairan, termasuk
e. Tekanan nadi (dalam asupan dan keluaran
batas normal (60-100
x/mnt)
f. Tidak terjadi edema
pada perifer

4 Intoleransi NOC NIC


Aktivitas Setelah diberikan asuhan a. Kolaborasikan dengan tenaga
keperawatan selama ....x24 rehabilitasi medik dalam
jam, klien dapat kembali merencanakan program terapi
beraktivitas dengan kriteria yang tepat
hasil: b. Bantu klien untuk
Kriteria Hasil : mengidentifikasi aktivitas yang
a. Berpartisipasi dalam mampu dilakukan
aktivitas fisik tanpa c. Bantu untuk memilih aktivitas
disertai peningkatan konsisten yang sesuai dengan
tekanan darah, nadi dan kemampuan fisik, psikologi dan
RR social
b. Mampu melakukan d. Bantu untuk mengidentifikasi
aktivitas sehari-hari dan mendapatkan sumber yang
(ADLs) secara mandiri diperlukan untuk aktivitas yang
c. Tanda-tanda vital normal diinginkan
d. Energy psikomotor e. Bantu untuk mendapatkan alat
e. Level kelemahan bantuan aktivitas seperti kursi
f. Mampu berpindah: roda, krek
dengan atau tanpa f. Bantu untuk mengidentifikasi
bantuan alat aktivitas yang disukai
g. Status kardiopulmunari g. Bantu klien untuk membuat
adekuat jadwal latihan diwaktu luang
h. Sirkulasi status baik h. Bantu pasien/keluarga untuk
i. Status respirasi : mengidentifikasi kekurangan
pertukaran gas dan dalam beraktivitas
ventilasi adekuat i. Sediakan penguatan positif bagi
yang aktif beraktivitas
j. Bantu pasien untuk
mengembangkan motivasi diri
dan penguatan
k. Monitor respon fisik, emosi,
social dan spiritual
3 Ketidakseimban NOC NIC
gan Nutrisi: Setelah dilakukan asuhan Managemen Nutrisi
Lebih dari keperawatan … x 24 jam a. Berikan informasi yang sesuai
Kebutuhan diharapkan masalah tentang kebutuhan nutrisi dan
Tubuh keperawatan cara memenuhi kebutuhan
ketidakseimbangan nutrisi tersebut
lebih dari kebutuhan tubuh b. Lakukan kolaborasi dengan ahli
dapat teratasi dengan : diet untuk menentukan jumlah
kalori dan jenis zat gizi yang
Kriteria Hasil dibutuhkan untuk memenuhi
a. Pasien menyadari kebutuhan nutrisi
masalah berat badan Bantuan menurunkan berat badan
b. Pasien mengungkapkan a. Bantu pasien untuk
secara verbal keinginan mengidentifikasi motivasi untuk
untuk menurunkan berat makan dan isyarat internal dan
badan eksternal yang dikaitkan dengan
c. Berpartisipasi dalam makan
program penurunan b. Tentukan bersama pasien
berat badan tentang jumlah penurunan berat
d. Berpartisipasi dalam badan yang diinginkan
program latihan yang c. Bantu pasien menyesuaikan diet
teratur dengan gaya hidup dan tingkat
e. Menahan diri untuk aktivitas
tidak makan banyak d. Susun rencana yang realistis
dalam satu waktu dengan pasien untuk
tertentu mengurangi asupan makanan
f. Mengalami asupan dan meningkatkan penggunaan
kalori, lemak, energy
karbohidrat, vitamin, e. Anjurkan untuk mengganti
mineral, zat besi dan kebiasaan yang tidak diinginkan
kalsium yang adekuat, dengan aktivitas yang disukai
tetapi tidak berlebihan f. Rencanakan program latihan
fisik, pertimbangkan
keterbatasan pasien
g. Anjurkan pasien untuk hadir
dalam kelompok pendukung
penurunan berat badan
5 Resiko NOC NIC
Ketidakseimban Setelah dilakukan asuhan Managemen Nutrisi
gan Nutrisi : keperawatan … x 24 jam a. Membantu atau menyediakan
Lebih dari diharapkan masalah asupan makanan dan cairan
Kebutuhan keperawatan resiko dengan diet seimbang
Tubuh ketidakseimbangan nutrisi b. Timbang berat badan pasien
lebih dari kebutuhan tubuh dalam interval yang sesuai
dapat teratasi dengan : Managemen Berat Badan
a. Memfasilitasi pemeliharaan
Kriteria Hasil berat badan yang optimal dan
a. Mengetahui adanya lemak tubuh yang ada
faktor resiko b. Diskusikan bersama pasien
b. Turut serta dalam mengenai hubungan antara
program latihan fisik asupan makanan, latihan fisik,
yang teratur kenaikan berat badan, dan
c. Mampu penurunan berat badan
mempertahankan berat c. Menetukan berat badan dan
badan ideal presentase lemak tubuh ideal
d. Mampu mengonsumsi pasien
diet yang ideal d. Diskusikan bersama individu
mengenai kebiasaan, adat
istiadat, budaya, dan faktor
keturunan yang dapat
mempengaruhi berat badan
e. Bantu pasien dalam
mengembangkan rencana makan
yang konsisten sesuai dengan
tingkat penggunaan energi
DAFTAR PUSTAKA

Alimul H, A. Aziz. 2012. Buku Pengantar Kebutuhan Dasar Manusia Edisi


2. Jakarta : Salemba Medika
Asmadi. 2008. Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar Klien. Jakarta:
Salemba Medika
Barbara, Kozier. 2011. Buku Ajar Fundamental Keperawatan Konsep, Proses
& Praktik Edisi 7 Volume 2. Jakarta : EGC
Carpenito-Moyet,Lynda Juall.2012.Buku Saku Diagnosa Keperawatan Edisi
13. Jakarta:EGC
NANDA International. 2012.Diagnosis Keperawatan: Definisi dan
Klasifikasi 2012-2014.Jakarta: EGC
Nurarif, A.H, Kusuma, Hardhi. 2013. Aplikasi Asuhan Keperawatan
Berdasarkan Diagnosis Medis & NANDA NIC-NOC. Yogyakarta:
Media Action Publishing
Mubarak, Wahit Iqbal.2008. Buku Ajar Kebutuhan Dasar Manusia : teori dan
aplikasi dalam praktik. Jakarta: EGC
Potter, Patricia A., Perry, Anne G.2010.Fundamental Keperawatan, Edisi 7
Buku 3.Jakarta: Salemba Medika
Potter, Perry.2005.Buku Ajar Fundamental Keperawatan: konsep, Proses,
dan Praktik, Edisi 4.Jakarta: EGC
Tarwoto, Wartonah.2006.Kebutuhan Dasar Manusia. Jakarta: Salemba
Medika.
Wilkinson, Judith M. 2011. Buku Saku Diagnosis Keperawatan Edisi 9.
Jakarta : EGC