Anda di halaman 1dari 8

GAMBARAN DATA ODONTOGRAM REKAM MEDIK GIGI DI BALAI

PENGOBATAN RUMAH SAKIT GIGI DAN MULUT UNIVERSITAS SAM


RATULANGI MANADO
1
Hendry H. R. Poluan, 2Erwin Kristanto, 2Vonny N. S. Wowor
1
Mahasiswa Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran
Universitas Sam Ratulangi Manado
2
Dosen di Program Studi Kedokteran Gigi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi
Email : hernandez_hendry@yahoo.com

ABSTRAK
Prosedur identifikasi merupakan prosedur penentuan identitas individu, baik hidup maupun mati
melalui perbandingan berbagai data dari individu yang diperiksa dengan data orang yang
disangka sebagai individu tersebut. Identifikasi diperlukan karena status kematian korban
memiliki dampak yang cukup besar pada berbagai aspek kehidupan pada keluarga yang
ditinggalkan.Sesuai Undang-Undang Republik Indonesia No. 36 tahun 2009 Tentang
Kesehatan, pemerintah dan masyarakat bertanggung jawab atas upaya identifikasi yang
dilakukan.
Bagi para aparat penegak hukum dan pengadilan, pembuktian melalui gigi merupakan metode
yang valid dan terpercaya, sebanding dengan nilai pembuktian sidik jari dan penentuan
golongan darah. Odontogram merupakan data yang penting dalam proses identifikasi. Data
odontogram merupakan salah satu data yang terlampir dalam rekam medik gigi.Data
odontogram memuat data tentang jumlah, bentuk, susunan, tambalan, protesa gigi, dan
sebagainya.Odontogram sedapat mungkin dibuat secara teliti sehingga dapat dibedakan dan
diketahui secara pasti keadaan gigi dan jenis tindakan yang dilakukan.
Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran data odontogram di BP-RSGMP Unsrat
Manado. Sampel berjumlah 164 rekam medik gigi yang didapatkan dengan menggunakan
rumus deskriptif kategorik. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 164 (100%) catatan
odontogram dalam rekam medik, tidak adanya catatan odontogram berupa gambar saja, terdapat
catatan odontogram berupa keterangan saja sebesar 32 sampel (19,5) dan catatan odontogram
yang terdapat gambar dan keterangan sebanyak 132 (80,5%), serta 164 (100%) catatan
odontogram memiliki keterangan tentang waktu pembuatan odontogram dan 164 (100%)
catatan odontogram tidak memiliki catatan tentang pemutakhiran data sehingga tidak ada
catatan yang termutakhir.
Kata kunci : Rekam medik gigi, odontogram

ABSTRACT
Identification procedure is the procedure of determining the identity of individuals, both living
and dead through the comparison of the data from the individual who checked with the data of
persons suspected as the individual. Identification is needed because the status of the victim's
death had a considerable impact on various aspects of life on the family left behind . According
to the Law of the Republic of Indonesia No. 36 of 2009 Concerning health, the government and
the people responsible for the identification efforts undertaken.
For law enforcement officers and the courts , through dental evidence is valid and reliable
method, comparable with the evidential value of fingerprints and blood grouping. Odontogram
is the data that is important in the identification process. Data odontogram is one of the data in
the medical record attached teeth. Data odontogram contain data on the number, shape,
composition, fillings, dental prostheses, and so on. Odontogram wherever possible be made
carefully so that it can be distinguished and known for certain dental conditions and type of
action taken.
This study was conductedto describethe datain theBP-RSGMP odontogramUnsratManado. The
total sampling is164dentalmedical recordsobtainedby usingdescriptivecategoricalformula. The
results showedthere were164(100%) odontogramnotesinmedical records, nottherecords ofan
imageodontogramcourse, there isadescription ofjustodontogramrecordof 32samples(19.5)
andodontogramrecordscontainedas many as132imagesand description(80, 5%), and164(100%)
odontogramrecordshaveinformation about the timeof makingodontogramand164(100%)
odontogramrecorddoes nothavea record ofupdating the dataso thatno records areupdated.
Keyword : Dental medical record, odontogram

PENDAHULUAN metodeidentifikasi dengan keakuratan


Beberapa tahun terakhir ini banyak yang cukup tinggi. Salah satu metode
kejadian bencana yang menyebabkan dimaksudadalah pemanfaatan gigi
jumlah korban manusia yang besar. sebagai sarana identifikasi, yang
Penyebab bencana bermacam-macam, dikembangkan dalam kedokteran gigi
yakni akibat ulah manusia (bencana forensik. Menjelang akhir abad 20
bom, kebakaran), bencana alam (banjir, dalam dekade delapan puluhan
longsor, gunung meletus), kecelakaan pemanfaatan kedokteran gigi forensik
transportasi (darat, laut, udara) dan lain- berkembang pesat terutama dalam
lain. Pada kasus-kasus seperti ini sering situasi bencana yang memakan banyak
kita jumpai korban jiwa yang sulit korban jiwa, seperti kecelakaan pesawat
dikenali akibat jenasahnya sudah rusak terbang atau kapal laut, ledakan bom,
sehingga perlu dilakukan kebakaran, bencana alam, dll.1
identifikasi.1,2,3 Benda bukti gigi sudah sejak lama
Undang-undang Republik Indonesia disadari mempunyai peran yang besar
No. 36 tahun 2009 Tentang Kesehatan dalam identifikasi personal dan
pasal 118 menyebutkan bahwa mayat pengungkapan kasus kejahatan. Bagi
yang tidak dikenal harus dilakukan para aparat penegak hukum dan
upaya identifikasi dan pemerintah, pengadilan, pembuktian melalui gigi
pemerintah daerah dan masyarakat merupakan metode yang valid dan
bertanggung-jawab atas upaya terpercaya, sebanding dengan nilai
identifikasi.5Identifikasi diperlukan pembuktian sidik jari dan penentuan
karena status kematian korban memiliki golongan darah.6 Alasan yang
dampak yang cukup besar pada dikemukakan mengapa gigi dapat
berbagai aspek kehidupan (aspek dipakai sebagai sarana identifikasi yaitu
kemanusiaan, aspek sosial, aspek karena gigi adalah bagian terkeras dari
hukum, aspek ekonomi, aspek budaya) tubuh manusia yang komposisi bahan
pada keluarga yang ditinggalkan.6 organik dan airnya sedikit sekali dan
Prosedur identifikasi adalah sebagian besar terdiri atas bahan
prosedur penentuan identitas individu, anorganik sehingga tidak mudah rusak,
baik hidup maupun mati, yang selain itu terlindung karena berada
dilakukan melalui perbandingan dalam rongga mulut dan dilingkupi oleh
berbagai data dari individu yang basahnya air liur. Gigi baru lapuk pada
diperiksa dengan data dari orang yang suhu 200 derajat Celcius dan menjadi
disangka sebagai individu abu pada suhu 450 derajat Celcius.
tersebut.9Pada proses identifikasi Manusia memiliki 32 gigi dengan
korban dengan kerusakan tubuh yang bentuk yang jelas. Dengan demikian di
parah (jenazah yang rusak, membusuk, dalam rongga mulut terdapat berbagai
hangus terbakar, potongan tubuh variasi keadaan gigi yaitu baik rusak,
manusia atau kerangka) digunakan ditambal, dicabut, gigi tiruan, implant
dan lain-lain. Fornes menerangkan mencapai 56%, kemudian pada tahun
bahwa kemungkinan terdapatnya dua 2013 korban kecelakaan lalu lintas di
orang dengan data gigi dan mulut yang Situbondo mencapai 60%, dan tahun
identik yaitu satu berbanding dua miliar 2002 korban jatuhnya Pesawat Garuda
penduduk. Melalui pengamatan gigi di Jogyakarta mencapai 66,7%.1
geligi, kita dapat memperoleh informasi Balai Pengobatan Rumah Sakit Gigi dan
tentang umur, ras, jenis kelamin, Mulut Universitas Sam Ratulangi
golongan darah, ciri-ciri khas, bentuk Manado merupakan sarana kesehatan
wajah dan raut muka korban.1,4,6 yang tentunya memiliki data rekam
PERMENKES No: medik yang di dalamnya terdapat data
269/MENKES/PER/III/2008 tentang odontogram. Oleh karena itu, dengan
rekam medik gigi yang merupakan mengingat pentingnya peran
berkas yang berisi catatan dan dokumen odontogram dalam pembuatan rencana
antara lain identitas, hasil pemeriksaan, perawatan gigi secara menyeluruh, juga
pengobatan yang telah diberikan serta sangat berharga sebagai data untuk
tindakan dan pelayanan lain yang telah keperluan identifikasi, maka penulis
diberikan kepada pasien. Catatan merasa tertarik untuk mengambil data
merupakan tulisan-tulisan yang dibuat tersebut untuk dijadikan suatu
oleh dokter gigi mengenai tindakan- penelitian mengenai gambaran data
tindakan yang dilakukan kepada pasien odontogram di Balai Pengobatan
dalam rangka pelayanan Rumah Sakit Gigi dan Mulut di
7
kesehatan. Salah satu metode yang Manado.
sering digunakan dalam odontologi
forensik adalah pencatatan data gigi BAHAN DAN METODE
(odontogram) dan rahang yang dapat Penelitian ini merupakan jenis
dilakukan dengan pemeriksaan manual, penelitian deskriptif yang
sinar-X, dan pencetakan gigi dan mendeskripsikan tentang data
rahang.8 Odontogram memuat data odontogram dalam rekam medik gigi di
tentang jumlah, bentuk, susunan, Balai Pengobatan Rumah Sakit Gigi dan
tambalan, protesa gigi dan sebagainya. Mulut Universitas Sam
Seperti halnya dengan sidik jari, maka Ratulangi.Populasi dalam penelitian ini
setiap individu memiliki susunan gigi adalah data rekam medik gigi di Balai
yang khas. Dengan demikian dapat Pengobatan Rumah Sakit Gigi dan
dilakukan identifikasi dengan cara Mulut Universitas Sam Ratulangi
membandingkan data temuan post Manado.Besar sampel ditentukan
mortem dengan data pembanding ante berdasarkan sampel deskriptif kategorik
mortem. Sedapat mungkin di dalam yang diperoleh dengan rumus :
odontogram dicatat secara teliti
mengenai keadaan gigi dan terapi yang 𝑍𝛼 2 x P x Q
akan dilakukan, sehingga dapat n =
𝑑2
dibedakan dan diketahui secara pasti
keadaan gigi dan jenis tindakan yang Zα = Deviat baku alfa
dilakukan.9 P = Proporsi penelitian yang
Peranan data ante mortemyang diteliti
sangat besar ditunjukkan antara lain Q = 1- P
pada beberapa kasus, seperti kasus Bom D = Presisi
Bali I tahun 2002, dimana korban yang Berdasarkan rumus di atas diperoleh
teridentifikasi berdasarkan gigi-geligi ukuran sampel sebagai berikut:
HASIL PENELITIAN
BP-RSGM Unsrat berdiri tahun 2010
n = 1,282 2 x 0,5 x 0,5 dan memiliki 4 lantai., merupakan Balai
Pengobatan Gigi yang nantinya sebagai
0,052 cikal bakal RSGM. BP-RSGM ini
beralamatkan di Jl. Dr. Sutomo, Pusat
n = (1,64 x 0, 25)
Kota Manado dan dikelola oleh
0,0025 Universitas Sam Ratulangi. BP-RSGM
merupakan wahana tempat pendidikan
n = 0,41 profesi PSKG-FK Unsrat, memberikan
berbagai pelayanan seperti pencabutan
0,0025 gigi, penambalan gigi, pembuatan gigi
n = 164 palsu, pembersihan karang gigi,
pembuatan alat ortodontik, dll yang
ditangani oleh para tenaga dokter gigi
yang merupakan dosen Unsrat dan
Zα = 1,282 (deviat Zα searah tenaga dokter gigi anggota Persatuan
dengan kesalahan 10%) Dokter Gigi Cabang Manado.
P = 0,5 (ditetapkan secara umum
bila tidak ada prevalensi Kelengkapan catatan identitas dalam
sebelumnya) rekam medik gigi yang berisikan
Q = 1- P odontogram
D = 5% Catatan identitas terletak pada bagian
awal dari rekam medik gigi yang dibuat.
Uji kelayakan sampel: Catatan tersebut meliputi nama, alamat,
jenis kelamin dan nomor telepon.
N x P >5
Kelengkapan catatan identitas pasien
164 x 0,5 = 82 (uji kelayakan terpenuhi) dalam rekam medik gigi yang berisikan
Data yang dikumpulkan adalah data odontogram dapat dilihat pada tabel 1 di
sekunder yang diperoleh dari data bawah ini:
odontogram yang berada di BP-RSGM
UNSRAT dan data primer yang Tabel 1. Distribusi berdasarkan
diperoleh dari hasil pengumpulan data, kelengkapan catatan identitas
sebagai berikut: pada catatan odontogram dalam
1. Melakukan rekapitulasi jumlah data rekam medik gigi
rekam medik pasien di Balai Catatan Ada Tidak
Pengobatan Rumah Sakit Gigi dan identitas
Mulut Universitas Sam Ratulangi pasien Jumlah % Jumlah %
Manado. Nama 164 100 0 0
2. Melakukan rekapitulasi jumlah data
Alamat 164 100 0 0
odontogram di Balai Pengobatan
Rumah sakit Gigi dan Mulut. Jenis 164 100 0 0
3. Mendata kelengkapan data kelamin
odontogram di Balai Pengobatan Nomor 164 100 0 0
Rumah Sakit Gigi dan Mulut sesuai telepon
dengan Standar Nasional Rekam
Medik Kedokteran Gigi. Hasil pada tabel 1 memperlihatkan
kelengkapan identitas dalam catatan
rekam medik gigi meliputi nama, berupa catatan tentang keadaan occlusi,
alamat, jenis kelamin dan nomor torus palatinus, torus mandibularis,
telepon sejumlah 164 (100%) lengkap. palatum, supernumerary teeth,
diastema, gigi anomali, serta keadaan
Keadaaan catatan odontogram dalam lain-lain di dalam rongga mulut pasien.
rekam medik gigi Catatan pelengkap odotogram dalam
Catatan odontogram merupakan rekam gigi yang berisikan keadaan
salah satu unsur yang harus ada pada rongga mulut di BP-RSGMP UNSRAT
rekam medik gigi sesuai dengan Standar Manado dapat dilihat pada tabel 3 di
Nasional Rekam Medik Gigi. Catatan bawah ini.
odontogram sendiri dapat dikatakan
lengkap dan sesuai apabila terdiri atas Tabel 3. Distribusi berdasarkan keadaan
gambar serta keterangan gambar pada catatan pelengkap
denah giginya. odontogram dalam rekam
Keadaan catatan odontogram di BP- medik gigi
RSGMP UNSRAT Manado dapat
dilihat pada tabel 2 di bawah ini. Catatan Ada Tidak
pelengkap Jml % Jml %
Tabel 2. Distribusi odontogram
frekuensiberdasarkan keadaan Occlusi 164 100 0
catatanodontogram dalam rekam 0
medik gigi Torus palatinus 164 100 0
0
Torus 164 100 0
Keadaan catatan mandibularis 0
Jumlah %
odontogram Palatum 164 100 0
Terdapat gambar 0 0 0
Terdapat 32 19,5 Supernumerary 164 100 0
teeth 0
keterangan
Diastema 164 100 0
Terdapat gambar 132 80,5 0
dan keterangan Gigi anomali 164 100 0
Total 164 100 0
Status 164 100 0
periodontal 0
Data pada tabel 2 memperlihatkan tidak
adanya catatan odontogram berupa Dapat dilihat catatan pelengkap
gambar saja, terdapat catatan odontogram yang berisikan catatan
odontogram berupa keterangan saja tentang occlusi, torus palatinus, torus
sebesar 32 sampel (19,5) dan catatan mandibularis, palatum, supernumerary
odontogram yang terdapat gambar dan teeth, diastema, gigi anomali, status
keterangan sebanyak 132 (80,5%). periodontal semuanya sebanyak 164
catatan (100%) terisi secara lengkap.
Keadaan catatan pelengkap odontogram
dalam rekam medik gigi di BP-RSGMP Keterangan lain pada odontogram
UNSRAT Manado dalam rekam medik gigi
Pada rekam medik gigi selain Keterangan lainnya pada
terdapat odontogram, terdapat juga odontogram terdiri atas waktu
catatan yang melengkapi odontogram pencatatan dan pemutakhiran data.
Kelengkapan lainnya pada catatan
odontogram di BP-RSGMP UNSRAT demikian pengisian rekam medik harus
Manado dapat dilihat pada tabel 4 dibuat lengkap. Kepatuhan mahasiswa
berikut ini: dalam melengkapi isi rekam medik
besar antara lain akibat adanya
Tabel 4. Distribusi berdasarkan pengawasan dari para supervisor di
keterangan lain pada catatan klinik.
odontogram dalam rekam medik gigi
Keadaan catatan odontogram
No Ada Tidak dalam rekam medik gigi di BP-RSGM
Unsrat Manado
Waktu pembuatan
1. odontogram
164 - Petunjuk pengisian odontogram
dalam Standar Nasional Rekam Medik
Dilakukan
2. pemutakhiran data
- 164 Kedokteran Gigi mengharuskan
pengisian odontogram terdiri atas
Hasil pada tabel 4memperlihatkan gambar tentang perawatan atau tindakan
bahwa pada catatan odontogram pada gigi pasien dan keterangan dari
terdapat sebanyak 164 (100%) catatan gambar yang bersangkutan.10
tentang waktu pembuatan rekam medik Berdasarkan hasil penelitian di BP-
gigi, sedangkan 164 (100%) tidak ada RSGM Unsrat mengenai keadaan
catatan waktu pemutakhiran data. catatan odontogram, didapatkan tidak
adanya catatan odontogram berupa
PEMBAHASAN gambar saja, catatan berupa keterangan
Kelengkapan catatan identitas saja sebesar 32 sampel (19,5) dan
dalam rekam medik gigi yang berisikan catatan odontogram yang terdapat
odontogram gambar dan keterangan sebanyak 132
Pada bagian awal rekam medik gigi (80,5%). Kondisi ini belum
terdapat catatan identitas yang terdiri menggambarkan keadaan yang
atas catatan nama, alamat dan jenis sebenarnya, karena keberadaan gambar
kelamin untuk membedakan pasien dan keterangan tidak diperiksa
serta nomor telepon yang sewaktu- kesesuaiannya. Bisa saja terjadi gambar
waktu bisa dihubungi. Data identitas yang ada tidak sesuai dengan
pasien cukup diisi sekali saja pada saat keterangan yang dituliskan. Penulis
pasien pertama kali datang, data lainnya sempat mengambil beberapa sampel
dilengkapi sesegera mungkin pada untuk dicocokkan, dan ternyata belum
kunjungan kedua. Data selalu semuanya sesuai. Hal ini
disesuaikan jika ada perubahan seperti menggambarkan bahwa pengisian
pindah alamat dan Standar Nasional Rekam Medik
sebagainya.Berdasarkan hasil penelitian Kedokteran Gigi. belum sepenuhnya
pada sampel catatan dalam rekam dipatuhi, walaupun semua berkas rekam
medik gigi di BP-RSGM Unsrat medik sudah dilengkapi denah
mengenai ketersediaan catatan identitas, odontogram.
didapatkan pada 164 (100%) rekam Setiap pasien yang datang pada
medik gigi mempunyai catatan kunjungan pertama memiliki catatan
identitas. Hal ini dimungkinkan karena odontogram. Formulir yang tersedia di
catatan itu BP-RSGM merupakan BP-RSGM Unsrat sudah sesuai dengan
wahana tempat pendidikan mahasiswa Standar Nasional Rekam Medik Gigi
tahap profesi di Program Studi dan pemeriksaan untuk setiap gigi
Kedokteran Gigi Unsrat. Dengan yang dirawat maupun tidak dirawat
dituliskan pada keterangan dalam RSGM Unsrat sudah sesuai dengan
catatan odontogram. Dalam pengisian petunjuk pengisian odontogram
simbol-simbol pada gambar sudah Standar Nasional Rekam Medik
sesuai dengan Standar Nasional Rekam Kedokteran Gigi.10 Keadaan ini
Medik Kedokteran Gigi tetapi dimungkinkan karena pada pencatatan
pengisian gambar dalam denah gigi pertama kali pada rekam medik gigi
tidak sesuai dengan keterangan yang yang dibuat, para mahasiswa profesi
ada. Pemeriksaan dilakukan pada benar-benar diawasi, sehingga seluruh
kunjungan selanjutnya, tetapi dalam catatan tentang keadaan rongga mulut
gambar dan keterangan catatan yang ada terisi secara lengkap.
odontogram tidak dirubah sehingga
data odontogram dalam rekam medik Keterangan lain pada catatan
gigi di Balai Pengobatan Rumah Sakit dontogram dalam rekam medik gigi di
Gigi dan Mulut bukan catatan yang BP-RSGM Manado
termutakhir, yang ada hanya catatan Standar Nasional Rekam Medik
waktu pengisian odontogram pada Kedokteran Gigi menjelaskan bahwa
kunjungan pertama. pencatatan waktu pemeriksaan
Hal tersebut memperlihatkan bahwa terhadap seluruh gigi yang dilakukan
keadaan catatan odontogram di BP- perawatan harus diisi lengkap dan
RSGM Unsrat secara keseluruhan sesuai ketentuan pada kunjungan
belum sepenuhnya memenuhi petunjuk pertama. Pembuatan odontogram perlu
pengisian IKodontogram Standar diulangi atau dilengkapi setiap satu
Nasional Rekam Medik Kedokteran tahun, setiap kunjungan untuk control,
Gigi yang seharusnya dilengkapi atau jika pasien akan pindah kota/
dengan gambar tindakan perawatan dokter gigi pindah kota dan apabila
serta kondisi perawatan terakhir pada sebelum satu tahun sudah sangat
gigi pasien beserta keterangannya.10 banyak restorasi permanen yang
dilakukan.10 Hasil penelitian
Keadaan catatan pelengkap menunjukkan pencatatan waktu
odontogram dalam rekam medik gigi pemeriksaan pertama kali telah
di BP-RSGM Unsrat Manado dilakukan untuk 164 (100%) rekam
Keadaan dalam rongga mulut medik pasien, namun catatan tentang
meliputi keadaan occlusi, torus pemutakhiran data tidak ditemukan.
palatinus, torus mandibularis, Penulis berasumsi pemutakhiran data
palatum, supernumerary teeth, tidak dilakukan karena masih
diastema, gigi anomali, dan keadaan kurangnya kesadaran dan pengetahuan
lain-lain harus terekam dengan benar para petugas kesehatan mengenai
dalam catatan rekam medik gigi. pentingnya pemutakhiran data.
Berdasarkan hasil penelitian
didapatkan catatan rekam medik gigi SIMPULAN
yang memiliki catatan tentang occlusi, Dari hasil penelitian tentang
torus palatinus, torus mandibularis, gambaran data odontogram dalam
palatum, supernumerary teeth, rekam medik gigi di BP-RSGM Unsrat
diastema, gigi anomali, keadaan lain- Manado sesuai Standar Nasional Rekam
lain (status periodontal) sebesar 164 Medik Kedokteran Gigi, maka dapat
(100 %). diambil kesimpulan sebagai berikut:
Hal tersebut memperlihatkan bahwa 1. Semua rekam medik gigi yang ada
catatan pelengkap odontogram BP- di BP-RSGM Unsrat Manado
sudah memiliki catatan 2. Eddy S. DVI in Indonesia an
odontogram. Overview. DVI Workshop,
2. Data odontogram yang ada belum Bandung; 2006.
semuanya terisi dengan lengkap, 3. Slamet P, Peter S, Yosephine L,
dimana terdapat keberadaan data Agus M. Pedoman Penatalaksanaan
tentang catatan gambar atau Identifikasi Korban Mati pada
keterangan odontogram yang Bencana Massal. Jakarta:
belum sesuai. Departemen Kesehatan Republik
3. Data odontogram meliputi catatan Indonesia dan Kepolisian Negara
gambar dan keterangan belum Republik Indonesia; 2004. h.1–23
semuanya sesuai. 4. Idries, A, M. Pedomanilmu
kedokteran forensik. Edisi pertama.
SARAN Jakarta: Binarupa Aksara. 1997: P.
Berdasarkan hasil penelitian dan 32-37
pembahasan sebelumnya, maka dapat 5. Undang-undang Republik Indonesia
diajukan saran-saran sebagai berikut : no. 36 tentang Kesehatan. Tahun
1. Catatan odontogram dalam rekam 2009.
medik gigi perlu dilengkapi sesuai 6. Admadja, D, S. Peran Odontologi
dengan Standar Nasional Rekam Forensik dalam Penyidikan. [cited
Medik Kedokteran Gigi, dimana 2013 Mei]. Available from: URL:
data odontogram berupa gambar http://hanidipta.com/2010/03/ilmu-
perlu dilengkapi dengan kedokteran-gigi-forensik.html
keterangan, demikian sebaliknya. 7. Peraturan Menteri Kesehatan
2. Bagi tenaga medis yang bertugas di Republik Indonesia Nomor
BP-RSGM Unsrat Manado perlu 269/MENKES/ PER/III/2008 [cited
memperhatikan kesesuaian antara 2013 Mei], Rekam Medis. Available
catatan gambar dalam data from: URL:
odontogram dengan keterangannya. http//www.permenkesrekammedik.c
om
DAFTAR PUSTAKA 8. Cardoza AR. Forensic Dentistry
1. Riyadi, S. Pentingnya Pemeriksan Investigation Protocols. In: Forensic
Gigi untuk Keperluan Identifikasi Dental Evidence 2nd ed.
dalam Pelayanan Kedokteran Gigi CA:Elsevier; 2011:(4)86-88.
Forensik. RSIA Sumber Kasih. 9. Saraf S. Forensic Odontology. In:
[cited 2013 Mei]. Available from : Textbook of Oral Pathology. India:
URL: Jaypee;
http://rsiasumberkasih.com/2011/10/ 10. Standar Nasional RekamMedik
pentingnya-pemeriksan-gigi- Kedokteran Gigi. Direktorat
untuk.html jenderal pelayanan medik
departemen kesehatan RI, 2004