Anda di halaman 1dari 16

Tugas Kuliah Kesehatan Ibu Dan Anak

REVISI Pertemuan II
Dosen Pengampu: Dr. S.P. Manongga, M.Si

Oleh:
Redemptus ( 1711080048)

PROGRAM PASCASARJANA
ILMU KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS NUSA CENDANA
KUPANG
2018

1
KELOMPOK 1

Introduction :
 Title : Kesehatan Reproduksi Perempuan Di Indonesia Dan Komunikasi,
Informasi Dan Edukasi
 Author : Dolvianus Yohanes Atok, Klementina Maria Tagul, Pasionista
Vianitati
 Expertise : Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
 Tujuan : menganalisis Kesehatan Reproduksi Perempuan dan KIE di
Indonesia,
 Manfaat : mengetahui konsep dasar kesehatan Reproduksi, mengetahui
konsep reproduksi dalam siklus perempuan, mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi derajat kesehatan perempuan, mengetahui konsep
Komunikasi, Informasi dan Edukasi
 Ringkasan isu utama : Kesehatan reproduksi adalah kemampuan
seseorang untuk dapat memanfaatkan alat reproduksi dengan mengukur
kesuburannya dapat menjalani kehamilannya dan persalinan serta aman
mendapatkan bayi tanpa resiko apapun (Well Health Mother Baby) dan
selanjutnya mengembalikan kesehatan dalam batas normal.
Body :
 Poin utama dalam artikel :
Dua sasaran Kesehatan Reproduksi yang akan dijangkau dalam
memberikan pelayanan, yaitu sasaran utama dan sasaran antara.
1. Sasaran Utama.
Laki-laki dan perempuan usia subur, remaja putra dan putri yang
belum menikah. Kelompok resiko: pekerja seks, masyarakat yang
termasuk keluarga prasejahtera.
Komponen Kesehatan Reproduksi Remaja.
a. Seksualitas.
b. Beresiko/menderita HIV/AIDS.
c. Beresiko dan pengguna NAPZA.
2. Sasaran Antara
Petugas kesehatan : Dokter Ahli, Dokter Umum, Bidan, Perawat,
Pemberi Layanan Berbasis Masyarakat.
a. Kader Kesehatan, Dukun.
b. Tokoh Masyarakat.
c. Tokoh Agama.
d. LSM

2
 Keunggulan dan kelemahan : Keunggulan makalah ini adalah menjelaskan
kesehatan reproduksi secara lengkap mulai definisi, ruang lingkup,
masalah yang terjadi pada kesehatan reproduksi di Indonesia. Kelemahan
makalah ini adalah menjelaskan kesehatan reproduksi tidak spesifik pada
situasi di NTT.
 Perbedaan pandangan antara satu artikel dan yang lain: belum ada
perbandingan dengan makalah berjudul sama yang ditulis oleh kelompok
lain.
Conclusion :
 Ringkasan hasil evaluasi : makalah ini cukup bagus dalam menyoroti
kesehatan reproduksi dan KIE bidang reproduksi
 Kredibilitas argument dalam makalah tidak perlu diragukan karena
berdasar sumber pustaka yang relevan
 Evaluasi manfaat artikel dalam memahami isu yang diteliti, makalah
sebaiknya menjelaskan kesehatan reproduksi di NTT

KELOMPOK 2

Introduction :
 Title : Kemajuan Dan Tantangan Making Pregnancy Safer
 Author : Pelalgia Sarsrsadek Baranafe, Natalia de Araujo
 Expertise : Kesehatan Ibu dan Anak
 Tujuan : mengetahui kemajuan dan tantangan making pregnancy safer
dalam prespektif dunia

3
 Manfaat : menambah wawasan tentang kemajuan dan tantangan making
pregnancy safer dalam prespektif dunia secara luas dan secara terperinci
 Ringkasan isu utama : Making Pregnancy Safer (MPS) merupakan strategi
sektor kesehatan yang ditujukan untuk mengatasi masalah kembar
kesehatan dan kesakitan ibu dan bayi. Strategi MPS merupakan tonggak
sejarah yang menandai komitmen baru untuk memastikan hak ibu dan
bayinya.
Body :
 Poin utama dalam artikel : Penyebab langsung kematian ibu adalah
disebabkan oleh karena persalinan, dan kematian tersebut karena
komplikasi. Sedangkan sebab tidak langsungnya antara lain sosial
ekonomi, pendidikan, kedudukan dan peran wanita, sosial budaya, dan
transportasi yang dapat diistilahkan dengan “tiga terlambat” dan “empat
terlalu”. Strategi MPS merupakan tonggak sejarah yang menandai
komitmen baru untuk memastikan hak ibu dan bayinya. Strategi MPS
disusun berdasarkan pengetahuan epidemiologi yang didapat sejak
pencanangan Prakarsa Safe Motherhood di Nairobi tahun 1987
 Keunggulan dan kelemahan : Keunggulan makalah ini adalah menyoroti
kebijakan dan penerapan Making Pregnancy Safer di dunia secara umum.
Kelemahan makalah ini adalah kondisi Indonesia kurang dijelaskan secara
khusus menyangkut social ekonomi, kebijakan kesehatan di bidang KIA
dan pendanaannya
 Perbedaan pandangan antara satu artikel dan yang lain : belum ada
perbandingan dengan makalah berjudul sama yang ditulis oleh kelompok
lain

Conclusion :
 Ringkasan hasil evaluasi makalah ini menjelaskan Making Pregnancy
Safer secara lengkap dari kebijakan dan masalah yang dihadapi
 Kredibilitas argument dalam makalah tidak perlu diragukan karena
berdasar sumber pustaka yang relevan
 Evaluasi manfaat artikel dalam memahami isu yang diteliti, makalah
sebaiknya membandingkan antara negara Indonesia dengan negara maju

4
menyangkut kebijakan kesehatan dan pendanaan dalam menerapkan
Making Pregnancy Safer

KELOMPOK 3

Introduction :
 Title : Kesehatan Wanita dalam Siklus Hidup
 Author : Susana Bessie, Merina Regifana Loak, Febriana Marieta Seran
 Expertise : Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
 Tujuan : mengetahui definisi kesehatan reproduksi, ruang lingkup
kesehatan reproduksi, tahap-tahap kesehatan wanita dalam siklus hidup ,
serta masalah-masalah yang ditemui serta asuhan yang diberikan
berdasarkan data Kementian Kesehatan dan Dinkes Kota Kupang,
mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan wanita

5
 Ringkasan isu utama : ruang lingkup kesehatan reproduksi sebenarnya
sangat luas, karena mencakup keseluruhan kehidupan manusia sejak lahir
hingga mati. Dalam uraian tentang ruang lingkup kesehatan reproduksi
yang lebih rinci digunakan pendekatan siklus hidup (life-cycle approach),
sehingga diperoleh komponen pelayanan yang nyata dan dapat
dilaksanakan.
Body :
 Poin utama dalam artikel : Pendekatan yang diterapkan dalam
menguraikan ruang lingkup Kesehatan Reproduksi adalah pendekatan
siklus hidup, yang berarti memperhatikan kekhusususan kebutuhan
penanganan system reproduksi pada setiap fase kehidupan, serta
kesinambungan antar fase kehidupan tersebut, data yang terdapat dalam
profil kementrian kesehatan Indonesia tahun 2016 dan profil Dinas
Kesehatan Kota Kupang menunjukkan bahwa hampir semua tahapan
dalam siklus kehidupan wanita memiliki masalah kesehatan. Ada yang
sudah ditangani dan cakupannnya perlahan mulai berubah ke arah yang
lebih baik namun ada juga yang sebaliknya dan stagnan.
 Keunggulan dan kelemahan : Keunggulan makalah ini adalah menjelaskan
kesehatan reproduksi secara lengkap dari definisi, ruang lingkup dan siklus
hidup kesehatan reproduksi
 Perbedaan pandangan antara satu artikel dan yang lain : tidak ada
perbandingan dengan artikel lain
Conclusion :
 Ringkasan hasil evaluasi : makalah sebaiknya menjelaskan siklus hidup
dari tahap konsepsi sampai usia lanjut secara komprehensif
 Kredibilitas argument dalam makalah tidak perlu diragukan karena
berdasar sumber pustaka yang relevan
 Evaluasi manfaat artikel dalam memahami isu yang diteliti, artikel
bermanfaat bila dijelaskan siklus hidup wanita secara berurutan tahap
konsepsi sampai masa usia lanjut

6
KELOMPOK 4
Introduction :
 Title : Disparitas Kematian Ibu dan Pencegahanya di Indonesia
 Author : Maria Nuning S W Kause, Redemptus
 Expertise : Kesehatan Ibu dan Anak
 Tujuan : mengetahui tentang Disparitas Kematian Ibu dan Pencegahannya
di Indonesia
 Manfaat : menambah dan meningkatkan wawasan, pengetahuan,tentang
angka kematian ibu dan faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian
angka kematian pada ibu
 Ringkasan isu utama : Angka kematian ibu adalah jumlah kematian wanita
selama proses kehamilan, melahirkan dan masa nifas (42 hari setelah
melahirkan) yang terkait dengan gangguan kehamilan atau penanganannya
(tidak termasuk kecelakaan atau kasus insidental) per100.000 kelahiran
hidup. Angka kematian ibu merupakan tolak ukur kemajuan hasil
pembangunan kesehatan dan indikator derajat kesehatan masyarakat, tetapi

7
sampai saat ini permasalahan mengenai angka kematian ibu belum dapat
terselesaikan
Body :
 Poin utama dalam artikel : Angka Kematian Ibu (AKI) merupakan salah
satu indikator untuk melihat derajat kesehatan perempuan. Angka
kematian ibu juga merupakan salah satu target yang telah ditentukan
dalam tujuan pembangunan millenium yaitu tujuan ke 5 yaitu
meningkatkan kesehatan ibu dimana target yang akan dicapai sampai
tahun 2015 adalah mengurangi sampai ¾ resiko jumlah kematian ibu. Dari
hasil survei yang dilakukan AKI telah menunjukkan penurunan dari waktu
ke waktu, namun demikian upaya untuk mewujudkan target tujuan
pembangunan millenium masih membutuhkan komitmen dan usaha keras
yang terus menerus.
Derajat kesehatan masyarakat di Indonesia dapat ditinjau dari AKI dan
AKB. Salah satu faktor yang memengaruhi AKB adalah tenaga penolong
persalinan. Meskipun banyak ibu hamil yang pernah memeriksakan
kehamilannya ke tenaga medis, namun masih banyak persalinan yang
ditolong oleh tenaga non medis, khususnya yang terjadi di pedesaan. untuk
dapat menekan AKB dan AKI perlu digerakkan upaya Gerakan Sayang Ibu
(GSI), kelangsungan hidup, perkembangan serta perlindungan ibu dan
anak, Gerakan Keluarga Reproduksi Sehat (GKRS), Safe Motherhood, dan
penempatan bidan di desa - desa (Depkes RI, 2009; Kusmiran, 2013).
 Keunggulan dan kelemahan : Keunggulan makalah ini adalah menjelaskan
permasalahan AKI di Indonesia dan disparitas yang terjadi secara lengkap.
Kelemahan artikel ini adalah data yang dijelaskan kurang relevan/ terbaru.
 Perbedaan pandangan antara satu artikel dan yang lain: tidak ada
perbedaan pandangan antara artikel satu dengan yang lainnya.
Conclusion :
 Ringkasan hasil evaluasi : makalah sebaiknya merujuk pada
perkembangan data yang terbaru di bidang AKI
 Kredibilitas argument dalam makalah bisa dipercaya karena mempunyai
sumber pustaka yang jelas

8
 Evaluasi manfaat artikel dalam memahami isu yang diteliti, artikel
bermanfaat bagi pembaca dalam melihat disparitas kematian ibu di
Indonesia

KELOMPOK 5

Introduction :
 Title : Families and Family Health Planning”atau “Keluarga dan
Kesehatan Keluarga Berencana
 Author : Dionesia Octaviani Laput, Frededriych Dhaki
 Expertise : Kesehatan Ibu dan Anak
 Tujuan : Mengetahui Tentang Families And Family Health Planning
 Manfaat : menambah sumber informasi dan menambah ilmu pengetahuan
dan bahan acuan tentang Keluarga Berencana
 Ringkasan isu utama : Keluarga berencana adalah usaha untuk mengukur
jumlah dan jarak anak yang diinginkan. Untuk dapat mencapai hal tersebut
maka dibuatlah beberapa cara atau alternatif untuk mencegah ataupun
menunda kehamilan. Pasangan usia subur menggunakan alat kontrasepsi
untuk mengikuti program Keluarga Berencana tersebut .Berdasarkan
beberapa pendapat diatas dapat disimpulkan bahwa Keluarga Berencana
adalah suatu program pemerintah yang dilakukan untuk mengatur

9
kelahiran anak, jarak dan usia ideal melahirkan dengan menggunakan alat
kontrasepsi untuk mewujudkan keluarga kecil, bahagia dan sejahtera
Body :
 Poin utama dalam artikel : Prinsip otonomi daerah dalam penyelenggaraan
urusan pengendalian penduduk dan Keluarga Berencana merupakan
langkah konkrit untuk mengatasi rentang kendali manajemen pelayanan
program KB antara pemerintah dengan pemerintah daerah khususnya di
Kabupaten/Kota. Hal ini tentunya dapat berjalan dengan baik apabila di
dukung dengan peningkatan kualitas pelayanan pengendalian penduduk
dan KB kepada masyarakat Pada dasarnya,tidak ada satupun metode
kontrasepsi yang paling aman dan efektif bagi semua akseptor KB.
Pasalnya itu semua ditentukan oleh kecocokan masing-masing individu
dengan salah satu metode kontrasepsi yang ada.
 Keunggulan dan kelemahan : Keunggulan makalah ini adalah materi
tentang family helath planning sudah lengkap dan jelas. Penjelasan metode
kontrasepsi juga sudah lengkap. Kelemahan makalah ini adalah data
family helath planning di Indonesia belum dijelaskan secara rinci.
 Perbedaan pandangan antara satu artikel dan yang lain : tidak ada
perbedaan pandangan antara artikel ini dengan artikel lain.
Conclusion :
 Ringkasan hasil evaluasi sebaiknya disertakan data-data pendukung dan
mencantumkan family health planning di Indonesia
 Kredibilitas argument dalam makalah dapat dipercaya karena dari sumber
pustaka terbaru
 Evaluasi manfaat artikel dalam memahami isu yang diteliti artikel
bermanfaat bagi praktisi kesehatan di bidang family health planning.

10
KELOMPOK 6

Introduction :
 Title : Monitoring/Pemantauan Kesehatan Ibu Dan Anak (KIA)
 Author : Reineldis E Trisnawati, Joaninha Carvalho De Jesus, Adriana
Fonseca da Silva
 Expertise : Kesehatan Ibu dan Anak
 Tujuan : mengetahui Monitoring/Pemantauan Wilayah Setempat
Kesehatan Ibu dan Anak (PWS-KIA) dan mengetahui cara mengevaluasi
program KIA
 Manfaat : menambah ilmu pengetahuan dan wawasan tentang melakukan
monitoring dan evaluasi program KIA dengan PWS KIA
 Ringkasan isu utama : Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu dan
Anak (PWS KIA) adalah alat manajemen untuk melakukan pemantauan
program KIA di suatu wilayah kerja secara terus menerus, agar dapat
dilakukan tindak lanjut yang cepat dan tepat. Program KIA yang dimaksud
meliputi pelayanan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu dengan
komplikasi kebidanan, keluarga berencana, bayi baru lahir, bayi baru lahir
dengan komplikasi, bayi, dan balita.
Body :

11
 Poin utama dalam artikel : Pemantauan Wilayah Setempat Kesehatan Ibu
dan Anak (PWS KIA) adalah alat manajemen untuk melakukan
pemantauan program KIA di suatu wilayah kerja secara terus menerus,
agar dapat dilakukan tindak lanjut yang cepat dan tepat. Program KIA
yang dimaksud meliputi pelayanan ibu hamil, ibu bersalin, ibu nifas, ibu
dengan komplikasi kebidanan, keluarga berencana, bayi baru lahir, bayi
baru lahir dengan komplikasi, bayi, dan balita. Kegiatan PWS KIA terdiri
dari pengumpulan, pengolahan, analisis dan interpretasi data serta
penyebarluasan informasi ke penyelenggara program dan pihak/instansi
terkait untuk tindak lanjut
 Keunggulan dan kelemahan : Keunggulan makalah ini adalah teori-teori
yang dijelaskan tentang pemantauan kesehatan ibu dan anak sudah lengkap
dan jelas. Kelemahan makalah ini belum ada sumber yang dicantumkan
dalam sebagian penjelasan yang ada didalam makalah ini, belum
dijelaskan atau membahas tentang pemantauan kesehatan ibu dan anak di
kota Kupang dan upaya yang bisa dilakukan untuk menjadikan sistem
tersebut bisa dilaksanakan dengan tepat
 Perbedaan pandangan antara satu artikel dan yang lain : tidak ada
perbedaan pandangan dengan artikel lain
Conclusion :
 Ringkasan hasil evaluasi ruang lingkup pemantauan kesehatan ibu dan
anak dibatasi, yaitu pada tingkat kabupaten atau kota, karena wilayah
tersebut dinilai efektif dalam memberikan pelayanan obstetrik, perinatal,
serta KIA secara langsung kepada masyarakat. Dinas Kesehatan
Kabupaten/ Kota yang berperan sebagai koordinator dan
penanggungjawab kegiatan pemantauan kesehatan ibu dan anak, yang
dilaksanakan minimal empat kali dalam jangka waktu satu tahun yang
bertujuan untuk menjaga mutu pelayanan KIA
 Kredibilitas argument dalam makalah bisa dipercaya karena berasal dari
sumber yang terbaru
 Evaluasi manfaat artikel dalam memahami isu yang diteliti perlu
dilakukan evaluasi dan tindakan yang lebih terencana lagi dalam
pemantauan kesehatan ibu dan anak agar upaya percepatan penurunan
Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) dapat

12
tercapai, perlu adanya kerjasama antar sektoral untuk upaya menurunkan
angka Kematian Ibu dan Angka Kematian Bayi, sebaiknya dilakukan
upaya peningkatan dan pengembangan standarisasi mutu pelayanan
kesehatan baik di tingkat pelayanan dasar (Puskesmas) dan Rumah Sakit
terutama dalam pelayanan KIA.

KELOMPOK 7

Introduction :
 Title : Advocacy and Policy Development in Maternal Health
 Author : Ariyanto Ayupir, Nur Azizah, Adriani Lomi Ga
 Expertise : Kesehatan Ibu dan Anak
 Tujuan : mengetahui pengertian advokasi dan tujuan advokasi,
menganalisis impementasi kebijakan kesehatan ibu, merumuskan
pengembangan kebijakan kesehatan ibu
 Manfaat : meningkatkan pemahaman tentang advokasi dan pengembangan
kebijakan dalam KIA
 Ringkasan isu utama : Advokasi (advocacy) melakukan pendekatan atau
lobi dengan pembuat keputusan setempat, agar mereka menerima dan
bersedia mengeluarkan kebijakan dan keputusan untuk membantu program
tersebut. Pembuat keputusan di tingkat pusat atau daerah, sebagai sasaran
tersier. Dukungan sosial (social support) melakukan pendekatan pada
Toma (tokoh masyarakat) formal maupun informal setempat agar tokoh
masyarakat mampu menyebarkan informasi tentang program para
kesehatan dan membantu melakukan penyuluhan kepada masyarakat.
Body :
 Poin utama dalam artikel : Advokasi akan lebih efektif bila dilaksanakan
dengan prinsip kemitraan yaitu dengan membentuk jejaring advokasi atau
forum kerjasama. Pengembangan kemitraan adalah upaya membangun
hubungan para mitra kerja berdasarkan kesetaraan, keterbukaan dan saling

13
memeberi manfaat. Sehingga advokasi kemitraan berarti mempertahankan,
berbicara serta mendukung seseorang untuk mempertahankan ide dan
kerjasama dengan berbagai pihak.
Tantangan yang dihadapi oleh Pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur
adalah Masih tingginya kasus kematian ibu pada saat hamil, melahirkan
dan pasca melahirkan. Penyebab masih tingginya kasus kematian ibu
disebabkan oleh Antenatal Care, budaya, ekonomi-gizi Ibu hamil yang
tidak perhatikan, juga dukungan aksesibilitas. Pemerintah Provinsi Nusa
Tenggara Timur pada tahun 2009, telah menetapkan kebijakan Revolusi
KIA di 22 kabupaten/kota. Inti dari kebijakan ini adalah semua ibu hamil,
ibu bersalin dan ibu nifas serta bayi baru lahir yang ada di Provinsi Nusa
Tenggara Timur dan targetnya ibu dapat bersalin di fasilitas kesehatan,
ditangani oleh tenaga kesehatan.
 Keunggulan dan kelemahan : Keunggulan makalah ini adalah menjelaskan
pengertian advokasi dalam lingkup pembuat kebijakan. Kelemahan
makalah ini adalah advokasi di dalam bidang kesehatan ibu dan anak tidak
disinggung secara rinci, hanya pendekatan advokasi secara umum saja.
 Perbedaan pandangan antara satu artikel dan yang lain: tidak ada
perbedaan pandangan dengan artikel lain.
Conclusion :
 Ringkasan hasil evaluasi yaitu dalam pembahasan sebaiknya diuraikan
penerapan advokasi di bidang kesehatan ibu dan anak secara khusus
 Kredibilitas argument dalam makalah bisa dipercaya karena berasal dari
sumber-sumber yang relevan.
 Evaluasi manfaat artikel dalam memahami isu yang diteliti, makalah
bermanfaat dalam peranan advokasi dalam memecahkan isu-isu di bidang
kesehatan ibu dan anak khususnya untuk pembuat kebijakan

14
KELOMPOK TIMOR LESTE

Introduction :
 Title : Kebijakan Kesehatan Ibu dan Anak di Timor Leste
 Author : Natalia de Araujo, Joaninha Carvalho De Jesus, Adriana Fonseca
da Silva
 Expertise : Administrasi dan Kebijakan Kesehatan
 Tujuan : menganalisis Permasalahan KIA di Timor Leste, menganalisis
Sarana Kesehatan di RDTL, menganalisis Sumber Daya Masyarakat
Kesehatan di RDTL, menganalisis pembiyaan kesehatan di RDTL,
menganalisis Kebijakan dan Program KIA di Timor Leste, menganalisis
Strategi kesehatan Ibu dan Anak di RDTL
 Manfaat : Menambah pengetahuan, dan wawasan dalam menganalisis
permasalahan, kebijakan serta strategi dalam upaya penurunan AKI di
Timor Leste
 Ringkasan isu utama: Alokasi anggaran kesehatan yang dikelola oleh
Kementerian Kesehatan pada tahun 2015 sebesar 67,5 Juta US Dolar.
Dalam 5 tahun terakhir alokasi anggaran pemerintah untuk kementrian
kesehatan mengalami peningkatan yang sangat signifikatif. Pada tahun
2011 alokasi anggaran kesehatan sejumlah 38,19 Juta US Dolar sampai
dengan 2015 ada peningkatan hampir dua kali lipat dari alokasi anggaran
tahun 2011. Selain anggaran pemerintah, pembiayaan system kesehatan
nasional TL juga mendapatkan sumbangan dana setiap tahun dari mitra
kerja (UN Agencys) sebesar 5% /( US 3.375.000.00) dari total anggaran
yang dialokasikan oleh pemerintah pada tahun 2015.
Body :
 Poin utama dalam artikel :
Audit Maternal Perinatal (AMP) merupakan salah satu program upaya
Kementerian Kesehatan RDTL untuk mempercepat penurunan Angka
Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB). Kegiatan AMP
meliputi audit terhadap kematian ibu pada saat kehamilan, proses

15
persalinan, nifas, serta kematian perinatal dan neonatal pada janin/bayi.
Kegiatan AMP di TL dilakukan di lima Referal Hospital dan Nasional
Hospital untuk semua kasus kematian maternal dan perinatal.Pada tahun
2016 di Timor Leste dilakukan AMP untuk kasus kematian maternal
sejumlah 43 kasus dan AMP untuk kasus kematian perinatal sejumlah 94
kasus.
Distribusi anggaran dialokasikan sesuai perioritas Negara dan program
KIA merupakan program dengan perioritas paling tinggi di kemenkes TL,
selain itu dalam implementasi operasional anggaran TL menganut system
pelayanan kesehatan terpadu untuk menjamin efektivitas program dan
kost efektif dan efisien.
 Keunggulan dan kelemahan : Keunggulan makalah ini adalah menjelaskan
isu-isu dasar Kesehatan Ibu dan Anak di Timor Leste. Kelemahan makalah
ini adalah sebagai negara kecil di dunia, penanganan masalah kesehatan
ibu dan anak seharusnya mendapat perhatian utama karena mereka sebagai
penentu generasi penerus bangsa, namun komitmen pemerintah Timor
Leste perlu ditekankan lebih lanjut secara spesifik mengenai program
kesehatan dan pendidikan.
 Perbedaan pandangan antara satu artikel dan yang lain: belum ada
perbandingan dengan makalah berjudul sama yang ditulis oleh kelompok
lain.
Conclusion :
 Ringkasan hasil evaluasi : makalah ini cukup bagus dalam menyoroti
kesehatan ibu dan anak di Timor Leste
 Kredibilitas argument dalam makalah tidak perlu diragukan karena
berdasar sumber pustaka yang relevan
 Evaluasi manfaat artikel dalam memahami isu yang diteliti, makalah agar
menjelaskan komitmen pemerintah Timor Leste dalam pembangunan
kesehatan Ibu dan Anak secara spesifik.

16