Anda di halaman 1dari 9
KEMENTERIAN KEUANGAN REPUBLIK INDONESIA DIREKTORAT JENDERAL PERBENDAHARAAN KANTOR WILAYAH PROVINSI SULAWES! TENGGARA KANTOR PELAYANAN PERBENDAHARAAN NEGARA KENDARI JALAN MAYJEN SUTOYO NOMOR 5 KENDAR! 89122 -revePOn aabi) 3120843, 9121548 PARSIMILE (0401)3121542 WEBSITE win tgnnbunaatong EMAL. kppnOGOdiperbendanarea.go\a Nomor $ SIGMPB.27/KP.060/2017 31 Maret 2017 Sifat Segera Lampiran : 1 (satu) berkas Hal Langkah-langkah Strategis Pelaksanaan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga Tahun Anggaran 2017 Yth. Para Kuasa Pengguna Anggaran Satuan Kerja Lingkup Pembayaran KPPN Kendari Di Tempat Sehubungan Surat Menteri Keuangan Nomor S-153/MK.05/2017 tanggal 27 Februari 2017 dan Surat Direktur Jenderal Perbendaharaan nomor S-2570/PB/2017 tanggal 9 Maret 2017 hal Petunjuk Teknis Langkah-langkah Strategis Peleksanaan Anggaran Kementerian Negara/Lemibage ‘Tahun Anggaran 2017, dengan ini disampaikan hal-hal sebagai berikut ‘A. Reviu atas perencanaan kegiatan, penyerapan, dan capaian output Satker 4. Melekukan reviu atas rencana kegiatan berdasarkan jenis belanja dan rencana kegiatan berdasarkan kategori ouput pada kertas kerja RKA-KLIPOK. 2. Berdasarkan hasil reviu sebagaimana dimaksud pada angka 1, selanjutnya menyusun perbaikan rencana penyerapanipenarikan dana pada halaman Ill DIPA untuk Truulan selanjutnya dan menuangkan dalam Kertas Kerja Reviu dan Analisis Ringkas Reviu sesual lampiran | 3, Mengajukan revisi halaman lll DIPA akioat penyesuaian rencana penyerapan/penarikan dana dan rencana capaian output kepada Kanwil Ditjen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara paling lambat pada minggu pertama bulan berikutnya setelah akhir tiwulan periode reviu B, Ketepatan Waktu Penyelesaian Tagihan 4. Melakukan penyelesaian tagihan sesuai ketentuan sebagai berikut a. Tagihan diajukan oleh penerima hak kepada PPK paling lambat § (lima) hari kerja setelah timbul hak tagih kepada negara; b. SPP-LS untuk pembayaran tagihan diterbitkan oleh PPK dan disampaikan kepada PPSPM paling lambat 5 (lima) hari Kerja setelah dokumen pendukung dari penerima hak dinyatakan lengkap; ¢. Penerbitan SPM-LS oleh PPSPM paling lambat 5 (lima) hari kerja sejak SPP-LS diterima dari PPK: 2, 3 d._PPSPM menyampaikan SPM kepada KPPN Kendari paling lambat 2 (dua) hari kerja setelah SPM diterbitkan; fe. Batas waktu penyelesaian tagihan sd. tanggal 31 Maret 2017 diselesaikan paling tambat tanggal 27 April 2017, selanjutnya taginan bulan-bulan berikutnya diselesaikan paling lambat 17 hari kerja setelah timbulnya hak tagih kepada negara Sebagai upaya pengawasan atas kepatuhan penyelesaian tagihan, Satker agar melengkapai uraian SPM dengan catatan sebagai berikut: a. Untuk SPM-UP/GUP/TUP/PTUP paling kurang memuat nomor dan tanggal SPP; b. Untuk SPM-LS yang ditujukan kepada penyedia barangijasa, paling kurang memuat 4) Nomor dan tanggal SPP; 2) Nomor dan tanggal perjanjian/kontrak; dan 3) Nomor dan tanggal Berita Acara Pengelesaian Pekerjaan (BAPP) atau Berita Acara Serah Terima (BAST). c. Untuk SPM-LS yang ditujukan kepada Bendahara Pengeluaran/pihak lainnya untuk keperluan belanja pegawai non gaii induk, pembayaran honorarium, dan perjalenan dinas, paling kurang memvat 1) Nomor dan tanggal SPP 2) Nomor dan tanggal Surat Keputusan/Surat Tugas. Dalam hal jangka waktu penyelesaian tagihan melebihi 17 hari kerja, Satker harus melampirkan Surat Pernyataan Penyelesaian TagihanLebih dari 17 (Tujuh Belas) hari kerja (lampiran 1I), pada saat pengajuan SPM C. Penyampaian Data Kontrak 1 Satker mendaftarkan data kontrak ke KPPN paling lambat 5 (lima) hari kerja setelah kontrak ditandatangani. Tethadap data kontrak yang terlambat disampaikan, KPPN menerapkan ketentuan sebagai berikut a. Apabila waktu pendaftaran kontrak tidak bersamaan dengan waktu pengajuan SPM, maka kontrak dapat didaftarkan kembali ke KPPN setelah terlebih dahulu mendapat Dispensasi Pendaftaran Data Kontrak dari Kepala KPPN Kendari, b. Apabila waktu pendaftaran kontrak bersamaan dengan waktu pengajuan SPM, maka data kontrak dapat didaftarkan setelah_mendapat Dispensasi Pendaftaran Data Kontrak dari Kepala KPPN Kendari, dan SPM baru dapat diajukan ke KPPN paling cepat 5 (lima) hari setelah data kontrak terdaftar di KPPN. KPA menyampaikan Surat Dispensasi Pendaftaran Data Kontrak dan Surat Pernyataan sebagimana pada angka 2 sesuai lampiran Ill dan lampiran IV. D. Pengendalian Pengelolaan Uang Persediaan (UP)/Tambahan Uang Persediaan (TUP) 4. Pengajuan Uang Persediaan (UP) dilakukan secara rasional dengan mempertimbangkan kebutuhan operasional Satker selama 1 (satu) bulan. 2. Satker segera melakukan revolving UP (penggantian UP) jika penggunaannya telah mencapai minimal 50%. 3. Dalam hal terdapat rencana kegiatan Satker yang memerlukan dana lebih dari UP yang dimiliki, maka Satker melakukan. a. Mempercepat frekuensi Penggantian Uang Persediaan (GUP). b. Mengajukan TUP sesuai norma, yaitu 4) Pengajuan disertai rincian penggunaan TUP; 2) TUP habis dipakai dalam 1 (satu) bulan; 3) TUP digunakan untuk kebutuhan yang sangat mendesak dan tidak bersifat LS. ¢. Mempertanggungjawabkan TUP sesuai dengan rencana penggunaan TUP 4. Dalam hal satker tidak melakukan revolving UP dalam waktu 1 (satu) bulan, maka KPA harus memberikan penjelasan secara tertulis kepada Kepala KPPN Kendari saat mengajukan SPM-GUP 5. Dalam hal penggunaan TUP tidak sesuai dengan rencana, maka KPA harus memberikan penjelasan secara tertulis kepada Kepala KPPN Kendari saat mengajukan SPM-PTUP. 6. Pengelolaan UP/TUP akan direviu oleh KPPN Kendari. Berdasarkan hasil reviu tersebut, KPPN tidak memberikan TUP lagi kepada Satker yang sudah melakukan perpanjangan pertanggungjawaban TUP lebih dari 2 kali 7 KPPN dapat memberikan TUP kepada Satker yang sudah melakukan perpanjangan pertanggungjawaban TUP lebih dari 2 kali, sepanjang telah mendapat iin pemberian TUP dari Kanwil Diljen Perbendaharaan Provinsi Sulawesi Tenggara 8, Surat Penjelasan Keterlambatan Revolving UP dan Surat Penjelasan Ketidaksesuaian Penggunaan Dana TUP, sebagaimana lampiran V dan lampiran VI Dalam hal terdapat permasalahan atas pelaksanaan langkah-langkah di atas, Satker dapat berkoordinasi dengan KPPN Kendari melalui surat elektronik dan media sosial (email, WA dan sejenisnya) atau bimbingan teknis dan konsultasi langsung ke CSO KPPN Kendari Demikian disampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya diucapkan terima kasih. ea I any Fauchidi Sumiarsagy