Anda di halaman 1dari 4

ETOLOGI

Angsa-angsa liar terbang membentuk formasi-V

Ilmu perilaku hewan, ilmu perilaku satwa atau juga disebut etologi (dari bahasa Yunani: ἦθος, ethos,
"karakter"; dan –λογία, -logia) adalah suatu cabang ilmu zoologi yang mempelajari perilaku atau
tingkah laku hewan, mekanisme serta faktor-faktor penyebabnya.

Meski sepanjang sejarah telah banyak naturalis yang mempelajari aneka aspek dari tingkah laku
hewan, disiplin ilmu etologi modern umumnya dianggap lahir di sekitar tahun 1930an tatkala biolog
berkebangsaan Belanda Nikolaas Tinbergen dan Konrad Lorenz, biolog dari Austria, mulai
merintisnya. Atas jerih payahnya, kedua peneliti ini kemudian dianugerahi Hadiah Nobel dalam
bidang kedokteran pada tahun 1973.[1]

Ilmu perilaku hewan, pada keseluruhannya merupakan kombinasi kerja-kerja laboratorium dan
pengamatan di lapangan, yang memiliki keterkaitan yang kuat dengan disiplin ilmu-ilmu tertentu
semisal neuroanatomi, ekologi, dan evolusi. Seorang ahli perilaku hewan umumnya menaruh
perhatian pada proses-proses bagaimana suatu jenis perilaku (misalnya agresi) berlangsung pada
jenis-jenis hewan yang berbeda. Meski ada pula yang berspesialisasi pada tingkah laku suatu jenis
atau kelompok kekerabatan hewan yang tertentu. Ahli perilaku hewan juga disebut etolog.

Asal nama

Istilah “etologi” diturunkan dari bahasa Yunani, sebagaimana ethos (ήθος) ialah kata Yunani untuk
"kebiasaan". Kata lain yang diturunkan dari kata Yunani ethos ialah: etis dan etika. Pertama kali
istilah ini diperkenalkan dalam bahasa Inggris oleh Myrmekolog Amerika William Morton Wheeler
pada 1902. Pada awalnya, sedikit pandangan berbeda dari istilah itu diusulkan oleh John Stuart Mill
dalam System of Logic 1843nya. Ia menganjurkan pengembangan sains baru, "etologi," yang
tujuannya akan menjadi penjelasan dari perbedaan perseorangan dan nasional dalam karakter, pada
dasar psikologi asosiasionistik. Penggunaan kata ini tak pernah dipakai, bagaimanapun.

Perbedaan dan persamaan dengan psikologi komparatif

Etologi dapat dibedakan dengan psikologi komparatif, yang juga mempelajari perilaku hewan,
namun menguraikan studinya sebagai cabang psikologi. Jadi di mana psikologi komparatif
memandang studi perilaku hewan dalam konteks dari apa yang dikenal sebagai psikologi manusia,
etologi memandang studi perilaku hewan dalam konteks dari apa yang dikenal tentang anatomi dan
fisiologi hewan. Lebih lanjut, psikolog komparatif awal berkonsentrasi pada studi pembelajaran, dan
kemudian cenderung melihat pada perilaku dalam keadaan buatan, sedangkan para etolog awal
berkonsentrasi pada perbuatan dalam keadaan alami, cenderung mendeskripsikannya naluriah.
Kedua pendekatan ini saling melengkapi daripada bersaing, namun menimbulkan perspektif yang
berbeda dan kadang-kadang bertentangan dengan pendapat tentang zat bahan. Di samping itu,
selama kebanyakan abad ke-20 psikologi komparatif berkembang paling kuat di Amerika Utara,
sedangkan etologi lebih kuat di Eropa, dan ini menimbulkan perhatian berbeda seperti tiang fondasi
filsafat yang agak berbeda dalam kedua studi itu. Perbedaan praktik ialah bahwa psikologi
komparatif berkonsentrasi pada perolehan pengetahuan luas dari perilaku spesies yang lebih sedikit,
sedangkan etolog lebih tertarik dalam perolehan pengetahuan dari perilaku dalam jajaran spesies
yang luas, tak sekurangnya agar bisa membuat perbandingan berdasar kuat melintasi kelompok
taksonomi. Para etolog telah membuat lebih banyak penggunaan dari metode komparatif yang
sebenarnya daripada yang pernah diperoleh para psikolog komparatif.

Pola Aksi dan komunikasi hewan tertentu

Langkah penting, dihubungkan dengan nama Konrad Lorenz walau kemungkinan pada gurunya,
Heinroth, ialah pengenalan pola aksi tertentu. Lorenz membuatnya terkenal sebagai tanggapan
naluriah yang akan terjadi yang dapat dipercaya dalam kehadiran stimuli yang dapat dikenali
(disebut stimuli tanda atau stimuli pembebasan). Pola aksi tertentu ini kemudian dapat
dibandingkan melintasi spesies, serta persamaan dan perbedaan antara perilaku yang dibandiangkan
dengan persamaan dan perbedaan dalam morfologi yang mana taksonomi berdasar. Studi dari
Anatidae (bebek dan angsa) yang penting dan banyak dikutip oleh Heinroth menggunakan teknik ini.
Para etolog mencatat bahwa stimuli yang membebaskan pola aksi tertentu umumnya menonjolkan
kemunculan atau perilaku anggota lain spesies mereka sendiri, dan mereka dapat menunjukkan
bagaimana bentuk penting komunikasi hewan dapat ditengahi dengan pola aksi tertentu yang sedikit
sederhana. Pengamatan yang paling berpengalaman dalam bidang ini ialah studi oleh Karl von Frisch
dari yang disebut “bahasa tarian” mendasari komunikasi lebah. Lorenz mengembangkan teori
menarik dari evolusi komunikasi binatang berdasarkan pada pengamatannya terhadap alam pola
aksi tertentu dan keadaan yang mana hewan memancarkannya.

Jejak

Penemuan terpenting kedua Lorenz mengenai pembelajaran awal burung nidifugous muda, proses
yang disebutnya jejak. Lorenz mengamati bahwa keluarga burung seperti angsa dan ayam secara
spontan menuruti induknya dari hampir hari pertama setelah menetas, dan ia menemukan bahwa
tanggapan berikut ini dapat dipindahkan pada stimulus yang berubah-ubah jika telur diinkubasi
secara buatan dan stimulus dipertunjukkan selama periode kritik (kini disebut periode sensitif) yang
mencakup hari-hari setelah penetasan. Konsep jejak ini telah secara luas diadopsi dalam psikologi
pengembangan.

4 pertanyaan Tinbergen untuk para etholog


Kolaborator Lorenz, Niko Tinbergen, mengemukakan bahwa etologi selalu perlu memperhatikan 4
jenis penjelasan tiap hal perilaku:

fungsi: bagaimana perilaku berpengaruh kuat pada kesempatan hewan untuk kelangsungan hidup
dan reproduksi?

yang menyebabkan: apakah stimuli yang mendapatkan tanggapan itu, dan bagaimana telah
diubah oleh pembelajaran terkini?

pengembangan: bagaimana perilaku berubah dengan umur, dan apakah pengalaman awal yang
perlu untuk perilaku untuk diperlihatkan?

sejarah evolusioner: bagaimana perilaku dibandingkan dengan perilaku bersama dalam spesies
terkait, dan bagaimana mungkin telah timbul melalui proses filogeni?

Perkembangan etologi

Melalui karya Lorenz dan Tinbergen, etologi berkembang secara kuat di benua Eropa dalam tahun-
tahun sebelum PD II. Setelah perang, Tinbergen pindah ke Universitas Oxford, dan etologi menjadi
lebih kuat di Britania Raya, dengan pengaruh tambahan dari William Thorpe, Robert Hinde dan
Patrick Bateson pada Sub-bagian Perilaku Hewan dari Universitas Cambridge, terletak di desa
Madingley. Pada masa ini, juga, etologi mulai berkembang secara kuat di Amerika Utara.

Lorenz, Tinbergen, dan von Frisch secara bersama-sama dianugerahi Hadiah Nobel pada 1973 untuk
karya mereka dalam etologi pengembangan.

Ethologi sosial dan pengembangan terkini

Pada 1970, etolog Inggris John H. Crook menerbitkan naskah penting yang mana ia membedakan
etologi komparatif dengan etologi sosial, dan mengemukakan bahwa banyak dari etologi yang telah
ada sampaio kini sesungguhnya merupakan etologi komparatif, memandang hewan sebagai individu,
sedangkan pada masa depan, para etolog akan memerlukan konsentrasi pada perilaku kelompok
sosial dari hewan dan struktur sosial di dalamnya. Ini telah mengetahui sebelumnya. Buku E. O.
Wilson ‘’Sosiobiologi’’ muncul pada 1975, dan sejak saat itu studi perilaku telah lebih banyak
berkaitan dengan aspek sosial. Juga telah didorong dengan yang lebih kuat, namun lebih rumit,
Darwinisme yang dihubungkan dengan Wilson dan Richard Dawkins. Pengembangan terkait ekologi
perilaku juga telah membantu mengubah etologi. Di saat yang sama persesuaian substansial dengan
psikologi komparatif telah terjadi, maka studi ilmiah modern pada perilaku menawarkan spektrum
pendekatan tanpa kelim secara kurang lebih, dari kesadaran hewan, psikologi komparatif yang lebih
tradisional, etologi, sosiobiologi dan ekologi perilaku.

Catatan

Sering ada ketaksepadanan antara pandangan manusia dan organisme yang sedang diamatinya.
Sebagai gantinya, para etolog sering mencapai seluruhnya kembali ke epistemologi untuk memberi
mereka peralatan untuk memperkirakan dan menghindari kesalahan penafsiran data.