Anda di halaman 1dari 4

A.

Analisis Situasi Program PIS-PK Dinas Kesehatan Kota Ambon


Pendataan PIS-PK di Kota Ambon di mulai dari tahun 2017 dengan mengambil 3 puskesmas
sebagai lokus pendataan. 1) Puskesmas Ch. M. Tiahahu; 2) Puskesmas Waihaong dan 3)
Puskesmas Poka dengan pembebanan biaya pada Dinas Kesehatan Provinsi Maluku. Paada
tahun 2018 Dinas Kesehatan Kota Ambon melakukan pelatihan kepada 19 Puskesmas lainnya
dengan menggunakan APBD Kota Ambon. Hasil pendataan IKS sampai dengan November
2018 dapat dilihat pada tabel di bawah ini :
TABEL STATUS PENDATAAN KELUARGA SEHAT
KOTA/KAB. KOTA AMBON TAHUN 2018

NO KECAMATAN JUMLAH DATA


1 BAGUALA 285
2 LEITIMUR SELATAN 119
3 NUSANIWE 4114
4 SIRIMAU 4338
5 TELUK AMBON 1269

Hasil IKS pendataan keluarga sehat pada Dinas Kesehatan Kota Ambon sampai dengan bulan
November tahun 2018 adalah 0,159%. Hal tersebut dikarenakan oleh rencahnya kunjungan
keluarga 13,08%. Kurangnya kompetensi SDM kesehatan menjadi masalah utama disamping
tingginya mobilitas penduduk pada daerah perkotaan, selain itu kurangnya pengetahuan
masyarakat tentang program PIS-PK menjadi faktor determinan rendahnya IKS Kota Ambon.
Kurangnya kompetensi SDM kesehatan diakibatkan oleh kurangnya pengetahuan, peserta
kegiatan sosialisasi atau pelatihan PIS-PK hanya menyertakan 4-5 orang per-puskesmas,
namum pada tahap pendataan melibatkan semua pegawai di puskesmas. Kurangnya
pengetahuan menjadikan faktor kontribusi rendahnya kompetensi SDM kesehatan. Selain itu
kurangnya kerjasama antar program di puskesmas menjadi bagian yang menyebabkan
kurangnya kompetensi SDM kesehatan. Selain hal tersebut, beban kerja dari pegawai
puskesmas menjadi hambatan dalam mencapai target pendataan. Etos kerja dan motivasi
yang minim pada pegawai juga menjadi faktor kontribusi kurangnya kompetensi SDM
kesehatan di puskesmas.
Penjelasan tentang masah kesehatan, faktor determinan dan faktor kontribusi dapat dilihat pada
gambar di bawah ini :
MASALAH DIRECT INDIRECT INDIRECT CONTRIBUTING
DETERMINAN CONTRIBUTING LEVEL 1
KESEHATAN CONTRIBUTIN LEVEL 1
G
(-) Pengetahuan Pelatihan tidak memadai

(-) Kerjasama (-) Sosialisasi internal (-) koordinasi lintas program


(-) Kompetensi
SDM
(-) Etos kerja
Kesehatan

Beban kerja (-) SDM Perencanaan tidak sesuai kebutuhan


(-) Kunjungan
Keluarga Mobilitas
13,08% penduduk Daerah perkotaan
tinggi
IKS Kota Ambon
0,159%

Penolakan
Masyarakat
Sosialisasi tidak
13,08% Mobilitas penduduk ↗ Urbanisasi
efektif

Tujuan :
Pernyataan Masalah Kesehatan Pada tahun 2018 total coverage
Pada tahun 2018 capaian IKS Kota pendataan keluarga sehat 100%
Ambon 0.159%

Tujuan :
Pada tahun 2023 IKS ???
Dari permasalahan kesehatan di atas didapati rendahnya cakupan IKS disebabkan oleh 3 faktor
determinan. Analisis BPRS pada ketiga determinan di atas dapat dilihat pada tabel di bawah ini :

Components
BPRS
Masalah Kesehatan A B C Rank
(A+2B)xC
0-10 0-10 0-10
Beban kerja 7 7 8 168 III
Kurangnya pengetahuan petugas 7 8 8 184 I
Kerjasama tim 9 8 7 175 II
Etos kerja 8 8 6 144 IV

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa masalah yang paling mempengaruhi redahnya pencapaian
IKS di Kota Ambon adalah kurangnya pengetahuan petugas.