Anda di halaman 1dari 17

1.

Alkali

Alkali adalah unsur-unsur golongan IA (kecuali hidrogen), yaitu litium (3Li), natrium (11Na), kalium (19K), rubidium
(37Rb), sesium (55Cs), dan fransium (87Fr). Kata alkali berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Air abu bersifat basa.
Oleh karena logam-logam golongan IA membentuk basa-basa kuat yang larut air, maka disebut logam alkali.

1.a. Sifat – Sifat Fisis


Berbagai data fisis logam alkali diberikan pada tabel di bawah ini :

Sifat Litium Natrium Kalium Rubidium Sesium


Nomor atom 3 11 19 37 55
Konfigurasi elektron [He]2s1 [Ne]3s1 [Ar]4s1 [Kr]5s1 [Xe]6s1
Jari-jari atom 1,52 1,86 2,31 2,44 2,62
Jari-jari ion 0,60 0,95 1,33 1,48 1,69
Titik cair oC 181 97,8 63,6 38,9 28,4
Titik didih oC 1.347 883 774 688 678
Rapatan 0,53 0,97 0,86 1,53 1,88
Energi pengion
(pertama) 520 496 419 403 376
(kedua) 7.298 4.562 3.051 2.632 2.420
Keelektronegatifan
(skala pauling)
Kekerasan (skala Moshs) 1,0 0,9 0,8 0,8 0,7
Warna nyala O,6 0,4 0,5 0,3 0,3
Potensial reduksi standar Merah- Kuning Ungu Merah Biru
(volt), M+ + e- M tua

2,71 2,92 2,92 2,92


3,04

Keterangan tabel :
1. Nomor atom bertambah, sehingga basa semakin kuat. Membentuk senyawa hidroksida (basa) yang kuat dengan rumus
MOH (M = Li, Na, K, Rb, atau Cs)
2. Memiliki konfigurasi [X]ns1
3. Jari-jari atom dan massa jenis (rapatan) bertambah
4. Titik cair dan titik didih berkurang
5. Energi pengionan dan keelektronegatifan berkurang
6. Potensial elektrode (besaran yang menggambarkan daya reduksi dalam larutan) dari atas ke bawah cenderung
bertambah kecuali litium. Litium ternyata mempunyai elektrode yang paling besar, hal ini merupakan penyimpangan
sebagaimana sering diperlihatkan oleh unsur-unsur periode kedua. Penyimpangan tersebut berkaitan dengan kecilnya
volume atom unsur periode kedua tersebut.
7. Sifat logam semakin ke bawah semakin kuat.

1.b. Sifat – Sifat Kimia

Sifat-sifat kimia antara lain :


1. Sangat reaktif sehingga di alam tidak ditemukan dalam keadaan bebas tetapi dalam bentuk senyawa.
Kereaktifan : Fr > Cs > Rb > K > Na > Li.
Kereaktifan logam alkali berkaitan dengan energi ionisasinya yang rendah, sehingga mudah melepas elektron.
2. Hampir semua senyawa logam alkali bersifat ionik dan mudah larut dalam air.

1.c. Reaksi – Reaksi Penting dari Alkali

1. Alkali + air
Semua logam alkali bereaksi dengan air membentuk basa dan gas hidrogen. Litium bereaksi agak pelan, sedangkan
natrium bereaksi hebat. Kalium, rubidium, dan sesium meledak jika dimasukkan kedalam air.
Reaksi :
2M(s) + 2H2O(l)  2MOH(aq) + H2(g)
Contoh : 2Na(s) + 2H2O(l)  2NaOH(aq) + H2 (sangat eksplosif)

2. Alkali + oksigen
Logam alkali terbakar dalam oksigen membentuk oksida, peroksida, atau superoksida.
Reaksi :
4M(s) + O2(g)  2M2O (oksida)
2M(s) + O2(g) berlebih  M2O2 (peroksida)
4Li(s) + O2(g)  2LiO(s) (litium oksida)
M(s) + O2(g)  MO2(s) (superoksida) (M = K, Rb, Cs)
Contoh : 4K(s) + O2(g)  2K2O(s) ( kalium oksida)
2K(s) + O2(g) berlebih  K2O2(s) (kalium peroksida)

Bilangan oksida oksigen dalam :


Oksida (O2-) = -2
Peroksida (O2-2) = -1
Superoksida (O2) = -1/2

Oleh karena sangat mudah bereaksi dengan air dan oksigen, maka logam alkali biasanya disimpan dalam cairan yang
inert, misalnya minyak tanah (kerosin), atau dalam botol yang diisolasi.

Reaksi dengan Air

Produk yang diperoleh dari reaksi antara logam alkali dan air adalah gas hidrogen dan
logam hidroksida. Logam hidroksida yang dihasilkan merupakan suatu basa kuat.
Makin kuat sifat logamnya basa yang dihasilkan makin kuat pula, dengan demikian
basa paling kuat yaitu dihasilkan oleh sesium. Reaksi antara logam alkali dan air
adalah sebaga berikut:

2M(s) + 2H2O(l) ―→ 2MOH(aq) + H2(g) (M = logam alkali)

Reaksi antara logam alkali dengan air merupakan reaksi yang eksotermis. Li bereaksi
dengan tenang dan sangat lambat, Natrium dan kalium bereaksi dengan keras dan
cepat, sedangkan rubidium dan sesium bereaksi dengan keras dan dapat menimbulkan
ledakan.

Reaksi dengan Udara

Logam alkali pada udara terbuka dapat bereaksi dengan uap air dan oksigen.
Untuk menghindari hal ini, biasanya litium, natrium dan kalium disimpan
dalam minyak atau minyak tanah untuk menghindari terjadinya kontak dengan
udara.
Litium merupakan satu-satunya unsur alkali yang bereaksi dengan nitrogen
membentuk Li3N. Hal ini disebabkan ukuran kedua atom yang tidak berbeda
jauh dan struktur yang dihasilkanpun sangat kompak dengan energi kisi yang
besar.

Produk yang diperoleh dari reaksi antara logam alkali dengan oksigen yakni
berupa oksida logam. Berikut reaksi yang terjadi antara alkali dengan oksigen

4M + O2 ―→ 2L2O (L = logam alkali)

Pada pembakaran logam alkali, oksida yang terbentuk bermacam-macam


tergantung pada jumlah oksigen yang tersedia. Bila jumlah oksigen berlebih,
natrium membentuk peroksida, sedangkan kalium, rubidium dan sesium selain
peroksida dapat pula membentuk membentuk superoksida. Persamaan
reaksinya

Na(s) + O2(g) ―→ Na2O2(s)

L(s) + O2(g) ―→ LO2(s) (L = kalium, rubidium dan sesium)

Reaksi dengan Hidrogen

Dengan pemanasan logam alkali dapat bereaksi dengan hidrogen membentuk


senyawa hidrida. Senyawa hidrida yaitu senyawaan logam alkali yang atom
hidrogen memiliki bilangan oksidasi -1.

2L(s) + H2(g) ―→ 2LH(s) (L = logam alkali)

Reaksi dengan Halogen

Unsur-unsur halogen merupakan suaru oksidator sedangkan logam alkali


merupakan reduktor kuat. Oleh sebab itu reaksi yang terjadi antara logam alkali
dengan halogen merupakan reaksi yang kuat. Produk yang diperoleh dari reaksi
ini berupa garam halida.

2L + X2 ―→ 2LX (L = logam alkali, X = halogen)


Reaksi dengan Senyawa

Logam-logam alkali dapat bereaksi dengan amoniak bila dipanaskan dan akan
terbakar dalam aliran hidrogen klorida.

2L + 2HCl ―→ LCl + H2

2L + 2NH3 ―→ LNH2 + H2 L = logam alkali

Kegunaan Logam Alkali dan Beberapa Senyawa Alkali

Natium merupakan salah satu logam alkali yang dimanfaatkan untuk


pembuatan lampu. Lampu ini dikenal dengan nama lampu natrium. Lampu
natrium umumnya digunakan sebagai lampu penerangan dijalan-jalan raya.
Lampu natrium ditandai dengan warna kuning cemerlang yang mampu
menembusi kabut. Dibanding logam murninya, senyawa-senyawa yang
dibentuk dari logam alkali lebih banyak dimanfaatkan.

Beberapa Senyawaan Natrium dan Kalium Serta Kegunaannya

Senyawaan Natrium

 Natrium klorida (NaCl), merupakan bahan baku pembuatan garam dapur,


NaOH, Na2CO3.
 Natrium hidrosida atau soda kaustik (NaOH). Digunakan dalam industri
pembuatan sabun, kertas dan tekstil, dalam kilng minyak digunakan untuk
menghilangkan belerang, dan ekstraksi aluminium dari bijihnya. Dalam
laboratorium digunakan untuk menyerap gas karbondioksida atau gas-gas lain
yang bersifat asam, dalam beberapa reaksi organik NaOH merupakan pereaksi
yang penting misalnya pada reaksi hidrolisis.
 Soda cuci (Na2CO3), pelunak kesadahan air, zat pembersih (cleanser) peralatan
rumah tangga, industri gelas.
 Natrium hidroksi karbonat (NaHCO3) atau soda kue, campuran pada minuman
dalam botol (beverage) agar menghasilkan.
 Natrium nitrat (NaNO3), pupuk, sebagai pereaksi dalam pembuatan senyawa
nitrat yang lain.
 Natrium nitrit (NaNO2), pembuatan zat warna (proses diazotasi), pencegahan
korosi.
 Natrium sulfat (Na2SO4) atau garam Glauber, obat pencahar (cuci perut), zat
pengering untuk senyawa organik.
 Natrium tiosulfat (Na2S2O3), larutan pencuci (hipo) dalam fotografi.
 Na3AlF6, pelarut dalam sintesis logam alumunium.
 Natrium sulfat dekahidrat (Na2SO4.10H2O) atau garam glauber: digunakan oleh
industri pembuat kaca.
 Na3Pb8 : sebagai pengisi lampu Natrium.
 Natrium peroksida (Na2O2): pemutih makanan.
 Na-benzoat, zat pengawet makanan dalam kaleng, obat rematik.
 Na-sitrat, zat anti beku darah.
 Na-glutamat, penyedap masakan (vetsin).
 Na-salsilat, obat antipiretik (penurun panas).

Senyawaan Kalium

 Kalium oksida (KO2), digunakan sebagai konverter CO2 pada alat bantuan
pernafasan. Gas CO2 yang dihembuskan masuk kedalam alat dan bereaksi
dengan KO2 menghasilkan O2
 Kalium klorida (KCl), pupuk, bahan pembuat logam kalium dan KOH
 Kalium hidroksida (KOH), bahan pembuat sabun mandi, elektrolit batu baterai
batu alkali
 Kalium bromida (KBr), obat penenang saraf (sedative), pembuat plat potografi
 KClO3, bahan korek api, mercon, zat peledak, ditambahkan pada garam dapur
sebagai sumber iodium sehingga dikenal sebagai garam beriodium.
 K2CrO4, indicator dalam titrasi argentomeri
 K2Cr2O7, zat pengoksidasi (oksidator)
 KMnO4, zat pengoksidasi, zat desinfektan
 Kalium nitrat (KNO3), bahan mesiu, bahan pembuat HNO3
 K-sitrat, obat diuretik dan saluran kemih
 K-hidrogentartrat, bahan pembuat kue (serbuk tartar).

Sumber Logam Alkali Di Alam

 Natrium ditemukan sebagai natrium klorida (NaCl) yang terdapat dalam air
laut, dalam entuk sendawa Chili NaNO3, trona (Na2CO3.2H2O), boraks
(Na2B4O7.10H2O) dan mirabilit (Na2SO4).
 Kalium didapat sebagai mineral silvit (KCl), mineral karnalit
(KCl.MgCl2.6H2O) sendawa (KNO3), dan feldspar (K2O.Al2O3.3SiO2). Selain
dari kalium juga terdapat dalam air laut.
 Unsur rubidiumm dan sesium dihasilkan sebagai hasil samping proses
pengolahan litium dari mineralnya.

Ekstraksi Logam Alkali

Logam-logam alkali sangat stabil terhadap pemanasan, sehingga logam-logam alkali


tidak dapat diperoleh dari oksidanya melalui proses pemanasan. Logam alkali tidak
dapat dihasilkan dengan mereduksi oksidanya, hal ini disebabkan logam-logam alkali
merupakan pereduksi yang kuat.

Keberadaan natrium dan kalium telah dikenali sejak lama, namun untuk mereduksi
logam-logam alkali dalam air tidak dapat dilakukan karena logam-logam alkali dapat
bereaksi dengan air membentuk basa kuat. Pada abad ke-19 H. Davy akahirnya dapat
mengisolasi natrium dan kalium dengan melakukan elektrolisis terhadap lelehan
garam KOH atau NaOH. Dengan metode yang sama Davy berhasil mengisolasi Li
dari Li2O. Kemudian Rb dan Cs ditemukan sebagai unsur baru dengan teknik
spektroskopi pada tahun 1860-1861 oleh Bunsen dan Kirchhoff. Sedangkan fransium
ditemukan oleh Perey dengan menggunakan teknik radiokimia tahun 1939.

Semua logam alkali hanya dapat diisolasi dari leburan garam halidanya melalui proses
elektrolisis. Garam-garam halida mempunyai titik lebur yang sangat tinggi, oleh
karena itu umumnya ditambahkan garam halida yang lain untuk menurunkan titik
lebur garam halidanya.

Elektrolisis Litium
Gambar Lithium

Sumber logam litium adalah spodumene (LiAl(SO)3). Spodumene dipanaskan pada


suhu 100 oC kemudian ditambah H2SO4 pekat panas sehingga diperoleh Li2SO4.
Campuran yang terbentuk dilarutkan ke dalam air. Larutan Li2SO4 ini kemudian
direaksikan dengan Na2CO3. Dari reaksi ini terbentuk endapan Li2CO3.

Li2SO4(aq) + Na2CO3(aq) ―→ Li2CO3(s) + Na2SO4(aq)

Setelah dilakukan pemisahan Li2CO3 yang diperoleh direaksikan dengan HCl


sehingga diperoleh garam LiCl.

Li2CO3(s) + 2HCl(aq) ―→ 2LiCl + H2O + CO2

Garam LiCl ini yang akan digunakan sebagain bahan dasar elektrolisis litium. Namun
karena titik lebur LiCl yang sangat tinggi sekitar 600 °C maka ditambahkan KCl
dengan perbandingan volume 55% LiCl dan 45% KCl. Penambahan KCl ini bertujuan
untuk menurunkan titik lebur LiCl menjadi 430 ºC. Reaksi yang terjadi pada proses
elektrolisis Li adalah sebagai berikut

Katoda : Li+ + e ―→ Li

Anoda : 2Cl‾ ―→ Cl2 + 2e


Selama elektrolisis berlangsung ion Li+ dari leburan garam klorida akan bergerak
menuju katoda. Ketika tiba dikatoda ion-ion litium akan mengalami reaksi reduksi
menjadi padatan Li yang menempel pada permukaan katoda. Padatan yang terbentuk
dapat diambil secara periodik, dicuci kemudian digunakan untuk proses selanjutnya
sesuai keperluan. Sedangkan ion Cl‾ akan bergerak menuju anoda yang kemudian
direduksi menjadi gas Cl2.

Elektrolisis Natrium

Gambar Logam Natrium

Natrium dapat diperoleh dari elektrolisis leburan NaCl dengan menambahkan


CaCl2 menggunakan proses downs cell. Penambahan CaCl2 bertujuan
menurunkan titih leleh NaCl dari 801ºC menjadi 580 ºC. Proses ini dilakukan
dalam sel silinder meggunakan anoda dari grafit dan katoda dari besi atau
tembaga. Selama proses elektrolisis berlangsung, ion-ion Na+ bergerak menuju
katoda kemudian mengendap dan menempel pada katoda, sedangkan ion Cl‾
memebntuk gas Cl2 pada anoda. Reaksi yang terjadi pada proses elektrolisis
natrium dari lelehan NaCl:

Peleburan NaCl ―→ Na+ + Cl‾

Katoda : Na+ + e ―→ Na

Anoda : 2Cl‾ ―→ Cl2 + 2e

Reaksi elektrolisis: Na+ + Cl‾―→ Na + Cl2


Metode reduksi

Gambar Logam Kalium

Kalium, rubidium, dan sesium tidak dapat diperoleh dengan proses elektrolis karena
logam-logam yang terbentuk pada anoda akan segera larut kembali dalam larutan
garam yang digunakan. Oleh sebab itu untuk memperoleh Kalium, rubidium, dan
sesium dilakukan melalui metode reduksi.

Gambar Logam sesium

Proses yang dilakukan untuk memperoleh ketiga logam ini serupa yaitu dengan
mereaksikan lelehan garamnya dengan natrium.

Na + LCl ―→ L + NaCl (L= kalium, rubidium dan sesium)


Dari reaksi di atas L dalam bentuk gas yang dialirkan keluar. Gas yang keluar
kemudian dipadatkan dengan menurunkan tekanan atau suhu sehingga terbentuk
padatan logam L. Karena jumlah produk berkurang maka reaksi akan bergeser ke arah
produk. Demikian seterusnya hingga semua logam L habis bereaksi.

Gambar Logam Rubidium

D.Kegunaan dari unsur-unsur Alkali dan Alkali Tanah


1. Kegunaan dari unsur-unsur Alkali

-Hidrogen
Dalam kimia organik. Hidrogen sering dipakai untuk reaksi
hidrogenasi senyawa alkena atau alkuna untuk sintesis senyawa organic.
Senyawa hidrida misalnya MgH2, NaH, LiH dll sering dipakai untuk
reagen pereduksi senyawa organic dan hal ini sering dipakai dalam
proses sistesis senyawa organic misalnya untuk reduksi senyawa aldehid
atau keton (Morie, 2010).
Dibidang Industri. Hidrogen banyak digunakan dalam industri kimia
maupun industri petrokimia. Penggunaan terbesar hidrogen adalah untuk
proses peng-upgrading-an bahan bakar fosil dan untuk pembuatan gas
NH3 sebagai bahan dasar untuk industri pupuk. Dalam industri makanan
hidrogen banyak dipakai untuk meningkatkan kejenuhan minyak
menjadi lemak seperti banyak dipergunakan dalam industri margarine.
Untuk industri petrokimia maka hidrogen banyak dipakai untuk proses
hidrodealkilasi, hidrodesulfurasi, dan hidrocracking. Hidrogen juga
dipakai sebagai bahan dasar untuk industri penghasil methanol dan
industri penghasil HCl. Di industri pertambangan hidrogen dipakai
untuk agen pereduksi biji logam (Morie, 2010).
Dalam bidang fisika dan teknik. Hidrogen dipakai sebagai “shielding
gas” untuk pengelasan. Hidrogen juga dipakai sebagai zat pendingin
rotor dalam generator listrik di stasiun penghasil listrik. Disebabkan
hidrogen memiliki konduktifitas termal yang tingga maka hidrogen cair
dipakai dalam studi-studi kriyogenik meliputi penelitian superkonduktor.
Karena hidrogen sangat ringan maka banyak dipakai sebagai “gas
pengangkat” dalam balon dan pesawat udara kecil untuk tujuan
penelitian (Morie
Beberapa kegunaan hidrogen yang lain:
• Digunakan dalam proses pembuatan ammonia
• Digunakan dalam sintesis metanol
• Digunakan sebagai bahan bakar roket dalam bentuk cair, karena dapat
menghasilkan energi yang besar melalui reaksi berikut:
• Digunakan pada proses pembuatan margarin melalui reaksi sebagai
berikut:
• Dalam bentuk senyawanya, hidrogen banyak dimanfaatkan orang,
misalnya air dan senyawa-senyawa organik (senyawa hidrokarbon).
• Hidrogen cair juga digunakan oleh para ahli untuk menyelidiki efek
superkonduktor, karena hidrogen cair mempunyai suhu yang sangat
rendah.

-Litium (Li)
• Digunakan pada proses yang terjadi pada tungku peleburan logam
(misalnya baja).
• Digunakan untuk mengikat karbondioksida dalam sistem ventilasi
pesawat dan kapal selam.
• Digunakan pada pembuatan bom hidrogen.
• Litium karbonat digunakan pada proses perawatan penyakit atau
gangguan sejenis depresi.
• Digunakan sebagai katalisator dalam reaksi organik.

-Natrium ( Na )
• Digunakan dalam proses pembuatan TEL (tetraethyl lead).
• Digunakan pada alat pendingin reaktor nuklir.
• Garam dapur (NaCl) digunakan aebagai bumbu masak.
• Natrium bikarbonat (soda kue) digunakan dalam pembuatan kue.
• Natrium hidroksida (soda api) digunakan pada proses pembuatan
sabun, kertas, penyulingan minyak, industri tekstil dan industri karet.
• Natrium tetraborat (borax) digunakan sebagai bahan pengawet.
• Natrium fluoride (NaF) digunakan sebagai antiseptik, racun tikus, dan
obat pembasmi serangga (misalnya kecoa).
• Natrium nitrat (NaNO3), dikenal dengan sendawa Chili (Chile
saltpeter) digunakan sebagai pupuk.
• Natrium peroksida (Na2O2) digunakan sebagai pemutih dan oksidator
yang kuat.
• Natrium tiosulfat (Na2S2O3 . 5H2O) digunakan sebagai suntikan obat
penyakit cemas (hypo) dan digunakan pada alat fotografi.

-Sebagai pendingin pada reaktor nuklir


-Uap natrium digunakan untuk lampu natrium yang dapat menembus
kabut
-Natrium juga digunakan untuk foto sel dalam alat-alat elektronik.

Kalium (K)
• Logam kalium digunakan dalam sel foto listrik.
• Kalium bromida (KBr) yang dihasilkan dari reaksi kalium hidroksida
dengan bromin biasanya digunakan dalam bidang fotografi, litografi,
pembuatan ukiran, dan sebagai obat penenang.
• Kalium kromat (K2CrO4) dan kalium bikromat atau kalium dikromat
(K2CrO7) digunakan pada pembuatan korek api, petasan, bahan celup
tekstil dan penyamakan kulit.
• Kalium iodida (KI) yang mudah larut dalam air digunakan dalam
fotografi, dan digunakan dalam pengobatan encok serta produksi
kelenjar tiroid yang berlebih.
• Kalium nitrat (KNO3) digunakan dalam pembuatan korek api, bahan
peledak, petasan dan pengawet daging.
• Kalium permanganat digunakan sebagai disinfektan.
• Kalium sulfat (K2SO4) dan kalium klorida (KCl) digunakan sebagai
pupuk.
• Kalium karbonat (K2CO3) digunakan dalam pembuatan kaca dan
sabun. kut.

Rubidium (Rb)
• Dibutuhkan untuk kelangsungan hidup beberapa mahluk hidup
(misalnya oleh tumbuhan).
• Digunakan sebagai katalis pada beberapa reaksi kimia.
• Digunakan sebagai sel foto listrik.
• Sifat radioaktif rubidium-87 digunakan dalam bidang geologi (untuk
menentukan umur batuan atau benda-benda lainnya).

Cesium (Cs)
• Digunakan untuk menghilangkan sisa iksigen dalam tabung hampa.
• Karena mudah memancarkan elektron ketika disinari cahaya, maka
cesium digunakan sebagai keping katoda photosensitive pada sel foto
listrik.
• Isotop radioaktif cesium-137 yang dihasilkan dari reaksi fisi nuklir
digunakan sebagai penghasil energi atom serta digunakan juga dalam
bidang kedokteran dan penelitian.

Fransium (Fr)
- Untuk Fransium (Fr), karena umurnya pendek, penggunaan Fr terbatas
dan tidak secara komersial. Fr telah digunakan untuk menentukan kadar
Aktinum (Ac) dalam materi alam (Fr adalah produk peluruhan Ac) dan
dalam penelitian biologi untuk mempelajari organ tubuh tikus.

D.Bahaya unsur-unsur Alkali dan Alkali Tanah


1. Bahaya unsur-unsur Alkali

-Hidrogen
Hidrogen mendatangkan beberapa bahaya kesehatan pada manusia,
mulai dari potensi ledakan dan kebakaran ketika tercampur dengan
udara, sampai dengan sifatnya yang menyebabkan asfiksia pada keadaan
murni tanpa oksigen. Selain itu, hidrogen cair adalah kriogen dan sangat
berbahaya oleh karena suhunya yang sangat rendah. Hidrogen larut
dalam beberapa logam dan selain berpotensi kebocoran, juga dapat
menyebabkanperapuhan hidrogen. Gas hidrogen yang mengalami
kebocoran dapat menyala dengan spontan. Selain itu api hidrogen sangat
panas, namun hampir tidak dapat dilihat dengan mata telanjang,
sehingga dapat menyebabkan kasus kebakaran yang tak terduga
(Anonimous,2010).

-Litium
Pengaruh Litium Bagi Kesehatan
 Litium sangat mudah terbakar, bayak faktor yang memicu reaksi litium
sehingga menyebabkan ledakan. Hasil tersebut mengakibatkan
terbentuknya kabut (gas) yang sangat beracun. Mudah terbakar bila
terjadi kontak antara litium dan api. Bila terhirup akan menyebabkan
sensasi seperti terbakar, batuk, sulit bernafas, dan juga luka
padtenggorokan. Kontak dengan kulit menyebabkan kulit terbakar dan
terasa sakit. Kontak pada mata akan menyebakan mata memerah, rasa
sakit dan rasa pedih yang mendalam. Jika termakan akan menyebabkan
kram perut, sakit di bagian perut, sensasi terbakar, kolaps, dan sampai
kematian (Morie, 2010).

Pengaruh litium bagi lingkungan


 Logam ini bereaksi dengan nitrogen dan hidrogen dari udara dan uap
air. Secara cepat permukaan litium akan terlapisi oleh campuran LiOH,
Li2CO3, Li3N. LiOH bersifat sangat korosif dan berbahaya bagi ikan
yang hidup di air (Morie, 2010).

-Natrium
Kontak antara natrium dengan air, akan menghasilkan natrium
hidroksida NaOH yang dapatmengiritasi kulit, hidung, tenggorokan, dan
mata. Hal ini dapat menyebabkan batuk dan bersin.Eksposur secara
berlebihan akan menyebabkan kesulitan bernafas, bronkitis kimia, dan
kontak dengan kulit dapat menyebabkan iritasi, kulit melepuh dan
kerusakan yang bersifat permanen.Kontak dengan mata dapat
menyebabkan cacat permanen sampai kebutaan.

-Kalium

-Tekanan darah tinggi


-Stroke
-Penyakit Ulseratif Kolitis (IBD) yaitu gangguan penyerapan di usus
halus
-Ketika kalium terlalu banyak dalam tubuh, otor dan syaraf bisa
korsleting
-Menyebabkan Penyakit ginjal

-Rubidium

Rubidium mudah bereaksi dengan kelembaban kulit untuk membentuk


rubidium hidroxid, yang menyebabkan luka bakar dari mata dan kulit.

-Cesium

Beban pencemaran unsur radioaktif Cesium yang terserap oleh tubuh,


dalam jangka panjang adalah dapat memicu kanker darah. Selain itu,
Cesium akan bertindak menggantikan unsur Kalium dalam tulang, serta
memancarkan radiasi yang merusak jaringan serta otot. Uni Eropa
sejauh ini juga belum mengatur ambang batas aman bagi paparan unsur
radioaktif lainnya dari reaktor atom yang mengalami bencana, yakni
Plutonium dan Strontium.
Memang sejauh ini masih muncul silang sengketa, menyangkut dampak
negatif paparan unsur radioaktif yang terjadi secara tidak langsung,
yakni melalui konsumsi makanan yang tercemar radioaktif. Karena yang
dapat diperkirakan adalah kemungkinan dampaknya.

Dalam arti seberapa besar kemungkinannya, setelah mendapat dosis


tertentu paparan radioaktif dari makanan dalam waktu tertentu pula,
untuk menderita penyakit akibat radiasi. Kemungkinan gejala penyakit
yang dapat muncul antara lain, kemandulan, gangguan pada lensa mata,
penyakit kanker atau juga cacat pada anak yang dilahirkan.

-Fransium

Jika fransium banyak terkontaminasi terhadap tubuh dapat berakibat


fatal terhadap kesehatan tubuh, dan menimbulkan berbagai penyakit
seperti menyebabkan napas memendek, rasa tegang dan panas di dada,
serta peradangan paru jika terhirup secara langsung. Fransium juga
berdampak terhadap ketidaksuburan dan kecacatan bayi

1.Kelimpahan Alkali

Unsur Persen di kerak bumi Keberadaan di alam


Litium 0,0007% di bebatuan Dalam spodune
beku LiAl(SiO3)2.
Natrium 2,8% Dalam garam batu NaCl,
senyawa Chili NaNO3,
Karnalit KMgCl3.6H2O,
trona
Na5(CO3)2.(HCO3).2H20,
dan air laut
Kalium 2,6% Dalam silvit (KCl),
garam petre KNO3, dan
karnalit
KCl.MgCl2.6H2O
Rubidium 0,0078% Dalam lepidolit
Sesium 0,0003% Dalam polusit
(Cs4Al4Si9O26)
Fransium Sangat sedikit Berasal dari peluruhan
aktinium (Ac). Bersifat
radioaktif dengan waktu
paro 21.8 menit

Kelimpahan Hidrogen
paling melimpah di alam semesta. Di bumi kelimpahannya ketiga
setelah oksigen dan silikon, sekitar 1% massa semua unsur di bumi. Tak
perlu dikatakan sebagian besar hidrogen di bumi ada sebagai air. Oleh
karena itu, hidrogen sangat penting dalam kimia.