Anda di halaman 1dari 15

ISU-ISU OBJEKTIVITAS DAN SUBJEKTIVITAS DALAM

PEMBELAJARAN

Oleh :
Kelompok 3

I Wayan Pasek Suwidia 1715051001/3c


Mohammad Ainul Yaqin 1715051028/3c
Ferdo Liana Kaban 1715051048/3c
Made Wira Yanottama 1715051065/3c
I Made Artadana 1615051102/5c
I Made Arry Anggabawa 1615051027/5c
Komang Krisnayana 1615051097/5c
I Gede Made waisya Adi suphala 1615051060/5c

UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA


FAKULTAS TEKNIK DAN KEJURUAN
PENDIDIKAN TEKNIK INFORMATIKA
SINGARAJA
2018
PRAKATA

Puji syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas berkat dan
rahmat-NYA kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Isu-isu
Objektivitas dan Subjektivitas dalam Pembelajaran”.
Makalah ini dibuat untuk memenuhi tugas mata kuliah Asesemen dan
Evaluasi Pendidikan yang diberikan oleh Dosen P. Wayan Artha Suyasa, S.Pd.,
M.Pd. dengan tujuan menjelaskan mengenai isu objektivitas dan isu subjektivitas
dalam pembelajaran.
Kami menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih banyak
kekurangan dan jauh dari kata sempurna. Tapi, kami sudah berusaha semaksimal
mungkin supaya makalah yang dibuat mudah dipahami oleh pembaca sehingga
kami juga membutuhkan kritik atau saran pembaca agar dapat menjadi masukan
dalam makalah yang dibuat. Kritik atau saran bisa kami tampung agar makalah
yang dibuat bisa lebih baik dari sebelumnya.

Kami ucapkan terima kasih atas kesempatan dan waktu yang diberikan
kepada kami. Semoga makalah yang kami buat bermanfaat bagi pembaca dan
dapat digunakan dalam pembelajaran di sekolah ataupun di kampus . Kami mohon
maaf apabila ada kesalahan dalam pembuatan makalah ini agar pembaca dapat
memakluminya.

Singaraja, 18 September 2018

Penulis

ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................................................ i
PRAKATA ............................................................. Error! Bookmark not defined.
DAFTAR ISI .......................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN ....................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang ......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah .................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan ...................................................................................... 2
1.4 Manfaat Penulisan .................................................................................... 2
1.5 Metode Penulisan .................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ........................................................................................ 4
2.1 Pengertian Isu Objekivitas dan Isu Subjektivitas .................................... 4
2.2 Perbedaan Isu Objektivitas dan Isu Subjektivitas .................................... 5
2.3 Contoh Isu Objektivitas dan Isu Subjektivitas ........................................ 8
2.4 Cara Mengatasi Isu Objektivitas dan Isu Subjektivitas........................... 8
BAB III PENUTUP .............................................................................................. 11
3.1 Simpulan ................................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA .......................................................................................... 13

iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang

1.2 Rumusan Masalah


Berdasarkan latar belakang yang telah dipaparkan, adapun masalah yang
dapat dirumuskan adalah sebagai berikut:
1.2.1 Apa Itu Isu Objektivitas dan Isu Subjektivitas dalam
Pembelajaran?
1.2.2 Apa perbedaan Isu Objektivitas dan Isu Subjektivitas dalam
Pembelajaran?
1.2.3 Apa saja contoh Isu-su Obejektivitas dan Subjektivitas dalam
Pembelajaran?
1.2.4 Bagaimana cara mengatasi isu-isu tersebut?

1.3 Tujuan Penulisan


1.3.1 Mengetahui dan mendeskripsikan Isu Objektivitas dan Isu
Subjektivitas dalam Pembelajaran
1.3.2 Mengetahui dan mendeskripsikan perbedaan Isu Objektivitas dan
Isu Subjektivitas dalam Pembelajaran.
1.3.3 Mengetahui dan mendeskripsikan contoh Isu-su Obejektivitas dan
Subjektivitas dalam Pembelajaran
1.3.4 Mengetahui dan mendeskripsikan cara mengatasi isu-isu tersebut

1.4 Manfaat Penulisan


Manfaat dari penulisan makalah ini adalah dapat digunakan sebagai
pemahaman mengenai Isu-isu objektivitas dan Subjektivitas dalam
Pembelajaran yang dapat dijadikan sebagai pedoman untuk mengatasi isu-
isu pendidikan, serta dapat membantu mahasiswa dalam menyelesaikan
tugas wawasan pendidikan.

1
1.5 Metode Penulisan
Adapun metode yang digunakan dalam penyusunan makalah ini adalah
sebagai berikut.
1.5.1 Studi Pustaka.
Melakukan studi pustaka yaitu dengan cara mencari data-
data dan informasi-informasi yang terkait dengan materi yaitu Isu-
isu Objektivitas dan Subjektivitas dalam Pembelajaran dalam
berbagai sumber yang terkait.
1.5.2 Diskusi.
Melakukan diskusi dengan seluruh anggota kelompok
untuk memecahkan suatu permasalahan dan mengambil keputusan
untuk melengkapi informasi yang digunakan dalam penyusunan
makalah.

2
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Isu Objektivitas dan Isu Subjektivitas dalam Pembelajaran
Isu adalah sebagai suatu konsekuensi atas beberapa tindakan yang
dilakukan oleh satu atau beberapa pihak yang dapat menghasilkan
negosiasi dan penyesuaian sektor swasta, kasus pengadilan sipil atau
kriminal atau dapat menjadi masalah kebijakan publik melalui tindakan
legislatif atau perundangan menurut Hainsworth & Meng . Sedangkan
menurut Barry Jones & Chase isu adalah sebuah masalah yang belum
terpecahkan yang siap diambil keputusannya. Isu merepresentasikan suatu
kesenjangan antara praktik korporat dengan harapan-harapan
para stakeholder. Berdasarkan definisi yang telah disebutkan di atas, isu
adalah suatu hal yang terjadi baik di dalam maupun di luar organisasi yang
apabila tidak ditangani secara baik akan memberikan efek negatif terhadap
organisasi dan berlanjut pada tahap krisis.
Objectivitas menurut KBBI yaitu sikap jujur, tidak dipengaruhi
pendapat dan pertimbangan pribadi atau golongan dalam mengambil
putusan atau tindakan; keobjektifan. Menurut KBBI arti kata subjectivitas
tidak ditemukan. tapi secara umum subjectivitas adalah mengenai atau
menurut pandangan (perasaan) sendiri atau pendapat pribadi atau pendapat
seseorang terhadap suatu hal.
Dapat diambil kesimpulan bahwa Isu Objectivitas dalam
pembelajaran adalah hal atau masalah yang terjadi pada suatu
pembelajaran sesuai dengan kenyataan atau fakta yang ada di lapangan.
Sedangkan Isu Subjectivitas dalam pembelajaran adalah isu atau masalah
yang dibuat menurut pendapat seseorang terhadap proses pembelajaran
tersebut berlangsung. dengan kata lain, Isu objectivitas dalam
pembelajaran yaitu masalah dalam pembelajaran yang memang benar-
benar ada dan Isu Subjectivitas dalam pembelajaran yaitu masalah yang
ada dalam pembelajaran menurut pendapat pribadi/seseorang.
2.2 Faktor Penyebab Terjadinya Isu Objektivitas dan Isu Subjektivitas dalam
Pembelajaran

3
Berikut faktor terjadinya isu-isu atau maslah dalam pembelajaran
menurut Para ahli seperti Cooney, Davis & Henderson (1975) telah
mengidentifikasikan beberapa faktor penyebab masalah pembelajaran, di
antaranya:
1. Faktor Fisiologis
Faktor-faktor yang menjadi penyebab masalah belajar peserta didik
ini berkait dengan kurang berfungsinya otak, susunan syaraf
ataupun bagian-bagian tubuh lain. Para guru harus menyadari
bahwa hal yang paling berperan pada waktu belajar adalah
kesiapan otak dan sistem syaraf dalam menerima, memproses,
menyimpan, ataupun memunculkan kembali informasi yang sudah
disimpan. Kalau ada bagian yang tidak sesuai pada bagian tertentu
dari otak seorang peserta didik, maka dengan sendirinya peserta
didik akan mengalami masalah belajar. Seandainya sistem syaraf
atau otak peserta didik karena sesuatu dan lain hal kurang
berfungsi secara sempurna akibatnya akan mengalami hambatan
ketika belajar.
2. Faktor Sosial
Merupakan suatu kenyataan yang tidak dapat dibantah jika orang
tua dan masyarakat sekeliling sedikit banyak akan berpengaruh
terhadap kegiatan belajar dan kecerdasan peserta didik
sebagaimana ada yang menyatakan bahwa sekolah adalah cerminan
masyarakat dan anak adalah gambaran orang tuanya. Oleh karena
itu ada beberapa faktor penyebab masalah belajar yang berkait
dengan sikap dan keadaan keluarga serta masyarakat sekeliling
yang kurang mendukung peserta didik tersebut untuk belajar
sepenuh hati. Tetangga yang mengatakan sekolah tidak penting
karena banyak sarjana menganggur, masyarakat yang selalu
minum-minuman keras dan melawan hukum, ada orang tua yang
selalu marah bila menonton TV setiap saat, ada juga yang tidak
terbuka ataupun kurang menyayangi anaknya dengan sepenuh hati
dapat merupakan contoh dari beberapa faktor sosial yang menjadi

4
penyebab masalah belajar peserta didik. Intinya, lingkungan di
sekitar peserta didik harus dapat membantu mereka untuk belajar
semaksimal mungkin selama mereka belajar di sekolah. Dengan
cara seperti ini, lingkungan dan sekolah akan membantu para
peserta didik, harapan bangsa ini untuk berkembang dan tumbuh
menjadi lebih cerdas. Peserta didik dengan kemampuan cukup
seharusnya dapat dikembangkan menjadi peserta didik
berkemampuan baik, yang berkemampuan kurang dapat
dikembangkan menjadi berkemampuan cukup. Sekali lagi, orang
tua, guru, dan masyarakat, secara sengaja atau tidak sengaja, dapat
menyebabkan masalah bagi peserta didik. Karenanya, peran orang
tua dan guru dalam membentengi para peserta didik dari pengaruh
negatif masyarakat sekitar, di samping perannya dalam memotivasi
para peserta didik untuk tetap belajar menjadi sangat menentukan.
3. Faktor Kejiwaan
Faktor-faktor yang menjadi penyebab masalah belajar peserta didik
ini berkait dengan kurang mendukungnya perasaan hati (emosi)
peserta didik unutuk belajar secara sungguh-sungguh. Sebagai
contoh, ada peserta didik yang tidak suka mata pelajaran tertentu
karena ia selalu gagal mempelajari mata pelajaran itu. Jika hal ini
terjadi, peserta didik tersebut akan mengalami masalah belajar
yang sangat berat. Hal ini merupakan contoh dari faktor emosi
yang menyebabkan masalah belajar. Contoh lain adalah peserta
didik yang rendah diri, peserta didik yang ditinggalkan orang yang
paling disayangi dan menjadikannya sedih berkepanjangan akan
mempengaruhi proses belajar dan dapat menjadi faktor penyebab
masalah belajarnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa anak
yang dapat mempelajari suatu mata pelajaran dengan baik akan
menyenangi mata pelajaran tersebut. Begitu juga sebaliknya, anak
yang tidak menyenangi suatu mata pelajaran biasanya tidak atau
kurang berhasil mempelajari mata pelajaran tersebut. Karenanya,
tugas utama yang sangat menentukan bagi seorang guru adalah

5
bagaimana membantu peserta didiknya sehingga mereka dapat
mempelajari setiap materi dengan baik. Yang perlu mendapatkan
perhatian juga, hukuman yang diberikan seorang guru dapat
menyebabkan peserta didiknya lebih giat belajar, namun dapat juga
menyebabkan mereka tidak menyukai guru mata pelajaran tersebut.
Dapat juga terjadi, peserta didik akan membenci sekali mata
pelajaran yang diasuh guru tersebut. Kalau hal seperti ini yang
terjadi, tentunya akan sangat merugikan peserta didik tersebut.
4. Faktor Intelektual
Faktor-faktor yang menjadi penyebab masalah belajar peserta didik
ini berkait dengan kurang sempurna atau kurang normalnya tingkat
kecerdasan peserta didik. Para guru harus meyakini bahwa setiap
peserta didik mempunyai tingkat kecerdasan berbeda. Ada peserta
didik yang sangat sulit menghafal sesuatu, ada yang sangat lamban
menguasai materi tertentu, ada yang tidak memiliki pengetahuan
prasyarat dan juga ada yang sangat sulit membayangkan dan
bernalar. Hal-hal yang disebutkan tadi dapat menjadi faktor
penyebab masalah belajar pada diri peserta didik tersebut.
5. Faktor Kependidikan
Faktor-faktor yang menjadi penyebab masalah belajar peserta didik
ini berkait dengan belum mantapnya lembaga pendidikan secara
umum. Guru yang selalu meremehkan peserta didik, guru yang
tidak bisa memotivasi peserta didik untuk belajar lebih giat, guru
yang membiarkan peserta didiknya melakukan hal-hal yang salah,
guru yang tidak pernah memeriksa pekerjaan peserta didik, sekolah
yang membiarkan para peserta didik bolos tanpa ada sanksi
tertentu, adalah contoh dari faktor-faktor penyebab masalah dan
pada akhirnya akan menyebabkan ketidak berhasilan peserta didik
tersebut.

6
2.3 Contoh Isu-isu Objektivitas dan Subjektivitas dalam Pembelajaran
Berikut Contoh Isu-isu Objektivitas dan Subjektivitas dalam
Pembelajaran.
a. Objektivitas :
1. Isu-isu atau masalah ojektivitas dalam perubahan atau penerapan
kurikulum baru.
2. Pemerataan pendidikan, ketenaga kerjaan dan fasilitas sekolah
yang kurang terlaksana
b. Subjektivitas :
Prayitno (Herman dkk, 2006:149-150) mengemukakan masalah
belajar sebagai berikut :
1. Keterampilan Akademik
Keadaan siswa yang diperkirakan memiliki intelegensi yang cukup
tinggi, tetapi tidak dapat memanfaatkannya secara optimal.
Seharusnya kegiatan exstra harus dimanfa’atkan secara baik oleh
guru dan orang tua, karena ketrampilan setiap anak didik sangatlah
berbeda-beda, sehingga bisa mengeluarkan dan memulai
ketrampilannya sejak dari kecil dan diharapkan bisa
mengembangkannya.
2. Keterampilan dalam Belajar
Keadaan siswa yang memiliki IQ 130 atau lebih tetapi masih
memerlukan tugas-tugas khusus untuk memenuhi kebutuhan dan
kemampuan belajar yang amat tinggi. Ketrampilan dalam belajar
bisa menunjang prestasi belajar siswa karena siswa akan lebih
banyak mendapatkan ilmu pengetahuan tambahan dari proses
pembelajaran yang semestinya.
3. Sangat Lambat dalam Belajar
Keadaan siswa yang memiliki akademik yang kurang memadai dan
perlu dipertimbangkan untuk mendapatkan pendidikan atau
pengajaran khusus.
4. Kurang Motivasi dalam Belajar

7
Hal ini disebabkan dari beberapa sebab yang meliputi dari
lingkungan sekolah, keluarga maupun dari lingkungan pergaulan
anak, jika lingkungan anak memang sejak kecil diberi semangat
belajar yang tinggi, pastinya siswa tersebut bisa termotivasi untuk
menjadi anak yang pintar, namun sebaliknya kurangnya motivasi
belajar siswa bisa mempengaruhi proses belajar dan akhirnya
menjadi salah satu dari sekian banyak masalah-masalah dalam
pembelajaran.
5. Bersikap dan Berkebiasaan Buruk dalam Belajar
Kondisi siswa yang kegiatan atau perbuatan belajarnya sehari-hari
antagonistic dengan yang seharusnya, seperti suka menunda-nunda
tugas, mengulur waktu, membenci guru, tidak mau bertanya untuk
hal-hal yang tidak diketahuinya dan sebagainya, maka sikap dan
kebiasaan yang baik bisa menunjang kelancaran proses belajar
anak.

2.4 Cara Mengatasi Isu-isu Objejtivitas dan Subjektivitas dalam pembelaran


Menurut Prayitno (Herman dkk, 2006:159-160) masalah pembelajaran
siswa dapat dientaskan melalui :
1. Pengajaran Perbaikan
Pengajaran perbaikan merupakan suatu bentuk layanan yang
diberikan kepada seseorang atau sekelompok siswa yang
mengalami masalah-masalah belajar dengan maksud untuk
memperbaiki kesalahan-kesalahan dalam proses dan hasil belajar
siswa.
2. Program Pengayaan
Kegiatan pengayaan merupakan suatu bentuk layanan yang
diberikan kepada seseorang atau beberapa orang siswa yang sangat
cepat dalam belajar. Sebagai seorang pendidik kita tidak harus
memperhatikan siswa yang kurang mampu saja, akan tetapi siswa
yang cepat dalam belajar juga sangat penting untuk kita perhatikan,
hal ini nantinya tidak ada kesenjangan satu dengan yang lain,

8
harapannya siswa yang cepat dalam menerima pelajaran bisa
mengimbangi dan mungkin bisa membantu siswa yang kurang
cepat dalam menerima pelajaran.
3. Peningkatan Motivasi Belajar
Peningkatan motivasi belajar sangatlah penting untuk diberikan
kepada semua siswa, hal ini bisa memberikan semangat belajar
yang tinggi bagi semua siswa dalam hal mengeluarkan semua bakat
dan minat siswa untuk mengembangkan kemampuan yang dimiliki
secara individu maupun secara kelompok.
4. Pengembangan Sikap dan Kebiasaan Belajar yang Baik
Kebiasaan belajar yang baik sangat menunjang dalam segala aspek
pembelajaran siswa, ketika siswa sudah melaksanakan hal-hal yang
baik, mulai dari pengembangan sikap, disiplin, rajin dan ada
tanggung jawab bersama, maka proses pembelajaran akan berjalan
sesuai dengan harapan bersama, dan bisa memberikan pengaruh
yang besar dalam peningktan prestasi siswa.
5. Layanan Konseling Individual
Layanan konseling diberikan kepada setiap siswa yang merasa
dirinya kurang dalam aspek-aspek yang ada pada proses
pembelajaran disekolah atau diri sendiri. Guru Bimbingan
Konseling juga memiliki peranan yang cukup besar dalam hal
memotivasi siswa, guru secara berkelanjutan memberikan
penyuluhan dan motivasi kepada siswa baik secara perorangan
(individu) maupun secara kelompok.

9
BAB III
PENUTUP
3.1 Simpulan
Isu Objectivitas dalam pembelajaran adalah hal atau masalah yang terjadi
pada suatu pembelajaran sesuai dengan kenyataan atau fakta yang ada di
lapangan.
Sedangkan Isu Subjectivitas dalam pembelajaran adalah isu atau masalah
yang dibuat menurut pendapat seseorang terhadap proses pembelajaran tersebut
berlangsung. dengan kata lain, Isu objectivitas dalam pembelajaran yaitu masalah
dalam pembelajaran yang memang benar-benar ada dan Isu Subjectivitas dalam
pembelajaran yaitu masalah yang ada dalam pembelajaran menurut pendapat
pribadi/seseorang.
Berikut contoh-contoh diantaranya :
1. Objektivitas
a. Isu-isu atau masalah ojektivitas dalam perubahan atau penerapan
kurikulum baru.
b. Pemerataan pendidikan, ketenaga kerjaan dan fasilitas sekolah yang
kurang terlaksana
2. Subjektivitas
Prayitno (Herman dkk, 2006:149-150) mengemukakan masalah belajar
sebagai berikut :
a. Keterampilan Akademik
b. Keterampilan dalam Belajar
c. Sangat Lambat dalam Belajar
d. Kurang Motivasi dalam Belajar
e. Bersikap dan Berkebiasaan Buruk dalam Belajar
Berikut faktor terjadinya isu-isu atau maslah dalam pembelajaran menurut
Para ahli seperti Cooney, Davis & Henderson (1975) diantaranya :
1. Faktor Fisiologis
2. Faktor Sosial
3. Faktor Kejiwaan
4. Faktor Intelektual

10
5. Faktor Kependidikan
Menurut Prayitno (Herman dkk, 2006:159-160) masalah pembelajaran siswa
dapat dientaskan melalui :
1. Pengajaran Perbaikan
2. Program Pengayaan
3. Peningkatan Motivasi Belajar
4. Pengembangan Sikap dan Kebiasaan Belajat yang Baik
5. Layanan Konseling Individual

11
DAFTAR PUSTAKA
http://basorpoenya.blogspot.com/2015/04/masalah-masalah-dalam-
pembelajaran-dan.html

12