Anda di halaman 1dari 6

Tugas Blok Pengelolaan Lingkungan

PENCEMARAN UDARA KOTA BEKASI


(DIKUTIP DARI BERBAGAI SUMBER)
Oleh :
Mohamad Haviz Damar Sasongko (6647)

PENDAHULUAN
Pencemaran adalah masuknya atau dimasukannya zat-zat organik atau sisa
pembuangan limbah ke dalam lingkungan. Zat tersebutlah yang menjadi polutan di
lingkungan. Pencemaran yang berlebihan akan menimbulkan berbagai macam penyakit dan
dapat mengurangi kualitas sumber daya alam kita sendiri. Apabila keadaan ini terus berlanjut
maka lingkungan kita akan rusak, penyakit dimana-mana. pencemaran lingkungan telah
terjadi diman-mana umumnya di wilayah perkotaan . Pencemaran lingkungan juga berakibat
ke ekosistem yaitu hujan asam, perubahan iklim, penipisan lapisan ozon, kontaminasi zat
radioaktif, dan lain-lain.
Kota bekasi merupakan salah satu kota di Indonesia yang memilki sumbangsih besar
terhadap pencemaran udara. Kota bekasi yang merupakan kota dengan salah satu
penduduknya yang terpadat menimbulkan banyak terjadi pencemaran khususnya pencemaran
udara. Tingkat pencemaran udara di Kota Bekasi sudah masuk dalam tahap
mengkhawatirkan. Kementerian Lingkungan Hidup menilai kualitas udara di Kota Bekasi,
Jawa Barat, sudah memasuki kategori berbahaya dan mengimbau pemerintah agar
memperbaiki baku mutunya.
Diperkirakan, pencemaran udara itu akan semakin parah karena jumlah kendaraan
terus bertambah. Pencemaran udara dapat menyebabkan efek rumah kaca atau global
warming yang menyebabkan bertambah panasnya suhu di muka bumi. Global Warming yang
berarti pemanasan global yang dapat mengakibatkan mencairnya es di kutub utara dan
apabila es tersebut telah mencair maka air permukaan bumi akan naik secara drastis. Selain
itu pencemaran juga dapat membuat bumi pada kondisi fatal yang dapat membunuh mahluk
hidup yang ada di muka bumi. untuk itu perlunya diketahui mengenai penyebab terjadinya
pencemaran udara , dampak dan cara penangananya di kota bekasi.

1
Tugas Blok Pengelolaan Lingkungan

PEMBAHASAN
Udara dimana di dalamnya terkandung sejumlah oksigen, merupakan komponen
esensial bagi kehidupan, baik manusia maupun makhluk hidup lainnya. Udara merupakan
campuran dari gas, yang terdiri dari sekitar 78 % Nitrogen, 20 % Oksigen; 0,93 % Argon;
0,03 % Karbon Dioksida (CO2) dan sisanya terdiri dari Neon (Ne), Helium (He), Metan
(CH4) dan Hidrogen (H2). Udara dikatakan "Normal" dan dapat mendukung kehidupan
manusia apabila komposisinya seperti tersebut diatas. Sedangkan apabila terjadi penambahan
gas-gas lain yang menimbulkan gangguan serta perubahan komposisi tersebut, maka
dikatakan udara sudah tercemar/terpolusi. Akibat aktifitas perubahan manusia udara
seringkali menurun kualitasnya.
Perubahan kualitas ini dapat berupa perubahan sifat-sifat fisis maupun sifat-sifat
kimiawi. Perubahan kimiawi, dapat berupa pengurangan maupun penambahan salah satu
komponen kimia yang terkandung dalam udara, yang lazim dikenal sebagai pencemaran
udara. Pencemaran udara adalah kehadiran satu atau lebih substansi fisik, kimia, atau biologi
di atmosfer dalam jumlah yang dapat membahayakan kesehatan manusia, hewan, dan
tumbuhan, mengganggu estetika dan kenyamanan, atau merusak property (Wikipedia).
Beberapa polutan pencemar udara adalah :
1) Karbon Monooksida (CO)
Dapat menimbulkan pusing, sakit kepala, rasa mual, tidak sadar (pingsan),kerusakan otak,
dan kematian.
2) Sulfur oksida, nitrogen oksida, dan ozon
Ketiga gas tersebut dapat menyebabkan iritasi mata dan radang saluran pernapasan hingga
menimbulkan bronkitis, efisema, dan asma.
3) Suara
Kontak dengan suara yang bising yang berlangsung di udara dalam waktu lama dapat
merusak organ pendengaran seperti tuli. dan apabila terlalu bising akan membuat telinga
mendenging, gangguan pada jantung, sakit kepala dan stress secara psikologis.
4) Materi Partikulat
Materi partikulat sangat berbahaya salah satunya adalah timbal. Timbal sangat beracun dan
dapat terakumulasi dalam tubuh, serta menyerang berbagai sistem pada tubuh kita yaitu
sistem pencernaan dan saraf. Timbal juga merusak fungsi jantung dan ginjal serta
keterbelakangan mental pada anak-anak
Kota bekasi yang mempunyai jumlah penduduk yang cukup padat menyebabkan
banyak terjadinya aktivitas manusia. Aktivitas manusia yang terjadi di kota bekasi tidak

2
Tugas Blok Pengelolaan Lingkungan

jarang menimbulkan dampak pencemaran seperti pencemaran udara. Penyebab pencemaran


udara yang utama di kota bekasi adalah bersumber dari asap kendaraan bermotor dan
aktivitas pabrik yang memang banyak di kota tersebut.
Semua kendaraan bermotor yang memakai bensi dan solar akan mengeluarkan gas
CO, Nitrogen Oksida, blerang dioksida dan partikel-partikel lain dan sisa pembakarannya.
Unsur-unsur ini bila mencapai kuantum tertentu dapat merupakan racun bagi manusia atau
hewan. Sebagai contoh gas CO merupakan racun bagi fugnsi-fungsi darah, SO2 dapat
menimbulkan penyakit sistem pernapasan. Kegiatan transportasi kendaraan bermotor
memberikan kontribusi terbesar terhadap polusi udara di Kota Bekasi. Dari data Jumlah
kendaraan bermotor dan bahan bakar yang digunakan di kota Bekasi Tahun 2010 tercatat
bahwa terdapat 172.734 unit kendaraan roda empat dan lebih, dimana jenis kendaraan mobil
penumpang sebanyak 2.644 unit yang 84,4 % menggunakan bahan bakar bensin dan 15,6 %
menggunakan solar, seperti Bus besar sebanyak 172 (5,5%), bus ¾ 112 (3,6%) dan bus mini
unit 205 (6,5%) serta sepeda motor sebanyak 734.387 unit, dimana lebih dari 80%
diantaranya menggunakan bahan bakar bensin.
Dari Hasil pengujian gas buang kendaraan roda empat tahun 2009 dan 2010 diketahui
bahwa terjadi peningkatan jumlah kendaraan yang menggunakan bensin dari tahun 2009
sampai 2010, sementara itu terjadi penurunanan kualitas emisi gas buang yang dikeluarkan
dari tahun 2009 sampai 2010 yaitu dari golongan hydrocarbon (HC), Karbon monoksida
(CO), dan Opasitas. Tahun 2010 sebanyak 175 kendaraan yang diuji (153 kendaraan dinas
dan 22 kendaraan pribadi) di Kota Bekasi menjalani pengukuran uji emisi dengan
menggunakan standard baku mutu PermenLH No. 5 Tahun 2006.
Mobilitas kendaraan tersebut secara periodik akan dapat menyebabkan kemacetan
pada jalur-jalur utama dan waktu tertentu dalam wilayah kota, sehingga akan dapat
mengakibatkan peningkatan partikel dan gas buangnya. Menurut hasil pemeriksaan
laboratorium Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Kota Bekasi 2010, polusi
udara sudah di ambang batas yakni 30.861 µ gram per m3. Sementara ambang batasnya
hanya 30.000 µ gram per m3. Artinya, kandungan karbonmonoksida (CO) yang ada di udara
Kota Bekasi sudah di ambang batas. Sedangkan NO2 dan CO2 masih di bawah ambang
batas, yakni 400 µ gram per m3 dan 900 µ gram per m3.
Disamping dari sektor transportasi peningkatan partikel dan gas buang dalam udara
juga berasal dari sektor industri. Sumber pencemaran udara juga berasal dari emisi gas buang
industri. Tahun 2010 BPLH Kota Bekasi telah melakukan pemantauan emisi gas buang di
beberapa industri. Parameter yang diuji adalah SO2, NO2, H2S, NH3, Total Partikel,

3
Tugas Blok Pengelolaan Lingkungan

Opasitas dan Pb. Pengambilan contoh emisi gas buang industri pada tahun 2010 dilakukan
terhadap 5 titik lokasi, yaitu PT. Bakrie Tosanjaya (industri pengecoran besi), PT. Siantar
Top (industri makanan), PT Xylo Indah Pratama (industri kayu), PT. KBT (industri kertas)
dan PT. Bakrie Pipe Industries (industri pipa). Berikut lokasi pengujian kualitas udara emisi
gas buang industri dilengkapi dengan jenis bahan bakar serta spesifikasi cerobong yang
digunakan. Dari hasil pengujian dan analisis cerobong di 5 titik industri dapat disimpulkan
memiliki nilai emisi aman untuk wilayah Kota Bekasi, dimana sebagian besar gas buang
yang dihasilkan masih berada di bawah baku mutu yang ditetapkan.
Dampak perubahan kualitas udara ambien maupun emisi gas buang industri terhadap
kesehatan penduduk misalnya terhadap kesehatan penduduk seperti ISPA. Jika terjadi
pencemaran udara akibat pencemaran debu dan gas CO yang cukup berat akan dapat
menimbulkan dampak yang berarti seperti menurunkan jarak/memperpendek pandang dan
menurunkan sensitivitas serta meningkatkan jumlah penderita ASMA. Selain itu juga dapat
menimbulkan gangguan kesehatan dan jarak pandang kepada manusia. Kondisi debu yang
melekat atau terbentuk lapisan kerak pada permukaan daun tanaman akan dapat menghalangi/
mengganggu proses fotosintesis tananam sehingga berbahaya bagi hewan herbivora maupun
manusia. Ini juga pada akhirnya akan mengancam mahluk hidup yang membutuhkan udara,
karena udara yang mereka hirup tidak lagi normal seperti pada umumnya karena udara yang
semula normal telah terkontaminasi dengan zat-zat berbahaya.
Upaya penanganan terhadap masalah pencemaran udara di kota bekasi juga telah
ditempuh oleh pemerintah setempat dengan mengacu pada peraturan perundang-undangan
tentang lingkungan hidup yang berlaku. Peningkatan baku mutu terhadap limbah hasil buang
dari industry pabrik menjadikan salah satu cara yang dapat dilakukan oleh pemerintah untuk
mengurangi pencemaran udara. Dalam menekan angka pencemaran udara yang diakibatkan
oleh kendaraan bermotor yang sudah dilakukan oleh pemerintah adalah dengan melakukan
uji emisi berkala terhadap kendaran bermotor yang ada di kota bekasi khususnya kendaraan
umum.
Upaya lainnya yang bagus dan dapat ditempuh adalah dengan memperbanyak
program penghijauaan. penghijauan di perkotaan merupakan salah satu usaha dalam
mengatasi masalah lingkungan, karena tumbuh-tumbuhan sangat bermanfaat untuk
merekayasa masalah lingkungan di perkotaan. Diantaranya dapat merekayasa estetika, selain
memberikan hasil juga dapat mengontrol erosi dari air tanah, mengurangi polusi udara,
menurunkan suhu, mengurangi kebisingan, mengendalikan air limbah. Hal ini menunjukkan

4
Tugas Blok Pengelolaan Lingkungan

bahwa semakin banyak vegetasi yang ditanam di dalam kota semakin besar manfaatnya untuk
peningkatan kualitas lingkungan kota.

KESIMPULAN
Pencemaran bukanlah kiamat tetapi ada baiknya jika kita menyadari bahwa
pencemaran saat ini khususnya di kota bekasi sudah tidak dapat di cegah hanya dapat di
tanggulani. Pencemaran itu sendiri juga banyak yang berawal pada manusia bahkan
mayoritas penyebab pencemaran adalah manusia dalam artian aktivitas manusia yang
berwujud seperti pembakaran, perindustrian yang membuang limbah tanpa di proses terlebih
dahulu, asap kendaraan, inilah yang menyebabkan timbulnya pencemaran lingkungan yang
dapat merusak. Upaya pencegahan yang sistematik, terorganisasi dan terintegrasi dengan baik
antara masayarakat, swasta dan pemerintah merupakan salah satu upaya yang sangat baik
dalam mengurangi pencemaran udara di kota bekasi.

5
Tugas Blok Pengelolaan Lingkungan

DAFTAR PUSTAKA

http://devilaro.blogspot.com/2012/04/pencemaran-di-kota-bekasi.html diakses tanggal 13-1-2013


pukul 13.00 WIB

http://bandung.bpk.go.id/web/files/2012/07/PERDA-BUKU-RPJPD-FINAL-NO.-3.pdf diakses tanggal


13 - 1 – 2013 pukul 13.00 WIB

http://kotabekasi.go.id/files/fck/paparan%20RPJP%20_sekilas%20bekasi.pdf diakses tanggal 13 - 1 –


2013 pukul 13.00 WIB

http://bplh.bekasikota.go.id/read/65/penyebab-polusi-udara diakses tanggal 12-1-2013 pukul 22.46


WIB

http://www.kompasberita.com/2012/01/pencemaran-udara-kota-bekasi-di-ambang-batas/. Diakses
tanggal 12-1-2013 pukul 22.46 WIB

http://bekasikota.go.id/read/9142/diseminasi-draft-raperda-pengendalian-pencemaran-udara-di-
kotabekasi-tahun-2012. diakses tanggal 13 - 1 – 2013 pukul 13.00 WIB

http://id.wikipedia.org/wiki/Pencemaran_udara . Diakses tanggal 12-1-2013 pukul 22.46 WIB

http://www.slideshare.net/CJwithDF/dampak-pencemaran-udara-dan-cara-mengatasi-pencemaran-
udara Diakses tanggal 12-1-2013 pukul 22.46 WIB