Anda di halaman 1dari 2

- 429 -

µm. Laju alir lebih kurang 1,5 ml per menit. Lakukan residu pada suhu 105° sampai bobot tetap. Spektrum
kromatografi terhadap Larutan baku, rekam serapan inframerah residu yang didispersikan dalam
kromatogram dan ukur respons puncak seperti tertera kalium bromida P menunjukkan maksimum hanya
pada Prosedur: simpangan baku relatif pada penyuntikan pada bilangan gelombang yang sama seperti pada
ulang tidak lebih dari 1,0%. Lakukan kromatografi Fenitoin BPFI.
terhadap Larutan kesesuaian sistem, rekam B. Menunjukkan reaksi Natrium seperti tertera pada
kromatogram dan ukur respons puncak seperti tertera Uji Nyala <291>.
pada Prosedur: waktu retensi relatif untuk fenitoin dan
benzoin berturut-turut adalah 1,0 dan 1,3; efisiensi Endotoksin bakteri <201> Mengandung tidak lebih
kolom tidak kurang dari 9400 lempeng teoritis untuk dari 0,3 unit Endotoksin FI per mg Fenitoin natrium.
puncak fenitoin; faktor ikutan tidak lebih dari 1,5 dan
resolusi, R, antara puncak fenitoin dan puncak benzoin pH <1071> Antara 10,0 dan 12,3.
tidak kurang dari 1,5.
Prosedur Suntikkan secara terpisah sejumlah volume Etanol dan Propilenglikol Etanol tidak kurang dari
sama (lebih kurang 20 µl) Larutan baku dan Larutan uji 9,0% dan tidak lebih dari 11,0%; Propilen glikol tidak
ke dalam kromatograf, rekam kromatogram dan ukur kurang dari 37,0% dan tidak lebih dari 43,0%. Lakukan
respons puncak utama. Hitung jumlah dalam mg fenitoin penetapan dengan Kromatografi gas seperti tertera pada
natrium, C15H11N2NaO2, dalam zat yang digunakan Kromatografi <931>.
dengan rumus: Larutan baku internal Pipet 8 ml metanol P dan 20 ml
etilen glikol P ke dalam labu tentukur 100-ml, encerkan
274 , 25 rU dengan air sampai tanda, campur.
2000 C Larutan etanol Pipet 6 ml etanol mutlak P ke dalam
252 , 27 rS labu tentukur 100-ml, encerkan dengan air sampai tanda,
campur.
C adalah kadar Fenitoin BPFI dalam mg per ml Larutan Larutan propilen glikol Pipet 20 ml propilen glikol P
baku; 274,25 dan 252,27 berturut-turut adalah berat ke dalam labu tentukur 100-ml, encerkan dengan air
molekul fenitoin natrium dan fenitoin; rU dan rS berturut- sampai tanda, campur.
turut adalah respons puncak Larutan uji dan Larutan Larutan baku Pipet 10 ml masing-masing Larutan
baku. baku internal, Larutan etanol dan Larutan propilen
glikol ke dalam labu tentukur 100-ml, encerkan dengan
Wadah dan penyimpanan Dalam wadah tertutup rapat. air sampai tanda, campur.
Larutan uji Pipet 5 ml injeksi dan 10 ml Larutan baku
internal ke dalam labu tentukur 100-ml, encerkan
INJEKSI FENITOIN NATRIUM dengan air sampai tanda, campur.
Phenytoin Sodium Injection Sistem kromatografi Lakukan seperti tertera pada
Kromatografi <931>. Kromatograf gas dilengkapi
Injeksi Fenitoin Natrium adalah larutan steril fenitoin dengan detektor ionisasi nyala dan kolom kaca 2,0 mm x
natrium dengan propilen glikol dan etanol dalam air 1,8 m yang berisi bahan pengisi S3 tersilinasi dengan
untuk injeksi, mengandung fenitoin natrium, ukuran partikel 50-80 mesh. Pertahankan suhu kolom
C15H11N2NaO2, tidak kurang dari 95,0% dan tidak lebih pada 140° selama 3 menit, naikkan dengan kenaikan 6º
dari 105,0% dari jumlah yang tertera pada etiket. per menit, hingga 190° pertahankan selama 6 menit.
[Catatan Injeksi jangan digunakan jika keruh dan Fase gerak helium P dengan laju alir lebih kurang 40 ml
terbentuk endapan]. per menit. Pertahankan suhu injektor dan detektor pada
200°. Lakukan kromatografi terhadap Larutan baku
Baku pembanding Fenitoin BPFI; Tidak boleh dengan lima kali penyuntikkan dan rekam kromatogram:
dikeringkan, simpan dalam wadah tertutup rapat. resolusi, R antara metanol dan etanol tidak kurang dari
Endotoksin BPFI; [Perhatian Bersifat pirogenik, 2,0; resolusi, R antara puncak etilen glikol dan puncak
penanganan vial dan isi harus hati-hati untuk propilen glikol tidak kurang dari 3,0 dan simpangan
menghindari kontaminasi]. Rekonstitusi semua isi, baku relatif pada penyuntikkan ulang tidak lebih dari
gunakan larutan dalam waktu 14 hari. Simpan vial yang 2,0%.
belum dibuka dan larutan, dalam lemari pendingin. Prosedur Suntikkan secara terpisah sejumlah volume
sama (lebih kurang 2 l) Larutan baku dan Larutan uji
Identifikasi ke dalam kromatograf, rekam kromatogram dan ukur
A. Pipet sejumlah volume injeksi, setara dengan lebih respons puncak utama. Eluat berturut-turut metanol,
kurang 250 mg fenitoin natrium ke dalam corong pisah etanol, etilen glikol dan propilen glikol. Waktu retensi
yang berisi 25 ml air. Ekstraksi berturut-turut dengan 50- relatif metanol dan etanol, berturut-turut lebih kurang
ml, 30-ml dan 30-ml etil asetat P. Cuci ekstrak dua kali, 1,0 dan 2,2 sedangkan untuk etilen glikol dan propilen
tiap kali dengan 20-ml larutan natrium asetat P (1 dalam glikol berturut-turut lebih kurang 1,0 dan 1,4. Hitung
100). Uapkan gabungan ekstrak etil asetat dan keringkan perbandingan respons relatif untuk puncak etanol
terhadap puncak metanol dan puncak etilen glikol
- 430 -

terhadap puncak propilen glikol. Hitung kadar etanol 274,25 dan 252,27 berturut-turut adalah bobot molekul
dalam persen, dengan rumus: fenitoin natrium dan fenitoin; C adalah kadar Fenitoin
BPFI dalam µg per ml Larutan baku; V adalah volume
RU dalam ml injeksi yang digunakan; rU dan rS berturut-
12 turut adalah respons puncak fenitoin dari Larutan uji dan
RS Larutan baku.

RU dan RS berturut-turut adalah perbandingan respon Wadah dan penyimpanan Dalam wadah dosis tunggal
puncak etanol terhadap metanol dalam Larutan uji dan atau dosis ganda, sebaiknya dari kaca Tipe I, pada suhu
Larutan baku. Hitung kadar propilen glikol dalam ruang terkendali.
persen, dengan rumus:

RU KAPSUL FENITOIN NATRIUM


40
RS Phenytoin Sodium Capsule

Kapsul Fenition Natrium mengandung Fenition Natrium,


R’U dan R’S berturut-turut adalah perbandingan respons
C15H11N2NaO2, tidak kurang dari 95,0% dan tidak lebih
puncak propilen glikol terhadap etilen glikol dalam
dari 105,0% dari jumlah yang tertera pada etiket.
Larutan uji dan Larutan baku.
Baku pembanding Fenitoin BPFI; lakukan pengeringan
Bahan partikulat <751> Memenuhi syarat seperti
pada suhu 105° selam 4 jam sebelum digunakan.
tertera pada Injeksi volume kecil.
Fenitoin Natrium BPFI; lakukan pengeringan pada suhu
105° selama 4 jam sebelum digunakan.
Syarat lain Memenuhi syarat seperti tertera pada Injeksi.
Identifikasi
Penetapan kadar Lakukan penetapan kadar dengan cara
A. Isi kapsul menunjukkan reaksi seperti tertera pada
Kromatografi cair kinerja tinggi seperti tertera pada
Identifikasi cara A dalam Fenotoin Natrium.
Kromatografi <931>.
B. Isi kapsul menunjukkan reaksi nyala api Natrium
Fase gerak Buat campuran metanol P-air (55:45).
seperti tertera pada Uji Identifikasi Umum <291>.
Saring dan awaudarakan. Jika perlu lakukan penyesuaian
menurut Kesesuaian sistem seperti tertera pada
Disolusi <1231>
Kromatografi <931>.
Media disolusi: 900 ml air.
Larutan baku Timbang saksama sejumlah Fenitoin
Alat tipe 1: 50 rpm.
BPFI, larutkan dan encerkan dengan Fase gerak, hingga
Waktu: 30 menit.
kadar lebih kurang 230µg per ml.
Prosedur Lakukan penetapan jumlah C15H11N2NaO2,
Larutan uji Ukur saksama sejumlah volume injeksi
yang terlarut dengan mengukur serapan alikuot, jika
setara dengan lebih kurang 250 mg fenitoin natrium,
perlu encerkan dengan Media disolusi dan larutan baku
encerkan secara kuantitatif dan jika perlu bertahap
Fenition Natrium BPFI yang sudah diketahui kadarnya
dengan Fase gerak hingga kadar fenitoin natrium lebih
dalam media yang sama pada panjang gelombang
kurang 250 µg per ml.
serapan maksimum lebih kurang 258 nm.
Sistem kromatografi Lakukan seperti tertera pada
Toleransi Dalam waktu 30 menit harus larut tidak
Kromatografi <931>. Kromatograf cair kinerja tinggi
kurang dari 85% (Q) C15H11N2NaO2, dari jumlah yang
dilengkapi dengan detektor 254 nm dan kolom 3,9 mm x
tertera pada etiket.
25 cm yang berisi bahan pengisi L1. Laju alir lebih
kurang 1,5 ml per menit. Lakukan kromatografi terhadap
Keseragaman sediaan <911> Memenuhi syarat.
Larutan baku, rekam kromatogram dan ukur respons
Prosedur untuk keseragaman kandungan
puncak seperti tertera pada Prosedur: simpangan baku
Fase gerak dan Sistem kromatografi Lakukan seperti
relatif puncak pada penyuntikan ulang tidak lebih dari
tertera pada Penetapan kadar.
2,0% dan faktor ikutan puncak tidak lebih dari 2,0.
Larutan baku Timbang saksama sejumlah Fenitoin
Prosedur Suntikkan secara terpisah sejumlah volume
BPFI, larutkan dan encerkan dengan Fase gerak hingga
sama (lebih kurang 20 l) Larutan baku dan Larutan uji
diperoleh larutan dengan kadar per ml yang mengandung
ke dalam kromatograf, rekam kromatogram dan ukur
fenitoin setara dengan 0,009 kali jumlah fenitoin natrium
respons puncak utama. Hitung jumlah dalam mg fenitoin
per kapsul yang tertera pada etiket.
natrium, C15H11N2NaO2, per ml injeksi dengan rumus:
Larutan uji Gunakan sebagian dari 55 ml metanol P,
untuk memindahkan secara kuantitatif isi 1 kapsul ke
274 , 25 C rU dalam labu tentukur 100-ml. Tambahkan sisa metanol ke
252 , 27 V rS dalam labu tentukur dan sonikasi selama 5 menit.
Tambahkan 40 ml air dan dinginkan hingga suhu ruang.
Encerkan dengan air sampai tanda. Saring melalui