Anda di halaman 1dari 4

TERM OF REFERENCE (TOR)

KERANGKA ACUAN SUPERVISI RUMAH SAKIT” SULTAN HADLIRIN’ JEPARA


TAHUN 2016

Program Program Pelayanan keperawatan pelayanan RSI” Sultan


Hadlirin” Jepara yang berkesinambungan selama 24 jam terus-
menerus, untuk memberikan pelayanan yang bermutu perlu
dukungan sumber-sumber antara lain Sumber Daya Manusia,
standar pelayanan dan fasilitas yang memadai
Tujuan Program Swansburg& Swansburg (1999) menyatakan bahwa tujuan
supervisi keperawatan antara lain:
1. memperhatikan anggota unit organisasi disamping itu
area kerja dan pekerjaan itu sendiri.
2. memperhatikan rencana, kegiatan dan evaluasi dari
pekerjaannya.
3. meningkatkan kemampuan pekerjaan melalui orientasi,
latihan dan bimbingan individu sesuai kebutuhannya serta
mengarahkan kepada kemampuan ketrampilan
keperawatan
Latar Belakang , selama 24 jam kepada pasien. Dalam hal ini Kepala
Bidang Perawatan harus dapat mengelola dan mengkoordinir
pelayanan keperawatan secara terus menerus selama 24
jam, Namun Kepala Bidang Keperawatan tidak selalu berada
di pelayanan apalagi pada sore, malam dan hari libur, maka
dalam pelaksanaan penerapan kebijakan keperawatan
dibutuhkan seseorang yang mampu melaksanakan program
tersebut agar mutu pelayanan sesuai dengan tuntutan
pelanggan.
Perawat Supervisi adalah jabatan non structural di
jajaran keperawatan dibawah koordinasi kepala bidang
perawatan.
Perawat supervisi bertugas untuk melakukan
perencanaan, pengorganisasian, monitoring tentang
pelayanan keperawatan pada saat kepala bidang
Keperawatan tidak ada (sore, malam, dan hari libur) serta
akan melaporkan hasil kegiatannya kepada kepala bidang
perawatan,
Berdasarkan hal tersebut maka
penunjukan/pengangkatan Petugas Piket Perawatan/supervisi
harus dipersiapkan dan disusun kebijakan sebagai protocol
tetap dalam penunjukan/pengangkatan Petugas Piket
Perawatan/Supervisi..

Kegiatan Pelayanan Bidang keperawatan 24 jam


Tujuan kegiatan 1.Untuk mengatur dan mengorganisasi proses pemberian
pelayanan keperawatan yang menyangkut pelaksanaan
kebijakan pelayanan keperawatan tentang staf dan SOP
2..Menilai dan memperbaiki factor-faktor yang mempengaruhi
proses pemberian pelayanan asuhan keperawatan
3. .Briggs, mengungkapkan bahwa fungsi utama supervisi
dalam keperawatan ialah mengkoordinasi, menstimuli dan
mendorong kearah peningkatan kwalitas asuhan keperawatan

Cara Pelaksanaan Individual Technic


Kegiatan - Pertemuan percakapan pribadi dengan staf secara
informal/formal
- Observasi ke bangsal
- Intervisite
- Penilaian diri sendiri (self evaluation)
- Group Technic
Dilakukan dengan kelompok staf/pelaksana keperawatan
dalam memecahkan permasalahan yang dirasakan dan
dihadapi. Melalui pre confrene dan post confrene,
ronde keperawatan, pertemuan staf, tukar-menukar
pengalaman, demontrasi dan diskusi

Tempat dan Waktu . RSI” Sultan Hadlirin” Jepara


Pelaksanaan Kegiatan SIANG MALAM HARI BESAR/LIBUR
Indikator Kinerja Setiap sasaran dan target dilaksanakan sesuai dengan pola
yang disepakati berdasarkan struktur dan hirearki tugas.
Sasaran atau objek dari supervisi adalah pekerjaan yang
dilakukan oleh bawahan, serta bawahan yang melakukan
pekerjaan. Jika supervisi mempunyai sasaran berupa
pekerjaan yang dilakukan, maka disebut supervisi langsung,
sedangkan jika sasaran berupa bawahan yang melakukan
pekerjaan disebut supervisi tidak langsung. Tujuan utamanya
adalah untuk meningkatkan kinerja pekerjaan yang
dilakukan oleh bawahan (Suarli dan Bachtiar, 2009)
Sasaran yang harus dicapai dalam pelaksanaan supervisi
antara lain:pelaksanaan tugas keperawatan, penggunaan alat
yang efektif dan ekonomis, system dan prosedur yang tidak
menyimpang, pembagian tugas dan wewenang,
penyimpangan/penyeleengan kekuasaan, kedudukan dan
keuangan (Suyanto,2008)

Maksud dan Tujuan Terjaringnya dan terlaksananya pelayanan/tindakan langsung


pada penderita kusta baru, mantan penderita kusta, suspect
kusta dan kontak di 18 kota/kab eks karesidenan kediri.
Di Tahun 2014 sebanyak 458 pasien kusta yang mengikuti
kegiatan kusta keliling. Jumlah pasien laki-laki sebanyak 250
pasien dan jumlah pasien perempuan sebanyak 208 pasien.
Target penderita kusta dan suspect penderita kusta yang
terlayani di Tahun 2015 sebanyak 400 pasien. Dengan jumlah
pasien laki-laki sebanyak 225 pasien dan pasien perempuan
sebanyak 175 pasien.

Rencana Anggaran DPA 2014 Rp 252.000.000


Biaya

Pelaksana dan Kuasa Pengguna Anggaran


Penanggung Jawab Kepala UPT. RS. KUSTA Kediri

dr. NUR SITI MAIMUNAH


NIP.
Pengguna Anggaran
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur

.....
...........