Anda di halaman 1dari 8

BAB III

METODE PENELITIAN

3.1 Jenis dan Desain Penelitian

Jenis penelitian yang akan digunakan adalah deskriptif analitik dengan

pendekatan cross sectional yaitu suatu penelitian untuk memepelajari

dinamika korelasi antara masalah dengan efek, dengan cara pendekatan,

observasi atau pengumpulan data sekaligus pada suatu saat (point time

approach). Dimana data yang menyangkut variabel independen pendidikan,

konsumsi makanan kariogenik, kebiasaan gosok gigi dan dependen karies gigi

(Notoatmodjo, 2012).

3.2 Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini akan dilakukan di TK Twin Course Parit Kecamatan Koto

Balingka Kabupaten Pasaman Barat pada bulan Desember – Januari Tahun

2019.

3.3 Populasi dan Sampel

3.3.1 Populasi

Populasi menjelaskan secara spesifik tentang siapa atau golongan

mana yang menjadi sasaran penelitian (Notoatmodjo, 2012). Populasi

yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh ibu dan anak

TK Twin Course Parit Kecamatan Koto Balingka Kabupaten Pasaman

Barat sebanyak 51 orang.

41
3.3.2 Sampel

Sampel adalah sebagian dari populasi yang diteliti dan dianggap

mewakili seluruh populasi (Notoadmojo, 2012). Teknik sampel

diambil dengan cara total populasi. Jadi jumlah sampel didapatkan

sebanyak 51 orang. Adapun kriteria sampel sebagai berikut:

a. Kriteria Inklusi

Kriteria inklusi adalah kriteria atau ciri-ciri yang perlu dipenuhi

oleh setiap anggota populasi yang dapat diambil sebagai sampel

(Notoadmojo, 2012).

1) Seluruh ibu dan anak TK Twin Course Parit.

2) Bersedia diwawancarai.

b. Kriteria Eksklusi

Kriteria eksklusi adalah ciri-ciri anggota populasi yang tidak dapat

diambil sebagai sampel (Notoadmojo, 2012).

1) Ibu dan anak yang sedang sakit.

2) Ibu dan anak yang tidak kooperatif pada saat penelitian

berlangsung.

3.4 Etika Penelitian

Menurut Notoadmojo (2012), etika penelitian adalah sebagai berikut :

3.4.1 Informed Consent (Format persetujuan)

Informed consent diberikan sebelum melakukan penelitian.

Informed consent ini berupa lembar persetujuan untuk menjadi

responden. Lembar persetujuan ini diberikan agar responden mengetahui

42
maksud dan tujuan penelitian. Jika responden bersedia diteliti, responden

harus menandatangani persetujuan tersebut, jika responden tidak

bersedia maka peneliti harus menghormati hak responden.

3.4.2 Anonimity (Tanpa nama)

Peneliti hanya menuliskan kode pada lembar pengumpulan data

tersebut.

3.4.3 Confidentiality (Kerahasiaan)

Kerahasian informasi yang telah dikumpulkan dijamin kerahasian

oleh peneliti, hanya kelompok data tertentu yang dilaporkan dalam hasil

penelitian.

3.5 Teknik Pengumpulan Data

Menurut Hidayat (2013) cara yang akan digunakan untuk pengumpulan

data terdiri dari dua yaitu:

3.5.1 Data Primer

Data primer yang digunakan dalam penelitian ini adalah data yang

diperoleh dari pengisian kuesioner oleh responden. Pengisian kuesioner

dengan cara mengisi identitas dan menjawab pertanyaan pada kuesioner

dengan cara menyilang atau menceklis jawaban yang benar menurut

responden melalui wawancara terpimpin.

3.5.2 Data Sekunder

Data sekunder di peroleh dari laporan Dinas Kesehatan Kabupaten

Pasaman Barat.

43
3.6 Teknik Pengolahan Data

Menurut Notoatmodjo (2012), pengolahan data dilakukan setelah

pengumpulan data selesai dilakukan. Terdapat beberapa langkah yang akan

digunakan dalam pengolahan dengan menggunakan komputer yaitu :

1. Editing

Tahap ini peneliti melakukan pengecekan dan perbaikan isian

kuesioner, apakah jawaban responden sudah lengkap, jelas, relevan dan

jawabanya konsisten sehingga apabila terjadi kesalahan atau kekurangan

maka upaya pembenaran dapat dilakukan segera. Pada tahap ini peneliti

juga menghitung banyaknya lembaran daftar pertanyaan yang telah diisi

untuk mengetahui apakah sesuai dengan jumlah yang telah ditentukan.

Jumlah lembaran kuesioner yang dikumpulkan dari responden sesuai

dengan jumlah kuesioner saat dibagikan pada responden.

2. Coding

Setelah semua kuesioner diedit atau disunting. Selanjutnya peneliti

melakukan pengkodean atau coding, yakni mengubah bentuk kalimat atau

huruf menjadi data atau angka bilangan.

3. Entry Data

Setelah semua jawaban diberi kode, kemudian kode jawaban

dimasukkan ke dalam master tabel dengan menghitung frekwensi data,

kemudian dilakukan pengolahan data dengan menggunakan sistim

komputerisasi.

44
4. Cleaning

Apabila semua data dari setiap sumber data atau responden selesai

dimasukkan, perlu dicek kembali untuk melihat kemungkinan-

kemungkinan adanya kesalahan-kesalahan kode. Ketidaklengkapan dan

sebagainya, kemudian dilakukan pembetulan atau koreksi.

5. Tabulating

Tabel ini digunakan untuk memaparkan sekaligus variabel hasil

observasi, survei atau penelitian sehingga data mudah dibaca dan

dimengerti.

3.7 Teknik Analisis Data

Menurut Notoatmodjo (2012), data yang telah diolah baik pengolahan

maupun menggunakan komputer, tidak akan ada maknanya tanpa dianalisa.

Menganalisa data tidak sekedar mendeskripsikan dan menginterprestasikan

data yang telah diolah.

1. Analisa Univariat

Analisa univariat dilakukan dengan cara mencari ditribusi frekuensi

setiap variabel penelitian untuk mengetahui proporsi atau gambaran dari

variabel independen maupun variabel dependen.

2. Analisa Bivariat

Analisis ini digunakan untuk melihat hubungan dua variabel yaitu

variabel independen dengan variabel dependen. Untuk mengetahui

hubungan tersebut digunakan uji chi-square. Untuk kemaknaan hasil

perhitungan statistik digunakan batas kemaknaan 0,05. Penolakan

45
hipotesis bila p-value <0,05, artinya terdapat hubungan yang bermakna

(H0 ditolak). Sedangkan apabila p-value >0,05 artinya tidak ada hubungan

yang bermakna (H0 gagal ditolak).

3.8 Kerangka Konsep

Kerangka konsep merupakan model konseptual yang berkaitan dengan

bagaimana seorang peneliti menyusun teori atau menghubungkan secara logis

beberapa faktor yang dianggap penting untuk masalah (Hidayat, 2013).

Dasar penelitian ini dapat digambarkan sebagai berikut :

Variabel Independen Variabel Dependen

Pendidikan Ibu

Makanan kariogenik anak Karies gigi

Kebiasaan gosok gigi anak

Bagan 3.1 Kerangka Konsep


Faktor – faktor yang berhubungan dengan kejadian karies gigi pada
anak TK Twin Course Parit Kecamatan Koto Balingka Kabupaten
Pasaman Barat Tahun 2018

3.9 Hipotesis Penelitian

Menurut Notoadmojo (2012) Hipotesis adalah sebuah pernyataan

tentang sesuatu yang diduga atau hubungan yang diharapkan antara dua

variabel atau lebih yang dapat diuji secara empiris. Biasanya hipotesis terdiri

dari pernyataan terhadap adanya atau tidak adanya hubungan antara dua

46
variabel, yaitu variabel bebas (independent variables) dan variabel terikat

(dependent variables).

Ha : Ada hubungan pendidikan ibu dengan kejadian karies gigi pada anak

TK Twin Course Parit Kecamatan Koto Balingka Kabupaten

Pasaman Barat Tahun 2018

Ha : Ada hubungan konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian karies

gigi pada anak TK Twin Course Parit Kecamatan Koto Balingka

Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2018

Ha : Ada hubungan kebiasaan gosok gigi dengan kejadian karies gigi

pada anak TK Twin Course Parit Kecamatan Koto Balingka

Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2018

Ho : Tidak ada hubungan pendidikan ibu dengan kejadian karies gigi pada

anak TK Twin Course Parit Kecamatan Koto Balingka Kabupaten

Pasaman Barat Tahun 2018

Ho : Tidak ada hubungan konsumsi makanan kariogenik dengan kejadian

karies gigi pada anak TK Twin Course Parit Kecamatan Koto

Balingka Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2018

Ho : Tidak ada hubungan kebiasaan gosok gigi dengan kejadian karies

gigi pada anak TK Twin Course Parit Kecamatan Koto Balingka

Kabupaten Pasaman Barat Tahun 2018

47
3.10 Definisi Operasional

Tabel 3.1
Defenisi Operasional

Skala
Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Cara Ukur Hasil Ukur
Ukur
Variabel
Independen
Karies gigi Karies gigi adalah a. Lembar Pemeriksaan 1. Karies gigi. Ordinal
penyakit jaringan gigi observasi fisik 2. Tidak karies
yang ditandai dengan b. Penlight gigi
kerusakan jaringan
dimulai dari
permukaan gigi (Tarigan, 2013)
meluas ke pulpa
Variabel
Dependen
Pendidikan Sekolah / jenjang Kuisioner Wawancara 1 = Rendah, jika Ordinal
Ibu
pendidikan formal < SMA
tertinggi yang 2 = Tinggi, jika
ditamatkan > SMA
responden.
(Notoadmojo,
2012)
Konsumsi
makanan
Karakteristik dan Kuisioner Wawancara 1 = Berisiko, Ordinal
kariogenik jika > mean/
frekuensi
anak makanan manis yang median
dikonsumsi oleh 2 = Tidak
responden. Berisiko, jika <
mean/ median

(Tarigan, 2013)
Kebiasaan Tingkah laku dalam Kuisioner Wawancara 1 = Kurang Ordinal
gosok gigi membersihkan gigi baik, jika <
anak dari sisa-sisa mean/ median
2 = Baik, jika >
makanan yang
mean/ median
dilakukan terus
menerus (Tarigan, 2013)

48