Anda di halaman 1dari 5

Volume 2 Nomor 1 Januari 2013 KONSELOR | Jurnal Ilmiah Konseling

http://ejournal.unp.ac.id/index.php/konselor
hlm.
Info Artikel:
Diterima 04/02/2013
Direvisi 14/02/2013
Dipublikasikan 01/03/2013

KERJASAMA GURU BIMBINGAN DAN KONSELING DENGAN


GURU MATA PELAJARAN DALAM MENGEMBANGKAN
CARA BELAJAR SISWA

Melisa Adriani1), Khairani2), Indah Sukmawati3)

Abstract Effective guidance services need cooperation of BK teachers with other personnel at the
school. In fact, it’s still less cooperation BK teachers with subject teachers in BK services at the
schools. This study aims to reveal cooperation the BK teacher with subject teachers in developing
the way of learning student. Forms of quantitative research is descriptive type. The results revealed
that BK teacher cooperation with subject teachers in developing the way of learning student good
average.

Keywords: cooperation; way of learning; BK teacher; subject teachers

PENDAHULUAN Perlunya kerjasama yang baik antara guru


BK di sekolah dengan guru mata pelajaran
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dikarenakan guru mata pelajaran merupakan
dituntut untuk mampu menyiapkan siswa-siswa orang yang sering bertatap muka dengan siswa
yang mandiri, yang siap diterjunkan ke lapangan di kelas. Dengan demikian, guru mata pelajaran
kerja dan memiliki sikap profesional. Oleh memiliki kesempatan yang lebih banyak untuk
karena itu, siswa sebagai subjek didik mengetahui sikap, kemampuan, bakat, minat,
diharapkan mampu mengembangkan potensi dan cara belajar siswa. Menurut Dewi Justitia
dirinya seoptimal mungkin agar dapat (1994:45) guru BK dapat memberikan dorongan
memperoleh hasil belajar yang tinggi. agar siswa mampu mengikuti proses belajar
Dalam rangka meningkatkan mutu dengan baik, dapat menangani keluhan yang
pendidikan kejuruan, salah satu masalah yang dialami siswa dalam proses belajarnya serta
harus mendapat perhatian adalah masalah cara mampu menyusun perencanaan layanan yang
belajar siswa. Hal itu disebabkan mengingat sesuai untuk mengatasi masalah tersebut.
keberhasilan pencapaian tujuan belajar tidak Untuk mengetahui bagaimana cara belajar
hanya semata-mata ditentukan oleh faktor siswa maka dibutuhkan informasi dan data dari
kurikulum melainkan juga ditentukan oleh faktor guru mata pelajaran. Abu Ahmadi (1990:98)
cara belajar siswa. menambahkan guru mata pelajaran mempunyai
Untuk mengembangkan cara belajar siswa tanggung jawab untuk melihat segala sesuatu
di sekolah maka diperlukan kerjasama antara yang terjadi dalam kelas untuk membantu proses
guru BK dengan guru mata pelajaran di sekolah. perkembangan peserta didik, berarti guru juga
Sebagaimana yang dijelaskan oleh Dewa Ketut mempunyai peranan dalam melihat dan
Sukardi (2000:113) pelayanan yang diberikan memperhatikan bagaimana perkembangan
oleh guru BK terhadap siswa dapat berjalan siswanya.
secara efektif, maka guru BK memerlukan Permasalahan yang ditemukan di sekolah
bantuan dan kerjasama dengan seluruh tenaga adalah guru mata pelajaran kurang
pengajar dan tenaga kependidikan lainnya di mengidentifikasi siswa yang mempunyai cara
sekolah khususnya dengan guru mata pelajaran. belajar yang buruk dalam proses belajar di

1
Melisa Adriani (1), Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri
Padang, email: mel154adr14n1@gmail.com
2
Khairani (2), Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang
3
Indah Sukmawati (3), Jurusan Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri
Padang
16
©2012oleh Jurusan Bimbingan dan Konseling FIP UNP
Hak Cipta Dilindungi Undang-undang
17

sekolah dan guru BK jarang menanyakan cara


belajar siswa dalam proses belajar di kelas Katego
kepada guru mata pelajaran dikarenakan tidak No Sub variabel % ri
semua guru mata pelajaran yang
mengkonsultasikan permasalahan cara belajar
siswa di kelas kepada guru BK.
Berdasarkan data yang ditemukan, maka 1. Wawasan guru 72,89 B
rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu
mata pelajaran
bagaimana kerjasama guru BK dengan guru
mata pelajaran dalam mengembangkan cara mengenai perannya
belajar siswa di SMK N 1 Sawahlunto. sebagai
Penelitian ini bertujuan untuk
pembimbing di
mendeskripsikan (1) wawasan guru mata
pelajaran mengenai perannya sebagai sekolah
pembimbing di sekolah, (2) mendeskripsikan
kerjasama guru BK dengan guru mata pelajaran 2. Mengembangkan 70,98 B
dalam mengembangkan cara belajar siswa dalam cara belajar siswa
hal persiapan belajar siswa, (3) mendeskripsikan
dalam hal persiapan
kerjasama guru BK dengan guru mata pelajaran
dalam mengembangkan cara belajar siswa dalam belajar siswa
hal mengikuti pelajaran, (4) mendeskripsikan
kerjasama guru BK dengan guru mata pelajaran 3. Mengembangkan 75,27 B
dalam mengembangkan cara belajar siswa dalam cara belajar siswa
hal sebelum mengikuti ujian dan
dalam hal
menindaklanjuti hasil ujian siswa.
mengikuti pelajaran
METODOLOGI
4. Mengembangkan 67,57 B
Penelitian ini berbentuk penelitian cara belajar siswa
kuantitatif dengan jenis deskriptif. Data
penelitian ini berasal dari seluruh guru BK dan dalam hal persiapan
guru mata pelajaran di SMK N 1 Sawahlunto. sebelum mengikuti
Subjek dalam penelitian ini adalah seluruh guru ujian dan
BK dan guru mata pelajaran yang berjumlah 74
menindaklanjuti
orang. Alat pengumpul data berbentuk angket
dan pedoman wawancara. Prosedur yang hasil ujian
ditempuh dalam pengumpulan data adalah
dengan mengadministrasikan angket kepada Rata-rata 71,67 B
subjek penelitian. Data yang telah terkumpul
akan dianalisis dengan menggunakan teknik
persentase. Dari tabel di atas, dapat dilihat bahwa
kerjasama guru BK dengan guru mata pelajaran
HASIL dalam mengembangkan cara belajar siswa rata-
rata di kategori baik.
Rekapitulasi secara keseluruhan mengenai Berdasarkan hasil wawancara yang
kerjasama guru BK dengan guru mata pelajaran dilakukan diperoleh keterangan bahwa secara
dalam mengembangkan cara belajar siswa dapat umum guru BK telah melaksanakan kerjasama
dilihat pada tabel di bawah ini: dengan guru mata pelajaran di sekolah, namun
masih terdapat dalam beberapa hal dari
Tabel. Kerjasama guru BK dengan guru mengembangkan cara belajar siswa dalam
mata pelajaran dalam mengembangkan persiapan belajar siswa, mengikuti pelajaran,
cara belajar siswa dan dalam hal persiapan sebelum mengikuti
ujian dan menindaklanjuti hasil ujian masih

KONSELOR | Jurnal Ilmiah Konseling Volume 2 Nomor 1 Januari 2013


18

terlihat kurangnya kerjasama guru BK dengan Dari pendapat yang telah dikemukakan
guru mata pelajaran di sekolah. dipahami bahwa guru mata pelajaran
Pembahasan ini dilakukan berdasarkan mempunyai peran yang besar dalam rangka
pertanyaan penelitian yaitu begaimana wawasan membantu terlaksananya kegiatan-kegiatan
guru mata pelajaran mengenai perannya sebagai bimbingan dan konseling di sekolah. Namun
pembimbing di sekolah, bagaimana kerjasama berdasarkan data yang diperoleh belum semua
guru BK dengan guru mata pelajaran dalam guru mata pelajaran yang memahami perannya
mengembangkan cara belajar siswa dalam hal sebagai pembimbing di sekolah. Padahal untuk
persiapan belajar siswa, mengikuti pelajaran, meningkatkan pelayanan bimbingan dan
dan dalam hal persiapan sebelum mengikuti konseling di sekolah guru mata pelajaran
ujian dan menindaklanjuti hasil ujian di sekolah. mempunyai andil dalam kesuksesan bimbingan
a. Wawasan guru mata pelajaran mengenai dan konseling.
peran sebagai pembimbing di sekolah
b. Mengembangkan Cara Belajar Siswa dalam
Berdasarkan hasil analisis yang telah hal Persiapan Belajar Siswa.
dilakukan, terungkap bahwa sebagian besar guru
mata pelajaran sudah memahami perannya Berdasarkan hasil analisis yang telah
sebagai pembimbing di sekolah. Ini artinya dilakukan, terungkap bahwa belum semua guru
masih ada beberapa guru mata pelajaran yang mata pelajaran yang terlibat dalam melakukan
kurang memahami perannya sebagai kerjasama dengan guru BK di sekolah dalam hal
pembimbing di sekolah. Hal ini terlihat pada persiapan belajar siswa. Hal ini sesuai dengan
aspek partisipasi guru mata pelajaran dalam informasi yang diperoleh dari hasil wawancara
kegiatan khusus penanganan masalah siswa di dengan guru BK diketahui bahwa tidak semua
sekolah berada pada kategori cukup baik. guru mata pelajaran yang terlibat di dalam
Padahal menurut Prayitno (2003:1) guru mata melakukan kerjasama dengan guru BK dalam
pelajaran diharapkan memiliki komitmen yang mengembangkan cara belajar siswa dalam hal
tinggi dalam kegiatan khusus penanganan persiapan belajar.
masalah siswa demi tertanganinya kasus dengan Ini berarti guru mata pelajaran secara
baik dan tuntas. pribadi sudah memahami perannya sebagai
Prayitno (1997:39-40) menjelaskan pembimbing dalam mengembangkan cara
peranan guru mata pelajaran sebagai belajar siswa dalam hal persiapan belajar dengan
pembimbing yang dilakukan di sekolah adalah baik namun dalam melakukan kerjasama dengan
(1)Membantu memasyarakatkan pelayanan guru BK di sekolah belum terorganisasi dan
bimbingan dan konseling kepada siswa, (2) terintegrasi dengan baik seperti mendiskusikan
Membantu konselor mengidentifikasi siswa- tentang strategi yang digunakan untuk
siswa yang memerlukan layanan bimbingan dan meningkatkan minat belajar siswa dan
konseling, serta pengumpulan data tentang menginformasikan kepada guru BK tentang
siswa-siswa tersebut, (3) Mengalih tangankan kurangnya kesadaran siswa dalam
siswa yang memerlukan pelayanan bimbingan mempersiapkan peralatan belajar.
dan konseling kepada guru BK, (4) Menerima Dalam hal ini terlihat bahwa kurangnya
alih tangan siswa dari guru BK yang komunikasi antara guru BK dengan guru mata
memerlukan pelayanan pengajar/latihan khusus, pelajaran. Padahal seharusnya menurut Idris
(5) Memberikan kesempatan dan kemudahan Agus (dalam Roza Fitri, 2011:21) guru BK
kepada siswa yang memerlukan diharapkan selalu berkonsultasi dengan guru
layanan/kegiatan bimbingan dan konseling tentang keadaan atau kondisi siswa terutama
untuk mengikuti/menjalani layanan/kegiatan dengan guru mata pelajaran. Sehingga menurut
yang dimaksudkan itu, (6) Berpartisipasi dalam Soetjipto dan Raflis Kosasi (1994:98) guru BK
kegiatan khusus penanganan masalah siswa, dapat meneliti kesulitan dan kemajuan siswa
seperti konferensi kasus, (7) Membantu serta dapat menilai hasil kemajuan belajar siswa
pengumpulan informasi yang diperlukan dalam di kelas. Dengan demikian, guru BK dapat
rangka penilaian pelayanan bimbingan dan menentukan layanan apa yang dapat diberikan
konseling serta upaya tindak lanjutnya. kepada siswa agar dapat lebih optimal
mempersiapkan diri dalam belajar.

KONSELOR | Jurnal Ilmiah Konseling Volume 2 Nomor 1 Januari 2013


19

yang dialih tangankan oleh guru mata pelajaran


c. Mengembangkan Cara Belajar Siswa dalam kepada guru BK adalah siswa yang belum
hal mengikuti pelajaran. menghadap guru mata pelajaran untuk
melakukan remedial. Sedangkan siswa yang
Berdasarkan hasil analisis yang telah sudah menghadap guru mata pelajaran, langsung
dilakukan, terungkap bahwa belum semua guru diberikan remedial oleh guru yang bersangkutan,
mata pelajaran yang terlibat melakukan tanpa adanya penanganan awal oleh guru BK.
kerjasama dengan guru BK dalam hal mengikuti Padahal menurut Prayitno dan Erman Amti
pelajaran. Hal ini sesuai dengan informasi yang (2004:279) menjelaskan bahwa kegagalan-
diperoleh dari hasil wawancara dengan guru BK kegagalan yang dialami siswa dalam belajar
diketahui bahwa kerjasama guru BK dengan tidak selalu disebabkan oleh kebodohan atau
guru mata pelajaran belum sepenuhnya baik. rendahnya inteligensi, tetapi sering kegagalan itu
Dimana dalam mengembangkan cara belajar terjadi disebabkan mereka tidak mendapat
siswa dalam hal mengikuti pelajaran, guru mata layanan bimbingan yang memadai.
pelajaran belum sepenuhnya berkoordinasi Dalam melaksanaan pengajaran perbaikan
dengan guru BK. guru mata pelajaran biasanya meminta siswa
Dari informasi yang diperoleh diketahui untuk mengulang kembali materi yang telah
bahwa tidak semua guru mata pelajaran yang diberikan, setelah itu diberikan lagi ujian kepada
memberikan data atau keterangan kepada guru siswa, tanpa adanya pengulasan materi dari guru
BK di sekolah, seperti mengalih tangankan yang bersangkutan. Dan untuk pemberian
siswa yang sulit konsentrasi saat belajar kepada pengajaran perbaikan diluar jam pelajaran
guru BK setelah diberikan bantuan, biasanya guru BK juga jarang
mendiskusikan dengan guru BK strategi untuk mengkomunikasikan dengan guru mata
meningkatkan konsentrasi siswa dalam belajar pelajaran karena adanya sistim full days di
dan bekerjasama dengan guru BK meningkatkan sekolah, sehingga tidak adanya pemberian
keterampilan siswa bertanya dan mencatat di bantuan diluar jam pelajaran sekolah.
dalam kelas. Sehingga dalam mengembangkan Jadi dapat disimpulkan bahwa kerjasama
cara belajar siswa dalam hal mengikuti guru BK dengan guru mata pelajaran belum
pelajaran, guru BK memberikan materi yang sepenuhnya optimal dimana masih kurangnya
telah diprogramkan sendiri tanpa adanya koordinasi dan integrasi antara guru BK dengan
sosialisasi dengan guru mata pelajaran. guru mata pelajaran dalam mengembangkan cara
Seharusnya menurut Prayitno (1996:39) belajar siswa dalam hal sebelum mengikuti ujian
agar dapat memantapkan hasil belajar guru mata dan menindaklanjuti hasil ujian siswa.
pelajaran diharapkan dapat memberikan data
kepada guru BK yang dapat dijadikan bahan SIMPULAN
untuk mengembangkan sikap dan kebiasaan
belajar siswa. Dengan demikian guru BK dapat Berdasarkan hasil penelitian mengenai
mengembangkan sikap dan kebiasaan belajar kerjasama guru BK dengan guru mata pelajaran
siswa yang baik sehingga cara siswa mengikuti dalam mengembangkan cara belajar siswa di
pelajaran dapat maksimal. SMK N 1 Sawahlunto, diperoleh kesimpulan
sebagai berikut: wawasan guru mata pelajaran
d. Mengembangkan cara belajar siswa dalam mengenai peran sebagai pembimbing di sekolah
hal sebelum mengikuti ujian dan secara umum telah dapat dikategorikan baik,
menindaklanjuti hasil ujian. kerjasama guru BK dengan guru mata pelajaran
dalam mengembangkan cara belajar siswa dalam
Berdasarkan hasil analisis yang telah hal membentuk persiapan belajar siswa pada
dilakukan, terungkap bahwa belum semua guru aspek persiapan mental dan kondisi eksternal
mata pelajaran yang terlibat dalam secara umum sudah terlaksana dengan baik.
mengembangkan cara belajar siswa dalam hal Selanjutnya kerjasama guru BK dengan
sebelum mengikuti ujian dan menindaklanjuti guru mata pelajaran dalam mengembangkan cara
hasil ujian. belajar siswa dalam hal meningkatkan cara
Hasil wawancara dengan guru BK siswa mengikuti pelajaran pada aspek,
diperoleh keterangan bahwa selama ini siswa mengulang materi pelajaran, aktifitas selama

KONSELOR | Jurnal Ilmiah Konseling Volume 2 Nomor 1 Januari 2013


20

mengikuti pelajaran, serta memantapkan materi Menengah Pertiwi 1 Padang (Tesis


pelajaran secara umum sudah terlaksana dengan S2 Pascasarjana). Padang: UNP
baik, dan kerjasama guru BK dengan guru mata Prayitno. 1996. Pengelola BK Buku Materi
pelajaran dalam mengembangkan cara belajar Penataran Calon Instruktur BK
siswa dalam hal sebelum mengukuti ujian dan Menengah Umum. Jakarta:
menindaklanjuti hasil ujian secara umum sudah Depdikbud
terlaksana dengan baik. . 1997. Pelayanan BK di Sekolah
Menengah Kejuruan. Jakarta: Ikrar
SARAN Mandiri Abadi

Berdasarkan kesimpulan penelitian tersebut . 2003. Pedoman Khusus BK. Jakarta:


maka dapat dikemukakan saran-saran kepada Depdiknas
guru mata pelajaran diharapkan dapat Prayitno dan Erman Amti. 2004. Dasar-Dasar
menyediakan waktu untuk guru BK dalam Bimbingan dan Konseling. Jakarta:
memasyarakatkan pelayanan BK dan ikut Rineka Cipta
terlibat dalam pelayanan BK di sekolah Soetjipto dan Raflis Kosasi. 1994. Profesi
misalnya mengumpulkan data siswa di kelas, Keguruan. Jakarta: Direktorat
menginformasikan kepada guru BK siswa yang Jenderal Pendidikan Tinggi
perlu diberikan pelayanan BK serta dapat
Sukardi, Dewa Ketut. 2000. Pengantar
mengalihtangankan siswa kepada guru BK yang
Pelaksanaan BK di Sekolah. Jakarta:
memerlukan pelayanan BK oleh guru BK di
PT.Bina Aksara
sekolah.
Diharapkan kepada guru BK dapat
memberikan pemahaman kepada guru mata
pelajaran mengenai pentingnya peran guru
sebagai pembimbing di sekolah misalnya
melalui kegiatan rapat guru atau rapat sekolah,
serta diharapkan guru BK dapat meningkatkan
lagi kerjasamanya dengan guru mata pelajaran
khususnya dalam mengembangkan cara belajar
siswa di sekolah misalnya dengan
mensosialisasikan, mengkoordinasikan, dan
mengintegrasikan program BK kepada guru
mata pelajaran yang diawasi atau dinilai secara
bersama-sama sehingga guru BK dan guru mata
pelajaran dapat secara bersama-sama
meningkatkan aktivitas siswa dalam mengikuti
pelajaran agar nantinya siswa dapat memperoleh
hasil yang lebih baik lagi dalam belajar.

DAFTAR RUJUKAN

Ahmadi, Abu. 1990. Psikologi Belajar. Jakarta:


Rineka Cipta
Fitri, Roza. 2011. Pelaksanaan Tugas Guru Mata
Pelajaran dalam Pelayanan
Bimbingan dan Konseling. Skripsi
(tidak diterbitkan). Padang: UNP
Justitia, Dewi. 1994. Peranan Guru Pembimbing
Dalam Menangani Permasalahan
Belajar Siswa Berkaitan dengan
Proses Belajar Mengajar di Sekolah

KONSELOR | Jurnal Ilmiah Konseling Volume 2 Nomor 1 Januari 2013