Anda di halaman 1dari 11

Data Analisis jurnal

No Nama Peneliti Tahun Judul Analisis


Introduction:
1- porphine adalh bagian dari porphirine yang mempunyai konfirmasi (bentuk) planar
bersimetri D4h dan dapat menjadi subjek substitusi pengganti di meso-, β-, dan nitrogen
dalam untuk porphyrins.
2- Nilai dari E homo, E Lumo dan E g dapat berbeda beda karena pengaruh dari perbedaan
substansi grup dan bagian rantai samping.
3- Delokalisasi π dari inti porfirin ke gugus penarik elektron (rantai samping) ditemukan
lebih jelas pada β- daripada pada substitusi meso dalam turunan porfirin
Substituted group and 4- Karena belum dimengerti sepenuhnya dari effek dari substansi dan β- di porpirin perlu
Chin-kuen Tai, side chain effects for
dilakukan studi/pembelajaran yang lebih.
Wen-Hua the porphyrin and
1 2013
Chuang, Bo- zinc(II)–porphyrin 5- Struktur elektronik dan ikatan dalam metal porpirin sudah dilakukan tapi tidak
Cheng Wang derivatives: A DFT and
membahas ttg effek dari grup substansi dan rantai samping.
TD-DFT study

Hasil dan pembahasan:


1. Pada TPhZnP dengan berbagai basis set untuk optimalisasi berbeda-beda hanya
menampilkan perbedaan waktu saat perhitungan selanjutnya, kecenderungan dari
basis set yang berbeda-beda ini cenderung sama. Sehingga dalam jurnal ini memakai
basis set LANL2DZ untuk mengurangi waktu yang dipakai.
2. Tabel 1 menampilkan panjang ikatan dan sudut dihedral. Terdapat perbedaan;
panjang ikatan (0,01-0,02 Å), sudut dihedral (φ1 φ4) dengan sudut 39.5–99.91.
Perbedaan ini menunjukan bahwa terdapat pengaruh dari grub subtitusi (sedikit)
untuk struktur optimal inti porfirin dibandingkan porfirin sendiri.
3. Radius atom yang besar memberikan nilai sudut yang berbeda dalam lapisan bagian
dalam inti porfirin dan juga berdampak pada jenis distribusi atom (sangat berbeda)
pada lapisan dalam intinya.
4. Pada R1 sampai R4 panjang ikatan pada C-C dikisaran 1,471,50 Å. Hal ini
mengidentifikasikan adanya tolakan setrik pada atom H dari grup substansi dengan
atom H dari inti porfirin dan menyebabkan konformasi molekuler non-planar pada
sistem molekuler.
5. Fu-substitusi memiliki efek konjugasi yang signifikan dari kelompok penyumbang
elektron ke inti porfirin dibandingkan dengan turunan porfirin lainnya (1,503 Å,
TPhH2P vs 1,473 Å, TFuH2P).
6. Delokasisasi π-electron pada zinc (II) –porphyrinderivatives terjadi dari rantai samping
ke inti porfirin.
7. Kemampuan donor elektron yang lebih kuat dari kelompok penyumbang elektron
meningkatkan EHOMO dan, sebuah molekul dengan bagian π-linker yang konjugat
memiliki kecenderungan untuk menurunkan nilai ELUMO dan nilai-nilai Eg.
8. turunan porfirin dan seng (II) -porphyrin, substitusi Ph-, Fu-, dan Fl-meningkatkan nilai
EHOMO dibandingkan dengan molekul porfin (−5,376 eV). Perbedaannya hanay 0,33
eV.
9. Nilai NBO (natural Bond Orbital) yang lebih kecil dari pada kelompok tersubtitusi
dengan system molekul D-phi-A menunjukkan kemampuan donor elektron yang
lemah. (381/1802 kata)
10. Ion logam Zn meningkatkan nilai dari E homo dan Eg, dan menurunkan nilai E lumo
pada turunan seng-porphyrin. Energy resonansi dari sisi rantai A lebih kecil dari sisi
rantai samping B.
11. NBO diperlukan untuk membahas pemisahan muatan dan mekanisme transfer elektrin
yang terjadi pada keadaan dasar seng (II) porfirin. Dibagi menjadi tiga bagian:
kelompok tersubstitusi (SG), inti porphyrin (Por), dan rantai samping (SC). berbagai
rantai rantai yang berbeda untuk turunan seng (II) -porphyrin memiliki efek yang
berbeda secara signifikan dalam bagian Por dan SC. sisi rantai moiety (B) memiliki
energi resonansi yang lebih rendah daripada rantai samping (A).
12. nilai PDOS SG pada HOMO dan LUMO menunjukkan peningkatan dengan jumlah
kelompok substitusi meningkat dengan di- dan tetra-fenil diganti porphyrin. distribusi
kepadatan elektron utama HOMO dan LUMO berkonsentrasi pada inti porfirin

Hasil
1) Optimasi geometri, gugus yang tersubstitusi Ph-, Fl-, dan Fu dengan kemampuan donor
elektron yang lemah memiliki efek yang kecil pada struktur inti porfirin yang
dioptimalkan.
2) urunan porfirin, kemampuan menyumbang elektron dari kelompok yang digantikan
menentukan perbedaan EHOMO yang dihitung dari dalam molekul porfirin yang tidak
tersubstitusi. ELUMO dan Eg yang dihitung dapat dipengaruhi oleh moiety rantai
samping dalam turunan seng (II) –porphyrin.
3) turunan porfirin dan seng (II) -porphyrin, analisis PDOS menunjukkan bahwa kelompok-
kelompok substitusi dengan kemampuan donor elektron yang berbeda mempengaruhi
distribusi kepadatan elec-tron di HOMO dan LUMO
Introduction:
1. metode ab inito dapat memberikan detail lebih pada contoh, spin state, distribuasi
muatan, dan sifat-sifat intermediates states yang tidak bisa dicari di eksperimental.
2. Kemampuan porfirin dalam menerima dan menyumbangan electron juga dipelari (ab
R.
Zw inito)
aan
3. Pada logam yang bermuatan (+3) di studi ini, ditambahkan clorida sebagai
s*,
J.H. Ab initio calculations on counter/lawan dari anion untuk menjaga senyawanya nya tetap netral (muatannya)
van first-row transition
Len 4. Tidak adanya rantai samping dalam penelitian ini, untuk memfokuskan penelitian
metal porphyrins. Part
the, pada molekul porfirin.
2 1994 1. Geometrical details,
D.H
charge distributions and
.W.
the effects of additional
den Pendekatan Komputasi:
charge
Boe
r 5. Untuk menghitung kekuatan ikatan dan urutan ikatan menggunakan analisis distribusi
multipole dan analisis populasi Mulliken. Basis set STO-3G mendiskripsikan atom
karbon dan hydrogen.
6. Energy terendah pada penelitian ini sebagai ground state dimana pada keadaan ini
sudah teroptimasikan senyawanya.
7. Dua atom hydrogen pada dihidrogen porpirin terletak diametral di krangka planarnya
porphyrin, sehingga molekulnya bersimetri D2h.

Geometri:
8. Jarak atom nitrogen untuk setiap bagian inti porphyrin 0,07 amstrong lebih kecil di
logam porfirin daripada dihidrogen porfirin. Kecuali Bentuk seng porfirin yang
bertambah jaraknya 0.09 amstrong (2.140 amstrong), jarak ini lebih panjang daripada
porfirin dianion yang hanya 2.052 (h2 porfirin). Jarak logam-kloro sedikit panjang
antara 2.4-2.6 amstrong.
9. Penambahan elektron ke porfirin akan mempengaruhi geometri jika molekul dapat
menjaga elektron cukup panjang. Ketika sebuah elektron ditambahkan ke porfirin,
setiap jarak dalam porfirin meningkat (ikatannya).
10. Perubahan Panjang ikatan pada nitrogen-X hanya sekitar 0,0090,019 amstrong

Energi ikatan
11. Kekuatan ikatan ikatan logam-nitrogen cukup besar, dengan pengecualian bahwa
dalam seng (II) porfirin yang mempunyai energy ikatan bernilai negative paling besar
diantara atom logam yang lainnya. Perbedaan muatan besar antara atom-atom logam
dan atom nitrogen menunjukkan bahwa ikatan ini memiliki karakter ionogenik.
12. Untuk memutuskan logam pada setiap ikatn empat atau lima ikatan porfirin, yang
mana menyebabkan energy ikatan pada logam-porfirin sekitar 0,1 a.u.
13. Seng/zinck-porfirin berbeda dari porfirin lainya karena memiliki nilai energy ikatan
yang kecil dan zero overlap diantara atom seng (zinc) dan atom nitrogen, sesuai
dengan panjang ikatan zinc-nutrogen yang relative besar

Distribusi Muatan
14. Distribusi electron yang terjadi di porfirin memiliki urutan ditribusi muatan yang
berpola melingkar . Tidak setiap tipe atom perlu memiliki muatan yang sama: ada dua
cincin atom karbon yang salah satunya positif dan yang lainnya bermuatan negatif.

Kesimpulan
15. Distribusi muatan memungkinkan ion logam untuk mempertahankan bagian yang
lebih besar dari muatannya dan planarity dari bagian porfirin memungkinkan akses
mudah dari substrat. Dengan cara ini bagian porphyrin dapat menstabilkan ion logam
bermuatan tinggi dalam lingkungan apolar, tetapi masih membiarkan mereka
tersedia untuk bereaksi.