Anda di halaman 1dari 6

A.

IDENTITAS JURNAL UTAMA


Topik/ Judul Penelitian : Manajemen Pengendalian Mutu Sekolah:
Implementasi Pada SMA Negeri Di Parepare
Penulis : St. Wardah Hanafie Das, Abdul Halik
Sumber Referensi Jurnal : Prosiding Seminar Nasional Volume 02,
Nomor 1, ISSN 2443-1109
Banyak halaman :9

B. IDENTITAS JURNAL PEMBANDING


Topik/ Judul Penelitian : Konsep Pengendalian Mutu

Penulis : Yusra Jamali

Sumber Referensi Jurnal : TARBAWY, Jurnal Pendidikan Islam

Banyak halaman : 15

C. TUJUAN PENELITIAN
Adapun tujuan dari penelitian ini yang dapat saya ambil untuk
mengkonstruksi implementasi manajemen pengendalian mutu di sekolah
menengah atas, baik pada bidang kurikulum maupun pembinaan peserta didik.
Metode penelitian bersifat field research di lima SMAN di Kota Parepare. Hasil
penelitian ini bahwa belum terimplementasi manajemen pengendalian mutu,
pentingnya menyusun standar mutu di SMAN, hambatan implementasi terkait
kebijakan politik, anggaran, sumber daya, dan kesadaran, serta pengendalian mutu
harus dikembangkan di SMA agar tercipta kualitas yang terjamin.

1
D. LATAR BELAKANG
Institusi pendidikan diperhadapkan pada tuntutan kemampuan kompetitif.
Tuntutan tersebut bentuk refleksi survive di tengah masyarakat dalam
memperbaiki mutu pendidikan. SMA urgen dikembangkan dan menjadi reference
pengelolaan pendidikan yang bermutu di era kontemporer. Banyak aspek menjadi
faktor penyebab yang dapat diamati yaitu kemampuan sumber daya alam (SDM)
dalam memenej lembaga, komitmen dan loyalitas tenaga pengelola pendidikan
dalam memajukan sekolah, dana pendidikan, infrastruktur sekolah, kualitas
proses dan hasil pendidikan dan pembelajaran, sistem informasi manajemen
pendidikan, Undang-undang RI No 20 Tahun 2003 tentang Sisdiknas dinyatakan
bahwa evaluasi dilakukan dalam rangka pengendalian mutu pendidikan secara
nasional
Pengendalian mutu menjaga kualitas institusi pendidikan dapat
berkembangsecara berkelanjutan sesuai dinamika dan kebutuhan masyarakat.
Pengendalian mutu (quality control) merupakan salah satu fungsi akreditasi
sekolah, sehingga sekolah.

E. IDENTIFIKASI MASALAH
Masalah-masalah yang dapat saya ambil dari jurnal ini adalah karena
terdapat di dalam jurnal tentang pelaksanaan manajemen pengendalian mutu
SMAN di Kota Parepare, hambatan-hambatan yang dihadapi dalam pelaksanaan
manajemen pengendalian mutu SMAN di Kota Parepare dan implementasi
manajemen pengendalian mutu SMAN yang relevan di Kota Parepare.

F. METODE PENELITIAN

Adapun metode ataupun jenis dari penelitian ini adalah lapangan, yaitu di
SMAN di Kota Parepare sebanyak 5 (lima). Pengumpulan data dilakukan dengan
observasi di lapangan di semua SMAN, wawancara pihak terkait, studi dokumen
SMAN, triangulasi, lokakarya, dan focus group discussion. Data yang diperoleh
dianalisis dan diujicobakan pada tempat dan waktu yang terbatas, lalu dievaluasi

2
dan diverifikasi melalui FGD, dan disimpulkan. Kesimpulan inilah diverifikasi
dan dianalisis secara berulang-ulang, lalu, sehingga data sampai jenuh dan valid.

G. HASIL PENELITIAN

Pelaksanaan pengendalian mutu bidang pendidikan dan bimbingan


konseling peserta didik pada SMAN di Kota Parepare pada prinsipnya belum
terlaksana. Langkah awal yang dilakukan adalah lokakarya kepada seluruh SMAN
di Kota Parepare untuk sosialisasi dan mempertemukan persepsi tentang konsep,
urgensi, dan relevansi manajemen pengendalian mutu pendidikan dan bimbingan
konseling peserta didik. Pemahaman dan kesadaran pentingnya pengendalian
mutu bagi pengelola satuan pendidikan tersebut, dikembangkan sistem tersebut
melalui focus group discussion (FGD) bersama pakar manajemen dan pakar
pendidikan.
Pengendalian mutu pendidikan dan bimbingan konseling peserta didik di
sekolah terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Dalam perencanaan
pendidikan dan bimbingan konseling, seyogyanya dibuat SOP yang diadaptasikan
dengan visi misi pendidikan kota dan sekolah, regulasi dari Dinas Pendidikan
Kota, infrastruktur sekolah, kemampuan SDM, dan anggaran yang tersedia.
Secara yuridis, pemerintah sudah menetapkan konsep, standar
pengendalian mutu pendidikan. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang
Sistem Pendidikan Nasional, terutama Pasal 57 yang mengatur tentang
kewenangan dan wewenang pemerintah pusat dan derah dalam pengendalian mutu
pendididkan.
Kegiatan pengendalian dilakukan untuk menjaga agar proses kegiatan
berjalan sesuai dengan rencana, sehingga tujuan bisa tercapai.Hal ini mengingat
tidak selama perilaku personil atau berbagai peristiwa dapat mendukung sesuai
dengan harapan atau rencana yang telah ditetapkan. Sedangkan menurut
N.S.Sukmadinata (2006:52) proses pengendalian mutu meliputi:1) perencanaan,
yaitu menyusun tujuan dan standar, 2). Pengukuran performansi nyata, 3).
Membandingkan performansi hasil pengukuran dengan performansi standar, 4)
memperbaiki performansi.

3
Sasaran pengendalian mutu pendidikan secara operasional ditujukan pada
aspek input pendidikan, proses dan output atau hasil pendidikan. Menurut Djajuli
(dalam Nanang dan Ali (2006: 56) secara substansi pengawasan pendidikan secara
educative adalah: a) pengawasan implementasi kurikulum, pengajaran,
pemahaman guru terhadap kurikulum, penjabaran guru terhadap teknik penilaian,
penjabaran dan penyesuaian kurikulum b) pengawasan kegiatan belajar mengajar.
Sedangkan menurut Nana Syaodih (2006; 35) bidang pengendalian ditujukan pada
biding utama pendidikan, yaitu kurikulum, bimbingan siswa serta manajemen
pendidikan.
Bidang kurikulum berkaitan dengan perumusan tujuan pendidikan, bahan
ajar, proses pengajaran, serta evaluasi, baik secara keseluruhan program
pendidikan di sekolah maupun untuk setiaop bidang studi. Bidang bimbingan
siswa berkaitan dengan program pembinaan siswa dan bimbingan dan konseling,
sedangkan bidang manajemen berkaitan dengan upaya pengaturan dan
pemanfaatan segala sumber daya dan dana pendidikan yang ada di sekolah.
Bidang ini mencakup manajemen personil, siswa, sarana dan prasarana, fasilitas
pemndidikan biaya dan kerja sama dengana masyarakat atau pihak luar sekolahj.
Ketiga bidang ini mempunyai arah sasaran yang sama, yaitu perkembangan siswa
secara optimal.
Keberhasilan kepala sekolah atau pentgawas dalam pelaksanaan
pengendalian mutu, selain harus melakukannya secara sistematis, juga ada
beberapa pra kondisi yang harus diperhatikan dan dipenuhi oleh sekolah. Kondisi
ini diwujudkan dalam bentuk sikap, komitmen dan pemikiran dari semua unsure
yang terlibat dalam penyelenggaraan pendidikan di sekolah. Menurut Nanang
Fatah dan Ali (2006; 9) pra kondisi yang harus dipenuhi sekolah, antara lain: a)
Mengubah pola piker sekolah sebagai unit produksi menjadi unit layanan jasa, b)
Memfokuskan perhatian pada proses secara sistematik, c) Menerapkan pola
pemikiran/strattegi jangka panjang, d) Mempunyai komitmen yang kuat pada
mutu, e) Mementingkan pengembangan sumber daya manusia.

4
H. ANALISIS JURNAL
1. KELEBIHAN/KEUNGGULAN PENELITIAN

Adapun kelebihan dari penelitian ini yaitu:

a. Memaparkan secara jelas dan lengkap mulai dari pendahuluan atau


latar belakang dari permasalahan tentang Pengendalian Mutu di
SMA Parepare tersebut dan menjelaskan apa saja permasalahan yg
dihadapi disekolah tersebut.
b. Penulisan jurnal ini teratur sesuai dengan kaidah pembuatan
penulisan jurnal.
c. Kata yang digunakan juga dalam jurnal ini bersifat baku dan sesuai
dengan kamus EYD bahasa Indonesia.
d. Menyertakan Daftar Pustaka

2. KELEMAHAN PENELITIAN

Adapun kelemahan dari penelitian ini yaitu:

a. Belum terimplementasi manajemen pengendalian mutu disekolah

Parepare

b. Hambatan dalam pelaksanaan pengendalian mutu nya belum

terstruktur.

3. KESIMPULAN

Pengendalian merupakan salah satu fungsi manajemen. Kegiatan ini


dilakukan untuk menilai dan memberikan perbaikan-perbaikan terhadap kinerja
guru atau personil lainnya yang terlibat dalam proses pendidikan untuk menjamin
bahwa kegiatan tersebut terlaksana sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Tujuan pengendalian adalah untuk melakukan pengukuran dan perbaikan agar apa
yang telah direncanakan dapat tercapai secara optimal.

Secara lebih rinci pengendalian terhadap mutu pendidikan ditujukan pada


aspek kurikulum pembelajaran, pembinaan murid dan aspek manajemen sekolah

5
yang berkaitan dengan pengaturan sumber daya dan dana pendidikan seperti:
personil, siswa, sarana dan fasilitas, biaya dan kerjasama sekolah dengan masyarakat.