Anda di halaman 1dari 15

BAB IX

KETAHANAN NASIONAL
(GEOSTRATEGI INDONESIA)

Ketahanan suatu bangsa pada dasarnya dibutuhkan guna menjamin serta


memperkuat kemampuan bangsa yang bersangkutan baik dalm rangka mempertahankan
kesatuannya menghadapi ancaman yang datang maupun mengupayakan sumberdaya guna
memenuhi kebutuhan hidup. Dengan demikian ketahanan bangsa merupakan kemampuan
suatu bangsa untuk mempertahankan kesatuan dan kesatuannya, memperkuat daya dukung
kehidupannya, menghadapi segala bentuk ancaman yang dihadapinya sehingga mampu
melangsungkan kehidupannya dalam mencapai kesejahteraan bangsa tersebut. Konsepsi
ketahanan bangsa ini dalam konteks Indonesia dirumuskan dengan nama Ketahanan
Nasional disingkat Tannas.
Setelah melaksanakan pembelajaran ini, anda sebagai calon sarjana dan profesional
diharapkan:
1. Bersikap ikhlas dalam menghadapi tantangan dan penguatan ketahanan nasional
untuk mempertahankan dan mengisi kemerdekaan Indonesia
2. Berani dan siap menghadapi gangguan ketahanan nasional dengan cara
membangun komitmen kolektif yang kuat dari seluruh komponen bangsa untuk
mengisi kemerdekaan Indonesia.
3. Menguasai dan mampu menerapkan metode atau pendekatan Asta Gatra dalam
penyelenggaraan ketahanan nasional Indonesia.
4. Memiliki keuletan dan ketangguhan sehingga mampu menghadapi segala
tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan yang dihadapi bangsa Indonesia.
Untuk mencapai tujuan diatas berikut ini disajikan bahan yang mencakup :
a. Pengertian Geostrategi
b. Pengertian Ketahanan Nasional
c. Pendekatan Asta Gatra dalam penyelenggaraan Ketahanan Nasional Indonesia
d. Rangkuman

Ketahanan Nasional 106


A. Pengertian Geostrategi
Mengawali pembahasan ketahanan nasional, sekilas akan kita tinjau dahulu
pengertian geostrategi. Geostrategi merupakan gabungan dari kata Geografi dan Strategi.
Geografi merujuk kepada ruang hidup nasional, wadah, atau tempat hidupnya bangsa dan
negara Indonesia. Strategi diartikan sebagai seni dan ilmu menggunakan dan
mengembangkan kekuatan nasional (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan
pertahanan keamanan) untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan sebelumnya.
(Sumarsono dkk, 2005). Dalam bahasan ini pengertian strategi yang kita bicarakan terkait
dengan strategi nasional. Strategi Nasional adalah seni dan ilmu mengembangkan dan
menggunakan kekuatan-kekuatan nasional (ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan
militer) dalam masa damai maupun masa perang untuk mendukung pencapaian tujuan
yang ditetapkan oleh politik nasional. (Sabarti Akhadiah dkk, 1986). Pengertian diatas
menunjukkan bahwa strategi nasional tidak terlepas dari politik nasional, atau dengan kata
lain strategi nasional adalah pelaksanaan dari politik nasional.
Berdasarkan uraian diatas, maka Geostrategi kita artikan pelaksanaan dalam
menentukan tujuan-tujuan dan sarana serta cara penggunaan sarana tersebut guna
mencapai tujuan nasional dengan memanfaatkan kondisi geografis negara. Geostrategi
Indonesia dirumuskan sebagai kondisi, metode, dan doktrin mengembangkan potensi
kekuatan nasional dalam melaksanakan pembangunan nasional untuk mewujudkan cita-
cita dan tujuan nasional yang diamanatkan dalam pembukaan UUD 1945. Geostrategi
Indonesia selanjutnya dirumuskan dalam wujud konsepsi Ketahanan Nasional Republik
Indonesia.

B. Konsepsi Ketahanan Nasional


1. Pengertian Ketahanan Nasional.
Untuk mewujudkan kondisi kehidupan nasional, rumusan baku tentang Ketahanaan
Nasional harus ditetapkan agar semua warga negara Indonesia mengerti serta memahami
bagaimana membina kondisi kehidupan dan secara terus menerus mengembangkan
keuletan dan ketangguhan diri pribadi, keluarga, daerah, dan nasional.
Rumusan yang disusun oleh Lembaga Ketahanan Nasional adalah seperti berikut:
Ketahanan Nasional adalah Kondisi dinamis suatu bangsa meliputi seluruh aspek
kehidupan nasional yang terintegrasi, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung

Ketahanan Nasional 107


kemampuan mengembangkan kekuatan nasional, dalam menghadapi dan mengatasi
segala tantangan, ancaman, hambatan serta gangguan, baik yang datang dari luar
maupun dari dalam, yang langsung maupun tidak langsung membahayakan integritas,
identitas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mengejar tujuan
nasionalnya. (Lemhannas, 1989).
GAMBAR : 5
SKEMA PENGERTIAN KETAHANAN NASIONAL

Ada beberapa pokok pengertian yang terdapat dalam rumusan diatas yaitu :
a. Kondisi dinamis adalah keadaan yang selalu berubah atau bergerak. Ketahanan nasional
merupakan keadaan yang selalu berubah atau bergerak sehingga ia harus dibina terus
menerus sepanjang masa.
b. Seluruh aspek kehidupan nasional yang terintegrasi. Aspek kehiduan nasional terdiri dari
aspek Alamiah dan aspek Sosial. Di dalam aspel alamiah terdapat tiga gatra (tri gatra)
yaitu Geografi, Kekayaan Alam, dan Keadaan Penduduk, sedangkan di dalam aspek
sosial terdapat lima gatra (panca gatra) yaitu Ideologi, Politik, Ekonomi, Sosial Budaya,
serta Pertahanan dan Keamaanan. Baik aspek alamiah (tri gatra) maupun aspek sosial
(panca gatra) harus dilihat menyeluruh secara terpadu atau terintegrasi.
c. Keuletan dan Ketangguhan bangsa. Keuletan adalah usaha yang terus menerus secara
giat dengan kemauan yang keras dalam menggunakan kemampuan dan kecakapan, serta

Ketahanan Nasional 108


tidak mudah menyerah atau tidak mudah putus asa untuk mencapai cita-cita.
Ketangguhan adalah kekuatan yang menyebabkan seseorang dapat bertahan, kuat
menanggulangi beban.
d. Tantangan, Ancaman, Hambatan, dan Gangguan. (TAHG).
Tantangan adalah suatu hal atau upaya yang bersifat atau bertujuan menggugah
kemampuan.
Ancaman adalah suatu hal atau upaya yang bersifat atau bertujuan merubah dan
merombak kebijaksanaan yang dilaksanakan secara konsepsional.
Hambatan adalah suatu hal yang bersifat melemahkan atau menghalangi secara tidak
konsepsional yang berasal dari dalam.
Gangguan adalah suatu hal yang bersifat melemahkan atau menghalangi secara tidak
konsepsional berasal dari luar.
Pengertian Konsepsi Ketahanan Nasional adalah Konsepsi pengaturan dan
penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan yang seimbang dan serasi dalam
kehidupan nasional yang melingkupi seluruh aspek kehidupan secara utuh menyeluruh
berlandaskan Pancasila, UUD 1945, dan Wawasan Nusantara.
Dalam konsepsi diatas penyelenggaraan Ketahanan Nasional dilakukan dengan
menggunakan dua pendekatan yaitu :
a. Pendekatan Kesejahteraan dan
b. Pendekatan Keamanan.
Yang dimaksud dengan pendekatan Kesejahteraan adalah : Kemampuan bangsa dalam
menumbuhkan dan mengembangkan (mengolah dan memanfaatkan) nilai-nilai nasional
untuk kemakmuran rakyat yang adil dan merata. Sedangkan pendekatan Keamanan
adalah : Kemampuan bangsa untuk melindungi nilai-nilai nasional terhadap TAHG dari
dalam maupun dari luar negeri.
Dari uraian diatas maka dapat kita ambil dua hakikat pokok dari Ketahanan
Nasional Indonesia yaitu :
a. Hakikat Ketahanan Nasional Indonesia adalah keuletan dan ketangguhan bangsa yang
mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional untuk dapat menjamin
kelangsungan hidup bangsa dan negara dalam mencapai tujuan nasional.

Ketahanan Nasional 109


b. Hakikat Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia adalah pengaturan dan
penyelenggaraan kesejahteraan dan keamanan secara selaras, serasi, dan seimbang
dalam seluruh aspek kehidupan nasional.

2. Asas Ketahanan Nasional Republik Indonesia.


a. Asas Kesejahteraan dan Keamaan ; Kesejahteraan dan keamanan dapat dibedakan tetapi
tidak dapat dipisahkan dan merupakan kebutuhan manusia yang mendasar dan esensial.
Kesejahteraan dan keamanan merupakan asas dalam sistem kehidupan nasional, tanpa
kesejahteraan dan keamanan sistem kehidupan nasional tidak akan dapat berlangsung.
Tingkat kesejahteraan dan keamanaan yang dicapai dalam kehidupan nasional
merupakan tolok ukur Ketahanan Nasional.
b. Asas Komprehensif Integral ; Sistem kehidupan nasional mencakup segenap aspek
kehidupan bangsa dalam bentuk perwujudan persatuan dan perpaduan yang seimbang,
serasi, dan selaras dalam seluruh aspek kehidupan masyarakat, berbangsa, dan
bernegara. Ketahanan Nasional mencakup ketahanan segenap aspek kehidupan bangsa
secara utuh, menyeluruh, dan terpadu.
c. Asas Mawas ke Dalam dan Mawas ke Luar ; Mawas kedalam ditujukan untuk
menumbuhkan hakikat, sifat, dan kondisi kehidupan nasional berdasarkan nilai-nilai
kemandirian, tetapi tetap membuka diri terhadap perkembangan dunia. Mawas ke luar
ditujukan untuk mengantisipasi dan berperan serta mengatasi dampak lingkungan
strategis luar negeri dan memerima kenyataan adanya interaksi dan pengaruh
perkembangan dunia. Pengembangan kekuatan nasional diharapkan memberi dampak
keluar dalam bentuk daya tangkal. Interaksi dengan pihak luar diutamakan dalam
bentuk kerja sama yang saling menguntungkan.
d. Asas Kekeluargaan ; Asas kekeluargaan mengandung keadilan, kearifan, kebersamaan,
kesamaan, gotong-royong, tenggang rasa, dan tanggung jawab dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Asas kekeluargaan mengakui adanya
perbedaan yang dikembangkan secara serasi dalam hubungan kemitraan agar tidak
berkembang menjadi konplik.

Ketahanan Nasional 110


3. Sifat Ketahanan Nasional Republik Indonesia :
a. Mandiri ; Ketahanan Nasional percaya pada kemampuan dan kekuatan sendiri dengan
tumpuan pada identitas, integritas, dan kepribadian bangsa. Kemandirian menjadi
prasyarat dalam menjalin kerjasama yang saling menguntungkan dalam perkembangan
global.
b. Dinamis ; Ketahanan Nasional selalu bergerak atau berubah, dapat meningkat atau
menurun tergantung situasi dan kondisi bangsa serta lingkungan strategisnya. Karena itu
upaya peningkatan Ketahanan Nasional harus senantiasa diorientasikan kemasa depan
dan dinamikanya diarahkan pada pencapaian kondisi kehidupan nasional yang lebih
baik.
c. Wibawa ; Keberhasilan pembinaan Ketahaanan Nasional Indonesia akan meningkatkan
kemampuan dan kekuatan bangsa. Makin tinggi tingkat Ketahanan Nasionaal, makin
tinggi pula nilai kewibawaan dan tingkat daya tangkal yang dimiliki oleh bangsa dan
negara Indonesia.
d. Konsultasi dan Kerjasama ; Konsepsi Ketahanan Nasional Indonesia tidak bersikap
konfrontatif dan antagonistik, tidak mengandalkan kekuasaan dan kekuatan fisik
semata, tetapi lebih mengutamakan sikap konsultatif, kerjasama, serta saling
menghargai dengan mengandalkan kekuatan moral dan kepribadian bangsa.

C. Komponen Pokok Konsep Ketahanan Nasional RI (Pendekatan Asta Gatra).


Komponen pokok Ketahanan Nasional Indonesia mencakup seluruh aspek
kehidupan nasional bangsa Indonesia yang terdiri atas delapan gatra (asta gatra) yang
termasuk dalam dua aspek yaitu : pertama, aspek Alamiah ada tiga gatra (tri gatra), kedua,
aspek Sosial ada lima gatra (panca gatra).
a. Trigatra (Aspek Alamiah)
1) Geografi.
Geografi suatu negara adalah segala sesuatu yang ada di permukaan bumi yang
dapat dibedakan antara segala sesuatu sebagai hasil proses alam dan segala sesuatu sebagai
hasil ulah manusia, yang memberikan gambaran tentang karakteristik wilayah ke-dalam
maupun ke luar. Bentuk ke dalam menampakkan corak, wujud, isi, dan tata susunan
wilayah negara, sebagai kesatuan wilayah ia merupakan wadah dan ruang hidup bangsa.
Geografi mempunyai unsur-unsur yang sangat mempengaruhi isi secara fisik maupun non

Ketahanan Nasional 111


fisik yang memberikan sifat corak, tata laku, serta mewujudkan identitas bangsa. Bentuk
keluar dapat diketahui situasi dan kondisi lingkungan serta hubungan timbal balik antara
negara dan lingkungan.
Geografi sebagai wilayah negara harus jelas mengenai letak dan perbatasannya
serta merupakan wadah dan ruang hidup bangsa yang terdiri dari wilayah darat, laut, udara,
atmosfir, dan ruang angkasa. Berdasarkan karakteristik geografinya, setiap negara dapat
menjadikan dirinya pusat dari lingkungannya, sehingga terwujudlah posisi silang dengan
dirinya sebagai titik pusat. Indonesia berdasarkan karakteristik geografinya terletak pada
posisi silang dunia, antara dua samudra yaitu Hindia dan Fasifik, antara dua benua yaitu
Asia dan Australia. Karakteristik geografi juga mempengaruhi dan menentukan cara
pandang atau wawasan nasional negara yang bersangkutan. Pengaruh karakteristik geografi
terhadap politik melahirkan geopolitik dan geostrategi.
Geografi mempunyai unsur-unsur :
a. Letak Wilayah suatu negara ; ditentukan berdasarkan segi astronomis dengan garis
lintang dan garis bujur.
b. Luas Wilayah suatu negara ; luas mendatar yang meliputi darataan, lautan, landas
kontinen, dan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) sesuai dengan letak berdasarkan segi
astronomis.
c. Iklim suatu negara ; iklim suatu negara dipengaruhi letak dari segi astronomis, iklim
dapat mempengaruhi kehidupan yang ada seperti jenis tumbuh-tumbuhan, jenis hewani,
dan sosial budaya bangs
d. Bentang Alam ; wujud permukaan bumi baik yang alami seperti gunung, danau, laut,
pantai dan lain-lain, ataupun yang mengalami perubahan karena budaya manusia seperti
tata kota, daerah perindustrian, pertanian, dan sebagainya,
e. Perbatasan Wilayah ; perbatasan wilayah suatu negara ditentukan antara lain oleh proses
kesejarahan, ketentuan politik dan hukum nasional, ketentuan hukum internasional
sperti perjanjian perbatasan dan keputusan pengadilan atau mahkamah internasional.
Mewujudkan ketahanan nasional melalui gatra Geografi ini pada dasarnya adalah
bagaimana kita melakukan pendekatan kesejahteraan dan pendekatan keamanan terhadap
unsur-unsur geograpi tersebut. Apa yang harus dilakukan agar pengelolaan dan
pemanfaatan unsur-unsur geografi terebut menjadikan rakyat sejahtera, dan efek negatif
dari pengelolaan dan pemanfaatan unsur-unsur kekayaan alam tersebut bisa kita hindari.

Ketahanan Nasional 112


2) Kekayaan Alam
Kekayaan alam suatu negara adalah segala sumber dan potensi alam yang terdapat
di lingkungan ruang angkasa, atmosfir, permukaan bumi (daratan dan lautan), dan di dalam
bumi yang berada di wilayah kekuasaan/yurisdiksinya.
Menurut jenisnya, kekayaan alam dapat dibedakan dalam 8 golongan sebagai
berikut : a) Hewani (fauna), b) Nabati (flora), c) Mineral (minyak bumi, uranium, biji besi,
batu bara, dan lain-lain), d) Tanah, e) Udara, f) Potensi Ruang Angkasa, g) Energi alami
(gas alam, panas alam, air arthetis, geotermis), h) Air dan lautan. Sedangkan menurut
sifatnya, kekayaan alam dapat dibedakan dalam tiga golongan yaitu : a) yang dapat
diperbaharui / tidak habis dipakai, b) yang tidak dapat diperbaharui / habis dipakai, dan c)
yang tetap.
Kekayaan alam harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh manusia berdasarkan asas
maksimal, lestari, dan berdaya saing. Untuk itu diperlukan ilmu pengetahuan dan
teknologi, kesadaran membangun, pembinaan, kebijaksanaan yang mempertimbangkan
jenis dan sifat kekayaan alam, serta penduduk yang rasional. Pemanfaatan kekayaan alam
dengan memperhatikan asas-asas diatas akan meningkatkan kesejahteraan dan keamanan
nasional yang berarti meningkatakan Ketahanan Nasional.
Mengingat persebaran sumber kekayaan alam yang tidak teratur dan tidak merata di
dunia ini, maka dalam pemanfaatannya tidak dapat dielakkan adanya saling ketergantungan
antar negara yang menimbulkan problem hubungan internasional yang kompleks. Setiap
bangsa wajib mengembangkan potensi alamiah sederajat dengan kemampuan bangsa lain
agar bentrokan ekonomi dan budaya di dunia modern ini dapat dihindari. Ketimpangan
dalam perkembangan potensi alam dan penduduk, baik secara nasional maupun dalam
konteks global, dapat membahayakan Ketahanan Nasional.
3). Kependudukan.
Penduduk adalah manusia yang mendiami suatu tempat atau wilayah. Tinjauan
masalah kependudukan umumnya dikaitkan dengan pencapaian tingkat kesejahteraan dan
keamanan. Dalam hubungan ini maka pembahasan masalah penduduk yang berkaitan
dengan Ketahanan Nasional diarahkan pada hal-hal berikut ini :
a. Jumlah Penduduk ; Faktor yang mempengaruhi jumlah penduduk adalah mortalitas,
pertilitas, dan migrasi. Segi positif dari pertambahan penduduk adalah pertambahan

Ketahanan Nasional 113


angkatan kerja atau bertambahnya tenaga kerja sebagai potensi peningkataan kapasitas
produksi, apabila disertai dengan pertambahan peningkatan kapasitas produksi dan
pertambahan kesmpatan kerja (job opportinities). Jika tidak demikian maka akan timbul
pengangguran dan diiringi oleh problem sosial yang akibatnya akan melemahkan
Ketahanan Nasional.
b. Komposisi Penduduk ; Komposisi penduduk adalah susunan penduduk berdasarkan
suatu kreteria tertentu, seperti menurut umur, jenis kelamin, agama, suku bangsa,
tingkat pendidikan, lapangan pekerjaan, dan sebagainya. Komposisi penduduk juga
dipengaruhi oleh mortalitas, pertilitas, dan migrasi. Faktor pertilitas mempunyai
pengaruh yang sangat besar terhadap umur dan kelompok umur. Bertambahnya
penduduk golongan muda menimbulkan persoalan dalam menyediakan pasilitas
pendidikan, kesehatan, perluasan lapangan kerja, dan sebagainya. Bila persoalan
tersebut tidak dapat diatasi, maka akan timbul kegoncangan sosial yang akhirnya akan
melemahkan Ketahanan Nasional.
c. Persebaran Penduduk ; Persebaran penduduk yang ideal adalah persebaran yang
sekaligus dapat memenuhi persyaratan kesejahteraan dan keamanan yaitu persebaran
yang proporsional. Kenyataan menunjukkan bahwa manusia ingin bertempat tinggal di
tempat yang aman, secara ekonomis kehidupan terjamin, serta daerah-daerah yang
sudah digarap dan dipersiapkan sebelumnya. Akibatnya adalah di daerah-daerah tertentu
penduduknya terlampau padat, sedangkan di daerah lain penduduknya sedikit, bahkan
ada daerah yang tidak berpenduduk sama sekali. Keadaan yang seperti ini dapat
melemahkan Ketahanan Nasional, karena ditempat yang telalu padat akan
memunculkan problem-problem sosial, sedangkan di tempat-tempat yang penduduknya
sedikit atau tidak ada penduduk berarti tidak ada potensi yang tergali dan juga
pemerataan pertahanan tidak ada. Dengan demikian dapat dikatakan persebaran
penduduk yang tidak merata atau tidak proporsional akan melemahkan Ketahanan
Nasional.
d. Kualitas Penduduk ; Fsaktor yang mempengaruhi kualitas penduduk adalah faktor fisik
dan non fisik. Faktor fisik terdiri dari kesehatan, gizi, dan kebugaran, sedangkan faktor
non fisik adalah mentalitas dan intelektualitas. Jumlah penduduk yang terlalu banyak
akan menimbulkan masalah dalam pelayanan kesehataan dan pendidikan, pada hal
keduaanya merupakan syarat pokok untuk meningkatkan kualitas penduduk. Layanan

Ketahanan Nasional 114


pendidikan terhadap penduduk yang jumlahnya besar bermuara pada dilema output
pendidikan yaitu antara kuantitas dan kualitas output. Mengutamakan kualitas output
akan mengorbankan kuantitas, demikina juga sebaliknya mengutamakan kuantitas
output akan mengabaikan kualitas, sedangkan kualitas manusia atau kualitas penduduk
sangat ditentukan oleh kualitas output pendidikan.
Untuk mengatasi masalah penduduk diperlukan kebijaksanaan pemerintah yang
mengatur, mengendalikan atau menciptakan iklim yang berkaitan dengan jumlah,
komposisi, persebaran, dan kualitas penduduk melalui bebagai cara seperti pusat-pusat
pertumbuhan, keluarga berencana, transmigrasi, layanan pendidikan, pembinaan sikap
mental, layaanaan kesehatan, pengembangan kualitas ekonomi, serta keserasian
kesejahteraan dan keamanan nasional dalam rangka mencapai sasaran dan tujuan
pembangunan.
b. Panca gatra (Aspek Sosial).
Aspek sosial menyangkut pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat,
berbangsa dan bernegara dengan ikatan-ikatan, aturan-aturan, dan norma-norma tertentu.
Panca gatra meliputi : ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan.
Dipilihnya lima gatra dalam kehidupan nasional, karena tantangan, ancaman, hambatan,
dan gangguan yang dihadapi oleh suatu bangsa selalu ditujukan pada kelima atau panca
gatra ini. Oleh sebab itu untuk menanggulanginya perlu ditingkatkan ketahanan di bidang
ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan pertahanan keamanan, Kelima gatra ini
mengandung unsur yang bersifat dinamis dan kualitas kelima gatra kehidupan nasional
tersebut secara terintegrasi mencerminkan tingkat Ketahanan Nasional bangsa itu.
1) Ketahanan di bidang Ideologi.
Suatu bangsa memerlukan falsafah sebagai landasan bagi kelangsungan hidupnya
yang sekaligus berfungsi sebagai dasar dan cita-cita serta tujuan nasional yang hendak
dicapai yang disebut Ideologi. Ideologi diartikan sebagai perangkat prinsip pengarahan
yang dijadikan dasar serta memberikan arah dan tujuan untuk dicapai di dalam
melangsungkan dan mengembangkan hidup dan kehidupan nasional suatu bangsa dan
negara (Lemhannas, 1989) Sehubungan dengan kompleksitas kehidupan manusia maka
ideologi menjabarkannya di dalam beberapa nilai yang perangkaiannya dinamaakan sistem
nilai. Oleh karena itu ideologi bisa diartikan suatu sistem nilai, yaitu serangkaian nilai yang
tersusun secara sistematis atau norma yang merupakan kebulataan ajaran atau doktrin.

Ketahanan Nasional 115


Keampuhan suatu ideologi bergantung pada rangkaian nilai yang dikandungnya
yang dapat memenuhi serta menjamin segala aspirasi hidup dan kehidupan manusia, baik
secara pribadi, mahluk sosial, maupun sebagai warga negara sesuai dengan kodrat dan
irodat Tuhan Yang Maha Esa. Memiliki nilai yang cocok memenuhi aspirasi hidup, belum
menjamin Ketahanan Nasional bangsa di bidang ideologi. Untuk itu masih diperlukan
penghayatan dan pengamalan nilai-nilai tersebut secara benar dan sungguh-sungguh.
Pengamalan ideologi negara dapat dibedakan dua macam yaitu pengamalan
obyektif dan pengamalan subyektif. Pengamalan obyektif adalah pengamalan dalam
Undang-Undang Dasar dan segala peraturan hukum dibawahnya serta segala kegiatan
penyelenggaraan negara. Pengamalan subyektif adalah pengamalan oleh pribadi
perseorangan. Makin tinggi kesadaran dan ketaatan suatu bangsa mengamalkan ideologi
negara, baik secara obyektif maupun secara subyektif, maka semakin tinggi tingkat
Ketahanan Nasional di bidang ideologinya.
2) Ketahanan di bidang Politik.
Kehidupan politik bertumpu pada dua sektor penting, yaitu sektor pemerintah dan
sektor non pemerintah, Sektor non pemerintah berfungsi memberikan masukan berwujud
pernyataan, keinginan, dan tuntutan rakyat, sedangkan pemerintah berfungsi mengeluarkan
ketentuan berupa kebijaksanaan umum yang bersifat keputusan politik. Negara yang
demokrasi yaitu pemerintahan oleh, dari, dan untuk rakyat, maka rakyat sangat
menentukan di dalam kehidupan politik. Berdasarkan dua sektor pokok diatas, maka
persoalan utama ialah bagaimana kebijaksanaan pemerintah dapat sesuai dengan keinginan
dan tuntutan rakyat yang tetap mengarah pada pencapaian tujuan nasional.
Bagaimana kehidupan politik dilaksanakan, ditentukan oleh sistem politik yang
mencakup struktur politik (badan perwakilan, badan ekskutif, badan yudikatif, badan
pengawasan, partai politik, golongan kepentingan) dan kultur politik (bagaimana
kehidupan politik diatur, ditentukan, dan dilaksanakan). Proses politik merupakan
mekanisme yang menetukan dan mengatur bagaimana keputusan politik atau
kebijaksanaan umum ditentukan.
Keterbelakangan negara berkembang terutama di bidang ekonomi dan teknologi
menyebabkan ketergantungannya ke pada bantuan negara maju. Kelemahan tersebut
seharusnya dapat diimbangi kesadaran nasional yang tinggi, namun kenyataan
menunjukkan bahwa justru negara berkembang upaya mewujudkan dan meningkatkan

Ketahanan Nasional 116


kesadaran nasional masih menjadi persoalan yang perlu mendapat perhatian secara serius.
Berdasarkan hal tersebut maka beban yang harus dipikul oleh sistem politik negara
berkembang adalah lebih berat dan komplek. Kemampuan sistem politik menanggulangi
beban tersebut merupakan petunjuk ketahanan di bidang politik.
3) Ketahanan di bidang Ekonomi.
Kegiatan ekonomi adalah salah satu aspek kehidupan manusia yang berkaitan
dengan kegiatan pemenuhan kebutuhan hidup manusia yang mencakup :
a. Produksi, distribusi, dan konsumsi barang-barang dan jasa.
b. Usaha-usaha untuk meningkatkan tarap hidup masyarakat secara individu atau
kelompok.
c. Cara-cara atau alat yang dipergunakan di dalam kehidupan manusia untuk memenuhi
kebutuhannya.
Tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan terhadap stabilitas maupun
kelangsungan kehidupan ekonomi suatu bangsa dapat berasal dari dalam maupun dari luar.
Adanya perbedaan pada aspek alamiah (trigatra) maupun aspek sosial (pancagatra) yang
dimiliki oleh masing-masing negara, akan menimbulkan atau menciptakan kondisi dan
situasi serta akibat yang berbeda terhadap kehidupan ekonomi negara yang bersangkutan.
Faktor-faktor internal maupun iksternal yang secara obyektif berpengaruh terhadap
stabilitas maupun kelangsungan hidup ekonomi seatu bangsa adalah :
a) Sifat Keterbukaan Perekonomian ; Dua kutub sistem ekonomi yang memberi corak
terhadap keterbukaan kehidupan ekonomi suatu negara adalah sistem ekonomi liberal
dan sistem ekonomi sosialis. Namun dewasa ini tidak ada lagi negara yang menerapkan
sistem liberal murni, atau sistem sosialis murni.
b) Struktur Ekonomi ; Struktur ekonomi suatu negara seperti terlihat pada komposisi
sumbangan sektor-sektor ekonomi pada pembentukan produk domestik bruto (PDB)
akan menentukan stabilitas dan kondisi ekonomi yang terjadi di negara yang
bersangkutan. Stuktur ekonomi di negara-negara berkembang yang lebih banyak
didominasi oleh sektor non industri terutama pertanian, akan menghadapi tantangan,
ancaman, hambatan, dan gangguan yang lebih berat. Disamping itu struktur ekonomi
yang belum seimbang antara pertanian dan industrian mengandung kerawanan berupa
timpangnya nilai tukar perdagangan yang lebih menguntungkan negara industri.

Ketahanan Nasional 117


c) Potensi dan Pengelolaan Sumber Alam ; Negara-negara yang memiliki potensi sumber
alam yang besar dan beraneka ragam kemudian didukung oleh suber daya pengelolaan
yang baik, akan mampu menghadapi tantangan, ancaman, hambatan, dan gangguan
bidang ekonomi. Memiliki potensi sumber alam saja tanpa memiliki kemampuan
mengelola akan berpengaruh terhadap stabilitas serta kondisi kehidupan ekonomi suatu
negara.
d) Potensi dan Pengelolaan Sumber Daya Manusia ; Sumber daya manusia yang
berkualitas dan berjiwa entrepeneur dalam pengelolaan sumber daya alam, mempunyai
arti positif bagi pembinaan dan pengembangan ketahanan di bidang ekonomi. Dilain
pihak sumber daya manusia yang relatif besar jumlahnya tetapi berkualitas rendah,
pensebarannya tidak merata, akan menjadi beban dan menjadi sumber timbulnya
kerawanan sosial serta ekonomi.
e) Potensi dan Pengelolaan Sumber Dana ; Sumber dana baik dari dalam maupun dari luar
negeri sangat penting bagi upaya meningkatkan pembangunan dan pengembangan
ekonomi. Sumber dana dari luar yang terlalu besar menimbulkan ketergantungan suatu
negara dan akan berakibat kerawanan oleh karena itu perlu diimbangi peningkatan
mobilisasi dana dalam negeri melalui perpajakan dan dana masyarakat sebagai salah
satu sumber pembanguan ekonomi.
f) Teknologi ; Teknologi menjadi faktor penting bagi upaya peningkatan berbagai kegiatan
ekonomi. Pemanfaatan teknologi secara tepat guna dapat meningkatkan kemampuan
ekonomi suatu negara, dengan teknologi canggih potensi sumber daya alam lebih dapat
didayagunakan.
g) Birokrasi dan Sikap Masyarakat ; sistem birokrasi yang baik, efisien, efektif, tidak
berbelit-belit, akan mendukung kegiatan serta kehidupan ekonomi nasional. Partisipasi
masyarakat yang dilandasi kesadaran yang tinggi serta kemampuan yang cukup akan
meningkatkan pembangunan ekonomi menuju ketahanaan ekonomi nasional.
h) Infrastruktur ; Sarana dan prasarana yang memadai akan melancarkan arus barang dan
jasa, kegiataan ekonomi akan terhambat bahkan bisa macet tanpa adanya sarana
prasarana yang mendukung, Angkutan melalui darat, laut, dan udara yang dikelola
secara terpadu dan didukung oleh jaringan komunikasi yang luas merupakan syarat
perkembangan ekonomi.

Ketahanan Nasional 118


i) Diversifikasi Pemasaran ; Peningkatan produksi tidak banyak artinya kalau tidak bisa
dipasarkan oleh karena itu harus diikuti oleh mencari pasar baru bagi produk yang
dihasilkan, baik pasar domestik maupun pasar luar negeri.
4) Ketahaanan di bidang Sosial Budaya.
Istilah sosial budaya menunjuk kepada dua segi utama kehidupan bersama manusia
yaitu segi kemasyarakatan (sosial) dan segi kebudayaan (budaya). Pengertian sosial
pada hakikatnya adalah pergaulan hidup manusia dalam bermasyarakat yang mengandung
nilai-nilai kebersamaan. Kerja sama atau kebersamaan itu akan berjalan lancar dalam
keadaan tertib sosial berdasarkan pengaturan dan mekanisme tertentu yang merupakan
produk budaya dan sekaligus merupakan wadah bagi pertumbuhan dan perkembangan
kebudayaan. Proses sosial berlangsung dalam sistem sosial tertentu dan sistem sosial itu
sendiri merupakan salah satu wujud kebudayaan, sehingga terjadi integrasi antara ciri-ciri
sosial dan ciri-ciri budaya. Masyarakat tidak mungkin ada tanpa kebudayaan, dan
kebudayaan hanya ada dalam masyarakat.
Faktor yang mempengaruhi ketahanan di bidang sosial budaya adalah : kehidupan
beragama, tradisi, pendidikan, kepemimpinan nasional, tujuan nasional, kepribadian
nasional, dan kondisi sosial ekonami.
5) Ketahanan di bidang Pertahanan Keamanan.
Pertahanan keamanan adalah daya upaya suatu bangsa dengan segala potensinya
untuk melindungi kepentingan bangsa dan negara demi tetap terwujudnya kelangsungan
hidup, perkembangan kehidupan bangsa dan negara serta terpenuhinya hak dan kewajiban
warga negara dalam rangka mencapai tujuan nasional.
Faktor yang mempengaruhi ketahanan Pertahanan Keamanan antara lain adalah : a.
Doktrin Hankam, b. Wawasan Nasional, c. Sistem pertahanan keamanan, d. Geografi,
kesadaran masyarakat membela negara, e. Pendidikan Bela Negara, f. Ilmu pengetahuan
dan teknologi, kondisi ekonomi, dan lain sebagainya.

C. Rangkuman
1. Pengertian ketahanan nasional dapat dibedakan dalam tiga makna yakni ketahanan
nasional sebagai konsepsi atau doktrin, ketahanan nasional sebagai kondisi, dan
ketahanan nasional sebagai metode atau strategi.

Ketahanan Nasional 119


2. Ketahanan nasional sebagai konsepsi adalah konsep khas bangsa Indonesia sebagai
pedoman pengaturan penyelenggaraan bernegara dengan berlandaskan pada ajaran
asta gatra. Ketahanan nasional sebagai kondisi adalah kondisi dinamis bangsa
Indonesia yang berisi keuletan dan daya tahan. Ketahanan nasional sebagai metode
atau strategi adalah cara yang digunakan untuk menyelesaikan masalah dan
ancaman kebangsaan melalui pendekatan asta gatra yang sifatnya integral
komprehensif
3. Ketahanan nasional memiliki dimensi ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya, dan
pertahanan dan keamanan, serta konsep ketahanan berlapis dimulai dari ketahanan
nasional diri, keluarga, wilayah, regional, dan nasional.
4. Inti dari ketahanan nasional Indonesia adalah kemampuan yang dimiliki bangsa dan
negara dalam menghadapi segala bentuk ancaman yang dewasa ini spektrumnya
semakin luas dan komplek, baik dalam bentuk ancaman militer maupun nirmiliter

Latihan :
Untuk menguji pemahamaan saudara terhadap materi BAB VII ini, jawablah
pertanyaan berikut :
1. Tuliskan pengertian Geostrategi dan jelaskan hubungannya dengan Geopolitik.
2. Tuliskan pengertian Ketahanan Nasional dan jelaskan pokok-pokok pengertiannya.
3. Sebagai mahasiswa yang ulet dan tangguh, apa yang saudara lakukan
4. Berikan masing-masing satu contoh dari Tantangan, Ancaman, Hambatan, dan
Gangguan.
5. Jelaskan aspek kehidupan nasional bangsa Indonesia
6. Jelaskan apa yang dimaksud dengan pendekatan Kesejahteraan dan pendekatan
Keamanan dalam penyelenggaraan Ketahanan Nasional.
7. Tuliskan jenis dan sifat kekayaan alam serta jelaskan apa guna pemahaman kedua hal
tersebut bagi kehidupan bangsa.
8. Berikan contoh penyelenggaraan pendekatan Kesejahteraan dan pendekatan Keamanan
terhadap gatra geografi dan gatra kekayaan alam.

Ketahanan Nasional 120