Anda di halaman 1dari 26

3.3.4.

PSIKOTIK AKUT
Brief Psychotic Disorder
Oleh
dr. Rini Gusya Liza. M.Ked.KJ, Sp.KJ

PowerPoint Presentation
1
PSIKOTIK AKUT
DEFINISI
Kondisi psikotik dimana terdapat gejala
psikotik dengan onset tiba-tiba, yang
berlangsung 1 hari atau lebih, tetapi kurang
dari 1 bulan

Remisi sempurna, individu kembali ke level Psikotik akut merupakan psikotik yang akut
fungsi premorbid dan transien

2
SEJARAH
Pada tahun 1913, Karl
Jaspers menjelaskan
beberapa poin penting
Diagnosis ini lebih untuk diagnosis
banyak dipelajari psikosis reaktif, yaitu
dan diteliti di stressor traumatik
Scandinavia dan yang berat, hubungan
Negara Eropa barat erat stressor dengan
daripada di United perkembangan
State psikosis

Psikotik akut kurang Pasien dengan Jasper juga


banyak diteliti di gangguan serupa menyatakan bahwa
United state, karena dengan psikotik akut konten psikosis sering
perubahan kriteria sebelumnya merefleksikan
diagnostik selama diklasifikasikan sebagai perjalanan traumatik
15 tahun terakhir. s. psikosisi reaktif, dan perkembangan
histerikal, stress, dan psikosis pasien, sebagai
psikogenik. upaya keluar dari
kondisi traumatik.
3
KOMORBIDITAS
HISTRIONIK

NARSISTIK

PARANOID
Gangguan ini sering
terlihat pada pasien SKIZOTIPAL
dengan gangguan
kepribadian : AMBANG(BORDERLINE)

4
EPIDEMIOLOGI
Insidensi dan prevalensi pasti
psikotik akut belum diketahui,
namun diperkirakan tidak banyak.

Gangguan ini terjadi lebih sering


pada pasien muda (umur 20 dan 30-
an tahun) daripada pasien lebih tua.

Lebih sering terjadi pada wanita


daripada pria

Orang-orang yang melalui stressor


psikososial yang berat memiliki risiko tinggi
untuk mengalami psikotik akut.

5
ETIOLOGI

Pasien dengan gangguan Beberapa pasien dengan


Coping mechanism yang Teori Psikodinamik :
kepribadian memiliki psikotik akut memiliki
tidak adekuat gejala psikotik merupakan
kerentanan biologis riwayat skizofrenia atau
pertahanan melawan
ataupun psikologis untuk gangguan mood di dalam
fantasi yang terlarang,
terjadinya gejala psikotik, keluarganyae
keinginan yang tidak
terutama gangguan terpenuhi, atau supaya
kepribadian ambangm keluar dari situasi stressor
skizoid, skizotipal, atau psikososial
paranoid.

6
GEJALA KLINIS

01 02 03 04

Satu gejala utama


psikosis, seperti Mood labil, konfusi, Emosi berfluktuasi, Pola gejala yaitu
halusinasi, waham, dan gangguan tingkah laku yang paranoid akut dan
dan disorganized perhatian ;ebih aneh, berteriak atau konfusi reaktif,
thought, biasanya sering terjadi pada diam, dan eksitasi, dan
onset tiba-tiba, psikotik akut gangguan memori depresi.
tidak selalu memiliki daripada psikotik terhadap kejadian
gejala yang ada kronik. yang baru terjadi
pada skizofrenia.

7
DIAGNOSIS psikotik akut
3 SUBTIPE PSIKOTIK AKUT

Gejala psikotik bertlangsung minimal 1


hari, namun kurang dari 1 bulan, dan tidak
berkaitan dengan gangguan mood,
gangguan terkait penggunaan zat, atau 1 PSIKOTIK AKUT DENGAN STRESSOR

gangguan psikotik yangh diakibatkan


kondisi medis umum.

Riwayat penyakit pasien yang dibutuhkan


2 PSIKOTIK AKUT TANPA STRESSOR

untuk diagnosis tidak hanya didapat dari


pasien sendiri. Meskipun gejala psikotik
jelas, namun informasi mengenai gejala
prodromal, gangguan mood episode
sebelumnya, konsumsi zat psikotomimetik ,
3 ONSET POST PARTUM

dan lainnya secara akurat didapat dari


keluarga atau teman..

8
DIAGNOSIS BANDING

01 02

Jika gejala psikotik menetap lebih Jika gejala psikotik berlangsung kurang
dari 1 bulan: dari 1 bulan sebagai respon terhadaap
Gangguan schizophreniforms, stressor yang jelas, diagnosis psikotik akut
Gangguan Shizoaffective paling mungkin. Diagnosis lain yang perlu
schizophrenia, gangguan mood dipertimbangkan sebagai diagnosis
dengan gejala psikotik, gangguan banding : factitious disorder dengan
waham, dan gangguan psikotik gejala psikologis dominan, gangguan
tidak terinci psikotik akibat kondisi medis umum, dan
gangguan psikotik yang diinduksi zat.

9
PROGNOSIS
Penyesuaian premorbid yang baik

Sifat skizoid premorbid sedikit


Pasien dengan psikotik
akut memiliki prognosis Stressor presipitasi yang berat

baik, dan European Onset gejala yang tiba-tiba


studies menyatakan
bahwa 50 hingga 80 Gejala Afektif

persen pasien tidak ada Konfusi selama psikosis

masalah psikiatri lebih


Afek tumpul yang sedikit
lanjut.
Gejala berdurasi pendek

Faktor Prognostik Tidak ada keluarga yang menderita skizofrenia


baik untuk psikotik
akut : 10
TATALAKSANA
HOSPITALIZATION
Pasien dengan psikotik akut butuh dirawat segera untuk evaluasi dan
proteksi. Evaluasi gejala dan tingkat bahaya pasien terhadap diri sendiri
dan orang lain.

FARMAKOTERAPI
2 Kelas utama obat yang dapat dipakai pada psikotik akut adalah obat
antipsikotik dan benzodiazepin.
Antipsikotik : Haloperidol, Ziprasidone
TATALAKSANA
Obat anxiolitik kadang bermanfaat pada 2-3 minggu pertama setelah
resolusi episode psikotik.

PSIKOTERAPI
Eksplorasi dan perkembangan strategi coping

11
GANGGUAN
SKIZOAFEKTIF
Oleh dr Rini Gusya Liza, M.Ked.KJ, Sp.KJ

12
Skizoafektif memiliki kedua gejala skizofrenia dan gangguan mood.

Pada sistem diagnostik saat ini, pasien dapat didiagnosis Skizoafektif jika sesuai dengan salah
satu dari 6 kategori berikut :
a. Pasien dengan skizofrenia yang memiliki gejala mood
b. Pasien dengan gangguan mood yang memiliki gejala skizofrenia
c. Pasien dengan gangguan mood dan skizofrenia
d. Pasien dengan psikosis ketiga yang tidak berhubungan dengan skizofrenia dan gangguan
mood
e. Pasien yang penyakitnya lanjutan antara skizofrenia dan gangguan mood
f. Pasien dengan beberapa kombinasi di atas

13
SEJARAH GANGGUAN SKIZOAFEKTIF

George H.
Kirby(1913) Sekitar tahun
Jacob Kasanin
August Hoch 1970
(1933)
(1921)

Memperkenalkan istilah gangguan


Menemukan pasien dengan skizoafektif pada gangguan dengan gejala
gejala campuran skizofrenia skizofrenia dan gangguan mood.
dan gangguan mood. Dari 1933-1970, pasien yang gejalanya Terdapat data yang merubah
Karena pasien tersebut mirip dengan pasien Kasanin pandangan terhadap skizoafektif dari
tidak memiliki gejala diklasifikasikan berbagai macam, yaitu gangguan skizofrenia menjadi
demensia prekox, maka sebagai gangguan skizoafektif, skizofrenia gangguan mood.
diklasifikasikan ke psikosis atipikal, skizofrenia dengan prognosis baik,
manik-depresif Emil skizofrenia remisi, yang semuanya
Kraeplin mmenekankan hubungannya dengan
skizofrenia.
14
EPIDEMIOLOGI
Prevalensi Gender dan usia
• Skizoafektif tipe bipolar: sama
antara pria dan wanita, lebih sering
pada dewasa muda daripada yang
lebih tua.
Prevalensi seumur hidup gangguan
• Skizoafektif tipe depresi : pada
skizoafektif kurang dari 1 persen,
wanita dua kali lipat pria, lebih
dengan rentang 0,5 hingga 0,8 persen
sering pada orang yang lebih tua
daripada usia lebih muda.
• Usia saat onset pada wanita lebih
lambat daripada pria.

15
ETIOLOGI
• Penyebab gangguan skizoafektif • Suatu penelitian pada gen
masih belum diketahui. Gangguan skizofrenia (DISJ), yang terletak
ini dapat merupakan tipe pada kromosom 1q42, menyatakan
skizofrenia, tipe gangguan mood, bahwa adanya kemungkinan
atau ekspresi simultan dari masing- keterlibatan gen tersebut pada
masingnya. gangguan skizoafektif.
• Gangguan skizoafektif juga bisa
merupakan psikosis tipe ketiga
yang tidak berhubungan dengan
skizofrenia maupun gangguan
mood.
• Pasien dengan skizoafektif
merupakan kelompok heterogen :
beberapa memiliki skizofrenia
dengan gejala afektif yang
menonjol, yang lainnya memiliki
gangguan mood dengan gejala
psikotik yang menonjol, dan yang
lainnya memiliki sindrom klinis yang
berbeda
16
DIAGNOSIS DAN GEJALA KLINIS
Kriteria DSM-V untuk gangguan Skizoafektif.

A. Sebuah periode penyakit yang tidak terinterupsi yang berlangsung selama adanya
episode mood mayor (depresif atau manik mayor) bersamaan dengan Kriteria A skizofrenia.
Catatan : episode depresif mayor harus mengikutsertakan Kriteria A1 : mood depresi.
B. Delusi atau halusinasi selama 2 minggu atau lebih saat absennya episode mood mayor
(depresif atau manik) selama durasi penyakit tersebut.
C. Gejala yang memenuhi kriteria dari episode mood mayor ada selama sebagian besar
dari total durasi porsi aktif dan residual dari penyakitnya.

17
DIAGNOSIS DAN GEJALA KLINIS
Kriteria DSM-V untuk gangguan Skizoafektif.

D. Gangguan tidak terkait dengan efek suatu zat (misalnya kecanduan obat , atau pengobatan)
atau kondisi medis yang lain

Spesifikasikan apakah :
295.70 (F25.0) tipe bipolar : sub tipe berlaku apabila episode manik merupakan bagian dari
gejalanya. Gejala depresif mayor juga mungkin saja berlaku.
295.70 (F25.1) tipe depresif : sub tipe ini berlaku hanya jika episode depresif mayor merupakan
bagian dari presentasinya.

Spesifikasikan jika :
Penspesifikasi berikut ini hanya digunakan jika gangguan telah berlangsung selama 1 tahun dan
jika tidak kontraindikasi dengan kriteria diagnostik.

18
DIAGNOSIS DAN GEJALA KLINIS
Kriteria DSM-V untuk gangguan Skizoafektif.

D. Gangguan tidak terkait dengan efek suatu zat (misalnya kecanduan obat , atau pengobatan)
atau kondisi medis yang lain

Spesifikasikan apakah :
295.70 (F25.0) tipe bipolar : sub tipe berlaku apabila episode manik merupakan bagian dari
gejalanya. Gejala depresif mayor juga mungkin saja berlaku.
295.70 (F25.1) tipe depresif : sub tipe ini berlaku hanya jika episode depresif mayor merupakan
bagian dari presentasinya.

Spesifikasikan jika :
Penspesifikasi berikut ini hanya digunakan jika gangguan telah berlangsung selama 1 tahun dan
jika tidak kontraindikasi dengan kriteria diagnostik.

19
DIAGNOSIS DAN GEJALA KLINIS
Kriteria DSM-V untuk gangguan Skizoafektif.

• Episode pertama, sedang dalam episode akut : manifestasi pertama dari gangguan sesuai
dengan gejala diagnostik dan kriteria waktu. Sebuah episode akut adalah periode waktu yang
mana gejala kriteria terpenuhi.
• episode pertama, sedang dalam tahap remisi parsial : remisi parsial adalah suatu periode
waktu sepanjang ada peningkatan setelah episode sebelumnya ditangani dan dimana kriteria
definitif dari gangguan tersebut hanya setengah terpenuhi.
• Episode pertama, sedang dalam remisi penuh : remisi penuh adalah suatu periode waktu
setelah episode sebelumnya dimana tidak ada gejala spesifik dari gangguan tersebut yang
muncul/Nampak.

20
DIAGNOSIS DAN GEJALA KLINIS
Kriteria DSM-V untuk gangguan Skizoafektif.

• Banyak Episode, sedang dalam episode akut : episode multipel dapat ditentukan setelah
minimal dari 2 episode (misalnya, setelah episode pertama, sebuah remisi dan minimal sekali
relaps)
• Banyak episode, sedang dalam remisi parsial
• Banyak episode, sedang dalam remisi penuh
• Kontinyu , gejala memenuhi kriteria diagnostik dari gangguan yang tersisa adalah gejala
mayor dari gangguan, dengan periode gejala subthreshold menjadi relatif singkat dari
keseluruhan perlangsungan gangguan tersebut.
• Tidak terspesifikasi.

21
DIAGNOSIS DAN GEJALA KLINIS

Spesifikasikan derajat keparahan saat ini :


• Keparahan dinilai dengan penilaian kuantitatif dari gejala primer psikosis, termasuk delusi,
halusinasi , bicara yang tidak terorganisasi , perilaku psikomotor abnormal , dan gejala
negative. Masing-masing dari gejala ini dapat dinilai untuk keparahannya saat ini (paling
parah dalam 7 hari terakhir) dalam skala 5 poin yang bervariasi mulai dari 0 (tidak ada gejala)
sampai 4 (ada dan parah). (lihat bab mengukur penilaian).

Catatan : diagnosa skizoafektif dapat ditegakkan tanpa menggunakan penspesifikasi ini.

22
DIAGNOSIS BANDING

• Semua kemungkinan yang dianggap • Gangguan psikotik akibat kejang


gangguuan mood dan skizofrenia • Riwayat penggunaan zat perlu
• Pemeriksaan penunjang perlu untuk menyingkirkan gangguan
dilakukan untuk menyingkirkan yang diinduksi zat.
gejala karena kelainan organik.

23
PROGNOSIS

• Peningkatan adanya gejala skizofren


• Masih sulit untuk menentukan
memprediksikan prognosis lebih
perjalanan jangka panjang dan
buruk
prognosis skizoafektif
• Setelah 1 tahun, pasien dengan
• Pasien dengan skizoafektif
skizoafektif memiliki outcome
diperkirakan memiliki perjalanan
berbeda, tergantung apakan gejala
yang serupa dengan gangguan
predominannya afektif (prognosis
mood, skizofrenia, ataupun
baik) atau skizofren (prognosis lebih
outcome intermedietnya
buruk)

24
TATALAKSANA • Untuk skizoafektif tipe depresi,
digunakan antidepresan. Pilihan
terapinya yang utama adalah
Selective serotonin reuptake
inhibitors (contoh : fluoxetine dan
• Mood stabilizers perupakan terapi sertraline ) , sering digunakan
gangguan bipolar, yang penting karena efeknya terhadap jantung
untuk terapi pasien dengan lebih sedikit.
gangguan skizoafektif. • Pada pasien agitasi atau insomnia,
obat trisiklik yang menjadi pilihan

• Pada kasus yang tidak berubah


dengan obat, penggunaan ECT
dapat dipertimbangkan
• Antipsikotik penting pada
tatalaksana gejala psikotik pada
gangguan skizoafektif.

25
TATALAKSANA psikososial

• Kombinasi terapi keluarga, social skills training,


dan rehabilitasi kognitif bermanfaat bagi pasien
• Memberi pengertian bahwa mungkin akan sulit
bagi keluarga untuk mengikuti perubahan mood
dan kebutuhan pasien
• Obat yang digunakan mungkin banyak, sehingga
perlu edukasi untuk kepatuhan dan kelanjutan
pengobatan pasien.

26