Anda di halaman 1dari 5

Eka Endah L. dan Evi K. l Uji Efektivitas Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.

)Sebagai Pengobatan Diabetes Melitus

Uji Efektivitas Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.) sebagai


Pengobatan Diabetes Melitus

Evi Kurniawaty1, Eka Endah Lestari2


1
Bagian Biokimia , Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung
2
Mahasiswa,Fakultas Kedokteran, Universitas Lampung

Abstrak
Diabetes melitus merupakan suatu penyakit metabolik yang ditandai dengan terjadinya peningkatan kadar glukosa dalam
darah akibat kurangnya sekresi insulin, kerja insulin, ataupun keduanya. Kadar glikemi yang berlebihan dapat menyebabkan
terbentuknya radikal bebas untuk menjadi suatu oksigen reaktif. Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) adalah
tumbuhan yang telah dipercayai dapat digunakan sebagai pengobatan herbal dalam mengatasi diabetes mellitus.
Kandungan di dalam daun belimbing wuluh yang paling berperan penting sebagai antioksidan dan antidiabetes adalah
Flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa fenol yang memiliki beberapa aktivitas farmakologikal. Metode yang digunakan
adalah metode maserasi. Dalam metode ini telah cukup dibuktikan melalui suatu penelitian bahwa daun belimbing wuluh
bersifat poten terhadap penyakit diabetes. Selain itu daun belimbing wuluh juga memiliki aktivitas antibekteri terhadap
Escerichia coli dan Staphylococcus aureus. Tingkat prevalensi penderita diabetes di Indonesia semakin meningkat setiap
tahunnya.

Kata kunci: Averrhoa bilimbi L.,diabetes mellitus, ekstraksi maserasi,flavonoid, herbal

The Effectiveness Test for Extract Wuluh Starfruite Leaf (Averrhoa bilimbiL.)
as Diabetes Mellitus Treatment
Abstract
Diabetes mellitus is a metabolic disease characterized by an increase in blood glucose levels due to lack of insulin secretion,
insulin action, or both. Glikemi excessive levels can cause the formation of free radicals to become a reactive oxygen.
Leaves starfruit (Averrhoa bilimbi L.) is a plant that has been believed to be used as a herbal medicine in dealing with
diabetes mellitus. The content in the leaves starfruit most important role as an antioxidant and antidiabetic is Flavonoid.
Flavonoids are phenolic compounds that have some pharmacological activity. The method used is the method of
maceration. The level ofprevalence ofdiabeticsinIndonesiais increasingevery years .

Keywords: AverrhoabilimbiL., diabetesmellitus, extraction of maceration, flavonoids, herbs

Korespondensi : Eka Endah Lestari, Jln. ST Jamil Kost Putri Laila, Rajabasa, HP 085769818824, e-mail
ekaendah62@gmail.com

Pendahuluan peroksida lipid yang biasanya digunakan


Diabetes mellitus (DM) merupakan suatu sebagai indikator dalam menentukan derajat
sindrom penyakit metabolisme yang ditandai stres oksidatif.2
dengan adanya hiperglikemia akibat Berdasarkan hasil Riskesdas tahun 2007,
kekurangan insulin ataupun disebabkan karena bahwa prevalensi nasional DM berdasarkan
terjadinya resistensi insulin.1 pemeriksaan gula darah pada penduduk usia
Keadaan hiperglikemi pada penderita lebih dari 15 tahun di pekotaan adalah sebesar
DM menyebabkan terbentuknya radikal bebas, 5,7% dan prevalensi DM di Provinsi Lampung
yang selanjutnya dapat membentuk suatu berdasarkan Dinas Kesehatan Provinsi
oksigen reaktif. Pembentukan senyawa oksigen Lampung tercatat bahwa pada tahun 2005 –
reaktif yang berlebihan dapat mengakibatkan 2006 jumlah penderita DM mengalami
ketidakseimbangan antara antioksidan peningkatan 12% dari periode sebelumnya
protektif dengan jumlah radikal bebas pada yaitu sebanyak 6.256 penderita.
penderita DM sehingga terjadilah kerusakan Sedangkan penderita diabetes mellitus
oksidatif yang dikenal dengan stres oksidatif. pada tahun 2012 sebanyak 317 juta orang dan
Terjadinya kerusakan oksidatif pada diprediksikan akan mencapai 552 juta pada
pasien DM ditandai dengan peningkatan tahun 2030. Kasus diabetes mellitus di
malondialdehid (MDA) pada pasien DM. Indonesia semakin meningkat. Indonesia
malondialdehid merupakan produk akhir dari menempati urutan ke-4 terbesar di dunia

Majority | Volume 5 | Nomor 2 | April 2016 |32


Eka Endah L. dan Evi K. l Uji Efektivitas Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.)Sebagai Pengobatan Diabetes Mellitus

dengan jumlah penderita mencapai 8.426.000 kekurangan secara absolut atau relatif dari
orang dan diperkirakan akan terus meningkat kerja atau sekresi insulin. Insulin adalah suatu
sampai 21.257.000 pada tahun 2030.3 zat atau hormon yang dikeluarkan oleh sel beta
Penderita diabetes mellitus memerlukan pankreas yang memegang peranan sangat
pengobatan sepanjang hidup untuk penting, yaitu bertugas memasukkan glukosa
mengurangi gejala, mencegah progresivitas ke dalam proses metabolisme untuk
penyakit, dan mencegah agar tidak membentuk sel baru dan menggantikan sel
berkembang ke arah komplikasinya, sedangkan yang rusak. Apabila insulin tidak ada, maka
obat anti diabetes yang dikonsumsi dapat glukosa tidak dapat masuk ke dalam sel.
menimbulkan efek samping dalam penggunaan Akibatnya glukosa akan tetap berada di dalam
jangka panjang. Oleh karena itu diperlukan pembuluh darah dan kadarnya di dalam darah
alternatif terapi dengan menggunakan akan meningkat.
tanaman obat tradisional. Defisiensi insulin dapat terjadi melalui 3
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) jalan, yaitu rusaknya sel-sel  pankreas karena
merupakan tanaman yang berasal dari daerah pengaruh dari luar ( virus, zat kimia, dll),
Amerika dan beriklim tropis, dibudidayakan di desensitisasi atau penurunan reseptor glukosa
sejumlah negara seperti Malaysia, Argentina, pada kelenjar pankreas, dan desensitisasi atau
Australia, Brazil, India, Filipina, Singapura, kerusakan reseptor insulin di jaringan perifer.
Thailand, dan Venezuela.4Di Indonesia Gejala yang dikeluhkan oleh penderita
belimbing wuluh sudah mulai dimanfaatkan diabetes mellitus adalah polidipsia,
salah satunya adalah daunnya. poliuria,polifagia, penurunan berat badan, dan
Daun belimbing wuluh memiliki kesemutan.Keluhan lain adalah lemah,
kandungan flavonoid, saponin, tanin, sulfur, kesemutan pada jari tangan dan kaki, gatal,
asam format, peroksidase, kalsium oksalat, dan mata kabur, disfungsi ereksi pada pria,pruritus
kalium sitrat. Flavonoid merupakan senyawa vulvae pada pasien wanita, serta luka yang
fenol yang dimiliki oleh banyak tanaman. sukar sembuh.8
Flavonoid memiliki beberapa aktivitas Secara tradisional banyak tanaman yang
farmakologikal yang berfungsi sebagai dapat berfungsi sebagai obat antidiabetes.
antioksidan dan antidiabetes.5,6Selain itu,daun Namun, penggunaan tanaman obat tersebut
belimbing wuluh memiliki aktivitas antibakteri kadang-kadang hanya didasarkan pada
terhadap Escerichia coli dan Staphylococcus pengalaman dan belum didukung oleh
aureus7,8 penelitian terutama uji farmakologinya. Salah
Metode yang digunakan dalam satu obat tradisional yang sering digunakan
penelitian ekstraksi daun belimbing wuluh ini oleh masyarakat sebagai obat antidiabetes
adalah metode maserasi. Metode maserasi adalah tanaman belimbing wuluh (Averrhoa
memiliki keunggulan dalam isolasi bilimbi L.). Tanaman tersebut secara empiris
senyawabahan. Selama proses ekstraksi mempunyai khasiat untuk pengobatan
maserasi terjadi pemecahan dinding dan diabetes melitus. Sebagai bahan obat yang
membran sel akibat dari perbedaan tekanan di digunakan adalah rebusan daun belimbing
dalam dan di luar sel sehingga menyebabkan wuluh (Sudarsono, dkk., 2002).
metabolit sekunder yang ada di dalam Hal ini telah dibuktikan oleh penelitian
sitoplasma bahan terlarut ke dalam pelarut. yang menunjukkan bahwa infusa daun
Ekstraksi dapat dipengaruhi oleh belimbing wuluh dapat berkhasiat sebagai
beberapa faktor, diantaranya tipe persiapan penurun glukosa darah pada tikus dengan
sampel,waktu ekstraksi, kuantitas pelarut, pembebanan glukosanya menggunakan
suhu, dan tipe pelarut.9Hasil ekstraksi dapat aloksan (Damayanti, 1995).
diaplikasikan sebagai sumber antioksidan, Berikut adalah taksonomi dari Belimbing
antibakteri, maupun sebagai pewarna alami. wuluh (Averrhoa bilimbi L.).
a. Sistematika tanaman
Isi Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.)
Diabetes mellitus adalah suatu penyakit kedudukannya dalam ilmu taksonomi
yang ditandai dengan terjadinya hiperglikemia tumbuhan adalah:
dan gangguan metabolisme karbohidrat, Divisi : Spermatophyta
lemak, dan protein yang dihubungkan dengan Sub divisi : Angiospermae

Majority | Volume 5 | Nomor 2 | April 2016 |33


Eka Endah L. dan Evi K. l Uji Efektivitas Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.)Sebagai Pengobatan Diabetes Melitus

Kelas : Dicotyledonae Flavonoid bekerja dengan cara


Bangsa : Geraniales denaturasi protein. Proses ini juga
Suku : Oxalidaceae menyebabkan gangguan dalam pembentukan
Genus : Averrhoa sel sehingga merubah komposisi komponen
Spesies : Averrhoa bilimbi L. protein. Fungsi membran sel yang terganggu
(Syamsuhidayat dan Hutapea, 2001). dapat menyebabkan peningkatan
b. Morfologi Tanaman permeabilitas sel, diikuti dengan terjadinya
Batang berbentuk tegak, permukaan kerusakan sel bakteri. Kerusakan tersebut
kasar, banyak tonjolan, dan berwarna menyebabkan kematian sel bakteri. Flavonoid
hijau kotor. Babitus berbentuk pohon berfungsi untuk menjaga pertumbuhan normal
setinggi 5-10 meter. Daun berbentuk daun dan pertahanan terhadap pengaruh infeksi dan
majemuk, menyirip, anak daun 25-45 kerusakan.15
helai, bulat telur, ujung meruncing, Berdasarkan penelitian yang dilakukan
pangkal membulat, panjang 7-10 cm, lebar oleh Zurha, Tarigan, dan Sihotang pada tahun
1-3 cm, bertangkai pendek, dan berwarna 2008, didapatkan hasil bahwa flavonoid
hijau. Bunga berbentuk majemuk, bentuk memiliki efek antioksidan yang
malai (bintang), berwarna ungu, berada kuat.Mekanisme kerja flavonoid sebagai
pada tonjolan batang dan cabang, antioksidan adalah menekan pembentukan
menggantung, panjang 5-20 cm, kelopak ROS (Reactive Oxygen Species) dengan
lebih kurang 6 mm, daun mahkota menghambat enzim dalam pembentukan ROS
bergandengan, bentuk lanset. Akar pohon dan meningkatkan regulasi serta proteksi dari
adalah tunggang dan berwarna coklat antioksidan. Flavonoid pun dapat melindungi
kehitaman. Buah berbentuk buni, bulat, membran lipid dari kerusakan oksidatif,
panjang 4-6 cm,dan berwana hijau sehingga peroksidasi lipid dapat dihambat dan
kekuningan. peningkatan kadar Malondialdehid (MDA)
Zat aktif yang bisa di dapat pada daun dapat dicegah. 16,17
belimbing wuluh antara lain adalah saponin Pada saat penelitian dilakukan
dan flavonoid. Saponin berfungsi sebagai anti pembuatan infusa belimbing wuluh dengan
hiperglikemik dengan cara mencegah dosis aloksan yang diberikan pada hewan coba
pengambilan glukosa pada brush borderdi usus adalah 125 mb/kgBB dan disuntikan secara
halus.Sedangkan flavonoid merupakan alfa- subkutan dan efek hiperglikemik akan muncul
glukosidase yang berfungsi untuk menunda setelah 72 jam. Pemeriksaan glukosa darah
absorbsi karbohidrat sehingga kadar glukosa puasa dilakukan untuk memastikan
darah akan menurun.11 keberhasilan induksi.11
Flavonoid merupakan salah satu Berdasarkan tahapan penelitian,
senyawa metabolit sekunder yang paling ekstraksi daun belimbing wuluh dapat
banyak ditemukan di dalam jaringan tanaman. dilakukan dengan langkah-langkah sebagai
Flavonoid termasuk dalam golongan senyawa berikut.
phenolik dengan struktur kimia C6-C3-C6 1. Daun belimbing wuluh dicuci hingga
(Gambar 1). Kerangka flavonoid terdiri atas bersih, kemudian dirajang, dan ditimbang.
satu cincin aromatik B dan cincin tengah 2. Daun belimbing wuluh yang sudah
berupa heterosiklik yang mengandung dirajang kemudian dimasukkan ke dalam
oksigen.12,13 bejana atau toples dan ditambahkan
pelarut air atau etanol 70 % dengan
berbagai rasio bahan pelarut (b/v) (1:4 ;
1:5 ; 1:6).
3. Daun belimbing wuluh dan pelarut yang
telah tercampur kemudian ditutup rapat
agar terlindung dari sinar matahari.
4. Kemudian diamkan selama + 24 jam untuk
proses ekstraksi.
5. Pisahkan filtrat dan residu dengan
Gambar 1. Struktur Flavonoid.14 menggunakan corong yang telah dialasi

Majority | Volume 5 | Nomor 2 | April 2016 |34


Eka Endah L. dan Evi K. l Uji Efektivitas Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.)Sebagai Pengobatan Diabetes Mellitus

dengan kain saring dan kertas saring Matematika dan IPA Universitas
kasar. Indonesia; 2008.
6. Setelah diperoleh filtrat, kemudian 7. Dalimarta, S. 36 resep tumbuhan obat
dievaporasi dengan suhu 75o C hingga untuk menurunkan kolesterol. Jakarta:
total padatan terlarut mencapai 60o Brix Penebar Swadaya; 2008.
untuk menghilangkan pelarut.18 8. Ummah, MK. Ekstraksi dan pengujian
aktivitas antibakteri senyawa tanin pada
Ringkasan daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi
Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) (kajian variasi pelarut) [disertasi].
L.) merupakan tanaman yang dapat digunakan Malang: Universitas Islam Negeri Maulana
sebagai terapi herbal dalam menangani Malik Ibrahim; 2010.
diabates mellitus. Kandungan utama yaitu 9. Hendra, R., Ahmad, S., Sukari, A., Shukor,
flavonoid yang berperan dalam aktivitas MY., and Oskoueian, E. Flavonoid analyses
farmakologikal yang berfungsi sebagai and antimicrobial activity of various parts
antioksidan dan antidiabetes. Menurut of Phaleria macrocarpa(Scheff.) Boerl
penelitian bahwa flavonoid memiliki efek Fruit. Int. J. Mol. Sci. 2011; 12:3422–3431.
antioksidan yang kuat. 10. Chandra S. Pengaruh pemberian ekstrak
buah belimbing terhadap penurunan
Simpulan kadar glukosa darah tikus wistar yang di
Dari penelitian ini dapat disimpulkan induksi aloksan. Semarang : Universitas
bahwa daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi Diponegoro; 2012.
L.) memang telah dipercaya memiliki khasiat 11. Madduluri, S., Rao, KB., and Sitaram, B. In
untuk terapi antidiabetes. Beberapa penelitian vitro evaluation of antibacterial activity of
juga telah dilakukan sebelumnya. Uji efektivitas five indigenous plants extract against five
ekstrak daun belimbing wulung terhadap bacterial pathogens of human.
mencit telah dibuktikan memiliki tingkat International Journal of Pharmacy and
aktivitas yang baik dalam menurunkan kadar Pharmaceutical Sciences. 2013; 5(4):679–
glukosa dalam darah. 684.
12. Hernani, Marwati, T., dan Winarti, C.
Daftar Pustaka Pemilihan pelarut pada pemurnian ekstrak
1. Ozougwu JC, Obimba KC, Belonwu CD, lengkuas (Alpinia galanga) secara
Unakalamba CB. The Pathogenesis and ekstraksi. J. Pascapanen. 2007; 4(1):1–8.
pathophysiology of type 1 and type 2 13. Buraerah, Hakim. Analisis faktor risiko
diabetes mellitus. 2013; 4(4):46-57. diabetes melitus tipe 2 di puskesmas
2. Indah N Fajarini. Pengaruh infusa tanrutedong, sidenreg rappan. Jurnal
belimbing wuluh terhadap kadar Ilmiah Nasional [internet]; 2010 [diakses
malondialdehid mencit model diabetik. tanggal 17 Februari 2015]. Tersedia dari:
Bandung: Fakultas Kedokteran Universitas http://lib.atmajaya.ac.id/default.aspx?tabI
Islam; 2012. D= 61&src=a&id=186192.
3. Departemen Kesehatan Provinsi Lampung. 14. Abdi Redha. Flavonoid : Struktur
Profil kesehatan Provinsi Lampung. antioksidatif dan peranannya dalam
Lampung: Depkes; 2008. sistem biologis. Pontianak: Teknik
4. Thomas, ANS. Tanaman obat tradisional 2. pertanian politeknik negeri Pontianak;
Yogyakarta: Kanisius; 2007. 2013
5. Roy, A., Geetha, and Lakshmi. Averrhoa 15. Redha A. Flavonoid : struktur, sifat
bilimbi linn–nature’s drug store–a antioksidatif dan peranannya dalam
pharmacological review. International sistem biologis. Jurnal Berlian. 2010;
Journal of Drug Development & 9(2):196-202.
Research.2011; 3(3):101–106. 16. Maher P, Akaishi T. Abe K. Flavonoid
6. Faharani, G. Uji aktivitas antibakteri daun fisetin promotes erk- dependent long term
belimbing wuluh terhadap bakteri potentiation and enhances memory.
streptococcus aureus dan escherichia coli PNAS. 2006; 103(44):16568-73.
secara bioautografi. Jakarta: Fakultas 17. Zeleny, M. Multiple criteria decision
making. New York: Mc Graw Hill; 1982.

Majority | Volume 5 | Nomor 2 | April 2016 |35


Eka Endah L. dan Evi K. l Uji Efektivitas Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa bilimbi L.)Sebagai Pengobatan Diabetes Melitus

18. Pendit Putu Atu Chintia Devi, dkk. 2013; 4(1):400-409.


Karakteristik ekstrak daun belimbing
wuluh. Jurnal Pangan dan Agroindustri.

Majority | Volume 5 | Nomor 2 | April 2016 |36