Anda di halaman 1dari 174

TENAGA KERJA

EKONOMI
KREATIF
TENAGA KERJA
3857046
2011-2016
EKONOMI KREATIF
2010-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2010-2016
LAPORAN PENYELENGGARAAN PENYUSUNAN DATA STATISTIK
DALAM RANGKA BIG DATA EKONOMI KREATIF

ISBN: 978-602-438-197-4
No. Publikasi: 04120.1801
No. Katalog: 2301034
Ukuran Buku: 17,6 x 25 cm
Jumlah Halaman: xxxii + 139 halaman
Naskah: Sub Direktorat Statistik Ketenagakerjaan
Penyunting/Editor: Sub Direktorat Statistik Ketenagakerjaan
Gambar Kulit: Badan Ekonomi Kreatif
Gambar: Sub Direktorat Statistik Ketenagakerjaan
Diterbitkan oleh: Badan Pusat Statistik
Dicetak oleh: Badan Pusat Statistik

Dilarang mengumumkan, mendistribusikan, mengomunikasikan,


dan/atau menggandakan sebagian atau seluruh isi buku ini untuk
tujuan komersial tanpa izin tertulis dari Badan Pusat Statistik
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 iii

KATA PENGANTAR

E
konomi kreatif (ekraf ) sebagai konsep ekonomi baru yang
mengandalkan ide kreatifitas, budaya, dan teknologi
diyakini mampu menjadi sumber pertumbuhan baru bagi
perekonomian nasional kedepan. Ekonomi kreatif menjadi
katalisator bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia ditengah
perlambatan pertumbuhan ekonomi saat ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) menyambut baik disusunnya Buku Statistik
Ekonomi Kreatif sebagai perwujudan hasil kerjasama antara BPS
dengan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf ) tahun 2017. Buku ini
menyajikan data Statistik Ekonomi Kreatif yang merupakan
bagian dari Big Data ekonomi kreatif. Gambaran tentang
potensi dan pengembangan bidang ekonomi kreatif ini
dituangkan dalam 7 (tujuh) jenis output yang meliputi:
Profil Usaha/Perusahaan 16 Subsektor Ekraf Berdasarkan
Sensus Ekonomi 2016 (SE2016); Ekspor Ekonomi
Kreatif 2010-2016; Klasifikasi Jabatan Ekraf dalam
KBJI 2014; Laporan PDB Ekonomi Kreatif Tahun 2014-
2016; Laporan Penyusunan PDRB Ekraf 5 Provinsi
2010-2016 Menurut Lapangan Usaha; Tenaga Kerja
Ekonomi Kreatif 2011-2016 dan Upah Tenaga Kerja
Ekonomi Kreatif 2011-2016; serta Tabel Input Output Updating
Ekonomi Kreatif 2014.
Buku ini diharapkan memberikan fakta dan data sebagai basis
pengambilan keputusan dan monitoring perkembangan dan kebijakan
di bidang ekonomi kreatif. Selain itu buku ini diwacanakan untuk
memberikan perspektif terkini bagi para pelaku usaha ekraf maupun
masyarakat luas tentang potensi ekraf di Indonesia sehingga dapat
dimanfaatkan untuk berbagai penelitian dan pengembangan dunia
usaha di bidang ekraf.
Akhirnya ucapan syukur kehadirat Allah SWT dan terima kasih serta
penghargaan kepada seluruh Tim BPS yang telah bekerjasama dan
bekerja keras untuk menyelesaikan seluruh publikasi dari 7 (tujuh)
kegiatan utama yang menjadi cakupan dalam kerjasama BPS-Bekraf.
Semoga buku ini dapat memberi manfaat tidak hanya kepada Bekraf dan
BPS saja, tetapi juga bagi para pelaku usaha ekraf dan pengguna data di
Indonesia maupun dunia internasional.
Semoga Allah SWT meridhai upaya penerbitan buku ini.

Jakarta, Desember 2017


Kepala Badan Pusat Statistik,

Dr. Suhariyanto
iv TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 v

KATA PENGANTAR

S
ektor ekonomi kreatif merupakan sektor ekonomi yang
memiliki cakupan klasifikasi tenaga kerja yang luas. Hal
ini berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2015
yang menerangkan bahwa ekonomi kreatif mencakup
enam belas subsektor. Setiap subsektor memiliki jenis pekerjaan
yang berbeda satu sama lain, sehingga memberikan keunikan
tersendiri bagi tenaga kerja di masing-masing subsektor ekonomi
kreatif. Selain terdiferensiasi secara luas, tenaga kerja ekonomi
kreatif menjadi salah satu pihak yang terdampak dari perubahan
teknologi masa kini.
OECD (2016) menjelaskan bahwa sembilan persen
pekerjaan memiliki risiko yang tinggi tergantikan
mesin. Sementara itu, beberapa subsektor ekonomi
kreatif memiliki kerentanan terhadap pengaruh
teknologi seperti subsektor kriya yang bergerak dari
kecenderungan low quality high quantity menjadi
high quality low quantity. Di sisi yang lain, yaitu sektor
penerbitan, film dan musik menjadi sektor yang
model bisnisnya mulai terpengaruh dari sisi produksi
dan pemasarannya.
Berdasarkan luasnya lingkup tenaga kerja dan potensi
kerentanan terhadap perubahan teknologi terdapat
ancaman munculnya kebijakan yang salah sasaran
akibat kompleksnya pertimbangan yang ada. Oleh karena
itu, solusi dalam mengatasi masalah ini yaitu penyediaan
terhadap data tenaga kerja ekonomi kreatif yang komprehensif.
Guna mendukung kebijakan pengembangan ekonomi kreatif, Bekraf
bekerjasama dengan BPS menyusun Laporan Tenaga Kerja Ekonomi
Kreatif. Laporan ini berisi data jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif secara
keseluruhan dan tenaga kerja setiap subsektor. Selain itu, laporan ini berisi
data mengenai profil demografi pekerja meliputi umur, jenis kelamin,
pendidikan, jam kerja, dan status pekerjaan. Data tenaga kerja ini akan
mendukung perumusan kebijakan yang bersifat evidence-based policy.
Di sisi yang lain, masyarakat dapat memahami kondisi ketenagakerjaan
di bidang ekonomi kreatif.
Akhir kata, kami menyampaikan ucapan terima kasih kepada BPS dan
pihak-pihak yang terkait atas partisipasi-nya dalam penyusunan buku
ini. Semoga buku ini dapat bermanfaat bagi pengembangan kebijakan
dan memberikan pemahaman mengenai ekonomi kreatif ke seluruh
masyarakat Indonesia.

Jakarta, Desember 2017


Kepala Badan Ekonomi Kreatif,

Triawan Munaf
vi TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

PENYUSUN
Subdirektorat Statistik Ketenagakerjaan
Naskah
Penanggung Jawab Umum Nurma Midayanti, S.Si, M.Env.Sc
Penanggung Jawab Teknis Dr. Indra Murty Surbakti, MA
Editor Rachmi Agustiyani, S.ST, M.Si
Eko Sriyanto, S.Kom
Kurniati Bachrun, S.ST, M.Si
Penulis Naskah Septiarida Nonalisa, S.ST
Sri Isnawati, S.ST, M.Si
Andam Satika, MM
Weni Lidya Sukma, S.ST
Putu Wira Wirbuana, S.ST
Jondan Indhy Prastyo, S.ST
Putri Sakinah, S.ST
Pengolah Data Saprudin Zuhri, S.Sos.I
Supriyadi
Satumi Maeda
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 vii

DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ________________________________________ iii
DAFTAR ISI ______________________________________________ vii
DAFTAR TABEL ___________________________________________ ix
DAFTAR GAMBAR _________________________________________ xi
DAFTAR LAMPIRAN _______________________________________ xvii
RINGKASAN EKSEKUTIF ____________________________________ xxix
INFOGRAFIS_____________________________________________ xxxi

BAB 1 PENDAHULUAN _________________________________ 3


BAB 2 PEMAHAMAN TENTANG EKONOMI KREATIF __________ 7
BAB 3 PERKEMBANGAN TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF
2011-2016 _____________________________________ 19
BAB 4 PENUTUP______________________________________ 69

LAMPIRAN ______________________________________________ 75
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 ix

DAFTAR TABEL
Tabel 2.1 Contoh Bridging KBLI 2015 ke KBLI 2009______________ 14
Tabel 3.1. Persentase Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif Menurut
Subsektor, 2011-2016_____________________________ 24
Tabel 3.2. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan Utama
di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Kelompok Umur,
Tahun 2011-2016_________________________________ 24
Tabel 3.3. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjan Utama di
Sektor Ekonomi Kreatif Menurut 4 Kategori Umur, _
2011-2016______________________________________ 26
Tabel 3.4. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan Utama _
di Sektor Ekonomi Kreatif dan 4 Kategori Umur, _
2015-2016______________________________________ 30
Tabel 3.5. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan Utama
di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Tingkat Pendidikan,
2010-2016______________________________________ 31
Tabel 3.6. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan Utama _
di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi
Kreatif dan Tingkatan Pendidikan, 2015-2016__________ 35
Tabel 3.7. Share Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan Utama _
di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Kategori Lapangan
Usaha, 2011-2016_________________________________ 37
Tabel 3.8. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan Utama _
di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Status Pekerjaan, _
2011-2016______________________________________ 38
Tabel 3.9. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan Utama _
di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Kegiatan Formal/
Informal, Tahun 2011-2016_________________________ 42
Tabel 3.10. Persentase Tenaga Kerja di Ekonomi Kreatif menurut _
Kegiatan Formal/Informal per subsektor, 2015-2016_____ 46
x TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Tabel 3.11. Persentase Tenaga Kerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Jenis Pekerjaan, 2010-2016_________________ 47
Tabel 3.12. Persentase Tenaga Kerja di Sektor Ekonomi Kreatif
Menurut kategori White/Blue Collar, 2011-2016_________ 48
Tabel 3.13. Persentase Tenaga Kerja di Sektor Ekonomi Kreatif _
Menurut Subsektor dan Kategori White/Blue Collar,
2015-2016______________________________________ 52
Tabel 3.14. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan
Utama di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Jam Kerja, _
Tahun 2011-2016_________________________________ 53
Tabel 3.16. Persentase Penduduk Bekerja dangan Pekerjaan Utama _
di Sektor Ekonomi Kreatif dengan Excessive Hours _
Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2011-2016___ 60
Tabel 3.17. Persentase Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif Menurut
Kategori Setengah Penganggur, 2011-2016____________ 61
Tabel 3.18. D istribusi Setengah Penganggur Menurut Subsektor
Ekonomi Kreatif, 2011-2016_________________________ 66
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 xi

DAFTAR GAMBAR
Gambar 3.1 Jumlah dan Pertumbuhan Tenaga Kerja Ekonomi
Kreatif di Indonesia, 2011-2016 (juta orang)_________ 19
Gambar 3.2. Jumlah Tenaga Kerja Sub Sektor Ekonomi Kreatif di
Indonesia, 2011-2016 (juta orang)_________________ 20
Gambar 3.3. Jumlah Tenaga Kerja Sub Sektor Ekonomi Kreatif di
Indonesia, 2011-2016 (ribu orang) lanjutan_________ 21
Gambar 3.4. Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Ekonomi Kreatif di
Indonesia, 2011-2016 (ribu orang) ________________ 22
Gambar 3.5. Share Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif di Indonesia
(persen), 2011-2016____________________________ 23
Gambar 3.6. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan _
Utama _di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Kelompok
Umur dan Jenis Kelamin, 2015-2016______________ 25
Gambar 3.7. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan _
Utama di Sektor EKonomi Kreatif Menurut Kelompok
Umur dan Daerah Tempat Tinggal, 2015-2016_______ 26
Gambar 3.8. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan _
Utama di Sektor EKonomi Kreatif Menurut 4 Kategori
Umur dan Jenis Kelamin, 2015-2016_______________ 27
Gambar 3.9. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja dengan
Pekerjaan Utama Menurut 4 Kategori Umur dan Jenis
Kelamin Secara Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor
EKonomi Kreatif, Tahun 2016 _____________________ 28
Gambar 3.10. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan _
Utama di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut 4 Kategori
Umur dan Daerah Tempat Tinggal, 2015-2016_______ 28
Gambar 3.11. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja dengan _
Pekerjaan Utama Menurut 4 Kategori Umur dan _
Daerah Tempat Tinggal Secara Nasional (Semua _
Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016___ 29
xii TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Gambar 3.12. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan _


Utama di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Tingkat
Pendidikan dan Jenis Kelamin, 2015-2016__________ 32
Gambar 3. 13. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja dengan
Pekerjaan Utama Menurut Tingkat Pendidikan dan
Jenis Kelamin Secara Nasional (Semua Sektor) dan di
Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016________________ 32
Gambar 3.14. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan _
Utama di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Tingkat _
Pendidikan dan Daerah Tempat Tinggal, 2015-2016___ 33
Gambar 3. 15. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja dengan
Pekerjaan Utama Menurut Tingkat Pendidikan dan
Daerah Tempat Tinggal Secara Nasional (Semua _
Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016____ 34
Gambar 3.16. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan _
Utama di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Status
Pekerjaan Utama dan Jenis Kelamin, 2015-2016_____ 39
Gambar 3.17. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja dengan
Pekerjaan Utama Menurut Status Pekerjaan Utama _
dan Jenis Kelamin (Semua Sektor) dan di Sektor _
Ekonomi Kreatif, Tahun 2016_____________________ 40
Gambar 3.18. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan _
Utama di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Status
Pekerjaan Utama dan Daerah Tempat Tinggal, _
2015-2016____________________________________ 40
Gambar 3.19. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja dengan
Pekerjaan Utama Menurut Status Pekerjaan Utama _
dan Daerah Tempat Tinggal (Semua Sektor) dan di _
Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016_______________ 41
Gambar 3.20. Persentase Tenaga Kerja di Ekonomi Kreatif Menurut
Kegiatan Formal/Informal dan Jenis Kelamin, Tahun
2015-2016____________________________________ 43
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 xiii

Gambar 3.21. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja dengan


Pekerjaan Utama Menurut Kegiatan Formal/Informal
dan Jenis Kelamin (Semua Sektor) dan di Sektor
Ekonomi Kreatif, Tahun 2016_____________________ 43
Gambar 3. 22. Persentase Tenaga Kerja di Ekonomi Kreatif Menurut
Kegiatan Formal/Informal dan Daerah Tempat Tinggal,
Tahun 2015-2016 ______________________________ 44
Gambar 3. 23. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja dengan
Pekerjaan Utama Menurut Kegiatan Formal/Informal
dan Daerah Tempat Tinggal (Semua Sektor) dan di
Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016 _______________ 45
Gambar 3.24. Persentase Tenaga Kerja di Sektor Ekonomi Kreatif _
Menurut Kategori White/Blue Collar dan Jenis _
Kelamin, 2015-2016____________________________ 49
Gambar 3.25. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja dengan
Pekerjaan Utama Menurut Kategori White/Blue Collar
dan Jenis Kelamin (Semua Sektor) dan di Sektor
Ekonomi Kreatif, Tahun 2016_____________________ 49
Gambar 3.26. Persentase Tenaga Kerja di Sektor Ekonomi Kreatif
Menurut Kategori White/Blue Collar dan Daerah
Tempat Tinggal, 2015-2016______________________ 50
Gambar 3.27. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja dengan
Pekerjaan Utama Menurut Kategori White/Blue Collar
dan Daerah Tempat Tinggal (Semua Sektor) dan di
Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016________________ 51
Gambar 3.28. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan _
Utama _di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Jam Kerja dan
Jenis Kelamin, Tahun 2015-2016__________________ 54
Gambar 3.29. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja _
(Pekerjaan Utama) Menurut Jam Kerja dan Jenis _
Kelamin Secara _Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor
Ekonomi Kreatif, Tahun 2016_____________________ 54
xiv TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Gambar 3.30. Persentase Penduduk Bekerja dangan Pekerjaan _


Utama _di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Jam Kerja dan
Tempat Tinggal, Tahun 2015-2016_________________ 55
Gambar 3.31. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja (Pekerjaan
Utama) Menurut Jam Kerja dan Tempat Tinggal Secara
Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi __
Kreatif, Tahun 2016_____________________________ 56
Tabel 3.15. Persentase Penduduk Bekerja dangan Pekerjaan _
Utama di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Excessive
Hours, 2011-2016_______________________________ 56
Gambar 3.32. Persentase Penduduk Bekerja dangan Pekerjaan _
Utama di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Excessive _
Hours dan Jenis Kelamin, Tahun 2015-2016__________ 57
Gambar 3.33. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja _
(Pekerjaan Utama) Menurut Kategori Excessive Hours _
dan JenisKelamin Secara Nasional (Semua Sektor) _
dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016__________ 58
Gambar 3.34. Persentase Penduduk Bekerja dangan Pekerjaan _
Utama di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Excessive _
Hours dan Tempat Tinggal, Tahun 2011-2016________ 58
Gambar 3.35. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja _
(Pekerjaan Utama) Menurut Kategori Excessive Hours _
dan Tempat Tinggal Secara Nasional (Semua Sektor)
dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016__________ 59
Gambar 3.36. Persentase Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif yang Masuk
Kategori Setengah Penganggur Menurut Jenis Kelamin,
2011-2016____________________________________ 61
Gambar 3.37. Perbandingan Persentase Tenaga Kerja Ekonomi _
Kreatif yang Masuk Kategori Setengah Penganggur _
Menurut Jenis Kelamin Secara Nasional (Semua _
Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016___ 62
Gambar 3.38. Persentase Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif yang Masuk
Kategori Setengah Penganggur Menurut Daerah
Tempat Tinggal, 2011-2016______________________ 62
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 xv

Gambar 3.39. Perbandingan Persentase Tenaga Kerja Ekonomi _


Kreatif yang Masuk Kategori Setengah Penganggur
Menurut Daerah Tempat Tinggal Secara Nasional _
(Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun
2016_________________________________________ 63
Gambar 3.40. Persentase Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif yang Masuk
Kategori Setengah Penganggur Menurut Kelompok
Umur, 2011-2016_______________________________ 63
Gambar 3.41. Perbandingan Persentase Tenaga Kerja Ekonomi _
Kreatif yang Masuk Kategori Setengah Penganggur
Menurut Kelompok Umur Secara Nasional (Semua _
Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016____ 64
Gambar 3.42. Persentase Tenaga Kerja Ekonomi kreatif yang Masuk
Kategori Setengah Penganggur Menurut Tingkat
Pendidikan, 2011-2016_________________________ 65
Gambar 3.43. Perbandingan Persentase Tenaga Kerja Ekonomi _
Kreatif yang Masuk Kategori Setengah Penganggur
Menurut Tingkat Pendidikan Secara Nasional (Semua
Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016____ 65
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 xvii

DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1.1 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif, 2011-2016_____ 75
Lampiran 1. 2. _Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _Kreatif
Menurut Provinsi, 2011-2016____________________ 76
Lampiran 2.1. Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _Kreatif
Menurut Kelompok Umur, 2011-2016_____________ 77
Lampiran 2.2 . Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin,_
2011-2016___________________________________ 78
Lampiran 2.2. Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin,
2011-2016 (Lanjutan)__________________________ 78
Lampiran 2.2. Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin,
2011-2016 (Lanjutan)__________________________ 78
Lampiran 2.3. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja _
Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Secara _
Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi _
Kreatif, Tahun 2016____________________________ 79
Lampiran 2.4. Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
_Kreatif Menurut Kelompok Umur dan Daerah _
Tempat Tinggal, 2011-2016_____________________ 79
Lampiran 2.4. Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
_Kreatif Menurut Kelompok Umur dan Daerah _
Tempat Tinggal, 2011-2016 (Lanjutan)_____________ 79
Lampiran 2.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
_Kreatif Menurut Kelompok Umur dan Daerah _
Tempat Tinggal, 2011-2016 (Lanjutan)_____________ 80
xviii TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 2.5. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja _


Menurut Kelompok Umur dan Daerah Tempat _
_Tinggal Secara Nasional (Semua Sektor) dan di _
Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016_______________ 80
Lampiran 2.6. Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut 4 Kelompok Umur, 2011-2016______ 81
Lampiran 2.7. Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut 4 Kelompok Umur dan Jenis _
Kelamin, 2011-2016___________________________ 82
Lampiran 2.7. Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi
_Kreatif Menurut 4 Kelompok Umur dan Jenis _
Kelamin, 2011-2016 (Lanjutan)___________________ 82
Lampiran 2.7. Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut 4 Kelompok Umur dan Jenis _
Kelamin, 2011-2016 (Lanjutan)___________________ 82
Lampiran 2.8 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja _
Menurut 4 Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Secara
Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi _
Kreatif, Tahun 2016____________________________ 83
Lampiran 2.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut 4 Kelompok Umur dan Daerah _
Tempat Tinggal, 2011-2016_____________________ 83
Lampiran 2.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut 4 Kelompok Umur dan Daerah _
Tempat Tinggal, 2011-2016 (Lanjutan)_____________ 83
Lampiran 2.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut 4 Kelompok Umur dan Daerah
Tempat Tinggal, 2011-2016 (Lanjutan)_____________ 84
Lampiran 2.10 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja _
Menurut 4 Kelompok Umur dan Daerah Tempat
_Tinggal Secara Nasional (Semua Sektor) dan di
Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016_______________ 84
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 xix

Lampiran 2.11. Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _


Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan _
4 Kelompok Umur, 2011-2016___________________ 85
Lampiran 2.11. Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan _
4 Kelompok Umur, 2011-2016 (Lanjutan)__________ 86
Lampiran 2.12. Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan _
4 Kelompok Umur, 2011-2016___________________ 87
Lampiran 2.12. Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi
_Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan _
4 Kelompok Umur, 2011-2016 (Lanjutan)__________ 88
Lampiran 2.12. Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan _
4 Kelompok Umur, 2011-2016 (Lanjutan)__________ 89
Lampiran 3.1. Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi
Kreatif Menurut Tingkat Pendidikan (Rendah,
Menengah, Tinggi), 2011-2016___________________ 90
Lampiran 3.2. Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_Menurut Tingkat Pendidikan (Rendah, Menengah, _
Tinggi) dan Jenis Kelamin, 2011-2016_____________ 91
Lampiran 3.2. Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_Menurut Tingkat Pendidikan (Rendah, Menengah, _
Tinggi) dan Jenis Kelamin, 2011-2016 (Lanjutan)____ 91
Lampiran 3.2. Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_Menurut Tingkat Pendidikan (Rendah, Menengah, _
Tinggi) dan Jenis Kelamin, 2011-2016 (Lanjutan)____ 91
Lampiran 3.3. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja _
Menurut Tingkat Pendidikan (Rendah, Menengah, _
Tinggi) dan Jenis Kelamin Secara Nasional (Semua _
Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016___ 92
Lampiran 3.4. Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_Menurut Tingkat Pendidikan (Rendah, Menengah, _
Tinggi) dan Daerah Tempat Tinggal, 2011-2016_____ 92
xx TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 3.4. Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


_Menurut Tingkat Pendidikan (Rendah, Menengah, _
Tinggi) dan Daerah Tempat Tinggal, 2011-2016 _
(Lanjutan)___________________________________ 92
Lampiran 3.4. Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_Menurut Tingkat Pendidikan (Rendah, Menengah, _
Tinggi) dan Daerah Tempat Tinggal, 2011-2016 _
(Lanjutan)___________________________________ 93
Lampiran 3.5. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja _
Menurut Tingkat Pendidikan (Rendah, Menengah, _
Tinggi) dan Daerah Tempat Tinggal Secara Nasional _
(Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, _
Tahun 2016__________________________________ 93
Lampiran 3.6 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi
Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan
Tingkat Pendidikan (Rendah, Menengah, Tinggi),
2011-2016___________________________________ 94
Lampiran 3.6 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi
Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan
Tingkat Pendidikan (Rendah, Menengah, Tinggi),
2011-2016 (Lanjutan)__________________________ 95
Lampiran 3.6 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi
Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan
Tingkat Pendidikan (Rendah, Menengah, Tinggi),
2011-2016 (Lanjutan)__________________________ 96
Lampiran 3.7 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor
Ekonomi Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi
Kreatif dan Tingkat Pendidikan (Rendah,
Menengah, Tinggi), 2011-2016___________________ 96
Lampiran 3.7 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor
Ekonomi Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi
Kreatif dan Tingkat Pendidikan (Rendah,
Menengah, Tinggi), 2011-2016 (Lanjutan)__________ 97
Lampiran 3.7 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 xxi

Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Tingkat


Pendidikan (Rendah, Menengah, Tinggi), 2011-2016
(Lanjutan)___________________________________ 98
Lampiran 4.1 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Kategori Lapangan Usaha,
_2011-2016___________________________________ 99
Lampiran 4.2 Jumlah Penduduk Bekerja Menurut Menurut _
Kategori Lapangan Usaha Secara Nasional (Semua _
Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016___ 100
Lampiran 5.1 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Status Pekerjaan, 2011-2016_______ 102
Lampiran 5.1 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Status Pekerjaan, 2011-2016_______ 103
Lampiran 5.2 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
_Kreatif Menurut Status Pekerjaan dan Jenis _
Kelamin, 2011-2016___________________________ 104
Lampiran 5.2 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Status Pekerjaan dan Jenis Kelamin,
2011-2016 (Lanjutan)__________________________ 104
Lampiran 5.2 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi
Kreatif Menurut Status Pekerjaan dan Jenis Kelamin,
2011-2016 (Lanjutan)__________________________ 104
Lampiran 5.3 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja _
Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Secara _
Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi _
Kreatif, Tahun 2016____________________________ 105
Lampiran 5.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
_Kreatif Menurut Status Pekerjaan dan Daerah _
Tempat Tinggal, 2011-2016_____________________ 105
Lampiran 5.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi
Kreatif Menurut Status Pekerjaan dan Daerah
Tempat Tinggal, 2011-2016 (Lanjutan)_____________ 105
Lampiran 5.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Status Pekerjaan dan Daerah
xxii TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Tempat Tinggal, 2011-2016 (Lanjutan)_____________ 106


Lampiran 5.5 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja _
Menurut Kelompok Umur dan Daerah Tempat _
_Tinggal Secara Nasional (Semua Sektor) dan di _
Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016_______________ 106
Lampiran 5.6 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Kegiatan Formal/Informal, _
2011-2016___________________________________ 106
Lampiran 5.7 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
_Kreatif Menurut Kegiatan Formal/Informal dan _
Jenis Kelamin, 2011-2016_______________________ 108
Lampiran 5.7 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
_Kreatif Menurut Kegiatan Formal/Informal dan _
Jenis Kelamin, 2011-2016 (Lanjutan)______________ 108
Lampiran 5.7 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
_Kreatif Menurut Kegiatan Formal/Informal dan _
Jenis Kelamin, 2011-2016 (Lanjutan)______________ 108
Lampiran 5.8 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja _
Menurut Kegiatan Formal/Informal dan Jenis _
Kelamin Secara Nasional (Semua Sektor) dan di _
Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016_______________ 109
Lampiran 5.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Kegiatan Formal/Informal dan _
Daerah Tempat Tinggal, 2011-2016_______________ 109
Lampiran 5.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi
_Kreatif Menurut Kegiatan Formal/Informal dan _
Jenis Kelamin dan Daerah Tempat Tinggal, _
2011- 2016 (Lanjutan)__________________________ 109
Lampiran 5.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi
_Kreatif Menurut Kegiatan Formal/Informal dan _
Jenis Kelamin dan Daerah Tempat Tinggal, _
2011-2016 (Lanjutan)__________________________ 109
Lampiran 5.10 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja _
Menurut Kegiatan Formal/Informal dan Daerah _
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 xxiii

Tempat Tinggal Secara Nasional (Semua Sektor) dan


di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016_____________ 110
Lampiran 5.11 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Sub Sektor Ekonomi Kreatif dan _
Kegiatan Formal/Informal, 2011-2016_____________ 110
Lampiran 5.11 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Sub Sektor Ekonomi Kreatif dan _
Kegiatan Formal/Informal, 2011-2016 (Lanjutan)____ 111
Lampiran 5.12 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi
Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan
Kegiatan Formal/Informal, 2011-2016_____________ 112
Lampiran 5.12 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan _
Kegiatan Formal/Informal, 2011-2016 (Lanjutan)____ 113
Lampiran 5.12 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan _
Kegiatan Formal/Informal, 2011-2016 (Lanjutan)____ 114
Lampiran 6.1 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi
Kreatif Menurut Jenis Pekerjaan, 2011-2016________ 115
Lampiran 6.2 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi
Kreatif Menurut Jenis Pekerjaan dan Jenis
Kelamin, 2011-2016___________________________ 116
Lampiran 6.3 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi
Kreatif Menurut Jenis Pekerjaan dan Daerah
Tempat Tinggal, 2011-2016_____________________ 117
Lampiran 6.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_Menurut Jenis Pekerjaan dan Jenis Kelamin, _
2011-2016___________________________________ 118
Lampiran 6.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_Menurut Jenis Pekerjaan dan Jenis Kelamin, _
2011-2016 (Lanjutan)__________________________ 118
Lampiran 6.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_Menurut Jenis Pekerjaan dan Jenis Kelamin, _
2011-2016 (Lanjutan)__________________________ 119
xxiv TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 6.5 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja _


Menurut Jenis Pekerjaan dan Jenis Kelamin Secara _
Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi _
Kreatif Tahun 2016____________________________ 119
Lampiran 6.6 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_Menurut Jenis Pekerjaan dan Daerah Tempat Tinggal,
2011-2016___________________________________ 120
Lampiran 6.6 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_Menurut Jenis Pekerjaan dan Daerah Tempat Tinggal,
2011-2016 (Lanjutan)__________________________ 120
Lampiran 6.6 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_Menurut Jenis Pekerjaan dan Daerah Tempat Tinggal,
2011-2016 (Lanjutan)__________________________ 121
Lampiran 6.7 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja _
Menurut Jenis Pekerjaan dan Daerah Tempat Tinggal
Secara Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor _
Ekonomi Kreatif, Tahun 2016____________________ 121
Lampiran 6.8 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi
Kreatif Menurut Kategori White/Blue Collar,
2011-2016___________________________________ 122
Lampiran 6.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_Menurut Kategori White/Blue Collar dan Jenis _
Kelamin, 2011-2016___________________________ 123
Lampiran 6.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_Menurut Kategori White/Blue Collar dan Jenis _
Kelamin, 2011-2016 (Lanjutan)___________________ 123
Lampiran 6.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_Menurut Kategori White/Blue Collar dan Jenis _
Kelamin, 2011-2016 (Lanjutan)___________________ 123
Lampiran 6.10 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja _
Menurut Menurut Kategori White/Blue Collar dan _
Jenis Kelamin Secara Nasional (Semua Sektor) dan di
Sektor Ekonomi Kreatif Tahun 2016_______________ 123
Lampiran 6.11 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 xxv

_Menurut Kategori White/Blue Collar dan Daerah _


Tempat Tinggal, 2011-2016_____________________ 124
Lampiran 6.11 _Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_Menurut Kategori White/Blue Collar dan Daerah _
Tempat Tinggal, 2011-2016 (Lanjutan)_____________ 124
Lampiran 6.11 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_Menurut Kategori White/Blue Collar dan Daerah _
Tempat Tinggal, 2011-2016 (Lanjutan)_____________ 124
Lampiran 6.12 _Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja _
Menurut Menurut Kategori White/Blue Collar dan _
Daerah Tempat Tinggal Secara Nasional (Semua _
_Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016___ 124
Lampiran 6.13 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi
Kreatif Subsektor Ekonomi Kreatif dan
Kategori White/Blue Collar, 2011-2016____________ 125
Lampiran 6.13 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Kategori
White/Blue Collar, 2011-2016 (Lanjutan)___________ 125
Lampiran 6.14 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Kategori
White/Blue Collar, 2011-2016____________________ 126
Lampiran 6.14 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Kategori
White/Blue Collar, 2011-2016 (Lanjutan)___________ 126
Lampiran 6.14 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Kategori
White/Blue Collar, 2011-2016 (Lanjutan)___________ 127
Lampiran 7.1 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Jam Kerja, 2011-2016_____________ 128
Lampiran 7.2 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Jam Kerja dan Jenis Kelamin, _
2011-2016___________________________________ 129
Lampiran 7.2 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Jam Kerja dan Jenis Kelamin, _
xxvi TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

2011-2016 (Lanjutan)__________________________ 129


Lampiran 7.2 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Jam Kerja dan Jenis Kelamin, _
2011-2016 (Lanjutan)__________________________ 129
Lampiran 7.3 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja _
_M enurut Jam Kerja dan Jenis Kelamin Secara
Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi _
Kreatif, Tahun 2016____________________________ 129
Lampiran 7.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Jam Kerja dan Daerah Tempat _
Tinggal, 2011-2016____________________________ 130
Lampiran 7.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Jam Kerja dan Daerah Tempat _
Tinggal, 2011-2016 (Lanjutan)___________________ 130
Lampiran 7.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Jam Kerja dan Daerah Tempat _
Tinggal, 2011-2016 (Lanjutan)___________________ 130
Lampiran 7.5 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja _
_Menurut Jam Kerja dan Daerah Tempat Tinggal _
Secara Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor _
Ekonomi Kreatif, Tahun 2016____________________ 131
Lampiran 7.6 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif_
Menurut Kategori Excessive Hours, 2011-2016_______ 131
Lampiran 7.7 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Kategori Excessive Hours dan Jenis _
Kelamin, 2011-2016___________________________ 132
Lampiran 7.7 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
_Kreatif Menurut Kategori Excessive Hours dan Jenis _
Kelamin, 2011-2016 (Lanjutan)___________________ 132
Lampiran 7.7 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
_Kreatif Menurut Kategori Excessive Hours dan Jenis _
Kelamin, 2011-2016 (Lanjutan)___________________ 133
Lampiran 7.8 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja _
Menurut Kategori Excessive Hours dan Jenis Kelamin _
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 xxvii

Secara Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor _


Ekonomi Kreatif, Tahun 2016____________________ 133
Lampiran 7.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
_Kreatif Menurut Kategori Excessive Hours dan _
Daerah Tempat Tinggal, 2011-2016_______________ 133
Lampiran 7.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
_Kreatif Menurut Kategori Excessive Hours dan _
Daerah Tempat Tinggal, 2011-2016 (Lanjutan)______ 133
Lampiran 7.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
_Kreatif Menurut Kategori Excessive Hours dan _
Daerah Tempat Tinggal, 2011-2016 (Lanjutan)______ 134
Lampiran 7.10 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja _
_Menurut Kategori Excessive Hours dan Daerah _
Tempat Tinggal Secara Nasional (Semua Sektor) dan
di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016_____________ 134
Lampiran 7.11 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif_
Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Kategori _
Excessive Hours, 2011-2016______________________ 134
Lampiran 7.11 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif_
Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Kategori _
Excessive Hours, 2011-2016 (Lanjutan)_____________ 134
Lampiran 7.12 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan _
Kategori Excessive Hours, 2011-2016______________ 135
Lampiran 7.12 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan _
Kategori Excessive Hours, 2011-2016 (Lanjutan)_____ 136
Lampiran 7.12 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi _
Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan _
Kategori Excessive Hours, 2011-2016 (Lanjutan)______ 136
Lampiran 8.1 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif_
Menurut Kategori Setengah Penganggura, _
2011-2016___________________________________ 137
Lampiran 8.2 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
xxviii TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

_yang Termasuk ke dalam Kategori Setengah _


Pengangguran Menurut Jenis Kelamin, 2011-2016__ 137
Lampiran 8.3 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_yang Termasuk ke dalam Kategori Setengah _
Pengangguran Menurut Daerah Tempat Tinggal, _
2011-2016___________________________________ 137
Lampiran 8.4 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_yang Termasuk ke dalam Kategori Setengah _
Pengangguran Menurut Struktur Umur, 2011-2016__ 138
Lampiran 8.5 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_yang Termasuk ke dalam Kategori Setengah _
Pengangguran Menurut Tingkat Pendidikan, _
2011-2016___________________________________ 138
Lampiran 8.6 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif
_yang Termasuk ke dalam Kategori Setengah _
Pengangguran Menurut Tingkat Pendidikan, _
2011-2016___________________________________ 139
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 xxix

RINGKASAN EKSEKUTIF
Selama 2011-2016, jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif cenderung
terus mengalami peningkatan, dengan rata-rata pertumbuhan sebesar
4,69 persen per tahun. Sejalan dengan hal tersebut, share tenaga kerja
ekonomi kreatif juga cenderung mengalami peningkatan, hingga pada
tahun 2016 mencapai 14,28 persen (sekitar 14 sampai 15 orang dari 100
orang bekerja pada sektor ekonomi kreatif ). Dalam periode yang sama,
dari empat belas subsektor ekonomi kreatif, subsektor kuliner paling
banyak menyerap tenaga kerja, sedangkan subsektor desain paling
sedikit menyerap tenaga kerja.
Berdasarkan karakteristik umur, pada tahun 2016 sebesar 19,02 persen
tenaga kerja sektor ekonomi kreatif berusia 15-24 tahun; 42,04 persen
berusia 25-40 tahun; 32,35 persen berusia 41-59 tahun; dan 6,59 persen
berusia 60 tahun ke atas. Sementara itu, menurut tingkat pendidikan,
tenaga kerja berpendidikan rendah (SMP ke bawah) proporsinya
paling besar yaitu sebesar 59,09 persen dan hanya sebagian kecil yang
berpendidikan tinggi (Diploma ke atas) yaitu sebesar 6,79 persen.
Namun, terjadi hal yang cukup menggembirakan, selama periode 2011-
2016 persentase tenaga kerja ekonomi kreatif berpendidikan tinggi
semakin meningkat.
Pada tahun 2016, dilihat dari 17 kategori lapangan usaha, share tenaga
kerja ekonomi kreatif terbesar pada kategori I (penyediaan akomodasi
dan makan minum) yaitu 82,06 persen. Sementara jika dilihat dari
status pekerjaan, tenaga kerja ekonomi kreatif paling banyak berstatus
sebagai buruh/karyawan/pegawai yaitu 41,69 persen. Sehingga proporsi
penduduk bekerja sektor ekonomi kreatif di kegiatan formal kurang dari
50 persen. Berdasarkan jenis pekerjaan, tenaga kerja ekonomi kreatif
paling banyak bekerja sebagai tenaga produksi operator alat angkutan
dan pekerja kasar yaitu sebesar 53,93 persen, disusul oleh tenaga usaha
penjualan dengan persentase sebesar 30,15 persen. Sehingga sektor
ekonomi kreatif lebih didominasi oleh tenaga kerja blue collar (93,09
persen).
Sakernas 2016, menunjukkan sebagian besar tenaga kerja ekonomi
kreatif bekerja selama 35-48 jam seminggu. Kemudian, terdapat
kecenderungan penurunan jumlah tenaga kerja ekonomi kreatif dengan
jam kerja berlebih (excessive hours) terutama tahun 2011-2013 dan
terjadi fluktuasi dari tahun 2014-2016. Selanjutnya, persentase setengah
penganggur tenaga kerja ekonomi kreatif sebesar 4,60 persen (sekitar
5 dari 100 orang tenaga kerja ekonomi kreatif tergolong setengah
penganggur).
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 xxxi
BADAN EKONOMI KREATIF
Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18

TENAGA KERJA
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 EKONOMI KREATIF
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id
2010-2016

TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2010-2016


BADAN EKONOMI KREATIF
Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id

1
BADAN EKONOMI KREATIF
Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18

TENAGA KERJA
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 EKONOMI KREATIF
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id
2010-2016

PENDAHULUAN
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2010-2016 BADAN EKONOMI KREATIF
Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF


Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18

TENAGA KERJA
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 EKONOMI KREATIF
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id
2010-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2010-2016

BADAN EKONOMI KREATIF


Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 3

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Orientasi ekonomi telah mengalami berbagai pergeseran, berawal dari
era ekonomi pertanian, lalu era industrialisasi, dan sekarang beralih ke
era ekonomi informasi yang diikuti dengan banyaknya penemuan baru
di bidang teknologi informasi komunikasi dan globalisasi ekonomi.
Terjadinya pergeseran ekonomi tersebut mengantarkan peradaban
manusia ke era yang baru yaitu era ekonomi kreatif.
Istilah “Ekonomi Kreatif” mulai dikenal secara global sejak munculnya
£ buku The Creative Economy: How People Make Money from Ideas (2001)
oleh John Howkins. Howkins menyadari lahirnya gelombang ekonomi
Pergeseran ekonomi baru berbasis kreativitas setelah melihat pada tahun 1997 Amerika
mengantarkan Serikat menghasilkan produk-produk Hak Kekayaan Intelektual (HKI)
peradaban manusia senilai 414 Miliar Dollar yang menjadikan HKI ekspor nomor 1 Amerika
ke era yang baru Serikat. Howkins mendefinisikan Ekonomi Kreatif sebagai The creation of
yaitu era Ekonomi value as a result of idea. Howkins menjelaskan ekonomi kreatif sebagai
Kreatif kegiatan ekonomi dalam masyarakat yang menghabiskan sebagian
besar waktunya untuk menghasilkan ide, tidak hanya melakukan hal-hal
yang rutin dan berulang. Karena bagi masyarakat ini, menghasilkan ide
merupakan hal yang harus dilakukan untuk kemajuan.
Kelebihan dari ekonomi kreatif adalah menawarkan pembangunan
yang berkelanjutan yaitu iklim perekonomian yang berdaya saing dan
memiliki sumber daya yang terbarukan. Ekonomi kreatif merupakan
peluang besar baik bagi negara maju maupun negara berkembang
untuk terus mengembangkan perekonomiannya, karena sumber daya
utama dari ekonomi ini adalah ide, talenta, dan kreatifitas. Tiga hal
tersebut merupakan cadangan sumber daya yang selalu terbarukan dan
tidak terbatas. Sehingga kajian-kajian mengenai ekonomi kreatif menjadi
penting dan selalu menarik untuk dikembangkan.
Indonesia memiliki jumlah penduduk yang sangat banyak yaitu
menempati urutan ke-4 terbanyak di dunia. Sumber daya manusia (SDM)
yang berlimpah apalagi masyarakat yang berjiwa kreatif (memiliki ide-
ide, talenta, dan kreatifitas) adalah potensi besar bangsa ini. Apabila
potensi ini dapat dimanfaatkan, difasilitasi, dan dikembangkan oleh
pemerintah dapat menjadi sumber kekuatan perekonomian Indonesia.
Dengan disadarinya potensi kreatifitas bangsa Indonesia yang sangat
besar, hal ini menjadikan pemerintah semakin serius mengembangkan
ekonomi kreatif di Indonesia. Bagaimana membangun kompetensi
dan memanfaatkan potensi ini tentunya memerlukan kebijakan yang
tepat dan menyeluruh. Perencanaan program-program, monitoring,
serta evaluasi pemerintah dalam mencapai target-target yang telah
ditetapkan, tidak dapat dipisahkan dari adanya ketersediaan data dan
4 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

informasi yang memotret perkembangan ekonomi kreatif. Untuk itu


Badan Pusat Statistik membantu menyediakan data pendukung yang £
diperlukan guna pembangunan ekonomi kreatif, salah satunya adalah
Potensi kreatifitas
data ketenagakerjaan. Mengingat tenaga kerja adalah sumber daya
Bangsa Indonesia
utama yang sangat penting dalam menunjang keberhasilan ekonomi
yang sangat
kreatif.
besar mendorong
pemerintah untuk
1.2 Tujuan mengembangkan
Ekonomi Kreatif di
Tujuan publikasi “Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif 2011-2016” ini adalah Indonesia
untuk melihat perkembangan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif
pada tahun 2011-2016, dan mengetahui karakteristik tenaga kerja di
sektor ekonomi kreatif, baik dari sisi demografi maupun karakteristik
pekerjaannya pada tahun 2011-2016.

1.3 Ruang Lingkup


Data yang disajikan pada Publikasi “Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif 2011-
2016” ini menggunakan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas)
tahun 2011-2016, dengan empat belas subsektor ekonomi kreatif yang
dibentuk dari 223 kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI)
2015.

1.4 Sistematika Penyajian


Laporan ini disajikan dalam lima bab, dengan sistematika penyajian
sebagai berikut:

• BAB I PENDAHULUAN, meliputi latar belakang, tujuan, sumber


data, dan sistematika penyajian.

• BAB II PEMAHAMAN TENTANG EKONOMI KREATIF, meliputi


sejarah ekonomi kreatif di Indonesia (perkembangan kelembagaan
Badan Ekonomi Kreatif ), konsep dan definisi ekonomi kreatif, serta
metode pengukuran ekonomi kreatif.

• BAB III PERKEMBANGAN TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF


2011-2016, meliputi:
• Gambaran umum ekonomi kreatif (jumlah dan pertumbuhan
tenaga kerja ekonomi kreatif tahun 2011-2016 serta share
pekerja ekonomi kreatif tahun 2011-2016).
• Profil tenaga kerja ekonomi kreatif.(struktur umur, jenis
kelamin, tingkat pendidikan, jenis pekerjaan, status
pekerjaan, dan jam kerja).
• BAB IV PENUTUP
• LAMPIRAN TABEL
BADAN EKONOMI KREATIF
Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18

TENAGA KERJA
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 EKONOMI KREATIF
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id
2010-2016

TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2010-2016


BADAN EKONOMI KREATIF
Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id

2
BADAN EKONOMI KREATIF
Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18

TENAGA KERJA
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 EKONOMI KREATIF
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id
2010-2016

PEMAHAMAN
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2010-2016
TENTANG BADAN EKONOMI KREATIF

EKONOMI KREATIF
Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF


Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18

TENAGA KERJA
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 EKONOMI KREATIF
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id
2010-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2010-2016

BADAN EKONOMI KREATIF


Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 7

BAB II
PEMAHAMAN TENTANG
EKONOMI KREATIF

2.1 Sejarah Ekonomi Kreatif di Indonesia


Pengembangan ekonomi kreatif berawal dari gagasan Presiden Soesilo
£ Bambang Yudhoyono (SBY) tentang pentingnya kreativitas dan inovasi
Pengembangan dalam pembangunan, khususnya dalam mengembangkan industri
Ekonomi kreatif kerajinan dan kreativitas untuk mencapai ekonomi yang berdaya saing.
berawal dari Hal ini disampaikan dalam pidato pembukaan beliau dalam pembukaan
pentingnya International Handicraft (INACRAFT) 2005.
kreatifitas dan Berawal dari gagasan tersebut, Kementerian Perdagangan kemudian
inovasi dalam membentuk Indonesia Design Power dengan tujuan untuk meningkatkan
pembangunan kekuatan desain dan penciptaan merek. Melalui Trade Expo yang
diselenggarakan secara rutin per tahun, Kementerian Perdagangan
mulai memberikan zona khusus dalam pameran-pameran yang
diselenggarakan kepada pelaku dan industri kreatif. Untuk mendorong
pengembangan ekonomi kreatif ini, maka pemerintah kemudian
menyelenggarakan pameran khusus bagi ekonomi kreatif yang pada
tahun 2007 disebut sebagai Pekan Produk Budaya Indonesia (PPBI) dan
kemudian diubah menjadi Pekan Produk Kreatif Indonesia (PPKI) pada
tahun 2009. Melalui ajang PPKI ini, pemerintah kembali memperkuat
tujuan dari kegiatan ini dengan menunjukkan daya saing Indonesia yang
kuat melalui ekonomi kreatif.
Pengembangan ekonomi kreatif yang lebih terstruktur dimulai pada
tahun 2007 saat Kementerian Perdagangan di masa kepemimpinan
Ibu Mari Elka Pangestu melakukan pemetaan potensi dan membuat
rencana pengembangan ekonomi kreatif Indonesia. Pada tahun 2009,
Kementerian Perdagangan menyusun rencana pengembangan ekonomi
kreatif Indonesia hingga tahun 2025, serta rencana pengembangan
ekonomi kreatif dan 14 subsektor ekonomi kreatif untuk periode 2009–
2015. Pengembangan ekonomi kreatif pun semakin diperkuat melalui
peraturan pemerintah, dengan dikeluarkannya Instruksi Presiden
Nomor 6 Tahun 2009 tentang Pengembangan Ekonomi Kreatif. Dengan
keluarnya Instruksi Presiden ini, maka pengembangan ekonomi kreatif
menjadi program nasional dan menjadi sektor yang mendapatkan
perhatian dalam pembangunan nasional, serta secara kelembagaan,
pengembangan ekonomi kreatif bersifat lintas kementerian dan
mendapat dukungan penuh dari Presiden.
Gagasan mengenai ekonomi kreatif ini terus bergulir dan penguatan
kelembagaan pengembangan ekonomi kreatif terus dilakukan oleh
pemerintah hingga pada tanggal 21 Desember 2011 berdasarkan
8 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Peraturan Presiden Nomor 92 Tahun 2011, pemerintah secara resmi


membentuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang diperkuat £
dengan dua Direktur Jenderal yang secara langsung bertanggung
Penguatan
jawab terhadap pengembangan ekonomi kreatif di Indonesia, yaitu:
kelembagaan
Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya dan
pengembangan
Direktorat Jenderal Ekonomi Kreatif Berbasis Media, Desain, dan
Ekonomi Kreatif
IPTEK (Ilmu pengetahuan dan teknologi). Terbentuknya Kementerian
dilakukan dengan
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif secara fundamental telah mengubah
pembentukan
tatanan pemerintahan dan prioritas pembangunan di masa yang
Lembaga/
akan datang. Dengan terbentuknya kementerian tersebut, ekonomi
Kementerian yang
kreatif secara khusus diatur oleh satu kementerian tersendiri, sehingga
menangani Ekonomi
terdapat kebutuhan yang mendesak untuk melakukan perubahan pada
Kreatif secara resmi
Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif yang telah disusun
oleh Kementerian Perdagangan pada tahun 2009 lalu dalam konteks
kelembagaan. Sebagai langkah awal pengembangan ekonomi kreatif di
lingkungan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif maka disusunlah
Rencana Strategis Pengembangan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Nasional yang merupakan dasar pelaksanaan program dan kegiatan
pengembangan ekonomi kreatif hingga 2014 dengan fokus utama pada
upaya-upaya peningkatan kuantitas dan kualitas sumber daya manusia
kreatif, penguatan kelembagaan, dan akses pasar bagi karya kreatif lokal.
Dengan masuknya ekonomi kreatif ke dalam agenda pembangunan
nasional, maka dibutuhkan dokumen-dokumen yang dapat menjadi
rujukan para pemangku kepentingan untuk memahami dan
mengembangkan industri kreatif sebagai motor penggerak ekonomi
kreatif sehingga dapat tercipta kolaborasi serta sinergi yang positif dalam
pemanfaatan sumber daya yang dimiliki oleh masing-masing pemangku
kepentingan untuk mengembangkan ekonomi kreatif. Beberapa
dokumen cetak biru pun telah diluncurkan pemerintah yaitu Cetak
Biru Pelestarian dan Pengembangan Batik Nasional 2012-2025, sebuah
dokumen perencanaan pelestarian dan pengembangan batik secara
komprehensif dan holistik, oleh Kementerian Perdagangan pada 2011;
dan Cetak Biru Pengembangan Mode Indonesia 2025 yang disusun oleh
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Koperasi dan
UKM, Kementerian Industri, dan Kementerian Perdagangan bersama-
sama dengan intelektual, bisnis, komunitas, dan asosiasi pada 2013.
Cetak biru batik mempunyai visi pengembangan untuk ”Menjadikan
batik sebagai tradisi yang hidup di masyarakat Indonesia dan penggerak
ekonomi kerakyatan yang berwawasan lingkungan”, sedangkan cetak
biru mode menyatakan visi pengembangan “Indonesia sebagai salah
satu pusat mode dunia dengan mengoptimalkan kekuatan lokal yang
fokus kepada konsep Ready to Wear Craft Fashion”.
£
Kerjasama dengan
Untuk memberikan gambaran terkini mengenai perkembangan ekonomi Badan Pusat Statistik
kreatif di Indonesia, pada 2012, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi dilakukan untuk
Kreatif bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik menerbitkan Laporan mendapatkan
Penguatan Data dan Informasi Ekonomi Kreatif. Terdapat beberapa gambaran mengenai
pencapaian dalam pengembangan ekonomi kreatif sejak diluncurkannya perkembangan
Inpres No. 6 Tahun 2009, yaitu dalam hal penyerapan tenaga kerja, Ekonomi Kreatif di
ekonomi kreatif telah menyerap lebih dari 10 persen angkatan kerja Indonesia
di Indonesia. Dalam hal kontribusi ekonomi, ekonomi kreatif telah
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 9

menyumbang 7 persen dari pendapatan domestik bruto Indonesia. Dari


segi ekspor, ekonomi kreatif juga telah menyumbang sekitar 6 persen
dari total ekspor Indonesia. Namun perlu diakui masih banyak pula
tantangan yang harus diselesaikan, disamping masih banyaknya peluang
dan potensi yang belum dikembangkan secara optimal.
Pada tahun 2012 dilakukan revitalisasi terhadap penyelenggaraan
kegiatan akbar PPKI. Sejak saat itu, penyelenggaraan PPKI memiliki
visi Unleashing Indonesia’s Full Creative Power yang bertujuan untuk
menempatkan negara Indonesia sebagai negara yang memiliki soft
power yang kuat di dunia. Pada tahun ini pula pemerintah meluncurkan
maskot ekonomi kreatif yang bernama OK –singkatan dari Orang Kreatif–
yang merupakan kekuatan utama dari ekonomi kreatif Indonesia.
Inisiatif-inisiatif pengembangan subsektor ekonomi kreatif terus terjadi,
yang kemudian pada tahun 2014, tepatnya tanggal 17 Januari 2014 telah
dibentuk Badan Perfilman Indonesia (BPI) berdasarkan hasil musyawarah
besar yang telah dihadiri oleh 40 organisasi perfilman Indonesia. Pendirian
BPI mengacu pada Pasal 67 sampai 70 UU Perfilman, yang merupakan
wadah bagi organisasi dan asosiasi profesi perfilman Indonesia yang
saat ini telah memiliki anggota sebanyak 39 organisasi perfilman yang
berkembang di Indonesia. Dengan adanya BPI, diharapkan terjadi
koordinasi dan sinergi antar pemangku kepentingan untuk bersama-
sama mengembangkan industri perfilman Indonesia.
Pada tahun 2015, upaya pengembangan ekonomi kreatif semakin
terealisasi dengan dikeluarkannya Peraturan Presiden Nomor 6 Tahun
2015 mengenai pembentukan Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf ) dan
Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2015 mengenai Perubahan atas
Peraturan Presiden No. 6 Tahun 2015 mengenai Bekraf.

2.2 Konsep dan Definisi Ekonomi Kreatif


Kreativitas adalah suatu keinginan untuk menciptakan sesuatu yang
baru, unik, dan berbeda. Industri kreatif adalah industri yang berasal
dari pemanfaatan kreativitas, keterampilan serta bakat individu untuk
menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan
£ dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut.
Sedangkan, ekonomi kreatif menurut Diktum Pertama Instruksi Presiden
Ekonomi Kreatif No. 6 Tahun 2009 tentang pengembangan Ekonomi Kreatif: “Kegiatan
adalah kegiatan ekonomi berdasarkan kreativitas, keterampilan, dan bakat individu untuk
ekonomi menciptakan daya kreasi dan daya cipta individu yang bernilai ekonomis
berdasarkan dan berpengaruh pada kesejahteraan masyarakat Indonesia.”
kreativitas,
keterampilan, dan Urgensi ekonomi kreatif, antara lain: Mendorong pertumbuhan ekonomi
bakat individu untuk yang berkelanjutan karena ide dan kreativitas adalah sumber daya
menciptakan daya yang senantiasa dapat diperbaharui; Mengangkat citra dan identitas
kreasi dan daya cipta Bangsa Indonesia melalui karya dan produk, serta orang kreatif yang
individu yang bernilai mendapatkan pengakuan di dunia internasional dan juga menjadi media
ekonomis diplomasi budaya lintas negara; Dan melestarikan sumber daya alam
dan sumber daya budaya Indonesia, karena ekonomi kreatif merupakan
sektor yang dapat menciptakan produk dan karya dengan nilai tambah
yang tinggi dengan sumber daya yang terbatas.
10 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Jenis-Jenis Subsektor Ekonomi Kreatif:


1. Kriya £
Bagian dari seni rupa terapan yang merupakan titik temu antara Terdapat 16
seni dan desain yang bersumber dari warisan tradisi atau ide subsektor dalam
kontemporer yang hasilnya dapat berupa karya seni, produk Ekonomi Kreatif
fungsional, benda hias dan dekoratif, serta dapat dikelompokkan
berdasarkan material dan eksplorasi alat teknik yang digunakan, dan
juga tematik produknya.
2. Kuliner
Kegiatan persiapan, pengolahan, penyajian produk makanan dan
minuman yang menjadikan unsur kreativitas, estetika, tradisi, dan/
atau kearifan lokal; sebagai elemen terpenting dalam meningkatkan
cita rasa dan nilai produk tersebut, untuk menarik daya beli dan
memberikan pengalaman bagi konsumen.
3. Fashion
Suatu gaya hidup dalam berpenampilan yang mencerminkan
identitas diri atau kelompok.
4. Arsitektur
Wujud hasil penerapan pengetahuan, ilmu, teknologi, dan seni
secara utuh dalam menggubah lingkungan binaan dan ruang,
sebagai bagian dari kebudayaan dan peradaban manusia sehingga
dapat menyatu dengan keseluruhan lingkungan ruang.
5. Desain Interior
Kegiatan yang memecahkan masalah fungsi dan kualitas interior;
menyediakan layanan terkait ruang interior untuk meningkatkan
kualitas hidup; dan memenuhi aspek kesehatan, keamanan, dan
kenyamanan public.
6. Desain Komunikasi Visual
Seni menyampaikan pesan (arts of commmunication) dengan
menggunakan bahasa rupa (visual language) yang disampaikan
melalui media berupa desain yang bertujuan menginformasikan,
memengaruhi hingga mengubah perilaku target audience sesuai
dengan tujuan yang ingin diwujudkan. Dalam hal ini, bahasa
rupa yang dipakai adalah berbentuk grafis, tanda, simbol, ilustrasi
Gambar/foto, tipografi/huruf dan sebagainya.
7. Desain Produk
Salah satu unsur memajukan industri agar hasil industri produk
tersebut dapat diterima oleh masyarakat, karena produk yang mereka
dapatkan mempunyai kualitas baik, harga terjangkau, desain yang
menarik, mendapatkan jaminan dan sebagainya. Industrial Design
Society of America (IDSA) mendefinisikan desain produk sebagai
layanan profesional yang menciptakan dan mengembangkan
konsep dan spesifikasi yang mengoptimalkan fungsi, nilai, dan
penampilan suatu produk dan sistem untuk keuntungan pengguna
maupun pabrik.
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 11

8. Film, Animasi, dan Video


a. Film
“Karya seni Gambar bergerak yang memuat berbagai ide
atau gagasan dalam bentuk audiovisual, serta dalam proses
pembuatannya menggunakan kaidah-kaidah sinematografi.”
b. Animasi
“Tampilan frame ke frame dalam urutan waktu untuk
menciptakan ilusi gerakan yang berkelanjutan sehingga
tampilan terlihat seolah-olah hidup atau mempunyai nyawa.”
c. Video
“Sebuah aktivitas kreatif, berupa eksplorasi dan inovasi dalam
cara merekam (capture) atau membuat Gambar bergerak,
yang ditampilkan melalui media presentasi, yang mampu
memberikan karya Gambar bergerak alternatif yang berdaya
saing, dan memberikan nilai tambah budaya, sosial, dan
ekonomi.”
9. Fotografi
Sebuah industri yang mendorong penggunaan kreativitas
individu dalam memproduksi citra dari suatu objek foto dengan
menggunakan perangkat fotografi, termasuk di dalamnya media
perekam cahaya, media penyimpan berkas, serta media yang
menampilkan informasi untuk menciptakan kesejahteraan dan juga
kesempatan kerja.
10. Musik
Sebuah industri yang mendorong penggunaan kreativitas
individu dalam memproduksi citra dari suatu objek foto dengan
menggunakan perangkat fotografi, termasuk di dalamnya media
perekam cahaya, media penyimpan berkas, serta media yang
menampilkan informasi untuk menciptakan kesejahteraan dan juga
kesempatan kerja.
11. Aplikasi dan Game Developer
Suatu media atau aktivitas yang memungkinkan tindakan bermain
berumpan balik dan memiliki karakteristik setidaknya berupa tujuan
(objective) dan aturan (rules).
12. Penerbitan
Suatu usaha atau kegiatan mengelola informasi dan daya imajinasi
untuk membuat konten kreatif yang memiliki keunikan tertentu,
dituangkan dalam bentuk tulisan, Gambar, dan/atau audio ataupun
kombinasinya, diproduksi untuk dikonsumsi publik, melalui media
cetak, media elektronik, ataupun media daring untuk mendapatkan
nilai ekonomi, sosial, ataupun seni dan budaya yang lebih tinggi.
13. Periklanan
Bentuk komunikasi melalui media tentang produk dan/atau merek
kepada khalayak, sasarannya agar memberikan tanggapan sesuai
tujuan pemrakarsa.
12 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

14. Televisi dan Radio


a. Televisi
Kegiatan kreatif yang meliputi proses pengemasan gagasan
dan informasi dalam bentuk hiburan yang berkualitas kepada
penikmatnya dalam format suara dan Gambar yang disiarkan
kepada publik dalam bentuk virtual secara teratur dan
berkesinambungan.
b. Radio
Kegiatan kreatif yang meliputi proses pengemasan gagasan
dan informasi dalam bentuk hiburan yang berkualitas kepada
penikmatnya dalam format suara yang disiarkan kepada publik
dalam bentuk virtual secara teratur dan berkesinambungan
15. Seni Pertunjukan
Cabang kesenian yang melibatkan perancang, pekerja teknis,
dan penampil (performers), yang mengolah, mewujudkan dan
menyampaikan suatu gagasan kepada penonton (audiences); baik
dalam bentuk lisan, musik, tata rupa, ekspresi dan gerakan tubuh,
atau tarian; yang terjadi secara langsung (live) di dalam ruang dan
waktu yang sama, di sini dan kini (hic et nunc).
16. Seni Rupa
Penciptaan karya dan saling berbagi pengetahuan yang merupakan
manifestasi intelektual dan keahlian kreatif, yang mendorong
terjadinya perkembangan budaya dan perkembangan industri
dengan nilai ekonomi untuk keberlanjutan ekosistemnya.

2.3 Metode Penghitungan Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif


Tahun 2011-2016
1. Perbedaan Sakernas antara Tahun 2011–2015 dengan 2016
a. KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) yang
digunakan
• KBLI yang menjadi dasar pengelompokkan Ekonomi Kreatif
adalah KBLI 2015 yang baru digunakan pada Sakernas 2016.
Sedangkan Sakernas 2011 – 2015 menggunakan KBLI 2009. £
Untuk menghitung banyaknya orang yang bekerja di Sektor Pengelompokan
Ekonomi Kreatif selama periode 2011 – 2016 maka KBLI Ekonomi Kreatif
2009 harus disesuaikan (bridging) dengan KBLI 2015. Selama berdasarkan KBLI
proses bridging terdapat beberapa kode dari KBLI2009 yang 2015
tidak terdistrisbusi ke satu kode ataupun sebaliknya sehingga
harus dilakukan pemecahan secara manual. Proses ini tentu
saja memberikan akibat tidak langsung terhadap besaran
angka Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif 2011 – 2016. Khususnya
tahun 2011-2015 dilakukan bridging dari KBLI 2009 ke KBLI
2015, sementara untuk tahun 2016 sudah menggunakan
KBLI 2015 sehingga tidak perlu ada bridging.
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 13

b. Metodologi Survei
• Sakernas merupakan survei yang dirancang khusus untuk
mengumpulkan data yang dapat menggambarkan keadaan
umum ketenagakerjaan pada periode pencacahan. Sejak
tahun 2011 sampai 2014 Sakernas dilaksanakan secara
triwulanan, yakni triwulan I bulan Februari, triwulan II bulan
£ Mei, triwulan III bulan Agustus (estimasi kabupaten/kota),
Sakernas merupakan dan triwulan IV bulan November. Mulai tahun 2015 sampai
survei yang 2016, Sakernas kembali dilaksanakan secara semesteran
dirancang khusus yaitu pada bulan Februari (Semester I) dengan besar sampel
untuk menggambar- sebanyak 50.000 rumah tangga untuk mendapatkan
kan keadaan umum estimasi hingga tingkat provinsi. Sementara itu, Sakernas
ketenagakerjaan Agustus (Semester II) dengan besar sampel sebanyak
200.000 rumah tangga dirancang untuk mendapatkan
estimasi ketenagakerjaan nasional, provinsi, dan kabupaten/
kota. Akan tetapi akibat adanya pemotongan anggaran pada
tahun 2016, maka sampel Sakernas Agustus yang semula
sebesar 200.000 rumah tangga berkurang hanya menjadi
5.000 rumah tangga yang berakibat hasil estimasi yang
dilakukan hanya bisa mencakup pada level nasional dan
provinsi. Sakernas 2011 – 2014, dan Sakernas 2015 - 2016
menggunakan metodologi yang berbeda.
• Sakernas 2011 – 2014 menggunakan three stage
sampling (panel rumah tangga). Kerangka sampel tahap
I yang digunakan adalah daftar wilayah pencacahan
(wilcah) SP2011. Kerangka sampel tahap II adalah daftar
blok sensus pada setiap wilcah terpilih. Kerangka sampel
tahap III adalah daftar rumah tangga biasa. Sampel Blok
Sensus (BS) yang digunakan dibagi dalam 7 (tujuh) paket
sampel.
• Sakernas 2015 dan 2016 menggunakan two stage-
one phase stratified sampling (panel Blok Sensus).
Kerangka sampel tahap I yang digunakan adalah
daftar wilayah pencacahan (wilcah) SP2011. Kerangka
sampel tahap II adalah daftar blok sensus pada setiap
wilayah pencacahan terpilih. Sakernas 2015 dan 2016
sudah menggunakan strata lapangan usaha dalam
pengambilan sampel.
c. Penimbang
• Sakernas 2011 – 2014 menggunakan rasio estimate dalam
menentukan penimbang awal. Sedangkan Sakernas 2015
dan 2016 menggunakan direct estimate.
• Tingginya jumlah penduduk yang bekerja pada tahun 2011
diakibatkan oleh tingginya Laju Pertumbuhan Penduduk
(LPP) dari hasil olah cepat SP 2011. Sehingga pada tahun
2014 dilakukan koreksi untuk penimbang semua survei di
BPS (termasuk Sakernas) dengan menggunakan penimbang
dari hasil proyeksi penduduk tahun 2011 – 2035. Namun
backcasting pada data Sakernas dilakukan sampai tahun
14 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

2011. Tahun 2011 kebawah belum bisa di-backcasting


dikarenakan data penimbang jumlah penduduk sampai
karakteristik yang lebih detil belum tersedia.
• Untuk itu disarankan memakai data tahun 2011
sebagai patokan dasar penghitungan perkembangan
ketenagakerjaan ekonomi kreatif bagi perancangan
ekonomi kreatif ke depan.
2. Tata Cara Penghitungan Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif.
Sumber data yang digunakan dalam penghitungan penduduk
bekerja pada ekonomi kreatif adalah Sakernas 2011-2016. Ekonomi
kreatif terdiri dari 16 subsektor yang dibentuk dari 223 kode KBLI
2015. KBLI 2015 baru digunakan pada Sakernas 2016, sedangkan
Sakernas 2011-2015 menggunakan KBLI 2009. Dengan demikian
dalam penghitungan penduduk bekerja pada subsektor ekonomi
£
Sumber data yang
kreatif tahun 2011-2015 diperlukan tahapan bridging KBLI terlebih
digunakan dalam
dahulu sehingga nantinya pada setiap dataset Sakernas memiliki
penghitungan
variabel lapangan usaha pekerjaan utama dengan kode KBLI 2015
penduduk bekerja
sebagai dasar pembentukan variabel ekonomi kreatif.
pada Ekonomi
a. Tahap I: Bridging KBLI 2009 ke KBLI 2015 Kreatif adalah
Bridging KBLI 2009 ke KBLI 2015 (Raw data Sakernas 2011-2016) Sakernas 2011-2016
• Pada raw data Sakernas 2011-2015, ditemukan sebanyak
10 kode KBLI 2009 yang terkorespondensi ke lebih dari satu
kode KBLI 2015 sehingga untuk record yang demikian harus
dipisahkan untuk kemudian dilakukan identifikasi secara
manual dalam penentuan kode KBLI 2015. Setelah semua
record telah teridentifikasi, maka langkah selanjutnya adalah
melakukan bridging KBLI 2009 ke KBLI 2015.
Tabel 2.1 Contoh Bridging KBLI 2015 ke KBLI 2009
Estimasi pada Estimasi
£
KBLI Sakernas 2011 KBLI pada Bridging KBLI
No. diperlukan untuk
2009 sesuai KBLI 2015 Sakernas
2009 2011 menyesuaikan KBLI
yang berbeda-beda
(1) (2) (3) (4) (5)
1. 70 209 13 899 70 204 7 057
70 209 6 842
Jumlah 13 899
2. 72 202 1 148 72 202 532
72 204 616
Jumlah 1 148

Penjelasan:
Jumlah KBLI 2015 (kolom 5) diperoleh dengan membagi habis
secara proporsional record dengan kode-kode ganda (kolom
2) menurut subsektor terkait Setelah identifikasi subsektor
kode ganda selesai dilakukan, maka tahap selanjutnya adalah
melakukan tabulasi penduduk bekerja pada ekonomi kreatif
dengan menjalankan syntax yang telah disusun.
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 15

b. Tahap II: Pemecahan KBLI 2015 ke dalam sektor Ekonomi kreatif


• Pemecahan KBLI 2015 ke dalam sektor ekonomi kreatif
dilakukan dalam rangka memperoleh jumlah tenaga kerja
yang masuk ke dalam lapangan usaha di sektor ekonomi
kreatif. Pada tahap ini terdapat 14 kode 5 digit KBLI 2015
yang pecah ke dalam beberapa subsektor ekonomi kreatif
sehingga perlu ditentukan pada subsektor ekonomi
kreatif mana perlu dikelompokkan. Adapun tahapan
pemecahan melalui beberapa tahapan yaitu dengan
mempertimbangkan jenis pekerjaan, pendidikan, status
pekerjaan, umur, share PDB, dan indepth study ke pelaku
usaha. Berdasarkan kriteria tersebut maka diperoleh
pembelahan KBLI 2015 dengan presisi yang lebih baik.

c. Tahap III: Evaluasi Relative Standard Error (RSE)


• Tahapan terakhir penghitungan penduduk yang bekerja
di sektor ekonomi kreatif adalah mengevaluasi RSE hasil
estimasi. Estimasi yang baik adalah jika RSE lebih kecil
dari 25 persen. Berdasarkan hasil tersebut nantinya akan
menentukan sampai sejauh mana hasil yang diperoleh
dapat diyakini.
• Berdasarkan evaluasi RSE, tiga subsektor yaitu Subsektor
Desain Interior, Desain Komunikasi Visual, dan Desain Produk
memiliki RSE yang tinggi. Sehingga untuk memperkecil
RSE tiga subsektor tersebut harus digabung menjadi
satu. Dengan demikian, pada publikasi ini hanya bisa
menampilkan 14 subsektor saja.
BADAN EKONOMI KREATIF
Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18

TENAGA KERJA
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 EKONOMI KREATIF
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id
2010-2016

TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2010-2016


BADAN EKONOMI KREATIF
Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id

3
BADAN EKONOMI KREATIF
Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18

TENAGA KERJA
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 EKONOMI KREATIF
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id
2010-2016

PERKEMBANGAN
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2010-2016
TENAGA KERJA BADAN EKONOMI KREATIF

EKONOMI KREATIF
Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id

2011-2016
BADAN EKONOMI KREATIF
Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18

TENAGA KERJA
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 EKONOMI KREATIF
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id
2010-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2010-2016

BADAN EKONOMI KREATIF


Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 19

BAB III
PERKEMBANGAN
TENAGA KERJA
EKONOMI KREATIF 2011-2016
3.1 Gambaran Umum Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif

£ 1. Jumlah dan Pertumbuhan Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif Tahun


Jumlah tenaga 2011-2016
kerja Ekonomi Berdasarkan hasil Sakernas tahun 2011-2016, jumlah tenaga kerja
Kreatif cenderung ekonomi kreatif cenderung mengalami peningkatan, dengan rata-rata
meningkat pertumbuhan sebesar 4,69 persen per tahun. Tenaga kerja ekonomi
dengan rata-rata kreatif pada tahun 2011 tercatat sebanyak 13,45 juta orang perlahan
pertumbuhan 4,69 terus naik hingga mencapai 16,91 juta orang pada tahun 2016.
persen per tahun

Gambar 3.1 Jumlah dan Pertumbuhan Tenaga Kerja Ekonomi


Kreatif di Indonesia, 2011-2016 (juta orang)

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


20 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Pembahasan selanjutnya adalah jumlah tenaga kerja ekonomi


kreatif berdasarkan kategori subsektor ekonomi kreatif. Gambar 3.2 £
menampilkan jumlah tenaga kerja di tiga subsektor ekonomi kreatif Jumlah tenaga kerja
dengan jumlah tenaga kerja terbanyak, yaitu Subsektor Kuliner, Ekonomi Kreatif
Subsektor Fashion, dan Subsektor Kriya. Dari ketiga subsektor ekonomi terbanyak pada
kreatif tersebut, Subsektor Kuliner merupakan subsektor dengan tenaga Subsektor Kuliner,
kerja terbanyak. Pada tahun 2016, Subsektor Kuliner mampu menyerap Fashion, dan Kriya
tenaga kerja sebanyak 7,98 juta orang. Subsektor Fashion, dan Subsektor
Kriya mampu menyerap masing-masing sebesar 4,13 juta orang dan 3,72
juta orang.

Gambar 3.2. Jumlah Tenaga Kerja Sub Sektor Ekonomi Kreatif di


Indonesia, 2011-2016 (juta orang)

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Apabila tahun 2011 dijadikan titik awal maka dari tiga subsektor ekonomi
kreatif dengan jumlah tenaga kerja terbanyak tersebut, hanya Subsektor
Kuliner yang tenaga kerjanya cenderung terus tumbuh hingga tahun
2016. Berbeda halnya dengan Subsektor Kriya dan Fashion yang selama
tahun 2011 hingga tahun 2016 yang walaupun cenderung mengalami
kenaikan tetapi berfluktuasi jumlah dalam perkembangannya.
Jika kita amati pertumbuhan tenaga kerja di antara subsektor ekonomi
kreatif tersebut dalam periode 2011-2016, ketiga subsektor tersebut
mengalami pertumbuhan yang positif. Pada periode tersebut, Subsektor
Kriya mengalami pertumbuhan sebesar 1,99 persen. Sementara pada
Subsektor Kuliner dan Subsektor Fashion, tenaga kerja tumbuh rata-rata
sebesar 7,36 persen dan 3,05 persen per tahun.
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 21

Gambar 3.3. Jumlah Tenaga Kerja Sub Sektor Ekonomi Kreatif di


Indonesia, 2011-2016 (ribu orang) lanjutan

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Gambar 3.3 menampilkan tiga subsektor ekonomi kreatif dengan jumlah


£ tenaga kerja terbanyak berikutnya yaitu Subsektor Penerbitan, Subsektor
Jumlah tenaga Seni Pertunjukan, serta Subsektor Televisi dan Radio. Pada tahun 2016,
kerja ekonomi Subsektor Penerbitan mampu menyerap sebesar 464,58 ribu tenaga
kreatif terbanyak kerja. Sementara itu, Subsektor Seni Pertunjukan dan Subsektor Televisi
selanjutnya dan Radio mampu menyerap masing-masing sebanyak 170,99 ribu
adalah Subsektor tenaga kerja dan 71,29 ribu tenaga kerja.
Penerbitan, Pada periode 2011-2016, Subsektor Pertunjukan merupakan subsektor
Seni Pertunjukan, yang berkembang dengan cukup signifikan. Subsektor Seni Pertunjukan
dan Televisi dan mengalami pertumbuhan yang positif sejak tahun 2011 hingga
Radio mampu menyerap sebanyak 170,99 ribu tenaga kerja pada tahun 2016.
Sedangkan Subsektor Penerbitan serta Subsektor Televisi dan Radio
mengalami perkembangan yang fluktuatif selama periode 2011-2016
tersebut.
Jika kita amati pertumbuhan tenaga kerja di antara subsektor ekonomi
kreatif pada Gambar 3.3 dalam periode 2011-2016, ketiga subsektor
tersebut yaitu Subsektor Penerbitan, Subsektor Seni Pertunjukan, dan
Subsektor Televisi dan Radio, mengalami pertumbuhan positif tenaga
kerja dengan pertumbuhan rata-rata masing-masing sebesar 1,07
persen, 6,40 persen dan 6,27 persen per tahun.
22 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Gambar 3.4. Jumlah Tenaga Kerja Subsektor Ekonomi Kreatif di


Indonesia, 2011-2016 (ribu orang)

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Gambar 3.4 menampilkan delapan subsektor ekonomi kreatif lainnya


dengan jumlah penyerapan tenaga kerja yang paling sedikit. Kedelapan
subsektor tersebut adalah Subsektor Fotografi, Subsektor Musik,
£
Subsektor Ekonomi
Subsektor Seni Rupa, Subsektor Arsitektur, Subsektor Periklanan,
Kreatif dengan
Subsektor Film, Animasi, dan Video, Subsektor Aplikasi dan Game
penyerapan tenaga
Developer, serta Subsektor Desain.
kerja paling sedikit
Pada periode 2011-2016 tersebut, dapat dilihat bahwa dari delapan adalah Subsektor
subsektor ekonomi kreatif tersebut, Subsektor Arsitektur, Subsektor Desain, Subsektor
Periklanan, serta Subsektor Desain merupakan tiga subsektor ekonomi Film, Animasi dan
kreatif yang mengalami pertumbuhan yang fluktuatif dari tahun ke Video; dan Subsektor
tahun. Namun, apabila tahun 2011 dijadikan sebagai titik awal dan Periklanan
diperbandingkan pada tahun 2016, maka dapat dilihat bahwa kedelapan
Subsektor tersebut mengalami pertumbuhan positif.
Jika kita amati pertumbuhan tenaga kerja di antara delapan subsektor
ekonomi kreatif pada Gambar 3.4 dalam periode 2011-2016, subsektor
yang mengalami pertumbuhan positif tertinggi adalah Subsektor Seni
Rupa yaitu sebesar 7,03 persen. Sementara Subsektor Musik, Subsektor
Arsitektur, Subsektor Periklanan, Subsektor Film, Animasi, dan Video,
Subsektor Aplikasi dan Game Developer, tenaga kerja tumbuh rata-rata
sebesar 2,30 persen, 3,16 persen, 2,98 persen, 4,35 persen, dan 4,39
persen per tahun. Kemudian pada Subsektor Fotografi dan Subsektor
Desain mengalami pertumbuhan masing-masing sebesar 2,93 persen
dan 3,74 persen.
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 23

2. Share Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif Tahun 2011-2016


Share tenaga kerja ekonomi kreatif merupakan perbandingan antara
£ tenaga kerja ekonomi kreatif dengan total penduduk bekerja. Indikator
ini berguna untuk mengukur tingginya penyerapan tenaga kerja pada
Dari 100 orang
ekonomi kreatif.
penduduk bekerja,
sekitar 14-15 orang Berdasarkan hasil Sakernas tahun 2011-2016 pada Gambar 3.5 terlihat
pekerjaan utamanya bahwa share tenaga kerja ekonomi kreatif pada tahun 2016 sebesar 14,28
di Ekonomi Kreatif persen, yang berarti dari 100 orang penduduk bekerja sekitar 14 sampai
15 orang pekerjaan utamanya di ekonomi kreatif. Apabila melihat dari
trennya, maka share tenaga kerja ekonomi kreatif dari tahun 2011 ke
2016 cenderung terus mengalami peningkatan. Sejak 2011 hingga 2014,
share tenaga kerja ekonomi kreatif perlahan mengalami peningkatan.
Peningkatan yang cukup tajam terjadi pada periode 2014-2015 yaitu dari
13,23 persen pada tahun 2014 menjadi 13,90 persen pada tahun 2015.

Gambar 3.5. Share Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif di Indonesia


(persen), 2011-2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

3. Persentase Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif Tahun 2011-2016


Persentase tenaga kerja ekonomi kreatif menurut subsektor dapat
dilihat pada Tabel 3.1. Pada tahun 2016, urutan subsektor berdasarkan
persentase terbesar adalah Subsektor Kuliner (47,21 persen), Subsektor
Fashion (24,42 persen), dan Subsektor Kriya (21,99 persen). Pola yang
sama terjadi pada tahun 2011-2015 dimana proporsi terbesar terdapat
pada Subsektor Kuliner, Fashion, dan Kriya.
24 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Tabel 3.1. Persentase Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif Menurut


Subsektor, 2011-2016 £
SUB-SEKTOR 2011 2012 2013 2014 2015 2016
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Persentase tenaga
Arsitektur 0,34 0,36 0,36 0,34 0,33 0,32 kerja Ekonomi
Desain 0,15 0,15 0,15 0,14 0,14 0,14
Kreatif terbanyak
pada Subsektor
Film, Animasi, dan Video 0,25 0,24 0,24 0,24 0,23 0,23
Kuliner, Fashion dan
Fotografi 0,45 0,45 0,45 0,44 0,42 0,41 Kriya
Kriya 25,05 24,51 22,94 22,33 22,81 21,99
Kuliner 41,61 40,35 42,92 45,23 46,43 47,21
Musik 0,38 0,36 0,36 0,35 0,34 0,34
Fashion 26,42 28,44 27,25 25,75 24,16 24,42
Aplikasi dan Game
0,25 0,24 0,24 0,24 0,25 0,24
Developer
Penerbitan 3,28 3,12 3,09 3,00 2,89 2,75
Periklanan 0,25 0,24 0,24 0,23 0,25 0,24
Televisi dan Radio 0,39 0,40 0,42 0,40 0,44 0,42
Seni Pertunjukan 0,93 0,89 1,08 1,06 1,06 1,01
Seni Rupa 0,25 0,25 0,26 0,25 0,25 0,28
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

3.2 Profil Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif

1. Struktur Umur
Umur berpengaruh terhadap sikap seseorang di dalam pekerjaan. Tenaga
kerja dengan umur muda biasanya baru mulai bekerja dan belum banyak
memiliki pengalaman. Dengan semakin bertambah umur menjadi
dewasa seseorang maka diperkirakan semakin bertambah pengalaman
kerjanya sehingga mempunyai produktivitas yang cukup tinggi. Akan
tetapi ada titik tertentu dimana semakin bertambah umur seseorang
mendekati lansia membuat produktivitas kerja akan menurun.

Tabel 3.2. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan


Utama di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Kelompok Umur,
Tahun 2011-2016
KELOMPOK 2016
2011 2012 2013 2014 2015 2016
UMUR (NASIONAL)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
15-24 Tahun 20,83 20,80 19,59 18,27 17,79 19,02 14,26

25-34 Tahun 29,36 28,63 27,84 28,02 26,99 26,31 24,70


35-44 Tahun 24,82 25,35 25,54 25,45 25,85 24,98 24,87
45-54 Tahun 15,53 15,55 16,62 17,34 17,25 17,43 20,00
55-64 Tahun 6,74 6,82 7,58 8,14 8,83 8,93 11,46
≥65 Tahun 2,71 2,84 2,83 2,79 3,29 3,32 4,71
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 25

Pada tahun 2016 penduduk yang pekerjaan utamanya di sektor ekonomi


£ kreatif paling banyak adalah mereka yang berumur 25-34 tahun yaitu
26,31 persen, selanjutnya kelompok umur 35-44 tahun sebesar 24,98
Tenaga kerja di
persen, dan kelompok umur 15-24 tahun sebesar 19,02 persen (Tabel.
sektor Ekonomi
3.2). Sedangkan pada kelompok 65 tahun ke atas yaitu hanya sebesar
Kreatif terbanyak
3,32 persen. Pola ini sedikit berbeda dengan level nasional (seluruh sektor
berumur 25-34
pekerjaan), dimana penduduk bekerja paling banyak pada kelompok
tahun
umur 35-44 tahun yang sebesar 24,87 persen.
Jika dilihat tren perkembangannya dari tahun 2011 hingga 2016, tenaga
kerja ekonomi kreatif didominasi oleh mereka yang berumur 15-54 tahun,
dengan dominasi terbesar oleh mereka yang berumur 25-34 tahun yaitu
sekitar 26 hingga 30 persen.
Jika dilihat berdasarkan kelompok umur dan jenis kelamin, tenaga
kerja ekonomi kreatif baik laki-laki maupun perempuan paling banyak
terdapat pada kelompok umur 25-34 tahun dan 35-44 tahun. Tenaga
kerja di sektor ekonomi kreatif paling sedikit terdapat pada kelompok
umur 65 tahun ke atas, baik laki-laki maupun perempuan.

Gambar 3.6. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan


Utama di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Kelompok Umur dan
Jenis Kelamin, 2015-2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2015-2016

Pada tahun 2015, tenaga kerja laki-laki didominasi oleh kelompok


£ umur 25-34 tahun dan 35-44 tahun dengan persentase masing-masing
Tenaga kerja sebesar 29,26 persen dan 26,12 persen. Pada tenaga kerja perempuan
Ekonomi Kreatif didominasi oleh kelompok umur 35-44 umur tahun dan 25-34 tahun
baik laki-laki dengan persentase masing-masing sebesar 25,82 persen dan 25,02
maupun perempuan persen. Sementara pada tahun 2016, persentase tenaga kerja laki-laki
terbanyak pada dan perempuan juga memiliki pola yang sama dengan tahun 2015, yaitu
kelompok umur didominasi oleh kelompok umur 25-34 tahun dan 35-44 tahun.
25-34 tahun dan Pada tahun 2016, persentase tenaga kerja laki-laki pada kelompok umur
35-44 tahun 25-34 tahun dan 35-44 tahun masing-masing sebesar 28,36 dan 24,68
persen sedangkan pada perempuan yaitu -24,69 dan 25,21 persen pada
kelompok umur yang sama.
26 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Berdasarkan daerah tempat tinggal, tenaga kerja ekonomi kreatif di


perkotaan maupun di perdesaan lebih banyak didominasi oleh mereka
yang berumur 25-34 dan 35-44 tahun. Gambar 3.7 menunjukkan bahwa
pada tahun 2015, persentase tenaga kerja kelompok umur 25-34 tahun
di perkotaan yaitu 27,21 persen, sedangkan di perdesaan sebesar 26,41
persen. Sedangkan pada tahun 2016 pada kelompok umur yang sama,
tenaga kerja di perkotaan sebesar 27,16 persen dan di perdesaan sebesar
24,31 persen.

Gambar 3.7. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan


Utama di Sektor EKonomi Kreatif Menurut Kelompok Umur dan
Daerah Tempat Tinggal, 2015-2016

£
Tenaga kerja di
sektor Ekonomi
Kreatif baik di
perkotaan maupun
di perdesaan
didominasi oleh
Sumber: BPS RI, Sakernas 2015-2016 kelompok umur
25-34 tahun dan
Tabel 3.3 menunjukkan pengelompokan umur yang lebih disederhanakan. 35-44 tahun
Pada tahun 2016, persentase penduduk yang pekerjaan utamanya di
sektor ekonomi kreatif didominasi oleh kelompok umur 25-40 tahun
yaitu 42,04 persen, disusul kelompok umur 41-59 tahun yaitu 32,35
persen, kemudian kelompok umur 15-24 tahun sebesar 19,02 persen dan
terakhir pada kelompok umur 60 tahun ke atas yaitu 6,59 persen.

Tabel 3.3. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjan Utama di


Sektor Ekonomi Kreatif Menurut 4 Kategori Umur, 2011-2016
2016
KELOMPOK UMUR 2011 2012 2013 2014 2015 2016
(NASIONAL)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

15-24 Tahun 20,83 20,80 19,59 18,27 17,79 19,02 14,26

25-40 Tahun 45,58 44,55 43,29 43,55 43,15 42,04 39,85

41-59 Tahun 28,56 29,30 31,29 32,24 32,33 32,35 36,78

≥60 Tahun 5,02 5,34 5,84 5,95 6,74 6,59 4,71

Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 27

Dalam kurun waktu 2011-2016, tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif


£ pada kelompok umur 25-40 tahun cenderung mengalami penurunan
dari 45,58 persen pada tahun 2011 menjadi 42,04 persen pada 2016.
Tenaga kerja Sedangkan pada kelompok umur 41-59 tahun setiap tahun terus
dengan pekerjaan mengalami peningkatan yaitu dari 28,56 persen pada tahun 2011 naik
utama di sektor menjadi 32,35 persen pada tahun 2016. Begitu pula pada kelompok
Ekonomi Kreatif umur 60 tahun ke atas mengalami kenaikan dari 5,02 persen pada tahun
berumur 25-40 2011 menjadi 6,59 persen pada tahun 2016.
tahun cenderung
Pada kelompok umur 25-40 tahun, persentase tenaga kerja ekonomi
mengalami
kreatif sebesar 42,04 persen sedangkan secara nasional pada kelompok
penurunan
umur yang sama sebesar 39,85 persen. Selanjutnya pada kelompok
umur 41-59 tahun, tenaga kerja ekonomi kreatif sebesar 32,35 persen
sedangkan angka nasional sebesar 36,78 persen.

Gambar 3.8. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan


Utama di Sektor EKonomi Kreatif Menurut 4 Kategori Umur dan
Jenis Kelamin, 2015-2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2015-2016


£
Tenaga kerja Pada tahun 2015, tenaga kerja laki-laki didominasi oleh kelompok
dengan pekerjaan umur 25-40 tahun dengan persentase sebesar 45,60 persen. Hal yang
utama di sektor sama terjadi pada tenaga kerja perempuan yang juga didominasi oleh
Ekonomi Kreatif kelompok umur 25-40 tahun dengan persentase sebesar 41,03 persen.
,baik pada laki-laki Pada tahun 2016, persentase tenaga kerja laki-laki dan perempuan juga
maupun perempuan memiliki pola yang sama dengan tahun 2015, yaitu didominasi oleh
didominasi oleh kelompok umur 25-40 tahun. Pada kelompok umur 25-40 tahun, tenaga
kelompok umur kerja laki-laki sebesar 43,68 persen sedangkan pada perempuan yaitu
25-40 tahun 40,73 persen.
28 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Gambar 3.9. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja dengan


Pekerjaan Utama Menurut 4 Kategori Umur dan Jenis Kelamin
Secara Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif,
Tahun 2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2016

Berdasarkan jenis kelamin, tenaga kerja ekonomi kreatif pada laki-laki


didominasi oleh kelompok umur 25-40 tahun dan 41-59 tahun. Demikian
halnya pada tenaga kerja perempuan yang didominasi oleh kelompok
umur 25-40 tahun dan 41-59 tahun. Jika dilihat secara nasional, tenaga
kerja laki-laki didominasi oleh kelompok umur 25-40 tahun dan 41-59
tahun yaitu dengan pesentase masing-masing sebesar 40,53 persen
dan 36,14 persen. Pada tenaga kerja perempuan juga didominasi oleh
kelompok umur 25-40 tahun dan 41-59 tahun yaitu dengan pesentase
masing-masing sebesar 38,76 persen dan 37,79 persen.

Gambar 3.10. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan


Utama di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut 4 Kategori Umur dan
Daerah Tempat Tinggal, 2015-2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2015-2016


TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 29

Jika dilihat berdasarkan daerah tempat tinggal, pada tahun 2015,


£ persentase tenaga kerja ekonomi kreatif, baik di perkotaan maupun
Persentase tenaga pedesaan, didominasi kelompok umur 25-40 tahun dan 41-59 tahun.
kerja pada sektor Tenaga kerja ekonomi kreatif pada kelompok umur 25-40 di perkotaan
Ekonomi Kreatif dan sebesar 43,48 persen, sedangkan di perdesaan sebesar 42,27 persen.
secara Nasional, Pada kelompok umur 41-59 tahun, tenaga kerja ekonomi kreatif di
baik di perdesaan perkotaan sebesar 32,77 persen dan di perdesaan 31,17 persen.
maupun perkotaan Pada tahun 2016, tenaga kerja ekonomi kreatif di perkotaan dan
didominasi oleh pedesaan didominasi oleh kelompok umur 25-40 tahun. Tenaga kerja
kelompok umur 25- ekonomi kreatif pada kelompok umur 25-40 tahun di perkotaan sebesar
40 tahun 42,59 persen sedangkan di perdesaan sebesar 40,73 persen. Pada
kelompok umur 15-24, 25-40, dan 60 tahun ke atas di perdesaan sebesar
19,22 persen, 32,36 persen, dan 7,69 persen.

Gambar 3.11. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja dengan


Pekerjaan Utama Menurut 4 Kategori Umur dan Daerah Tempat
Tinggal Secara Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi
Kreatif, Tahun 2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2016

Gambar 3.11 menunjukkan perbandingan persentase penduduk bekerja


menurut 4 kategori umur dan daerah tempat tinggal antara penduduk
bekerja secara nasional (di semua sektor) dan penduduk yang bekerja di
sektor ekonomi kreatif.
Jika dilihat berdasarkan daerah tempat tinggal, pada tahun 2016,
tenaga kerja ekonomi kreatif di perkotaan dan di pedesaan lebih
banyak didominasi oleh pekerja dengan kelompok umur 25-40 tahun
yaitu sebesar 42,59 persen. Secara nasional, baik di perkotaan maupun
pedesaan, didominasi oleh pekerja dengan kelompok umur 25-40 tahun
dan 41-59 tahun.
30 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Tabel 3.4. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan Utama


di Sektor Ekonomi Kreatif dan 4 Kategori Umur, 2015-2016
2015 2016
SUB-SEKTOR
15-24 25-40 41-59 ≥60 15-24 25-40 41-59 ≥60
Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun Tahun

(1) (2) (3) (3) (4) (5) (6) (3) (7)

Arsitektur 0,27 0,43 0,22 0,33 0,08 0,41 0,39 0,11

Desain 0,21 0,13 0,15 0,00 0,14 0,19 0,11 0,00

Film, Animasi,
0,38 0,32 0,08 0,02 0,32 0,29 0,12 0,18
dan Video

Fotografi 0,42 0,51 0,36 0,16 0,73 0,53 0,12 0,16

Kriya 22,95 23,06 21,37 27,75 20,18 21,57 22,41 27,77

Kuliner 37,27 41,91 55,34 56,92 41,06 43,03 54,34 56,64

Musik 0,36 0,38 0,31 0,17 0,28 0,40 0,33 0,13

Fashion 33,23 26,88 17,89 12,84 32,42 27,42 18,23 12,58

Aplikasi dan
0,22 0,34 0,17 0,10 0,34 0,32 0,14 0,00
Game Developer

Penerbitan 2,97 3,52 2,40 1,01 2,99 3,22 2,24 1,51

Periklanan 0,08 0,36 0,20 0,12 0,00 0,41 0,22 0,00


Televisi dan
0,45 0,57 0,34 0,01 0,42 0,69 0,14 0,08
Radio
Seni
1,02 1,35 0,84 0,43 0,88 1,27 0,88 0,40
Pertunjukan
Seni Rupa 0,17 0,24 0,34 0,14 0,16 0,26 0,33 0,44

Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2015-2016

Tabel 3.4 menunjukkan tenaga kerja ekonomi kreatif menurut subsektor


ekonomi kreatif dan kategori umur. Baik pada 2015 maupun 2016, tenaga
kerja ekonomi kreatif baik kelompok umur 15-24 tahun, kelompok umur
25-59, maupun kelompok umur 60 tahun ke atas paling banyak bekerja
pada Subsektor Kuliner, Fashion, dan Kriya.
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 31

2. Tingkat Pendidikan
Kualitas kerja mengacu pada kualitas sumber daya manusia (Matutina,
2001:205), dimana kualitas sumber daya manusia mengacu pada:
a. Pengetahuan (Knowledge) yaitu kemampuan yang dimiliki
karyawan yang lebih berorientasi pada kecerdasan dan daya
pikir serta penguasaan ilmu yang luas yang dimiliki oleh
karyawan.
b. Keterampilan (Skill) merupakan kemampuan dan penguasaan
teknis operasional di bidang tertentu yang dimiliki oleh
karyawan.
c. Kemampuan (Abilities) yaitu kemampuan yang terbentuk dari
sejumlah kompetensi yang dimiliki seorang karyawan yang
mencakup loyalitas, kedisiplinan, kerjasama, dan tanggung
jawab.
Pengetahuan, keterampilan, dan kemampuan dari tenaga kerja
dapat tercipta salah satunya dari sekolah atau pendidikan yang telah
ditempuhnya. Dengan kata lain pendidikan dapat dijadikan salah satu
acuan sederhana pengukuran kualitas tenaga kerja.

Tabel 3.5. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan Utama


di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Tingkat Pendidikan, 2010-2016
2016
PENDIDIKAN 2011 2012 2013 2014 2015 2016
(NASIONAL)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

SMP ke Bawah 63,56 62,11 62,14 59,97 59,53 59,05 60,23

SMA Sederajat 32,25 32,60 32,38 34,33 33,80 34,16 27,52

Diploma ke Atas 4,19 5,29 5,48 5,70 6,67 6,79 12,25

Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2015-2016

Tingkat pendidikan tenaga kerja ekonomi kreatif dapat dikelompokkan


£ menjadi tiga, yaitu: SMP ke bawah, SMA sederajat, dan Diploma ke atas
(DI-DIV, S1, S2, dan S3). Pada tahun 2016, ekonomi kreatif lebih banyak
Pada tahun 2016,
menyerap tenaga kerja berpendidikan SMP ke bawah dan SMA sederajat,
sektor Eekonomi
masing-masing sebesar 59,05 persen dan 34,16 persen. Sementara tenaga
Kreatif lebih banyak
kerja berpendidikan Diploma ke atas hanya 6,79 persen. Pola yang sama
menyerap tenaga
juga terlihat pada tahun 2011-2015. Selama tahun 2011-2016, persentase
kerja berpendidikan
tenaga kerja berpendidikan SMP ke bawah di ekonomi kreatif terus
SMP ke bawah
mengalami penurunan yaitu dari sebesar 63,56 persen (2011) menjadi
59,05 persen (2016). Angka nasional menunjukkan bahwa penduduk
bekerja yang berpendidikan SMP ke bawah pada tahun 2016 sebesar
60,23 persen (lebih tinggi dibanding tenaga kerja ekonomi kreatif ). Di sisi
lain, persentase tenaga kerja berpendidikan tinggi cenderung mengalami
peningkatan yaitu dari 4,19 persen pada tahun 2011 menjadi 6,79 persen
pada tahun 2016. Sementara itu, penduduk bekerja berpendidikan
Diploma ke atas pada tahun 2016 sebesar 12,25 persen (hampir dua kali
lipat lebih tinggi dibanding tenaga kerja ekonomi kreatif ).
32 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Gambar 3.12. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan


Utama di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Tingkat Pendidikan dan
Jenis Kelamin, 2015-2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2015-2016

Dari Gambar 3.12 dapat diketahui bahwa pada tahun 2015 dan
2016, tenaga kerja di ekonomi kreatif didominasi oleh tenaga kerja
berpendidikan SMP ke bawah, baik laki-laki maupun perempuan. Pada
tahun 2015, tenaga kerja laki-laki yang berpendidikan SMA sederajat
sebesar 38,21 persen, sedangkan tenaga kerja perempuan berpendidikan
SMA sederajat sebesar 30,00 persen. Pada tingkat pendidikan Diploma
ke atas sebesar 7,84 persen pada laki-laki dan hanya 5,57 persen pada
perempuan. Berbeda dengan tingkat pendidikan SMA sederajat dan
Diploma ke atas yang didominasi tenaga kerja laki-laki, pada tingkat
pendidikan SMP ke bawah lebih didominasi oleh perempuan yaitu
sebesar 64,43 persen sedangkan tenaga kerja laki-laki hanya 53,85
persen.

Gambar 3. 13. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja dengan


Pekerjaan Utama Menurut Tingkat Pendidikan dan Jenis Kelamin
Secara Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif,
Tahun 2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2016


TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 33

Berdasarkan Gambar 3.13, tenaga kerja laki-laki berpendidikan SMA


Sederajat dan diploma ke atas lebih tinggi dibanding proporsi tenaga
kerja perempuan pada pendidikan yang sama di sektor ekonomi kreatif.
Sementara proporsi tenaga kerja perempuan berpendidikan SMP ke
bawah lebih tinggi dibanding proporsi tenaga kerja laki-laki. Sebagai
gambaran, pada tahun 2016 tenaga kerja laki-laki sektor ekonomi kreatif
yang berpendidikan SMA sederajat sebesar 37,24 persen, sedangkan
tenaga kerja perempuan berpendidikan SMA sederajat sebesar 31,72
persen. Tenaga kerja ekonomi kreatif berpendidikan Diploma ke atas
sebesar 8,22 persen pada laki-laki dan 5,66 persen pada perempuan.
Pada tingkat pendidikan SMP ke bawah, tenaga kerja perempuan sebesar
62,62 persen, sedangkan laki-laki hanya 54,54 persen.
Hal ini agak berbeda dengan pola nasional pada tahun 2016, proporsi
tenaga kerja perempuan berpendidikan diploma ke atas lebih tinggi
daripada proporsi tenaga kerja laki-laki pada jenjang pendidikan
yang sama. Sebagai gambaran, penduduk bekerja perempuan yang
berpendidikan Diploma ke atas sebesar 15,29 persen, sedangkan laki-laki
hanya 10,35 persen.

Gambar 3.14. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan


Utama di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Tingkat Pendidikan dan
Daerah Tempat Tinggal, 2015-2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2015-2016


£
Tenaga kerja Gambar 3.14 menunjukkan bahwa penyerapan tenaga kerja ekonomi
Ekonomi Kreatif kreatif di perkotaan pada tahun 2015 didominasi oleh mereka yang
baik di perkotaan berpendidikan SMP ke bawah yakni 52,82 persen, disusul pendidikan
maupun perdesaan SMA sederajat (38,64 persen) dan pendidikan tinggi sebesar 8,54 persen.
didominasi oleh Pola yang sama juga terjadi di perdesaan, dimana lebih didominasi
mereka yang oleh tenaga kerja berpendidikan SMP ke bawah sebesar 77,02 persen,
berpendidikan SMP selanjutnya pendidikan SMA sederajat yakni 21,20 persen dan yang
ke bawah berpendidikan Diploma ke atas yang hanya 1,78 persen.
34 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Berdasarkan Gambar 3.15, pada tahun 2016 di perkotaan menunjukkan


pola yang sama dengan tahun 2015, dimana penyerapan tenaga kerja
ekonomi kreatif didominasi oleh mereka yang berpendidikan SMP
ke bawah (53,27 persen), kemudian pendidikan SMA sederajat (38,03
persen), dan Diploma ke atas sebesar 8,70 persen. Di perdesaan juga
didominasi oleh tenaga kerja ekonomi kreatif berpendidikan SMP ke
bawah yaitu sebesar 72,71 persen, sedangkan yang berpendidikan
Diploma ke atas hanya sebesar 2,28 persen.
Pola ini sama dengan level nasional dimana penduduk bekerja yang ada
di perkotaan didominasi oleh mereka yang berpendidikan SMP ke bawah
yaitu sebesar 47,17 persen, selanjutnya SMA sederajat (35,10 persen), dan
yang berpendidikan Diploma ke atas hanya 17,73 persen. Di perdesaan
juga didominasi oleh tenaga kerja ekonomi kreatif berpendidikan SMP
ke bawah yaitu sebesar 74,35 persen, sedangkan yang berpendidikan
Diploma ke atas sebesar 6,33 persen.

Gambar 3. 15. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja dengan


Pekerjaan Utama Menurut Tingkat Pendidikan dan Daerah Tempat
Tinggal Secara Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi
Kreatif, Tahun 2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2016

Seperti yang telah disebutkan di atas, pada tahun 2015 dan 2016
subsektor ekonomi kreatif didominasi oleh tenaga kerja berpendidikan
SMP ke bawah. Jika dilihat berdasarkan tingkat pendidikan untuk
setiap sub sektor ekonomi kreatif, pada tahun 2016, tenaga kerja yang
berpendidikan SMP ke bawah paling banyak berkecimpung di Subsektor
Kuliner yaitu 65,70 persen, disusul Subsektor Kriya (63,78 persen),
kemudian Subsektor Fashion (54,14 persen). Pekerja berpendidikan
SMA sederajat, lebih banyak mendominasi Subsektor Film, Animasi, dan
Video (57,88 persen), selanjutnya Subsektor Penerbitan (54,63 persen)
dan Fotografi (52,15 persen). Sedangkan pada pekerja berpendidikan
Diploma ke atas lebih banyak berkecimpung di bidang Arsitektur (75,80
persen), kemudian Aplikasi dan Game Developer (73,07 persen), dan
Periklanan (49,53 persen).
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 35

Tabel 3.6. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan Utama


£ di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan
Tenaga kerja Tingkatan Pendidikan, 2015-2016
berpendidikan 2015 2016
SMP ke bawah SUB-SEKTOR
SMP Ke SMA Diploma SMP Ke SMA Diploma Ke
paling banyak pada Bawah Sederajat Ke Atas Bawah Sederajat Atas

Subsektor Kuliner, (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


Kriya dan Fashion Arsitektur 0,00 0,23 3,72 0,00 0,26 3,38

Desain 0,04 0,14 1,00 0,05 0,18 0,73

Film, Animasi,
0,07 0,40 0,89 0,11 0,19 1,58
dan Video

Fotografi 0,18 0,65 1,40 0,19 0,65 1,15

Kriya 24,44 21,26 16,10 24,30 19,03 16,72

Kuliner 51,25 41,64 27,76 50,14 44,99 32,88

Musik 0,20 0,43 1,12 0,22 0,40 1,02

Fashion 21,97 28,17 23,36 22,98 27,56 21,17

Aplikasi dan
0,03 0,14 2,70 0,06 0,25 1,75
Game Developer

Penerbitan 0,99 4,67 10,82 1,16 4,11 9,70

Periklanan 0,05 0,28 1,82 0,01 0,14 2,77

Televisi dan Radio 0,04 0,62 3,06 0,05 0,57 2,93

Seni Pertunjukan 0,65 1,07 4,77 0,58 1,29 3,36

Seni Rupa 0,09 0,30 1,48 0,15 0,38 0,86

Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2015-2016

Pada tahun 2015 maupun 2016, tenaga kerja berpendidikan SMP ke


bawah paling banyak pada Subsektor Kuliner, Kriya dan Fashion. Untuk
tenaga kerja yang berpendidikan SMA sederajat maupun tenga kerja
berpendidikan diploma ke atas, Subsektor dengan proporsi terbanyak
adalah Subsektor Kuliner, Subsektor Fashion, dan Subsektor Kriya.

3. Lapangan Pekerjaan Ekonomi Kreatif (17 Kategori)


Lapangan pekerjaan adalah bidang kegiatan dari pekerjaan/usaha/
perusahaan/kantor tempat seseorang bekerja. Kategori lapangan
pekerjaan dalam bahasan ini digunakan 17 kategori lapangan usaha
yaitu A. Pertanian, kehutanan dan perikanan; B. Pertambangan dan
penggalian; C. Industri pengolahan; D. Pengadaan listrik dan gas; E.
Pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang; F. Konstruksi;
G. Perdagangan besar dan eceran; reparasi dan perawatan mobil; H.
Transportasi dan pergudangan; I. Penyediaan akomodasi dan makan
minum; J. Informasi dan komunikasi; K. Jasa keuangan dan asuransi;
L. Real estate; M,N. Jasa perusahaan; O. Administrasi pemerintahan,
pertahanan dan jaminan sosial; P. Jasa pendidikan; Q. Jasa kesehatan dan
kegiatan sosial; R, S, T, U. Jasa lainnya.
36 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Namun untuk kategori A (Pertanian, kehutanan dan perikanan),


B(Pertambangan dan penggalian), D (Pengadaan listrik dan gas),
£
E (Pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah, dan daur ulang), Sektor Ekonomi
F(Konstruksi), H (Transportasi dan pergudangan), K (Jasa keuangan dan Kreatif mempunyai
asuransi), L (Real estate), O (Administrasi pemerintahan, pertahanan share terbesar pada
dan jaminan sosial) dan Q (Jasa kesehatan dan kegiatan sosial) tidak kategori Penyediaan
memberikan share apapun atau sebesar 0,00 persen. Akomodasi dan
Makan Minum
Pada Tabel 3.7 dapat dilihat bahwa sektor ekonomi kreatif mempunyai
share terbesar pada kategori I (Penyediaan akomodasi dan makan
minum) sekitar 82 persen sampai dengan 89 persen berfluktuatif
sepanjang tahun 2011-2016. Pada tahun 2016, share ekonomi kreatif di
kategori I sebesar 82,06 persen hal ini berarti dari 100 orang yang bekerja
di penyediaan akomodasi dan makan minum sebanyak 82 orang bekerja
pada ekonomi kreatif.
Pada kategori lapangan C (Industri pengolahan), tenaga kerja ekonomi
kreatif tahun 2011 sebesar 46,52 persen. Angka ini bergerak secara
fluktuatif dari tahun ke tahun. Pada tahun 2016, persentase tenaga kerja
ekonomi kreatif pada ketegori ini sebesar 50,81 persen.
Jika dilihat tahun 2011 pada kategori G (Perdagangan besar dan eceran;
reparasi dan perawatan mobil), persentase tenaga kerja ekonomi kreatif
sebesar 13,95 persen. Pada periode 2011-2016, angkanya bergerak
fluktuatif. Pada tahun 2016 mencapai angka 13,90 persen.
Persentase tenaga kerja ekonomi kreatif pada kategori J (Informasi
dan komunikasi) pada tahun 2011 sebesar 34,71 persen, kemudian
berfluktuasi hingga hanya sebesar 29,74 persen di tahun 2016.
Jika dilihat pada kategori M dan N (Jasa perusahaan), pada tahun 2011
hingga 2013, turun dari 17,47 persen hingga 16,14 persen pada tahun £
2013. Pada tahun berikutnya terus naik hingga mencapai 17,84 persen Share tenaga kerja
pada tahun 2016. Ekonomi Kreatif
Pada kategori P (jasa pendidikan), persentase tenaga kerja ekonomi di setiap sektor
kreatif sebesar 2,88 persen pada tahun 2011. Angka ini terus berfluktuasi lapangan usaha
hingga mencapai 2,53 persen pada tahun 2016. berfluktuasi
Jika dilihat pada kategori R, S, T, dan U (jasa lainnya) pada tahun 2011 dan
2012, turun dari 2,63 persen menjadi 2,39 persen. Pada tahun 2013 dan
2014, persentase tenaga kerja ekonomi kreatif di kategori ini kembali naik
2,86 persen dan 2,88 persen. Angkanya menurun tajam hingga mencapai
2,12 persen pada tahun 2016.
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 37

Tabel 3.7. Share Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan Utama


di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Kategori Lapangan Usaha,
2011-2016
LAPANGAN USAHA 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


A. Pertanian, Kehutanan dan
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Perikanan
B. Pertambangan dan
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Penggalian
C. Industri Pengolahan 46,52 47,44 47,27 46,00 48,27 50,81

D. Pengadaan Listrik dan Gas 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00

E. Pengadaan Air, Pengelolaan


Sampah, Limbah, dan Daur 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Ulang
F. Konstruksi 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
G. Perdagangan Besar dan
Eceran; Reparasi dan Perawatan 13,95 13,59 13,78 13,91 14,31 13,90
Mobil
H. Transportasi dan 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Pergudangan
I. Penyediaan Akomodasi dan 87,69 87,78 88,52 88,72 88,84 82,06
Makan Minum
J. Informasi dan Komunikasi 34,71 35,10 35,68 33,40 36,36 29,74
K. Jasa Keuangan dan Asuransi 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
L. Real Estate 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
M,N. Jasa Perusahaan 17,47 16,83 16,14 17,14 17,40 17,84

O. Administrasi Pemerintahan,
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Pertahanan dan Jaminan Sosial

P. Jasa Pendidikan 2,88 3,67 3,15 3,71 2,92 2,53


Q. Jasa Kesehatan dan Kegiatan
0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00
Sosial
R, S, T, U. Jasa Lainnya 2,63 2,39 2,86 2,88 2,82 2,12
Total 12,52 12,88 13,07 13,23 13,90 14,28
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016 .

4. Status Pekerjaan
Status pekerjaan adalah kedudukan seseorang sebagai pelaku
pekerjaan pada suatu unit usaha. Hal tersebut dapat digunakan untuk
menggambarkan perbedaan antara wirausaha/berusaha sendiri,
pemberi kerja, dan pekerja yang dibayar.
Pengelompokan status pekerjaan di Sakernas merupakan penyesuaian
dari International Classification of Status in Employment (ICSE-93), yang
merupakan standar internasional dalam statistik terkait hubungan kerja.
Pembentukan klasifikasi tersebut mengacu pada karakteristik pekerjaan
menurut perjanjian kerja, baik tertulis maupun tak tertulis, antara
pekerja dan tempat bekerjanya. Perjanjian kerja tersebut ditentukan oleh
penanggungan risiko secara ekonomi dan tingkat kewenangan serta
tanggung jawab atas usaha dan atas pekerja lain dalam suatu unit usaha.
38 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Data status pekerjaan yang disajikan dalam publikasi ini sesuai


dengan pengelompokan status pekerjaan yang digunakan dalam
kuesioner Sakernas, yaitu: Berusaha sendiri, Berusaha dibantu buruh
£
Sektor Ekonomi
tidak tetap/buruh tak dibayar, Berusaha dibantu buruh tetap/buruh
Kreatif didominasi
dibayar; Buruh/karyawan/pegawai; Pekerja bebas di pertanian; Pekerja
oleh buruh/
bebas di nonpertanian; dan Pekerja keluarga/tak dibayar. Berusaha
karyawan/pegawai
sendiri menggambarkan pekerja yang menjadi pemberi kerja untuk
baik pada periode
dirinya sendiri, tidak menggunakan pekerja dan bekerja sendiri, serta
2011-2016
menanggung resiko ekonomi sendiri. Berusaha dibantu buruh tidak
tetap/buruh tidak dibayar adalah pemberi kerja untuk orang lain/
bekerja dibantu buruh/pekerja tak dibayar atau buruh/pekerja tidak
tetap dan mempunyai kewenangan dan kuasa atas pekerjanya, serta
bertindak sebagai penanggung risiko ekonomi. Perbedaan status
tersebut dengan Berusaha dibantu buruh tetap/buruh dibayar adalah
status ini mempekerjakan minimal satu orang buruh/pekerja tetap yang
dibayar. Buruh/karyawan/pegawai merupakan pekerja yang dibayar,
yang menerima upah/gaji berupa uang/barang secara berkala menurut
periode waktu tertentu. Pekerja bebas juga merupakan merupakan
pekerja yang dibayar, namun bekerja pada pemberi kerja yang tidak
tetap/berbeda dalam sebulan terakhir. Lapangan pekerjaan dari pekerja
bebas menentukan apakah pekerja tersebut termasuk ke Pekerja
bebas pertanian maupun Pekerja bebas nonpertanian. Terakhir, Pekerja
keluarga/tidak dibayar adalah seseorang yang bekerja pada pemberi
kerja, namun tidak mendapatkan upah/gaji, baik berupa uang maupun
barang.
Berdasarkan Tabel 3.8, sektor ekonomi kreatif pada tahun 2016 didominasi
oleh Buruh/Karyawan/ Pegawai, yang mencapai 41,69 persen dari total
pekerja ekonomi kreatif, diikuti dengan Berusaha Sendiri yaitu sebesar
24,13 persen. Persentase terkecil adalah pekerja bebas yaitu 2,54 persen.

Tabel 3.8. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan


Utama di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Status Pekerjaan,
2011-2016
2016
STATUS PEKERJAAN 2011 2012 2013 2014 2015 2016
(NASIONAL)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Berusaha Sendiri 22,45 20,73 22,36 24,79 23,71 24,13 16,90

Berusaha dibantu
buruh tidak tetap/ 16,56 13,36 13,66 12,56 13,11 14,24 16,43
tidak dibayar

Berusaha dibantu
4,91 5,10 4,87 5,32 5,12 5,71 3,70
buruh tetap/dibayar

Buruh/Karyawan/
41,98 45,83 44,39 43,39 43,44 41,69 38,70
Pegawai

Pekerja Bebas 3,23 3,18 2,74 2,96 3,41 2,54 10,53

Pekerja keluarga/
10,88 11,80 11,99 10,98 11,22 11,70 13,74
tidak dibayar

Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 39

Berdasarkan perkembangan dari 2011-2016, gambaran umum pekerja


ekonomi kreatif menunjukkan sebaran status pekerjaan utama yang
sama dengan tahun 2016. Buruh/karyawan/pegawai merupakan status
pekerjaan yang tetap dominan pada sektor ekonomi kreatif dan berada
pada persentase tertinggi pada tahun 2012, yaitu mencapai 45,83 persen.
Sementara itu pada 2016, sebaran status pekerjaan utama untuk
keseluruhan sektor pekerjaan menunjukkan pola yang sama dengan
sektor ekonomi kreatif, yaitu buruh/karyawan/pegawai merupakan
pekerja dengan sebaran terbesar. Namun begitu, berusaha dibantu buruh
tetap/buruh dibayar merupakan pekerja dengan persentase terkecil
pada status pekerjaan semua sektor, berbeda dengan yang ditunjukkan
oleh pekerja ekonomi kreatif.

Gambar 3.16. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan


Utama di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Status Pekerjaan Utama
dan Jenis Kelamin, 2015-2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2015-2016

Jika dirinci menurut jenis kelamin, pada sektor ekonomi kreatif, baik
£ laki-laki maupun perempuan paling banyak bekerja sebagai buruh/
Tenaga kerja karyawan/pegawai. Persentase laki-laki yang bekerja sebagai buruh/
Ekonomi Kreatif, karyawan/pegawai adalah 49,62 persen pada tahun 2015 dan mengalami
baik laki-laki maupun penurunan pada tahun 2016 menjadi 49,08 persen. Sementara itu,
perempuan paling persentase perempuan berstatus buruh/karyawan/pegawai sebesar
banyak sebagai 38,11 persen pada tahun 2015 dan mengalami kenaikan pada tahun 2016
buruh/karya-wan/ menjadi 41,69 persen. Hal yang menarik di sini adalah meningkatnya
pegawai partisipasi perempuan dalam sektor ekonomi kreatif yang menunjukkan
peningkatan peran perempuan sebagai pekerja penerima upah yang
akan mendorong pertumbuhan ekonomi.
Selain sebagai buruh/karyawan/pegawai status pekerjaan kedua yang
paling banyak ditempati laki-laki adalah berusaha sendiri yaitu sebesar
19,28 persen pada tahun 2015 dan turun menjadi 18,49 persen pada
tahun 2016. Hal yang sama terjadi pada perempuan, dimana status
pekerjaan terbanyak kedua adalah sebagai berusaha sendiri yaitu
sebesar 27,53 persen pada tahun 2015 dan meningkat menjadi 28,60
persen pada tahun 2016.
40 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Gambar 3.17. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja dengan


Pekerjaan Utama Menurut Status Pekerjaan Utama dan Jenis £
Kelamin (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016
Baik pada laki-laki
maupun perempuan,
status pekerjaan
terbanyak kedua
di sektor Ekonomi
Kreatif adalah
berusaha sendiri

Sumber: BPS RI, Sakernas 2016

Pada tahun 2016, selain sebagai buruh/karyawan/ pegawai status


pekerjaan kedua yang paling banyak ditempati laki-laki di sektor ekonomi
kreatif adalah berusaha sendiri yaitu sebesar 18,49 persen. Berbeda
halnya dengan kondisi nasional, dimana status pekerjaan laki-laki
terbanyak kedua adalah sebagai berusaha dibantu buruh tidak tetap yaitu
sebesar 18,93 persen. Pada tenaga kerja perempuan, status pekerjaan
kedua yang paling banyak di sektor ekonomi kreatif adalah berusaha
sendiri yaitu sebesar 28,60 persen. Namun pada kondisi nasional, status
pekerjaan tenaga kerja perempuan terbanyak kedua adalah sebagai
pekerja keluarga dengan persentase sebesar 26,17 persen.

Gambar 3.18. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan


Utama di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Status Pekerjaan Utama
dan Daerah Tempat Tinggal, 2015-2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2015-2016


TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 41

Sama halnya dengan pengelompokan menurut jenis kelamin, penduduk


£ yang bekerja pada sektor ekonomi kreatif baik di perkotaan maupun di
perdesaan sebagian besar sebagai buruh/karyawan/ pegawai namun
Baik di perkotaan
persentase perkotaan jauh lebih besar yaitu sebesar 48,07 persen pada
maupun di
tahun 2015 namun mengalami penurunan sebesar 2,60 persen poin
perdesaan,
di tahun 2016. Sementara itu persentase buruh/karyawan/pegawai
mayoritas penduduk
Ekonomi Kreatif di perdesaan sebesar 31,37 persen dan mengalami
yang bekerja pada
peningkatan 1,38 persen poin di tahun 2016.
sektor Ekonomi
Kreatif adalah Penyumbang terbesar kedua di daerah perdesaan adalah mereka yang
buruh/kaya-wan/ berusaha sendiri sebesar 30,89 persen pada tahun 2015 dan 29,99 persen
pegawai pada tahun 2016. Hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah adanya
perbedaan kontribusi pekerja keluarga/pekerja tidak dibayar dan pekerja
bebas di daerah perkotaan dan perdesaan dimana di daerah perdesaan
pekerja keluarga lebih tinggi dibandingkan dengan perkotaan.
Jika dilihat berdasarkan daerah tempat tinggal, penduduk yang bekerja
di sektor ekonomi kreatif maupun secara nasional (semua sektor), baik
di perkotaan dan di perdesaan sebagian besar sebagai buruh/karyawan/
pegawai. Di perkotaan, status pekerja terbanyak kedua adalah sebagai
berusaha sendiri yaitu sebesar 21,64 persen, lebih tinggi dibandingkan
kondisi nasional yang sebesar 17,11 persen. Pada daerah perdesaan,
status pekerja sebagai berusaha sendiri juga merupakan yang terbanyak
kedua di sektor ekonomi kreatif. Berbeda halnya pada kondisi nasional,
dimana status pekerja terbanyak kedua adalah sebagai berusaha dibantu
buruh tidak tetap.

Gambar 3.19. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja dengan


Pekerjaan Utama Menurut Status Pekerjaan Utama dan Daerah
Tempat Tinggal (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif,
Tahun 2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2016


42 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

5. Kegiatan Formal/Informal
Status pekerjaan juga merupakan tolok ukur yang relevan untuk
menggambarkan sektor informal. Sektor informal sendiri identik
dengan ketidakpastian tentang stabilnya pendapatan, serta kurangnya
perlindungan dan jaminan sosial. Pendefinisian pekerjaan informal
berkaitan erat dengan status usaha, dan juga kesepakatan hak dan
kewajiban kerja antara pemberi kerja dan pekerjanya.
Penentuan kegiatan formal/informal secara sederhana bisa didekati
dengan pengelompokan menurut status pekerjaan. Tenaga kerja
berstatus Berusaha dibantu Buruh tetap/Buruh dibayar dan Buruh/
Karyawan/Pegawai masuk kategori formal, sedangkan kategori informal
meliputi status pekerjaan lainnya (Berusaha Sendiri, Berusaha dibantu
Buruh tidak Tetap/Buruh tidak dibayar, Pekerja Bebas, dan Pekerja
Keluarga/Tak dibayar).

Tabel 3.9. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan Utama


di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Kegiatan Formal/Informal,
Tahun 2011-2016
KATEGORI 2016
2011 2012 2013 2014 2015 2016
KEGIATAN (NASIONAL)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

Formal 46,88 50,93 49,26 48,71 48,56 47,40 42,40

Informal 53,12 49,07 50,74 51,29 51,44 52,60 57,60

Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Hasil Sakernas tahun 2016 menunjukkan bahwa dari 16,91 juta orang
yang bekerja pada ekonomi kreatif, sebesar 52,60 persen bekerja pada £
kegiatan informal dan 47,40 persen pada kegiatan formal. Pada tahun 2016,
Berdasarkan perkembangan dari tahun 2011-2016, persentase tenaga sekitar 53 dari 100
informal ekonomi kreatif hampir selalu lebih besar dari tenaga kerja orang tenaga kerja
formalnya, dengan sebaran 53,12 persen pada pada tahun 2011. Besaran Ekonomi Kreatif
tersebut menurun pada tahun 2012 menjadi 49,07 persen, namun bergerak pada
kemudian secara perlahan meningkat hingga mencapai 52,60 persen Kegiatan Informal
pada tahun 2016.
Pada level nasional (sektor lapangan usaha keseluruhan), polanya mirip
dengan ekonomi kreatif dimana tenaga kerja informal lebih tinggi dari
tenaga kerja formal. Pada tahun 2016, persentase tenaga kerja pada
kegiatan informal sebesar 57,60 persen sementara yang bergerak pada
kegiatan formal sebesar 42,40 persen.
Gambar 3.20 menunjukkan bahwa pada tahun 2015 dan 2016 pada
ekonomi kreatif, perempuan lebih banyak bekerja di kegiatan informal,
sedangkan laki-laki lebih banyak bekerja di kegiatan formal. Hal tersebut
tidak secara langsung menunjukkan dominasi gender pada kegiatan
formal maupun informal, tetapi lebih menunjukkan sebaran status
pekerjaan pada masing-masing jenis kelamin.
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 43

Gambar 3.20.
Persentase Tenaga Kerja di Ekonomi Kreatif Menurut Kegiatan
Formal/Informal dan Jenis Kelamin, Tahun 2015-2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2015-2016

Pada ekonomi kreatif tahun 2015, tenaga kerja laki-laki pada kegiatan
formal sebesar 57,04 persen dari total tenaga kerja laki-laki. Pada tahun
£ yang sama, 58,75 persen perempuan bekerja di kegiatan informal dari
Laki-laki yang total tenaga kerja perempuan. Hal yang tidak jauh berbeda terjadi pada
bekerja di sektor tahun 2016, dengan 57,75 persen laki laki berstatus tenaga kerja formal,
Ekonomi Kreatif dan 60,82 persen tenaga kerja perempuan lebih banyak bekerja di
mayoritas pekerja kegiatan informal dibanding formal.
formal, sedangkan
perempuan Gambar 3.21. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja dengan
mayoritas pekerja Pekerjaan Utama Menurut Kegiatan Formal/Informal dan Jenis
informal Kelamin (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2016

Gambar 3.21 menunjukkan perbandingan formal/informal antara tenaga


kerja di seluruh sektor (nasional) dan tenaga kerja ekonomi kreatif pada
tahun 2016. Pada sektor ekonomi kreatif, tenaga kerja laki-laki lebih
44 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

banyak bergelut pada kegiatan formal yaitu mencapai 57,75 persen.


Sementara pada kondisi nasional tenaga kerja laki-laki pada kegiatan £
formal hanya sebesar 45,05 persen.
Tenaga kerja di
Perbedaan bahwa lebih banyak laki-laki yang bekerja di kegiatan formal semua sektor lebih
tersebut tidak terlihat pada sebaran tenaga kerja di lapangan usaha banyak bekerja di
secara keseluruhan (nasional). Tenaga kerja semua sektor (nasional) kegiatan informal
secara umum lebih banyak bekerja di kegiatan informal, baik laki-laki baik laki-laki maupun
maupun perempuan. Perbedaan pola dengan tenaga kerja ekonomi perempuan
kreatif tersebut bukan merupakan hal baru, karena secara umum tenaga
kerja di Indonesia memang lebih banyak bekerja di kegiatan informal,
baik laki-laki maupun perempuan.

Gambar 3. 22. Persentase Tenaga Kerja di Ekonomi Kreatif


Menurut Kegiatan Formal/Informal dan Daerah Tempat Tinggal,
Tahun 2015-2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2015-2016

Jika dirinci berdasarkan daerah tempat tinggal, penduduk yang bekerja


pada sektor ekonomi kreatif di perkotaan sebagian besar bekerja pada
kegiatan formal yaitu sebesar 53,86 persen pada tahun 2015 dan turun
menjadi 52,06 persen pada tahun 2016. Hal berbeda terjadi di wilayah
pedesaan, dimana sebagian besar tenaga kerja berstatus sebagai tenaga
kerja informal yaitu sebesar 65,25 persen pada tahun 2015 dan turun £
menjadi 63,62 persen pada tahun 2016. Pada Ekonomi
Perbedaan kondisi antara perkotaan dan pedesaan tersebut disebabkan Kreatif, perkotaan
oleh ketersediaan lapangan kerja formal yang lebih luas di wilayah mayoritas di
perkotaan dibanding wilayah pedesaan. Hal menarik lainnya yang dapat Kegiatan Formal,
diperoleh dari Gambar 3.22 adalah selama 2015-2016 terjadi peningkatan sedangkan
sebesar 1,80 poin pada kegiatan informal di wilayah perkotaan dan perdesaan mayoritas
penurunan sebesar 1,63 poin pada pekerja informal di wilayah pedesaan. di Kegiatan Informal
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 45

Gambar 3. 23. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja dengan


Pekerjaan Utama Menurut Kegiatan Formal/Informal dan Daerah
Tempat Tinggal (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif,
Tahun 2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2016

Berdasarkan Gambar 3.23 diperoleh informasi bahwa jika dirinci


£ berdasarkan daerah tempat tinggal baik secara nasional (semua sektor)
Di perdesaan, maupun di sektor ekonomi kreatif, kondisi di daerah perkotaan berbeda
tenaga kerja di dengan kondisi di daerah perdesaan. Pada tahun 2016, tenaga kerja di
sektor Ekonomi sektor ekonomi kreatif pada daerah perdesaan didominasi oleh kegiatan
Kreatif maupun informal, yaitu sebesar 63,62 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan
secara nasional kondisi nasional yang mencapai 72,62 persen.
didominasi oleh Berbeda halnya dengan kondisi tenaga kerja di daerah perkotaan. Tenaga
pekerja informal. kerja di sektor ekonomi kreatif didominasi oleh kegiatan formal yaitu
Di perkotaan sebesar 52,06 persen. Demikian pula kondisi tenaga kerja pada semua
didominasi oleh sektor (nasional) didominasi oleh kegiatan formal, dengan persentase
pekerja formal yang lebih tinggi 4,25 poin dibandingkan sektor ekonomi kreatif.
Perbedaan kondisi antara perkotaan dan pedesaan tersebut disebabkan
oleh ketersediaan lapangan kerja formal yang lebih luas di wilayah
perkotaan dibanding wilayah pedesaan.
Sejak tahun 2011, ekonomi kreatif secara umum merupakan sektor yang
lebih banyak dilakukan oleh tenaga kerja berstatus informal. Namun
jika ditelaah lebih lanjut untuk setidaknya dalam jangka waktu 2 tahun
terakhir, hanya subsektor kuliner saja yang secara konstan didominasi
oleh tenaga kerja dengan status informal, sedangkan subsektor lain lebih
banyak dilakukan oleh tenaga kerja dengan status formal.
Pada tahun 2015, tenaga kerja informal di subsektor Kuliner mencapai
69,83 persen dari total tenaga kerja subsektor yang sama. Sementara
subsektor lainnya didominasi oleh tenaga kerja formal, utamanya di
subsektor Televisi dan Radio dengan persentase mencapai 96.20 persen.
Sebaran yang sama juga terlihat pada tahun 2016, dengan subsektor
selain Kuliner masih didominasi oleh tenaga kerja formal dan Kuliner
masih juga didominasi oleh tenaga kerja informal.
46 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Tabel 3.10. Persentase Tenaga Kerja di Ekonomi Kreatif menurut


Kegiatan Formal/Informal per subsektor, 2015-2016 £
2015 2016 Hanya Subsektor
SUBSEKTOR
Formal Informal Total Formal Informal Total Kuliner yang konstan
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) didominasi oleh
Arsitektur 82,27 17,73 100,00 82,31 17,69 100,00 pekerja informal
selama dua tahun
Desain 78,47 21,53 100,00 93,78 6,22 100,00
terakhir
Film, Animasi, dan
90,44 9,56 100,00 85,73 14,27 100,00
Video
Fotografi 58,74 41,26 100,00 56,94 43,06 100,00
Kriya 56,48 43,52 100,00 53,52 46,48 100,00
Kuliner 30,17 69,83 100,00 31,23 68,77 100,00
Musik 56,34 43,66 100,00 53,77 46,23 100,00
Fashion 68,85 31,15 100,00 65,25 34,75 100,00

Aplikasi dan Game


77,99 22,01 100,00 68,84 31,16 100,00
Developer

Penerbitan 81,61 18,39 100,00 79,46 20,54 100,00

Periklanan 86,14 13,86 100,00 87,40 12,60 100,00

Televisi dan Radio 96,20 3,80 100,00 97,14 2,86 100,00

Seni Pertunjukan 62,63 37,37 100,00 74,66 25,34 100,00

Seni Rupa 63,78 36,22 100,00 79,32 20,68 100,00

Total 48,56 51,44 100,00 47,40 52,60 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2014-2015

Berdasar perkembangan dari tahun 2011-2016, Fotografi, Kriya, Seni


Pertunjukan, dan Seni Rupa yang pada 2011 banyak dilakukan oleh
tenaga kerja informal, sejak tahun 2015 lebih banyak dilakukan oleh
pekerja formal. Sementara itu, di subsektor Desain menunjukkan
perkembangan pekerja formal cepat, yaitu dari sebanyak 66,98 persen
menjadi 93,78 persen dari total seluruh pekerja di subsektor tersebut
(Lampiran 5.10 dan Lampiran 5.11).

6. Jenis Pekerjaan
Jenis pekerjaan/jabatan adalah macam pekerjaan yang dilakukan oleh
seseorang atau ditugaskan kepada seseorang yang sedang bekerja £
atau yang sementara tidak bekerja. Jenis pekerjaan pada publikasi ini Penduduk yang
didasarkan atas Klasifikasi Baku Jenis Pekerjaan Indonesia (KBJI) 2002 bekerja di sektor
yang mengacu kepada International Standard Classification of Occupations ekonomi kreatif
(ISCO) Tahun 1988. mayoritas bekerja
Pada tahun 2016, penduduk yang pekerjaan utamanya di sektor ekonomi sebagai tenaga
kreatif dominan bekerja pada jenis pekerjaan tenaga produksi operator produksi operator
alat angkutan dan pekerja kasar yaitu sebesar 53,93 persen. Terbesar alat angkutan dan
kedua adalah jenis pekerjaan tenaga usaha penjualan dengan persentase pekerja kasar
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 47

sebesar 30,15 persen. Sedangkan jenis pekerjaan dengan persentase


terkecil adalah jenis pekerjaan lainnya yaitu sebesar 0,50 persen. Pola
yang sama juga terlihat pada periode 2011-2015.
Gambaran tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif menurut jenis pekerjaan
adalah sebagai berikut:

Tabel 3.11. Persentase Tenaga Kerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Jenis Pekerjaan, 2011-2016
2016
Jenis Pekerjaan 2011 2012 2013 2014 2015 2016
(NASIONAL)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

Tenaga Profesional,
Teknisi dan Tenaga 3,10 2,90 3,17 3,21 3,13 2,38 7,02
Lain Ybdi

Tenaga Kepemimpinan
1,33 0,91 1,18 0,89 1,10 0,74 1,18
dan Ketatalaksanaan

Pejabat Pelaksana,
Tenaga Tata Usaha dan 3,24 3,48 3,29 3,31 3,59 3,79 6,78
Tenaga Ybdi

Tenaga Usaha
33,21 31,94 33,55 35,73 35,53 30,15 17,91
Penjualan

Tenaga Usaha Jasa 6,10 6,15 6,45 6,85 7,28 8,51 5,05

Tenaga Produksi Op
Alat Angkutan dan 53,02 54,62 52,37 50,00 49,37 53,93 31,28
Pekerja Kasar

Lainnya*) 0,00 0,00 0,00 0,00 0,00 0,50 29,04

Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Jika dilihat trennya, persentase tenaga produksi operator alat angkutan


£ dan pekerja kasar dari tahun 2011 hingga 2016 memiliki pola yang
Secara nasional, berfluktuatif walaupun pada tahun 2016 lebih besar dibandingkan tahun
penduduk bekerja 2011 yaitu 53,02 persen menjadi 53,93 persen. Hal ini juga terjadi pada
paling banyak penduduk yang pekerjaan utamanya di sektor ekonomi kreatif dengan
sebagai tenaga usha jenis pekerjaan tenaga usaha penjualan walaupun pada tahun 2016
pertanian serta dibandingkan dengan tahun 2011 mengalami penurunan yaitu 33,21
lainnya, sedangkan persen menjadi 30,15 persen.
di sektor Ekonomi Berdasarkan Tabel 3.11, apabila dibandingkan, maka terdapat perbedaan
Kreatif paling banyak distribusi antara keadaan tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif dengan
sebagai tenaga keadaan tenaga kerja secara Nasional menurut jenis pekerjaan. Secara
produksi Nasional mayoritas tenaga kerja berada pada jenis pekerjaan Lainnya
yaitu Kategori Tenaga Usaha Pertanian, Perkebunan, Peternakan,
48 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Perikanan, Perhutanan dan Perburuan serta Lainnya. Kondisi ini sejalan


dengan kondisi Indonesia dimana sebagian besar tenaga kerja di
Indonesia bekerja di sektor pertanian. Jika diurutkan berdasarkan jenis
pekerjaan maka persentase tenaga kerja pada tingkat Nasional dari yang
terbesar adalah pada jenis pekerjaan tenaga produksi operasional alat
angkutan dan pekerja kasar yaitu sebesar 31,28 persen, jenis pekerjaan
Lainnya sebesar 29,04 persen, dan tenaga usaha penjualan sebesar 17,91
persen. Sementara itu di sektor ekonomi kreatif mayoritas tenaga kerja
adalah pada jenis pekerjaan tenaga produksi operasional alat angkutan
dan pekerja kasar, tenaga usaha penjualan, dan tenaga usaha jasa.

7. Kategori White/Blue Collar


Penentuan seorang penduduk yang bekerja sebagai white/blue collar
dilihat berdasarkan kategori-kategori pada jenis pekerjaan. Kategori
white collar terdiri dari jenis pekerjaan: 1). Tenaga profesional, teknisi, dan
tenaga lain yang berhubungan dengan itu; 2). Tenaga kepemimpinan
dan ketatalaksanaan; dan 3). Pejabat pelaksana, tenaga tata usaha, dan
tenaga yang berhubungan dengan itu. Selain dari ketiga jenis pekerjaan
tersebut, maka termasuk pada kategori blue collar.
Berdasarkan Tabel 3.12 maka dapat diketahui bahwa di tahun 2016,
sebagian besar penduduk yang pekerjaan utamanya di sektor ekonomi
kreatif berada pada kategori blue collar dengan persentase sebesar 93,09
persen. Sementara yang bekerja pada jenis pekerjaan white collar hanya
sebesar 6,91 persen. Pola tersebut juga terjadi selama tahun 2011-2015, £
dengan persentase tenaga kerja di jenis pekerjaan blue collar berada Pada tahun
pada kisaran 92 hingga 93 persen, sedangkan white collar berada pada 2010-2016,
kisaran 6 sampai 8 persen. penduduk bekerja
Sementara itu angka nasional (seluruh sektor) menunjukkan bahwa di sektor Ekonomi
penduduk bekerja yang masuk ketegori blue collar jauh lebih tinggi kKeatif didominasi
dibanding white collar. Akan tetapi proporsi pekerja white collar pada oleh kategori Blue
level nasional dua kali lipat lebih tinggi dibanding pada ekonomi kreatif Collar
yaitu mencapai 14,98 persen.

Tabel 3.12. Persentase Tenaga Kerja di Sektor Ekonomi Kreatif


menurut kategori White/Blue Collar, 2011-2016
Kategori
2016
White/ Blue 2011 2012 2013 2014 2015 2016
(NASIONAL)
Collar

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

White Collar 7,67 7,29 7,64 7,41 7,81 6,91 14,98

Blue Collar 92,33 92,71 92,36 92,59 92,19 93,09 85,02

Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 49

Gambar 3.24. Persentase Tenaga Kerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Kategori White/Blue Collar dan Jenis Kelamin, 2015-2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2015-2016

Berdasarkan Gambar 3.24, dapat diketahui bahwa penduduk bekerja


yang pekerjaan utamanya di sektor ekonomi kreatif pada tahun 2015
dan 2016 didominasi oleh tenaga kerja yang bekerja sebagai blue collar
baik laki-laki maupun perempuan. Pada tahun 2015, tenaga kerja laki-laki
dengan jenis perkerjaan blue collar sebesar 89,84 persen dan white collar
sebesar 10,16 persen. Tenaga kerja perempuan dengan jenis pekerjaan
blue collar yaitu sebesar 94,22 persen dan white collar sebesar 5,78 persen.
Pada tahun 2016, tenaga kerja laki-laki dengan jenis pekerjaan blue collar
sebesar 91,22 persen dan white collar sebesar 8,78 persen. Tenaga kerja
perempuan dengan jenis pekerjaan blue collar yaitu sebesar 94,58 persen
dan white collar sebesar 5,42 persen.

Gambar 3.25. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja dengan


£ Pekerjaan Utama Menurut Kategori White/Blue Collar dan Jenis
Kelamin (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016
Penduduk laki-laki
maupun perempuan
yang bekerja pada
sektor Ekonomi
Kreatif ataupun
secara nasional,
didominasi oleh Blue
Collar

Sumber: BPS RI, Sakernas 2016


50 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Berdasarkan Gambar 3.25, dapat diketahui bahwa baik secara nasional


(semua sektor) maupun sektor ekonomi kreatif, penduduk bekerja
didominasi oleh pekerja yang pekerjaan utamanya bekerja sebagai blue
collar. Kondisi ini terjadi pada tenaga kerja laki-laki dan perempuan. Pada
tahun 2016, tenaga kerja laki-laki di sektor ekonomi kreatif dengan jenis
perkerjaan blue collar sebesar 91,22 persen, lebih tinggi dibandingkan
kondisi nasional (semua sektor) yang sebesar 87,25 persen.
Sedangkan tenaga kerja perempuan di sektor ekonomi kreatif dengan
jenis pekerjaan white collar sebesar 5,42 persen. Angka ini jauh lebih
rendah dibanding angka nasional (semua sektor), dimana tenaga kerja
dengan jenis pekerjaan white collar mencapai 18,57 persen.

Gambar 3.26. Persentase Tenaga Kerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Kategori White/Blue Collar dan Daerah Tempat Tinggal,
2015-2016
£
Pada tahun
2015-2016,
penduduk yang
bekerja di sektor
Ekonomi Kreatif baik
laki-laki maupun
perempuan, di
perkotaan maupun
perdesaan,
didominasi oleh
kategori Blue Collar

Sumber: BPS RI, Sakernas 2015-2016

Berdasarkan Gambar 3.26, dapat diketahui bahwa baik di wilayah


perkotaan maupun pedesaan, penduduk bekerja yang pekerjaan
utamanya di sektor ekonomi kreatif pada tahun 2015 dan 2016 didominasi
oleh tenaga kerja yang bekerja sebagai blue collar. Pada tahun 2015,
pekerja di wilayah perkotaan dengan jenis perkerjaan blue collar sebesar
90,52 persen dan white collar sebesar 9,48 persen. Pada tahun berikutnya,
pekerja dengan jenis pekerjaan blue collar yaitu sebesar 92,10 persen dan
white collar sebesar 7,90 persen.
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 51

Gambar 3.27. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja dengan


Pekerjaan Utama Menurut Kategori White/Blue Collar dan Daerah
Tempat Tinggal (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif,
Tahun 2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2016

Berdasarkan Gambar 3.27, dapat diketahui bahwa baik di wilayah


perkotaan maupun pedesaan, penduduk bekerja yang pekerjaan
utamanya di sektor ekonomi kreatif maupun di semua sektor (nasional)
didominasi oleh tenaga kerja yang bekerja sebagai blue collar. Pada
tahun 2016, pekerja pada sektor ekonomi kreatif di wilayah perkotaan
dengan jenis perkerjaan white collar sebesar 7,90 persen, jauh lebih
rendah dibandingkan kondisi nasional yang memiliki pekerja dengan
jenis pekerjaan white collar sebesar 20,79 persen.
Tenaga kerja di wilayah perdesaan dengan jenis pekerjaan blue collar
yaitu sebesar 95,45 persen pada sektor ekonomi kreatif. Sementara pada
semua sektor (nasional), sebesar 91,28 persen.
Pada tahun 2016, penduduk bekerja yang pekerjaan utamanya di sektor
ekonomi kreatif yang termasuk kategori blue collar terbesar ada pada
subsektor kuliner (49,36 persen), fashion (24,89 persen), dan kriya (22,27
persen) begitu pula pada tahun 2015 yaitu kuliner (48,84 persen), fashion
(23,99 persen), dan kriya (23,43 persen). Sementara itu, yang terkecil
ada pada subsektor periklanan (0,03 persen); desain interior, desain
komunikasi visual, dan desain produk (0,06 persen); dan arsitektur (0,06)
pada tahun 2016. Kondisi ini berbeda dengan tahun 2015 dari yang
terkecil berturut-turut yaitu subsektor arsitektur (0.01 persen), aplikasi
dan game developer (0,03 persen), dan periklanan (0,07 persen). Hal ini
dapat dilihat pada Tabel 3.13.
52 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Tabel 3. 13. Persentase Tenaga Kerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Subsektor dan Kategori White/Blue Collar, 2015-2016
2015 2016
Subsektor Blue White Blue
White collar
collar collar collar
(1) (2) (3) (4) (5)
Arsitektur 4,02 0,01 3,74 0,06

Desain Interior, Desain Komunikasi Visual,


£
0,74 0,09 1,18 0,06
dan Desain Produk Penduduk bekerja
di sektor Ekonomi
Film, Animasi, dan Video 0,97 0,17 2,24 0,08 Kreatif kategori Blue
Fotografi 1,79 0,31 2,01 0,29 Collar terbesar pada
Kriya 15,45 23,43 18,13 22,27 Subsektor Kuliner,
Kuliner 18,04 48,84 18,27 49,36 Fashion dan Kriya
Musik 2,18 0,18 1,99 0,21
Fashion 26,18 23,99 18,08 24,89
Aplikasi dan Game Developer 2,84 0,03 2,62 0,07
Penerbitan 10,80 2,22 12,51 2,02
Periklanan 2,29 0,07 3,14 0,03
Televisi dan Radio 4,13 0,12 2,94 0,23
Seni Pertunjukan 9,14 0,38 11,13 0,26
Seni Rupa 1,43 0,15 2,01 0,15
Total 46,32 53,68 44,26 55,74
Sumber: BPS RI, Sakernas 2015-2016

Sementara itu pada kategori white collar, tahun 2016 penduduk bekerja
yang pekerjaan utamanya di sektor ekonomi kreatif yang termasuk
kategori white collar terbesar pada subsektor kuliner (18,27 persen), kriya
(18,13 persen), dan fashion (18,08 persen). Kondisi ini berbeda dengan
tahun 2015 yang mana terbesar berturut-turut adalah subsektor fashion
(26,18 persen), kuliner (18,04 persen), dan kriya (15,45 persen). Apabila
dilihat dari persentase terkecil, maka tahun 2016 kategori white collar
yang terkecil ada pada subsektor desain interior, desain komunikasi
visual, dan desain produk (1,18 persen); musik (1,99 persen); fotografi
(2,01 persen); dan seni rupa (2,01 persen). Kondisi ini berbeda dengan
tahun 2015 yang mana terkecil berturut-turut adalah subsektor desain
interior, desain komunikasi visual, dan desain produk (0,74 persen); film,
animasi, dan video (0,97 persen); dan seni rupa (1,43 persen).

8. Jam Kerja
Konsep jam kerja yang digunakan dalam publikasi ini mengacu pada
konsep yang digunakan pada Sakernas, yaitu jumlah jam kerja utama
dalam seminggu. Jumlah jam kerja utama dalam seminggu adalah waktu
yang dinyatakan dalam jam yang dipergunakan untuk bekerja pada
pekerjaan utama selama seminggu yang lalu. Jam kerja menjadi bagian
penting dari pekerjaan karena mempengaruhi keseimbangan antara
kehidupan pribadi dan pekerjaan. Jam kerja dapat menunjukkan layak
atau tidaknya pekerjaan yang dimiliki oleh seseorang.
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 53

Jam kerja yang layak tidak boleh lebih atau kurang. Jam kerja yang
berlebihan seringkali menjadi tanda upah per jam yang tidak memadai,
serta berdampak kurang baik terhadap kesehatan fisik dan mental pekerja.
Selain itu, jam kerja yang berlebihan akan mengurangi produktivitas
pekerja, serta mengganggu kehidupan pribadi dan hubungan dengan
keluarga. Sementara jam kerja yang kurang menunjukkan under-
employment, atau kemampuan pekerja yang belum dimanfaatkan
secara optimal dalam pekerjaan dan tidak maksimalnya pendapatan
yang diterima oleh pekerja, terutama jika upah dibayarkan berdasarkan
jam kerja.

Tabel 3.14. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan Utama


£ di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Jam Kerja, Tahun 2011-2016
2016
Pekerja tidak penuh Jam Kerja 2011 2012 2013 2014 2015 2016
(NASIONAL)
di sektor Ekonomi (1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)
Kreatif dari tahun ke 0 Jam *) 3,14 3,60 8,75 3,09 1,57 2,22 1,87
tahun mengalami
1-14 Jam 3,62 3,76 5,15 3,98 3,90 4,68 6,54
fluktuasi
15-34 jam 15,34 15,82 17,9 16,82 16,83 16,02 25,04

Pekerja Tidak
Penuh 18,96 19,58 23,05 20,80 20,73 20,70 31,58
(1-34 Jam)

35-48 Jam 44,92 45,79 41,15 44,09 45,72 43,41 41,26

Lebih dari 48
32,98 31,03 27,05 32,02 31,98 33,67 25,29
Jam
Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00
Ket: *) Termasuk sementara tidak bekerja
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Berdasarkan Tabel 3.14 terlihat bahwa pada tahun 2011-2016 pada


ekonomi kreatif, persentase terbesar adalah pada kelompok yang bekerja
selama 35-48 jam seminggu, dengan persentase antara 41 sampai 46
persen. Posisi kedua ditempati oleh mereka yang bekerja dengan jam
kerja lebih dari 48 jam yaitu antara 27 persen hingga 34 persen.
Bila dilihat dari indikator pekerja tidak penuh (pekerja dengan jam
kerja 1-34 jam seminggu), pada tahun 2016 di ekonomi kreatif, pekerja
tidak penuh mencapai 20,70 persen. Hal ini berarti bahwa pada tahun
2016 diantara 100 penduduk bekerja dengan pekerjaan utama di
sektor ekonomi kreatif, terdapat sekitar 21 orang pekerja tidak penuh.
Sementara untuk level nasional, di tahun yang sama dari 100 orang
penduduk bekerja (di semua sektor) ada sekitar 32 orang yang masuk
kategori pekerja tidak penuh.
Jika dilihat trennya, persentase pekerja tidak penuh di sektor ekonomi
kreatif mengalami fluktuasi. Pada tahun 2011 hingga 2013, persentase
pekerja tidak penuh di sektor ekonomi kreatif cenderung meningkat dari
sebesar 18,96 persen pada 2011 menjadi 23,05 persen pada tahun 2013.
Akan tetapi persentase pekerja tidak penuh terus menurun sejak tahun
2014 hingga 2016.
54 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Gambar 3.28. Persentase Penduduk Bekerja dengan Pekerjaan


Utama di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Jam Kerja dan Jenis
Kelamin, Tahun 2015-2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2015-2016

Dapat dicermati pada Gambar 3.28, secara umum baik pekerja perempuan
maupun laki-laki dengan pekerjaan utama di sektor ekonomi kreatif
mayoritas bekerja 35 jam atau lebih. Jika dilihat dari indikator pekerja
£
Pekerja tidak penuh
tidak penuh berdasarkan jenis kelamin, pekerja tidak penuh perempuan
di sektor Ekonomi
lebih banyak dibanding pekerja tidak penuh laki-laki. Hal menarik lainnya
Kreatif lebih rendah
yaitu proporsi pekerja laki-laki dengan jumlah jam kerja di atas 35 jam
dibandingkan kondisi
dalam seminggu lebih besar dibanding pekerja perempuan baik tahun
nasional
2015 maupun 2016.

Gambar 3.29. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja


(Pekerjaan Utama) Menurut Jam Kerja dan Jenis Kelamin Secara
Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2016


TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 55

Gambar 3.29 menunjukkan perbandingan persentase penduduk


bekerja menurut jam kerja dan jenis kelamin antara penduduk bekerja
secara nasional (di semua sektor) dan penduduk yang bekerja di sektor
ekonomi kreatif. Pada tahun 2016 secara nasional, persentase terbesar
pada penduduk laki-laki bekerja adalah penduduk bekerja dengan
jam kerja 35-48 jam. Sedangkan pada penduduk perempuan nekerja,
persentase terbesar adalah pada penduduk permepua bekerja dengan
jam kerja lebih dari 48 jam. Sementara persentase penduduk bekerja
dengan jam kerja 35 jam atau lebih di sektor ekonomi kreatif lebih tinggi
dibandingkan kondisi nasional, baik pada laki-laki maupun perempuan.

Gambar 3.30. Persentase Penduduk Bekerja dangan Pekerjaan


Utama di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Jam Kerja dan Tempat
Tinggal, Tahun 2015-2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2015-2016

Jika dilihat berdasarkan daerah tempat tinggal, pekerja pada sektor


£ ekonomi kreatif baik di daerah perkotaan maupun perdesaan mayoritas
Baik di perkotaan bekerja 35-48 jam dalam seminggu. Akan tetapi proporsi tenaga kerja
maupun perdesaan, dengan jumlah jam kerja di atas 35-48 jam dalam seminggu di perkotaan
penduduk yang lebih besar dibanding perdesaan. Hal ini terjadi baik tahun 2015 maupun
bekerja di sektor 2016. Akan tetapi, pada tahun 2016, pekerja pada sektor ekonomi kreatif
Ekonomi Kreatif di wilayah pedesaan dengan jumlah jam kerja di atas 35 jam ke atas
paling banyak lebih tinggi dibanding pekerja pada sektor ekonomi kreatif di wilayah
bekerja selama perdesaan, yaitu 80,34 persen dibanding 79,92 persen.
35-48 jam seminggu Jika dilihat berdasarkan daerah tempat tinggal, pada tahun 2016,
persentase pekerja tidak penuh di sektor ekonomi kreatif baik di
perkotaan maupun perdesaan lebih rendah dibandingkan kondisi
nasional. Secara nasional, persentase pekerja tidak penuh di perkotaan
sebesar 21,46 persen dan di perdesaan sebesar 42,50 persen. Sementara
di sektor ekonomi kreatif, pekerja tidak penuh di perkotaan sebesar 18,21
persen dan di perdesaan 26,61 persen. Selain itu, persentase penduduk
bekerja dengan jam kerja 35 jam atau lebih di sektor ekonomi kreatif baik
di perkotaan maupun perdesaan juga lebih tinggi dibandingkan kondisi
nasional.
56 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Gambar 3.31. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja


(Pekerjaan Utama) Menurut Jam Kerja dan Tempat Tinggal Secara
Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2016

9. Jam Kerja Berlebih (Excessive Hour)


£
Batas jam kerja normal yang ditetapkan oleh ILO adalah 48 jam dalam
Pada tahun 2016,
seminggu, sehingga seseorang yang bekerja di atas 48 jam dalam
1 dari 3 penduduk
seminggu dikategorikan sebagai seseorang dengan jam kerja berlebih
bekerja di sektor
(excessive hours). ILO menetapkan bahwa pekerjaan dengan jam kerja
Ekonomi Kreatif
berlebih termasuk pekerjaan yang tidak layak. Hal tersebut dikarenakan
bekerja dengan jam
jam kerja yang berlebihan bisa meningkatkan risiko terhadap cedera
kerja berlebih
dan penyakit, serta menurunkan moral dan produktivitas pekerja yang
berujung pada menurunnya tingkat kesejahteraan.

Tabel 3.15. Persentase Penduduk Bekerja dangan Pekerjaan Utama


di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Excessive Hours, 2011-2016
Excessive 2016
2011 2012 2013 2014 2015 2016
Hours (NASIONAL)

(1) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Ya 32,97 31,02 27,03 32,02 31,98 33,67 30,07

Tidak 67,03 68,98 72,97 67,98 68,02 66,33 69,93

Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Berdasarkan Tabel 3.15, terlihat bahwa pada tahun 2016, penduduk


bekerja dengan pekerjaan utama di sektor ekonomi kreatif dengan jam
kerja berlebih (excessive hours) sebesar 33,67 persen. Artinya sekitar
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 57

satu dari tiga tenaga kerja di sektor ekonomi kreatif bekerja dengan jam
kerja berlebih. Sementara untuk level nasional lebih rendah yaitu 30,07
persen. Hal tersebut mengkhawatirkan karena cukup banyak tenaga
kerja di sektor ekonomi kreatif terlibat dalam pekerjaan yang tidak layak.
Jika dibandingkan dengan tahun 2011, kondisi tahun 2016 ini tidak
lebih baik. Pada tahun 2011 sekitar 32,97 persen tenaga kerja di sektor
ekonomi kreatif bekerja dengan jam kerja berlebih, berfluktuatif tetapi
£ cenderung naik hingga sebesar 33,67 persen pada 2016.
Laki-laki lebih banyak
bekerja dengan Gambar 3.32. Persentase Penduduk Bekerja dangan Pekerjaan
jam kerja berlebih Utama di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Excessive Hours dan Jenis
daripada perempuan Kelamin, Tahun 2015-2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2015-2016

Apabila dicermati menurut jenis kelamin, pada sektor ekonomi kreatif,


persentase penduduk bekerja laki-laki yang terlibat dalam pekerjaan
dengan excessive hours lebih besar dibanding perempuan. Hal tersebut
terjadi baik tahun 2015 maupun tahun 2016. Sebagai gambaran, pada
2016, proporsi pekerja laki-laki yang bekerja dengan excessive hours
sebesar 38,40 persen, sementara perempuan hanya 29,91 persen.
Gambar 3.33 menunjukkan perbandingan persentase penduduk bekerja
menurut kategori excessive hours dan jenis kelamin antara penduduk
bekerja secara nasional (di semua sektor) dan penduduk yang bekerja
di sektor ekonomi kreatif. Pada tahun 2016, persentase pekerja dengan
excessive hours di sektor ekonomi kreatif sebesar 33,67 persen. Angka
tersebut lebih tinggi dibandingkan kondisi nasional yang sebesar 30,07
persen. Kondisi ini terlihat baik pada laki-laki maupun perempuan.
58 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Gambar 3.33. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja


(Pekerjaan Utama) Menurut Kategori Excessive Hours dan Jenis
Kelamin Secara Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi
Kreatif, Tahun 2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2016

Lebih lanjut apabila dibedakan menurut daerah tempat tinggal (Gambar


3.34), penduduk bekerja di sektor ekonomi kreatif dengan excessive hours
di perkotaan lebih banyak dibanding di perdesaan. Pada tahun 2016, di
daerah perkotaan persentase pekerja dengan jam kerja berlebih sebesar
33,16 persen, sementara di daerah perdesaan sebesar 32,50 persen.

Gambar 3.34. Persentase Penduduk Bekerja dangan Pekerjaan


Utama di Sektor Ekonomi Kreatif Menurut Excessive Hours dan
Tempat Tinggal, Tahun 2011-2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2015-2016


TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 59

Jika dilihat berdasarkan daerah tempat tinggal (Gambar 3.35), pada


tahun 2016, persentase penduduk bekerja dengan excessive hours di
sektor ekonomi kreatif baik di perkotaan maupun perdesaan lebih tinggi
dibandingkan kondisi nasional. Secara nasional, persentase penduduk
bekerja dengan excessive hours di perkotaan sebesar 33,54 persen dan
di perdesaan sebesar 26,33 persen. Sementara di sektor ekonomi kreatif,
penduduk bekerja dengan excessive hours di perkotaan mencapai 34,16
persen dan di perdesaan mencapai 32,50 persen.

£ Gambar 3.35. Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja


Baik laki-laki, (Pekerjaan Utama) Menurut Kategori Excessive Hours dan Tempat
perempuan, di Tinggal Secara Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi
perkotaan, maupun Kreatif, Tahun 2016
di perdesaan,
penduduk bekerja
dengan jam kerja
berlebih di sektor
Ekonomi Kreatif lebih
tinggi dari kondisi
nasional

Sumber: BPS RI, Sakernas 2016

Tabel 3.16 menunjukkan persentase penduduk bekerja dengan jam


kerja berlebih pada setiap subsektor ekonomi kreatif. Pada tahun 2016,
persentase pekerja dengan jam kerja berlebih tertinggi pada subsektor
film, animasi dan video; seni pertunjukan; serta arsitektur. Sementara
subsektor dengan persentase pekerja dengan jam kerja berlebih
terendah adalah kuliner; televisi dan radio; serta musik. Jika dilihat
trennya, persentase penduduk dengan jam kerja berlebih di setiap
suksektor mengalami fluktuasi yang beragam dari tahun 2011 hingga
2016.
60 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Tabel 3.16. Persentase Penduduk Bekerja dangan Pekerjaan


Utama di Sektor Ekonomi Kreatif dengan Excessive Hours Menurut
Subsektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2011-2016
SUBSEKTOR 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Arsitektur 86,71 76,49 81,26 76,73 86,98 82,12

Desain 75,42 79,18 76,01 89,04 71,11 75,04

Film, Animasi, dan Video 71,94 72,39 69,63 72,39 78,41 87,85

Fotografi 79,01 70,65 74,30 76,21 73,93 69,66

Kriya 73,41 75,07 79,64 76,67 77,62 76,84

Kuliner 60,30 62,61 64,59 58,27 59,40 58,54

Musik 70,31 67,21 70,46 72,32 63,95 69,24

Fashion 69,32 71,39 79,79 74,80 72,85 69,35

Aplikasi dan Game Developer 81,19 83,68 84,78 77,87 86,40 75,03

Penerbitan 72,86 74,37 76,99 78,48 79,22 73,46

Periklanan 74,62 68,76 81,25 93,12 70,04 80,72

Televisi dan Radio 69,13 77,80 77,03 74,72 82,86 67,13

Seni Pertunjukan 86,57 80,53 71,17 80,08 78,74 87,51

Seni Rupa 68,41 67,32 77,88 78,37 63,59 76,14

Total 67,03 68,98 72,97 67,98 68,02 66,33

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

10. Setengah Penganggur


Penduduk yang dikategorikan sebagai setengah penganggur adalah
penduduk yang bekerja dengan jam kerja di bawah jam kerja normal £
(kurang dari 35 jam dalam seminggu), dan masih mencari atau menerima 5 dari 100 orang
pekerjaan atau mempersiapkan usaha baru. tenaga kerja
Menurut hasil Sakernas 2016, setengah penganggur tenaga kerja Ekonomi Kreatif
ekonomi kreatif adalah sebesar 4,60 persen dari total tenaga kerja adalah setengah
ekonomi kreatif. Dengan kata lain, dari 100 orang tenaga kerja ekonomi penganggur
kreatif, sekitar 5 orang diantaranya adalah setengah penganggur.
Sedangkan untuk tenaga kerja di semua sektor (level nasonal) dari 100
orang sekitar 8 diantaranya masuk kategori setengah penganggur.
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 61

Tabel 3.17. Persentase Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif Menurut


Kategori Setengah Penganggur, 2011-2016
2016
KATEGORI 2011 2012 2013 2014 2015 2016
(NASIONAL)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

Setengah
7,26 6,84 5,71 4,40 4,84 4,60 7,58
Penganggur

Bukan Setengah
92,74 93,16 94,29 95,60 95,16 95,40 92,42
Penganggur

Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Berdasarkan data tahun 2011-2016, persentase setengah penganggur


tenaga kerja Ekonomi Kreatif berfluktuasi dengan kecenderungan
menurun. Pada tahun 2011, setengah penganggur mencapai 7,26 persen
dari total tenaga kerja Ekonomi Kreatif dan menurun hingga mencapai
4,40 persen pada 2014. Selanjutnya naik kembali menjadi 4,84 persen di
tahun 2015, dan kemudian turun menjadi 4,60 persen di tahun 2016.
Komposisi proporsi setengah penganggur perempuan lebih besar
dibanding laki-laki tidak berubah sejak tahun 2011. Bahkan, pada tahun
2012 setengah penganggur perempuan berada di proporsi tertinggi,
sebesar 67,40 persen dibanding laki-laki yang hanya 32,60 persen.

Gambar 3.36. Persentase Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif yang Masuk


Kategori Setengah Penganggur Menurut Jenis Kelamin, 2011-2016

£
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
Proporsi setengah
penganggur
perempuan di sektor Gambar 3.36 menunjukkan komposisi setengah penganggur tenaga kerja
ekonomi kreatif Ekonomi Kreatif menurut jenis kelamin. Gambar tersebut menunjukkan
lebih besar daripada bahwa sebagian besar setengah penganggur ekonomi kreatif berjenis
laki-laki kelamin perempuan. Pada tahun 2016, setengah penganggur perempuan
mencapai 62,67 persen dan untuk laki-laki hanya 37,33 persen.
62 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Gambar 3.37. Perbandingan Persentase Tenaga Kerja Ekonomi


Kreatif yang Masuk Kategori Setengah Penganggur Menurut Jenis
Kelamin Secara Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi
Kreatif, Tahun 2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2016

Berdasarkan Gambar 3.37 pada semua sektor (nasional), tenaga kerja


pada kategori setengah penganggur didominasi oleh tenaga kerja laki-
laki yaitu sebesar 61,99 persen. Sementara di sektor ekonomi kreatif,
tenaga kerja perempuan mendominasi tenaga kerja yang masuk kategori
setengah penganggur, yaitu sebesar 62,67 persen.
Komposisi setengah penganggur tenaga kerja Ekonomi Kreatif menurut
daerah tempat tinggal dapat dicermati pada Gambar 3.38. Pada tahun £
2016, sebanyak 61,52 persen setengah penganggur sektor Ekonomi Prporsi setengah
Kreatif tinggal di daerah perkotaan, sisanya (38,48 persen) tinggal di penganggur di
perdesaan. sektor Ekonomi
Komposisi proporsi setengah penganggur di perkotaan lebih besar Kreatif yang tinggal
dibanding perdesaan tidak berubah sejak tahun 2011. Dimana pada di daerah perkotaan
tahun 2011 setengah penganggur perkotaan berada di proporsi tertinggi, lebih besar daripada
sebesar 65,17 persen dibanding perdesaan sebesar 34,83 persen. di daerah perdesaan

Gambar 3.38. Persentase Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif yang Masuk


Kategori Setengah Penganggur Menurut Daerah Tempat Tinggal,
2011-2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 63

Gambar 3.39. Perbandingan Persentase Tenaga Kerja Ekonomi


Kreatif yang Masuk Kategori Setengah Penganggur Menurut
Daerah Tempat Tinggal Secara Nasional (Semua Sektor) dan di
Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016

£
Proporsi setengah
penganggur di
sektor Ekonomi Sumber: BPS RI, Sakernas 2016
Kreatif lebih
banyak tinggal di
daerah perkotaan, Gambar 3.39 menunjukkan perbedaaan antara keadaan tenaga kerja
sedangkan setengah setengah penganggur di sektor ekonomi kreatif dan secara nasional
penganggursecara (semua sektor). Pada semua sektor, tenaga kerja setengah penganggur
nasional lebih sebesar 65,20 persen tinggal di daerah perdesaan. Sedangkan pada
banyak tinggal di sektor ekonomi kreatif, tenaga kerja setengah penganggur yang tinggal
daerah perdesaan di daerah perdesaaan hanya sebesar 38,48 persen.

Gambar 3.40. Persentase Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif yang Masuk


Kategori Setengah Penganggur Menurut Kelompok Umur, 2011-
2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


£
Proporsi setengah
penganggur Faktor umur menentukan status ketenagakerjaan seseorang. Publikasi
terbanyak, baik di ini mengelompokkan umur menjadi kategori umur 15-24 tahun (umur
sektor Ekonomi muda), umur 25-59 tahun dan umur 60 tahun ke atas (lanjut usia).
Kreatif maupun Mencermati distribusi umur dari setengah penganggur Ekonomi Kreatif
secara nasional (Gambar 3.40), setengah penganggur pada tahun 2016 didominasi
adalah kelompok oleh umur 25-40 tahun sebesar 41,84 persen, dan selanjutnya adalah
umur 25-40 tahun kelompok umur muda sebesar 33,30 persen. Pada kategori lansia, masih
terdapat orang yang bekerja di bawah jam kerja normal, dan masih
64 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

mencari pekerjaan atau sedang mempersiapkan usaha baru, dengan


persentase sebesar 2,27 persen. Sebaran proporsi setengah penganggur
menurut kelompok umur ini tidak mengalami perubahan dari tahun
2011-2016.

Gambar 3.41. Perbandingan Persentase Tenaga Kerja Ekonomi


Kreatif yang Masuk Kategori Setengah Penganggur Menurut
Kelompok Umur Secara Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor
Ekonomi Kreatif, Tahun 2016

Sumber: BPS RI, Sakernas 2016

Jika dibandingkan dengan angka nasional, baik secara nasional (semua


sektor) maupun sektor ekonomi kreatif, tenaga kerja yang masuk kategori
setengah penganggur terbanyak adalah tenaga kerja pada kelompok
umur 25-40 tahun dengan persentase di nasional dan ekonomi kreatif
masing-masing sebesar 40,83 persen dan 41,84 persen.
Pada angka nasional, kelompok umur dewasa (41-59 tahun) merupakan
tenaga kerja terbanyak kedua yang masuk kategori setengah penganggur
yaitu sebesar 28,36 persen. Berbeda halnya jika dilihat dari sektor
ekonomi kreatif saja, persentase tenaga kerja setengah penganggur
terbanyak kedua adalah tenaga kerja pada kelompok umur muda (15-24
tahun). Sementara persentase terkecil adalah pada kelompok umur (60
tahun ke atas), baik secara nasional maupun sektor ekonomi kreatif yang
masing-masing sebesar 4,39 persen da 2,27 persen.
Hasil Sakernas 2016 pada Gambar 3.42 menunjukkan bahwa setengah
penganggur paling tinggi terdapat pada tingkat pendidikan rendah
(SMP ke bawah) yaitu sebesar 53,60 persen. Hal ini dapat diartikan bahwa
dari 100 orang setengah penganggur tenaga kerja ekonomi kreatif,
sekitar 55 orang diantaranya berpendidikan SMP ke bawah. Sementara
itu, setengah penganggur berpendidikan menengah (SMA) dan tinggi
(Diploma ke atas) masing-masing sebesar 36,04 persen dan 10,36 persen.
Pada periode 2011-2016, setengah penganggur ekonomi kreatif
berpendidikan rendah terus menurun dari 69,38 persen menjadi 53,60
persen. Pada pendidikan menengah, setengah penganggur terus
naik dari 26,90 persen menjadi 36,04 persen. Sementara itu, setengah
penganggur berpendidikan tinggi berfluktuasi, dengan tren kenaikan
dari 3,72 persen pada tahun 2011 menjadi 5,01 persen pada 2012, turun
pada 2013 menjadi sebesar 4,89 persen, dan selanjutnya naik hingga
mencapai 10,36 persen pada tahun 2016.
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 65

Gambar 3.42. Persentase Tenaga Kerja Ekonomi kreatif yang Masuk


£ Kategori Setengah Penganggur Menurut Tingkat Pendidikan,
Proporsi setengah 2011-2016
penganggur di
sektor ekonomi
kreatif paling
banyak berada pada
tingkat pendididkan
SMP ke bawah

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Gambar 3.43 menunjukkan bahwa keadaan tenaga kerja setengah


penganggur, jika ditinjau dari tingkat pendidikan, baik secara nasional
(semua sektor) maupun pada sektor ekonomi kreatif tidaklah berbeda.
Pada sektor ekonomi kreatif tenaga kerja yang masuk kategori setengah
penganggur dengan tingkat pendidikan SMP ke bawah sebesar 53,60
persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan kondisi tenaga kerja secara
nasional, yaitu sebesar 65,94 persen. Persentase tenaga kerja yang masuk
kategori setengah penganggur terendah adalah tenaga kerja dengan
tingkat pendidikan diploma ke atas, dengan persentase pada sektor
ekonomi kreatif dan secara nasional (semua sektor) masing-masing
sebesar 10,36 persen dan 8,92 persen.

Gambar 3.43. Perbandingan Persentase Tenaga Kerja Ekonomi


£ Kreatif yang Masuk Kategori Setengah Penganggur Menurut
Proporsi setengah Tingkat Pendidikan Secara Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor
penganggur baik Ekonomi Kreatif, Tahun 2016
di sektor Ekonomi
Kreatif maupun
secara nasional
didominasi oleh
tenaga kerja SMP ke
bawah

Sumber: BPS RI, Sakernas 2016


66 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Tabel 3. 18. Distribusi Setengah Penganggur Menurut Subsektor


Ekonomi Kreatif, 2011-2016
SUBSEKTOR 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


Arsitektur 0,33 0,18 0,24 0,14 0,10 0,11
Desain 0,11 0,05 0,18 0,18 0,42 0,88
Film, Animasi, dan
0,19 0,04 0,15 0,24 0,01 1,04
Video
Fotografi 0,63 0,48 0,89 1,32 1,70 2,24
Kriya 25,44 26,23 28,69 22,37 21,54 18,62
Kuliner 47,66 47,05 41,90 48,52 50,28 55,56
Musik 0,49 0,49 0,72 0,63 0,59 0,00
Fashion 19,22 21,92 20,32 19,27 17,82 16,05

Aplikasi dan Game


0,24 0,20 0,34 0,40 0,25 0,10
Developer

Penerbitan 2,85 1,61 2,45 1,42 1,94 1,70


Periklanan 0,19 0,09 0,53 0,01 0,38 0,00

Televisi dan Radio 0,13 0,25 0,28 0,27 0,62 0,25

Seni Pertunjukan 2,25 1,35 3,07 4,84 4,00 3,08

Seni Rupa 0,27 0,06 0,24 0,39 0,35 0,37

Total 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Persentase setengah penganggur tenaga kerja Ekonomi Kreatif dari


tahun 2011 sampai tahun 2016 menurut Subsektor dapat dilihat pada
Tabel 3.18. Pada tahun 2016, urutan subsektor berdasarkan proporsi
setengah penganggur terbesar adalah Subsektor Kuliner (55,56 persen),
Subsektor Kriya (18,62 persen) dan Subsektor Fashion (16,05 persen).
Pola yang sama terjadi pada tahun 2011-2015 dimana proporsi setengah
penganggur terbesar pada Subsektor Kuliner, Subsektor Kriya, dan
Subsektor Fashion
BADAN EKONOMI KREATIF
Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18

TENAGA KERJA
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 EKONOMI KREATIF
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id
2010-2016

TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2010-2016


BADAN EKONOMI KREATIF
Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id

4
BADAN EKONOMI KREATIF
Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18

TENAGA KERJA
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 EKONOMI KREATIF
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id
2010-2016

PENUTUP
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2010-2016 BADAN EKONOMI KREATIF
Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF


Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18

TENAGA KERJA
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 EKONOMI KREATIF
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id
2010-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2010-2016

BADAN EKONOMI KREATIF


Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 69

BAB IV
PENUTUP
Berdasarkan hasil Sakernas tahun 2011-2016, jumlah tenaga kerja
ekonomi kreatif cenderung mengalami peningkatan, dengan rata-rata
pertumbuhan sebesar 4,69 persen per tahun. Share tenaga kerja ekonomi
kreatif pada tahun 2016 sebesar 14,28 persen, yang berarti dari 100 orang
penduduk bekerja sekitar 14 sampai 15 orang bekerja pada ekonomi
kreatif. Apabila melihat dari trennya, maka share tenaga kerja ekonomi
kreatif dari tahun 2011 ke 2016 cenderung mengalami peningkatan. Pada
tahun 2016, urutan subsektor berdasarkan persentase terbesar adalah
Subsektor Kuliner (47,21 persen), Subsektor Fashion (24,42 persen), dan
Subsektor Kriya (21,99 persen). Pola yang sama terjadi pada tahun 2011-
2015 dimana proporsi terbesar terdapat pada Subsektor Kuliner, Fashion,
dan Kriya.
Karakteristik tenaga kerja ekonomi kreatif diidentifikasi dari umur, tingkat
pendidikan, lapangan usaha, status pekerjaan, jenis pekerjaan, jam kerja,
dan dilihat dari setengah penganggur. Tenaga kerja ekonomi kreatif pada
tahun 2016 didominasi oleh kelompok umur 25-34 tahun. Apabila dilihat
dari jenis kelaminnya, pada tahun 2016, persentase perempuan yang
bekerja di ekonomi kreatif lebih besar daripada laki-laki. Penyerapan
tenaga kerja pada pekerjaan utama di sektor ekonomi kreatif tahun 2016
di daerah perkotaan lebih besar dibanding di perdesaan.
Pada tahun 2016, sektor ekonomi kreatif paling banyak menyerap
tenaga kerja berpendidikan SMP ke Bawah. Namun, selama tahun 2011-
2016, persentase tenaga kerja ekonomi kreatif berpendidikan SMP ke
bawah terus mengalami penurunan sedangkan persentase tenaga kerja
ekonomi kreatif berpendidikan Diploma ke atas cenderung mengalami
peningkatan.
Perkembangan ekonomi kreatif beranjak ke arah kemajuan selama
periode 2011-2016. Hal tersebut didukung dengan peningkatan tenaga
kerja ekonomi kreatif di sebagian besar kategori lapangan usaha,
terutama pada Kategori I (Penyediaan Akomodasi Dan Makan Minum),
Kategori C (Industri Pengolahan), dan Kategori G (Perdagangan). Apabila
dilihat dari status pekerjaan utama, penduduk yang bekerja di sektor
ekonomi kreatif paling banyak sebagai buruh/karyawan/pegawai dan
berusaha sendiri.
Hasil Sakernas tahun 2016 menunjukkan bahwa dari 16,91 juta orang
yang bekerja pada ekonomi kreatif, sebesar 52,60 persen bekerja dengan
status pekerjaan informal dan 47,40 persen bekerja sebagai pekerja
sektor formal. Pada tahun 2016, penduduk yang pekerjaan utamanya
70 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

di sektor ekonomi kreatif dominan bekerja pada jenis pekerjaan tenaga


produksi operator alat angkutan dan pekerja kasar, selanjutnya adalah
jenis pekerjaan tenaga usaha penjualan. Pola yang sama juga terlihat
pada periode 2011-2015.
Pada tahun 2016, sebagian besar penduduk bekerja yang pekerjaan
utamanya di sektor ekonomi kreatif berada pada kategori blue collar
dengan persentase sebesar 93,09 persen. Sementara yang bekerja pada
jenis pekerjaan white collar hanya sebesar 6,91 persen. Pola tersebut
juga terjadi selama tahun 2011 – 2015, dengan persentase tenaga
kerja di jenis pekerjaan blue collar berada pada kisaran 92 hingga 93
persen, sedangkan white collar berada pada kisaran 6 sampai 8 persen.
Penduduk bekerja yang pekerjaan utamanya di sektor ekonomi kreatif
pada tahun 2015 dan 2016 didominasi oleh tenaga kerja yang bekerja
sebagai blue collar baik laki-laki maupun perempuan. Pada tahun 2016,
penduduk bekerja yang pekerjaan utamanya di sektor ekonomi kreatif
yang termasuk kategori blue collar terbesar ada pada subsektor kuliner,
fashion, dan kriya.
Dilihat dari jumlah jam kerja pada tahun 2011- 2016, persentase terbesar
adalah pada kelompok yang bekerja selama 35-48 jam seminggu. Pada
tahun 2016, penduduk bekerja dengan pekerjaan utama di sektor
ekonomi kreatif dengan jam kerja berlebih (excessive hours) sebesar 33,67
persen. Artinya sekitar 1 dari 3 pekerja di sektor ekonomi kreatif bekerja
dengan jam kerja berlebih. Pada tahun 2015 dan 2016, di sektor ekonomi
kreatif, persentase penduduk bekerja laki-laki yang terlibat dalam
pekerjaan dengan excessive hours lebih besar dibanding perempuan.
Penduduk yang dikategorikan sebagai setengah penganggur
(underemployment) adalah mereka yang jam kerjanya di bawah ambang
batas jam kerja normal (kurang dari 35 jam dalam seminggu), dan mereka
masih mencari atau menerima pekerjaan tambahan. Menurut data
Sakernas 2016, dari 100 orang tenaga kerja ekonomi kreatif, terdapat
sekitar 5 orang yang tergolong setengah penganggur. Jika dilihat trennya
pada tahun 2011-2016, persentase setengah penganggur tenaga kerja
maritim berfluktuasi dengan kecenderungan menurun.
Kelebihan dari ekonomi kreatif adalah menawarkan pembangunan
yang berkelanjutan yaitu iklim perekonomian yang berdaya saing dan
memiliki sumber daya yang terbarukan. Ekonomi kreatif merupakan
peluang besar baik bagi negara maju maupun negara berkembang
untuk terus mengembangkan perekonomiannya, karena sumber daya
utama dari ekonomi ini adalah ide, talenta, dan kreatifitas. Tiga hal
tersebut merupakan cadangan sumber daya yang selalu terbarukan dan
tidak terbatas. Sehingga kajian-kajian mengenai ekonomi kreatif menjadi
penting dan selalu menarik untuk dikembangkan. Dalam penghitungan
indikator tenaga kerja ekonomi kreatif 2011-2016, ditemui beberapa
kendala antara lain:
1. Untuk menghitung banyaknya orang yang bekerja di Sektor
Ekonomi Kreatif selama periode 2011 – 2016 maka KBLI 2009 harus
disesuaikan (bridging) dengan KBLI 2015. Selama proses bridging
terdapat beberapa kode dari KBLI 2009 yang tidak terdistrisbusi ke
satu kode ataupun sebaliknya sehingga harus dilakukan pemecahan
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 71

secara manual. Proses ini tentu saja memberikan akibat tidak


langsung terhadap besaran angka Tenaga Kerja Ekonomi Kreatif
2011 – 2016.
2. Ekonomi kreatif terdiri dari 16 subsektor yang dibentuk dari 223
kode KBLI 2015. Dalam 223 kode KBLI ini sebenarnya ada beberapa
golongan pokok yang masih tercampur antara ekonomi kreatif dan
non ekonomi kreatif. Untuk mendapatkan data ekonomi kreatif yang
lebih akurat, ke depannya perlu dilakukan pemilahan golongan
pokok ekonomi kreatif tersebut.
3. Data yang digunakan dalam penghitungan tenaga kerja adalah
Sakernas, dengan keterbatasan antara lain:
a. Sakernas tidak dirancang khusus untuk mengukur tenaga kerja
ekonomi kreatif.
b. Sampel size tidak mencukupi (level estimasi nasional) untuk
estimasi tingkat provinsi ataupun kabupaten/kota pada tenaga
kerja ekonomi kreatif.
c. Keterbatasan sampel mengakibatkan hanya dapat menyajikan
14 subsektor ekonomi kreatif dan tidak dapat menyajikan
indikator ketenagakerjaan secara lebih komprehensif dan
mendalam (hanya indikator utama dan bersifat nasional).

Rekomendasi dalam penghitungan indikator tenaga kerja ekonomi


kreatif:
• Resize sampel Sakernas, hal ini penting untuk meningkatkan akurasi
data.
• Memperbanyak studi literatur, kajian, dan diskusi-diskusi mendalam
kepada stakeholder yang kompeten di bidang ekonomi kreatif (baik
di pusat maupun daerah).
• Survei khusus tenaga kerja ekonomi kreatif untuk memperoleh
tenaga kerja ekonomi kreatif yang lebih akurat, selain itu juga bisa
digunakan sebagai salah satu faktor koreksi terhadap indikator
tenaga kerja yang telah dihasilkan.
BADAN EKONOMI KREATIF
Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18

TENAGA KERJA
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 EKONOMI KREATIF
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id
2010-2016

TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2010-2016


BADAN EKONOMI KREATIF
Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF


Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18

TENAGA KERJA
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

LAMPIRAN
BADAN PUSAT STATISTIK
Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 EKONOMI KREATIF
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id
2010-2016

TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2010-2016 BADAN EKONOMI KREATIF


Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id

BADAN EKONOMI KREATIF


Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18

TENAGA KERJA
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710 EKONOMI KREATIF
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id
2010-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2010-2016

BADAN EKONOMI KREATIF


Gedung Kementerian BUMN Lt. 15.17.18
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 13 Jakarta 10110
info@bekraf.go.id www.bekraf.go.id

BADAN PUSAT STATISTIK


Jl. dr. Sutomo No. 6-8 Jakarta 10710
(021) 3841195, 3842508, 3810291-4, Fax (021) 3857046
bpshq@bps.go.id www.bps.go.id
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 75

Lampiran 1.1 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif, 2011-2016

SubSektor 2011 2012 2013 2014 2015 2016 r(%)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8)

Arsitektur 46.090 52.209 52.776 52.038 52.210 53.844 3,16

Desain 19.947 22.223 22.682 22.049 22.483 23.967 3,74


Film,
Animasi, 34.146 34.633 35.148 36.288 37.359 39.546 2,98
dan Video
Fotografi 60.431 65.293 65.900 66.218 67.351 69.826 2,93

Kriya 3.368.235 3.551.875 3.380.110 3.386.739 3.640.198 3.717.479 1,99

Kuliner 5.596.084 5.846.779 6.324.268 6.859.828 7.410.733 7.983.259 7,36

Musik 50.789 51.769 53.191 53.364 54.235 56.891 2,30

Fashion 3.553.523 4.121.796 4.015.768 3.905.429 3.855.457 4.129.344 3,05


Aplikasi
dan Game 33.131 34.692 36.044 36.879 39.304 41.065 4,39
Developer
Penerbitan 440.519 452.514 455.039 454.254 461.274 464.579 1,07

Periklanan 33.128 34.000 35.290 35.155 39.041 40.990 4,35

Televisi dan
52.609 58.160 61.188 61.137 69.741 71.294 6,27
Radio
Seni
125.364 129.405 159.426 160.054 169.884 170.994 6,40
Pertunjukan

Seni Rupa 33.188 36.078 38.119 38.141 40.320 46.612 7,03

Total 13.447.184 14.491.426 14.734.949 15.167.573 15.959.590 16.909.690 4,69

Total
107.416.309 112.504.868 112.761.072 114.628.026 114.819.199 118.411.973
Bekerja

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


76 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 1. 2. Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Provinsi, 2011-2016
Share
tenaga
kerja
Provinsi 2011 2012 2013 2014 2015 2016
ekraf
tahun
2016
(1) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)
Aceh 133.923 120.492 148.690 169.702 171.075 211.174 1,25
Sumatera
537.354 573.722 558.982 576.553 606.119 543.179 3,21
Utara
Sumatera
233.237 245.367 225.396 263.696 273.733 314.356 1,86
Barat
Riau 201.400 195.526 184.735 218.939 214.185 229.741 1,36
Jambi 73.545 79.094 77.645 88.568 97.955 121.924 0,72
Sumatera
202.114 189.153 217.046 263.438 263.329 342.767 2,03
Selatan
Bengkulu 49.119 54.295 45.263 48.019 51.248 78.847 0,47
Lampung 213.028 231.098 230.923 251.645 293.688 326.743 1,93
Bangka-
37.563 42.049 40.342 45.697 52.702 65.068 0,38
Belitung
Kepulauan
91.217 117.513 116.897 101.447 91.628 111.117 0,66
Riau
DKI Jakarta 1.029.764 1.071.288 1.022.176 1.083.947 1.052.403 1.003.698 5,94
Jawa Barat 3.246.963 3.341.807 3.504.153 3.433.087 3.722.822 3.808.368 22,52
Jawa Tengah 2.463.839 2.811.422 2.853.360 2.880.915 3.050.542 3.146.702 18,61
DIY 325.375 344.131 363.212 373.257 356.208 391.044 2,31
Jawa Timur 2.070.657 2.428.465 2.437.676 2.459.741 2.615.857 2.752.814 16,28
Banten 922.160 937.643 965.046 1.014.690 993.698 957.465 5,66
Bali 365.112 377.878 420.688 436.931 465.265 557.126 3,29
Nusa
Tenggara 154.002 173.410 156.490 183.563 198.101 210.120 1,24
Barat
Nusa
Tenggara 100.182 142.123 136.667 149.067 134.428 144.554 0,85
Timur
Kalimantan
93.308 90.039 109.651 121.214 131.815 184.351 1,09
Barat
Kalimantan
53.820 44.026 52.473 53.406 75.023 85.957 0,51
Tengah
Kalimantan
172.815 177.889 205.036 209.449 223.196 266.319 1,57
Selatan
Kalimantan
122.702 133.461 116.589 121.799 132.812 167.014 0,99
Timur
Kalimantan
- - - - 17070 27061 0,16
Utara
Sulawesi
69.605 75.845 72.495 71.843 71.957 94.117 0,56
Utara
Sulawesi
64.408 64.250 54.555 75.738 87.769 93.759 0,55
Tengah
Sulawesi
217.704 217.333 218.343 252.156 268.325 350.207 2,07
Selatan
Sulawesi
58.737 62.182 61.284 58.752 62.536 98.975 0,59
Tenggara
Gorontalo 32.749 37.367 35.125 38.908 48.788 50.974 0,30
Sulawesi
16.840 24.282 24.116 27.798 25.433 23.482 0,14
Barat
Maluku 33.300 32.383 23.857 22.537 33.491 50.191 0,30
Maluku Utara 14.791 14.689 15.869 15.900 18.830 35.713 0,21
Papua Barat 14.470 16.134 15.301 19.619 22.662 21.878 0,13
Papua 31.381 25.070 24.868 35.552 34.897 42.885 0,25
Total 13.447.184 14.491.426 14.734.949 15.167.573 15.959.590 16.909.690 2,78
Total Bekerja 107.416.309 112.504.868 112.761.072 114.628.026 114.819.199 118.411.973
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 77

Lampiran 2.1 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Kelompok Umur, 2011-2016
KELOMPOK UMUR
2011 2012 2013 2014 2015 2016
(tahun)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Total 13.447.184 14.491.426 14.734.949 15.167.573 15.959.590 16.909.690

15-24 2.801.565 3.014.645 2.886.106 2.771.441 2.839.221 3.216.794

25-34 3.947.636 4.148.806 4.101.531 4.249.642 4.307.043 4.449.442

35-44 3.338.059 3.673.999 3.762.782 3.860.192 4.125.277 4.223.244

45-54 2.088.435 2.253.962 2.449.611 2.629.460 2.753.401 2.947.457

55-64 906.969 988.507 1.117.499 1.234.338 1.409.100 1.510.844

≥65 364.520 411.507 417.420 422.500 525.548 561.909

Laki-laki 6.410.579 6.680.472 6.875.742 6.980.355 7.392.808 7.483.716

15-24 1.238.283 1.283.380 1.259.165 1.267.823 1.251.715 1.353.612

25-34 2.044.916 2.059.096 2.102.718 2.099.460 2.163.308 2.122.090

35-44 1.597.881 1.711.901 1.755.179 1.761.656 1.930.741 1.847.159

45-54 949.966 1.015.441 1.097.979 1.138.174 1.226.684 1.310.045

55-64 429.863 431.546 483.546 537.616 592.622 603.043

≥65 149.670 179.108 177.155 175.626 227.738 247.767

Perempuan 7.036.605 7.810.954 7.859.207 8.187.218 8.566.782 9.425.974

15-24 1.563.282 1.731.265 1.626.941 1.503.618 1.587.506 1.863.182

25-34 1.902.720 2.089.710 1.998.813 2.150.182 2.143.735 2.327.352

35-44 1.740.178 1.962.098 2.007.603 2.098.536 2.194.536 2.376.085

45-54 1.138.469 1.238.521 1.351.632 1.491.286 1.526.717 1.637.412

55-64 477.106 556.961 633.953 696.722 816.478 907.801

≥65 214.850 232.399 240.265 246.874 297.810 314.142

Perkotaan 9.730.939 10.181.525 10.387.386 10.713.372 11.532.887 11.883.481

15-24 2.039.076 2.080.248 2.051.972 1.948.328 2.011.109 2.250.932

25-34 2.934.773 3.003.611 2.961.574 3.065.467 3.137.841 3.227.598

35-44 2.416.730 2.592.160 2.596.041 2.708.538 3.020.349 2.901.555

45-54 1.487.171 1.578.930 1.711.675 1.866.884 2.009.527 2.075.014

55-64 634.104 673.855 789.056 858.265 1.006.453 1.070.207

≥65 219.085 252.721 277.068 265.890 347.608 358.175

Perdesaan 3.716.245 4.309.901 4.347.563 4.454.201 4.426.703 5.026.209

15-24 762.489 934.397 834.134 823.113 828.112 965.862

25-34 1.012.863 1.145.195 1.139.957 1.184.175 1.169.202 1.221.844

35-44 921.329 1.081.839 1.166.741 1.151.654 1.104.928 1.321.689

45-54 601.264 675.032 737.936 762.576 743.874 872.443

55-64 272.865 314.652 328.443 376.073 402.647 440.637

≥65 145.435 158.786 140.352 156.610 177.940 203.734

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


78 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 2.2 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin, 2011-2016
KELOMPOK 2011 2012
UMUR
(tahun) Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
15-24 44,20 55,80 100,00 42,57 57,43 100,00

25-34 51,80 48,20 100,00 49,63 50,37 100,00

35-44 47,87 52,13 100,00 46,60 53,40 100,00

45-54 45,49 54,51 100,00 45,05 54,95 100,00

55-64 47,40 52,60 100,00 43,66 56,34 100,00

65+ 41,06 58,94 100,00 43,52 56,48 100,00

Total 47,67 52,33 100,00 46,10 53,90 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 2.2 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin, 2011-2016
(Lanjutan)
KELOMPOK 2013 2014
UMUR
(tahun) Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
15-24 43,63 56,37 100,00 45,75 54,25 100,00

25-34 51,27 48,73 100,00 49,40 50,60 100,00

35-44 46,65 53,35 100,00 45,64 54,36 100,00

45-54 44,82 55,18 100,00 43,29 56,71 100,00

55-64 43,27 56,73 100,00 43,56 56,44 100,00

65+ 42,44 57,56 100,00 41,57 58,43 100,00

Total 46,66 53,34 100,00 46,02 53,98 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 2.2 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kelompok Umur dan Jenis Kelamin, 2011-2016
(Lanjutan)
KELOMPOK 2015 2016
UMUR
(tahun) Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
15-24 44,09 55,91 100,00 42,08 57,92 100,00

25-34 50,23 49,77 100,00 47,69 52,31 100,00

35-44 46,80 53,20 100,00 43,74 56,26 100,00

45-54 44,55 55,45 100,00 44,45 55,55 100,00

55-64 42,06 57,94 100,00 39,91 60,09 100,00

65+ 43,33 56,67 100,00 44,09 55,91 100,00

Total 46,32 53,68 100,00 44,26 55,74 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 79

Lampiran 2.3 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja Menurut


Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Secara Nasional (Semua Sektor)
dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016
KELOMPOK Semua Sektor Sektor Ekonomi Kreatif
UMUR
(tahun) Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
15-24 60,49 39,51 100,00 42,08 57,92 100,00

25-34 63,52 36,48 100,00 47,69 52,31 100,00

35-44 61,17 38,83 100,00 43,74 56,26 100,00

45-54 60,46 39,54 100,00 44,45 55,55 100,00

55-64 60,81 39,19 100,00 39,91 60,09 100,00

65+ 63,93 36,07 100,00 44,09 55,91 100,00

Total 61,60 38,40 100,00 44,26 55,74 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 2.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kelompok Umur dan Daerah Tempat Tinggal,
2011-2016
KELOMPOK 2011 2012
UMUR
(tahun) Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
15-24 72,78 27,22 100,00 69,00 31,00 100,00

25-34 74,34 25,66 100,00 72,40 27,60 100,00

35-44 72,40 27,60 100,00 70,55 29,45 100,00

45-54 71,21 28,79 100,00 70,05 29,95 100,00

55-64 69,91 30,09 100,00 68,17 31,83 100,00

65+ 60,10 39,90 100,00 61,41 38,59 100,00

Total 72,36 27,64 100,00 70,26 29,74 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 2.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kelompok Umur dan Daerah Tempat Tinggal,
2011-2016 (Lanjutan)
KELOMPOK 2013 2014
UMUR
(tahun) Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
15-24 71,10 28,90 100,00 70,30 29,70 100,00

25-34 72,21 27,79 100,00 72,13 27,87 100,00

35-44 68,99 31,01 100,00 70,17 29,83 100,00

45-54 69,88 30,12 100,00 71,00 29,00 100,00

55-64 70,61 29,39 100,00 69,53 30,47 100,00

65+ 66,38 33,62 100,00 62,93 37,07 100,00

Total 70,49 29,51 100,00 70,63 29,37 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
80 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 2.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kelompok Umur dan Daerah Tempat Tinggal,
2011-2016 (Lanjutan)
KELOMPOK 2015 2016
UMUR
(tahun) Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
15-24 70,83 29,17 100,00 69,97 30,03 100,00

25-34 72,85 27,15 100,00 72,54 27,46 100,00

35-44 73,22 26,78 100,00 68,70 31,30 100,00

45-54 72,98 27,02 100,00 70,40 29,60 100,00

55-64 71,43 28,57 100,00 70,84 29,16 100,00

65+ 66,14 33,86 100,00 63,74 36,26 100,00

Total 72,26 27,74 100,00 70,28 29,72 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 2.5 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja Menurut


Kelompok Umur dan Daerah Tempat Tinggal Secara Nasional
(Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016
KELOMPOK Semua Sektor Sektor Ekonomi Kreatif
UMUR
(tahun) Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

15-24 52,64 47,36 100,00 69,97 30,03 100,00

25-34 55,56 44,44 100,00 72,54 27,46 100,00

35-44 52,97 47,03 100,00 68,70 31,30 100,00

45-54 51,11 48,89 100,00 70,40 29,60 100,00

55-64 47,08 52,92 100,00 70,84 29,16 100,00

65+ 40,35 59,65 100,00 63,74 36,26 100,00

Total 51,92 48,08 100,00 70,28 29,72 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 81

Lampiran 2.6 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut 4 Kelompok Umur, 2011-2016
KELOMPOK UMUR
2011 2012 2013 2014 2015 2016
(tahun)
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Total 13.447.184 14.491.426 14.734.949 15.167.573 15.959.590 16.909.690

15-24 2.801.565 3.014.645 2.886.106 2.771.441 2.839.221 3.216.794

25-40 6.129.609 6.456.534 6.378.057 6.604.742 6.886.154 7.108.226

41-59 3.840.422 4.246.566 4.610.126 4.889.353 5.159.201 5.471.088

60+ 675.588 773.681 860.660 902.037 1.075.014 1.113.582

Laki-laki 6.410.579 6.680.472 6.875.742 6.980.355 7.392.808 7.483.716

15-24 1.238.283 1.283.380 1.259.165 1.267.823 1.251.715 1.353.612

25-40 3.108.693 3.128.638 3.172.604 3.155.504 3.371.242 3.268.881

41-59 1.773.502 1.922.614 2.072.729 2.181.288 2.310.326 2.392.087

60+ 290.101 345.840 371.244 375.740 459.525 469.136

Perempuan 7.036.605 7.810.954 7.859.207 8.187.218 8.566.782 9.425.974

15-24 1.563.282 1.731.265 1.626.941 1.503.618 1.587.506 1.863.182

25-40 3.020.916 3.327.896 3.205.453 3.449.238 3.514.912 3.839.345

41-59 2.066.920 2.323.952 2.537.397 2.708.065 2.848.875 3.079.001

60+ 385.487 427.841 489.416 526.297 615.489 644.446

Perkotaan 9.730.939 10.181.525 10.387.386 10.713.372 11.532.887 11.883.481

15-24 2.039.076 2.080.248 2.051.972 1.948.328 2.011.109 2.250.932

25-40 4.520.792 4.626.965 4.516.011 4.718.802 5.015.020 5.061.277

41-59 2.743.709 2.984.631 3.232.182 3.463.542 3.779.101 3.844.425

60+ 427.362 489.681 587.221 582.700 727.657 726.847

Perdesaan 3.716.245 4.309.901 4.347.563 4.454.201 4.426.703 5.026.209

15-24 762.489 934.397 834.134 823.113 828.112 965.862

25-40 1.608.817 1.829.569 1.862.046 1.885.940 1.871.134 2.046.949

41-59 1.096.713 1.261.935 1.377.944 1.425.811 1.380.100 1.626.663

60+ 248.226 284.000 273.439 319.337 347.357 386.735

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


82 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 2.7 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut 4 Kelompok Umur dan Jenis Kelamin, 2011-2016
2011 2012
KELOMPOK
UMUR
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

15-24 44,20 55,80 100,00 42,57 57,43 100,00

25-40 50,72 49,28 100,00 48,46 51,54 100,00

41-59 46,18 53,82 100,00 45,27 54,73 100,00

60+ 42,94 57,06 100,00 44,70 55,30 100,00

Total 47,67 52,33 100,00 46,10 53,90 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 2.7 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut 4 Kelompok Umur dan Jenis Kelamin, 2011-2016
(Lanjutan)
2013 2014
KELOMPOK
UMUR
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

15-24 43,63 56,37 100,00 45,75 54,25 100,00

25-40 49,74 50,26 100,00 47,78 52,22 100,00

41-59 44,96 55,04 100,00 44,61 55,39 100,00

60+ 43,13 56,87 100,00 41,65 58,35 100,00

Total 46,66 53,34 100,00 46,02 53,98 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 2.7 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut 4 Kelompok Umur dan Jenis Kelamin, 2011-2016
(Lanjutan)
2015 2016
KELOMPOK
UMUR
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

15-24 44,09 55,91 100,00 42,08 57,92 100,00

25-40 48,96 51,04 100,00 45,99 54,01 100,00

41-59 44,78 55,22 100,00 43,72 56,28 100,00

60+ 42,75 57,25 100,00 42,13 57,87 100,00

Total 46,32 53,68 100,00 44,26 55,74 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 83

Lampiran 2.8 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja Menurut


4 Kelompok Umur dan Jenis Kelamin Secara Nasional (Semua
Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016
KELOMPOK Semua Sektor Sektor Ekonomi Kreatif
UMUR Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
15-24 60,49 39,51 100,00 42,08 57,92 100,00
25-40 62,65 37,35 100,00 45,99 54,01 100,00
41-59 60,54 39,46 100,00 43,72 56,28 100,00
60+ 63,01 36,99 100,00 42,13 57,87 100,00
Total 61,60 38,40 100,00 44,26 55,74 100,00
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 2.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut 4 Kelompok Umur dan Daerah Tempat Tinggal,
2011-2016
KELOMPOK 2011 2012
UMUR
Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

15-24 72,78 27,22 100,00 69,00 31,00 100,00

25-40 73,75 26,25 100,00 71,66 28,34 100,00

41-59 71,44 28,56 100,00 70,28 29,72 100,00

60+ 63,26 36,74 100,00 63,29 36,71 100,00

Total 72,36 27,64 100,00 70,26 29,74 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 2.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut 4 Kelompok Umur dan Daerah Tempat Tinggal,
2011-2016 (Lanjutan)
KELOMPOK 2013 2014
UMUR
Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

15-24 71,10 28,90 100,00 70,30 29,70 100,00

25-40 70,81 29,19 100,00 71,45 28,55 100,00

41-59 70,11 29,89 100,00 70,84 29,16 100,00

60+ 68,23 31,77 100,00 64,60 35,40 100,00

Total 70,49 29,51 100,00 70,63 29,37 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
84 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 2.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut 4 Kelompok Umur dan Daerah Tempat Tinggal,
2011-2016 (Lanjutan)
2015 2016
KELOMPOK
UMUR
Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

15-24 70,83 29,17 100,00 69,97 30,03 100,00

25-40 72,83 27,17 100,00 71,20 28,80 100,00

41-59 73,25 26,75 100,00 70,27 29,73 100,00

60+ 67,69 32,31 100,00 65,27 34,73 100,00

Total 72,26 27,74 100,00 70,28 29,72 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 2.10 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja


Menurut 4 Kelompok Umur dan Daerah Tempat Tinggal Secara
Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif,
Tahun 2016
KELOMPOK Semua Sektor Sektor Ekonomi Kreatif
UMUR Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
15-24 52,64 47,36 100,00 69,97 30,03 100,00
25-40 54,68 45,32 100,00 71,20 28,80 100,00
41-59 51,07 48,93 100,00 70,27 29,73 100,00
60+ 42,17 57,83 100,00 65,27 34,73 100,00
Total 51,92 48,08 100,00 70,28 29,72 100,00
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 85

Lampiran 2.11 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan 4 Kelompok Umur, 2011-
2016
SUBSEKTOR 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


15-24 2.801.565 3.014.645 2.886.106 2.771.441 2.839.221 3.216.794

Arsitektur 8.435 2.988 4.387 8.740 7.598 2.588


Desain 1.579 2.392 4.000 6.602 5.972 4.470
Film,
Animasi, 6.569 4.133 4.291 8.121 10.807 10.272
dan Video
Fotografi 11.576 12.524 15.075 11.014 12.082 23.569
Kriya 724.955 736.926 649.223 612.425 651.604 649.215
Kuliner 928.677 945.311 934.076 972.311 1.058.211 1.320.651
Musik 8.582 12.743 10.524 12.726 10.135 9.086
Fashion 972.342 1.145.308 1.100.408 966.919 943.378 1.042.710
Aplikasi
dan Game 6.048 4.925 5.435 10.372 6.271 10.869
Developer
Penerbitan 83.752 93.765 97.887 94.733 84.426 96.296
Periklanan 2.297 4.881 6.133 5.671 2.428 0
Televisi dan
11.829 9.017 10.897 9.172 12.711 13.655
Radio
Seni
31.044 28.894 34.616 46.829 28.852 28.296
Pertunjukan
Seni Rupa 3.880 10.838 9.154 5.806 4.746 5.117

25-40 6.129.609 6.456.534 6.378.057 6.604.742 6.886.154 7.108.226

Arsitektur 21.870 23.216 30.567 25.194 29.511 28.949


Desain 14.299 11.173 9.924 8.867 8.866 13.602
Film,
Animasi, 19.786 17.306 25.021 22.821 22.178 20.809
dan Video
Fotografi 34.496 37.883 27.488 37.495 34.992 37.738
Kriya 1.535.084 1.601.753 1.504.723 1.475.847 1.587.795 1.533.165
Kuliner 2.295.422 2.331.084 2.478.250 2.682.110 2.885.720 3.058.686
Musik 31.332 27.092 33.352 26.406 26.433 28.174
Fashion 1.777.901 2.002.850 1.879.686 1.945.314 1.850.904 1.949.378
Aplikasi
dan Game 23.543 22.378 23.927 20.468 23.346 22.448
Developer
Penerbitan 236.904 243.139 226.104 222.604 242.086 229.007
Periklanan 22.033 22.990 17.031 18.312 24.977 28.797
Televisi dan
29.891 40.526 34.374 38.097 39.433 48.836
Radio
Seni
67.601 62.730 73.492 68.122 93.209 89.989
Pertunjukan
Seni Rupa 19.447 12.414 14.118 13.085 16.704 18.648
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
86 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 2.11 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan 4 Kelompok Umur, 2011-
2016 (Lanjutan)
SUBSEKTOR 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

41-59 3.840.422 4.246.566 4.610.126 4.889.353 5.159.201 5.471.088

Arsitektur 14.762 23.625 17.822 15.490 11.534 21.126

Desain 4.002 7.320 5.365 5.361 7.645 5.895


Film,
Animasi, 7.185 13.194 4.960 5.157 4.176 6.489
dan Video
Fotografi 12.280 11.792 20.966 15.921 18.600 6.675

Kriya 877.040 966.322 979.402 1.036.787 1.102.425 1.225.882

Kuliner 2.013.182 2.161.122 2.423.721 2.684.116 2.854.885 2.973.169

Musik 7.569 11.484 8.718 13.519 15.837 18.214

Fashion 736.631 880.217 940.404 896.574 923.168 997.134


Aplikasi
dan Game 3.067 6.478 6.596 6.039 8.645 7.748
Developer
Penerbitan 114.211 108.608 117.103 127.111 123.915 122.482

Periklanan 7.504 6.129 11.816 11.172 10.306 12.193


Televisi dan
10.834 7.473 15.917 13.363 17.452 7.905
Radio
Seni
22.657 33.253 44.333 41.857 43.211 48.233
Pertunjukan
Seni Rupa 9.498 9.549 13.003 16.886 17.402 17.943

60+ 675.588 773.681 860.660 902.037 1.075.014 1.113.582

Arsitektur 1.023 2.380 0 2.614 3.567 1.181

Desain 67 1.338 3.393 1.219 0 0


Film,
Animasi, 606 0 876 189 198 1.976
dan Video
Fotografi 2.079 3.094 2.371 1.788 1.677 1.844

Kriya 231.156 246.874 246.762 261.680 298.374 309.217

Kuliner 358.803 409.262 488.221 521.291 611.917 630.753

Musik 3.306 450 597 713 1.830 1.417

Fashion 66.649 93.421 95.270 96.622 138.007 140.122


Aplikasi
dan Game 473 911 86 0 1.042 0
Developer
Penerbitan 5.652 7.002 13.945 9.806 10.847 16.794

Periklanan 1.294 0 310 0 1.330 0


Televisi dan
55 1.144 0 505 145 898
Radio
Seni
4.062 4.528 6.985 3.246 4.612 4.476
Pertunjukan
Seni Rupa 363 3.277 1.844 2.364 1.468 4.904
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 87

Lampiran 2.12 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan 4 Kelompok Umur,
2011-2016
2011 2012
SUBSEKTOR
15-24 25-40 41-59 60+ Total 15-24 25-40 41-59 60+ Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

Arsitektur 18,30 47,45 32,03 2,22 100,00 5,72 44,47 45,25 4,56 100,00

Desain 7,92 71,68 20,06 0,34 100,00 10,76 50,28 32,94 6,02 100,00
Film, Animasi,
19,24 57,95 21,04 1,77 100,00 11,93 49,97 38,10 0,00 100,00
dan Video
Fotografi 19,16 57,08 20,32 3,44 100,00 19,18 58,02 18,06 4,74 100,00

Kriya 21,52 45,58 26,04 6,86 100,00 20,75 45,10 27,21 6,95 100,00

Kuliner 16,60 41,02 35,97 6,41 100,00 16,17 39,87 36,96 7,00 100,00

Musik 16,90 61,69 14,90 6,51 100,00 24,62 52,33 22,18 0,87 100,00

Fashion 27,36 50,03 20,73 1,88 100,00 27,79 48,59 21,36 2,27 100,00
Aplikasi
dan Game 18,25 71,06 9,26 1,43 100,00 14,20 64,50 18,67 2,63 100,00
Developer
Penerbitan 19,01 53,78 25,93 1,28 100,00 20,72 53,73 24,00 1,55 100,00

Periklanan 6,93 66,51 22,65 3,91 100,00 14,36 67,62 18,03 0,00 100,00
Televisi dan
22,48 56,82 20,59 0,10 100,00 15,50 69,68 12,85 1,97 100,00
Radio
Seni
24,76 53,92 18,07 3,24 100,00 22,33 48,48 25,70 3,50 100,00
Pertunjukan
Seni Rupa 11,69 58,60 28,62 1,09 100,00 30,04 34,41 26,47 9,08 100,00

Total 20,83 45,58 28,56 5,02 100,00 20,80 44,55 29,30 5,34 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


88 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 2.12 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan 4 Kelompok Umur,
2011-2016 (Lanjutan)
2013 2014
SUBSEKTOR
15-24 25-40 41-59 60+ Total 15-24 25-40 41-59 60+ Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

Arsitektur 8,31 57,92 33,77 0,00 100,00 48,41 29,77 100,00


16,80 5,02
Desain 17,64 43,75 23,65 14,96 100,00 29,94 40,21 24,31 5,53 100,00
Film, Animasi,
12,21 71,19 14,11 2,49 100,00 22,38 62,89 14,21 0,52 100,00
dan Video
Fotografi 22,88 41,71 31,81 3,60 100,00 16,63 56,62 24,04 2,70 100,00

Kriya 19,21 44,52 28,98 7,30 100,00 18,08 43,58 30,61 7,73 100,00

Kuliner 14,77 39,19 38,32 7,72 100,00 14,17 39,10 39,13 7,60 100,00

Musik 19,79 62,70 16,39 1,12 100,00 23,85 49,48 25,33 1,34 100,00

Fashion 27,40 46,81 23,42 2,37 100,00 24,76 49,81 22,96 2,47 100,00
Aplikasi
dan Game 15,08 66,38 18,30 0,24 100,00 28,12 55,50 16,38 0,00 100,00
Developer
Penerbitan 21,51 49,69 25,73 3,06 100,00 20,85 49,00 27,98 2,16 100,00

Periklanan 17,38 48,26 33,48 0,88 100,00 16,13 52,09 31,78 0,00 100,00
Televisi dan
17,81 56,18 26,01 0,00 100,00 15,00 62,31 21,86 0,83 100,00
Radio
Seni
21,71 46,10 27,81 4,38 100,00 29,26 42,56 26,15 2,03 100,00
Pertunjukan
Seni Rupa 24,01 37,04 34,11 4,84 100,00 15,22 34,31 44,27 6,20 100,00

Total 19,59 43,29 31,29 5,84 100,00 18,27 43,55 32,24 5,95 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 89

Lampiran 2.12 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan 4 Kelompok Umur, 2011-2016
(Lanjutan)
2015 2016
SUBSEKTOR
15-24 25-40 41-59 60+ Total 15-24 25-40 41-59 60+ Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11)

Arsitektur 14,55 56,52 22,09 6,83 100,00 4,81 53,76 39,24 2,19 100,00

Desain 26,56 39,43 34,00 0,00 100,00 18,65 56,75 24,60 0,00 100,00
Film, Animasi,
28,93 59,36 11,18 0,53 100,00 25,97 52,62 16,41 5,00 100,00
dan Video
Fotografi 17,94 51,95 27,62 2,49 100,00 33,75 54,05 9,56 2,64 100,00

Kriya 17,90 43,62 30,28 8,20 100,00 17,46 41,24 32,98 8,32 100,00

Kuliner 14,28 38,94 38,52 8,26 100,00 16,54 38,31 37,24 7,90 100,00

Musik 18,69 48,74 29,20 3,37 100,00 15,97 49,52 32,02 2,49 100,00

Fashion 24,47 48,01 23,94 3,58 100,00 25,25 47,21 24,15 3,39 100,00
Aplikasi
dan Game 15,96 59,40 22,00 2,65 100,00 26,47 54,66 18,87 0,00 100,00
Developer
Penerbitan 18,30 52,48 26,86 2,35 100,00 20,73 49,29 26,36 3,61 100,00

Periklanan 6,22 63,98 26,40 3,41 100,00 0,00 70,25 29,75 0,00 100,00
Televisi dan
18,23 56,54 25,02 0,21 100,00 19,15 68,50 11,09 1,26 100,00
Radio
Seni
16,98 54,87 25,44 2,71 100,00 16,55 52,63 28,21 2,62 100,00
Pertunjukan
Seni Rupa 11,77 41,43 43,16 3,64 100,00 10,98 40,01 38,49 10,52 100,00

Total 17,79 43,15 32,33 6,74 100,00 19,02 42,04 32,35 6,59 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


90 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 3.1 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Tingkat Pendidikan (Rendah, Menengah, Tinggi), 2011-
2016
KELOMPOK UMUR 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Total 13.447.184 14.491.426 14.734.949 15.167.573 15.959.590 16.909.690

Rendah 8.546.764 9.001.104 9.156.633 9.095.227 9.500.883 9.984.333

Menengah 4.336.657 4.723.380 4.771.188 5.207.037 5.394.997 5.776.625

Tinggi 563.763 766.942 807.128 865.309 1.063.710 1.148.732

Laki-laki 6.410.579 6.680.472 6.875.742 6.980.355 7.392.808 7.483.716

Rendah 3.736.402 3.758.837 3.867.650 3.793.382 3.981.138 4.081.654

Menengah 2.325.707 2.465.077 2.508.892 2.719.451 2.824.751 2.786.594

Tinggi 348.470 456.558 499.200 467.522 586.919 615.468

Perempuan 7.036.605 7.810.954 7.859.207 8.187.218 8.566.782 9.425.974

Rendah 4.810.362 5.242.267 5.288.983 5.301.845 5.519.745 5.902.679

Menengah 2.010.950 2.258.303 2.262.296 2.487.586 2.570.246 2.990.031

Tinggi 215.293 310.384 307.928 397.787 476.791 533.264

Perkotaan 9.730.939 10.181.525 10.387.386 10.713.372 11.532.887 11.883.481

Rendah 5.538.743 5.542.712 5.679.021 5.626.949 6.091.364 6.329.781

Menengah 3.672.640 3.931.228 3.971.231 4.299.220 4.456.625 4.519.528

Tinggi 519.556 707.585 737.134 787.203 984.898 1.034.172

Perdesaan 3.716.245 4.309.901 4.347.563 4.454.201 4.426.703 5.026.209

Rendah 3.008.021 3.458.392 3.477.612 3.468.278 3.409.519 3.654.552

Menengah 664.017 792.152 799.957 907.817 938.372 1.257.097

Tinggi 44.207 59.357 69.994 78.106 78.812 114.560

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 91

Lampiran 3.2 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Tingkat Pendidikan (Rendah, Menengah, Tinggi)
dan Jenis Kelamin, 2011-2016
2011 2012
TINGKAT
PENDIDIKAN
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Rendah 43,72 56,28 100,00 41,76 58,24 100,00

Menengah 53,63 46,37 100,00 52,19 47,81 100,00

Tinggi 61,81 38,19 100,00 59,53 40,47 100,00

Total 47,67 52,33 100,00 46,10 53,90 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 3.2 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Tingkat Pendidikan (Rendah, Menengah, Tinggi)
dan Jenis Kelamin, 2011-2016 (Lanjutan)
2013 2014
TINGKAT
PENDIDIKAN
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Rendah 42,24 57,76 100,00 41,71 58,29 100,00

Menengah 52,58 47,42 100,00 52,23 47,77 100,00

Tinggi 61,85 38,15 100,00 54,03 45,97 100,00

Total 46,66 53,34 100,00 46,02 53,98 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 3.2 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Tingkat Pendidikan (Rendah, Menengah, Tinggi)
dan Jenis Kelamin, 2011-2016 (Lanjutan)
2015 2016
TINGKAT
PENDIDIKAN
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Rendah 41,90 58,10 100,00 40,88 59,12 100,00

Menengah 52,36 47,64 100,00 48,24 51,76 100,00

Tinggi 55,18 44,82 100,00 53,58 46,42 100,00

Total 46,32 53,68 100,00 44,26 55,74 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


92 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 3.3 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja Menurut


Tingkat Pendidikan (Rendah, Menengah, Tinggi) dan Jenis Kelamin
Secara Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif,
Tahun 2016
Semua Sektor Sektor Ekonomi Kreatif
TINGKAT
PENDIDIKAN
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Rendah 60,93 39,07 100,00 40,88 59,12 100,00

Menengah 67,32 32,68 100,00 48,24 51,76 100,00

Tinggi 52,07 47,93 100,00 53,58 46,42 100,00

Total 61,60 38,40 100,00 44,26 55,74 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 3.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Tingkat Pendidikan (Rendah, Menengah, Tinggi)
dan Daerah Tempat Tinggal, 2011-2016
2011 2012
TINGKAT
PENDIDIKAN
Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Rendah 64,81 35,19 100,00 61,58 38,42 100,00

Menengah 84,69 15,31 100,00 83,23 16,77 100,00

Tinggi 92,16 7,84 100,00 92,26 7,74 100,00

Total 72,36 27,64 100,00 70,26 29,74 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 3.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Tingkat Pendidikan (Rendah, Menengah, Tinggi)
dan Daerah Tempat Tinggal, 2011-2016 (Lanjutan)
2013 2014
TINGKAT
PENDIDIKAN
Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Rendah 62,02 37,98 100,00 61,87 38,13 100,00

Menengah 83,23 16,77 100,00 82,57 17,43 100,00

Tinggi 91,33 8,67 100,00 90,97 9,03 100,00

Total 70,49 29,51 100,00 70,63 29,37 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 93

Lampiran 3.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Tingkat Pendidikan (Rendah, Menengah, Tinggi)
dan Daerah Tempat Tinggal, 2011-2016 (Lanjutan)
2015 2016
TINGKAT
PENDIDIKAN
Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Rendah 64,11 35,89 100,00 63,40 36,60 100,00

Menengah 82,61 17,39 100,00 78,24 21,76 100,00

Tinggi 92,59 7,41 100,00 90,03 9,97 100,00

Total 72,26 27,74 100,00 70,28 29,72 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 3.5 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja Menurut


Tingkat Pendidikan (Rendah, Menengah, Tinggi) dan Daerah
Tempat Tinggal Secara Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor
Ekonomi Kreatif, Tahun 2016
Semua Sektor Sektor Ekonomi Kreatif
TINGKAT
PENDIDIKAN
Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Rendah 40,66 59,34 100,00 63,40 36,60 100,00

Menengah 66,23 33,77 100,00 78,24 21,76 100,00

Tinggi 75,17 24,83 100,00 90,03 9,97 100,00

Total 51,92 48,08 100,00 70,28 29,72 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


94 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 3.6 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Tingkat Pendidikan
(Rendah, Menengah, Tinggi), 2011-2016
SUBSEKTOR 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Rendah 8.546.764 9.001.104 9.156.633 9.095.227 9.500.883 9.984.333

Arsitektur 3.887 1.241 1.465 1.879 389 0

Desain 6.500 10.236 8.795 9.392 4.253 5.069


Film,
Animasi, 7.664 2.576 960 4.066 6.325 10.609
dan Video
Fotografi 16.301 16.754 22.924 22.910 17.313 19.051

Kriya 2.286.668 2.377.183 2.256.964 2.163.827 2.321.764 2.426.188

Kuliner 3.915.813 4.014.589 4.303.171 4.525.397 4.868.775 5.006.511

Musik 16.078 20.310 21.385 24.377 19.402 21.980

Fashion 2.075.613 2.364.520 2.323.026 2.128.423 2.087.384 2.294.166


Aplikasi
dan Game 4.618 3.611 1.549 1.907 3.239 6.331
Developer
Penerbitan 132.667 121.515 130.057 112.855 94.202 115.896

Periklanan 9.562 1.850 7.586 3.248 4.561 734


Televisi dan
7.979 5.828 5.028 3.905 3.577 4.868
Radio
Seni
50.979 49.499 67.505 78.305 61.484 58.051
Pertunjukan
Seni Rupa 12.435 11.392 6.218 14.736 8.215 14.879

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 95

Lampiran 3.6 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Tingkat Pendidikan
(Rendah, Menengah, Tinggi), 2011-2016 (Lanjutan)
SUBSEKTOR 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Menengah 4.336.657 4.723.380 4.771.188 5.207.037 5.394.997 5.776.625

Arsitektur 16.766 19.149 15.552 13.482 12.244 0

Desain 7.194 9.264 5.833 7.382 7.629 5.069


Film,
Animasi, 11.567 17.809 14.202 19.857 21.625 10.609
dan Video
Fotografi 34.226 38.764 34.964 29.585 35.123 19.051

Kriya 977.517 1.026.192 990.564 1.096.319 1.147.160 2.426.188

Kuliner 1.553.929 1.640.429 1.808.780 2.100.545 2.246.669 5.006.511

Musik 24.370 23.778 22.930 18.771 22.928 21.980

Fashion 1.346.905 1.575.028 1.500.163 1.554.319 1.519.571 2.294.166

Aplikasi
dan Game 10.939 8.288 6.493 8.805 7.344 6.331
Developer

Penerbitan 244.869 251.198 240.722 237.671 251.972 115.896

Periklanan 10.418 16.815 17.394 14.722 15.142 734


Televisi dan
27.521 25.476 30.989 27.695 33.593 4.868
Radio
Seni
54.240 53.134 65.588 63.538 57.660 58.051
Pertunjukan
Seni Rupa 16.196 18.056 17.014 14.346 16.337 14.879

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


96 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 3.6 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Tingkat Pendidikan
(Rendah, Menengah, Tinggi), 2011-2016 (Lanjutan)
SUBSEKTOR 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Tinggi 563.763 766.942 807.128 865.309 1.063.710 1.148.732

Arsitektur 25.437 31.819 35.759 36.677 39.577 38.809

Desain 6.253 2.723 8.054 5.275 10.601 8.374

Film,
Animasi, 14.915 14.248 19.986 12.365 9.409 18.209
dan Video

Fotografi 9.904 9.775 8.012 13.723 14.915 13.180

Kriya 104.050 148.500 132.582 126.593 171.274 192.013

Kuliner 126.342 191.761 212.317 233.886 295.289 377.726

Musik 10.341 7.681 8.876 10.216 11.905 11.758

Fashion 131.005 182.248 192.579 222.687 248.502 243.169

Aplikasi
dan Game 17.574 22.793 28.002 26.167 28.721 20.148
Developer

Penerbitan 62.983 79.801 84.260 103.728 115.100 111.391

Periklanan 13.148 15.335 10.310 17.185 19.338 31.877

Televisi dan
17.109 26.856 25.171 29.537 32.571 33.636
Radio

Seni
20.145 26.772 26.333 18.211 50.740 38.546
Pertunjukan

Seni Rupa 4.557 6.630 14.887 9.059 15.768 9.896

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 97

Lampiran 3.7 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Tingkat Pendidikan
(Rendah, Menengah, Tinggi), 2011-2016
2011 2012
SUBSEKTOR
Rendah Menengah Tinggi Total Rendah Menengah Tinggi Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Arsitektur 22,12 30,22 47,65 100,00 8,43 36,38 55,19 100,00

Desain Produk 32,59 36,07 31,35 100,00 46,06 41,69 12,25 100,00

Film, Animasi,
23,05 59,32 17,62 100,00 22,44 33,88 43,68 100,00
dan Video

Fotografi 38,07 48,86 13,07 100,00 26,97 56,64 16,39 100,00

Kriya 68,47 27,99 3,54 100,00 67,89 29,02 3,09 100,00

Kuliner 73,61 24,04 2,36 100,00 69,97 27,77 2,26 100,00

Musik 35,67 53,88 10,45 100,00 31,66 47,98 20,36 100,00

Fashion 59,33 36,46 4,21 100,00 58,41 37,90 3,69 100,00

Aplikasi dan
25,25 25,06 49,68 100,00 13,94 33,02 53,04 100,00
Game Developer

Penerbitan 27,04 54,91 18,05 100,00 30,12 55,59 14,30 100,00

Periklanan 7,97 54,03 38,00 100,00 28,86 31,45 39,69 100,00

Televisi dan Radio 11,56 40,49 47,95 100,00 15,17 52,31 32,52 100,00

Seni Pertunjukan 41,65 39,03 19,32 100,00 40,66 43,27 16,07 100,00

Seni Rupa 29,57 50,78 19,65 100,00 37,47 48,80 13,73 100,00

Total 65,60 29,83 4,57 100,00 63,56 32,25 4,19 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


98 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 3.7 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Tingkat Pendidikan
(Rendah, Menengah, Tinggi), 2011-2016 (Lanjutan)
2013 2014
SUBSEKTOR
Rendah Menengah Tinggi Total Rendah Menengah Tinggi Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Arsitektur 2,38 36,68 60,95 100,00 2,78 29,47 67,76 100,00

Desain 38,78 25,72 35,51 100,00 42,60 33,48 23,92 100,00


Film,
Animasi, dan 7,44 51,42 41,14 100,00 2,73 40,41 56,86 100,00
Video
Fotografi 25,66 59,37 14,97 100,00 34,79 53,06 12,16 100,00

Kriya 66,93 28,89 4,18 100,00 66,77 29,31 3,92 100,00

Kuliner 68,66 28,06 3,28 100,00 68,04 28,60 3,36 100,00

Musik 39,23 45,93 14,84 100,00 40,20 43,11 16,69 100,00

Fashion 57,37 38,21 4,42 100,00 57,85 37,36 4,80 100,00


Aplikasi
dan Game 10,41 23,89 65,70 100,00 4,30 18,01 77,69 100,00
Developer
Penerbitan 26,85 55,51 17,64 100,00 28,58 52,90 18,52 100,00

Periklanan 5,44 49,46 45,10 100,00 21,50 49,29 29,22 100,00

Televisi dan
10,02 43,80 46,18 100,00 8,22 50,65 41,14 100,00
Radio
Seni
38,25 41,06 20,69 100,00 42,34 41,14 16,52 100,00
Pertunjukan

Seni Rupa 31,58 50,05 18,38 100,00 16,31 44,63 39,05 100,00

Total 62,11 32,59 5,29 100,00 62,14 32,38 5,48 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 99

Lampiran 3.7 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Tingkat Pendidikan
(Rendah, Menengah, Tinggi), 2011-2016 (Lanjutan)
2015 2016
SUBSEKTOR
Rendah Menengah Tinggi Total Rendah Menengah Tinggi Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) (8) (9)

Arsitektur 3,61 25,91 70,48 100,00 0,75 23,45 75,80 100,00

Desain 18,92 33,93 47,15 100,00 21,15 43,91 34,94 100,00


Film,
Animasi, dan 11,20 54,72 34,07 100,00 16,93 57,88 25,19 100,00
Video
Fotografi 34,60 44,68 20,72 100,00 25,71 52,15 22,15 100,00

Kriya 63,89 32,37 3,74 100,00 63,78 31,51 4,71 100,00

Kuliner 65,97 30,62 3,41 100,00 65,70 30,32 3,98 100,00

Musik 45,68 35,18 19,14 100,00 35,77 42,28 21,95 100,00

Fashion 54,50 39,80 5,70 100,00 54,14 39,41 6,45 100,00


Aplikasi
dan Game 5,17 23,88 70,95 100,00 8,24 18,69 73,07 100,00
Developer
Penerbitan 24,84 52,32 22,83 100,00 20,42 54,63 24,95 100,00

Periklanan 9,24 41,88 48,88 100,00 11,68 38,78 49,53 100,00

Televisi dan
6,39 45,30 48,31 100,00 5,13 48,17 46,70 100,00
Radio
Seni
48,92 39,70 11,38 100,00 36,19 33,94 29,87 100,00
Pertunjukan

Seni Rupa 38,64 37,61 23,75 100,00 20,37 40,52 39,11 100,00

Total 59,96 34,33 5,70 100,00 59,53 33,80 6,67 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


100 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 4.1 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Kategori Lapangan Usaha, 2011-2016
LAPANGAN USAHA 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


A. Pertanian, Kehutanan
0 0 0 0 0 0
dan Perikanan

B. Pertambangan dan
0 0 0 0 0 0
Penggalian

C. Industri Pengolahan 6.900.669 7.656.584 7.350.301 7.184.876 7.500.541 8.065.318

D. Pengadaan Listrik
0 0 0 0 0 0
dan Gas
E. Pengadaan Air,
Pengelolaan Sampah, 0 0 0 0 0 0
Limbah, dan Daur Ulang

F. Konstruksi 0 0 0 0 0 0

G. Perdagangan Besar
dan Eceran; Reparasi dan 2.712.522 2.816.875 2.890.668 2.911.876 3.055.776 2.995.062
Perawatan Mobil
H. Transportasi dan
0 0 0 0 0 0
Pergudangan

I. Penyediaan Akomodasi
3.168.543 3.318.863 3.756.650 4.274.371 4.653.677 5.129.954
dan Makan Minum

J. Informasi dan
195.009 188.320 192.076 190.459 196.842 203.254
Komunikasi

K. Jasa Keuangan dan


0 0 0 0 0 0
Asuransi

L. Real Estate 0 0 0 0 0 0

M,N. Jasa Perusahaan 202.451 189.280 198.964 217.910 237.589 256.416

O. Administrasi
Pemerintahan,
0 0 0 0 0 0
Pertahanan dan Jaminan
Sosial

P. Jasa Pendidikan 137.005 185.204 159.188 201.382 163.693 153.774

Q. Jasa Kesehatan dan


0 0 0 0 0 0
Kegiatan Sosial

R, S, T, U. Jasa Lainnya 130.985 136.300 187.102 186.699 151.472 105.912

Total 13.447.184 14.491.426 14.734.949 15.167.573 15.959.590 16.909.690

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 101

Lampiran 4.2 Jumlah Penduduk Bekerja Menurut Menurut Kategori


Lapangan Usaha Secara Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor
Ekonomi Kreatif, Tahun 2016

LAPANGAN USAHA Semua sektor Sektor ekonomi kreatif

(1) (2) (3)

A. Pertanian, Kehutanan dan Perikanan 37.773.525 0

B. Pertambangan dan Penggalian 1.469.846 0

C. Industri Pengolahan 15.874.689 8.065.318

D. Pengadaan Listrik dan Gas 259.638 0

E. Pengadaan Air, Pengelolaan Sampah, Limbah, dan


241.758 0
Daur Ulang

F. Konstruksi 7.978.567 0

G. Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi dan


21.554.455 2.995.062
Perawatan Mobil

H. Transportasi dan Pergudangan 4.970.325 0

I. Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum 6.251.527 5.129.954

J. Informasi dan Komunikasi 683.504 203.254

K. Jasa Keuangan dan Asuransi 1.730.759 0

L. Real Estate 355.746 0

M,N. Jasa Perusahaan 1.437.413 256.416

O. Administrasi Pemerintahan, Pertahanan dan


4.986.503 0
Jaminan Sosial

P. Jasa Pendidikan 6.085.285 153.774

Q. Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial 1.753.332 0

R, S, T, U. Jasa Lainnya 5.005.101 105.912

Total 118.411.973 16.909.690

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


102 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 5.1 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Status Pekerjaan, 2011-2016

STATUS PEKERJAAN 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


Total 13.447.184 14.491.426 14.734.949 15.167.573 15.959.590 16.909.690
Berusaha sendiri 3.018.311 3.004.249 3.294.183 3.759.756 3.783.533 4.079.481
Berusaha dibantu 2.226.754 1.936.279 2.012.275 1.905.003 2.091.948 2.408.352
buruh tidak tetap
Berusaha dibantu 660.030 738.670 717.629 806.527 817.571 966.151
buruh tetap
Buruh/karyawan/ 5.644.604 6.641.187 6.540.117 6.580.912 6.932.758 7.049.077
pegawai
Pekerja bebas 434.415 461.107 403.669 449.446 543.678 428.763
Pekerja keluarga 1.463.070 1.709.934 1.767.076 1.665.929 1.790.102 1.977.866
Laki-laki 6.410.579 6.680.472 6.875.742 6.980.355 7.392.808 7.483.716
Berusaha sendiri 1.239.292 1.119.568 1.195.877 1.361.155 1.425.465 1.384.094
Berusaha dibantu 1.150.498 992.226 1.051.392 1.025.917 1.100.617 1.113.491
buruh tidak tetap
Berusaha dibantu 450.991 505.816 497.844 521.313 548.434 648.568
buruh tetap
Buruh/karyawan/ 3.063.278 3.491.149 3.515.652 3.493.785 3.668.350 3.673.143
pegawai
Pekerja bebas 178.849 182.912 188.842 195.747 257.996 183.752
Pekerja keluarga 327.671 388.801 426.135 382.438 391.946 480.668
Perempuan 7.036.605 7.810.954 7.859.207 8.187.218 8.566.782 9.425.974
Berusaha sendiri 1.779.019 1.884.681 2.098.306 2.398.601 2.358.068 2.695.387
Berusaha dibantu 1.076.256 944.053 960.883 879.086 991.331 1.294.861
buruh tidak tetap
Berusaha dibantu 209.039 232.854 219.785 285.214 269.137 317.583
buruh tetap
Buruh/karyawan/ 2.581.326 3.150.038 3.024.465 3.087.127 3.264.408 3.375.934
pegawai
Pekerja bebas 255.566 278.195 214.827 253.699 285.682 245.011
Pekerja keluarga 1.135.399 1.321.133 1.340.941 1.283.491 1.398.156 1.497.198
Perkotaan 9.730.939 10.181.525 10.387.386 10.713.372 11.532.887 11.883.481
Berusaha sendiri 1.940.373 1.830.235 1.995.081 2.284.099 2.416.280 2.572.133
Berusaha dibantu 1.534.019 1.146.796 1.291.061 1.243.101 1.367.531 1.495.742
buruh tidak tetap
Berusaha dibantu 520.561 593.083 564.732 644.411 667.968 783.468
buruh tetap
Buruh/karyawan/ 4.519.814 5.286.168 5.220.714 5.189.086 5.543.966 5.402.992
pegawai
Pekerja bebas 249.614 263.863 241.285 221.167 303.038 265.465
Pekerja keluarga 966.558 1.061.380 1.074.513 1.131.508 1.234.104 1.363.681
Perdesaan 3.716.245 4.309.901 4.347.563 4.454.201 4.426.703 5.026.209
Berusaha sendiri 1.077.938 1.174.014 1.299.102 1.475.657 1.367.253 1.507.348
Berusaha dibantu 692.735 789.483 721.214 661.902 724.417 912.610
buruh tidak tetap
Berusaha dibantu 139.469 145.587 152.897 162.116 149.603 182.683
buruh tetap
Buruh/karyawan/ 1.124.790 1.355.019 1.319.403 1.391.826 1.388.792 1.646.085
pegawai
Pekerja bebas 184.801 197.244 162.384 228.279 240.640 163.298
Pekerja keluarga 496.512 648.554 692.563 534.421 555.998 614.185
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 103

Lampiran 5.1 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Status Pekerjaan, 2011-2016

STATUS PEKERJAAN 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


Total 13.447.184 14.491.426 14.734.949 15.167.573 15.959.590 16.909.690
Berusaha sendiri 3.018.311 3.004.249 3.294.183 3.759.756 3.783.533 4.079.481
Berusaha dibantu 2.226.754 1.936.279 2.012.275 1.905.003 2.091.948 2.408.352
buruh tidak tetap
Berusaha dibantu 660.030 738.670 717.629 806.527 817.571 966.151
buruh tetap
Buruh/karyawan/ 5.644.604 6.641.187 6.540.117 6.580.912 6.932.758 7.049.077
pegawai
Pekerja bebas 434.415 461.107 403.669 449.446 543.678 428.763
Pekerja keluarga 1.463.070 1.709.934 1.767.076 1.665.929 1.790.102 1.977.866
Laki-laki 6.410.579 6.680.472 6.875.742 6.980.355 7.392.808 7.483.716
Berusaha sendiri 1.239.292 1.119.568 1.195.877 1.361.155 1.425.465 1.384.094
Berusaha dibantu 1.150.498 992.226 1.051.392 1.025.917 1.100.617 1.113.491
buruh tidak tetap
Berusaha dibantu 450.991 505.816 497.844 521.313 548.434 648.568
buruh tetap
Buruh/karyawan/ 3.063.278 3.491.149 3.515.652 3.493.785 3.668.350 3.673.143
pegawai
Pekerja bebas 178.849 182.912 188.842 195.747 257.996 183.752
Pekerja keluarga 327.671 388.801 426.135 382.438 391.946 480.668
Perempuan 7.036.605 7.810.954 7.859.207 8.187.218 8.566.782 9.425.974
Berusaha sendiri 1.779.019 1.884.681 2.098.306 2.398.601 2.358.068 2.695.387
Berusaha dibantu 1.076.256 944.053 960.883 879.086 991.331 1.294.861
buruh tidak tetap
Berusaha dibantu 209.039 232.854 219.785 285.214 269.137 317.583
buruh tetap
Buruh/karyawan/ 2.581.326 3.150.038 3.024.465 3.087.127 3.264.408 3.375.934
pegawai
Pekerja bebas 255.566 278.195 214.827 253.699 285.682 245.011
Pekerja keluarga 1.135.399 1.321.133 1.340.941 1.283.491 1.398.156 1.497.198
Perkotaan 9.730.939 10.181.525 10.387.386 10.713.372 11.532.887 11.883.481
Berusaha sendiri 1.940.373 1.830.235 1.995.081 2.284.099 2.416.280 2.572.133
Berusaha dibantu 1.534.019 1.146.796 1.291.061 1.243.101 1.367.531 1.495.742
buruh tidak tetap
Berusaha dibantu 520.561 593.083 564.732 644.411 667.968 783.468
buruh tetap
Buruh/karyawan/ 4.519.814 5.286.168 5.220.714 5.189.086 5.543.966 5.402.992
pegawai
Pekerja bebas 249.614 263.863 241.285 221.167 303.038 265.465
Pekerja keluarga 966.558 1.061.380 1.074.513 1.131.508 1.234.104 1.363.681
Perdesaan 3.716.245 4.309.901 4.347.563 4.454.201 4.426.703 5.026.209
Berusaha sendiri 1.077.938 1.174.014 1.299.102 1.475.657 1.367.253 1.507.348
Berusaha dibantu 692.735 789.483 721.214 661.902 724.417 912.610
buruh tidak tetap
Berusaha dibantu 139.469 145.587 152.897 162.116 149.603 182.683
buruh tetap
Buruh/karyawan/ 1.124.790 1.355.019 1.319.403 1.391.826 1.388.792 1.646.085
pegawai
Pekerja bebas 184.801 197.244 162.384 228.279 240.640 163.298
Pekerja keluarga 496.512 648.554 692.563 534.421 555.998 614.185
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
104 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 5.2 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Status Pekerjaan dan Jenis Kelamin, 2011-2016
STATUS 2011 2012
PEKERJAAN Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


Berusaha 41,06 58,94 100,00 37,27 62,73 100,00
sendiri
Berusaha
dibantu buruh 51,67 48,33 100,00 51,24 48,76 100,00
tidak tetap
Berusaha
dibantu buruh 68,33 31,67 100,00 68,48 31,52 100,00
tetap
Buruh/
karyawan/ 54,27 45,73 100,00 52,57 47,43 100,00
pegawai
Pekerja bebas 41,17 58,83 100,00 39,67 60,33 100,00
Pekerja
22,40 77,60 100,00 22,74 77,26 100,00
keluarga
Total 47,67 52,33 100,00 46,10 53,90 100,00
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 5.2 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Status Pekerjaan dan Jenis Kelamin, 2011-2016
(Lanjutan)
2013 2014
STATUS PEKERJAAN
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Berusaha sendiri 36,30 63,70 100,00 36,20 63,80 100,00
Berusaha dibantu buruh 52,25 47,75 100,00 53,85 46,15 100,00
tidak tetap
Berusaha dibantu buruh 69,37 30,63 100,00 64,64 35,36 100,00
tetap
Buruh/karyawan/pegawai 53,76 46,24 100,00 53,09 46,91 100,00
Pekerja bebas 46,78 53,22 100,00 43,55 56,45 100,00
Pekerja keluarga 24,12 75,88 100,00 22,96 77,04 100,00
Total 46,66 53,34 100,00 46,02 53,98 100,00
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 5.2 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Status Pekerjaan dan Jenis Kelamin, 2011-2016
(Lanjutan)
2015 2016
STATUS PEKERJAAN
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Berusaha sendiri 37,68 62,32 100,00 33,93 66,07 100,00
Berusaha dibantu 52,61 47,39 100,00 46,23 53,77 100,00
buruh tidak tetap
Berusaha dibantu 67,08 32,92 100,00 67,13 32,87 100,00
buruh tetap
Buruh/karyawan/ 52,91 47,09 100,00 52,11 47,89 100,00
pegawai
Pekerja bebas 47,45 52,55 100,00 42,86 57,14 100,00
Pekerja keluarga 21,90 78,10 100,00 24,30 75,70 100,00
Total 46,32 53,68 100,00 44,26 55,74 100,00
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 105

Lampiran 5.3 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja Menurut


Status Pekerjaan dan Jenis Kelamin Secara Nasional (Semua Sektor)
dan di Sektor Ekonomi Kreatif,
Tahun 2016
STATUS Semua Sektor Sektor Ekonomi Kreatif
PEKERJAAN Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Berusaha sendiri 61,05 38,95 100,00 33,93 66,07 100,00
Berusaha dibantu
70,98 29,02 100,00 46,23 53,77 100,00
buruh tidak tetap
Berusaha dibantu
80,32 19,68 100,00 67,13 32,87 100,00
buruh tetap
Buruh/karyawan/
64,03 35,97 100,00 52,11 47,89 100,00
pegawai
Pekerja bebas 77,70 22,30 100,00 42,86 57,14 100,00
Pekerja keluarga 26,87 73,13 100,00 24,30 75,70 100,00
Total 61,60 38,40 100,00 44,26 55,74 100,00
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 5.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Status Pekerjaan dan Daerah Tempat Tinggal,
2011-2016
STATUS 2011 2012
PEKERJAAN Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Berusaha sendiri 64,29 35,71 100,00 60,92 39,08 100,00
Berusaha dibantu
68,89 31,11 100,00 59,23 40,77 100,00
buruh tidak tetap
Berusaha dibantu
78,87 21,13 100,00 80,29 19,71 100,00
buruh tetap
Buruh/karyawan/
80,07 19,93 100,00 79,60 20,40 100,00
pegawai
Pekerja bebas 57,46 42,54 100,00 57,22 42,78 100,00

Pekerja keluarga 66,06 33,94 100,00 62,07 37,93 100,00

Total 72,36 27,64 100,00 70,26 29,74 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 5.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Status Pekerjaan dan Daerah Tempat Tinggal,
2011-2016 (Lanjutan)
STATUS 2013 2014
PEKERJAAN Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Berusaha sendiri 60,56 39,44 100,00 60,75 39,25 100,00
Berusaha dibantu 64,16 35,84 100,00 65,25 34,75 100,00
buruh tidak tetap
Berusaha dibantu 78,69 21,31 100,00 79,90 20,10 100,00
buruh tetap
Buruh/karyawan/ 79,83 20,17 100,00 78,85 21,15 100,00
pegawai
Pekerja bebas 59,77 40,23 100,00 49,21 50,79 100,00

Pekerja keluarga 60,81 39,19 100,00 67,92 32,08 100,00

Total 70,49 29,51 100,00 70,63 29,37 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
106 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 5.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Status Pekerjaan dan Daerah Tempat Tinggal,
2011-2016 (Lanjutan)
STATUS 2015 2016
PEKERJAAN Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Berusaha sendiri 63,86 36,14 100,00 63,05 36,95 100,00


Berusaha dibantu 65,37 34,63 100,00 62,11 37,89 100,00
buruh tidak tetap
Berusaha dibantu 81,70 18,30 100,00 81,09 18,91 100,00
buruh tetap
Buruh/karyawan/ 79,97 20,03 100,00 76,65 23,35 100,00
pegawai
Pekerja bebas 55,74 44,26 100,00 61,91 38,09 100,00

Pekerja keluarga 68,94 31,06 100,00 68,95 31,05 100,00

Total 72,26 27,74 100,00 70,28 29,72 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 5.5 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja Menurut


Kelompok Umur dan Daerah Tempat Tinggal Secara Nasional
(Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016
STATUS Semua Sektor Sektor Ekonomi Kreatif
PEKERJAAN Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Berusaha sendiri 52,55 47,45 100,00 63,05 36,95 100,00
Berusaha dibantu 31,67 68,33 100,00 62,11 37,89 100,00
buruh tidak tetap
Berusaha dibantu 63,09 36,91 100,00 81,09 18,91 100,00
buruh tetap
Buruh/karyawan/ 69,51 30,49 100,00 76,65 23,35 100,00
pegawai
Pekerja bebas 41,27 58,73 100,00 61,91 38,09 100,00
Pekerja keluarga 30,98 69,02 100,00 68,95 31,05 100,00
Total 51,92 48,08 100,00 70,28 29,72 100,00
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 107

Lampiran 5.6 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Kegiatan Formal/Informal, 2011-2016

KEGIATAN 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Total 13.447.184 14.491.426 14.734.949 15.167.573 15.959.590 16.909.690

Formal 6.304.634 7.379.857 7.257.746 7.387.439 7.750.329 8.015.228

Informal 7.142.550 7.111.569 7.477.203 7.780.134 8.209.261 8.894.462

Laki-laki 6.410.579 6.680.472 6.875.742 6.980.355 7.392.808 7.483.716

Formal 3.514.269 3.996.965 4.013.496 4.015.098 4.216.784 4.321.711

Informal 2.896.310 2.683.507 2.862.246 2.965.257 3.176.024 3.162.005

Perempuan 7.036.605 7.810.954 7.859.207 8.187.218 8.566.782 9.425.974

Formal 2.790.365 3.382.892 3.244.250 3.372.341 3.533.545 3.693.517

Informal 4.246.240 4.428.062 4.614.957 4.814.877 5.033.237 5.732.457

Perkotaan 9.730.939 10.181.525 10.387.386 10.713.372 11.532.887 11.883.481

Formal 5.040.375 5.879.251 5.785.446 5.833.497 6.211.934 6.186.460

Informal 4.690.564 4.302.274 4.601.940 4.879.875 5.320.953 5.697.021

Perdesaan 3.716.245 4.309.901 4.347.563 4.454.201 4.426.703 5.026.209

Formal 1.264.259 1.500.606 1.472.300 1.553.942 1.538.395 1.828.768

Informal 2.451.986 2.809.295 2.875.263 2.900.259 2.888.308 3.197.441

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


108 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 5.7 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kegiatan Formal/Informal dan Jenis Kelamin,
2011-2016
2011 2012
KEGIATAN
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Formal 55,74 44,26 100,00 54,16 45,84 100,00

Informal 40,55 59,45 100,00 37,73 62,27 100,00

Total 47,67 52,33 100,00 46,10 53,90 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 5.7 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kegiatan Formal/Informal dan Jenis Kelamin,
2011-2016 (Lanjutan)
2013 2014
KEGIATAN
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Formal 55,30 44,70 100,00 54,35 45,65 100,00

Informal 38,28 61,72 100,00 38,11 61,89 100,00

Total 46,66 53,34 100,00 46,02 53,98 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 5.7 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kegiatan Formal/Informal dan Jenis Kelamin,
2011-2016 (Lanjutan)
2015 2016
KEGIATAN
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Formal 54,41 45,59 100,00 53,92 46,08 100,00

Informal 38,69 61,31 100,00 35,55 64,45 100,00

Total 46,32 53,68 100,00 44,26 55,74 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 109

Lampiran 5.8 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja Menurut


Kegiatan Formal/Informal dan Jenis Kelamin Secara Nasional
(Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016
Semua Sektor Sektor Ekonomi Kreatif
KEGIATAN
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Formal 65,45 34,55 100,00 53,92 46,08 100,00

Informal 58,77 41,23 100,00 35,55 64,45 100,00

Total 61,60 38,40 100,00 44,26 55,74 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 5.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kegiatan Formal/Informal dan Daerah Tempat
Tinggal, 2011-2016
2011 2012
KEGIATAN
Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Formal 79,95 20,05 100,00 79,67 20,33 100,00

Informal 65,67 34,33 100,00 60,50 39,50 100,00

Total 72,36 27,64 100,00 70,26 29,74 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 5.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kegiatan Formal/Informal dan Jenis Kelamin dan
Daerah Tempat Tinggal, 2011-2016 (Lanjutan)
2013 2014
KEGIATAN
Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Formal 79,71 20,29 100,00 78,97 21,03 100,00

Informal 61,55 38,45 100,00 62,72 37,28 100,00

Total 70,49 29,51 100,00 70,63 29,37 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 5.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kegiatan Formal/Informal dan Jenis Kelamin dan
Daerah Tempat Tinggal, 2011-2016 (Lanjutan)
2015 2016
KEGIATAN
Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Formal 80,15 19,85 100,00 77,18 22,82 100,00

Informal 64,82 35,18 100,00 64,05 35,95 100,00

Total 72,26 27,74 100,00 70,28 29,72 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
110 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 5.10 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja


Menurut Kegiatan Formal/Informal dan Daerah Tempat Tinggal
Secara Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif,
Tahun 2016
Semua Sektor Sektor Ekonomi Kreatif
KEGIATAN
Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Formal 68,95 31,05 100,00 77,18 22,82 100,00

Informal 39,39 60,61 100,00 64,05 35,95 100,00

Total 51,92 48,08 100,00 70,28 29,72 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 5.11 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Sub Sektor Ekonomi Kreatif dan Kegiatan Formal/
Informal, 2011-2016

SUBSEKTOR 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Formal 6.304.634 7.379.857 7.257.746 7.387.439 7.750.329 8.015.228

Arsitektur 38.709 47.477 42.340 40.486 42.954 44.317

Desain 16.722 15.638 10.533 15.038 17.642 22.477

Film, Animasi,
31.166 32.748 32.516 31.089 33.789 33.902
dan Video

Fotografi 29.796 34.603 30.419 33.015 39.565 39.758

Kriya 1.818.312 2.066.691 1.993.945 1.979.599 2.055.928 1.989.760

Kuliner 1.623.823 1.823.224 1.887.737 1.971.141 2.235.642 2.492.988

Musik 28.232 27.493 25.888 26.519 30.557 30.590

Fashion 2.184.287 2.734.620 2.631.231 2.686.306 2.654.319 2.694.289

Aplikasi dan
28.385 26.461 29.328 32.071 30.652 28.270
Game Developer

Penerbitan 332.590 381.290 370.490 379.130 376.446 369.158

Periklanan 30.197 30.822 29.813 30.428 33.631 35.824

Televisi dan Radio 47.867 58.030 59.963 60.409 67.091 69.255

Seni Pertunjukan 74.915 75.754 91.960 85.623 106.398 127.666

Seni Rupa 19.633 25.006 21.583 16.585 25.715 36.974

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 111

Lampiran 5.11 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Sub Sektor Ekonomi Kreatif dan Kegiatan Formal/Informal, 2011-
2016 (Lanjutan)

SUBSEKTOR 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


Informal 7.142.550 7.111.569 7.477.203 7.780.134 8.209.261 8.894.462

Arsitektur 7.381 4.732 10.436 11.552 9.256 9.527

Desain 3.225 6.585 12.149 7.011 4.841 1.490

Film, Animasi,
2.980 1.885 2.632 5.199 3.570 5.644
dan Video

Fotografi 30.635 30.690 35.481 33.203 27.786 30.068

Kriya 1.549.923 1.485.184 1.386.165 1.407.140 1.584.270 1.727.719

Kuliner 3.972.261 4.023.555 4.436.531 4.888.687 5.175.091 5.490.271

Musik 22.557 24.276 27.303 26.845 23.678 26.301

Fashion 1.369.236 1.387.176 1.384.537 1.219.123 1.201.138 1.435.055

Aplikasi dan
4.746 8.231 6.716 4.808 8.652 12.795
Game Developer

Penerbitan 107.929 71.224 84.549 75.124 84.828 95.421

Periklanan 2.931 3.178 5.477 4.727 5.410 5.166

Televisi dan
4.742 130 1.225 728 2.650 2.039
Radio

Seni Pertunjukan 50.449 53.651 67.466 74.431 63.486 43.328

Seni Rupa 13.555 11.072 16.536 21.556 14.605 9.638

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


112 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 5.12 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Kegiatan Formal/
Informal, 2011-2016
2011 2012
SUBSEKTOR
Formal Informal Total Formal Informal Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Arsitektur 83,99 16,01 100,00 90,94 9,06 100,00

Desain 83,83 16,17 100,00 70,37 29,63 100,00


Film, Animasi,
91,27 8,73 100,00 94,56 5,44 100,00
dan Video
Fotografi 49,31 50,69 100,00 53,00 47,00 100,00

Kriya 53,98 46,02 100,00 58,19 41,81 100,00

Kuliner 29,02 70,98 100,00 31,18 68,82 100,00

Musik 55,59 44,41 100,00 53,11 46,89 100,00

Fashion 61,47 38,53 100,00 66,35 33,65 100,00

Aplikasi dan
85,68 14,32 100,00 76,27 23,73 100,00
Game Developer

Penerbitan 75,50 24,50 100,00 84,26 15,74 100,00

Periklanan 91,15 8,85 100,00 90,65 9,35 100,00

Televisi dan Radio 90,99 9,01 100,00 99,78 0,22 100,00

Seni Pertunjukan 59,76 40,24 100,00 58,54 41,46 100,00

Seni Rupa 59,16 40,84 100,00 69,31 30,69 100,00

Total 46,88 53,12 100,00 50,93 49,07 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 113

Lampiran 5.12 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Kegiatan Formal/
Informal, 2011-2016 (Lanjutan)
2013 2014
SUBSEKTOR
Formal Informal Total Formal Informal Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Arsitektur 80,23 19,77 100,00 77,80 22,20 100,00

Desain 46,44 53,56 100,00 68,20 31,80 100,00


Film, Animasi,
92,51 7,49 100,00 85,67 14,33 100,00
dan Video
Fotografi 46,16 53,84 100,00 49,86 50,14 100,00

Kriya 58,99 41,01 100,00 58,45 41,55 100,00

Kuliner 29,85 70,15 100,00 28,73 71,27 100,00

Musik 48,67 51,33 100,00 49,69 50,31 100,00

Fashion 65,52 34,48 100,00 68,78 31,22 100,00

Aplikasi dan
81,37 18,63 100,00 86,96 13,04 100,00
Game Developer

Penerbitan 81,42 18,58 100,00 83,46 16,54 100,00

Periklanan 84,48 15,52 100,00 86,55 13,45 100,00

Televisi dan
98,00 2,00 100,00 98,81 1,19 100,00
Radio
Seni
57,68 42,32 100,00 53,50 46,50 100,00
Pertunjukan

Seni Rupa 56,62 43,38 100,00 43,48 56,52 100,00

Total 49,26 50,74 100,00 48,71 51,29 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
114 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 5.12 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Kegiatan Formal/
Informal, 2011-2016 (Lanjutan)
2015 2016
SUBSEKTOR
Formal Informal Total Formal Informal Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Arsitektur 82,27 17,73 100,00 82,31 17,69 100,00

Desain 78,47 21,53 100,00 93,78 6,22 100,00


Film, Animasi,
90,44 9,56 100,00 85,73 14,27 100,00
dan Video
Fotografi 58,74 41,26 100,00 56,94 43,06 100,00

Kriya 56,48 43,52 100,00 53,52 46,48 100,00

Kuliner 30,17 69,83 100,00 31,23 68,77 100,00

Musik 56,34 43,66 100,00 53,77 46,23 100,00

Fashion 68,85 31,15 100,00 65,25 34,75 100,00

Aplikasi dan
77,99 22,01 100,00 68,84 31,16 100,00
Game Developer

Penerbitan 81,61 18,39 100,00 79,46 20,54 100,00

Periklanan 86,14 13,86 100,00 87,40 12,60 100,00

Televisi dan
96,20 3,80 100,00 97,14 2,86 100,00
Radio
Seni
62,63 37,37 100,00 74,66 25,34 100,00
Pertunjukan

Seni Rupa 63,78 36,22 100,00 79,32 20,68 100,00

Total 48,56 51,44 100,00 47,40 52,60 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 115

Lampiran 6.1 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Jenis Pekerjaan, 2011-2016

JENIS PEKERJAAN 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

1. Tenaga Profesional,
Teknisi Dan Tenaga 416.525 419.916 467.350 487.319 498.980 402.040
Lain Ybdi

2. Tenaga Kepemimpinan
179.456 131.858 173.303 134.920 175.424 125.432
Dan Ketatalaksanaan

3. Pejabat Pelaksana,
Tenaga Tata Usaha Dan 435.337 504.504 485.486 501.917 572.180 640.222
Tenaga Ybdi

4. Tenaga Usaha
4.466.290 4.628.787 4.942.914 5.419.967 5.670.907 5.099.031
Penjualan

5. Tenaga Usaha Jasa 820.464 891.452 949.881 1.039.122 1.162.101 1.439.582

6. T U Tani, Kebun,
Ternak2, Ikan, Hutan Dan 0 0 0 0 0 0
Perburuan

7/8/9. Tenaga Produksi


Op Alat Angkutan Dan 7.129.112 7.914.909 7.716.015 7.584.328 7.879.998 9.119.245
Pekerja Kasar

X/00. Lainnya 0 0 0 0 0 84.138

TOTAL 13.447.184 14.491.426 14.734.949 15.167.573 15.959.590 16.909.690

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


116 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 6.2 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Jenis Pekerjaan dan Jenis Kelamin, 2011-2016
JENIS PEKERJAAN 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Laki-Laki 6.410.579 6.680.472 6.875.742 6.980.355 7.392.808 7.483.716

1. Tenaga
Profesional,
Teknisi Dan 299.303 269.521 349.623 345.116 356.932 273.475
Tenaga Lain
Ybdi
2. Tenaga
Kepemimpinan 129.565 107.758 131.963 100.843 130.385 93.909
Dan
Ketatalaksanaan
3. Pejabat
Pelaksana,
Tenaga Tata 202.917 247.163 226.452 218.603 263.853 289.629
Usaha Dan
Tenaga Ybdi
4. Tenaga Usaha 1.983.521 2.004.942 2.101.814 2.250.178 2.421.937 2.190.770
Penjualan
5. Tenaga Usaha 435.320 462.572 489.754 547.068 605.628 626.294
Jasa
6. T U Tani,
Kebun, Ternak2, 0 0 0 0 0 0
Ikan, Hutan Dan
Perburuan
7/8/9. Tenaga
Produksi Op Alat 3.359.953 3.588.516 3.576.136 3.518.547 3.614.073 3.931.597
Angkutan Dan
Pekerja Kasar
X/00. Lainnya 0 0 0 0 0 78.042

Perempuan 7.036.605 7.810.954 7.859.207 8.187.218 8.566.782 9.425.974

1. Tenaga
Profesional,
Teknisi Dan 117.222 150.395 117.727 142.203 142.048 128.565
Tenaga Lain
Ybdi
2. Tenaga
Kepemimpinan 49.891 24.100 41.340 34.077 45.039 31.523
Dan
Ketatalaksanaan
3. Pejabat
Pelaksana,
Tenaga Tata 232.420 257.341 259.034 283.314 308.327 350.593
Usaha Dan
Tenaga Ybdi
4. Tenaga Usaha 2.482.769 2.623.845 2.841.100 3.169.789 3.248.970 2.908.261
Penjualan
5. Tenaga Usaha 385.144 428.880 460.127 492.054 556.473 813.288
Jasa
6. T U Tani,
Kebun, Ternak2, 0 0 0 0 0 0
Ikan, Hutan Dan
Perburuan
7/8/9. Tenaga
Produksi Op Alat 3.769.159 4.326.393 4.139.879 4.065.781 4.265.925 5.187.648
Angkutan Dan
Pekerja Kasar
X/00. Lainnya 0 0 0 0 0 6.096

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 117

Lampiran 6.3 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Jenis Pekerjaan dan Daerah Tempat Tinggal, 2011-2016
JENIS PEKERJAAN 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Perkotaan 9.730.939 10.181.525 10.387.386 10.713.372 11.532.887 11.883.481

1. Tenaga
Profesional, 349.257 311.534 380.941 371.792 397.417 298.343
Teknisi Dan Tenaga
Lain Ybdi
2. Tenaga
Kepemimpinan 165.043 118.422 146.585 122.968 156.397 117.359
Dan
Ketatalaksanaan
3. Pejabat
Pelaksana, Tenaga 412.365 475.274 457.475 477.574 539.831 523.447
Tata Usaha Dan
Tenaga Ybdi
4. Tenaga Usaha 3.270.796 3.331.081 3.536.598 3.912.378 4.194.211 3.673.498
Penjualan
5. Tenaga Usaha 655.700 696.239 736.397 817.882 923.670 1.066.743
Jasa
6. T U Tani,
Kebun, Ternak2, 0 0 0 0 0 0
Ikan, Hutan Dan
Perburuan
7/8/9. Tenaga
Produksi Op Alat 4.877.778 5.248.975 5.129.390 5.010.778 5.321.361 6.135.121
Angkutan Dan
Pekerja Kasar
X/00. Lainnya 0 0 0 0 0 68.970

Perdesaan 3.716.245 4.309.901 4.347.563 4.454.201 4.426.703 5.026.209

1. Tenaga
Profesional, 67.268 108.382 86.409 115.527 101.563 103.697
Teknisi Dan Tenaga
Lain Ybdi
2. Tenaga
Kepemimpinan 14.413 13.436 26.718 11.952 19.027 8.073
Dan
Ketatalaksanaan
3. Pejabat
Pelaksana, Tenaga 22.972 29.230 28.011 24.343 32.349 116.775
Tata Usaha Dan
Tenaga Ybdi
4. Tenaga Usaha 1.195.494 1.297.706 1.406.316 1.507.589 1.476.696 1.425.533
Penjualan
5. Tenaga Usaha 164.764 195.213 213.484 221.240 238.431 372.839
Jasa
6. T U Tani,
Kebun, Ternak2, 0 0 0 0 0 0
Ikan, Hutan Dan
Perburuan
7/8/9. Tenaga
Produksi Op Alat 2.251.334 2.665.934 2.586.625 2.573.550 2.558.637 2.984.124
Angkutan Dan
Pekerja Kasar
X/00. Lainnya 0 0 0 0 0 15.168

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


118 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 6.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Jenis Pekerjaan dan Jenis Kelamin, 2011-2016
2011 2012
JENIS PEKERJAAN
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


1. Tenaga Profesional,
Teknisi Dan Tenaga 71,86 28,14 100,00 64,18 35,82 100,00
Lain Ybdi
2. Tenaga Kepemimpinan 72,20 27,80 100,00 81,72 18,28 100,00
Dan Ketatalaksanaan
3. Pejabat Pelaksana,
Tenaga Tata Usaha Dan 46,61 53,39 100,00 48,99 51,01 100,00
Tenaga Ybdi
4. Tenaga Usaha Penjualan 44,41 55,59 100,00 43,31 56,69 100,00

5. Tenaga Usaha Jasa 53,06 46,94 100,00 51,89 48,11 100,00


6. T U Tani, Kebun,
Ternak2, Ikan, Hutan Dan 0 0 0 0 0 0
Perburuan
7/8/9. Tenaga Produksi
Op Alat Angkutan Dan 47,13 52,87 100,00 45,34 54,66 100,00
Pekerja Kasar
X/00. Lainnya 0 0 0 0 0 0

Total 47,67 52,33 100,00 46,10 53,90 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 6.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Jenis Pekerjaan dan Jenis Kelamin, 2011-2016
(Lanjutan)
2013 2014
JENIS PEKERJAAN
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


1. Tenaga
Profesional, Teknisi 74,81 25,19 100,00 70,82 29,18 100,00
Dan Tenaga Lain
Ybdi
2. Tenaga
Kepemimpinan Dan 76,15 23,85 100,00 74,74 25,26 100,00
Ketatalaksanaan
3. Pejabat
Pelaksana, Tenaga 46,64 53,36 100,00 43,55 56,45 100,00
Tata Usaha Dan
Tenaga Ybdi
4. Tenaga Usaha 42,52 57,48 100,00 41,52 58,48 100,00
Penjualan
5. Tenaga Usaha 51,56 48,44 100,00 52,65 47,35 100,00
Jasa
6. T U Tani, Kebun,
Ternak2, Ikan, Hutan 0 0 0 0 0 0
Dan Perburuan
7/8/9. Tenaga
Produksi Op Alat 46,35 53,65 100,00 46,39 53,61 100,00
Angkutan Dan
Pekerja Kasar
X/00. Lainnya 0 0 0 0 0 0

Total 46,66 53,34 100,00 46,02 53,98 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 119

Lampiran 6.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Jenis Pekerjaan dan Jenis Kelamin, 2011-2016
(Lanjutan)
2015 2016
JENIS PEKERJAAN
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


1. Tenaga
Profesional, Teknisi 71,53 28,47 100,00 68,02 31,98 100,00
Dan Tenaga Lain
Ybdi
2. Tenaga
Kepemimpinan Dan 74,33 25,67 100,00 74,87 25,13 100,00
Ketatalaksanaan
3. Pejabat
Pelaksana, Tenaga 46,11 53,89 100,00 45,24 54,76 100,00
Tata Usaha Dan
Tenaga Ybdi
4. Tenaga Usaha 42,71 57,29 100,00 42,96 57,04 100,00
Penjualan
5. Tenaga Usaha 52,11 47,89 100,00 43,51 56,49 100,00
Jasa
6. T U Tani,
Kebun, Ternak2, 0 0 0 92,75 7,25 100,00
Ikan, Hutan Dan
Perburuan
7/8/9. Tenaga
Produksi Op Alat 45,86 54,14 100,00 43,11 56,89 100,00
Angkutan Dan
Pekerja Kasar

X/00. Lainnya 0 0 0 0 0 0

Total 46,32 53,68 100,00 44,26 55,74 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 6.5 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja Menurut


Jenis Pekerjaan dan Jenis Kelamin Secara Nasional (Semua Sektor)
dan di Sektor Ekonomi Kreatif Tahun 2016
Semua Sektor Sektor Ekonomi Kreatif
JENIS PEKERJAAN
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Tenaga
Profesional, Teknisi 43,87 56,13 100,00 68,02 31,98 100,00
Dan Tenaga Lain Ybdi

2. Tenaga
Kepemimpinan Dan 83,00 17,00 100,00 74,87 25,13 100,00
Ketatalaksanaan

3. Pejabat Pelaksana,
Tenaga Tata Usaha 55,92 44,08 100,00 45,24 54,76 100,00
Dan Tenaga Ybdi
4. Tenaga Usaha 47,66 52,34 100,00 42,96 57,04 100,00
Penjualan

5. Tenaga Usaha Jasa 38,58 61,42 100,00 43,51 56,49 100,00

6. T U Tani, Kebun,
Ternak2, Ikan, Hutan 63,29 36,71 100,00 0 0 0
Dan Perburuan
7/8/9. Tenaga
Produksi Op Alat 75,04 24,96 100,00 43,11 56,89 100,00
Angkutan Dan
Pekerja Kasar

X/00. Lainnya 96,61 3,39 100,00 92,75 7,25 100,00

Total 61,60 38,40 100,00 44,26 55,74 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


120 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 6.6 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Jenis Pekerjaan dan Daerah Tempat Tinggal, 2011-
2016
2011 2012
JENIS PEKERJAAN
Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Tenaga
Profesional, Teknisi 83,85 16,15 100,00 74,19 25,81 100,00
Dan Tenaga Lain Ybdi
2. Tenaga
Kepemimpinan Dan 91,97 8,03 100,00 89,81 10,19 100,00
Ketatalaksanaan
3. Pejabat Pelaksana,
Tenaga Tata Usaha 94,72 5,28 100,00 94,21 5,79 100,00
Dan Tenaga Ybdi
4. Tenaga Usaha 73,23 26,77 100,00 71,96 28,04 100,00
Penjualan

5. Tenaga Usaha Jasa 79,92 20,08 100,00 78,10 21,90 100,00

6. T U Tani, Kebun,
Ternak2, Ikan, Hutan 0 0 0 0 0 0
Dan Perburuan
7/8/9. Tenaga
Produksi Op Alat 68,42 31,58 100,00 66,32 33,68 100,00
Angkutan Dan
Pekerja Kasar

X/00. Lainnya 0 0 0 0 0 0

Total 72,36 27,64 100,00 70,26 29,74 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 6.6 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Jenis Pekerjaan dan Daerah Tempat Tinggal, 2011-
2016 (Lanjutan)
2013 2014
JENIS PEKERJAAN
Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Tenaga
Profesional, Teknisi 81,51 18,49 100,00 76,29 23,71 100,00
Dan Tenaga Lain Ybdi
2. Tenaga
Kepemimpinan Dan 84,58 15,42 100,00 91,14 8,86 100,00
Ketatalaksanaan
3. Pejabat Pelaksana,
Tenaga Tata Usaha 94,23 5,77 100,00 95,15 4,85 100,00
Dan Tenaga Ybdi
4. Tenaga Usaha 71,55 28,45 100,00 72,18 27,82 100,00
Penjualan

5. Tenaga Usaha Jasa 77,53 22,47 100,00 78,71 21,29 100,00

6. T U Tani, Kebun,
Ternak2, Ikan, Hutan 0 0 0 0 0 0
Dan Perburuan
7/8/9. Tenaga
Produksi Op Alat 66,48 33,52 100,00 66,07 33,93 100,00
Angkutan Dan
Pekerja Kasar

X/00. Lainnya 0 0 0 0 0 0

Total 70,49 29,51 100,00 70,63 29,37 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 121

Lampiran 6.6 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Jenis Pekerjaan dan Daerah Tempat Tinggal, 2011-
2016 (Lanjutan)
2015 2016
JENIS PEKERJAAN
Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
1. Tenaga
Profesional, Teknisi 79,65 20,35 100,00 74,21 25,79 100,00
Dan Tenaga Lain Ybdi
2. Tenaga
Kepemimpinan Dan 89,15 10,85 100,00 93,56 6,44 100,00
Ketatalaksanaan
3. Pejabat Pelaksana,
Tenaga Tata Usaha 94,35 5,65 100,00 81,76 18,24 100,00
Dan Tenaga Ybdi
4. Tenaga Usaha 73,96 26,04 100,00 72,04 27,96 100,00
Penjualan
5. Tenaga Usaha Jasa 79,48 20,52 100,00 74,10 25,90 100,00

6. T U Tani, Kebun,
Ternak2, Ikan, 0 0 0 81,97 18,03 100,00
Hutann Dan
Perburuan
7/8/9. Tenaga
Produksi Op Alat 67,53 32,47 100,00 67,28 32,72 100,00
Angkutan Dan
Pekerja Kasar
X/00. Lainnya 0 0 0 81,97 18,03 100,00

Total 72,26 27,74 100,00 70,28 29,72 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 6.7 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja Menurut


Jenis Pekerjaan dan Daerah Tempat Tinggal Secara Nasional (Semua
Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016
Semua Sektor Sektor Ekonomi Kreatif
JENIS PEKERJAAN
Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


1. Tenaga
Profesional, Teknisi 66,55 33,45 100,00 74,21 25,79 100,00
Dan Tenaga Lain
Ybdi
2. Tenaga
Kepemimpinan Dan 73,14 26,86 100,00 93,56 6,44 100,00
Ketatalaksanaan
3. Pejabat Pelaksana,
Tenaga Tata Usaha 77,52 22,48 100,00 81,76 18,24 100,00
Dan Tenaga Ybdi
4. Tenaga Usaha 67,23 32,77 100,00 72,04 27,96 100,00
Penjualan

5. Tenaga Usaha Jasa 75,02 24,98 100,00 74,10 25,90 100,00

6. T U Tani, Kebun,
Ternak2, Ikan, 19,95 80,05 100,00 0 0 0
Hutann Dan
Perburuan
7/8/9. Tenaga
Produksi Op Alat 61,10 38,90 100,00 67,28 32,72 100,00
Angkutan Dan
Pekerja Kasar

X/00. Lainnya 75,84 24,16 100,00 81,97 18,03 100,00

Total 51,92 48,08 100,00 70,28 29,72 100,00

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


122 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 6.8 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Kategori White/Blue Collar, 2011-2016

WHITE/BLUE
2011 2012 2013 2014 2015 2016
COLLAR

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Total 13.447.184 14.491.426 14.734.949 15.167.573 15.959.590 16.909.690

White Collar 1.031.318 1.056.278 1.126.139 1.124.156 1.246.584 1.167.694

Blue Collar 12.415.866 13.435.148 13.608.810 14.043.417 14.713.006 15.741.996

Laki-laki 6.410.579 6.680.472 6.875.742 6.980.355 7.392.808 7.483.716

White Collar 631.785 624.442 708.038 664.562 751.170 657.013

Blue Collar 5.778.794 6.056.030 6.167.704 6.315.793 6.641.638 6.826.703

Perempuan 7.036.605 7.810.954 7.859.207 8.187.218 8.566.782 9.425.974

White Collar 399.533 431.836 418.101 459.594 495.414 510.681

Blue Collar 6.637.072 7.379.118 7.441.106 7.727.624 8.071.368 8.915.293

Perkotaan 9.730.939 10.181.525 10.387.386 10.713.372 11.532.887 11.883.481

White Collar 926.665 905.230 985.001 972.334 1.093.645 939.149

Blue Collar 8.804.274 9.276.295 9.402.385 9.741.038 10.439.242 10.944.332

Perdesaan 3.716.245 4.309.901 4.347.563 4.454.201 4.426.703 5.026.209

White Collar 104.653 151.048 141.138 151.822 152.939 228.545

Blue Collar 3.611.592 4.158.853 4.206.425 4.302.379 4.273.764 4.797.664

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016


TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 123

Lampiran 6.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kategori White/Blue Collar dan Jenis Kelamin,
2011-2016
2011 2012
WHITE/BLUE
COLLAR
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

White Collar 61,26 38,74 100,00 59,12 40,88 100,00

Blue Collar 46,54 53,46 100,00 45,08 54,92 100,00

Total 47,67 52,33 100,00 46,10 53,90 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 6.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kategori White/Blue Collar dan Jenis Kelamin,
2011-2016 (Lanjutan)
2013 2014
WHITE/BLUE
COLLAR
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

White Collar 62,87 37,13 100,00 59,12 40,88 100,00

Blue Collar 45,32 54,68 100,00 44,97 55,03 100,00

Total 46,66 53,34 100,00 46,02 53,98 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 6.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kategori White/Blue Collar dan Jenis Kelamin,
2011-2016 (Lanjutan)
2015 2016
WHITE/BLUE
COLLAR
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

White Collar 60,26 39,74 100,00 56,27 43,73 100,00

Blue Collar 45,14 54,86 100,00 43,37 56,63 100,00

Total 46,32 53,68 100,00 44,26 55,74 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 6.10 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja


Menurut Menurut Kategori White/Blue Collar dan Jenis Kelamin
Secara Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif
Tahun 2016
Semua Sektor Sektor Ekonomi Kreatif
WHITE/BLUE
COLLAR Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

White Collar 52,41 47,59 100,00 56,27 43,73 100,00

Blue Collar 63,22 36,78 100,00 43,37 56,63 100,00

Total 61,60 38,40 100,00 44,26 55,74 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
124 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 6.11 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kategori White/Blue Collar dan Daerah Tempat
Tinggal, 2011-2016
WHITE/BLUE 2011 2012
COLLAR Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
White Collar 89,85 10,15 100,00 85,70 14,30 100,00

Blue Collar 70,91 29,09 100,00 69,04 30,96 100,00

Total 72,36 27,64 100,00 70,26 29,74 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 6.11 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kategori White/Blue Collar dan Daerah Tempat
Tinggal, 2011-2016 (Lanjutan)
WHITE/BLUE 2013 2014
COLLAR Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
White Collar 87,47 12,53 100,00 86,49 13,51 100,00

Blue Collar 69,09 30,91 100,00 69,36 30,64 100,00

Total 70,49 29,51 100,00 70,63 29,37 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 6.11 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kategori White/Blue Collar dan Daerah Tempat
Tinggal, 2011-2016 (Lanjutan)
WHITE/BLUE 2015 2016
COLLAR Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
White Collar 87,73 12,27 100,00 80,43 19,57 100,00

Blue Collar 70,95 29,05 100,00 69,52 30,48 100,00

Total 72,26 27,74 100,00 70,28 29,72 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 6.12 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja


Menurut Menurut Kategori White/Blue Collar dan Daerah Tempat
Tinggal Secara Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi
Kreatif, Tahun 2016
WHITE/BLUE Semua Sektor Sektor Ekonomi Kreatif
COLLAR Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
White Collar 72,04 27,96 100,00 80,43 19,57 100,00

Blue Collar 48,38 51,62 100,00 69,52 30,48 100,00

Total 51,92 48,08 100,00 70,28 29,72 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 125

Lampiran 6.13 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Kategori White/Blue Collar,
2011-2016
SUBSEKTOR 2011 2012 2013 2014 2015 2016
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
White Collar 1.031.318 1.056.278 1.126.139 1.124.156 1.246.584 1.167.694

Arsitektur 40.291 44.722 44.276 45.563 50.106 43.690

Desain 10.588 4.718 6.704 7.990 9.238 13.801


Film, Animasi, dan
20.399 19.366 20.313 15.787 12.051 26.168
Video
Fotografi 17.163 17.799 14.228 13.765 22.375 23.529

Kriya 161.197 189.663 190.384 167.348 192.546 211.705

Kuliner 173.503 169.339 208.761 183.815 224.864 213.386

Musik 30.770 14.758 32.434 14.034 27.222 23.275

Fashion 279.215 300.401 301.197 324.009 326.297 211.102


Aplikasi dan Game
27.313 30.150 30.094 31.380 35.442 30.621
Developer
Penerbitan 102.702 115.434 120.813 128.645 134.657 146.048

Periklanan 25.365 21.499 17.218 24.548 28.521 36.667

Televisi dan Radio 38.850 36.944 37.479 43.268 51.543 34.315

Seni Pertunjukan 92.353 79.451 89.395 103.562 113.936 129.913

Seni Rupa 11.609 12.034 12.843 20.442 17.786 23.474


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 6.13 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Kategori White/Blue Collar,
2011-2016 (Lanjutan)
SUBSEKTOR 2011 2012 2013 2014 2015 2016
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Blue Collar 12.415.866 13.435.148 13.608.810 14.043.417 14.713.006 15.741.996

Arsitektur 5.799 7.487 8.500 6.475 2.104 10.154

Desain 9.359 17.505 15.978 14.059 13.245 10.166


Film, Animasi, dan
13.747 15.267 14.835 20.501 25.308 13.378
Video
Fotografi 43.268 47.494 51.672 52.453 44.976 46.297

Kriya 3.207.038 3.362.212 3.189.726 3.219.391 3.447.652 3.505.774

Kuliner 5.422.581 5.677.440 6.115.507 6.676.013 7.185.869 7.769.873

Musik 20.019 37.011 20.757 39.330 27.013 33.616

Fashion 3.274.308 3.821.395 3.714.571 3.581.420 3.529.160 3.918.242


Aplikasi dan Game
5.818 4.542 5.950 5.499 3.862 10.444
Developer
Penerbitan 337.817 337.080 334.226 325.609 326.617 318.531

Periklanan 7.763 12.501 18.072 10.607 10.520 4.323

Televisi dan Radio 13.759 21.216 23.709 17.869 18.198 36.979

Seni Pertunjukan 33.011 49.954 70.031 56.492 55.948 41.081

Seni Rupa 21.579 24.044 25.276 17.699 22.534 23.138


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
126 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 6.14 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Kategori White/
Blue Collar, 2011-2016
2011 2012
SUBSEKTOR White Blue White Blue
Total Total
Collar Collar Collar Collar
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Arsitektur 87,42 12,58 100,00 85,66 14,34 100,00
Desain 53,08 46,92 100,00 21,23 78,77 100,00
Film, Animasi, dan Video 59,74 40,26 100,00 55,92 44,08 100,00
Fotografi 28,40 71,60 100,00 27,26 72,74 100,00
Kriya 4,79 95,21 100,00 5,34 94,66 100,00
Kuliner 3,10 96,90 100,00 2,90 97,10 100,00
Musik 60,58 39,42 100,00 28,51 71,49 100,00
Fashion 7,86 92,14 100,00 7,29 92,71 100,00
Aplikasi dan Game Developer 82,44 17,56 100,00 86,91 13,09 100,00
Penerbitan 23,31 76,69 100,00 25,51 74,49 100,00
Arsitektur 76,57 23,43 100,00 63,23 36,77 100,00
Desain Interior 73,85 26,15 100,00 63,52 36,48 100,00
Desain Komunikasi Visual 73,67 26,33 100,00 61,40 38,60 100,00
Desain Produk 34,98 65,02 100,00 33,36 66,64 100,00
Film, Animasi, dan Video 7,67 92,33 100,00 7,29 92,71 100,00
Fotografi 87,42 12,58 100,00 85,66 14,34 100,00
Total 7,67 92,33 100,00 7,29 02,71 100,00
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 6.14 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Kategori White/
Blue Collar,
2011-2016 (Lanjutan)
2013 2014
SUBSEKTOR White Blue White Blue
Total Total
Collar Collar Collar Collar
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Arsitektur 83,89 16,11 100,00 87,56 12,44 100,00
Desain 29,56 70,44 100,00 36,24 63,76 100,00
Film, Animasi, dan Video 57,79 42,21 100,00 43,50 56,50 100,00
Fotografi 21,59 78,41 100,00 20,79 79,21 100,00
Kriya 5,63 94,37 100,00 4,94 95,06 100,00
Kuliner 3,30 96,70 100,00 2,68 97,32 100,00
Musik 60,98 39,02 100,00 26,30 73,70 100,00
Fashion 7,50 92,50 100,00 8,30 91,70 100,00
Aplikasi dan Game Developer 83,49 16,51 100,00 85,09 14,91 100,00
Penerbitan 26,55 73,45 100,00 28,32 71,68 100,00
Arsitektur 48,79 51,21 100,00 69,83 30,17 100,00
Desain Interior 61,25 38,75 100,00 70,77 29,23 100,00
Desain Komunikasi Visual 56,07 43,93 100,00 64,70 35,30 100,00
Desain Produk 33,69 66,31 100,00 53,60 46,40 100,00
Film, Animasi, dan Video 7,64 92,36 100,00 7,41 92,59 100,00
Fotografi 83,89 16,11 100,00 87,56 12,44 100,00
Total 7,64 92,36 100,00 7,41 92,59 100,00
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 127

Lampiran 6.14 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Kategori White/
Blue Collar,
2011-2016 (Lanjutan)
2015 2016
SUBSEKTOR White Blue White Blue
Total Total
Collar Collar Collar Collar
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Arsitektur 95,97 4,03 100,00 81,14 18,86 100,00
Desain 41,09 58,91 100,00 57,58 42,42 100,00
Film, Animasi, dan Video 32,26 67,74 100,00 66,17 33,83 100,00
Fotografi 33,22 66,78 100,00 33,70 66,30 100,00
Kriya 5,29 94,71 100,00 5,69 94,31 100,00
Kuliner 3,03 96,97 100,00 2,67 97,33 100,00
Musik 50,19 49,81 100,00 40,91 59,09 100,00
Fashion 8,46 91,54 100,00 5,11 94,89 100,00
Aplikasi dan Game Developer 90,17 9,83 100,00 74,57 25,43 100,00
Penerbitan 29,19 70,81 100,00 31,44 68,56 100,00
Arsitektur 73,05 26,95 100,00 89,45 10,55 100,00
Desain Interior 73,91 26,09 100,00 48,13 51,87 100,00
Desain Komunikasi Visual 67,07 32,93 100,00 75,98 24,02 100,00
Desain Produk 44,11 55,89 100,00 50,36 49,64 100,00
Film, Animasi, dan Video 7,81 92,19 100,00 6,91 93,09 100,00
Fotografi 95,97 4,03 100,00 81,14 18,86 100,00
Total 7,81 92,19 100,00 6,91 93,09 100,00
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
128 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 7.1 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Jam Kerja, 2011-2016
JAM KERJA 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


Total 13.447.184 14.491.426 14.734.949 15.167.573 15.959.590 16.909.690
0 Jam *) 422.879 521.748 1.290.041 468.015 250.201 375.652
1-14 Jam 487.295 545.445 759.389 603.851 621.706 790.867
15-34 Jam 2.063.383 2.292.287 2.638.191 2.551.790 2.686.405 2.709.861
35-48 Jam 6.040.017 6.636.414 6.063.862 6.687.884 7.296.749 7.340.110
Lebih dari 48 Jam 4.433.610 4.495.532 3.983.466 4.856.033 5.104.529 5.693.200
Laki-laki 6.410.579 6.680.472 6.875.742 6.980.355 7.392.808 7.483.716
0 Jam *) 169.568 193.673 608.088 214.020 109.355 146.679
1-14 Jam 141.264 136.617 221.715 149.820 155.680 219.979
15-34 Jam 648.260 693.047 964.894 789.580 767.658 735.793
35-48 Jam 3.021.172 3.243.610 2.979.544 3.317.992 3.637.379 3.507.780
Lebih dari 48 Jam 2.430.315 2.413.525 2.101.501 2.508.943 2.722.736 2.873.485
Perempuan 7.036.605 7.810.954 7.859.207 8.187.218 8.566.782 9.425.974
0 Jam *) 253.311 328.075 681.953 253.995 140.846 228.973
1-14 Jam 346.031 408.828 537.674 454.031 466.026 570.888
15-34 Jam 1.415.123 1.599.240 1.673.297 1.762.210 1.918.747 1.974.068
35-48 Jam 3.018.845 3.392.804 3.084.318 3.369.892 3.659.370 3.832.330
Lebih dari 48 Jam 2.003.295 2.082.007 1.881.965 2.347.090 2.381.793 2.819.715
Perkotaan 9.730.939 10.181.525 10.387.386 10.713.372 11.532.887 11.883.481
0 Jam *) 273.267 314.355 836.891 297.893 168.148 222.594
1-14 Jam 288.934 325.525 449.020 386.495 388.572 503.210
15-34 Jam 1.212.527 1.315.331 1.532.369 1.485.700 1.626.874 1.659.700
35-48 Jam 4.593.137 4.867.712 4.546.467 4.999.475 5.606.368 5.438.064
Lebih dari 48 Jam 3.363.074 3.358.602 3.022.639 3.543.809 3.742.925 4.059.913
Perdesaan 3.716.245 4.309.901 4.347.563 4.454.201 4.426.703 5.026.209
0 Jam *) 149.612 207.393 453.150 170.122 82.053 153.058
1-14 Jam 198.361 219.920 310.369 217.356 233.134 287.657
15-34 Jam 850.856 976.956 1.105.822 1.066.090 1.059.531 1.050.161
35-48 Jam 1.446.880 1.768.702 1.517.395 1.688.409 1.690.381 1.902.046
Lebih dari 48 Jam 1.070.536 1.136.930 960.827 1.312.224 1.361.604 1.633.287
Ket: *) Termasuk sementara tidak bekerja
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 129

Lampiran 7.2 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Jam Kerja dan Jenis Kelamin, 2011-2016
2011 2012
JAM KERJA
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
0 *) 40,10 59,90 100,00 37,12 62,88 100,00

1-14 28,99 71,01 100,00 25,05 74,95 100,00

15-34 31,42 68,58 100,00 30,23 69,77 100,00

35-48 50,02 49,98 100,00 48,88 51,12 100,00

49+ 54,82 45,18 100,00 53,69 46,31 100,00

Total 47,67 52,33 100,00 46,10 53,90 100,00


Ket: *) Termasuk sementara tidak bekerja
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 7.2 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Jam Kerja dan Jenis Kelamin, 2011-2016 (Lanjutan)
2013 2014
JAM KERJA
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
0 *) 47,14 52,86 100,00 45,73 54,27 100,00

1-14 29,20 70,80 100,00 24,81 75,19 100,00

15-34 36,57 63,43 100,00 30,94 69,06 100,00

35-48 49,14 50,86 100,00 49,61 50,39 100,00

49+ 52,76 47,24 100,00 51,67 48,33 100,00

Total 46,66 53,34 100,00 46,02 53,98 100,00


Ket: *) Termasuk sementara tidak bekerja
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 7.2 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Jam Kerja dan Jenis Kelamin, 2011-2016 (Lanjutan)
2015 2016
JAM KERJA
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
0 *) 43,71 56,29 100,00 39,05 60,95 100,00

1-14 25,04 74,96 100,00 27,81 72,19 100,00

15-34 28,58 71,42 100,00 27,15 72,85 100,00

35-48 49,85 50,15 100,00 47,79 52,21 100,00

49+ 53,34 46,66 100,00 50,47 49,53 100,00

Total 46,32 53,68 100,00 44,26 55,74 100,00


Ket: *) Termasuk sementara tidak bekerja
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
130 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 7.3 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja Menurut


Jam Kerja dan Jenis Kelamin Secara Nasional (Semua Sektor) dan di
Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016
Semua Sektor Sektor Ekonomi Kreatif
JAM KERJA
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
0 *) 63,28 36,72 100,00 39,05 60,95 100,00

1-14 41,63 58,37 100,00 27,81 72,19 100,00

15-34 52,76 47,24 100,00 27,15 72,85 100,00

35-48 66,62 33,38 100,00 47,79 52,21 100,00

49+ 67,20 32,80 100,00 50,47 49,53 100,00

Total 61,60 38,40 100,00 44,26 55,74 100,00


Ket: *) Termasuk sementara tidak bekerja
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 7.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Jam Kerja dan Daerah Tempat Tinggal, 2011-2016
2011 2012
JAM KERJA
Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
0 *) 52,25 47,75 100,00 50,53 49,47 100,00

1-14 33,35 66,65 100,00 33,88 66,12 100,00

15-34 30,43 69,57 100,00 34,31 65,69 100,00

35-48 54,16 45,84 100,00 53,10 46,90 100,00

49+ 56,70 43,30 100,00 58,76 41,24 100,00

Total 48,63 51,37 100,00 49,85 50,15 100,00


Ket: *) Termasuk sementara tidak bekerja
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 7.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Jam Kerja dan Daerah Tempat Tinggal, 2011-2016
(Lanjutan)
2013 2014
JAM KERJA
Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

0 *) 48,51 51,49 100,00 54,61 45,39 100,00

1-14 39,18 60,82 100,00 39,03 60,97 100,00

15-34 34,33 65,67 100,00 32,09 67,91 100,00

35-48 58,62 41,38 100,00 56,62 43,38 100,00

49+ 59,88 40,12 100,00 56,71 43,29 100,00

Total 52,03 47,97 100,00 50,63 49,37 100,00


Ket: *) Termasuk sementara tidak bekerja
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 131

Lampiran 7.4 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Jam Kerja dan Daerah Tempat Tinggal, 2011-2016
(Lanjutan)
2015 2016
JAM KERJA
Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
0 *) 56,26 43,74 100,00 63,13 36,87 100,00

1-14 46,45 53,55 100,00 50,07 49,93 100,00

15-34 39,61 60,39 100,00 51,45 48,55 100,00

35-48 62,53 37,47 100,00 62,81 37,19 100,00

49+ 61,49 38,51 100,00 63,87 36,13 100,00

Total 56,65 43,35 100,00 60,92 39,08 100,00


Ket: *) Termasuk sementara tidak bekerja
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 7.5 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja Menurut


Jam Kerja dan Daerah Tempat Tinggal Secara Nasional (Semua
Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016
Semua Sektor Sektor Ekonomi Kreatif
JAM KERJA
Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

0 *) 48,20 51,80 100,00 59,26 40,74 100,00

1-14 36,51 63,49 100,00 63,63 36,37 100,00

15-34 34,97 65,03 100,00 61,25 38,75 100,00

35-48 58,74 41,26 100,00 74,09 25,91 100,00

49+ 61,84 38,16 100,00 71,31 28,69 100,00

Total 51,92 48,08 100,00 70,28 29,72 100,00


Ket: *) Termasuk sementara tidak bekerja
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
132 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 7.6 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Kategori Excessive Hours, 2011-2016
EXCESSIVE
2011 2012 2013 2014 2015 2016
HOURS

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


Total 13.447.184 14.491.426 14.734.949 15.167.573 15.959.590 16.909.690
Ya 4.433.610 4.495.532 3.983.466 4.856.033 5.104.529 5.693.200
Tidak 9.013.574 9.995.894 10.751.483 10.311.540 10.855.061 11.216.490
Laki-laki 6.410.579 6.680.472 6.875.742 6.980.355 7.392.808 7.483.716
Ya 2.430.315 2.413.525 2.101.501 2.508.943 2.722.736 2.873.485
Tidak 3.980.264 4.266.947 4.774.241 4.471.412 4.670.072 4.610.231
Perempuan 7.036.605 7.810.954 7.859.207 8.187.218 8.566.782 9.425.974
Ya 2.003.295 2.082.007 1.881.965 2.347.090 2.381.793 2.819.715
Tidak 5.033.310 5.728.947 5.977.242 5.840.128 6.184.989 6.606.259
Perkotaan 9.730.939 10.181.525 10.387.386 10.713.372 11.532.887 11.883.481
Ya 3.363.074 3.358.602 3.022.639 3.543.809 3.742.925 4.059.913
Tidak 6.367.865 6.822.923 7.364.747 7.169.563 7.789.962 7.823.568
Perdesaan 3.716.245 4.309.901 4.347.563 4.454.201 4.426.703 5.026.209
Ya 1.070.536 1.136.930 960.827 1.312.224 1.361.604 1.633.287
Tidak 2.645.709 3.172.971 3.386.736 3.141.977 3.065.099 3.392.922
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 7.7 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kategori Excessive Hours dan Jenis Kelamin,
2011-2016
EXCESSIVE 2011 2012
HOURS Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Ya 54,82 45,18 100,00 53,69 46,31 100,00

Tidak 44,16 55,84 100,00 42,69 57,31 100,00

Total 47,67 52,33 100,00 46,10 53,90 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 7.7 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kategori Excessive Hours dan Jenis Kelamin,
2011-2016 (Lanjutan)
EXCESSIVE 2013 2014
HOURS Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Ya 52,76 47,24 100,00 51,67 48,33 100,00

Tidak 44,41 55,59 100,00 43,36 56,64 100,00

Total 46,66 53,34 100,00 46,02 53,98 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 133

Lampiran 7.7 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kategori Excessive Hours dan Jenis Kelamin,
2011-2016 (Lanjutan)
2015 2016
EXCESSIVE
HOURS
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Ya 53,34 46,66 100,00 50,47 49,53 100,00

Tidak 43,02 56,98 100,00 41,10 58,90 100,00

Total 46,32 53,68 100,00 44,26 55,74 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 7.8 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja Menurut


Kategori Excessive Hours dan Jenis Kelamin Secara Nasional (Semua
Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif, Tahun 2016
EXCESSIVE Semua Sektor Sektor Ekonomi Kreatif
HOURS Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Ya 68,62 31,38 100,00 50,47 49,53 100,00

Tidak 58,58 41,42 100,00 41,10 58,90 100,00

Total 61,60 38,40 100,00 44,26 55,74 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 7.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kategori Excessive Hours dan Daerah Tempat
Tinggal, 2011-2016
EXCESSIVE 2011 2012
HOURS Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Ya 75,85 24,15 100,00 74,71 25,29 100,00

Tidak 70,65 29,35 100,00 68,26 31,74 100,00

Total 72,36 27,64 100,00 70,26 29,74 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 7.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kategori Excessive Hours dan Daerah Tempat
Tinggal, 2011-2016 (Lanjutan)
EXCESSIVE 2013 2014
HOURS Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Ya 75,88 24,12 100,00 72,98 27,02 100,00

Tidak 68,50 31,50 100,00 69,53 30,47 100,00

Total 70,49 29,51 100,00 70,63 29,37 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
134 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 7.9 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Kategori Excessive Hours dan Daerah Tempat
Tinggal, 2011-2016 (Lanjutan)
EXCESSIVE 2015 2016
HOURS Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Ya 73,33 26,67 100,00 71,31 28,69 100,00

Tidak 71,76 28,24 100,00 69,75 30,25 100,00

Total 72,26 27,74 100,00 70,28 29,72 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 7.10 Perbandingan Persentase Penduduk Bekerja


Menurut Kategori Excessive Hours dan Daerah Tempat Tinggal
Secara Nasional (Semua Sektor) dan di Sektor Ekonomi Kreatif,
Tahun 2016
EXCESSIVE Semua Sektor Sektor Ekonomi Kreatif
HOURS Perkotaan Perdesaan Total Perkotaan Perdesaan Total

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Ya 57,91 42,09 100,00 71,31 28,69 100,00

Tidak 49,35 50,65 100,00 69,75 30,25 100,00

Total 51,92 48,08 100,00 70,28 29,72 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 7.11 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Kategori Excessive Hours,
2011-2016

SUBSEKTOR 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


Excessive Hours 4.433.610 4.495.532 3.983.466 4.856.033 5.104.529 5.693.200
Arsitektur 6.124 12.276 9.891 12.107 6.800 9.628
Desain 4.903 4.626 5.442 2.417 6.495 5.982
Film, Animasi, dan Video 9.580 9.561 10.676 10.018 8.064 4.805
Fotografi 12.683 19.165 16.938 15.750 17.559 21.186
Kriya 895.652 885.411 688.271 790.193 814.539 861.039
Kuliner 2.221.769 2.186.271 2.239.683 2.862.837 3.009.117 3.309.839
Musik 15.077 16.973 15.712 14.770 19.552 17.498
Fashion 1.090.082 1.179.086 811.582 984.033 1.046.748 1.265.848
Aplikasi dan Game
6.231 5.663 5.487 8.160 5.345 10.253
Developer
Penerbitan 119.538 115.981 104.725 97.739 95.859 123.306
Periklanan 8.407 10.620 6.618 2.418 11.697 7.903
Televisi dan Radio 16.240 12.914 14.052 15.454 11.954 23.437
Seni Pertunjukan 16.841 25.194 45.958 31.889 36.119 21.355
Seni Rupa 10.483 11.791 8.431 8.248 14.681 11.121
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 135

Lampiran 7.11 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Kategori Excessive Hours,
2011-2016 (Lanjutan)
SUBSEKTOR 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


Non Excessive Hours 9.013.574 9.995.894 10.751.483 10.311.540 10.855.061 11.216.490
Arsitektur 39.966 39.933 42.885 39.931 45.410 44.216
Desain 15.044 17.597 17.240 19.632 15.988 17.985
Film, Animasi, dan Video 24.566 25.072 24.472 26.270 29.295 34.741
Fotografi 47.748 46.128 48.962 50.468 49.792 48.640
Kriya 2.472.583 2.666.464 2.691.839 2.596.546 2.825.659 2.856.440
Kuliner 3.374.315 3.660.508 4.084.585 3.996.991 4.401.616 4.673.420
Musik 35.712 34.796 37.479 38.594 34.683 39.393
Fashion 2.463.441 2.942.710 3.204.186 2.921.396 2.808.709 2.863.496
Aplikasi dan Game
26.900 29.029 30.557 28.719 33.959 30.812
Developer
Penerbitan 320.981 336.533 350.314 356.515 365.415 341.273
Periklanan 24.721 23.380 28.672 32.737 27.344 33.087
Televisi dan Radio 36.369 45.246 47.136 45.683 57.787 47.857
Seni Pertunjukan 108.523 104.211 113.468 128.165 133.765 149.639
Seni Rupa 22.705 24.287 29.688 29.893 25.639 35.491
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 7.12 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Kategori Excessive
Hours, 2011-2016
2011 2012

SUBSEKTOR Non Non


Excessive Excessive
Excessive Total Excessive Total
Hours Hours
Hours Hours
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Arsitektur 13,29 86,71 100,00 23,51 76,49 100,00
Desain 24,58 75,42 100,00 20,82 79,18 100,00
Film, Animasi, dan Video 28,06 71,94 100,00 27,61 72,39 100,00
Fotografi 20,99 79,01 100,00 29,35 70,65 100,00
Kriya 26,59 73,41 100,00 24,93 75,07 100,00
Kuliner 39,70 60,30 100,00 37,39 62,61 100,00
Musik 29,69 70,31 100,00 32,79 67,21 100,00
Fashion 30,68 69,32 100,00 28,61 71,39 100,00
Aplikasi dan Game
18,81 81,19 100,00 16,32 83,68 100,00
Developer
Penerbitan 27,14 72,86 100,00 25,63 74,37 100,00
Periklanan 25,38 74,62 100,00 31,24 68,76 100,00
Televisi dan Radio 30,87 69,13 100,00 22,20 77,80 100,00
Seni Pertunjukan 13,43 86,57 100,00 19,47 80,53 100,00
Seni Rupa 31,59 68,41 100,00 32,68 67,32 100,00
Total 13,29 86,71 100,00 23,51 76,49 100,00
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
136 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 7.12 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Kategori Excessive
Hours, 2011-2016 (Lanjutan)
2013 2014
SUBSEKTOR Non Non
Excessive Excessive
Excessive Total Excessive Total
Hours Hours
Hours Hours
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Arsitektur 18,74 81,26 100,00 23,27 76,73 100,00

Desain 23,99 76,01 100,00 10,96 89,04 100,00

Film, Animasi, dan Video 30,37 69,63 100,00 27,61 72,39 100,00

Fotografi 25,70 74,30 100,00 23,79 76,21 100,00

Kriya 20,36 79,64 100,00 23,33 76,67 100,00

Kuliner 35,41 64,59 100,00 41,73 58,27 100,00

Musik 29,54 70,46 100,00 27,68 72,32 100,00

Fashion 20,21 79,79 100,00 25,20 74,80 100,00


Aplikasi dan Game
15,22 84,78 100,00 22,13 77,87 100,00
Developer
Penerbitan 23,01 76,99 100,00 21,52 78,48 100,00

Periklanan 18,75 81,25 100,00 6,88 93,12 100,00

Televisi dan Radio 22,97 77,03 100,00 25,28 74,72 100,00

Seni Pertunjukan 28,83 71,17 100,00 19,92 80,08 100,00

Seni Rupa 22,12 77,88 100,00 21,63 78,37 100,00

Total 18,74 81,26 100,00 23,27 76,73 100,00


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 7.12 Persentase Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi


Kreatif Menurut Subsektor Ekonomi Kreatif dan Kegiatan Kategori
Excessive Hours, 2011-2016 (Lanjutan)
2015 2016
SUBSEKTOR Non Non
Excessive Excessive
Excessive Total Excessive Total
Hours Hours
Hours Hours
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)
Arsitektur 13,02 86,98 100,00 17,88 82,12 100,00
Desain 28,89 71,11 100,00 24,96 75,04 100,00
Film, Animasi, dan Video 21,59 78,41 100,00 12,15 87,85 100,00
Fotografi 26,07 73,93 100,00 30,34 69,66 100,00
Kriya 22,38 77,62 100,00 23,16 76,84 100,00
Kuliner 40,60 59,40 100,00 41,46 58,54 100,00
Musik 36,05 63,95 100,00 30,76 69,24 100,00
Fashion 27,15 72,85 100,00 30,65 69,35 100,00
Aplikasi dan Game
13,60 86,40 100,00 24,97 75,03 100,00
Developer
Penerbitan 20,78 79,22 100,00 26,54 73,46 100,00
Periklanan 29,96 70,04 100,00 19,28 80,72 100,00
Televisi dan Radio 17,14 82,86 100,00 32,87 67,13 100,00
Seni Pertunjukan 21,26 78,74 100,00 12,49 87,51 100,00
Seni Rupa 36,41 63,59 100,00 23,86 76,14 100,00
Total 13,02 86,98 100,00 17,88 82,12 100,00
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 137

Lampiran 8.1 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


Menurut Kategori Setengah Penganggura, 2011-2016
KATEGORI
SETENGAH 2011 2012 2013 2014 2015 2016
PENGANGGURAN

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Setengah
976.475 990.514 841.400 667.918 772.553 777.875
Pengangguran

Bukan Setengah
12.470.709 13.500.912 13.893.549 14.499.655 15.187.037 16.131.815
Pengangguran

Total 13.447.184 14.491.426 14.734.949 15.167.573 15.959.590 16.909.690


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 8.2 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


yang Termasuk ke dalam Kategori Setengah Pengangguran
Menurut Jenis Kelamin, 2011-2016

JENIS KELAMIN 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Laki-Laki 365.287 322.912 388.274 269.605 300.899 290.370

Perempuan 611.188 667.602 453.126 398.313 471.654 487.505

Total 976.475 990.514 841.400 667.918 772.553 777.875

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 8.3 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


yang Termasuk ke dalam Kategori Setengah Pengangguran
Menurut Daerah Tempat Tinggal, 2011-2016
DAERAH TEMPAT
2011 2012 2013 2014 2015 2016
TINGGAL
(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Perkotaan 636.414 569.857 501.186 391.977 454.195 478.517

Perdesaan 340.061 420.657 340.214 275.941 318.358 299.358

Total 976.475 990.514 841.400 667.918 772.553 777.875


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
138 TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016

Lampiran 8.4 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


yang Termasuk ke dalam Kategori Setengah Pengangguran
Menurut Kelompok Umur, 2011-2016
JENIS PEKERJAAN 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Muda (15-24) 208.318 226.701 243.992 185.039 203.025 259.053

Dewasa (25-59) 697.604 735.931 573.332 459.326 543.295 501.160

Lansia (60+) 70.553 27.882 24.076 23.553 26.233 17.662

Total 976.475 990.514 841.400 667.918 772.553 777.875


Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016

Lampiran 8.5 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


yang Termasuk ke dalam Kategori Setengah Pengangguran
Menurut Tingkat Pendidikan, 2011-2016
JENIS PEKERJAAN 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)


Rendah 677.497 657.014 549.985 403.502 469.738 416.935
SMP Ke Bawah)
Menengah 262.677 283.876 250.268 224.443 232.705 280.391
(SMA Sederajat)
Tinggi 36.301 49.624 41.147 39.973 70.110 80.549
(Diploma Ke Atas)
Total 976.475 990.514 841.400 667.918 772.553 777.875
Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016
TENAGA KERJA EKONOMI KREATIF 2011-2016 139

Lampiran 8.6 Jumlah Penduduk Bekerja di Sektor Ekonomi Kreatif


yang Termasuk ke dalam Kategori Setengah Pengangguran
Menurut Subsektor, 2011-2016
SUBSEKTOR 2011 2012 2013 2014 2015 2016

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7)

Arsitektur 3.183 1.807 2.021 914 808 832

Desain 1.122 453 1.520 1.219 3.220 6.820


Film, Animasi, dan
1.807 435 1.284 1.569 113 8.068
Video
Fotografi 6.157 4.749 7.480 8.829 13.167 17.420

Kriya 248.443 259.759 241.380 149.439 166.385 144.877

Kuliner 465.399 466.039 352.528 324.070 388.401 432.192

Musik 4.773 4.872 6.070 4.186 4.530 0

Fashion 187.732 217.106 170.959 128.734 137.635 124.864


Aplikasi dan Game
2.305 1.988 2.901 2.640 1.914 779
Developer
Penerbitan 27.881 15.955 20.606 9.454 14.989 13.244

Periklanan 1.877 840 4.493 96 2.971 0

Televisi dan Radio 1.257 2.471 2.351 1.799 4.782 1.947

Seni Pertunjukan 21.946 13.414 25.789 32.335 30.912 23.960

Seni Rupa 2.593 626 2.018 2.634 2.726 2.872

Total 976.475 990.514 841.400 667.918 772.553 777.875

Sumber: BPS RI, Sakernas 2011-2016