Anda di halaman 1dari 5

Nyeri akut berhubungan dengan agen cidera biologis ditandai dengan pasien mengeluh nyeri terasa di kepala sebelah

kanan dan leher kanan, rasa nyut-nyut, dengan hasil pengkajian nyeri didapatkan bahwa P: ca epidemoid, Q: seperti
diiris-iris, R: kepala sebelah kanan dan leher kanan, S: 3 (0-10), T: saat dilakukan dressing luka, pasien tampak
meringis kesakitan dengan tanda tanda vital (T: 36,7 C, P: 78x/menit, R: 23x/menit, BP: 130/80 mmHg.

Patient Out Come Intervensi Rasional Implementasi Evaluasi


Setelah dilakukan tindakan 1. Kaji skala nyeri 1. Pendekatan 1. Mengkaji skala nyeri S: pasien mengatakan
keperawatan selama 30 komprehensif dengan menanyakan “nyeri masih terasa
menit, pasien dengan untuk skala nyeri PQRST berkurang setelah
masalah keperawatan menentukan Hasil: dilakukan
nyeri akut dapat teratasi intervensi P: ca epidemoid, Q: perawatan luka
dengan kriteria hasil: seperti diiris-iris, R: karena perban
1. Pasien melaporkan kepala sebelah kanan sudah diganti
nyeri rasa di tusuk- dan leher kanan, S: 3 dengan yang baru
tusukdi dada kiri (0-10), T: saat jadi luka tidak
sampai perut kiri atas dilakukan dressing lengket di perban
yang tembus ke luka tersebut ”.
belakang berkurang (09:00) (14:00)
2. Pengkajian nyeri 2. Kaji TTV 2. Tanda-tanda 2. Mengkaji tanda-tanda O:
didapatkan: vital yang vital pasien dengan Pasien tidak
P: ca epidemoid mengalami cara menggunakan tampak meringis
Q: seperti diiris-iris perubahan dari spigmanometer kesakitan lagi
R: kepala sebelah tanda-tanda (mengukur tekanan P: ca epidemoid
kanan dan leher kanan vital pasien darah selama 5 Q: seperti diiris-
S: 3 (0-10) biasanya menit), dengan iris
T: saat dilakukan menandakan thermometer untuk R: : kepala
dressing luka terjadinya mengukur suhu tubuh sebelah kanan dan
3. Pasien tidak meringis gangguan pasien (5 menit), leher kanan
kesakitan sistem vital dengan detik jam S: 3 (0-10)
4. TTV dalam batas tubuh untuk menghitung T: saat
normal: pernapasan dan nadi dilakukan
T: 36,5 – 37,5 C pasien (2 menit, dressing luka
P: 60 – 100 x/menit masing-masing 1 T: 37 C
R: 18-24 x/menit menit) P: 80x/menit
BP: 120/80 mmHg Hasil: R:24x/menit
T: 36,5C BP: 120/70
P: 75 x/menit mmHg
R:25x/menit (14:10)
BP: 140/90 mmHg
(09:10) A: Masalah nyeri
3. Beri posisi 3. Dapat 3. Memberikan posisi akut belum
nyaman mengurangi nyaman kepada teratasi
ketegangan pasien (semi fowler)
pada dada, Hasil: P:
perut, dan posisi tidur dengan 1. Kaji skala
punggung punggung bersandar nyeri
sehingga dapat di bantal ataudengan 2. Kaji TTV
mengurangi posisi ketinggian 15- 3. Beri posisi
nyeri 30 o nyaman
(09:20) 4. Beri
lingkungan
4. Beri lingkungan 4. Lingkungan 4. Memberikan tenang dan
tenang dan yang tenang lingkungan tenang nyaman
nyaman akan dan nyaman (seperti 5. Evaluasi
menurunkan membatasi jumlah kemampuan
stimulus nyeri pengunjung dan pasien dalam
dan membuat mengganti linen teknik
pasien merasa tempat tidur pasien) relaksasi dan
rileks (tidak (09:25) distraksi saat
tegang dan merasa nyeri
stress) 6. Kolaborasi
5. Beri informasi 5. Pengetahuan 5. Memberikan dengan dokter
tentang penyebab tentang informasi tentang dalam
nyeri kepada mengurangi penyebab nyeri pemberian
pasien dan nyeri dan kepada pasien dan obat antinyeri
keluarga mengurangi keluarga seperti
kecemasan menjelaskan
pasien serta mengenai perlunya
keluarga jika mengganti perban
pasien setiap 2 hari sekali
mengalam nyeri (09:30)
hebat

6. Ajarkan teknik 6. Dapat 6. Mengajarkan teknik


relaksasi dan menurunkan relaksasi seperti
distraksi stimulus nyeri menarik napas dalam
dan dan panjang lewat
memandirikan hidung dan
pasien untuk menghembuskannya
mengatasi rasa secara perlahan
nyerinya melalui mulut pasien
selama merasa nyeri
dan distraksi
pengalihan nyeri
dengan melakukan
aktivitas menonton
TV, membaca Koran,
atau berbicara dengan
keluarga dan pasien
lainnya
(09:40)
7. Kolaborasi 7. Mengurangi 7. Melakukan
dengan dokter stimulus nyeri kolaborasi dengan
dalam pemberian dokter dalam
antinyeri pemberian obat: anti
nyeri seperti
a. Injeksi Ketorolac
10 gr (IV)
diberikan 3 x 1
vial/hari