Anda di halaman 1dari 13

MAKALAH

INTERNAL AUDIT
TEMUAN AUDIT

Disusun Oleh :
Latifatul Choiriyah Umami NIM : 01115065
Regina Sisca Fortunata NIM : 01115008
Rida Silviatul Hidayah NIM : 01115094
Vianti Poedji Pratiwi NIM : 01115009

Dosen Pengampuh:
Rony Wardhana, SE., M.Ak., CPAI

FAKULTAS EKONOMI AKUNTANSI


UNIVERSITAS NAROTAMA SURABAYA
Tahun 2017
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT telah memberikan
rahmat serta karunia-Nya kepada kami sehingga kami berhasil menyelesaikan
Tugas Makalah ini tentang “Temuan Audit” pada internal Audit alhamdulillah
tepat pada waktunya.
Kami menyadari bahwa tugas ini masih jauh dari sempurna dan tidak terlepas
dari kekurangan, oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak bersifat
membangun selalu kami harapkan demi kesempurnaan tugas ini.
Diharapkan Tugas ini dapat bermanfaat dalam memberikan informasi kepada
kita semua tentang mengenai Temuan Audit

Surabaya, 8 Desember 2017

Penyusun

i
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR .................................................................................... i
DAFTAR ISI ................................................................................................. ii
BAB I PENDAHULUAN .............................................................................. 1
1.1. Latar Belakang ............................................................................... 1
1.2. Rumusan Masalah ......................................................................... 1
1.3. Tujuan ............................................................................................ 1
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................ 2
2.1. Sifat Temuan Audit ......................................................................... 2
2.2. Standar .......................................................................................... 2
2.3. Sasaran untuk perbaikan (Suggestion for improvement) ................ 3
2.4. Temuan Audit yang Dapat Dilaporakan .......................................... 3
2.5. Pendekatan untuk Mengonstruksi Temuan .................................... 3
2.6. Menambah Nilai ............................................................................. 3
2.7. Tingkat Signifikan ........................................................................... 3
2.8. Elemen-elemen Temuan Audit ...................................................... 4
2.9. Pembahasan Temuan .................................................................... 4
2.10. Pecatatan Temuan Audit ................................................................ 5
2.11. Keahlian Komunikasi ...................................................................... 5
2.12. Penelaahan Pengawasan .............................................................. 8
2.13. Tindak Lanjut ................................................................................. 8
2.14. Ekcukupan Tindakan Perbaikan ..................................................... 8
2.15. Kewenangan dan Status Audit ....................................................... 8
BAB III KESIMPULAN .................................................................................. 9
3.1. Kesimpulan ................................................................................... 9
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................................... 10

ii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Temuan Audit merupakan himpunan data dan informasi yang
dikumpulkan, diolah dan diuji selama melaksanakan tugas audit. Karena
saat ini penerapan ilmu auditing dinilai sangat penting, maka penulis
menyusun makalah ini untuk membahas mengenai temuan audit

1.2. Rumusan Masalah


Ada beberapa masalah yang terjadi dirumuskan dalam makalah ini,
yaitu sebagai berikut:
1. Bagaimana mendefinisikan Temuan Audit
2. Bagaimana tahapan dalam menindak lanjuti temuan audit
3. Bagaimana memahami sifat- sifat temuan audit
4. Bagaimana mengevaluasi temuan audit.

1.3. Tujuan
Setelah mempelajari makalah ini diharapkan mahasiswa mampu
menerangkan dan memahami:
1. Sifat Temuan Audit
2. Standar
3. Saran-saran perbaikan
4. Temuan audit yang dapat dilaporkan
5. Pendekatan untuk mengkonstruksi temuan
6. Menambah nilai
7. Tingkat signifikansi
8. Elemen-elemen temuan audit
9. Pembahasan temuan
10. Pencatatan temuan audit
11. Keahlian komunikasi
12. Penelaahan pengawasan
13. Melaporkan temuan audit
14. Tindak lanjut
15. Kecukupan tindakan perbaikan
16. Kewewnangan dan status audit

1
BAB II
PEMBAHASAN

2.1. Sifat Temuan Audit


Selama pelaksanaan pekerjaan mereka, auditor internal mengidentifikasi
kondisi-kondisi yang membutuhkan tindakan perbaikan. Penyimpangan-
penyimpangan dari norma-norma atau kriteria yang dapat diterima disebut
temuan audit (audit findings).
Temuan audit bisa memiliki bermacam-macam bentuk dan ukuran. Misalnya,
temuan-temuan tersebut menggambarkan:
 Tindakan-tindakan yang seharusnya diambil, tetapi tidak dilakukan
 Tindakan-tindakan dilarang
 Tindakan-tindakan tercela
 Sistem yang tidak memuaskan
 Eksposur-eksposur risiko yang harus dipertimbangkan
Temuan audit sering disebut kekurangan (deficiencies). Istilah “temuan”
cenderung terlalu negatif, sedang “kondisi” relatif lebih tepat dan tidak
menimbulkan sikap defensif bagi auditee. Temuan audit menjelaskan bahwa
sesuatu yang baik saat sekarang (current) atau masa lalu ( histories ) serta
yang mungkin terjadi dimasa yang akan datang (future) terdapat kesalahan.

2.2. Standar
 Standar 2310 SPPIA
 Auditor internal harus mengidentifikasi informasi yang memadai
(sufficient), andal (reliable), relevan (relevance) dan berguna
(usefulness) untuk mencapai tujuan penugasan.
 Practice advisory 2410-1 dari Standar : “ Kriteria komunikasi”.
Memperluas arahan ini menjadi:
 Komunikasi akhir penugasan bisa mencakup informasi latar
belakang dan ringkasan.
 Hasil-hasil harus mencakup observasi, kesimpulan (opini),
rekomendasi, dan rencana-rencana tindakan.
 Observasi adalah pernyataan fakta yang berkaitan.
 Observasi dan rekomendasi penugasan timbul dari proses
perbandingan apa yang seharusnya dengan apa yang terjadi.
Observasi dan rekomendasi harus didasarkan pada atribut : kriteria,
kondisi, penyebab & dampak.
o Kriteria (criteria) : standar, ukuran atau ekspektasi yang dipakai
untuk evaluasi / verifikasi (apa yang harusnya ada/harapan).
o Kondisi (condition) : bukti faktual yang ditemukan saat
pengujian (apa yang ada/kenyataan).
o Penyebab (causes) : alasan perbedaan antara harpan dengan
kondisi aktual (mengapa ada perbedaan ).
o Dampak (effect) : risiko/ eksposur yang dihadapi organisasi
karena kondisi tidak sama dengan kriteria (akibat perbedaan).
 Practice advisory 2420-1 dari Standar : “kualitas kriteria komunikasi”
menyatakan: komunikasi obyektif, jelas, ringkas, konstruktif & tepat
waktu.

2
2.3. Saran-saran Untuk Perbaikan (suggestion for improvement)
Auditor juga menghadapi kondisi yang mungkin secara intrinsik tidak salah,
tetapi bisa ditingkatkan. Perbaikan-perbaikan untuk beberapa hal di
organisasi dilaporkan sebagai “saran-saran untuk perbaikan”. Saran-saran
ini tidak memerlukan rekomendasi perbaikan kesalahan dan tidak
mengandung konotasi temuan kesalahan dari temuan-temuan audit.
Temuan audit membutuhkan tindakan perbaikan. Manajer operasi memiliki
hak untuk mengimplementasikan saran tersebut atau tidak.

2.4. Temuan Audit yang Dapat dilaporkan


Tidak setiap kelemahan dapat dilaporkan. Temuan audit yang dapat
dilaporkan, harus memiliki kreteria : cukup signifikan, didasarkan fakta,
obyektif, relevan dan cukup meyakinkan.

2.5. Pendekatan untuk Mengonstruksi Temuan


Kemampuan Internal Auditor :
 Sangat dipengaruhi oleh pengalaman (experience).
 Memerlukan naluri bisnis (business instine) yang baik untuk
mengembangkan temuan.
Factor-faktor yang perlu dipertimbangkan Internal Auditor :
 Meninjau keputusan manajemen bisa jadi tidak adil dan realistis. Auditor
internal seharusnya tidak mengganti pertimbangan audit dengan
pertimbangan manajemen.
 Bertanggungjawab untuk memberikan bukti.
 Tertarik pada perbaikan kinerja, namun tidak mutlak.
 Meninjau temuan audit secara kontinyu, sebab dimungkinkan temuan
audit tersebut sudah tidak dapat dipertahankan (tidak relevan) pada saat
berjalannya waktu.

2.6. Menambah Nilai


Untuk menambah nilai Auditor Internal :
 Meyakinkan bahwa temuan dan rekomendasi yang diberikan memiliki
dampak positif bagi organisasi.
 Memberikan kontribusi yang berarti bagi tujuan dan kesuksesan
organisasi.
Auditor Internal seharusnya :
 Meningkatkan citranya sebagai penambah nilai.
 Fokus pada aktivitas dan jasa yang bernilai tinggi.

2.7. Tingkat Signifikan


Setiap temuan mencerminkan tingkat kerugian atau risiko aktual atau
potensialnya masing-masing. Auditor internal harus mempertimbangkan
tingkat kerusakan yang bisa atau telah disebabkan oleh suatu kondisi
kelemahan sebelum mengkomunikasikannya dengan manajemen. Temuan-
temuan audit bisa diklasifikasikan menjadi:
 Temuan-temuan tidak signifikan (insignificant findings) : Semacam
kesalahan klerikal yang dialami semua organisasi, tidak memerlukan
tindakan formal. Masalah-masalah yang tidak signifikan seharusnya
tidak disembunyikan/dilewatkan. Tindakan yang dapat dilakukan adalah
(1) mendiskusikan masalah tersebut dengan orang yang bertanggung
jawab; (2) melihat apakah situasi tersebut telah diperbaiki; (3) mencatat
hal tersebut dalam kertas kerja; dan (4) tidak memasukkan
penyimpangan kecil tersebut ke dalam laporan audit internal resmi.

3
2.8. Elemen-elemen Temuan Audit
Auditor internal tidak selalu tahu dan bisa dalam semua hal mengenai
operasi dalam perusahaan yang diaudit. Mereka mencari sistem atau
transaksi yang tidak memenuhi standar operasi yang berlaku. Dari temuan-
temuan audit mereka haruslah meyakinkan, kriterianya harus dapat diterima,
dan logika yang digunakan juga harus meyakinkan. Kebanyakan temuan
audit harus mencakup elemen-elemen sebagai berikut :
a. Latar belakang, mengidentifikasi orang-orang yang berperan, hubungan
organisasi, serta tujuan dan sasaran yang menjadi perhatian.
b. Kriteria, pengembangan temuan audit harus mencakup dua konsep
kriteria yaitu : (1) Memahami tujuan dan sasaran, bisa mencakup
standar- standar operasi yang mencerminkan apa yang diinginkan
manajemen untuk dicapai oleh operasi yang diaudit dan (2) kualitas
pencapaian.
Standar operasi mungkin sudah ada dibeberapa bidang organisasi,
namun sebelumnya auditor internal harus menilai validitasnya. Dasar
penentuan standar yang telah ditetapkan mungkin perlu diteliti ulang,
dan auditor mungkin ingin membandingkan standar dengan organisasi
serupa dan memeriksa kewajarannya dalam memenuhi sasaran-
sasaran perusahaan.
c. Kondisi, mengacu pada fakta yang dikumpulkan melalui observasi,
pengajuan pertanyaan, analisis, verifikasi yang dilakukan auditor
internalnya.
d. Penyebab, menjelaskan mengapa terjadi deviasi dari kriteria yang ada,
mengapa sasaran tidak terpenuhi.
e. Dampak, menyangkut mengapa?, siapa atau apa yang dirugikan dan
seberapa buruk?, apa kusenkuensinya? Dan akibat-akibat yang
merugikan haruslah signifikan bukan hanya penyimpangan dari
prosedur.
f. Kesimpulan, harus ditunjang oleh fakta-fakta dan nantinya akan
membawa kontribusi terhadap organisasi.
g. Rekomendasi, menggambarkan tindakan yang mungkin
dipertimbangkan manajemen untuk memperbaiki kondisi-kondisi yang
salah, dan untuk memperkuat kelemahan dalam sistem kontrol.
Rekomendasi harus bersifat positif dan spesifik. Serta harus
mengidentifikasi siapa yang akan bertindak. Saran yang paling
memuaskan untuk menyelesaikan temuan audit adaah membahasnya
dengan manajemen operasional seelum laporan audit tertulis
diterbitkan.

2.9. Pembahasan Temuan


Auditor internal menyusun temuan audit dan merenungkan rekomendasi,
mereka harus waspada kekeliruan mereka sendiri. Mereka mungkin salah
menginterpretasi, atau mereka mungkin tidak membaca prosedur dengan
layak. Untuk itu auditor internal harus berbicara dengan orang yang paling
mengetahui fakta tersebut. Mereka harus mengetahui interpretasi klien dan
mencatatnya dalam kertas kerja mereka. Pendapat manajer dan karyawan
berpengalaman mengenai hasil tindakan yang direkomendasikan sangat
disambut baik.

4
2.10. Pencatatan Temuan Audit
Auditor internal yang ingin memastikan bahwa mereka telah sepenuhnya
mempertimbangkan elemen elemen temuan audit bisa mengendalkan pada
suatu bentuk laporan atau sarana laiinya agar mereka tetap bisa
menelusurinya.
Aktivitas Pencatatan Temuan Audit Internal pada (Gambar 2.1) memberi
ruang untuk :
 Mengidentifikasi : Organisasi yang bertanggung jawab
 Memberi nomer : identifikasi untuk temuan tertentu dan rujukan untuk
kertas kerja pendukung
 Memberi pertanyaan singkat mengenai kondisi
 Mengidentifikasi kriteria standar yang diterpkan untuk menilai kondisi
 Menunjukkan apakah temuan tersebut merupakan pengulangan
 Menyatakan arah, prosedur, atau instruksi kerja yang berkaitan dengan
temuan tersebut
 Meringkas pengujian audit dan jumlah kelemahan yang ditemukan
 Menunjukkan penyebab mengapa penyimpangan terjadi
 Menjelaskan dampak, aktual maupun potensial,dari kondisi tersebut
 Menyatakan tindakan perbaikan yang diusulkan atau yang diambil
 Mencatat pembahsan dengan karywan klien dan mencatat tanggapan
tanggapan mereka, sifat tindakan, jika ada yang merka usulkan untuk
diambil

Laporan Pencatatan Temuan Audit (RAF) memberikan acuan untuk


pembahasan, karena mencakup kebanyakan informasi yang dibutuhkan
dalam satu lembar untuk menjelaskan masalah. Laporan tersebut juga
berfungsi sebagai pedoman untuk mengingatkan auditor semua yang
diperlukan untuk memperoleh informasi untuk temuan yang dibuat secara
mendalam. RAF juga harus diselesaikan di lapangan sehingga setiap
elemen yang hilang atau tidak lengkap bisa diperbaiki tanpa membutuhkan
kunjungan ulang ke tempat yang di audit.
Abstraksi Temuan untuk melaporkan kondisi, kriteria, sebab, dampak, dan
tanggapan manajemen. Abstraksi temuan yang diproduksi. misalnya,
diadaptasi dari laporan badan perintah atas audit kontraktor. Para
pendukung laporan abstraksi menyebutkan bahwa laporan ini memberikan
banyak manfaat :
 Manajer senior bisa diberikan sarana pembelajaran yang cepat terhadap
masalah saat ini dan tindakan yang diambil atau diperlukan untuk
memecahkan
 Manajer lapangan tetap menerima informasi mengenai masalah
masalah yang kemungkinan mempengaruhi mereka
 Laporan abstraksi dianalisis secara periodik untuk menemukan trennya
 Kehati hatian dalam menyiapkan abstraksi memeudahkan penyiapan
laporan audit final
 Membantu menjaga program jaminan mutu yang dirancang untuk
meningkatkan audit internal

2.11. Keahlian Komunikasi


Laporan ringkas sekalipun, seperti dalam RAF harus ditulis dengan baik,
dan masalah-masalah harus didefinisikan dengan jelas menggunakan
istilah-istilah yang singkat, padat, dan tepat. Bahasa RAF harus
diekspresikan dalam nada yang positif, dan istilah-istilah yang mendorong
reaksi emosional atau defensive harus dihindari.

5
Gambar 2.1
Catatan Aktivitas Audit Internal tentang Temuan Audit
Contoh 1

Organisasi ___________________________________________ No. RAF ______________________


Referensi W/P _________________

Kondisi ________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________
Standar ________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________
Sama dengan temuan permeriksaan terkhir : Ya ___________________ Tidak _____________________
Prosedur atau Praktik ____________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________
Metode Pemilihan sampel ________________________________________________________________
Ukuran populasi ________ Ukuran Sampel _____ Jumlah Kelemahan ______ % dari Sampel ________
Penyebab ______________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________
Dampak _______________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________
Rekomendasi ___________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________
Tindakan Perbaikan _____________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________
_______________________________________________________________________________________
Pembahasan :
Nama Jabatan Departemen Tanggal Auditor
(1) ____________________________________________________________________________________
Komentar ______________________________________________________________________________
(2) ____________________________________________________________________________________
Komentar ______________________________________________________________________________
(3) ____________________________________________________________________________________
Komentar ______________________________________________________________________________
(4) ____________________________________________________________________________________
Komentar ______________________________________________________________________________

Auditor Tanggal

Penyelia Tanggal

6
Gambar 2.1
Catatan Aktivitas Audit tentang Temua Audit
Contoh 2
AKTIVITAS AUDIT INTERNAL
Subjek : Sistem Penjaminan Otomatis Penanggung Jawab: Auditor : Waktu: 400 Jam
Ron Smith, John Miller Frank Bossle,
Ed McCaulley
Bidang Pertanggungjawaban : Lini Penjaminan Pribadi
Ruang Lingkup :  ◊ Telaah proses pengembangan sistem yang digunakan dalam pengembangan Otomatis (Automated Undewriting System -- AUS)
 ◊ Telaah pemrosesan transaksi-transaksi bisnis yang baru, penggantian, dan pendukung melalui AUS, termasuk prosedur penjaminan untuk menerima,
memodifikasi, atau menolak resiko-resiko yang dibebankan AUS ke penjamin
 ◊ Telaah pengujjian dan implementasi perubahan program yang dibutuhkan AUS ke Personal Lines System (IMPACT)
 ◊ Telaah Interfance sistem dengan IMPACT yang memenuhi AUS (misalnya, pemesanan VAP, MVR, dan laporan CLUE
 ◊ Telaah pengembangan, pengujian, implementasi, dan peruahan proses kontrol untuk tabel-tabel berisi aturan penjaminan menurut negara

Keseluruhan Eksposur Risiko : ▪ RENDAH Kesimpulan Audit : ▫ Patut dicontoh


(Setelah Mempertimbangkan ▫ Moderat ▫ Memuaskan
Kontrol)
▫ Tinggi ▪ MEMUASKAN, PERLU PERBAIKAN
▫ Tidak memuaskan
Komentar Audit : ● Tim Implementasi AUS telah menyelesaikan implementasi AUD lebih cepat dua minggu dari jadwak dan sesuai anggaran
● Proses pengembangan sistem perusahaan telah diikuti sepenuhnya dalam pengembangan sistem, Versi akhir sistem AUD dan semua perubahan pemrograman
terhadap IMPACT diuji secara mendalam sebelum dipindahkan ke produksi
● Transaksi-transaksi-transaksi bisnis yan gbaru, penggantian, dan pendukung disaring melalui AUS. AUS dengan tepat menunda transaksi-transaksi ke penjamin
yang melanggar aturan penjaminan yang telah ditetapkan. Para penjamin mengikuti prosedur-prosedur yang telah ditetapkan dalam menerima, memodifikasi,
atau menolak risiko-risiko ini.
● Interface sistem dengan IMPACT yang memengaruhi AUD telah berfungsi sebagaimana mestinya.

Rekomendasi Audit yang : ● Tabel penjaminan perlu dipindahkan ke lingkungan produksi yang aman. Sebagai tambahan, wewenang perubahan kontrol atas tabel perlu didefinisikan oleh
signifikan manajemen lini penjamin pribadi.
Tanggapan Manajemen : ▪ MENERIMA Tanggal semua rekomendasi akan diimplementasikan : 31/12/95
▫ Tidak Setuju
Rencana tindak lanjut oleh Audit Internal akan mengecek apakah tabel AUS memang dipindahkan ke lingkungan produksi yang aman dan bahwa prosedur-prosedur kontrol perubahan atasnya telah
manajemen dan Audit Internal: ditentukan.

Dicetak ulan dengan izin dari internal Auditor, April 1997

7
2.12. Penelaahan Pengawasan
 Seharusnya setiap temuan audit yang dilaporkan telah melalui
penelahan pengawasan (supervisory review) yang ketat.
 Tujuannya untuk mempertahankan kredibilitas aktivitas audit internal.
 Penyelia (supervisor) audit harus melakukan review secara
rutin/periodik untuk menjaga mutu/kualitas audit.

2.13. Tindak Lanjut


Standar terbaru 2500.A.1 menyatakan bahwa kepala bagian audit harus
menetapkan proses tindak lanjut untuk memonitor dan memastikan bahwa
tindakan manajemen telah diimplementasikan secara efektif atau bahwa
manajemen senior telah menerima risiko untuk tidak mengambil keputusan.
Sedangkan practice advisory 2500-A.1.1 : “proses Tindak Lanjut” lebih jauh
menyatakan tindak lanjut sebagai proses menentukan kecukupan,
efektifitas, dan ketepatan waktu atas tindakan yang diambil oleh
manajemen atas pengamatan dan rekomendasi penugasan yang
dilaporkan. Tanggungjawab untuk melakukan tindak lanjut harus
didefinisikan dalam piagam tertulis aktivitas audit internal.

2.14. Kecukupan Tindakan Perbaikan


Temuan-temuan audit dan tindakan yang diperlukan untuk
mengimplementasikannya memiliki banyak variasi bentuk dan ukuran
sehingga tidak ada aturan kaku bagi kelayakan tindakan perbaikan yang
bisa diterapkan di segala situasi. Secara umum, tindakan perbaikan
seharusnya:
1. Responsif terhadap kelemahan yang dilaporkan
2. Lengkap dalam memperbaiki semua aspek material dari kelemahan
yang ada
3. Berkelanjtan efektivitasnya
4. Diawasi untuk mencegah terulang lagi

2.15. Kewenangan dan Status Audit


Tanggung jawab tidak bisa dilaksanakan tanpa kewenangan. Tanggung
jawab audit untuk menilai kecukupan dan efektivitas tindakan perbaikan
tidak aka nada artinya jika auditor tidak diberi kewewnangan untuk
melakukan hal tersebut.
Kewenangan ini harus disebutkan dengan jelas dalam akta audit internal.
Keinginan untuk memberikan keyakinan terhadap suatu temuan ke klien
seharusnya tidak pernah menghalangi auditor dari tujuan utama mereka,
yaitu memastikan bahwa kondisi telah diperbaiki. Presentasi dengan tepat
menjelaskan sasaran dan standar operasi yang sedang diperiksa,
kondisinya, prosedur dan praktik, sebab dan akibat (dampak), serta
kesimpulan, dan rekomendasi.

8
BAB III KESIMPULAN
3.1. Kesimpulan
Temuan Audit merupakan himpunan data dan informasi yang dikumpulkan,
diolah dan diuji selama melaksanakan tugas audit baik berupa
penyimpangan-penyimpangan dari norma-norma atau kriteria yang dapat
diterima. Temuan audit pun memiliki beberapa bentuk dan ukuran yang
menggambarkan : tindakan-tindakan yang seharusnya diamil, tetapi tidak
dilakukan, tindakan-tindakan dilarang, tindakan-tindakan tercla, sistem
yang tidak memuaskn , dan atau eksposur-eksposur risiko yang harus
dipertimbangkan.
Dari temuan audit tersebut, auditor internal dapat menelaahdan
membahasa mengenai temuan audit tersebut, bahkan sampai dalam
bentuk pengawasan dan melakukan tindak lanjut serta tindakan yang
diperlukan untuk perbaikan.

9
DAFTAR PUSTAKA

Sawyer, Lawrence B., at all, 2005, Auditing Internal Sawyer. Buku 1,


Edisi 5, Salemba Empat,Jakarta

10

Anda mungkin juga menyukai