Anda di halaman 1dari 1

Material

Material yang digunakan pada kompleks bangunan Green Village adalah 80 hingga 90 persen
menggunakan bahan bambu dengan spesifikasi jenis dan penggunaan yang bervariasi. Material bambu
digunakan sebagai struktur utama bangunan, dinding partisi, serta keperluan pengamanan seperti reling.
Jenis bambu yang digunakan sebagai struktur utama berupa kolom dari bangunan – bangunan bambu
di wilayah ini menggunakan jenis bambu petung yang memiliki dimensi yang lebar dari 10 sampai
dengan 20 cm. Jenis bambu ini digunakan karena memiliki kekuatan tensil yang hampir setara dengan
steel ( baja ) dan juga concrete ( beton ). Kemudian jenis bambu ini dengan diameter yang lebih kecil
digunakan sebagai struktur penopang lainnya seperti usuk dan balok – balok pada atap. Kemudian
terdapat juga jenis bambu bernama bambu tali yang fungsi utamanya sebagai pembatas antar ruang
berupa dinding partisi yang dibentuk menyerupai anyaman bambu, bentuk ini juga diterapkan kepada
reling - reling bambu dan juga pagar di sekeliling bangunan. Material bambu yang digunakan di wilayah
Green Village mendapatkan suplai dari unit Bamboo Factory yang bertugas meyiapkan unit – unit
bambu yang akan digunakan kemudian. Persiapan dari unit – unit bambu ini menggunakan garam boron
yang mengantisipasi kerusakan yang ditimbulkan oleh rayap. Keseluruhan persiapan dari penumbuhan
bibit bambu hingga proses sampai menjadi unit siap pakai memakan waktu 3 sampai dengan 5 tahun
dimana merupakan waktu yang relatif cepat dibandingkan dengan unit kayu ( timber ) sehingga bambu
merupakan material sustainable yang terbaharukan dan dapat diperoleh secara cepat.
Penggunaan material yang tidak sampai 100 persen menggunakan bambu melainkan hanya
sampai maksimal 90 % didasari karena material bambu tidak sepenuhnya kuat terhadap dampak –
dampak yang diberikan oleh alam, sehingga material bambu itu sendiri tetap memerlukan dukungan
material lain. Salah satu material yang digunakan sebagai pendukung adalah beton sebagai pemberat
dan juga pondasi dari bambu yang bisa menjaga bambu dari kontak langsung dengan tanah yang basah
yang bisa berdampak buruk yaitu mempercepat proses pelapukan bambu serta memperbesar massa dan
luas permukaan bambu sehingga tidak bergeser selain itu bisa mencegah bambu dari dihuni oleh
serangga dan hewan kecil yang mungkin bersarang di dalam bambu dan mengganggu ketahanan bambu.
Material lain yang digunakan yaitu kuningan sebagai alas dari shower room. Material kuningan
digunakan sebagai alas shower room karena memiliki lapisan oksida yang tidak bersifat intrusif seperti
besi sehingga karat yang dimiliki oleh kuningan tidak bersifat merusak, melainkan menimbulkan
lapisan yang bisa meningkatkan daya friksi dan gesekan permukaan sehingga bisa menahan civitas
pengguna kamar mandi tidak jatuh akibat selip oleh air. Kemudian yang terakhir, terdapat material batu
sebagai pengganti bambu di kegiatan masak – memasak yaitu pada unit dapur. Jenis batu yang
digunakan di dapur pada unit – unit rumah Green Village menggunakan jenis Mountain Stone ( Lava
Stone ) yang bersifat keras dan tahan panas dibandingkan bambu yang memiliki risiko besar
menimbulkan bahaya kebakaran karena daya tahan bambu terhadap panas yang jauh lebih lemah
dibandingkan dengan batu.