Anda di halaman 1dari 11

TERAPI KOMPLEMENTER HERBAL PADA PASIEN DM

OLEH:

1. NI KADEK AYU ARISTA DEWI (16081110002)


2. NI PUTU DESI LISNASARI (16081110006)
3. NI LUH MADE INDAH MARDIANI (16081110011)
4. I GUSTI AYU NGURAH UDYANA DEWI (16081110014)
5. NI PUTU SINDI ERA YANTI (16081110016)
6. I MADE KUSUMASANA (16081110018)
7. NI PUTU KRISHNANDA SINTYA DEWI (15071110012)
8. NI MADE DWI SUTARIANI (18101110019)

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN


S1 KESEHATAN ADVAITA MEDIKA TABANAN
TAHUN 2018
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Karena hingga saat ini belum ada obat diabetes mellitus paling ampuh dari dunia
kedokteran yang bisa mengobati diabetes mellitus hingga tuntas. Artinya pasien diabetes
mellitus harus terus menerus mengkonsumsi obat dokter atau suntik insulin sepanjang
hidupnya. Ini bukan jalan keluar terbaik karena obat-obatan kimia yang dikonsumsi
dalam jangka waktu lama bisa menyebabkan kerusakan organ tubuh seperti hati dan
ginjal. Penggunaan insulin memang bisa membantu pada pasien diabetes mellitus tipe 1,
namun pada pasien diabetes melitus tipe 2 pemberian insulin menjadi percuma karena
sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan insulin dalam proses metabolisme glukosa.
Sedangkan obat herbal bisa mengobati diabetes mellitus dan menjaga kadar gula
darah diambang normal dengan cara menyehatkan kembali organ pankreas dan
memperbaiki sensitifitas sel-sel tubuh. Jika pankreas sudah kembali sehat maka otomatis
dapat menjalankan fungsinya dengan baik yakni untuk menghasilkan insulin dalam
jumlah cukup.
Diabetes ialah penyakit tertua di dunia. Diabetes berhubungan dengan
metabolisme kadar glukosa dalam darah. Secara medis, pengertian diabetes mellitus
mulai pada suatu kumpulan aspek gejala yang timbul pada seseorang yang disebabkan
oleh adanya peningkatan kadar gula darah (hipeglikemia) akibat kekurangan
insulin. Komplikasi yang sering terjadi dan mematikan adalah serangan jatung dan
stroke. Hal ini berkaitan dengan kadar gula darah meninggi terus menerus, sehingga
berakibat rusaknya pembuluh darah, saraf, dan struktur internal lainnya. Jumlah penderita
diabetes malitus menurut WHO, Indonesia menempati untuk ke-4 di dunia.

B. Tujuan
1. Mengetahui definisi terapi komplementer herbal dan Diabetes Mellitus
2. Mengetahui jenis-jenis obat herbal untuk penyakit Diabetes Mellitus
BAB II

PEMBAHASAN

A. Definisi
Terapi komplementer adalah cara penanggulangan penyakit yang dilakukan
sebagai pendukung kepada pengobatan medis konvensional atau
sebagai pengobatan pilihan lain diluar pengobatan medis yang konvensional.
Terapi herbal medik yaitu terapi dengan menggunakan obat bahan alam, baik
berupa herbal terstandar dalam kegiatan pelayanan penelitian maupun berupa
fitofarmaka. Herbal terstandar yaitu herbal yang telah melalui uji preklinik pada cell
line atau hewan coba, baik terhadap keamanan maupun efektivitasnya. Terapi dengan
menggunakan herbal ini akan diatur lebih lanjut oleh Departemen Kesehatan Republik
Indonesia. Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi, yaitu sebagai berikut :
1. Sumber daya manusia harus tenaga dokter dan atau dokter gigi yang sudah memiliki
kompetensi.
2. Bahan yang digunakan harus yang sudah terstandar dan dalam bentuk sediaan
farmasi.
3. Rumah sakit yang dapat melakukan pelayanan penelitian harus telah mendapat izin
dari Departemen Kesehatan Republik Indonesia dan akan dilakukan pemantauan
terus menerus.

Diabetes merupakan salah satu penyakit tertua pada manusia dan dikenal dengan
kencing manis. Nama lengkapnya adalah diabetes mellitus, berasal dari kata
yunani. Diabetes berarti pancuran, mellitus berarti madu atau gula.

Jadi istilah diabetes mellitus menggambarkan gejala diabetes yang tidak


terkontrol, yakni banyak keluar air seni yang manis karna mengandung gula. Itulah
sebabnya penyakit ini di sebut “kencing manis”. Menurut WHO, definisi diabetes melitus
didasarkan pada pengukuran kadar glukosa dalam darah.
B. Jenis–jenis obat herbal
1. Pare (Momordica Charantia)

Pare banyak digunakan sebagai obat di berbagai negara berkembang seperti


Brazil, Cina, Kolombia, Kuba, Ghana, Haiti, India, Panama dan Peru. Penggunaan pare
yang paling umum pada negara-negara tersebut adalah sebagai obat penyakit diebetes,
jantung, dan sakit perut. Buah Pare ini dapat tumbuh subur di negara beriklim tropis
seperti Indonesia sehingga mudah di temukan dan dibudidayakan. Di daerah tropis, pare
di gunakan sebagai pengobatan luka, di gunakan sebagai obat luar atau diminum untuk
menghindari infeksi dari cacing ataupun parasit. Pare juga digunakan sebagai emenog,
antiviral untuk campak dan hepatitis.

Kandungan pare yang telah diketahui adalah momordisin, momordin, karantin,


asam trikosanik, resin, asam resinat, polifenol, saponin, flavonoid, vitamin A dan C, serta
minyak lemak terdiri dari asam oleat, asam linoleat, asam stearat dan L-olestearat
(Soeryoko, 2011). Kandungan utama yang diduga dapat untuk menurunkan glukosa darah
adalah momordisi, flavonoid, alkaloid, saponin, karantin, polifenol (Subahar, 2004).
Bagian tanaman pare yang biasa digunakan sebagai obat adalah daun, buah, biji, bunga,
dan akar.

Cara penggunaan buah pare untuk obat diabetes :

a. Cara pertama : Bersihkan 1 buah pare ukuran sedang, lumatkan lalu tambahkan
setengah gelas air bersih. Aduk dan peras. Minum sekali 2 hari sebanyak 1
ramuan. Diulang selama minimal 2 minggu
b. Cara kedua : Sediakan 200 gram biji pare, kemudian biji pare di sangrai sampai
kering dan ditumbuk halus. Setelah dingin disimpan dalam toples. Cara
pemakainnya seduh 10 gram bubuk biji pare dengan air matang untuk diminum 2
kali sehari.

2. Bawang Putih (Allium Sativum)

Bawang putih adalah salah satu dari tanaman obat yang banyak manfaatnya,
sehingga dijuluki “umbi seribu khasiat”. Hingga di India, bawang putih seringkali disebut
sebagai umbi dewa. Sedangkan di dalam resep makanan Libanon, bawang putih sejak
dulu digunakan sebagai resep untuk diet.

Bawang putih mengandung minyak atsiri, flavonoids, peptides, phenols,


terpenoids, dan steroids. Bawang putih diperkirakan memiliki sifat antioksidan,
antimikroba, antibiotik, antifungal, antikolesterol,antiviral aktivis, dan efek sirkulasi
mikro. Dan beberapa studi telah dilakukan terkait bawang putih dengan tingkat insulin
dan glukosa darah, hasilnya adalah positif. Bawang putih dapat menyebabkan penurunan
glukosa darah, meningkatkan sekresi dan memperlambat degradasi insulin.

Ketika bawang putih dimemarkan/dihaluskan, zat aliin yang sebenarnya tidak


berbau akan terurai. Dengan dorongan enzim alinase, aliin terpecah menjadi alisin,
amonia, dan asam piruvat. Bau tajam alisin disebabkan karena kandungan zat belerang.
Aroma khas ini bertambah menyengat ketika zat belerang (sulfur) dalam alisin
diterbangkan ammonia ke udara, sebab ammonia mudah menguap. Senyawa alisin
berkhasiat menghancurkan pembentukan pembekuan darah dalam arteri, mengurangi
gejala diabetes dan mengurangi tekanan darah.

Selain alisin, bawang putih juga memiliki senyawa lain yang berkhasiat obat,
yaitu alil. Senyawa alil paling banyak terdapat dalam bentuk dialil-trisulfida yang
berkhasiat memerangi penyakit-penyakit degeneratif dan mengaktifkan pertumbuhan sel-
sel baru
Contoh pemakaian :

Sebagai obat diabetes, bawang putih bisa dikonsumsi setiap hari sesudah makan.
Pagi, siang, dan malam masing-masing dua atau tiga siung sekali makan. Dari
pengalaman, mereka yang bobot badannya di bawah 60 kg dianjurkan menggunakan
dosis dua suing bawang atau setara dengan tujuh gram sekali makan. Sedang bagi mereka
yang berbobot lebih dari 60 kg dengan dosis tiga suing bawang atau setara dengan
sepuluh gram.

Cara penggunaannya bisa dibuat sambal kecap dengan diiris-iris bersama bawang
merah dan cabe untuk teman makan nasi. Bisa juga dimemarkan kemudian diseduh
dengan air panas sebanyak setengah gelas dan selanjutnya diblender atau dijus.

Cara lain lagi adalah bawang diparut, kemudian diseduh air panas lalu diminum
setelah hangat berikut ampas-ampasnya.

Bagi penderita diabetes, sebaiknya periksa laboratorium dulu sebelum


menggunakan resep ini. Setelah menggunakan resep ini selama seminggu sebaiknya cek
lagi di laboratorium. Apabila terjadi penurunan kadar gula darah cukup banyak, dosis
sebaiknya diturunkan. Apabila kadar gula dalam darah mendekati normal, kurangi lagi
konsumsi bawang putihnya.

3. Bungur (Lagerstroemia Speciosa Pers)

Bungur adalah salah satu tanaman obat yang tumbuh di Indonesia. Tanaman ini
banyak di jumpai sebagai peneduh jalan, akan tetapi tanaman ini bisa digunakan untuk
obat diabetes melitus. Dalam pengobatan tradisional sebagai obat diabetes, tanaman
bungur biasanya digunakan dalam bentuk rebusan. Daun bungur memiliki kandungan
kimia seperti saponin, flavonoid dan tanin sedangkan pada kulit batang bungur
mengandung flavonoid dan tanin.

Pengujian ini telah di lakukan pada kelinci mampu menurunkan kadar gula darah
sebesar 85,97 % dan 96,27%. Hayashi (2001), telah meniliti tentang elagitanin pada
fraksi aseton daun bungur yang dapat menurunkan kadar gula darah.

Cara membuatnya adalah 30 gram daun bungur tua yang masih segar dari bungur
bunga ungu di rebus dengan 150 ml air selama kurang lesebih satu jam. Hasil rebusan
dibagi menjadi tiga bagian yang sama dan diminum tiga kali sehari. Ramuan ini diminum
satu jam sebelum makan dan diminum sampai diabetes melitus sembuh.

4. Sambiloto (Andrographis paniculata Nees)

Sambiloto merupakan tanaman terna semusim yang masuk ke dalam


familia Achanthaceae. Bagian tanaman yang digunakan sebagai obat diabetes adalah
daun. Hasil penelitian yang di lakukan Suryadhana (UNIKA Widya Mandala
Surabaya), dengan menggunakan binatang percobaan tikus dinyatakan, bahwa ekstrak
daun sambiloto dengan dosis 0,5 g/kg bb, 1 g/kg bb dan 1,5 g/kg bb dapat menghambat
kanaikan kadar glukosa darah tikus normal.

Caranya : ambil sambiloto sebanyak kira-kira 5 gram daun segar, seduh dengan 1
gelas air panas (matang), setelah dingin lalu disaring. Hasil saringan kemudian diminum
2 kali sehari sama banyak, pagi dan sore setelah makan.
5. Lidah Buaya (Aloe Barbadensis Milleer)

Berdasarkan dokumen Mesir, tertulis berbagai kegunaan lidah buaya sebagai


bahan obat dan pengobatan. Demikian pula hampir semua dokumen sejarah obat alami di
berbagai negara mengungkapkan mengenai keunggulan lidah buaya atau yang dikenal
dengan bahasa latin aloe vera tersebut. Tanaman lidah buaya di ketahui mempunyai
banyak kegunaan seperti antiinflamasi, antijamur, antibakteri, dan regenerasi sel juga
dapat berfungsi untuk menurunkan kadar gula dalam darah pada penderita diabetes.
Bagian tanaman yang digunakan untuk pengobatan DM adalah daunnya.

Cara meracik : 1 pelapah lidah buaya ukuran besar (kira-kira seukuran telapak
tangan) kupas kulit dan durinya, kemudian cuci. Rendam kurang lebihnya 30 menit
dalam air garam. Remas sebentar lalu bilas di bawah air yang mengalir. Rebus dengan air
hingga mendidih. Dinginkan. Minum per 1/2 gelas, 2 sampai 3 kali sehari.
6. Kumis Kucing (Orthosiphon Spicatus)

Daun pada saat tanaman mulai keluar kuncup bunganya mengandung mineral,
flavonoid glikosida turunan dari asam kafeat, inositol, fitosterol, saponin dan minyak
atsiri. Daun kumis kucing basah maupun kering digunakan sebagai bahan obat-obatan. Di
Indonesia daun yang kering di pakai sebagai obat yang memeperlancar pengeluaran air
kemih untuk tujuan menurunkan kadar glukosa darah atau untuk pengobatan alternatif
pada penderita DM.

Caranya : untuk obat diabetes, ambil kira-kira 25 gram daun segar, cuci dan rebus
dengan 2 gelas air selama 15 menit. Hasil rebusan diminum dua kali sehari, pagi dan
sore. Setiap kali minum setengah gelas.

7. Mahkota dewa (Phaleria Papuana)


Mahkota dewa merupakan salah satu tanaman asli indonesia yang saat ini banyak
digunakan sebagai tanaman obat. Senyawa flavonoid yang dimiliki buah mahkota dewa
termasuk antioksidan sekunder (contoh yang populer: vit E, vit C, dll) yang merupakan
senyaawa yang berfungsi menetralisir redikal bebas serta mencegah terjadinya reaksi
berantai sehingga tidak terjadi kerusakan yang lebih besar. Selain itu juga terdapat
senyawa saponin yang dapat membantumenguangi kadar glukosa darah di tubuh karena
dapat memebentuk suatu lapisan membran pada permukaan usus halus sehingga dapat
menghambat absorbsi glukosa.

Penelitian yang dilakukan menggunakan bahan tumbuhan mahkota dewa


berwarna merah yang telah dibuang bijinya dan pelarut-pelarut organik yang telah
didestilasi ulang. Untuk hewan percobaan digunakan tikus putih (Rattus norvegicus) dan
mencit putih (Mus muculus). Hasil pengujian menunjukkan bahwa buah mahkota dewa
mengandung senyawa antihiperglikemia dengan mekanisme penghambatan alfa-
glukosidase yaitu asam palmitat.

Cara meramu : Iris mahkota dewa 5-6 buah, rebus dengan air sebanyak 5 gelas.
Rebus hingga tinggal 3 gelas, saring. Minum 3 x sehari, tiap minum 1 gelas.
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Penggunaan obat alami, seperti pengobatan herbal untuk mengobati penyakit telah
dikenal di daerah Asia dan negara-negara berkembang termasuk Indonesia, yang
penduduknya sangat terkait dengan penggunaan obat – obatan tradisional disebabkan
karena harganya lebih murah, bisa di olah sendiri dan lebih aman dari pada obat sintetis.
Terapi herbal medik, yaitu terapi dengan menggunakan obat bahan alam, baik
berupa herbal terstandar dalam kegiatan pelayanan penelitian maupun berupa
fitofarmaka. Herbal terstandar yaitu herbal yang telah melalui uji preklinik pada cell
line atau hewan coba, baik terhadap keamanan maupun efektivitasnya.

B. Saran
Perawat harus mampu mengetahui tentang obat herbal yang di gunakan untuk
pasien yang mengalami penyakit Diabetes Mellitus dan masyarakat mampu
memanfaatkan tanaman herbal yang efek sampingnya tidak berbahaya di bandingkan
obat sintetis untuk penyakit diabetes mellitus.
Obat tradisional memiliki beragam kelebihan yaitu mudah di peroleh, harga
murah, bahkan umumnya gratis karena dapat ditanami sendiri dan efek samping yang
relatif kecil. Oleh karena itu obat herbal di harapkan mampu berperan dalam usaha
pencegahan dan pengobatan penyakit berdasarkan bukti-bukti ilmiah.