Anda di halaman 1dari 8

Rangkuman muatan PPKN, Kompetensi dasar 3.

3
Menalaah keragaman sosial budaya masyarakat.
Indonesia merupakan negara yang majemuk. Kemajemukan Indonesia dapat dilihat dari
keanekaragaman yang ada di dalamnya. Keberagaman itu dapat dilihat dari beberapa sisi,
diantaranya adalah sebagai berikut :
1. keragaman budaya
2. keragaman suku
3. keragamaan agama
4. keragaman tipe fisik
5. keragaman bahasa daerah, dan masih banyak lagi jenis keberagaman lainnya.

Meskipun beragam, Indonesia tetap menjadi negara yang satu. Atas dasar semboyan Bhineka
Tunggal Ika, masyarakat Indonesia menyadari jika perbedaan bukanlah alasan untuk tidak
bersatu.

Malah perbedaan dapat mempererat persatuan dan kesatuan. Perbedaan pula yang membuat
negara ini menjadi begitu kaya. Kaya akan keberagaman yang menjadikan Indonesia menjadi
salah satu negara yang memiliki keunikan.

Keberagaman masyarakat Indonesia disebabkan karena beberapa hal, dinataranya :


1. Keadaan geografis
2. Pengaruh budaya asing, dan
3. Kondisi iklim dan kondisi alam yang berbeda.

Keberagaman budaya yang ada di Indonesia dapat berupa kebudayaan benda dan non benda.
Kebudayaan benda merupakan hasil cipta dan karsa manusia yang berupa benda, seperti :
keris, patung, rumah adat, pakaian , dan jenis lainnya. Sedangkan yang non benda, bisa
berupa tradisi.

Keberagaman tersebut menjadi sebuah kekuatan bagi bangsa ini dan tentunya tidak
menginginkan adanya perpecahan. Sebab perpecahan akan membuat negara dan bangsa ini
menjadi lemah.

Seperti kata pepatah “ Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh”

Rangkuman muatan Bahasa Indonesia, kompetensi dasar


3.4 Menganalisis informasi yang disampaikan paparan
iklan media cetak atau elektronik.
Iklan merupakan sebuah informasi yang bersifat persuasif atau mengajak khalayak ramai
untuk mengikuti informasi yang disampaikan atau membeli barang / jasa yang ditawarkan
oleh iklan tersebut.
Dalam penyampaiannya, iklan menggunakan beberapa media. Diantaranya adalah iklan
media cetak, dan media elektronik.

Iklan media cetak merupakan iklan yang penyampaiannya menggunakan media koran,
majalah, baliho atau brosur. Iklan ini bisa menawarkan barang/jasa dan juga berupa informasi
kepada masyarakat.

Iklan media elektronik juga menawarkan barang dan jasa namun dengan media berupa
televisi, radio dan internet.

Unsur-unsur yang terdapat pada iklan media cetak adalah sebagai berikut :
1. gambar pendukung. Iklan media cetak selalu didukung oleh adanya gambar. Dengan
gambar, maka pembaca akan tertarik dan paham atas produk/jasa yang ditawarkan pada iklan
media cetak tersebut.

2. Kalimat persuasif. Iklan media cetak memiliki keunggulan kalimat persuasif. Kalimat ini
bersifat mengajak pembaca sehingga terpengaruh untuk membeli barang yang ditawarkan.

3. Kalimat singkat, jelas dan padat.

4. bahasanya mudah dimengerti oleh pembaca.

Rangkuman muatan IPA, Kompetensi dasar 3.3


Menjelaskan organ pencernaan dan fungsinya pada
hewan dan manusia serta cara memelihara kesehatan
organ pencernaan manusia.
Untuk mauatan IPA, akan penulis sajikan beberapa rangkuman singkat. Dimana informasi ini
penulis petik dari buku BSE KTSP.

Sistem pencernaan manusia dimulai dari mulut – kerongkongan – lambung- usus halus – usus
besar dan anus.

Pencernaan merupakan sebuah proses mengubah makanan dari yang kasar dan keras menjadi
butiran yang lebih halus.

Pencernaan manusia terdiri dari dua macam, yaitu pencernaan mekanik dan pencernaan
kimiawi.

1. Rongga Mulut
Perhatikan rongga mulutmu! Di dalam rongga mulut terdapat gigi, lidah, dan kelenjar ludah.
Pencernaan dimulai dari mulut. Gigi akan melumatkan makanan yang kita makan. Bentuk
gigi ada tiga macam, yaitu gigi seri, gigi taring, dan gigi geraham.

2. Kerongkongan
Setelah mengalami proses di mulut, makanan akan diteruskan ke kerongkongan atau
esofagus. Esofagus mendorong makanan turun lewat dada kemudian masuk ke lambung.
Esofagus dapat melakukan gerakan bergelombang dan meremasremas guna mendorong
makanan masuk lambung. Gerakan tersebut disebut gerak
peristaltik.

3. Lambung
Setelah melewati esofagus, makanan masuk ke lambung. Di dalam lambung
inilah makanan dicerna kembali. Dinding otot lambung akan mengaduk dan
melumatkan makanan menjadi bubur. Kemudian mencampurnya dengan cairan pencerna.
Cairan pencerna lambung, yaitu:

a. asam klorida, berfungsi membunuh bibit penyakit yang masuk bersama


makanan;
b. enzim pepsin, berfungsi mengubah protein menjadi pepton;
c. enzim renin, berfungsi mengumpulkan kasein yang terdapat di dalam air susu.

Setelah dicerna di dalam lambung dan menjadi halus, makanan didorong menuju usus halus.
Lambung menjadi kosong. Pengosongan lambung berlangsung antara 3 – 5 jam. Setelah itu
kita merasakan lapar.

4. Usus Halus
Usus halus terletak tergulung di bagian bawah tubuh. Panjang usus halus sekitar 6 meter.
Dindingnya memiliki banyak lipatan dan lekukan sehingga bisa menyerap banyak zat
makanan. Usus halus terdiri atas tiga bagian, yaitu usus dua belas jari, usus kosong, dan usus
penyerapan.

Usus dua belas jari dihubungkan dengan kantong empedu pankreas. Kantongempedu
menghasilkan cairan empedu yang berfungsi untuk mencerna lemak.

Pankreas menghasilkan enzim. Enzim tersebut adalah sebagai berikut.


a. enzim tripsin, bertugas mengubah protein/pepton menjadi asam amino;
b. enzim lipase, bertugas mengubah lemak menjadi asam lemak dan gliserol.
Selain menghasilkan enzim, usus dua belas jari juga menghasilkan hormon
insulin. Hormon ini berfungsi mengatur kadar gula dalam darah.

5. Usus Besar
Usus besar akan menyerap air dan sebagian makanan yang tidak tercerna atau tidak dapat
diserap oleh pembuluh darah.
Usus besar jauh lebih pendek dari usus halus. Akan tetapi besarnya tiga kali lipat dari usus
halus. Lebar usus besar dapat mencapai 7 cm. Ujung
usus besar disebut rektum.

*) Seluruh materi IPA dihimpun dari buku BSE Ilmu Pengetahuan Alam untuk SD Kelas
V. Amin Priyono,Katrin Tri Martini, Choirul Amin, Pusat Perbukuan Depdiknas.

Rangkuman muatan IPS, kompetensi dasar 3.2


Menganalisis bentuk-bentuk interaksi manusia dengan
lingkungan dan pengaruhnya terhadap pembangunan
sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat Indonesia.
Interaksi sosial merupan hubungan sosial dalam bentuk interkasi individu dengan individu,
individu dengan kelompok dan kelompok dengan kelompok.

Interaksi sosial dilakukan oleh manusia untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Sebab
manusia tidak mampu memenuhi kebutuhannya sendiri. Mereka senantiasa membutuhkan
orang lain.

Misalnya saja dalam memebuat makanan sehat. Manusia memperoleh beras dari kerja keras
seorang petani. Demikian pula misalnya untuk memperoleh daging, tentu kita membutuhkan
peran seorang peternak dan pedagang.

Demikian bentuk interaksi antara individu dengan individu yang terjadi di masyarakat dalam
memenuhi kebutuhan ekonominya.

Interaksi antara masyarakat yang satu dengan sebuah komunitas akan membentuk interaksi
kelompok.

Di masyaralat juga dicontohkan bentuk interaksi antara kelompok dengan kelompok, dimana
dapat kita lihat pada kelompok pedagang di pasar dengan kelompok masyarakat yang
menjual hasil pertaniaanya.

Rangkuman materi SBdP untu tema 3


Tangga nada merupakan susunan nada berjenjang yang terdiri dari susunan do re mi fa sol la
si do.

Tangga nada terdiri dari tangga nada diatonis mayor dan diatonis minor. Tangga nada
diatonis mayor memiliki ciri khas, dinyanyikan dengan penuh riang gembira, dinyanyikan
dengan semangat, sertia diawali dan diakhiri dengan nada do.
Sedangkan tangga nada diatonis minor memiliki ciri, lagunya bersifat sedih, kurang
bersemangat serta diawali dan diakhiri dengan nada la.

Lagu dapat dinyanyikan dengan iringan musik. Alat musik terdiri dari jenis alat musik ritmis
dan alat musik melodis.

Selain itu juga terdapat alat musik tradisional, seperti angklung, sasando, gong, tifa dan jenis
lainnya.

Hewan ruminansia merupakan hewan pemamah biak pemakan tumbuhan (herbivora).


Sistem pencernaan pada hewan ruminansia lebih unik dibandingkan dengan manusia. Hewan
ruminansia dapat mengunyah atau memamah makanannya melalui dua fase. Fase pertama
terjadi pada saat awal makanan masuk, makanan hanya dikunyah sebentar dan masih dalam
tekstur yang kasar. Selanjutnya makanan akan disimpan di dalam rumen lambung. Fase
kedua yaitu ketika rumen sudah penuh, hewan ruminansia akan mengeluarkan makanan yang
dikunyahnya tadi untuk dikunyah kembali hingga teksturnya lebih halus. Kemudian makanan
akan masuk ke dalam lambung lagi.

Terdapat 5 organ pencernaan pada hewan ruminansia yang berperan dalam proses
pencernaan makanan di dalam tubuh. Organ-organ tersebut saling terhubung satu sama lain
sehingga membentuk suatu sistem pencernaan. Berikut ini adalah ilustrasi sistem pencernaan
hewan ruminansia:
Sistem pencernaan hewan ruminansia sapi (Sumber: elufa6.com)

Organ-organ pada hewan ruminansia beserta fungsinya sebagai berikut:

Rongga mulut (Cavum Oris)

Rongga mulut berfungsi sebagai tempat masuknya makanan dan dimulainya proses
pencernaan. Rahang hewan ruminansia dapat bergerak menyamping untuk menggiling
makanan.

Esofagus (kerongkongan)

Esofagus berfungsi sebagai jalur penghubung antara rongga mulut dengan lambung.
Makanan hanya melewati esofagus tanpa melalui proses apapun, hal ini karena kerongkongan
ruminansia umumnya sangat pendek sekitar 5 cm, tetapi mampu melebar untuk
menyesuaikan ukuran dan tekstur makanan.

Lambung

Makanan yang telah melewati esofagus kemudian akan menuju lambung. Proses pencernaan
pada lambung yang pertama untuk menampung makanan sementara sebelum dikeluarkan
kembali. Selain itu lambung berfungsi dalam proses pembusukan makanan dan
menghasilkan enzim selulase yang dapat mengurai selulosa. Berikut ini adalah bagian-
bagian lambung hewan ruminansia:
Bagian lambung hewan ruminansia (Sumber: ternakonline.com)

Usus Halus

Usus halus berfungsi menyerap sari-sari makanan yang telah diproses di dalam lambung.
Sari-sari makanan yang diserap kemudian diedarkan ke seluruh tubuh dan diubah menjadi
energi.

Anus

Setelah sari-sari makanan diserap oleh usus halus, sisa proses penyerapan akan dibawa
menuju anus. Sisa ampas makanan tersebut akan dikeluarkan melalui anus.