Anda di halaman 1dari 19

BAHAYA NARKOBA BAGI REMAJA

MAKALAH

Diajukan untuk memenuhi salah satu tugas Mata Pelajaran Olahraga

Disusun Oleh :

Nama : Sandi Nugraha

Kelas : XII TKR-1

PEMERINTAHAN KABUPATEN SUMEDANG

DINAS PENDIDIKAN

TAHUN AJARAN 2018/2019


KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum. Wr. Wb.


Kita panjatkan puja dan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat-NYA, sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan
makalah ini. Tidak lupa shalawat serta salam selalu kita curahkan kepada
junjungan kita Nabi besar Muhammad SAW yang telah membimbing umatnya di
jalan yang benar.
Kami ucapkan terimakasih kepada pihak-pihak yang sudah membantu
dalam penyusunan makalah ini. Makalah ini kami susun berdasarkan tugas dari
Mata Pelajaran Olahraga yang berjudul “Bahaya Narkoba Bagi Remaja”.
Makalah ini bersisi tentang pengertian, jenis-jenis, dan bahaya Narkoba.
Penyusunan makalah ini salah satunya bertujuan memberi informasi kepada para
remaja tentang bahaya Narkoba.
Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca.
Penyusun juga meminta maaf apabila banyak kesalahan dalam penyusunan
makalah ini. Wassalamu’alaikum. Wr. Wb.

Sumedang, 31 Oktober 2018

Penyusun,
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
B. Rumusan Masalah
C. Tujuan Penulisan
D. Manfaat Penulisan
BAB II PEMBAHASAN
A. Pengertian Narkoba
B. Jenis – jenis Narkoba
C. Penyebab Seseorang Mengkonsumsi Narkoba
D. Bahaya Narkoba Bagi Penggunanya
E. Gejala Dan Akibat Pengguna Narkoba
F. Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Bagi Remaja
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan
B. Saran
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Narkoba sering sekali kita dengar dan bukan menjadi barang yang
awam dalam kehidupan sekarang ini, apalagi di dunia pendidikan di
Indonesia. Banyak dari siswa – siswi yang kurang mengetahui akan bahaya
narkoba bagi masa depan mereka, yang lebih parah lagi banyak sekali siswa
mencoba narkoba karena sifat penasaran. Hal ini dikarenakan banyaknya
jenis narkoba yang telah beredar di seluruh wilayah Indonesia.Tidak hanya
dikonsumsi oleh remaja di lingkungan sekolah, narkoba juga bahkan
dikonsumsi oleh para pejabat pemerintahan dan aparat negara.
Narkoba sangat cepat menyebar, mulai dari kota – kota besar
hingga sekarang ini mungkin penyebarannya sudah masuk ke desa – desa.
Narkoba mudah masuk dan berkembang di dunia pendidikan. Hal itu
dikarenakan pada zaman sekarang ini para siswa terlalu bebas dalam
pergaulan kurangnya kontrol dari orang tua siswa.
Narkoba dan Narkotika kini menjadi permasalahan yang kompleks
karena tidak saja hanya mengancam pelakunya namun juga berdampak pada
lingkungan sosial dengan meningkatnya kriminalitas yang diakibatkan
pengaruh dari zat yang terkandung di dalam narkoba.
Narkoba sangat mengancam keutuhan Bangsa dan Negara Indonesia,
hal ini dikarenakan apabila seluruh generasi muda di Indonesia telah hancur
dan rusak maka akan menghancurkan masa depan Negara Indonesia di masa
yang akan datang.

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian dalam latar belakang yang telah dipaparkan diatas,
maka dapat disimpulkan rumusan masalah sebagai berikut:
1. Apa yang dimaksud dengan narkoba?
2. Apa saja jenis – jenis narkoba?
3. Apa yang menyebabkan seseorang mengkonsumsi narkoba?
4. Bagaimana penyebaran narkoba di Indonesia?
5. Bagaimana bahaya narkoba bagi penggunanya?
6. Bagaimana upaya pencegahan dan penanggulangan bahaya narkoba?

C. Tujuan Penulisan
Adapun tujuan yang ingin dicapai dalam penulisan Karya Tulis ini adalah:
1. Mengetahui pengertian narkoba.
2. Mengetahui jenis – jenis narkoba.
3. Mengetahui penyebab seseorang mengkonsumsi narkoba.
4. Mengetahui bahaya narkoba bagi penggunanya.
5. Untuk mengetahui upaya pencegahan dan penanggulangan bahaya narkoba

D. Manfaat Penulisan
1. Untuk pengarang/Penulis
Dapat mengetahui pengertian narkoba, jenis-jenis narkoba,
penyebab seseorang mengkonsumsi narkoba, bahaya narkoba bagi
penggunanya serta upaya pencegahan dan penanggulangan bahaya
narkoba.
2. Untuk Pembaca
Dapat memahami bahaya dan dampak buruk narkoba bagi
kehidupan masa depan.
3. Untuk Lembaga Sekolah
Untuk menambah data dan sampel makalah atau karya tulis ilmiah
di perpustakaan dan memberikan siswa pengalaman dan pembelajaran
dalam menyusun karya tulis.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Narkoba
Narkoba adalah singkatan dari narkotika dan obat/bahan berbahaya.
Selain "narkoba", istilah lain yang diperkenalkan khususnya oleh Kementrian
Republik Indonesia adalah Napza yang merupakan singkatan
dari narkotika, psikotropika, dan zat adiktif.
Semua istilah ini, baik "narkoba" ataupun "napza", mengacu pada
kelompok senyawa yang umumnya memiliki risiko kecanduan bagi
penggunanya. Menurut pakar kesehatan, narkoba sebenarnya adalah senyawa-
senyawa psikotropika yang biasa dipakai untuk membius pasien saat hendak
dioperasi atau obat-obatan untuk penyakit tertentu. Namun kini persepsi itu
disalahartikan akibat pemakaian di luar peruntukan dan dosis yang
semestinya.
Narkotika yang sama sekali tidak boleh digunakan dalam pengobatan
adalah narkotika golongan 1 (Kokain, Heroin, Ganja)
dan psikotropika golongan 1(LSD, Ekstasi ) karena bukan tergolong obat,
dan menyebabkan ketergantungan tingkat tinggi.
Narkotika menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika, yaitu zat atau obat
yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun
semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran,
hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat
menimbulkan ketergantungan.
Psikotropika yaitu zat atau obat, baik alami maupun sintesis bukan
narkotik yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan
saraf dan menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.
B. Jenis – Jenis Narkoba
Narkotika memiliki banyak jenis dan macamnya yang sering disalah
gunakan oleh para pecandu. Berikut ini adalah jenis-jenis atau macam-macam
narkitoka-narkotika tersebut disertai pengertian arti definisi dan gambar.
1. Opiat / Opium

Opiat atau opium adalah bubuk yang dihasilkan kangsung oleh


tanaman yang bernama poppy / papaver somniferum di mana di dalam
bubuk haram tersebut terkandung morfin yang sangat baik untuk
menghilangkan rasa sakit dan kodein yang berfungsi sebagai obat antitusif.

2. Morfin
Mofrin adalah alkoloida yang merupakan hasil ekstraksi serta
isolasi opium dengan zat kimia tertentu untuk penghilang rasa sakit atau
hipnoanalgetik bagi pasien penyakit tertentu. Dampak atau efek dari
penggunaan morfin yang sifatnya negatif membuat penggunaan morfin
diganti dengan obat-obatan lain yang memiliki kegunaan yang sama
namun ramah bagi pemakainya.

3. Heroin

Heroin adalah keturunan dari morfin atau opioda semisintatik


dengan proses kimiawi yang dapat menimbulkan ketergantungan /
kecanduan yang berlipat ganda dibandingkan dengan morfin. Heroin
dipakai oleh para pecandunya yang bodoh dengan cara menyuntik heroin
ke otot, kulit / sub kutan atau pembuluh vena.

4. Kodein
Kodein adalah sejenis obat batuk yang digunakan oleh dokter,
namun dapat menyebabkan ketergantungan / efek adiksi sehingga
peredarannya dibatasi dan diawasi secara ketat.
5. Opiat Sintetik / Sintetis

Jenis obat yang berasal dari opiat buatan tersebut seperti metadon,
petidin dan dektropropoksiven (distalgesic) yang memiliki fungsi sebagai
obat penghilang rasa sakit. Metadon berguna untuk menyembuhkan
ketagihan pada opium / opiat yang berbentuk serbuk putih. Opiat sintesis
dapat memberi efek seperti heroin, namun kurang menimbulkan ketagihan
/ kecanduan. Namun karena pembuatannya sulit, opiat buatan ini jarang
beredar kalangan non medis.

6. Kokain / Cocaine Hydrochloride

Kokain adalah bubuk kristal putih yang didapat dari ekstraksi serta
isolasi daun coca (erythoroxylon coca) yang dapat menjadi perangsang
pada sambungan syaraf dengan cara / teknik diminum dengan
mencampurnya dengan minuman, dihisap seperti rokok, disuntik ke
pembuluh darah, dihirup dari hidung dengan pipa kecil, dan beragam
metode lainnya. Kenikmatan menggunakan kokain hanya dirasakan
sebentar saja, yaitu selama 1 sampai 4 menit seperti rasa senang riang
gembira, tambah pede, terangsang, menambah tanaga dan stamina, sukses,
dan lain-lain. Setelah 20 menit semua perasaan enak itu hilang seketika
berubah menjadi rasa lelah / capek, depresi mental dan ketagihan untuk
menggunakannya lagi, lagi dan lagi sampai mati. Efek psikologis atau
mental spiritual yang dapat ditimbukan dari penggunaan kokain secara
terus menerus adalah :
a. Darah tinggi
b. Sulit bobo / susah tidur
c. Bola mata menjadi kecil
d. Hilang nafsu makan / kurus
e. Detak jantung jadi cepat
f. Terbius sesaat, dan sebagainya

7. Ganja / Mariyuana / Kanabis

Mariyuana adalah tanaman semak / perdu yang tumbuh secara liar


di hutan yang mana daun, bunga, dan biji kanabis berfungsi untuk relaksan
dan mengatasi keracunan ringan (intoksikasi ringan). Zat getah ganja /
THC (delta-9 tetra hidrocannabinol) yang kering bernama hasis,
sedangkan jika dicairkan menjadi minyak kanabasis. Minyak tersebut
sering digunakan sebagai campuran rokok atau lintingan tembakau yang
disebut sebagai cimenk, cimeng, cimenx, joint, spleft, dan sebagainya.
Ganja dapat menimbulkan efek yang menenangkan / relaksasi. Orang yang
baru memakai ganja atau mariyuana memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
a. Mabuk / mabok dengan mata merah.
b. Tubuh lemas dan lelah.
c. Bola mata menjadi besar.
Bagi pengguna ganja alias mariyuana semua itu tidak masalah
walaupun banyak menimbulkan efek buruk bagi fisik dan mental, yakni
antara lain sebagai berikut ini :
a. Kemampuan konsentrasi berkurang.
b. Daya tangkap syaraf otak berkurang.
c. Penglihatan kabur / berkunang-kunang.
d. Pasokan sirkulasi darah ke jantung berkurang.
Yang penting bagi pecandu ganja adalah efek enak dan nikmat
dunia yang semu seperti :
a. Rasa gembira.
b. Percaya diri / PD meningkat pesat.
c. Peka pada suara.

C. Penyebab Seseorang Mengkonsumsi Narkoba


Terdapat 3 faktor (alasan) yang dapat dikatakan sebagai pemicu
seseorang dalam penyalahgunakan narkoba. Ketiga faktor tersebut adalah
faktor diri, faktor lingkungan, dan faktor kesediaan narkoba itu sendiri.
1. Faktor Diri
Faktor diri adalah faktor atau dorongan yang berasal dari diri
seseorang itu sendiri yang menyebabkan dirinya mengkonsumsi narkoba.
Faktor diri terdiri dari beberapa macam sebagai berikut :
a. Keingintahuan yang besar untuk mencoba, tanpa sadar atau berfikir
panjang tentang akibatnya di kemudian hari.
b. Keinginan untuk bersenang – senang.
c. Lari dari masalah dan kebosanan hidup.
d. Keinginan untuk dapat diterima dalam suatu kelompok atau
lingkungan tertentu.
e. Kecanduan rokok dan minuman keras, hal ini yang merupakan
gerbang ke arah penyalahgunaan narkoba.
f. Pemahaman yang salah bahwa mengkonsumsi narkoba sekalli saja
tidak akan menimbulkan masalah.
2. Faktor Lingkungan
Faktor Lingkungan adalah faktor yang berasal dari lingkungan dimana
orang itu tinggal, sekolah, dan bergaul. Faktor lingkungan terdiri dari
beberapa jenis sebagai berikut :
a. Masalah dalam keluarga
b. Lingkungan keluarga yang tidak harmonis.
c. Lingkungan sosial yang penuh persaingan dan ketidakpastian.
d. Kehidupan perkotaan yang hiruk pikuk.
e. Lingkungan pergaulan atau komunitas yang salah satu atau beberapa
anggotanya menjadi penyalahguna atau pengedar narkoba.
f. Teman sekolah yang menjadi pengguna atau pengedar narkoba.
g. Hilangnya pengawasan masyarakat dari lingkungan social.
3. Faktor Ketersediaan Narkoba
Narkoba itu sendiri menjadi pendorong seseorang untuk mengkonsunsi
narkoba dikarenakan beberapa hal sebagai berikut :
a. Narkoba semakin mudah didapat dan dibeli.
b. Harga narkoba semakin murah dan dijangkau oleh daya beli
masyarakat.
c. Narkoba semakin beragam dalam jenis, cara pemakaian, dan bentuk
kemasan.
d. Bisnis narkoba menjanjikan keuntungan yang besar.
e. Perdangan narkoba dikendalikan oleh sindikat yang kuat dan
profesional.

D. Bahaya Narkoba Bagi Penggunanya


Penyalahgunaan narkoba di kalangan generasi muda kian meningkat,
maraknya penyimpangan perilaku tersebut dapat membahaykan kehidupan
bangsa di kemudian hari, karena pemuda sebagai generasi yang diharapkan
menjadi penerus bangsa. Semakin hari generasi muda yang mengkonsumsi
narkoba semakin rapuh karena di gerogoti narkoba dan zat – zat adiktif yang
menghancurkan syaraf sehingga generasi muda tidak dapat berpikir jernih.
Bagaimana pemuda akan menjadi generasi penerus bangsa jika bila
mengurus diri sendiri sudah tidak bisa. Akibatnya generasi harapan penerus
bangsa yang tangguh dan cerdas hanya akan tinggal harapan.
Penyalahgunaan obat jenis narkoba sangat berbahaya karena dapat
mempengaruhi susunan syaraf, mengakibatkan ketagihan, dan
ketergantungan, karena mempengaruhi susunan syaraf. Narkoba
menimbulkan perubahan perilaku, perasaan, persepsi,dan kesadaran.
E. Gejala Dan Akibat Penggunaan Narkoba
Faktor yang mempengaruhi gejala dan akibat narkoba antara lain:
1. Konsentrasi obat, yaitu kadar obat yang dikonsumsi. Semakin tinggi kadar
obat maka akan merasakan gejala yang lebih kuat pula. Sebelum
dikonsumsi, narkoba dilarutkan dalam pelarut tertentu,dapat air atau
minuman beralkohol.
2. Jenis pelarut mempengaruhi efektivitas kerja zat aktif yang terkandung
dalam narkoba.
3. Lamanya mengkonsumsi obat karena sakit, akan terpengaruh oleh dosis
dalam obat. Pengaruhnya juga akan bertahan lama.Apabila sebelumnya
pengguna telah merasa sakit dan selamaitu mengkonsumsi maka pengaruh
yang dirasakan akan besar.

Gejala Umum Penanda bagi Pemakai Narkoba


Pada awalnya akan menimbulkan rasa tidak nyaman seperti mual,
muntah, pusing, pandangan kabur (Kesadaran kurang),dan rasa gelisah. Bila
menggunakan obat bersifat analgetik (Jenis narkotika) menimbulkan rasa
senang berlebihan dan perasaan menlayang (Fly).
Jika konsumsi jenis Psikotropika gejala awal khayalan yang indah-indah,
rasa tenang, dan percaya diri. Untuk zat adiktif dan bahan berbahaya lain,
mengenakkan dan menyenangkan menimbulkan rasa aman seolah dunia
indah & nikmat.
Perubahan Psikis atau Kejiwaan karena Pengaruh Narkoba
Perubahan tingkah laku antara lain :
a. Menjadi Introvert (Tertutup)
b. Menjadi tidak dapat mengontrol emosi
c. Suka mencuri
d. Berbohong
e. Kasar dan tidak sopan
f. Acuh dan jorok
g. Pola makan dan tidur berubah
h. Bicara tidak jelas serta jalanya sempoyongan
i. Perubahan fisik misalnya kurus dan berwajah kuyu.
Perubahan fisik antara lain:
a. Muka pucat dan pandangan kosong
b. Tubuh kurus karena hilangnya nafsu makan
c. Daya tahan tubuh turun, sering batuk, pilek, kedinginan
d. Mata terus menerus berair, serta hidung dan mulut kering
e. Tidak suka mandi dan berpakaian tidak rapi
f. Sering menggunakan baju panjang (karena banyak bekas tanda goresan
dilengannya)

Efek Narkoba pada Tubuh


1. Pada otak, narkoba dapat mengakibatkan perdarahan pada pembuluh
darah otak (stroke)
2. Pada paru, mengakibatkan asma, bronkhitis dan kegagalan pernafasan
3. Pada jantung, mengakibatkan gagal jantung dan infark miocard (MCI)
4. Pada lever, mengakibatkan hepatits dan kenker hati
5. Pada alat reproduksi megakibatkan impotensi, keguguran, mandul,sipilis,
dan GO (Gonorhea)
6. Pada sistem pertahanan tubuh dapat memicu penyakit HIV/AIDS
7. Dll pada ginjal, lambung, darah dan sistem hormonal
F. Upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi “Remaja”
1. Upaya pencegahaan melalui orang tua
Upaya pencegahan penyalahgunaan Narkoba melaui orang tua yaitu
dengan cara menyadarkan para orang tua bahwa penyalahgunaan narkoba
bisa mengenai siapa saja, termasuk anak-anak yang berperilaku manis.
Orang tua harus waspada dan mampu mendeteksi secara dini perilaku
anak-anaknya dengan mempelajari gejala-gejala penyalahgunaan narkoba
serta cara penanggulangannya. Dan disertai juga dengan mengembangkan
pola asuh otoritatif, menghormati hak anak, menyayangi, terbuka dan
berkomunikasi dengan anak, serta mengembangkan penalaran moral anak.
2. Upaya pencegahan untuk kalangan remaja sendiri,
a. Hindarilah perbuatan dan kebiasaan merokok, dan minum-minum
keras.
b. Siapkan mental/ diri untuk menolak apabila ditawari narkoba.
c. Hati-hati dalaam memilih teman bergaul karena teman yang baik,
tidak akan menjerumuskan pada hal-hal yang tidak baik.
d. Harus berana mengatakan “Tidak” apabila ditawari narkoba dengan
alasan yang tepat, dan kalau memaksa … tinggalkan tempat itu.
e. Tingkatkan prestasinya untuk mewujudkan ccita-cita dan kembangkan
bakat yang ada demi masa depan.
f. Lakukan kegiatan-kegiatan yang positif untuk mengisi waktu luangmu
dengan menyalurkaan hobby dan dapat membuat lebih mandiri.
g. Tingkatkan iman dan taqwa.
Banyak yang masih bisa dilakukan untuk mencegah remaja
menyalahgunakan narkoba dan membantu remaja yang sudah terjerumus
penyalahgunaan narkoba. Ada tiga tingkat intervensi, yaitu

a. Primer, sebelum penyalahgunaan terjadi, biasanya dalam bentuk


pendidikan, penyebaran informasi mengenai bahaya narkoba,
pendekatan melalui keluarga, dll. Instansi pemerintah, seperti halnya
BKKBN, lebih banyak berperan pada tahap intervensi ini. kegiatan
dilakukan seputar pemberian informasi melalui berbagai bentuk
materi KIE yang ditujukan kepada remaja langsung dan keluarga.
b. Sekunder, pada saat penggunaan sudah terjadi dan diperlukan upaya
penyembuhan (treatment). Fase ini meliputi: Fase penerimaan awal
(initialintake)antara 1 – 3 hari dengan melakukan pemeriksaan fisik
dan mental, dan Fase detoksifikasi dan terapi komplikasi medik,
antara 1 – 3 minggu untuk melakukan pengurangan ketergantungan
bahan-bahan adiktif secara bertahap.

c. Tertier, yaitu upaya untuk merehabilitasi merekayang sudah memakai


dan dalam proses penyembuhan. Tahap ini biasanya terdiri atas Fase
stabilisasi, antara 3-12 bulan, untuk mempersiapkan pengguna
kembali ke masyarakat, dan Fase sosialiasi dalam masyarakat, agar
mantan penyalahguna narkoba mampu mengembangkan kehidupan
yang bermakna di masyarakat. Tahap ini biasanya berupa kegiatan
konseling, membuat kelompok-kelompok dukungan, mengembangkan
kegiatan alternatif, d
BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
Berdasarkan dari isi dari karya tulis di atas, maka penulis dapat menarik
kesimpulan sebagai berikut:
1. Narkoba adalah zat yang sangat berbahaya karena dapat menyebabkan
kecanduan.
2. Jenis narkoba sudah banyak sekali, baik dari segi bentuknya maupun
efeknya terhadap si pengguna.
3. Penyebab seseorang mengkonsumsi narkoba terdiri atas beberapa faktor,
yaitu faktor diri, faktor lingkungan, dan faktor ketersediaan narkoba.
4. Penyalahgunaan obat jenis narkoba sangat berbahaya karena dapat
mempengaruhi susunan syaraf, mengakibatkan ketagihan, dan
ketergantungan, karena mempengaruhi susunan syaraf.
5. Pencegahan bahaya narkoba dapat dilakukan oleh orang tua, pihak
sekolah, dan lingungan masyarakat. Jika telah menjadi pecandu narkoba,
upaya yang dilakukan untuk menanggulangi bahayanya adalah dengan
langkah represif, pengobatan, dan rehabilitasi.

B. Saran
Berdasarkan kesimpulan yang telah dikemukakan di atas, maka penulis
dapat memberi saran sebagai berikut.
1. Jangan sekali – kali mengkonsumsi narkoba, karena jika telah
mengkonsumsi narkoba maka akan mengakibatkan kecanduan.
2. Orang tua, pihak sekolah, dan masyarakat harus bekerja sama dalam
mencegah pelajar/seseorang mengkonsumsi narkoba.
3. Orang tua harus lebih perhatian terhadap anak dan memberikan nasehat
yang dapat memotivasi anak agar dapat meningkatkan prestasi dan
menghindari diri dari narkoba dan harus mengetahui apa yang dilakukan
anak diluar rumah.
4. Bagi generasi muda narkoba, janganlah mengkonsumsi narkoba karena
narkoba sangat berbahaya bagi kesehatan sehingga merusak masa depan
DAFTAR PUSTAKA

Apandi, Yusuf. 2010. Katakan Tidak Pada Narkoba. Jakarta : Simbiosa Rekatama
Media.

Rozak, Abdul. 2006. Remaja dan Bahaya Narkoba. Jakarta : Prenada Media.

Supardan, Dadan. 2006. Meniti Masa Depan Menjauhi Narkoba. Jakarta Pusat :
PT Mediantara Semesta.

Suyadi. 2013. Mencegah Bahaya Penyalahgunaan Narkoba Melalui Pendidikan


Budaya dan Karakter Bangsa. Yogyakarta : Andi Publisher

bnn( pencegahan penyalahgunaan narkoba bagi remaja:2011)

http://id.wikipedia.org/wiki/narkoba
LAMPIRAN

PERUBAHAN FISIK ORANG YANG MENGKONSUMSI NARKOBA

Anda mungkin juga menyukai