Anda di halaman 1dari 7

Comdev atau kepanjangan dari Community Development adalah cara untuk

memperkuat masyarakat sipil dengan mengutamakan tindakan (mahasiswa) yang


ditujukan kepada masyarakat yang bertujuan untuk memperbaiki taraf kehidupan
masyarakat dibidang kesehatan dengan memperbaiki pola kehidupan sehari-hari
masyarakat serta membangun masyarakat yang mandiri. Terdapat 3 prinsip comdev
yang perlu kita ketahui yaitu:
1. Masyarakat tahu
2. Masyarakat memiliki
3. Masyarakat Membutuhkan
Pembentukan Comdev atau biasa disebut dengan daerah binaan memiliki tujuan
untuk membentuk masyarakat mandiri yang mampu memenuhi kebutuhannya dengan
memberdayakan apa yang mereka miliki menggunakan pengetahuan mereka. Disinilah
tugas mahasiswa untuk dapat mengeluarkan potensi-potensi yang dimiliki oleh
masyarakat setempat.

SURAT PENGANTAR
KAJIAN DINAS KESEHATAN PERMOHONAN DATA
PROVINSI KESEHATAN DAERAH
BINAAN/CALON
DAERAH BINAAN

INSTITUSI
BORANG COMDEV

DATA PRIMER DATA SEKUNDER


PORTOFOLIO COMDEV

PENCARIAN SPONSORSHIP
JANGKA PANJANG
SOSPENGMAS INSTITUSI

EVALUASI INISIASI COMDEV VALIDASI COMDEV

COMPILE BOOK
PENGEMBANGAN GOALS
HASIL
COMDEV
Tahap Perencanaan Comdev berdasarkan kasus di atas adalah sebagai berikut:

1. Pengmas institusi tersebut melakukan permintaan permohonan data kesehatan


daerah binaan/calon daerah binaan untuk mendapatkan data sekunder. Data
sekunder merupakan data yang diperoleh dari dinas kesehatan setempat.
Selanjutnyan akan dianalisis data-data tersebut.
2. Selain data sekunder, institusi juga memerlukan data primer yang dimana data
primer tersebut diperoleh dari kuoisioner yang diberikan kepada masyarakat
setempat dan kriteria comdev. Kriteria comdev merupakan suatu kriteria yang
menjadi pertimbangan untuk menjadikan daerah tersebut sebagai daerah
binaan. Kriteria Comdev meliputi:
a. Kondisi lingkungan setempat apakah daerah tersebut tergolong daerah
kumuh atau tidak, tempat pembuangan sampah, sanitasi air, sumber air,
kerapat hunian, kondisi perairan serta kehijuan lingkungan daerah
setempat.
b. Kesehatan masyarakat setempat dapat meliputi gaya hidup masyarakat
daerah setempat apakah mayoritas masyarakat disana sudah benar atau
tidak, sumber makanan dan fasilitas pelayanan kesehatan disana apakah
sudah baik atau tidak. Selain itu juga dilakukan penelitian data terkait
penyakit endemik, penyakit infeksi maupun non infeksi yang terdapat di
daerah calon daerah binaan tersebut. Selain itu, penelitian data tersebut
juga dilakukan untuk mengetahui rentang usia penderita.
c. Lokasi dan akomodasi daerah binaan meliputi jarak tempuh untuk bisa
sampai disana, jarak daerah binaan ke pusat kota, jarak daerah binaan
dari pasar, jarak daerah binaan dari pelayanan kesehatan, transortasi
masyarakat dan lain-lain.
d. Kependudukan masyarakat meliputi jumlah penduduk, penduduk
produktif, penduduk yang bekerja, pekerjaan mayoritas penduduk
setempat
e. Pendidikan masyarakat daerah setempat meliputi jumlah fasilitas
pendidikan dan mayoritas pendidikan akhir masyarakat setempat.
3. Selanjutnya data tersebut akan diolah dan menghasilkan suatu nilai yang dimana
nilai tersebut akan dilihat apakah nilai daerah tersebut masuk dalam kriteria
comdev atau tidak. Apabila daerah tersebut masuk ke dalam kriteria Comdev,
langkah selanjutnya ialah pengmas institusi tersebut melakukan validasi
comdev. Validasi comdev dilakukan sebagai tindakan pembuktian. Karena tidak
semua comdev dapat menjadi comdev yang dibantu tenaga dan pendanaannya
oleh ISMKI dan Stakeholder. Diperlukan kesesuaian data serta perencanaan
kerja yang baik. Selain itu, validasi comdev memiliki berbagai keuntungan seperti
mendapat perhatian lebih dari ISMKI dan dapat menjadi tuan rumah dalam
kegiatan Celebration Day atau School of CE Heroes.
Data comdev dimasukkan kedalam portofolio yang akan diajukan dalam proposal
comdev ISMKI untuk permohonan bantuan dana comdev atau bina desa.
4. Langkah selanjutnya ialah inisiasi comdev.
5. Langkah berikutnya ialah dilakukan evaluasi terhadap data yang telah didapat
baik data primer maupun data sekunder. Kemudian akan meghasilkan suatu
gambaran yang akan menjadi dasar dari perencanaan pengembangan comdev.
6. Selanjutnya pengmas institusi melakukan program planning development.
Program planning development merupakan suatu gambaran dari perencanaan
program-program yang akan dilaksanakan berdasarkan tema dan tujuan yang
telah ditetapkan. Pengmas institusi memilki kewajiban untuk membantu
masyarakat daerah setempat dalam peningkatan taraf kehidupan masyarakat
dengan perbaikan kesehatan dan pola hidup masyarakat sehari-hari.
ANALISIS MASALAH

Pengmas Institusi

Daerah Binaan

Terletak di
pinggir kota

MCK yang buruk Sanitasi air buruk Buang sampah


dibantaran kali

1. Jumlah air bersih sedikit


2.Terserang diare dan gatal-gatal

PROGRAM PLANNING Komunitas Daerah Binaan


DEVELOPMENT
Kader Daerah Binaan

1. Penyuluhan PHBS dan Gizi


2.Pengelolaan Sampah menjadi uang

Masyarakat Daerah Binaan


Tahap Perencanaan Comdev

Analisis Masalah Target Planning Implementasi Evaluasi


Daerah setempat Assesment Development

Berdasarkan kasus diatas bahwa pengmas institusi tersebut telah sampai pada
tahap analisis masalah daerah setempat. DIdapatkan bahwa daerah tersebut memiliki
kondisi MCK yang buruk dan sanitasi air yang buruk serta masih banyak masyarakat
yang membuang sampah dibantaran kali. Hal ini menimbulkan jumlah air bersih
menjadi sedikit dan banyak masyarakat yang terserang diare dan gatal-gatal.

Kemudian pengmas institusi harus melakukan tahap berikutnya yaitu target


assessment. Target assessment ini dibuat berdasarkan need assessment yang
bertujuan untuk pengumpulan informasi. Target assessment ini merupakan siapa yang
menjadi target ataupun sasaran dari suatu program yang akan dijalankan. Target bisa
berupa anak-anak, usia remaja, ibu hamil maupun lansia.

Berdasarkan data-data terhadap kasus di atas, diperoleh kata kunci yang menjadi
permasalahan calon daerah binaan tersebut sebagai berikut:
1. Terletak di pinggir kota
2. Kondisi MCK yang buruk
3. Sanitasi air buruk
4. Pembuangan sampah dibantaran kali
5. Jumlah air bersih sedikit
6. Masyarakat banyak terserang diare dan gatal-gatal.

Berdasarkan kata kunci diatas didapatkan bahwa yang menjadi target ataupun
sasaran dari program planning development ialah semua golongan masyarakat
setempat baik anak-anak, remaja, dewasa dan lansia. Tujuan khusus dari program
planning development ini adalah:
 Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya MCK yang sehat
 Terciptanya sanitasi air yang baik
 Masyarakat dapat membuang sampah pada tempat pembuangan sampah.
 Meningkatnya jumlah air bersih yang tersedia
 Masyarakat tidak lagi terserang diare dan gatal-gatal.

Langkah selanjutnya ialah pengmas institusi melakukan tahap implementasi. Tahap


ini, pengmas insititusi melaksanakan kegiatan sesuai kebutuhan masyarakat. Kegiatan
yang saya sarankan berdasarkan permasalahan di atas adalah:
1. DIlakukannya penyuluhan tentang “Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)”.
Perilaku Hidup Sehat dan Bersih ini merupakan suatu tindakan preventif yang
dilakukan untuk menghindari masyarakat terserang Penyakit Tidak Menular”
2. Bekerjasama dengan Dinas Lingkungan dan Perairan untuk pembuatan sanitasi
yang baik dan sehat.
3. Penyuluhan tentang “bagaimana cara mendaur sampah yang dapat
menghasilkan uang”, sehingga diharapkan masyarakat tidak lagi membuang
sampah dibantaran kali. Kesadaran masyarakat tentang pembuangan sampah
masihlah sangat minim, karena kebanyakan masyarakat ingin melakukan hal-hal
yang tidak ribet seperti membuang sampah dibantaran kali.
4. Penyuluhan tentang gizi yang dibutuhkan untuk perkembangan pertumbuhan.
Konsumsi gizi yang sehat akan dapat menghindari kita terserang penyakit tidak
menular.

Perizinan pihak Dekanat yang SULIT????


Hal yang dapat kita lakukan ialah melakukan audiensi terhadap pihak dekanat.
Seperti yang kita ketahui bahwa pengabdian masyarakat merupakan salah satu poin
dari tri dharma perguruan tinggi. Hal inilah yang menjadi kekuatan kita agar pihak
dekanat dapat turut berkontribusi dalam pembentukan daerah binaan. Akan tetapi
sebelum kita melakukan audiensi terdapa pihak dekanat kita harus memiliki surat
pengantar dari Dinas Kesehatan Provinsi. Surat pengantar ini akan menjadi salah satu
kekuatan kita dalam audiensi terhadap pihak dekanat.
Bagaimana follow up yang dapat dilakukan terhadap daerah binaan?
Berdasarkan kasus di atas, pengmas institusi tersebut mengalami kendala terkait
jadwal kuliah yang padat dan hanya bisa datang ke daerah binaan tersebut setiap hari
minggu. Solusi yang sarankan ialah membentuk komunitas daerah binaan. Komunitas
ini diharapkan dapat membantu pengmas institusi tersebut dalam menjalankan program
yang telah mereka tetapkan. Selain itu juga dapat dilakukan pembentukan kader
didaerah binaan tersebut. Perbedaan komunitas daerah binaan dan kader ini terletak
pada sasarannya. Sasaran komunitas daerah binaan ini ialah berasal dari luar daerah
binaan tersebut sedangkan kader ialah masyarakat yang bertempat tinggal di daerah
binaan tersebut. Kader ini akan diberikan pelatihan sesuai dengan program yang akan
dijalankan sehingga diharapkan dapat mengimplementasikan ilmu yang telah didapat
ke masyarakat yang lain serta dapat mengajak masyarakat untuk hidup sehat dan
bersih. Kader inilah yang akan menjadi penghubung pengmas institusi tersebut
terhadap masyarakat setempat.