Anda di halaman 1dari 12

2.

1 Fungsi Biaya
Yang dimaksud dengan fungsi biaya ialah hubungan fungsional antara jumlah satuan
rupiah yang merupakan biaya dalam proses produksi (termasuk biaya-biaya yang menunjang)
dengan jumlah satuan output yang diproduksi selama jangka waktu tertentu. Jumlah biaya dalam
satuan rupiah dinyatakan dengan notasi TC (total cost) dan variabel outputnya dinyatakan dengan
x atau q, sehingga fungsi TC dapat ditulis sebagai TC = F (x).
FC selalu konstan selama jangka waktu tertentu, sedangkan VC ialah biaya variabel yang
berubah menurut jumlah barang yang diproduksi, sehingga TC = f(x) + k, dimana k = FC dan VC
= f(x).[1]
Jenis-jenis fungsi biaya, antara lain:
a. Linier : TC = a + bx (a dan b harus positif)
b. Kuadratis : TC = ax2 + bx + c (a>0, b>0 dan c>0)
c. Kubik : TC = ax3 + bx2 +cx +d (syarat-syarat kofaktor a, c dan d harus positif, b<0 dan
masih harus memenuhi b2 <3ac.
d. Exponensial : TC = a.ebx (a dan b>0 dan b adalah tingkat pertumbuhan (rate of growth) pada
fungsi yang naik secara exponensial). Model ini banyak dipakai dalam analisis ekonomi.
Dalam suatu proses produksi, dikenal dengan istilah biaya. Biaya yang digunakan untuk
seluruh proses produksi dikatakan sebagai biaya total (total cost), sedangkan biaya yang digunakan
untuk satuan unit produksi dikatakan sebagai biaya rata-rata (average cost). Biaya total sendiri
terdiri dari total biaya tetap (jika diproduksi = 0) ditambah dengan biaya variabel, secara metematis
biaya total dituliskan.
TC = TFC + TVC
Dimana:
TC : total cost
TFC : total fixed cost
TVC : total variable cost
Yang dimaksud dengan fixed cost adalah biaya tetap dalam suatu unit kegiatan. Biaya ini
tidak akan mengalami perubahan walaupun terjadi pengangguran atau penambahan produksi
(misalnya dalam kegiatan produksi) sehingga untuk fungsi semacam ini di dalam matematika
dikenal dengan istilah fungsi konstan FC = k (konstan).
Sedangkan yang dimaksud dengan variable cost adalah biaya yang sifatnya selalu berubah-
ubah sesuai dengan suatu kondisi yang terjadi dalam suatu unit kegiatan, misalnya volume
produksi ataupun kondisi yang lain, sehingga fungsi ini secara umum dinyatakan sebagai VC =
f(Q), maka dari kenyataan itu dalam suatu proses produksi sebagai biaya totalnya adalah
merupakan hasil jumlah dari unit biaya tetap yang terjadi dengan biaya variabelnya.
TC = FC + VC
= k + f(Q)
Seperti telah diungkapkan sebelumnya, bahwa biaya rata-rata adalah merupakan biaya
untuk satuan unit produksi, dengan demikian biaya rata-rata diartikan sebagai biaya biaya total
dibagi dengan jumlah unit yang diproduksi, secara matematis biaya rata-rata dituliskan:
Dimana:
AC : average cost
Q : jumlah unit barang
TFC : total fixed cost
TVC : total variable cost

Fungsi biaya diasumsikan:


a. Jika tidak ada produk yang dihasilkan (Q=0), maka biaya totalnya merupakan biaya tetapnya
saja (overhead) atau 0.
b. Peningkatan biaya total sebanding dengan jumlah produk yang dibuat, sehingga biaya marginal
selalu positif.
c. Untuk suatu produk yang jumlahnya sangat besar, biasanya akan terjadi perubahan laju yang
makin tinggi, sehingga fungsi ini akan dicenderung cekung ke atas. Namun demikian, hal tersebut
tidak selalu terjadi demikian, karena fungsi biaya dimungkinkan pula akan cenderung cekung ke
bawah (sesuai dengan fungsi marginalnya yang menurun).

2.2 Biaya marginal


Biaya marginal (marginal cost, MC) adalah biaya tambahan yang dikeluarkan untuk
menghasilkan satu unit tambahan produk. Secara matematik, fungsi biaya marginal merupakan
derivative pertama dari fungsi biaya total.
Misal C(x) adalah biaya total yang dikeluarkan sebuah perusahaan untuk menghasilkan x
satuan barang tertentu. Fungsi C disebut sebagai fungsi biaya. Jika banyaknya barang yang
dihasilkan bertambah dari x1 menjadi x2, biaya tambahan = C(x2) – C(x1).
Laju perubahan rata-rata biaya:

Limit besaran ini ketika x→0 disebut laju perubahan sesaat biaya, terhadap banyaknya
barang yang dihasilkan. Oleh para ekonom disebut biaya marjinal.

2.3 Biaya total


Biaya total (total cost = Q) adalah biaya yang diperlukan untuk memproduksi sejumlah
barang tertentu. Biaya total ini dibagi menjadi dua, yaitu:
a. Biaya tetap (fixed cost = FC), yaitu biaya yang jumlahnya tidak berubah sekalipun jumlah
produksi berubah.
b. Biaya variabel (variable cost = VC), yaitu biaya yang berubah secara proporsional dengan
perubahan jumlah produksi.
Jika jumlah produksi x maka VC = f(x), maka biaya total adalah: Q = FC + VC. Jika FC =
k dan VC = f(x), maka Q = k + f(x). Sesuai dengan pengertian marjinal, maka biaya marjinal adalah
turunan pertama dari biaya total.
Fungsi Biaya Total mungkin berwujud sebagai :
1. Fungsi Garis Lurus:
Biaya Total : y = ax + b ; dimana a > 0 dan b ≥ 0
Biaya rata-rata : ŷ = y/x = a + bx
Biaya Marginal : y' = dy/dx = a (fungsi konstanta), artinya : berapapun jumlah barang yang
diproduksi, biaya marginalnya tetap sebesar a
2. Fungsi Parabola (kuadrat) :
Biaya Total : y = ax2 + bx + c ; dimana a > 0, b ≥ 0 dan c ≥ 0
Biaya rata-rata : ŷ = y/x = ax + b + c/x
Biaya Marginal : y' = dy/dx = 2ax + b

2.4 Contoh Soal dan Penyelesainnya


1. Perusahaan menaksir biaya memproduksi x unit barang (dalam USD) adalah C(x) = 10.000 + 5x +
0,01x2.
a. Tuliskan fungsi biaya marginalnya!
b. Berapakah biaya marginalnya untuk 500 unit ?
Penyelesaian :
a. Fungsi biaya marginalnya adalah C'(x) = 5+0,02x
b. Biaya marjinal untuk tingkat produksi 500 unit adalah :
C'(500)= 5 + 0,02x
= USD 15/unit

2. Sebuah perusahaaan mempunyai biaya 3200 + 3,25x – 0,0003x2 dengan jumlah persatuan x =
1000. Tentukan biaya rata-rata dan biaya marjinal ?
Penyelesaian :
Biaya rata-rata : C(x)/x = 3200+3,25x–0,0003x2 / x
= 3200+3,25(1000)-0,0003(1000)2 / 1000
= 6150/1000 = 6,15
Maka biaya rata-rata persatuan yaitu 6,15 x 1000 = Rp.6150
Biaya marjinal = dc/dx
= 3,25-0,0006x = 3,25-0,0006(1000) = 2,65
Maka biaya marjinalnya, 2,65 x 1000 = Rp.2650 pada x=1000
Dari hasil di atas, dibutukan Rp.6150 untuk memproduksi 1000 barang pertama dan membutuhkan
Rp. 2,65 untuk membuat 1 barang setelah barang yang ke 1000, hanya dibutuhkan Rp.2650 untuk
membuat 1000 barang yang sama.
3. Andaikan C(x) = 6700+4,15x+30x1/2 rupiah. Cari biaya rata-rata tiap satuan dan biaya marjinal
dan hitung mereka bilamana x = 400
Penyelesaian :
Biaya rata-rata : C(x)/x = (6700 + 4,15x + 30x1/2)/x
Biaya marjinal : dC/dx = 4,15 + 15x-1/2
Pada x = 400 diperoleh
Biaya rata-rata = 22,4 x 400 = 8960
Biaya marjinal = 4,9 x 400 = 1960
Ini berarti bahwa rata-rata biaya tiap satuan adalah Rp. 8960 untuk memproduksi 400 satuan
yang pertama, untuk memproduksi satu satuan tambahan dia atas 400 hanya memerlukan biaya
Rp.1960.

4. Andaikan C(x) 5300 + 1,25x + 40x1/2 rupiah. Tentukan biaya rata-rata tiap satuan dan biaya
marginal dan hitung mereka bilamana x = 100.
Penyelesaian :
Biaya rata-rata : C(x)/x = 5300 + 1,25x + 40x1/2 / x
= 5300 + 1,25(100) + 40(100)1/2 / 100
= 5300 + 125 + 400 / 100 = 58,25
Biaya Marginal dC/dx = 1,25 + 40/2 x-1/2
= 1,25 + 20 x-1/2
= 1,25 + 20.100-1/2
= 1,25 + 2 = 3,25
Pada x=100, nilai masing-masing yaitu 58,25 dan 3,25. Jadi biaya rata-rata tiap satuan
adalah Rp.5.825 untuk produsi 100 satuan yang pertama, dan untuk memproduksi satu satuan
tambahan di atas 100 hanya memerlukan biaya Rp.325.

5. Biaya yang diperlukan untuk memproduksi suatu barang adalah 3/unit dan FC = 1.500, tentukan :
a. Biaya Total sebagai jumlah barang yang diproduksi.
b. Biaya Marginal, jika jumlah barang yang diproduksi adalah 100 unit.
c. Biaya rata-rata, jika jumlah barang yang diproduksi adalah 100 unit.
Penyelesaian :
a. TC = FC + VC
= 1.500 + 3x Rupiah
b. MC = y' = 3
c. Biaya rata-rata = ŷ = y/x = (1.500 + 3x) / x
= 1.500x + 3
Untuk x = 100
Untuk ŷ = 1.500/100 +3 = 18
6. Andaikan C(x) = 8300 + 3,25x + 40 rupiah. Cari biaya rata-rata tiap satuan dan biaya marjinal
dan hitung mereka bilamana x = 1000.
Penyelesaian :

Biaya rata-rata : =

Biaya marjinal : = 3,25 +


Pada x = 1000, ini masing-masing mempunyai nilai 11,95 dan 3,38. Ini berarti bahwa rata-rata
biaya tiap satuan adalah Rp. 11.950 untuk memproduksi 1000 satuan yang pertama, untuk
memproduksi satu satuan tambahan di atas 1000 hanya memerlukan biaya Rp.3.380.

7. Sebuah perusahaan memperkirakan bahwa akan dapat menjual 1000 satuan tiap minggu jika
menetapkan harga satuan sebesar Rp.3000, tetapi bahwa penjualan mingguannya akan meningkat
100 satuan dengan tiap penurunan harga sebesar Rp.100. Jika x banyaknya satuan yang terjual tiap
minggu (x ≥ 1000), cari :
a. fungsi harga, p(x);
b. banyaknya satuan dan harga yang berpadanan yang akan memaksimumkan pendapatan mingguan;
c. pendapatan mingguan maksimum.
Penyelesaian :
a. Kita mengetahui bahwa

Atau, ekivalennys p(x) =3,00 – (0,10) = 4 – 0,001x


b. R(x) = x.p(x) = 4x – 0,001x2

= 4 – 0,002x
Titik – titik kritis hanyalah titik ujung 1000 dan titik stationer 2000, yang diperoleh dengan
menetapkan dR/dx = 0. Uji turunan pertama (R'(x) > 0 untuk 1000 ≤ x < 2000 dan R'(x) < 0 untuk
x > 2000) memperlihatkan bahwa x = 2000 memberikan pendapatan maksimum. Ini berpadanan
terhadap harga satuan p(2000) = Rp. 2.000.
c. Pendapatan mingguan maksimum adalah R(2000) = Rp. 4.000.000.

8. Fungsi biaya total dinyatakan dalam persamaan C=2Q3 - 6Q2 + 8Q + 8. Tentukan persamaan biaya
marginal serta berapa titik minimumnya ?
Penyelesaian :
C = 2Q3 – 6Q2 + 8Q + 8
MC = C' = 6Q2 – 12Q + 8
MC' = C'' = 12Q – 12
MC minimum jika MC' = 0

0 = 12Q – 12
12 = 12Q
Q=1

Untuk Q = 1
MC = 6Q2 – 12Q + 8
MC = 6(1)2 – 12(1) + 8
= 6 – 12 + 8
=2

C = 2Q3 – 6Q2 + 8Q + 8
= 2(1)3 – 6(1)2 + 8(1) + 8
= 12
Jadi, biaya persamaan biaya marginalnya adalah MC = 6Q2 – 12Q + 8. Fungsi biaya marginal
mencapai titik minimum pada kooordinat (1,2) pada saat fungsi biaya total berada pada titik belok
di koordinat (1,12).

9. Fungsi permintan diberikan P = 3Q+27, di mana P: Price (harga) dan Q: Output.Bagaimanakah


fungsi marginal pendapatannya (Marginal Revenue) dan berapa nilai marginal pendapatannya jika
perusahaan memproduksi 10 output, serta terangkan artinya.
Penyelesaian :
Fungsi total pendapatan (Total Revenue)
R = P.Q
R = (3Q+27).Q
R = 3Q2+27Q
Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue)
MR = dR/dQ = 6Q + 27
Jika perusahan berproduksi pada tingkat output Q = 10 , maka
MR = dR/dQ = 6Q + 27 = 6(10) + 27 = 60 +27 = 87
Artinya : untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan
adanya tambahan pendapatan sebesar 87, sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang
dijual sebanyak 1 unit akan banyak menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 87.
10. Fungsi Permintaan diberikan Q = 6 - 5P, dimana P: Price (harga) dan Q: Penjualan.
Bagaimanakah Fungsi marginal pendapatanya (Marginal Revenue) dan berapakah nilai marginal
pendapatanya jika perusahaan memproduksi baru 1 penjualan ,serta terangkan artinya.
Penyelesaian :
Karena fungsi permintaanya Q = 6 - 5P, dimana harus diubah dahulu menjadi P = 6/5 –1/5Q
Barulah mencari fungsi total pendapatan (Total Revenue): R = P.Q
R = (6/5 – 1/5Q) Q R = 6/5Q-1/5Q2
Fungsi marginal pendapatan (Marginal Revenue):
MR = dR/dQ = 6/5 - 2/5Q
Jika perusahaan berproduksi pada tingkat output Q = 1, maka
MR= dR/dQ = 6/5 - 2/5.(1) = 6/5 - 2/5 = 4/5
Artinya, untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan
adanya tambahan pendapatan sebesar 4/5,sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang
dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan pendapatan sebesar 4/5.

11. Fungsi Total Biaya suatu perusahaan dinyatakan sebagai berikut:


C = Q3 - 4Q2 + 10Q + 75
Bagaimanakah fungsi marginal biayanya (Marginal cost) dan berapakah nilai marginal biaya
tersebut jika perusahaan memproduksi 2 penjualan, serta terangkan arti.
Penyelesaian :
Fungsi total biaya (total biaya):
C = Q3 - 4Q2 + 10Q + 75
Fungsi Marginal Biaya (marginal cost):
C’ = 3Q2 - 8Q + 10
Jika perusahaan berproduksi pada tingkat penjualan Q = 2, maka
MC = C’= 3Q2 - 8Q + 10 = 3(2)2 - 8(2) + 10 = 12 – 16 + 10 = 6
Artinya: Untuk setiap peningkatan penjualan Q yang dijual sebanyak 1 unit akan menyebabkan
adanya tambahan biaya sebesar 6, sebaliknya untuk setiap penurunan penjualan Q yang dijual
sebanyak 1 unit akan menyebabkan adanya pengurangan biaya sebesar 6.

12. Harga jual barang P = - 2Q + 16, tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar
diperoleh total pendapatan maksimum.
Penyelesaian :
Fungsi total pendapatan:
P = - 2Q + 16
R = P.Q = (- 2Q + 16) Q
R = - 2Q2 + 16Q
Langkah pertama mencari turunan pertama fungsi total pendapatan kemudian dibuat = 0
R’ = - 4Q + 16 = 0
4Q = 16
Q=4
Agar dijamin bahwa jika menjual sebanyak Q = 4 maka akan diperoleh total pendapatan
maksimum, maka lakukanlah langkah kedua yaitu mencari turunan kedua fungsi total pendapatan:
R” = - 4
Ternyata R” = - 4 < 0 sehingga diperoleh nilai maksimum
Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh total pendapatan maksimum yaitu
sebanyak 4.
Total pendapatan maksimumnya:
R = - 2Q2 + 16Q
R = - 2(4)2 + 16(4)
R = 32
Jadi ketika menjual produk sebanyak 4, maka akan diperoleh total pendapatan maksimum sebesar
32.

13. Harga jual barang P = 16 - 2Q, tentukan berapa output yang harus diproduksi dan dijual agar
diperoleh marginal pendapatan maksimum. Berapakah marginal pendapatan maksimum tersebut?
Penyelesaian :
Fungsi permintaan: P = 16 - 2Q
Fungsi total pendapatan: R = P.Q = (16 - 2Q) Q
= 16Q – 2Q2
Fungsi marginal pendapatan: MR = 16Q - 2Q2
Turunan pertama: MR’ = 16 - 4Q = 0
16 = 4Q
Q=4
Turunan kedua: MR” = - 4 < 0
Jadi output yang harus diproduksi dan dijual agar diperoleh marginal pendapatan maksimum
sebanyak 4.
Marginal pendapatan maksimumnya: MR = 16Q - 2Q2
= 16(4) - 2(4)2
= 48

14. Biaya total dinyatakan dengan C(Cost) = 5Q2 - 1000Q + 85000


Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan total biaya minimum?
Berapakah total biaya minimum tersebut?
Penyelesaian :
C = 5Q2 - 1000Q + 85000
C’= 10Q – 1000 = 0
10Q = 1000
Q = 100
C” = 10 > 0
Jadi total biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 100 unit.
Total biaya minimumnya sebesar:
C = 5Q2 - 1000Q + 85000
C = 5(100)2 - 1000(100) + 85000
C = 35000
Jadi total biaya minimumnya sebesar: 35000

15. Biaya total dinyatakan dengan C (Cost) = Q3 -90Q2 + 2800Q + 56500


Pada tingkat produksi berapakah akan menyebabkan marginal biaya minimum?
Berapakah marginal biaya minimum tersebut?
Penyelesaian :
Fungsi total biaya: C = Q3 - 90Q2 + 2800Q + 56500
Fungsi marginal biaya: MC = 3Q2 - 180Q + 2800
Turunan pertama: MC’= 6Q – 180 = 0
6Q = 180
Q = 30
Turunan kedua: MR” = 6 > 0
Jadi output yang harus diproduksi agar diperoleh marginal biaya minimum sebanyak 30.
Marginal biaya minimum: MC = 3Q2 - 180Q + 2800
= 3(30)2 - 180(30) + 2800
= 100
Jadi marginal biaya minimum akan tercapai jika berproduksi sebanyak 30 unit:100.
16. Di berikan fungsi permintaan dan fungsi biaya masing-masing sebagai berikut:
P = 1000 - 2Q Dan C = Q3 - 59Q2 + 1315Q + 2000
Berapakah produk yang harus di produksi dan di jual sehingga dapat di peroleh laba yang
maksimum ? Berapakah laba maksimum tersebut ?
Penyelesaian :
Fungsi pendapatan: R = P.Q
R = (1000 - 2Q).Q
R = 1000 Q - 2 Q2
Fungsi biaya: C = Q3 - 59Q2 +1315Q + 2000
Fungsi laba: Laba = Pendapatan – biaya
Laba = (1000Q - 2Q2) - (Q3 - 59Q2 + 1315Q + 2000)
Laba = - Q3 + 57Q2 - 315Q - 2000
Turunan pertama: Laba = -3Q2 + 114Q - 315
= Q2 - 38Q + 105
= (Q - 3) (Q - 35) = 0
Q1 = 3 Dan Q2 = 35

Turunan kedua: Laba” = - 6Q + 114


Untuk Q1 = 3, maka turunan ke dua = - 6(3) + 114 = 96 > 0
Berarti jika di produksi output sebanyak 3, maka labanya akan minimum.
Untuk Q2 = 35, maka turunan ke dua = - 6(35) + 114 = - 96 < 0
Berarti jika di produksi output sebanyak 35, maka labanya akan maksimum.
Laba maksimum nya sebesar :
Laba = - Q3 + 57Q2 - 315Q - 2000
= - (35)3 + 57(35)2 - 315(35) - 2000
= 13925
Jadi dengan memproduksi dan menjual output sebanyak 35 akan di peroleh laba maksimum
sebanyak : 13925

17. PT. ABG adalah perusahaan pemasok material bahan baku yang sedang melayani sebanyak 60
perusahaan pelanggan, studi yang dilakukan oleh bagian akuntansi menunjukkan bahwa biaya
administrasi dan penjualan setiap pelanggan di ketahui merupakan fungsi TC = 40.000 + 50Q +
4Q2, dimana TC pertahun ($) dan Q adalah banyaknya perusahaan pelanggan, dengan
menggunakan model regresi kubik anda diminta untuk :
a. Hitung biaya tetap perusahaan setiap tahunnya
b. Hitung biaya rata-rata sekarang yang dikeluarkan perusahaan untukmelayani sebanyak 60
pelanggan
c. Hitung jumlah pelanggan pada tingkat output pada biaya rata-rata minimum
Penyelesaian :
a. Intersep (kontanta) untuk fungsi biaya total kuadratik diatas adalah $ 40,000. Hal ini
mengindikasikan bahwa biaya tetap perusahaan per tahun aladah :$ 40.000
b. Pada saat sekarang perusahaan sedang melayani 60 perusahaan pelanggan (Q=60), sehingga
biaya rata-rata per perusahaan adalah :
AC = TC/Q = (40000 + 50Q + 4Q2)/Q
= {40000 + (50) ( 60) + 3 (60)2 } / 60
= 57400 / 60
= 957
Jadi biaya rata-rata yang dikeluarkan perusahaan untuk melayani setiap perusahaam pelanggan
adalah $957
c. Pada kondisi biaya rata-rata minimun (AC minimum), maka biaya marjinal (MC) sama dengan
biaya rata-rata (AC). Dengan demikian tetapkan MC = AC
TC = 40000 + 50Q + 4Q2→ MC = 50 + 8Q

AC = TC/Q = (40000 + 50Q + 4Q2)/Q = (40000/Q) + 50 + 4Q


MC = AC → 50 + 8Q = (40000/Q) + 50 + 4Q → 4Q = 40000/Q → 4Q2 = 40000 → Q2 =
10000 → Q = 100
Dengan demikikian tingkat output yang meminimumkan biaya rata-rata perusahaan adalah
melayani 100 perusahaan pelanggan (Q = 100). Pada tingkat output ini biaya rata-rata minimum
adalah sebesar : AC = TC/Q = (40000 + 50Q + 4Q2)/ Q = (40000/Q) + 50 + 4Q = (40000/100) +
50 + 4 (100) = $ 850

18. Apabila diketahui fungsi biaya jangka pendek dengan menggunakan biaya variabel rata-rata
(AVC) ditunjukkan dengan fungsi AVC = 81,93 – 0,35Q + 0,24Q2 dimana AVC adalah biaya
variabel rata-rata ($/unit) dan Q adalah jumlah unit produksi, sementara diketahui Biaya Tetap
Total (TFC) adalah sebesar $ 30 juta.
Tentukan persamaan biaya total (TC) dan biaya Marjinal jangka pendek (SMC). Asumsikan bahwa
koefisien regresi dalam fungsi biaya jangka pendek telah memenuhi syarat statistika yang
signifikan dimana a > 0, b > 0, c < 0, d > 0 dan c2 < 3bd
Tentukan tingkat output yang akan meminimumkan biaya variabel rata-rata (AVC) dan berapa
biaya rata-rata minimum pada tingkat output itu.
Jika perusahaan meproduksi sebanyak 3 juta unit, lakukan pendugaan biaya yang relevan dan
buatkan hasilnya dalam sebuah tabel pendugaan biaya produksi.
Penyelesaian :
Fungsi AVC = 81,93 – 0,35Q + 0,24Q2
TFC = 30
TC = TFC + VC
AVC = 81,93 – 0,35Q + 0,24Q2
VC = 81,93 - 0,35Q + 0,24Q2
Maka persamaan biaya total = TFC + VC
TC = 30 Jt + 81,93,-,0,35Q + 0,24Q2
Biaya marginal jangka pendek (SMC) = d
Persamaan biaya marginal = 81,93 – 0,35Q + 0,24Q2
TC = 30 + 81,93Q – 0,35Q2 + 0,24Q3
a = 30 berarti a > 0
b = 81,93 berarti b > 0
c = -0,35 berarti c > 0
d = 0,24 berarti d>0
maka (– 0,35 )2 < 3 . 81,93 . 0,24)
0,1225 < 3 . 19,6632
0,1225 < 58,9896
C2 < 3. b.d
Jadi telah memenuhi syarat statistik a>0, b>0, c< 0, d > 0 dan C2 < 3.bd\AVc Minimum = Û -
0,35 Q + 0,48Q = 0
Q = Biaya rata-rata minimum pada tingkat output tersebut:
= 81,93 – 0,35Q + 0,24Q2
= 81,93 – 0,35 . 0,729 + 0,24 – (0,729)2
= 81,93 – 0,25515 + 0,1275458
= 81,802395 » 81,8024.

19. Biaya rata-rata untuk memproduksi suatu barang dinyatakan dengan persamaan q = 100 – 12x +
1/3 x2, di mana x jumlah barang yang diproduksi. Tentukanlah x sehingga biaya total minimum.
Penyelesaian :
q = 100 – 12 + 1/3 x2

Biaya total:
Q = qx
= (100 – 12x + 1/3 x2) x
= 100x – 12x2 + 1/3 x3
Maka: 2 Syarat: > 0
Sehingga:
x2 – 24x + 100 = 0
x1 = 18,6
x2 = 5,4
Untuk x = 18,6 → = -24 + 2.18,6 > 0
Untuk x = 5,4 → = -24 + 2.5,4 < 0
Maka untuk x = 18,6 biaya total minimum adalah:
Qmin = 100.18,6 – 12.(18,6)2 + 1/3 (18,6)3
= 8.156,47.

20. Andaikan C(x) = 7200 + 2x + 40 x2 rupiah, cari rata-rata tiap satuan dan biaya marginal dan hitung
mereka bilamana x = 5000.
Penyelesaian :
Biaya rata-rata : C(x) / x = 7200 + 2x + 40x2 / x
Biaya marjinal : dC / dx = 2 + 80x
Jadi Pada x = 5000, rata-rata biaya tiap satuan adalah Rp. 200003,44 dan rata-rata biaya marjinal
adalah Rp. 400002

Anda mungkin juga menyukai