Anda di halaman 1dari 17

Anatomi Manusia

Sistem Persendian Manusia


Di

Oleh :

Agape Kharisma Sejati Sitepu (1803100242)

Pendidikan Jasmani Kesehatan & Rekreasi G

SEKOLAH TINGGI OLAHRAGA DAN KESEHATAN BINAGUNA

MEDAN

2018
KATA PENGANTAR

Puji syukur kami panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah
memberikan rahmat dan pertolongan sehingga saya dapat menyelesaikan makalah Anatomi
Manusia yang berjudul “SISTEM PERSENDIAN MANUSIA” ini dengan baik. Makalah ini
ditulis untuk memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Anatomi Manusia. Penyusunan
makalah ini berdasarkan sumber-sumber informasi yang relevan baik dari media cetak seperti
buku dan media elektronik seperti internet.

Saya menyadari makalah ini masih sangat jauh dari sempurna, oleh karenanya saya
senantiasa menerima kritik dan saran dari berbagai pihak untuk perbaikan makalah
selanjutnya. Akhirnya, semoga makalah yang sederhana ini dapat memberiakn manfaat bagi
kita semua.

Medan, Desember 2018

Penyusun

i
DAFTAR ISI

Kata pengantar .................................................................................................................... i

Daftar isi.............................................................................................................................. ii

Bab I Pendahuluan

A. Latar Belakang .................................................................................................. 1


B. Rumusan Masalah ............................................................................................. 1
C. Tujuan .............................................................................................................. 1

Bab II Pembahasan

A. Klasifikasi Persendian pada manusia ................................................................ 2


B. Gangguan pada Persendian ............................................................................... 11

Bab III Penutup

A. Kesimpulan ....................................................................................................... 12
B. Saran ................................................................................................................. 12

Daftar pustaka ..................................................................................................................... 13

ii
i
BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Kamu tentu tahu bahwa tulang-tulang tubuh saling berhubungan satu sama lain.
Hubungan antara tulang yang satu dengan tulang yang lain disebut persendian. Pada ujung-
ujung tulang terdapat tulang rawan yang merupakan bantalan sehingga tulang tidak langsung
bertemu dengan tulang lain. Tulang-tulang pada persendian diikat oleh suatu bahan yang kuat
dan lentur yang disebut ligamen. Cobalah kamu amati sambungan pada tulang kaki ayam.
Kamu akan sulit memisahkan antara tulang satu dengan tulang lainnya karena ada
semacam “daging” berwarna putih kekuningan yang sangat liar. Bagian yang liar dan lentur
itulah ligamen. Persendian diikat pula oleh otot-otot yang sangat kuat. Keadaan inilah yang
membuat sendi memungkinkan adanya pergerakan, namun tulang-tulangnya tidak lepas satu
sama lain. Ruang yang terbentuk antara kedua tulang itu terisi oleh minyak sendi yang
dihasilkan oleh membran sendi.
.
B. Rumusan Masalah

1. Bagaimana klasifikasi persendian pada manusia?


2. Apa saja gangguan kesehatan pada persendian manusia?
C. Tujuan

1. Untuk mengetahui klasifikasi persendian pada manusia

2. Untuk mengetahui gangguan kesehatan pada persendian manusia

1
BAB II
PEMBAHASAN

A. Klasifikasi Persendian Pada Manusia


1. Pengertian, Fungsi
Persambungan tulang atau sendi (artikulasi) adalah pertemuan dua buah tulang atau
beberapa tulang kerangka. Artrologi adalah ilmu yang mempelajari tentang persendian.
Sendi adalah dua tempat dua tulang atau lebih saling berhubungan baik terjadi
pergerakan atau tidak. Dalam perkembangan jaringan ikat diganti oleh jaringan rawan. Untuk
memungkinkan terjadinya pergerakan maka di tempat tertentu ada jaringan ikat dan jaringan
rawan diganti dengan jaringan tulang pada ujung tulang akan tinggsl suatu lempeng jaringan
rawan sebagai rawan sendi.
 Stabilitas sendi bergantung pada:
a. Permukaan sendi, bentu tulang memegang peranan penting pada stabilitas sendi.
b. Ligamnetum, ligamentum fibrosa mencegah pergerakan sendi secara berlebihan. Kalau
regangan terus berlangsung lama, ligamentum fibrosa akan teregang. Ligamentum
elastik sebaliknya mengembalikan panjang asal setelah teregang, misalnya tulang
pergerkan memegang peranan aktif dalam menyokong sendi dan membantu
mengembalikan tulang pada posisi asalnya setelah melakukan pergerakan.
c. Tonus otot, pada kebanyakan sendi tonus otot merupakan faktor utama yang mengatur
stabilitas.
Suatu artikulasi atau persendian, terjadi saat permukaan dari dua tulang bertemu,
adanya pergerakan atau tidak bergantung pada sambungannya. Persendian dapat diklasifikasi
menurut struktur (berdasarkan ada tidaknya rongga persendian diantara tulang – tulang yang
berartikulasi dan jenis jaringan yang berhubungan dengan persendian tersebut) dan menurut
fungsi persendian (berdasarkan jumlah gerakan yang mungkin dilakukan pada persendian).
 Klasifikasi Sendi Menurut Strukturnya
1. Persendian fibrosa (sendi mati), yaitu persendian yang tidak dapat digerakkan, dimana
letak tulang-tulangnya sangat berdekatan dan hanya dipisahkan oleh selapis jaringan
ikat fibrosa. Contohnya : sutura diantara tulang-tulang tengkorak.
2. Persendian kartilago (sendi yang bergerak sedikit), yaitu persendian yang tidak
memiliki rongga sendi dan diperkokoh dengan jaringan kartilago. Pergerakan dari sendi
ini terbatas, dimana tulang-tulangnya dihubungkan oleh tulang rawan hialin, contohnya
tulang iga.

2
3. Persendian sinovial (sendi yang bergerak bebas), yaitu persendian yang memiliki
rongga sendi dan diperkokoh dengan kapsul dan ligamen artikular yang
membungkusnya. Pergerakannya bebas, contohnya sendi bahu dan panggul, siku dan
lutut, sendi pada tulang-tulang jari tangan dan kaki, pergelangan tangan dan kaki.

 Klasifikasi Sendi Menurut Fungsinya


1. Sendi sinartrosis atau sendi mati. Secara struktural, persendian ini di bungkus
dengan jaringan ikat fibrosa atau kartilago.
a. Sutura adalah sendi yang dihubungkan dengan jaringan jaringan ikat fibrosa rapat
dan hanya ditemukan pada tulang tengkorak. Contoh sutura adalah sutura sagital
dan sutura parietal.
b. Sinkondrosis adalah sendi yang tulang – tulangnya dihubungkan dengan
kartilago hialin. Salah satu contohnya adalah lempeng epifisis sementara antara
epifisis dan diafisis pada tulang panjang seorang anak. Saat sinkondrosis
sementara berosifikasi, maka bagian tersebut dimanakan sinostosis.
2. Amfiartosis adalah sendi dengan pergerakan terbatas yang memungkinkan terjadinya
sedikit gerakan sebagai respons terhadap torsi dan kompresi.
a. Simfisis adalah sendi yang kedua tulangnya dihubungkan dengan diskus
kartilago. Yang menjadi bantalan sendi yang memungkinkan terjadinya sedikit
gerakan. Contoh simfisis adalah simfisis pubis antara tulang – tulang pubis dan
diskus intervebralis antar badan vertebra yang berdekatan.
b. Sindesmosis terbentuk saat tulang – tulang yang berdekatan dihubungkan dengan
serat – serat jaringan ikat kolagen. Contoh sindesmosis dapat ditemukan pada

3
tulang yang terletak bersisian dan dihubungkan dengan membran interoseus,
seperti pada tulang radius dan ulna, serta tibia dan fibula.
c. Gomposis adalah sendi dimana tulang berbentuk kerucut masuk dengan pas
dalam kantong tulang. Seperti pada gigi yang tertanam pada alveoli (kantong)
tulang rahang. Pada contoh tersebut, jaringan ikat fibrosa yang terlihat adalah
ligamen peridontal.
3. Diartrosis adalah sendi yang dapat bergerak bebas , disebut juga sendi sinovial
(berasal dari kata yunani yang berarti “dengan telur”). Sendi ini memiliki rongga
sendi yang berisi cairan sinovia, suatu kapsul sendi (artikular) yang menyambung
kedua tulang, dan ujung tulang pada sendi sinovial dilapisi kartilago artikular.
a. Lapisan terluar kapsul sendi terbentuk dari jaringan ikat fibrosa rapat berwarna
putih yang memanjang sampai bagian periosteum tulang yang menyatu pada
sendi.
1) Ligamen adalah penebalan kapsul yang berfungsi untuk menopang kapsul
sendi dan memberikan stabilitas.
2) Ligamen dapat menyatu dalam kapsul atau terpisah dari kapsul melalui
envaginasi kapsul.
b. Lapisan terdalam kapsul sendi adalah membran sinovial yang melapisi
keseluruhan sendi, kecuali pada kartilago artikular.
1) Membran sinovial mensekresi cairan sinovial, materi kental yang jernih seperti
putih telur. Materi ini terdiri dari 95%air dengan pH 7,4 dan merupakan
campuran polisakarida (sebagian besar asam hialuronat), protein, dan lemak.
2) Cairan sinovial berfungsi untuk melumasi dan memberikan nutrisi pada
permukaan kartilago artikular. Cairan ini juga mengandung sel fagosit untuk
mengeluarkan fragmen jaringan mati (debris) dari rongga sendi yang cedera
atau terinfeksi.
3) Pada beberapa sendi sinovial, seperti persendian lutut, terdapat diskus artikular
(meniskus) fibrokartilago.
a) Diskus artikular memodifikasi bentuk permukaan tulang yang berartikulasi
untuk mempermudah gerakan, memperbesar stabilitas, atau untuk meredam
goncangan.
b) Cedera pada diskus artikular lutut biasanya disebut robekan kartilago.
4) Bursa adalah kantong tertutup yang dilapisi membran sinovial, dan ditmukan
di luar rongga sendi. Kantong ini terletak di bawah tendon atau otot yang

4
mungkin juga dapat ditemukan di area percabangan terdon atau otot di atas
tulang yang menonjol atau secara subkutan jika kulit terpapar pada friksi,
seperti pada siku atau tempurung lutut.
 Klasifikasi Persendian Sinovial
Didasarkan pada bentuk permukaaan yang berartikulasi.
1. Sendi sferoidal terdiri dari sebuah tulang dengan kepala berbentuk bulat yang masuk
dengan pas ke dalam rongga berbentuk cangkir pada tulang lain. Sendi ini, yang
dikenal sebagai sendi traksial atau multi traksial, memungkinkan rentang gerak yang
lebih besar, menuju ketiga arah. Contoh sendi sferoidal adalah sendi panggul serta
sendi bahu.

2. Sendi engsel, permukaan konveks sebuah tulang masuk dengan pas pada permukaan
konkaf tulang kedua. Sendi ini memungkinkan gerakan ke satu arah saja dan dikenal
sebagai sendi uniaksial. Contohnya adalah persendian pada lutut dan siku.

5
3. Sendi kisar (pivot joint) adalah tulang berbentuk kerucut yang masuk dengan pas ke
dalam cekunga tulang kedua, dan dapat berputar ke semua arah. Sendi ini
merupakan sendi uniaksial yang memungkinkan terjadinya rotasi di sekitar
aksissentral; misalnya, persendian tempat tulang atlas berotasi di sekitar prosesus
odontoid aksis, dan prsendian antara bagian kepala proksimal tulang radius dan ulna.

4. Persendian kondiloid terdiri dari sebuah konilus oval suatu tulang yang masuk
dengan pas ke dalam rongga bebentuk elips di tulang kedua. Sendi ini merupakan
sendi biaksial, yang memungkinkan gerakan ke dua arah di sudut setiap tulang.
Contohnya adalah sendi antara tulang radius dan tulang karpal serta sendi antara
kondilus oksipital tengkorak dan atlas.

1
5. Sendi pelana, permukaan tulang yang berartikulasi berbentuk konkaf di satu sisi dan
konveks pada sisi lainnya; sehingga tulang tersebut akan masuk denga pas ke dalam
permukaan tulang kedua yang bentuk konveks dan konkafnya derada pada sisi
belawanan, seperti dua pelana yang saling menyatu. Persendian ini adalah sendi
kondiloid yang termodifikasi sehingga memungkinkan garakan yang sama. Satu-
satunya sendi pelana sejati yang ada dalam tubuh adalah persendian antara tulang
karpal dan metakarpalm pada ibu jari.

6. Sendi peluru adalah salah satu seni yang permukaan kedua tulang yang berartikulasi
berbentuk datar, sehingga memungkinkan gerakan meluncur antara satu tulang
terhadap tulang lainnya. Sedikit gerakan ke segala arah mungkin terjadi dalam batas
prosesus atau ligamen yang membungkus persendian. Persendian semacam ini
disebut sendi nonaksial; misalnya, persendian intervertebra, dan persendian antar
tulang-tulang karpal dan tulang-tulang tarsal.

 Pergerakan Sendi
Pergerakan sendi merupakan hasil kerja otot rangka yang melekat pada tulang yang
membentuk artikulasi dengan cara memberikan tenaga. Tulang hanya berfungsi sebagai
pengungkit dan sendi sebagai penumpu.
1. Fleksi adalah gerakan yang memperkecil sudut antara dua tulang atau dua bagian
tubuh,seperti saat menekuk siku (menggerakkan lengan ke arah depan), menekuk

2
lutut (menggerakkan tungkai kearah belakang),atau juga menekuk tarso kea rah
samping.
a. Dorsofleksi adalah gerakan menekuk telapak kaki di pergelangan kea rah deapn
(meninggikan bagian dorsal kaki)
b. Plantar fleksi adalah gerakan meluruskan telapak kaki pada pergelangan kaki.

2. Ekstensi adalah gerakan yang memperbesar sudut antara dua tulang atau dua
bagian tubuh.
a. Ekstensi bagian tubuh kembali ke posisi anaomis ,seperti gerak meluruskan
persendian pada siku dan lutut setelah fleksi.
b. Hiperekstensi mengacu pada gerakan yang memperbesar sudut pada bagian-
bagian tubuh melebihi 180, seperti gerakan menekuk torso atau kepala kea rah
belakang.

3. Abduksi adalah gerakan bagian tubuh menjauhi garis tengah tubuh , seperti saat
lengan berabduksi , atau menjauhi aksis longitudinal tungkai,seperti gerakan
abduksi jari tengah dan jari kaki.

4. Aduksi , kebalikan dari abduksi , adalah gerakan bagian tubuh saat kembali ke
aksis utama tubuh atau aksis lolongitudinal tungkai.

3
5. Rotasi adalah gerakan tulang yang berputar di sekitar aksis pusat tulang itu sendiri
tanpa mengalami dislokasi lateral, seperti saat menggelengkan kepala untuk
mengatakan tidak.

a. Pronasi adalah rotasi medial lengan bawah dalam posisi anatomis ,yang
mengakibatkan telapak tangan menghadap ke belakang.

b. Supinasi adalah rotasi lateral lengan bawah, yang mengakibatkan telapak


tangan menghadap ke depan.

6. Sirkumduksi adalah kombinasi dari semua gerakan angular dan berputar untuk
membuat ruang berbentuk kerucut , seperti saat mengayunkan lengan membentuk
putaran.Gerakan seperti ini dapat berlangsung pada persendian panggul, bahu,
trunkus, pergelangan tangan, dan persendian lutut.
7. Inversi adalah pergerakan sendi pergelangan kaki yang memungkinkan telapak
kaki menghadap ke dalam atau ke arah medial.

4
8. Eversi adalah gerakan sendi pergelangan kakiyang memungkinkan telapak kaki
menghadap ke arah luar. Gerak inversi dan eversi pada kaki sangat berguna untuk
berjalan di atas daerah yang rusak dan berbatu-batu.

9. Protaksi adalah memajukan bagian tubuh , seperti saat menonjolkan rahang bawah
ke depan , atau memfleksi girdle pectoral kea rah depan.
10. Retraksi adalah gerakan menarik bagian tubuh kea rah belakang, seperti saat
meretraksi mandibula,atau meretraksi girdle pectoral untuk membungkuskan dada.
11. Elevasi adalah pergerakan struktur kea rah superior , seperti saat mengatupkan
mulut (mengelevasi mandibula) atau mengangkat bahu (mengelevasi skapula).
12. Depresi adalah menggerakkan suatu struktur ke arah inverior , seperti saat
membuka mulut.

B. Gangguan pada Persendian

Berikut ini adalah berbagai jenis gangguan sendi:


Autoimun
Jenis gangguan sendi terjadi ketika tubuh Anda tidak lagi mengenali jaringan Anda
sendiri dan menyerang sendi, yang menyebabkan peradangan. Gangguan sendi umum
autoimun adalah rheumatoid arthritis. Bila Anda memiliki jenis gangguan sendi, sistem
kekebalan tubuh Anda akan menyebabkan kerusakan pada tulang rawan dan jaringan ikat,
yang akan kehilangan tekstur halus dan menjadi kasar. Seiring waktu, tulang rawan akan
lemah.
Pengobatan untuk gangguan sendi autoimun termasuk obat-obatan yang akan
mengontrol respon imun dan mengurangi peradangan.
Inflamasi
Gangguan sendi inflamasi disebabkan oleh pilihan pola makan yang buruk, luka atau
infeksi. Jenis gangguan sendi ini menyebabkan sendi menjadi kemerahan, bengkak, dan
nyeri. Mereka termasuk gangguan seperti encok, psoriasis arthritis, dan arthritis enteropati
(penyakit Crohn). Penyakit sendi inflamasi akan memiliki periode kambuh dan remisi.

5
Cara terbaik untuk mengontrol gangguan sendi inflamasi adalah untuk mengendalikan
peradangan. Hal ini biasanya dilakukan dengan menggunakan obat-obatan seperti
kortikosteroid dan obat anti-peradangan (NSAID). Anda juga dapat mengontrol peradangan
dengan mengidentifikasi pemicunya. Misalnya, pemicu asam urat adalah makanan yang
menghasilkan tingkat tinggi asam urat. Makanan seperti daging merah dan bir.
Jenis lain yang umum dari kondisi peradangan sendi disebut bursitis. Yang disebabkan oleh
tekanan ekstrim pada sendi yang menyebabkan bursa menjadi meradang. Bursa terletak di
antara tulang yang menyembuhkan tulang dan tendon achilles. Bursitis biasanya diobati
dengan istirahat.
Degeneratif
Gangguan sendi degeneratif adalah yang paling umum dari penyakit sendi. Ini
termasuk dislokasi, keseleo dan luka lain atau kerusakan sendi. Nyeri tidak selalu menjadi
gejala pertama dari gangguan sendi degeneratif. Untuk beberapa kondisi kerusakan jaringan
di sendi dapat memburuk dari waktu ke waktu, yang menyebabkan tulang rawan menjadi
kasar dan hilangnya cairan sendi. Hal ini menyebabkan sendi Anda tidak bergerak.
Untuk dislokasi dan keseleo, nyeri akan menjadi gejala awal serta pembengkakan dan
ketidakmampuan untuk bergerak. Cara terbaik untuk mengobati dislokasi dan keseleo adalah
dengan beristirahat, menggunakan es untuk mengurangi pembengkakan, kompres dan
mengangkat sendi. Hal ini akan membantu mempercepat proses penyembuhan
Infeksi
Sendi bisa meradang akibat infeksi. Infeksi ini bisa dalam tubuh atau sendi. Jenis
gangguan sendi meliputi kondisi seperti septic arthritis dan Lyme arthritis. Kelainan infeksi
sendi biasanya disebabkan oleh patogen dalam darah. Proses kerusakan sendi Anda bisa
sangat cepat.
Lyme arthritis disebabkan oleh infeksi bakteri yang ditularkan melalui gigitan kutu.
Gejala termasuk ruam, kelelahan dan gejala seperti flu. Bakteri akan melakukan perjalanan ke
sendi dan menyebabkan kerusakan jaringan. Jika Anda mencurigai diri Anda terkena
penyakit Lyme, Anda harus diobati dengan antibiotik segera untuk mencegah kerusakan lebih
lanjut pada sendi Anda.

6
BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Sistim muskuloskeletal pada manusia terdiri dari tulang, otot dan persendian (dibantu
oleh tendon, ligamen dan tulang rawan). Sistem ini memungkinkan Anda untuk duduk,
berdiri, berjalan atau melakukan kegiatan lainnya dalam kehidupan sehari-hari. Selain
sebagai penunjang dan pembentuk tubuh, tulang juga berfungsi sebagai pelindung organ
dalam. Tempat pertemuan 2 tulang adalah persendian, yang berperan dalam mempertahankan
kelenturan kerangka tubuh. Tanpa persendian, Anda tidak mungkin bisa melakukan berbagai
gerakan. Sedangkan yang berfungsi menarik tulang pada saat Anda bergerak adalah otot,
yang merupakan jaringan elastik yang kuat.
Artikulasio atau Sendi adalah tempat pertemuan dua atau lebih tulang. Tulang-tulang
ini dipadukan dengan berbagai cara, misalnya dengan kapsul sendi, pita fibrosa, ligament,
tendon, fasia, atau otot. Fungsi utama sendi adalah untuk memberikan gerakan fleksibel
dalam tubuh.
Persendian dapat diklasifikasi menurut struktur (berdasarkan ada tidaknya rongga
persendian diantara tulang – tulang yang berartikulasi dan jenis jaringan yang berhubungan
dengan persendian tersebut) dan menurut fungsi persendian (berdasarkan jumlah gerakan
yang mungkin dilakukan pada persendian).
B. Saran
Tak ada gading yang tak retak, saya menyadari sepenuhnya bahwa makalah ini masih
jauh dari sempurna. Isi makalah dan beberapa pembahasan di atas tiadak sepenunya
sempurna, untuk itu penulis mohon kepada para pembaca agar dapat memberikan kritik dan
saran yang baik. Harap maklum jika terdapat adanya beberapa kejanggalan dan
ketidaksempurnaan makalah. Atas perhatian para pembaca, penulis mengucapkan terima
kasih.

7
DAFTAR PUSTAKA
Syaifuddin. 2006. ANATOMI FISIOLOGI untuk mahasiswa keperawatan edisi 3. Buku
Kedokteran EGC, Jakarta.
Sloane, Ethel. 2012. ANATOMI DAN FISIOLOGI untuk pemula. Buku Kedokteran EGC,
Jakarta.
Anderson, Paul D. 1996. Anatomi dan Fisiologi Tubuh Manusia. Buku Kedokteran EGC,
Jakarta.
Gibson, John. 2003. Fisiologi dan Anatomi Modern untuk Perawat Edisi 2. Buku Kedokteran
EGC, Jakarta.
Asmadi. 2008. Teknik Prosedural Keperawatan: Konsep dan Aplikasi Kebutuhan Dasar
Klien. Salemba Medika, Jakarta.