Anda di halaman 1dari 77

LAPORAN ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA III

TENTANG IBU HAMIL DENGAN 4T (TERLALU MUDA)

( Diajukan Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Praktek Klinik Mata Kuliah
Keperawatan Keluarga III )

Oleh :

INDRA WIJAYA

10116072

3B KEPERAWATAN

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN BAKTI TUNAS HUSADA


TASIKMALAYA

Jalan Cilolohan No. 36, Setiajaya Cibereum Kota Tasikmalaya, Jawa Barat
BAB I

PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG
Menurut Sarwono (2009), Masa kehamilan yaitu masa yang
dimulai dari konsepsi sampai lahirnya janin. Lamanya hamil normal
adalah 280 hari (40 minggu atau 9 bulan 7 hari) dihitung dari hari pertama
haid terakhir. Kehamilan dibagindalam 3 triwulan yaitu triwulan pertama
dimulai dari konsepsi 3 bulan , triwulan kedua dari bulan keempat sampai
ke 6 bulan. Triwulan ketiga dari bulan ke 7 sampai 9 bulan. Kehamilan
merupakan suatu perubahan dalam rangka melanjutkan keturunan yang
terjadi secara alami, menghasilkan janin yang tumbuh didalam rahim ibu.
Dalam kehidupan, tidak semua kehamilan dapat berjalan normal,
salah satunya kehamilan resti atau resiko tinggi. Ibu hamil risiko
tinggi/komplikasi adalah ibu hamil dengan keadaan penyimpangan
dari normal yang secara langsung maupun tidak langsung
menyebabkan kesakitan dan kematian bagi ibu maupun bayinya (Profil
Kesehatan Jatim, 2011). Faktor penyebab terjadinya faktor
resiko pada ibu hamil salah satunya adalah umur ibu yang tergolong
risiko tinggi ≤ 20 tahun dan ≥ 35 tahun (Rochyati, P. 2003).
Kehamilan diusia muda adalah kehamilan yang terjadi pada wanita
yang berusia kurang dari 20 tahun. Dimana pada rentan usia
tersebut,kondisi fisik dan psikis ibu dalam kondisi prima dan dinilai belum
siap untuk menerima kehamilan. Oleh sebab itu,diyakini bahwa pada
kehamilan di usia muda terjadi peningkatan berbagai faktor resiko yang
dapat meningkatkan morbiditas dan moralitas pada ibu maupun janin. Hal
ini didukung oleh studi yang dilakukan di Inggris yang mengatakan bahwa
ibu yang hamil di usia kurang dari 20 tahun meningkatkan berbagai
komplikasi persalinan dan risiko berat bayi lahir rendah serta prematuritas.
Ibu yang hamil dengan usia kurang dari 20 tahun sudah termasuk resiko
tinggi karena kehamilan ini dapat berdampak seperti meningkatkan
komplikasi pada kehamilan, persalinan, nifas dan neonatus. (Sloane &
Benedict, 2009).
Menurut WHO Tahun 2014 angka kematian ibu di dunia yaitu
289.000 jiwa, dan sekitar 70 jiwa ibu meninggal setiap harinya dari 100
jiwa ibu melahirkan akibat komplikasi kehamilan dan proses kelahiran.
Kelompok kehamilan beresiko tinggi di Indonesia tahun 2014 sekitar 40%.
Kategori dengan resiko tinggi tunggal mencapai 22,4% dengan rincian
umur ibu <18 tahun sebesar 4,1%, umur ibu > 34 tahun sebesar 3,8%
wanita dengan usia di atas 35 tahun.Setiap kehamilan mengandung risiko,
dimana risiko tersebut akan berdampak pada kesehatan ibu maupun janin.
Berbagai risiko yang muncul selama kehamilan melibatkan berbagai
macam faktor, seperti usia ibu, riwayat obstetri, kondisi medis ibu saat ini,
riwayat penyakit keluarga, dan masih banyak lagi. Usia ibu memegang
peranan penting dalam terjadinya komplikasi selama kehamilan. Banyak
penyulit kehamilan seperti preeklampsi dan ekalmpsia, perdarahan
antepartum, dan diabetes mellitus, meningkat insidensinya pada rentan
usia tertentu. Oleh karena itu, telah disepakati bahwa usia ideal untuk
hamil dan melahirkan ialah antara usia 2030 tahun. Dimana pada usia
tersebut, diharapkan, kondisi ibu yang prima dapat mekenan komplikasi
yang mungkin muncul dari terjadinya kehamilan. Hal tersebut dipertegas
oleh beberapa survey yang menyebutkan bahwa kematian maternal 2-5
kali lebih tinggi pada wanita hamil dan melahirkan pada usia <20 tahun
jika dibandingkan dengan usia20-30 tahun.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Memberikan Gambaran Tentang Pelaksanaan Asuhan keperawatan
Keluarga Dengan Masalah Ibu Hamil Resiko Tinggi 4T (Terlalu
Muda)
2. Tujuan Khusus
a. Memberikan Gambaran Tentang Pengkajian Keperawatan
Keluarga Dengan Ibu Hamil Resiko Tinggi 4T (Terlalu
Muda)
b. Memberikan Pengetahuan Tentang Ibu Hamil Resiko
Tinggi 4T (Terlalu Muda, TerlaluTua, Terlalu Dekat,
Terlalu Banyak)
BAB II

TEORI

A. Konsep Dasar Teori


1. Pengertian
4terlalu adalah Hamil terlalu muda (primi muda) usia ibu < 20
tahun, hamil/ bersalin terlalu tua (grande multi) usia ibu > 35 tahun,
terlalu dekat jarak kehamilan atau persalinannya < dari 2 tahun, dan
terlalu banyak anak (anak lebih dari 4).
a. Terlalu Muda (Primi Muda)
Terlalu Muda (Primi Muda) adalah ibu hamil pertama pada usia
kurang dari 20 tahun. Dimana kondisi panggul belum berkembang
secara optimal dan kondisi mental yang belum siap menghadapi
kehamilan dan menjalankan peran sebagai ibu (BKKBN, 2007:4).
b. Terlalu Tua (Primi Tua)
Terlalu Tua (Primi Tua) adalah ibu hamil pertama pada usia ≥ 35
tahun. Pada usia ini organ kandungan menua,jalan lahir tambah kaku,
ada kemungkinan besar ibu hamil mendapat anak cacat, terjadi
persalinan macet dan perdarahan.
c. Terlalu Dekat Jarak
Terlalu Dekat Jarak Kehamilan adalah jarak antara kehamilan satu
dengan berikutnya kurang dari 2 tahun (24 bulan). Kondisi rahim ibu
belum pulih, waktu ibu untuk menyusui dan merawat bayi kurang.
d. Terlalu Banyak Anak
Terlalu Banyak Anak (Grande Multi) adalah ibu pernah hamil atau
melahirkan lebih dari 4 kali atau lebih. Kemungkinan akan di temui
kesehatan yang terganggu, kekendoran pada dinding perut, tampak pada
ibu dengan perut yang menggantung.

2. Resiko kehamilan 4 T
a. Terlalu muda (primimuda)
1) Keguguran
2) Bayi lahir belum cukup bulan
3) Perdarahan dapat terjadi sebelum/setelah bayi lahir
4) Kanker leher Rahim
5) Merembesnya air seni ke vagina
6) Kondisi rahim dan panggul belum berkembang secara optimal,
mengakibatkan kesakitan dan kematian bagi ibu dan bayinya.
Pertumbuhan dan perkembangan fisik ibu terhenti/terhambat.
b. Terlalu Tua (Primi Tua)
1) Pre-eklampsi (Hipertensi/tekanan darah tinggi)
2) Persalinan macet: ibu yang mengejan lebih dari 1 jam, bayi
tidak dapat lahir dengan tenaga ibu sendiri melalui jalan lahir
biasa.
3) Perdarahan
4) Bayi lahir dengan berat badan lahir rendah/BBLR < 2500gr
5) Cacat bawaan
c. Terlalu Dekat Jarak
1) Keguguran
2) Anemia
3) Bayi lahir belum waktunya (premature)
4) Berat badan lahir rendah (BBLR)
5) Cacat bawaan
6) Tidak optimalnya tumbuh kembang balita
d. Terlalu Banyak Anak (Grande Multi)
1) Anemia
2) Kelainan letak, persalinan letak lintang
3) Berat bayi lahir rendah (BBLR)
4) Prolapsus uteri (turunnya rahim melalui vagina)
5) Perdarahan hebat
6) Plasenta previa (plasenta menghalangi jalan lahir)
3. Cara menghindari kehamilan 4T
a. Terlalu muda (primi muda)
1) Tunda usia perkawinan
2) Rencanakan jumlah anak yang diinginkan
3) Tunda kehamilan pertama sampai usia ibu diatas 20 tahun
4) Gunakan alat kontrasepsi (kondom, Pil, IUD)
b. Terlalu tua
1) Tidak hamil lagi
2) Gunakan kontrasepsi (IUD, Implant)
3) Konsultasi pada tenaga kesehatan
c. Terlalu dekat jarak
1) Gunakan alat kontrasepsi (IUD, Implant, Pil dan Suntikan)
2) Konsultasi pada tenaga kesehatan
3) Berikan ASI secara eksklusif selama 6 bulan, lanjutkan sampai
2 tahun dengan makanan pendamping ASI (MPASI)
d. Terlalu banyak
1) Tidak hamil lagi
2) Konsultasi pada tenaga kesehatan
3) Gunakan kontrasepsi (IUD, Implant, Kontap)

4. Tanda dan Gejala Klinis


a. Payudara atau putting yang nyeri, bengkak
b. Kelelahan
c. Flek darah atau nyeri perut
b. Mual muntah
c. Sering buang air kecil
d. Sakit kepala
e. Perubahan suasana hati
f. Konstipasi
g. Ibu dengan tinggi badan kurang dari 140 cm
h. Bentuk pinggul ibu yang tidak normal
i. Badan ibu kurus, lemah dan pucat jumlah anak lebih dari 4 orang
j. Jarak anak kurang dari 2 tahun
k. Umur ibu kurang dari 20 tahun dan lebih dari 35 tahun
l. Adanya kesulitan pada kehamilan atau persalinan yang lalu
m. Sering terjadi keguguran sebelumnya
n. Kepala pusing hebat
o. Kaki bengkak
p. Perdarahan pada waktu hamil

5. Pemeriksaan Diagnostik
a. Tes darah, yang sering dilakukan adalah pemeriksaan AFP
(Alpha-fetoprotein) dan triple test.
b. USG. Bertujuan melihat kondisi janin di dalam rahim.
c. Tanya jawab riwayat kesehatan ibu. Melalui tanya jawab ini,
dokter akan mengumpulkan data mengenai usia, riwayat penyakit
yang pernah atau sedang diderita oleh ibu maupun keluarga.
d. Tes urine
e. Chorionic Villus Sampulling (CVS). Bertujuan untuk mengambil
sampulel villi atau bagian dari plasenta.
f. Amniosentesis. Pengambilan cairan amnion/ketuban dilakukan
dengan cara menusukkan jarum melewati rongga perut sehingga
dapat menembus kantong amnion.
g. Kordosentesis. Sampulel yang diambil adalah sampulel darah tali
pusat.

6. Penatalaksaan
a. Pelayanan KB berkualitas pasca persalinan, pasca
keguguran,pelayanan KB berkualitas pasca persalinan, pasca
keguguran.
b. Meningkatkan partisifasi aktif dan pemanfaatan kerjasama lintas
program dan sektor antara lain dengan jalan menjalin kemitraan
dengan pemda, organisasi profesi.
c. Peningkatan partisipasi perempuan, keluarga dan masyarakat antara
lain dalam bentuk meningkatkan pengetahuan tentang tanda bahaya
pencegahan 3 terlambat yaitu :
1) Terlambat dalam mencapai pasilitas (transportasi kerumah
sakit/ puskesmas karena jauh).
2) Terlambat dalam mendapatkan pertolongan yang cepat dan
tepat di fasilitas pelayanan (kurang lengkap atau tenaga medis
kurang).
3) Terlambat dalam mengenali tanda bahaya kehamilan dan
persalinan. Serta menyediakan buku KIA, kesiapan keluarga
dan masyarakat dalam menghadapi kegawatdaruratan agar
selama hamil dapat mencegah resiko 4 Terlalu, penyediaan dan
pemanfaatan pelayanan kesehatan ibu dan bayi, partisipasi juga
mutu pelayanan.
d. Sosialisasi dan advokasi melalui penyusunan hasil informasi
cakupan program dan data informasi tentang masalah yang
dihadapi.
B. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA DENGAN IBU
HAMIL DENGAN 4 T
1. Dengan Data Subjektif dan Objektif :
DS:
 Umur kurang dari 20 tahun/lebih dari 35 tahun
 Jumlah anak lebih dari 4 orang
 Jarak kehamilan dengan anak sebelumnya kurang dari 2 tahun
 Pernah mengalami kesulitan dalam kehamilan dan persalinan
terdahulu misalnya kejang-kejang, demam, operasi sectio
caesaria
 Tidak nafsu makan
 Perdarahan waktu hamil/flek-flek
 Keluar cairan ketuban sebelum melahirkan.
 Berat badan tidak naik
 Mempunyai penyakit seperti : penyakit jantung, anemia, TBC,
kencing manis
 Pusing-pusing
DO:
 Muntah terus-menerus
 Tekanan darah tinggi
 Bengkak paad wajah, tangan, dan kaki.
 Demam tinggi, keluar cairan dari rahim dan berbau
 Letak lintang/sungsang
 Lingkar lengan atas (LILA) kurang dari 23,5 cm
 Tinggi badan kurang dari 145 cm
2. Diagnosa Keperawatan Keluarga yang mungkin muncul
a. Ansietas berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
mengenal masalah kesehatan pada ibu hamil dengan 4T
b. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan dengan ketidakmampuan keluarga dalam
mengambil keputusan keluarga pada ibu hamil dengan 4T.
c. Intoleran aktivitas berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga merawat anggota yang sakit pada ibu hamil dengan
4T
d. Resiko perdarahan berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga merawat anggota keluarga yang sakit pada ibu hamil
dengan 4T
3. Tujuan, Kriteria, Dan Perencanaan
a. Dx 1 : ansietas berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga
dalam mengenal masalah pada ibu hamil dengan 4T.
1) TUK 1
a) Tujuan umum
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 6 hari
diharapkan keluarga dapat mengenal masalah pada ibu hamil
dengan 4T.
b) Tujuan khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1-2x
kunjungan, keluarga mampu mengenal masalah pada anggota
keluarga dengan ibu hamil dengan 4T.
c) Kriteria
 Respon : verbal dan psikomotor
 Standar :
Verbal : keluarga mampu menjelaskan kembali tentang
pengetahuan 4(terlalu) pada ibu hamil.
 4 terlalu adalah Hamil terlalu muda (primi muda) usia ibu
< 20 tahun, hamil/ bersalin terlalu tua (grande multi) usia
ibu > 35 tahun, terlalu dekat jarak kehamilan atau
persalinannya < dari 2 tahun, dan terlalu banyak anak
(anak lebih dari 4)..
 Tanda dan gejalanya yaitu Payudara atau putting yang
nyeri, bengkak, Kelelahan,Flek darah atau nyeri
perut,Mual muntah,Sering buang air kecil,Sakit
kepala,Perubahan suasana hati,Konstipasi.
 Resiko kehamilan 4T.
d) Intervensi
 Jelaskan/diskusikan dengan klien atau keluarga tentang
pengetahuan 4(terlalu) pada ibu hamil dengan 4T. Yaitu
definisi, tanda gejala, dan resikonya.
 Motivasi keluarga untuk mengulang penjelasan.
 Berikan pujian atas kemampuan keluarga mengenal
masalah.
 Evaluasi penjelasan perawat.
2) TUK 2
a) Tujuan umum
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 6 hari
diharapkan keluarga dapat mengambil keputusan pada ibu
hamil dengan 4T.
b) Tujuan khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1-2x
kunjungan, keluarga mampu mengambil keputusan yang tepat
untuk mengatasi masalah pada anggota keluarga dengan ibu
hamil dengan 4T.
c) Kriteria
 Respon : verbal
 Standar :
Verbal : keluarga mengatakan :
 Membawa ibu hamil dengan 4T ke pelayanan kesehatan
untuk diperiksa secara rutin.
 Mengatakan dampak bila tidak dibawa ke fasilitas
kesehatan yaitu ibu hamil rentan keguguran di awal-awal
kehamilan
d) Intervensi
 Kaji tindakan yang dilakukan keluarga baik, sesuai dan
yang tidak dengan solusi menurut kesehatan.
 Jelaskan solusi yang benar menurut kesehatan pada ibu
hamil dengan 4T .
 Diskusikan dengan keluarga akibat bila tidak melakukan
tindakan pelayanan kesehatan.
 Motivasi keluarga untuk mengambil tindakan yang sesuai
dengan solusi.
 Evaluasi sejauhmana keluarga sudah mengambil tindakan
3) TUK 3
a) Tujuan umum
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 6 hari
diharapkan keluarga dapat merawat anggota keluarga pada ibu
hamil dengan 4T.

b) Tujuan khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3-4x
kunjungan, keluarga mampu merawat anggota keluarga dengan
ibu hamil dengan 4T.
c) Kriteria
 Respon : verbal dan psikomotor
 Standar :
Verbal : keluarga mampu :
 Menyebutkan kembali cara perawatan pada anggota
keluarga dengan ibu hamil dengan 4T.
 Mendemonstrasikan perawatan anggota keluarga
dengan ibu hamil dengan 4T. Yaitu : cara memberikan
pengetahuan tentang ibu hamil dengan 4T pada
keluarga.
d) Intervensi
 Jelaskan cara perawatan anggota keluarga pada ibu hamil
dengan 4T.
 Jelaskan dan demonstrasikan perawatan terhadap ibu
hamil dengan 4T.
 Berikan kesempatan pada anggota keluarga atau ibu hamil
tentang prosedur perawatan.
 Berikan pujian atas pelaksanaan yang dilkukan keluarga.
Evaluasi keberhasilan keluarga dalam melakukan
perawatan
4) TUK 4
a) Tujuan umum
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 6 hari
diharapkan keluarga dapat menciptakan/memelihara
lingkungan keluarga pada ibu hamil dengan 4T.
b) Tujuan khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2-3x
kunjungan, keluarga mampu menciptakan/memelihara
lingkungan yang dapat menunjang kesehatan pada anggota
keluarga dengan ibu hamil dengan 4T.
c) Kriteria
 Respon : verbal dan psikomotor
 Standar :
Verbal : keluarga mampu :
 Menyebutkan kembali cara menciptakan/ memelihara
lingkungan rumah yang dapat menunjang kesehatan pada
ibu hamil dengan 4T.
 Mendemonstrasikan lingkungan rumah yang dapat
menunjang kesehatan pada ibu hamil dengan 4T.
d) Intervensi
 Jelaskan lingkungan fisik rumah yaitu kriteria rumah sehat
 Jelaskan lingkungan psikologis rumah yaitu hubungan yang
harmonis antara anggota keluarga
 Bantu dan demonstransikan menciptakan / memelihara
lingkungan rumah yang dapat menunjang kesehatan pada
ibu hamil dengan 4T.
 Motivasi keluarga untuk menciptakan/ memelihara
lingkungan rumah yang dapat menunjang kesehatan pada
ibu hamil dengan 4T.
 Berikan pujian atas pelaksanaan yang dilakukan keluarga.
 Evaluasi keberhasilan keluarga dalam
menciptakan/memelihara lingkungan rumah yang dapat
menunjang kesehatan pada ibu hamil dengan 4T.
5) TUK 5
a) Tujuan umum
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 6 hari
diharapkan keluarga dapat menggunakan pelayanan kesehatan
untuk mengobati keluarga pada ibu hamil dengan 4T.

b) Tujuan khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1-2x
kunjungan, keluarga mampu menggunakan pelayanan
kesehatan untuk mengobati anggota keluarga dengan ibu hamil
dengan 4T.
c) Kriteria
 Respon : verbal dan psikomotor
 Standar :
Verbal : keluarga mampu :
 Menyebutkan kembali fungsi dan macam-macam layanan
dari pelayanan kesehatan.
 Membawa anggota keluarga yang sakit ke pelayanan
kesehatan.
d) Intervensi
 Jelaskan fungsi dan macam-macam pelayanan yang
diberikan kepada masyarakat.
 Motivasi keluarga untuk menggunakan pelayanan
kesehatan.
 Evaluasi penggunaan yankes oleh ibu hamil dengan 4T.
b. Dx 2 : Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan dengan ketidakmampuan keluarga dalam
mengambil keputusan keluarga pada ibu hamil dengan 4T.
1) TUK 2
a) Tujuan umum
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 6 hari
diharapkan keluarga dapat mengambil keputusan tentang
nutrisi keluarga pada ibu hamil dengan 4T.
b) Tujuan khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1-2x
kunjungan, keluarga mampu mengambil keputusan yang tepat
untuk mengatasi masalah pada anggota keluarga dengan ibu
hamil dengan 4T.
c) Kriteria
 Respon : verbal
 Standar :
Verbal : keluarga mengatakan :
 Membawa ibu hamil dengan 4T ke pelayanan kesehatan
untuk diperiksa secara rutin.
 Mengatakan dampak bila tidak dibawa ke fasilitas kesehatan
yaitu ibu hamil rentan keguguran di awal-awal kehamilan
d) Intervensi
 Kaji tindakan yang dilakukan keluarga baik, sesuai dan yang
tidak dengan solusi menurut kesehatan.
 Jelaskan solusi yang benar menurut kesehatan yaitu
kebutuhan nutrisi pada ibu hamil dengan 4T.
 Diskusikan dengan keluarga akibat bila tidak melakukan
tindakan pelayanan kesehatan.
 Motivasi keluarga untuk mengambil tindakan yang sesuai
dengan solusi.
 Evaluasi sejauhmana keluarga sudah mengambil tindakan
2) TUK 3
a) Tujuan umum
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 6 hari
diharapkan keluarga dapat merawat anggota keluarga tentang
nutrisi keluarga pada ibu hamil dengan 4T.
b) Tujuan khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3-4x
kunjungan, keluarga mampu merawat anggota keluarga dengan
ibu hamil dengan 4T.
c) Kriteria
 Respon : verbal dan psikomotor
 Standar :
Verbal : keluarga mampu :
 Menyebutkan kembali cara perawatan pada anggota
keluarga dengan ibu hamil dengan 4T.
 Mendemonstrasikan perawatan anggota keluarga
dengan ibu hamil dengan 4T. Yaitu : cara memberikan
asupan nutrisi pada ibu hamil dengan 4T.
d) Intervensi
 Jelaskan cara perawatan anggota keluarga pada ibu hamil
dengan 4T.
 Jelaskan dan demonstrasikan perawatan terhadap ibu hamil
dengan 4T.
 Berikan kesempatan pada anggota keluarga atau ibu hamil
tentang prosedur perawatan.
 Berikan pujian atas pelaksanaan yang dilkukan keluarga.
 Evaluasi keberhasilan keluarga dalam melakukan
perawatan.
3) TUK 4
a) Tujuan umum
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 6 hari
diharapkan keluarga dapat menciptakan/memelihara
lingkungan tentang nutrisi keluarga pada ibu hamil dengan 4T.
b) Tujuan khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2-3x
kunjungan, keluarga mampu menciptakan/memelihara
lingkungan yang dapat menunjang kesehatan pada anggota
keluarga dengan ibu hamil dengan 4T.
c) Kriteria
 Respon : verbal dan psikomotor
 Standar :
Verbal : keluarga mampu :
 Menyebutkan kembali cara menciptakan/ memelihara
lingkungan rumah yang dapat menunjang kesehatan pada
ibu hamil dengan 4T.
 Mendemonstrasikan lingkungan rumah yang dapat
menunjang kesehatan pada ibu hamil dengan 4T.
d) Intervensi
 Jelaskan lingkungan fisik rumah yaitu kriteria rumah sehat
 Jelaskan lingkungan psikologis rumah yaitu hubungan yang
harmonis antara anggota keluarga
 Bantu dan demonstransikan menciptakan / memelihara
lingkungan rumah yang dapat menunjang kesehatan pada
ibu hamil dengan 4T.
 Motivasi keluarga untuk menciptakan/ memelihara
lingkungan rumah yang dapat menunjang kesehatan pada
ibu hamil dengan 4T.
 Berikan pujian atas pelaksanaan yang dilakukan keluarga.
 Evaluasi keberhasilan keluarga dalam
menciptakan/memelihara lingkungan rumah yang dapat
menunjang kesehatan pada ibu hamil dengan 4T.
4) TUK 5
a) Tujuan umum
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 6 hari
diharapkan keluarga dapat menggunakan pelayanan kesehatan
untuk mengobati nutrisi keluarga pada ibu hamil dengan 4T.
b) Tujuan khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1-2x
kunjungan, keluarga mampu menggunakan pelayanan
kesehatan untuk mengobati anggota keluarga dengan ibu hamil
dengan 4T.
c) Kriteria
 Respon : verbal dan psikomotor
 Standar :
Verbal : keluarga mampu :
 Menyebutkan kembali fungsi dan macam-macam layanan
dari pelayanan kesehatan.
 Membawa anggota keluarga yang sakit ke pelayanan
kesehatan.

d) Intervensi
 Jelaskan fungsi dan macam-macam pelayanan yang
diberikan kepada masyarakat.
 Motivasi keluarga untuk menggunakan pelayanan
kesehatan.
 Evaluasi penggunaan yankes oleh ibu hamil dengan 4T.
c. Dx 3 : Intoleran aktivitas berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga dalam merawat anggota keluarga dengan ibu hamil dengan
4T.
1) TUK 3
a) Tujuan umum
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 6 hari
diharapkan keluarga dapat merawat anggota keluarga pada ibu
hamil dengan 4T untuk beraktivitas kembali.
b) Tujuan khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3-4x
kunjungan, keluarga mampu merawat anggota keluarga dengan
ibu hamil dengan 4T.
c) Kriteria
 Respon : verbal dan psikomotor
 Standar :
Verbal : keluarga mampu :
 Menyebutkan kembali cara perawatan pada anggota
keluarga dengan ibu hamil dengan 4T.
 Mendemonstrasikan perawatan anggota keluarga dengan ibu
hamil dengan 4T. Yaitu : membantu ibu hamil dengan 4T
untuk beraktivitas kembali.
d) Intervensi
 Jelaskan cara perawatan anggota keluarga pada ibu hamil
dengan 4T.
 Jelaskan dan demonstrasikan perawatan terhadap ibu hamil
dengan 4T.
 Berikan kesempatan pada anggota keluarga atau ibu hamil
tentang prosedur perawatan.
 Berikan pujian atas pelaksanaan yang dilakukan keluarga.
 Evaluasi keberhasilan keluarga dalam melakukan perawatan
2) TUK 4
a) Tujuan umum
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 6 hari
diharapkan keluarga dapat menciptakan/memelihara
lingkungan pada ibu hamil dengan 4T.
b) Tujuan khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2-3x
kunjungan, keluarga mampu menciptakan/memelihara
lingkungan yang dapat menunjang kesehatan pada anggota
keluarga dengan ibu hamil dengan 4T.
c) Kriteria
 Respon : verbal dan psikomotor
 Standar :
Verbal : keluarga mampu :
 Menyebutkan kembali cara menciptakan/ memelihara
lingkungan rumah yang dapat menunjang kesehatan pada
ibu hamil dengan 4T.
 Mendemonstrasikan lingkungan rumah yang dapat
menunjang kesehatan pada ibu hamil dengan 4T.
d) Intervensi
 Jelaskan lingkungan fisik rumah yaitu kriteria rumah sehat
 Jelaskan lingkungan psikologis rumah yaitu hubungan yang
harmonis antara anggota keluarga
 Bantu dan demonstransikan menciptakan / memelihara
lingkungan rumah yang dapat menunjang kesehatan pada
ibu hamil dengan 4T.
 Motivasi keluarga untuk menciptakan/ memelihara
lingkungan rumah yang dapat menunjang kesehatan pada
ibu hamil dengan 4T.
 Berikan pujian atas pelaksanaan yang dilakukan keluarga.
 Evaluasi keberhasilan keluarga dalam
menciptakan/memelihara lingkungan rumah yang dapat
menunjang kesehatan pada ibu hamil dengan 4T.
3) TUK 5
a) Tujuan umum
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 6 hari
diharapkan keluarga dapat menggunakan pelayanan kesehatan
untuk ibu hamil dengan 4T.
b) Tujuan khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1-2x
kunjungan, keluarga mampu menggunakan pelayanan
kesehatan untuk mengobati anggota keluarga dengan ibu hamil
dengan 4T.
c) Kriteria
 Respon : verbal dan psikomotor
 Standar :
Verbal : keluarga mampu :
 Menyebutkan kembali fungsi dan macam-macam layanan
dari pelayanan kesehatan.
 Membawa anggota keluarga yang sakit ke pelayanan
kesehatan.
d) Intervensi
 Jelaskan fungsi dan macam-macam pelayanan yang
diberikan kepada masyarakat.
 Motivasi keluarga untuk menggunakan pelayanan
kesehatan.
 Evaluasi penggunaan yankes oleh ibu hamil dengan 4T
d. Dx 4 : Resiko perdarahan berhubungan dengan ketidakmampuan
keluarga dalam merawat anggota keluarga pada ibu hamil dengan
4T

1) TUK 3
a) Tujuan umum
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 6 hari
diharapkan keluarga dapat merawat anggota keluarga tentang
pencegahan resiko perdarahan keluarga pada ibu hamil
dengan 4T.
b) Tujuan khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3-4x
kunjungan, keluarga mampu merawat anggota keluarga
dengan ibu hamil dengan 4T.
c) Kriteria
 Respon : verbal dan psikomotor
 Standar :
Verbal : keluarga mampu :
 Menyebutkan kembali cara perawatan pada anggota
keluarga dengan ibu hamil dengan 4T.
 Mendemonstrasikan perawatan anggota keluarga dengan
ibu hamil dengan 4T. Yaitu : cara memberikan pencegahan
resiko perdarahan pada ibu hamil dengan 4T.
d) Intervensi
 Jelaskan cara perawatan anggota keluarga pada ibu hamil
dengan 4T.
 Jelaskan dan demonstrasikan perawatan terhadap ibu hamil
dengan 4T.
 Berikan kesempatan pada anggota keluarga atau ibu hamil
tentang prosedur perawatan.
 Berikan pujian atas pelaksanaan yang dilkukan keluarga.
 Evaluasi keberhasilan keluarga dalam melakukan
perawatan
2) TUK 4
a) Tujuan umum
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 6 hari
diharapkan keluarga dapat menciptakan/memelihara
lingkungan tentang pencegahan resiko perdarahan keluarga
pada ibu hamil dengan 4T.
b) Tujuan khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2-3x
kunjungan, keluarga mampu menciptakan/memelihara
lingkungan yang dapat menunjang kesehatan pada anggota
keluarga dengan ibu hamil dengan 4T.
c) Kriteria
 Respon : verbal dan psikomotor
 Standar :
Verbal : keluarga mampu :
 Menyebutkan kembali cara menciptakan/ memelihara
lingkungan rumah yang dapat menunjang kesehatan pada
ibu hamil dengan 4T.
 Mendemonstrasikan lingkungan rumah yang dapat
menunjang kesehatan pada ibu hamil dengan 4T.
d) Intervensi
 Jelaskan lingkungan fisik rumah yaitu kriteria rumah sehat
 Jelaskan lingkungan psikologis rumah yaitu hubungan yang
harmonis antara anggota keluarga
 Bantu dan demonstransikan menciptakan / memelihara
lingkungan rumah yang dapat menunjang kesehatan pada
ibu hamil dengan 4T.
 Motivasi keluarga untuk menciptakan/ memelihara
lingkungan rumah yang dapat menunjang kesehatan pada
ibu hamil dengan 4T.
 Berikan pujian atas pelaksanaan yang dilakukan keluarga.
3) TUK 5
a) Tujuan umum
Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 6 hari
diharapkan keluarga dapat menggunakan pelayanan
kesehatan untuk mengobati keluarga pada ibu hamil dengan
4T.
b) Tujuan khusus
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 1-2x
kunjungan, keluarga mampu menggunakan pelayanan
kesehatan untuk mengobati anggota keluarga dengan ibu
hamil dengan 4T.
c) Kriteria
 Respon : verbal dan psikomotor
 Standar :
Verbal : keluarga mampu :
 Menyebutkan kembali fungsi dan macam-macam layanan
dari pelayanan kesehatan.
 Membawa anggota keluarga yang sakit ke pelayanan
kesehatan.
d) Intervensi
 Jelaskan fungsi dan macam-macam pelayanan yang
diberikan kepada masyarakat.
 Motivasi keluarga untuk menggunakan pelayanan
kesehatan.
 Evaluasi penggunaan yankes oleh ibu hamil dengan 4T.
BAB III

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

KEPADA NY. N DENGAN DIAGNOSA 4T

DI KAMPUNG CIBURUYAN RT 01 RW 09 KEL TAMANSARI, KEC


TAWANG, KOTA TASIKMALAYA

A. PENGKAJIAN
I. Data Umum
1. Identitas Kepala Keluarga
a. Nama Kepala Keluarga : Tn. Y
b. Umur : 25 Tahun
c. Agama : Islam
d. Pekerjaan : Buruh
e. Pendidikan : SD
f. Telpon : 082315581998
g. Suku/bangsa : Sunda
h. Alamat : Kampung Ciburuyan, Rt 01, Rw 09, Kel
Tamansari , Kahuripan, Kota Tasikmalaya
2. Komposisi
No Nama Umur L/P Tgl. Pendidikan Pekerjaan Imunisasi ket
Lahir
1. Tn.E 66 thn L SD BURUH
2. Ny.A 42 thn P SD IRT
3. Tn.H 42 thn P SD TIDAK
BEKERJA
4. Tn. Y 25 thn L SD BURUH LENGKAP
5. Ny.N 20 thn P 13 SMU IRT LENGKAP
Februari
1998

3. Genogram

T
N.
E

Keterangan:

T :Laki- laki
N.
E

: Perempuan

: Pasien

: Tinggal Serumah

: Sudah meninggal
4. Tipe Keluarga
a. Jenis tipe keluarga
Tipe keluarga Tn. Y termasuk tipe keluarga besar karena didalamnya
keluarga terdiri keluarga inti dan orang-orang yang berhubungan.
b. Masalah yang terjadi dengan tipe tersebut
Masalah yang terjadi dengan tipe keluarga adalah masalah ekonomi.
5. Suku Bangsa
a. Latar belakang etnis keluarga atau anggota keluarga
Keluarga Tn. Y berasal dari suku sunda, bahasa yang digunakan setiap
harinya adalah bahasa sunda.
b. Tempat tinggal keluarga (bagian dari sebuah lingkungan yang secara
etnis bersifat homogen)
Tn.Y dan keluarga tinggal dilingkungan yang secara etnis sama yaitu
suku sunda. Dalam berinteraksi dengan warga sekitarpun Tn.Y tidak
ada kendala, karena mayoritas bahasa yang digunakan oleh warga
sekitar adalah bahasa sunda.
c. Kegiatan-kegiatan keagamaan, sosial, budaya, rekreasi, pendidikan
Ny.N aktif dalam kegiatan keagamaan misalnya pengajian yang
diadakan satu minggu sekali di daerahnya. Tn.Y juga aktif dalam
kegiatan gotong royong yang diadakan didaerahnya.
d. Kebiasaan-kebiasaan diet dan berbusana
Kebiasaan-kebiasaan diet dan berbusana keluarga Tn. Y bisa dibilang
sangat sederhana.
e. Struktur kekuatan keluarga tradisional atau modern
Struktur kekuatan keluarga Tn.Y masih terbilang tradisional karena
jika ada masalah Tn.Y beserta Ny.N dan Ny.N selalu
menyelesaikannya dengan musyawarah.
f. Bahasa yang digunakan dirumah
Bahasa yang digunakan sehari-hari keluarga Tn. Y adalah bahasa
Sunda.
g. Penggunaan jasa-jasa perawatan kesehatan keluarga dan praktisi
Keluarga Tn. Y berobat ke puskesmas / Bidan .
6. Agama Dan Kepercayaan yang Mempengaruhi Kesehatan
a. Apakah anggota keluarga berbeda dalam praktik keyakinan beragama
mereka
Keluarga Tn.Y memiliki keyakinan yang sama dalam beragama, tidak
ada perbedaan dalam keyakinan nya, yaitu sama-sama memeluk
agama islam.
b. Seberapa aktif keluarga tersebut dalam kegiatan agama atau organisasi
keagamaan
Keluarga Tn.Y cukup aktif dalam mengikuti kegiatan keagamaan
yang diadakan didaerahnya, misalnya mengikuti pengajian rutin yang
diadakan satu minggu sekali didaerahnya.
c. Agama yang dianut oleh keluarga
Agama yang dianut oleh keluarga Tn.Y adalah agama islam.
d. Kepercayaan-kepercayaan dan nilai-nilai keagamaan yang dianut
dalam kehidupan keluarga terutama dalam hal kesehatan
Tidak ada nilai atau kepercayaan yang mempengaruhi kesehatan
keluarga Tn.Y.
e. Status sosial ekonomi keluarga
Sumber pendapatan keluarga berasal dari TnY. sebagai kepala
keluarga. Pendapatannya tidak menentu karena rata-rata penghasilan
perbulan kurang lebih satu juta. Istri Tn.Y tidak mempunyai
penghasilan karena hanya seorang ibu rumah tangga. Kebutuhan
kelurga perbulan tidak menentu, untuk kebutuhan bayar listrik dan
kebutuhan sehari-hari untuk masak.
f. Aktivitas rekreasi kelurga
Keluarga Tn.Y mengatakan aktivitas rekreasi keluarganya cukup
dengan berkumpul bersama keluarga setiap malam.

II. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


1. Tahap Perkembangan Keluarga Saat Ini
Tahap perkembangan keluarga Tn.Y adalah tahap perkembangan mebina
dan hubungan dan memberi kepuasan bersama dan menetapkan tujuan
bersama .
2. Tahap Perkembangan Keluarga Yang Belum Terpenuhi
Semua tugas pada tahap perkembangan ini sudah terpenuhi,yaitu
memberikan kebebasan dengan syarat dapat bertanggung jawab.

III. Riwayat Kesehatan Keluarga Saat Ini


Pada saat dilakukan pengkajian pada tanggal 08 September 2018, Ny.N
sedang hamil 4 bulan. Pada saat dilakukan pemeriksaan tanda-tanda vital
didapatkan hasil :
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Nadi : 80 x/menit
Pernapasan : 20 x/menit
Suhu : 37 0C
Berat Badan (sebelum hamil) : 58 kg
Berat Badan (sesudah hamil) : 60 kg
LLA : 27,5 cm
Ny.I juga mengatakan belum mengetahui pengertian, pencegahan, resiko
yang bisa terjadi apabila ibu hamil dengan 4T
1. Riwayat Keluarga Sebelumnya
Ny.N mengatakan dalam keluarganya tidak ada yang mengalami hamil
dengan resiko 4T.
2. Riwayat Kesehatan Masing-Masing Anggota Keluarga

Keadaan Imunisasi Tindakan


Masalah
No Nama Umur BB kesehata (BCG/Polio/D yang telah
kesehatan
n PT/Campak) dilakukan

Tidak ada
1. Tn. E 66 th 50kg Sehat Tuntas -
masalah
Tidak ada
2. Tn.H 42 th 55 kg Sehat Tuntas -
masalah

Tidak ada
3. Ny.A 42 th 53Kg Sehat Tuntas -
masalah

Tidak ada
4. Tn. Y 25 th 65 Kg Sehat Tuntas -
masalah

Resiko
krmahilan
5. Ny . N 20 th 60 Kg Sakit Tuntas -
4T (Terlalu
Muda)

3. Sumber Kesehatan Yang Telah Dimanfaatkan


Sumber kesehatan atau pelayanan kesehatan yang telah dimanfaatkan
oleh keluarga Tn.Y yaitu dan posyandu/bidan .

IV. Pengkajian Lingkungan


1. Karakteristik Rumah
a. Gambaran tipe tempat tinggal
Rumah yang ditempati keluarga Tn.E adalah rumah orantuanya yang
berukuran ± 17 m2 yang terdiri dari ruang tamu, 2 kamar tidur, 1 ruang
dapur dan 1 kamar mandi. Dan di depan rumah terdapat warung milik
ibu dari Ny. N , Lantai rumahnya menggunakan ubin, ada ventilasi
dan jendela. Sumber air minum dan mandi dari sumur sendiri.
b. Denah rumah

Kamar
R.Kamar Mandi

R.Kamar
Ruang tamu

Warung
7m
U

8m

c. Gambaran kondisi rumah


Kondisi rumah yang ditempati keluarga Tn.Y tampak rapih dan
bersih.

d. Dapur
Dapur rumah keluarga Tn.Y ± berukuran 2 m. Dilengkapi dengan
peralatan dapur pada umumnya. Terdapat 1 dapur bersih dan 1 dapur
kotor.

e. Kamar mandi
Kamar mandi rumah Tn.Y ± berukuran 2 m. Keadaan kamar
mandinya kurang bersih dan kurang terawat.

f. Mengkaji pengaturan tidur di dalam rumah


Pengaturan tidur keluarga Tn.Y di dalam rumah tidak menentu.
g. Mengkaji keadaan umum kebersihan dan sanitasi rumah
Keluarga Tn.Y mendapatkan air bersih untuk keperluan sehari-harinya
dari sumur sendiri. Istri Tn.Y yaitu Ny.N juga membereskan
rumahnya setiap hari.

h. Mengkaji perasaan-perasaan subyektif keluarga terhadap rumah


Ny.N mengatakan merasa nyaman tinggal dirumahnya

i. Pembuangan sampah
Ny.N selalu membuang sampah dengan cara membakar sampah
tersebut.

j. Pengaturan/penataan rumah
Pengaturan/penataan rumah Tn.Y tidak sesuai dengan kriteria rumah
sehat. Ventilasi dan penerangan rumah kurang baik, karena sinar
matahari tidak masuk langsung ke rumah terhalang oleh rumah-rumah
yang lain.

2. Karakteristik Tetangga dan Komunitas


Ny.N mengatakan komunikasi dengan tetangga dan sekitarnya sangat
baik, saling peduli tentang kesehatan, keluarga tidak mengikuti
komunitas RT/RW.
3. Mobilitas Geografis Keluarga
Keluarga Tn.Y menempati rumahnya yang sekarang di sumurdago sudah
5 bulan semenjak Tn.Y menikah dengan Ny. N
4. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat
Ny.N mengatakan sering bertemu dengan keluarganya karena rumahnya
masih satu wilayah dengan Ny.N . Tidak ada kegiatan khusus saat
berkumpul dengan keluarga. Interaksi dengan masyarakat sekitarpun
terjalin dengan baik.
5. Sistem Pendukung Keluarga
Fasilitas penunjang yang dimiliki keluarga Tn.Y adalah puskesmas ,
fasilitas psikologis keluarga berupa dukungan dari anggota keluarga,
serta masyarakat untuk selalu mendukung memelihara kesehatan.
V. Struktur Kelurga
1. Komunikasi Keluarga
Ny.N mengatakan berkomunikasi menggunakan bahasa sunda,
komunikasi berjalan dengan jujur, terbuka jika ada masalah selalu
didiskusikan bersama-sama.

2. Struktur Kekuatan Kelurga


Ny.N mengatakan bahwa yang mengambil keputusan dalam segala hal
selalu di musyawarahkan bersama-sama.
3. Struktur Peran
a. Tn. E :Sebagai kakek semata-mata hanya hadir dalam keluarga,
bertindak sebagai pengawal keluarga
b. Tn.H : Sebagai Orang tua yaitu untuk membantu perekonomia
dan Tn.H mencari nafkah untuk kebutuhan hidup sehari-
hari.
c. Ny.A : Sebagai orang tua yaitu membangtu perekonomian dan
Ny.A mencari nafkah untuk kebutuhan hidup sehari-hari
d. Tn. Y : Sebagai kepala keluarga dan bertindak mengambil
keputusan
e. Ny. N : Sebagai istri untuk mengatur keuangan dan membersihkan
lingkungan

4. Nilai dan Norma Budaya


Keluarga Tn.Y menyesuaikan dengan agama yang dianutnya
VI. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
Ny.N mengatakan keluarganya selalu memelihara hubungan yang baik,
saling menghargai dengan anggota keluarga, sehingga terciptanya
keluarga yang harmonis.
2. Fungsi Sosialisasi
Interaksi dalam keluarga berjalan baik, saling terbuka dan jujur,.
Keluarga Tn.Y juga bersosialisasi dengan baik dengan tetangga dan
masyarakat yang ada disekitarnya.
3. Fungsi Perawatan Kesehatan
1) Tugas perawatan keluarga

a. Mengenal Masalah Keluarga


Ny. N mengatakan tidak mengetahui resiko kehamilan dengan 4T
b. Mengambil Keputusan
Ny.N mengatakan bila ada masalah kesehatan yang dialami oleh
keluarga, biasanya dibawa ke Puskesmas dan keputusan tersebut
diambil dari musyawarah dengan anggota keluarga.
c. Merawat Anggota Keluarga Yang Sakit
Ny.N mengatakan tidak mengetahui resiko hamil dengan 4T
d. Memelihara Lingkunngan
Keluarga Tn.Y mampu membuat suasana menjadi tenang,
lingkungan rumah yang tertata cukup rapi, dan kondisi rumah yang
bersih serta lingkungan rumah yang aman.
e. Menggunakan Fasilitas/pelayanan kesehatan
Keluarga Tn.Y membawa anggota keluarganya yang sakit berobat
ke Puskesmas terdekat.
4. Fungsi Reproduksi
Kehamilan Ny.N sekarang hasil dari pernikahannya dengan Tn. Y.
Rencana Keluarga Berencana (KB) selanjutnya Ny.N ingin
menggunakan KB tetapi masih merencanakan mau memakai KB apa .
5. Fungsi Ekonomi
Ny.N mengatakan penghasilan yang didapat oleh suaminya hanya
mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari setiap bulannya keluarga harus
membayar listrik dan kebutuhan lain, setiap hari keluarga hanya mampu
menyajikan makanan yang seadanya.

VII. Stress dan Koping Keluarga


1. Stressor Jangka Pendek dan Jangka Panjang
Ny.N mengatakan suka merasa cemas tentang kehamilan pertamanya .
2. Kemampuan Keluarga Berespon Terhadap Masalah
Ny.N mengatakan cemas dengan kehamilan petamanya
3. Strategi Koping yang Digunakan
Ny.N mengatakan hanya berpasrah diri kepada Allah SWT, berdo’a agar
kelahiran anak pertamanya lancar dan sehat.
VIII. Pemeriksaan Fisik Ny. N
a. Keadaan umum
Tanda-Tanda Vital:
Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Nadi : 80x/mnt
Respirasi : 20x/mnt
Suhu : 36,5°C
Berat Badan (sebelum hamil) : 55 kg
Berat Badan (setelah hamil) : 60 kg
Tinggi Badan : 150 cm
LILA : 27,5 cm
HPHT : 6 Mei 2018
b. Pemeriksaan Cepalo Caudal Ny. N
1) Kepala dan Rambut : Bentuk kepala tampak simetris, warna
rambut hitam, kebersihan cukup bersih, tidak
ada benjolan atau trauma kepala.
2) Hidung : Kedua lubang hidung tampak simetris, kebersihan bersih,
tidak terdapat lesi, fungsi penciuman baik dapat
membedakan bau.
3) Telinga : Kedua lubang telinga simetris, tidak terdapat lesi,
kebersihan cukup bersih, pendengaran dapat mendengar
dengan baik.
4) Mata : Bentuk kedua mata simetris, konjngtiva Anemis, kelopak
mata tidak edema, kornea tampak putih, kerbersihan mata
bersih, fungsi penglihatan baik dapat membaca dengan jarak
30cm.
5) Mulut, Gigi, Lidah, Tonsil dan Paring : Mukosa mulut lembab,
gigi lengkap, gigi cukup bersih, lidah cukup bersih, tidak ada
pembengkakan tonsil, tidak ada edema faring atau abses.
6) Leher dan Tenggorokan : Bentuk leher proposional dengan
bentuk tubuh, tidak ada pembesaran
kelenjar thyroid, tidak nyeri saat menelan.
7) Dada atau Thorak
a) Pemeriksaan Paru
1. Inspeksi : bentuk dada simetris, pergerakan dada simetris,
tidak ada otot bantu pernafasan.
2. Palpasi : tidak ada nyeri tekan
3. Perkusi : tidak ada pergeseran letak paru
4. Auskultasi : suara nafas vesikuler.
b) Jantung
1. Inspeksi : tidak ada penonjolan rongga thorak yang
mengidentifikasi pembesaran jantung.
2. Palpasi : tidak ada nyeri tekan
3. Perkusi : tidak ada pergeseran letak jantung
4. Auskultasi: terdengar suara jantung lup dup dan reguler.
8) Payudara
1. Inspeksi : Tidak terkaji
2. Palpasi : Tidak terkaji
9) Pemeriksaan abdomen
Tidak terkaji
10) Ekstermitas kuku dan kekuatan otot:
Ekstermitas lengkap, simetris, Capillary Refill Time (CRT) <2dtk,
kuku cukup bersih, tidak sianosis.
Kekuatan otot 5 5
5 5
11) Genetalia dan Anus: tidak terkaji.

Pemeriksaan fisik Tn.E

Keadaan umum Tanda Tanda Vital:


Tekanan Darah :120/80mmHg
Nadi:80x/mnt
Respirasi:22x/mnt
Suhu:36 0C

Kepala dan rambut Bentuk kepala tampak simetris, warna rambut hitam,
kebersihan cukup bersih, tidak ada benjolan atau nyeri di
kepala.

Hidung Kedua lubang hidung tampak simetris, kebersihan cukup


bersih, tidak terdapat lesi, fungsi penciuman baik dapat
membedakan bau.

Telinga Kedua telinga tampak simetris, kebersihan telinga cukup


bersih, fungsi pendegaran baik.

Mata Bentuk kedua mata simetris, konjngtiva merah muda,


kelopak mata tidak udema, kornea tampak putih,
kerbersihan mata bersih,fungsi penglihatan baik dapat
membaca dengan jarak 30cm.

Mulut, gigi, lidah, Mukosa mulut lembab, gigi lengkap, gigi cukup bersih,
tonsil dan paring lidah cukup bersih, tidak ada pembengkakan tonsil, tidak
ada edema faring atau abses

Leher dan tenggorokan Bentuk leher proposional dengan bentuk tubuh, tidak ada
pembesaran kelenjar thyroid, tidak nyeri saat menelan.

Dada atau thorak 1. Paru


a. Inspeksi: bentuk dada simetris, pergerakan dada
simetris, tidak ada otot bantu pernafasan.
b. Auskultasi: suara nafas vesikuler.
c. Perkusi: tidak ada pergesaran letak paru-paru.
d. Palpasi: tidak ada nyeri tekan.

2. Jantung
a. Inspeksi: tidak ada penonjolan rongga thorak yang
mengidentifikasi pembesaran jantung.
b. Auskultasi: terdengar suara jantung lup dup dan reguler.
c. Perkusi: tidak ada pergeseran letak jantung.
d. Palpasi: tidak ada nyeri tekan.
Payudara a. Inspeksi: tdk terkaji
b. Palpasi: tidak terkaji.
Pemeriksaan abdomen a. Inspeksi: bentuk tampak datar.
b. Auskultasi: bising usus 8x/mnt.
c. Perkusi: terdengar tympani.
d. Palpasi: tidak ada nyeri tekan, tidak teraba pembesaran
hati.
Ekstermita : kuku dan Ekstermitas: simetris,Capillary Refill Time (CRT) <2dtk,
kekuatan otot kuku cukup bersih,tidak sianosis.
Kekuatan otot
5 5
5 5

Genetalia dan anus Tidak terkaji

Pemeriksaan fisik Ny.A

Keadaan umum Tanda Tanda Vital:


Tekanan Darah : 120/80 mmHg
Nadi: 80 x/mnt
Respirasi: 22 x/mnt
Suhu:360C

Kepala dan rambut Bentuk kepala tampak simetris, warna rambut hitam ada
sedikit putih-putih, kebersihan cukup bersih, tidak ada
benjolan atau nyeri di kepala.

Hidung Kedua lubang hidung tampak simetris, kebersihan cukup


bersih, tidak terdapat lesi, fungsi penciuman baik dapat
membedakan bau.

Telinga Kedua telinga tampak simetris, kebersihan telinga cukup


bersih, fungsi pendegaran baik.

Mata Bentuk kedua mata simetris, konjngtiva merah muda,


kelopak mata tidak udema, kornea tampak putih,
kerbersihan mata bersih,fungsi penglihatan kurang baik.

Mulut, gigi, lidah, Mukosa mulut lembab, gigi lengkap, gigi cukup bersih,
tonsil dan paring lidah cukup bersih, tidak ada pembengkakan tonsil, tidak
ada edema faring atau abses

Leher dan tenggorokan Bentuk leher proposional dengan bentuk tubuh, tidak ada
pembesaran kelenjar thyroid, tidak nyeri saat menelan.

Dada atau thorak 2. Paru


e. Inspeksi: bentuk dada simetris, pergerakan dada
simetris, tidak ada otot bantu pernafasan.
f. Auskultasi: suara nafas vesikuler.
g. Perkusi: tidak ada pergesaran letak paru-paru.
h. Palpasi: tidak ada nyeri tekan.

2. Jantung
e. Inspeksi: tidak ada penonjolan rongga thorak yang
mengidentifikasi pembesaran jantung.
f. Auskultasi: terdengar suara jantung lup dup dan reguler.
g. Perkusi: tidak ada pergeseran letak jantung.
h. Palpasi: tidak ada nyeri tekan.
Payudara c. Inspeksi: tdk terkaji
d. Palpasi: tidak terkaji.
Pemeriksaan abdomen e. Inspeksi: bentuk tampak datar.
f. Auskultasi: bising usus 8x/mnt.
g. Perkusi: terdengar tympani.
h. Palpasi: tidak ada nyeri tekan, tidak teraba pembesaran
hati.
Ekstermita : kuku dan Ekstermitas: simetris,Capillary Refill Time (CRT) <2dtk,
kekuatan otot kuku cukup bersih,tidak sianosis.
Kekuatan otot
5 5
4 5

Genetalia dan anus Tidak terkaji

Pemeriksaan fisik TN.Y

Keadaan umum Tanda Tanda Vital:


Tekanan Darah : 120/70 mmHg
Nadi: 88 x/mnt
Respirasi: 20 x/mnt
Suhu:360C

Kepala dan rambut Bentuk kepala tampak simetris, warna rambut hitam ada
sedikit putih-putih, kebersihan cukup bersih, tidak ada
benjolan atau nyeri di kepala.

Hidung Kedua lubang hidung tampak simetris, kebersihan cukup


bersih, tidak terdapat lesi, fungsi penciuman baik dapat
membedakan bau.

Telinga Kedua telinga tampak simetris, kebersihan telinga cukup


bersih, fungsi pendegaran baik.

Mata Bentuk kedua mata simetris, konjngtiva merah muda,


kelopak mata tidak udema, kornea tampak putih,
kerbersihan mata bersih,fungsi penglihatan kurang baik.

Mulut, gigi, lidah, Mukosa mulut lembab, gigi lengkap, gigi cukup bersih,
tonsil dan paring lidah cukup bersih, tidak ada pembengkakan tonsil, tidak
ada edema faring atau abses
Leher dan tenggorokan Bentuk leher proposional dengan bentuk tubuh, tidak ada
pembesaran kelenjar thyroid, tidak nyeri saat menelan.

Dada atau thorak 3. Paru


i. Inspeksi: bentuk dada simetris, pergerakan dada
simetris, tidak ada otot bantu pernafasan.
j. Auskultasi: suara nafas vesikuler.
k. Perkusi: tidak ada pergesaran letak paru-paru.
l. Palpasi: tidak ada nyeri tekan.

2. Jantung
i. Inspeksi: tidak ada penonjolan rongga thorak yang
mengidentifikasi pembesaran jantung.
j. Auskultasi: terdengar suara jantung lup dup dan reguler.
k. Perkusi: tidak ada pergeseran letak jantung.
l. Palpasi: tidak ada nyeri tekan.
Payudara e. Inspeksi: tdk terkaji
f. Palpasi: tidak terkaji.
Pemeriksaan abdomen i. Inspeksi: bentuk tampak datar.
j. Auskultasi: bising usus 8x/mnt.
k. Perkusi: terdengar tympani.
l. Palpasi: tidak ada nyeri tekan, tidak teraba pembesaran
hati.
Ekstermita : kuku dan Ekstermitas: simetris,Capillary Refill Time (CRT) <2dtk,
kekuatan otot kuku cukup bersih,tidak sianosis.
Kekuatan otot
5 5
4 5

Genetalia dan anus Tidak terkaji


1. Data Penunjang
Tidak terkaji
2. Harapan Keluarga
Ny.N berharap bisa meningkatkan derajat hidup keluarganya dan derajat
kesehatannya sehingga dapat hidup sejahtera.

Tingkat Kemandirian
Tingkat kemandirian 1 2 3 4
Menerima petugas √
Menerima pelayanan kesehatan sesuai rencana √
keperawatan
Tahu dan dapat mengungkapkan masalah
kesehatan secara benar
Memanfaatkan fasilitas kesehatan masyarakat
Melakukan tindakan keperawatan sederhana
sesuai anjuran
Melakukan tindakan pencegahan sesuai asertif
Melakukan tindakan peningkatan / promotif
secara asertif
B. Analisa Data
No. Kelolmpok Data Etiologi Masalah
1. DS : Ketidakmampuan Kurang pengetahuan
 Ny. N mengatakan tidak keluarga mengenal
begitu mengetahui resiko masalah resiko ibu
ibu hamil dengan 4T. hamil dengan 4T
DO:

 Hamil usia muda ( <


20 tahun )
2. DS: Ketidakmampuan Ansietas
 Ny. N mengatakan keluarga mengenal
usianya saat ini 20 masalah dan merawat
tahun dan sedang anggota keluarga yang
hamil 4 bulan sedang hami dengan 4T
 Ny.S suka merasa
cemas apabila
mengingat kelahiran
anak pertamanya.
DO :
 Pasien tampak cemas

C. Dx Keperawatan
1. Kurang pengetahuan keluarga b.d ketidakmampuan keluarga dalam
mengenal masalah ibu hamil dengan 4T
2. Ansietas berhubungan dengan ketidak mampuan keluarga mengenal
masalah dan merawat anggota keluarga yang sedang hamil 4T
SKALA UNTUK MENETUKAN PRIORITAS

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

1. Kurang pengetahuan b.d ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah


untuk ibu hamil dengan 4T

Skor x
No Kriteria Skor Bobot Pembenaran
Bobot

1. Sifat Masalah Masalah sudah terjadi, Ny. N

 aktual 3 1 3/3 x 1 = 1 mengalami hamil dengan 4T

2. Kemungkinan
masalah dapat Ada keinginan dari keluarga
1 2 1/2 x 2 = 1
diubah mengenal masalah ibu hamil 4T

 sebagian

Potensial Potensi masalah untuk dicegah


masalah untuk 2/3 x 1 = cukup karena tidak ada tindakan
3. 2 1
dicegah 2/3 yang sedang dijalani untuk
mengatasi masalah
 cukup

Menonjolnya Keluarga merasakan ada masalah


masalah bahwa ibu hamil dengan 4T yang

4. 2 1 2/2 x 1 = 1 diderita Ny. N adalah masalah


 Masalah berat
kesehatan yang perlu untuk
harus segera
diatasi.
ditanagni

JUMLAH 3 2/3
2. Ansietas b.d ketidak mampuan keluarga mengenal masalah dan merawat
anggota keluarga yang sedang hamil dengan 4T

Skor x
No Kriteria Skor Bobot Pembenaran
Bobot

1. Masalah sedang terjadi Ny. N


Sifat Masalah
3 1 3/3 x 1 = masih tampak cemas dengan
 aktual 1 kelahiran anak pertaman nya

2.
Kemungkinan Ada keinginan dari Ny. N dan
masalah dapat 1/2 x 2 = keluarga untuk menetahui cara
1 2
diubah 1 merawat atanggota keluarga yang
sedang hamil 4T
 Sebagian

Potensial Keluarga ingin mengatasi


masalah untuk 1/3 x 1 = masalah kesehatan tersebut
3. 1 1
dicegah 1/3 secara mandiri dengan di
fasilitasi oleh perawat.
 Rendah

Menonjolnya
masalah
Masalah ada tetapi keluarga
 Ada 1/2 x 1 = merasa bahwa masalahnya hanya
4. 1 1
masalah, ½ masalah biasa dan tidak perlu
tidak perlu segera ditangani
segera
ditangani

JUMLAH 2 5/6
Diagnosa Keperawatan Berdasarkan Skala Prioritas Masalah

1. Kurang pengetahuan b.d ketidakmampuan keluarga dalam mengenal


masalah untuk ibu hamil dengan 4T
2. Ansietas b.d ketidak mampuan keluarga mengenal masalah dan merawat
anggota keluarga yang sedang hamil dengan 4T
PERENCANAAN

DX 1 : Kurangnya pengetahuan keluarga berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan

NO. TUJUAN TUJUAN KRITERIA HASIL


TGL INTERVENSI TTD
DX UMUM KHUSUS RESPON STANDAR
DX Setelah TUK 1 Verbal a. Definisinya yaitu a. kaji kemampuan
1 dilakukan setelah dilakukan 4 terlalu adalah Hamil klien tentang 4T
tindakan tindakan terlalu muda (primi b.
keperawatan keperawatan muda) usia ibu < 20 Jelaskan/diskusikan
selama 2 selama 2 kali tahun, hamil/ bersalin dengan keluarga
kali pertemuan terlalu tua (grande tentang masalah 4T
pertemuan keluarga mampu multi) usia ibu > 35 , yaitu: definisi c.
keluarga 1. Mengenal tahun, terlalu dekat Motivasi keluarga
mampu masalah jarak kehamilan atau untuk mengulang
mengetahui kesehatan tentang persalinannya < dari 2 penjelasan
tentang 4T 4T dengan tahun, dan terlalu d. Berikan pujian
menyebutkan: banyak anak (anak atas kemampuan
a. Pengertian 4T lebih dari 4) keluarga mengenal
masalah
e. Evaluasi
penjelasan perawat
DX TUK 2 Verbal a. resikonya adalah a. kaji kemampuan
1 setelah dilakukan Keluarga 1. Keguguran klien tentang 4T
tindakan mampu: 2. Persalinan b. Jelaskan resiko
keperawatan prematureberat badan dari 4T dan cara
selama 2 kali lahir rendah (BBLR pencegahannya.
pertemuan kelainan bawaan. c.Diskusikan dg
keluarga mampu 3. Mudah terjadi klg akibat bila
mengambil infeksi. tidak melakukan
keputusan yang 4. Anemia kehamilan kontrol secara rutin
tepat untuk kekurangan zat besi. ke fasyankes yaitu
mengatasi 5. Keracunan terjadi masalah-
masalah kepada Kehamilan masalah biasa
anggota keluarga (Gestosis). dijumpai pada 4T
yang sedang 6. Kematian ibu yang d. Berikan pujian
hamil dengan 4T, tinggi. atas kemampuan
keluarga mampu b. Cara mencegah keluarga mengenal
menjelaskan: kehamilan risiko masalah
a. Resiko tinggi: e. Evaluasi
dari 4T 1. Usia hamil tidak penjelasan perawat
b. Cara kurang dari 20
pencegaha tahun atau lebih
n dari 35 tahun.
2. Rencanakan
jumlah anak 2
orang saja.
3. Hindari jarak
kehamilan terlalu
dekat atau terlalu
jauh.
4. Memeriksa
kehamilan secara
teratur kepada
tenaga kesehatan.
5. Menggunakan
alat kontrasepsi
untuk menunda
kehamilan.
c. Melahirkan dengan
pertolongan tenaga
kesehatan
Dx 2: Ansietas berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah dan merawat anggota keluarga yang
sedang hamil dengan 4T.

NO. TUJUAN KRITERIA HASIL


TGL TUJUAN KHUSUS INTERVENSI TTD
DX UMUM RESPON STANDAR
DX Setelah TUK 1 Verbal a. Definisinya yaitu a. kaji kemampuan
2 dilakukan setelah dilakukan tindakan Keluarga  perasaan klien tentang ansietas
tindakan keperawatan selama 2 kali mengatakan: subjektif b.
keperawatan pertemuan keluarga mampu berupa Jelaskan/diskusikan
selama 11 1. Mengenal masalah kegelisahan, dengan keluarga
kali kesehatan tentang 4T dengan ketakutan, atau tentang masalah
pertemuan menyebutkan: firasat buruk. ansietas, yaitu:
keluarga a. Pengertian Ansietas b.Tanda dan gejala definisi dan tanda
mampu b.tanda dan gejala Ansietas  Kepala terasa gejala minimal 5
mengetahui c. factor penyebab Ansietas pusing c. Motivasi keluarga
tentang  Berkeringat untuk mengulang
ansietas  Kesulitan penjelasan
pada ibu bernafas d. Berikan pujian atas
hamil  Mual dan kemampuan keluarga

muntah mengenal masalah

 Hipertensi e. Evaluasi penjelasan

 Palpitasi perawat
 Gelisah
 Tremor
 Gangguan
buang air kecil
a. Penyebab
 Genetik
 Lingkungan
sosial
 Gangguan
neurotransmitte
r

DX TUK 2 Verbal dan a. menganjurkan a. kaji kemampuan


1 setelah dilakukan tindakan psikomotor relaksasi progresif pasien dalam merawat
keperawatan selama 2 kali Keluarga anggota keluarga
pertemuan keluarga mampu mampu yang hamil dengan
merawat anggota keluarga Ansietas
yang hamil dengan ansietas, b. demonstrasikan
keluarga mampu melakukan: kepada keluarga:
a. Menyebutkan kembali - Terapi
cara perawatan pada Modalitas
anggota keluarga Mengajarkan
dengan ansietas teknik
b. Mendemonstrasikan relaksasi
perawatan anggota progresif
keluarga dengan - Terapi
ansietas komplementer
Menganjurkan
menghirup
aroma terapi
d. Berikan
kesempatan pada
anggota keluarga
untuk
mendemonstrasikan
prosedur perawatan
e. Berikan pujian atas
pelaksanaan yang
dilakukan keluarga
f. Evaluasi
keberhasilan keluarga
dalam melakukan
perawatan
IMPLEMENTASI
Hari dan Diagnosa Implementasi Paraf
tanggal keperawatan
15 Kurangnya 1. Memberikan pendidikan
sepetember pengetahuan kesehatan tentang 4T
2018. keluarga a. Definisi
berhubungan b. Resiko
dengan c. pencegahan
ketidakmampuan Hasil: keluarga memahami dan
keluarga mampu menjelaskan kembali
mengenal tentang 4T
masalah
kesehatan
10 Ansietas 1. Memberikan edukasi tentang
september berhubungan ansietas :
2018 dengan a. Definisi
ketidakmampuan b. Tanda dan gejala
keluarga c. Penyebab
mengenal Hasil : klien tampak mengerti dan
masalah dan mampu menjelaskan kembali
merawat anggota tentang ansietas
keluarga yang
sedang hamil
dengan 4T

EVALUASI
NO
TANGGAL DX EVALUASI TTD
KEP
15 September Dx 1 S : keluarga mengatakan bahwa keluarga
2018 TUK 2 sudah mengetahui tentang 4T
O:
 Keluarga terlihat memperhatikan saat
diberikan penjelasan
 Keluarga tampak memahami apa
yang dijelaskan oleh mahasiswa
A : Masalah teratasi
P : pertahankan intervensi
15 September Dx 1 S : keluarga mengatakan sudah
2018 TUK 1 mengetahui tentang ansietas
O:
 Keluarga terlihat memperhatikan saat
diberi penjelasan
 Keluarga tampak memahami apa yang
dijelaskan oleh mahasiswa
A : Masalah teratasi
P : Pertahankan Intervensi

Evaluasi tingkat kemandirian KM 2

Tingkat kemandirian 1 2 3 4
Menerima petugas √
Menerima pelayanan kesehatan sesuai rencana √
keperawatan
Tahu dan dapat mengungkapkan masalah √
kesehatan secara benar
Memanfaatkan fasilitas kesehatan masyarakat √
Melakukan tindakan keperawatan sederhana √
sesuai anjuran
Melakukan tindakan pencegahan sesuai asertif
Melakukan tindakan peningkatan / promotif
secara asertif
BAB IV

PEMBAHASAN

A. PENGKAJIAN
Pengkajian adalah salah satu kegiatan mengumpulkan data mengkoordinasikan data yang didapatkan dari berbagai
sumber. Dalam pengkajian sebagian data yang ditemukan pada keluarga Ny. N sama dengan data yang ada pada teoritis.
B. DIAGNOSA KEPERAWATAN
Pada teoritis dicantumkan 4 diagnosa keluarga yang dapat ditegakkan pada pasien resiko tinggi ibu hamil 4T.
Sedangkan pada Ibu E dari data pendukung objektif dan subjektif ditemukan 2 diagnosa yaitu:
1. Kurang pengetahuan b.d ketidakmampuan keluarga dalam mengenal masalah untuk ibu hamil dengan 4T
2. Ansietas b.d ketidak mampuan keluarga mengenal masalah dan merawat anggota keluarga yang sedang hamil dengan 4T
Adapun diagnosa yang tercantum pada teoritis adalah :
a. Ansietas berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan pada ibu hamil dengan 4T
b. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan dengan ketidakmampuan keluarga dalam
mengambil keputusan keluarga pada ibu hamil dengan 4T.
c. Intoleran aktivitas berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota yang sakit pada ibu hamil dengan 4T
d. Resiko perdarahan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit pada ibu hamil
dengan 4T
Diagnosa yang tercantum pada teoritis dan ditemukan pada kasus,yaitu:
1. Kurangnya pengetahuan tentang resiko tinggi hamil terlalu muda pada keluarga Tn.Y khususnya Ny.N berhubungan
dengan ketidakmampuan keluarga mengenal masalah kesehatan anggota keluarga
Diagnosa ini muncul karena adanya data pendukung yaitu Ny.N mengatakan tidak mengetahui tentang resiko tinggi ibu hamil
dengan 4T (terlalu muda)
3. Ansietas b.d ketidak mampuan keluarga mengenal masalah dan merawat anggota keluarga yang sedang hamil dengan 4T
Diagnosa ini muncul karena adanya data pendukung yaitu Ny.N Mengatakan cemas dan takut dalam menjalani
kehamilan pertamanya dan dalam proses persalinan nanti.
Dan terdapat diagnosa yang tercantum pada konsep teori tepati tidak ditemukan pada kasus, antara lain:
a. Ketidakseimbangan nutrisi kurang dari kebutuhan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota yang
sakit pada ibu hamil dengan 4T
b. Intoleran aktivitas berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota yang sakit pada ibu hamil dengan 4T
c. Resiko perdarahan berhubungan dengan ketidakmampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit pada ibu hamil
dengan 4T

C. INTERVENSI
Dalam merumuskan rencana tindakan tidak menemukan kesenjangan yang berarti antara teoritis dengan kasus. Hal ini
disebabkan perencanaan mengacu pada teoritis dan prioritas masalah yang ada. Namun ada beberapa intervensi yang ada pada
teoritis namun dicantumkan pada kasus karena menyesuaikan dengan keadaan keluarga Ny.N
D. IMPLEMENTASI DAN EVALUASI
Implementasi dilakukan setelah rencana tindakan sesuai kebutuhan klien dan diharapkan dalam tindakan yang nyata dalam
melaksanakan tindakan tersebut, sedangkan semua tujuan tercapai dengan penempatan waktu yang relative sesuai dengan yang
telah ditetapkan. Keberhasilan pencapaian tujuan juga didukung dengan sikap Keluarga Ny.N yang kooperatif
BAB V
KESIMPULAN

A. KESIMPULAN
Dari hasil asuhan keperawatan keluarga pada keluarga Tn,Y dengan Resiko Tinggi Ibu Hamil Terlalu Muda khususnya kepada
Ny.N di Ciburuyan Rt 01 Rw 09, Kelurahan Mulyasari, Kecamatan Tamansari Kota Tasikmalaya
1. Dalam pengkajian penulis tidak menemukan kesulitan yang berarti yang dapat dikumpulkan diperoleh dengan mudah karena adanya
kerjasama antara keluarga Tn.Y
2. Untuk mengatasi masalah tersebut perlu direncanakan beberapa tindakan keperawatan dengan menetukan rasional dari tindakan
tersebut
3. Dalam pelaksanaan tindakan keperawatan sangat diperlukan kerjasama yang baik antara, keluarga, tim kesehatan yang lain guna
mendapatkan tindakan keperawatan yang berkesinambungan.

B. SARAN
Saran penulis ditujukkan kepada pihak Unit Pelayanan Kesehatan Masyarakat dan Institusi pendidikan
1. Unit Pelayanan Kesehatan Masyarakat
Diharapkan agar dapat meningkatkan lagi mutu pelayanan yang sudah tercapai dengan baik.
2. Institusi pendidikan
Untuk Dosen semoga tidak pernah bosan mengajari dan membimbing kami terutama dalam pembuatan serta penyusunan tugas
Asuhan keperawatan.Untuk mahasiswa-mahasiswi semoga dengan adanya tugas ini, dapat menambah ilmu dan wawasan kalian
tentang Asuhan keperawatan Keluarga, serta lebih giat belajar.
DAFTAR PUSTAKA
Barbara, straight (2005).Panduan Belajar Keperawatan Ibu-Bayi baru lahir.Jakarta: EGC
Handayani, Wiwik (2008). Asuhan Keperawatan pada klien dengan Gangguan Sistem Hematologi.Jakarta:Salemba Medika
Levero, Kenneth J dkk (2009).Obstetric Williams. Jakarta:EGC
Manuaba, Ida dkk (2007).Pengantar Kuliah Obstetri.Jakarta : EGC
Nurarif huda dan Hardhi Kusuma (2015). Aplikasi NANDA NIC-NOC. Yogyakarta:MediAction
Suprajitno, S.Kp (2004). Asuhan Keperawatan Keluarga. Jakarta : EGC
LAMPIRAN
1. Satuan Acara Penyuluhan

SATUAN ACARA PENYULUHAN

TENTANG 4T (TERLALU) DALAM KEHAMILAN

KEPADA KELUARGA TN.Y

Disusun Oleh :

INDRA WIJAYA

10116072
3B KEPERAWATAN

STIKES BAKTI TUNAS HUSADA

Jl. cIlolohan no. 36 Tasikmalaya Tlp. (0265)334740

2017/2018

ISI MATERI

 Judul : Satuan acara penyuluhan kepada keluarga Tn. Y di


Kampung Ciburuyan, RT/RW 01/09, Kel. Tamansari, Kec. Tawang, Kota Tasikmalaya.
 Pokok Bahasan : 4T dalam kehamilan
 Sub Pokok Bahasan : Cara mencegah terjadinya 4T Dalam kehamilan
 Sasaran : Keluarga Tn. Y di Kampung Ciburuyan, RT/RW 01/09, Kel. Tamansari, Kec. Tawang, Kota
Tasikmalaya.
 Target : Ny. N
 Hari/Tanggal : Sabtu, 15 September 2018
 Waktu : 45 menit
 Tempat : Rumah Tn. Y
A. Latar Belakang
Setiap tahun sekitar 160 juta perempuan di seluruh dunia hamil. Sebagian besar kehamilan ini berlangsung dengan
aman. Namun, sekitar 15% menderita komplikasi berat,dengan sepertiganya merupakan komplikasi yang mengancam jiwa
ibu. Komplikasi ini mengakibatkan kematian lebih dari setengah juta ibu setiap tahun. Dari jumlah ini di perkirakan 90%
terjadi di Asia dan Afrika subsahara, 10 % dinegara berkembang lainnya, dan kurang dari 1% di Negara-negara maju. Di
beberapa negara risiko kehamilan ibu lebih tinggi dari 1 dalam 10 kehamilan, sedangkan di negara maju resiko ini kurang dari
1 dalam 6.000 (Saifuddin, 2010, h.53). Menurut data Kemenkes (2011) ada sekitar 65% ibu hamil yang mengalami salah satu
atau lebih dari kriteria 4 T( terlalu dini, terlalu tua, terlalu bnyak, terlalu rapat). Kondisi 4 T bisa meningkatkan resiko
terjadinya komplikasi pada bayi dan ibu pada saat hamil dan melahirkan (Trisnawati, 2012).
Selama kehamilan, ibu memerlukan adaptasi dengan berbagai perubahannya terutama pada ibu yang mengalami
kehamilan pertama. Secara fisik ibu hamil akan merasa letih, lesu dan sebagainya. Sedangkan secara psikologis ibu hamil
akan dibayangi dan dihantui rasa cemas serta takut akan hal-hal yang mungkin akan terjadi baik pada dirinya sendiri maupun
pada bayinya. Hal-hal yang harus diketahui oleh sang ibu dan sang ayah menurut penelitian (Suryati, dkk 2010).
Asuhan kehamilan merupakan salah satu faktor yang harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya resiko tinggi dan
kematian pada saat persalinan, di samping itu juga untuk pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan janin. Asuhan kehamilan
yang perlu diperhatikan adalah perawatan diri (kulit, mulut (gigi), perawatan kuku dan hygine) payudara, imunisasi, senam
hamil, pemeriksaan kehamilan, serta gizi untuk perkembangan janin. Perawatan kehamilan dipengaruhi oleh faktor pendukung
dan faktor faktor penguat, seperti pengetahuan ibu yang diperoleh melalui pemahaman tentang kehamilan diantaranya
menjaga kehamilan, perawatan kehamilan, tanda bahaya kehamilan. Beberapa faktor yang turut berpengaruh pada resiko
tinggi diantaranya usia, pendidikan, pekerjaan, paritas, dukungan keluarga,dan ekonomi.
Kesepakatan global (Millenium Development Goals 2000) pada tahun 2015 diharapkan Kematian Ibu menurun
menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup dan Kematian Bayi dari 68 menjadi 23 per 1.000 kelahiran hidup. Kematian Ibu
di Banyumas tahun 2010 yaitu 128,89 per 100.000 kelahiran hidup dan Kematian Bayi sebesar 10,31 per 1.000 kelahiran
hidup. Program terbaru yang diluncurkan pemerintah pada tahun 2011 untuk menurunkan Kematian Ibu dan Kematian Bayi
adalah program Jampersal. penelitian ini adalah penelitian deskripsi dengan pendekatan cross sectional. Populasi penelitian
adalah semua ibu dan bayi yang mengalami kematian di Kabupaten Banyumas (Khuriyah, dkk,2011,).
Keberhasilan untuk mengurangi kematian ibu tercermin dari suatu hasil asuhan yang di lakukan pada saat pemeriksaan
awal kehamilan sampai dengan masa akhir nifasnya. Kesehatan ibu dan janin dapat di lihat dari hasil pemeriksaan yang
kompeten, dan memang benar - benar dilakukan sesuai jadwal pemeriksaan serta ibu mematuhi anjuran yang di berikan oleh
bidan maupun dokter, baik dari terapi oral yang harus di konsumsi ibu hamil, pendidikan kesehatan ibu hamil, maupun
jadwal ibu kunjungan ulang untuk melakukan pemeriksaan kehamilan selanjutnya. Selain dari asuhan tenaga kesehatan,
kondisi keadaan ibu juga dalam keadaan baik, baik dari psikologi, riwayat penyakit dari keluarga, hu bungan dari keluarga,
dukungan dari keluarga, dan keadaan ekonomi keluarga

B. Tujuan
Tujuan Umum : Setelah dilakukan penyuluhan 1 x 45 menit pada Keluarga Tn.Y di Kampung Ciburuyan , RT/RW
01/09, Kel. Tamansari, Kec. Tawang, Kota Tasikmalaya tentang 4T dalam kehamilan di harapkan Ny.T
mengetahui cara perawatan Ibu hamil dengan 4T. Dengan Kriteria Hasil :
1. Menyebutkan apa yang masuk kedalam 4T
2. Menjelaskan masing-masing dari 4T
3. Menguraikan cara menghindari 4T
C. Strategi Pelaksanaan
1. Metode : Ceramah
2. Media : leafleat
3. Garis besar materi
a. Macam-Macam 4T
b. Alasan tidak boleh nya Ibu hamil dengan 4T
c. Resiko yang mungkin terjadi pada ibu hamil dengan 4T

D. Proses Pelaksanaan
No Kegiatan Penyuluhan Peserta Waktu
1 Pembukaan  Salam  Menjawab salam
 Penyampaian  Mendengarkan
5 menit
Tujuan
 Apersepsi  Mendengarkan
2 Kerja  Definisi 4T  Mendengarkan
 Macam- penyuluhan
macam 4T
 Gejala dari 35
masing menit
masing 4T
 Resiko ibu  Bertanya
hsmil dengan
4T
 Memberi
kesempatan
untuk
bertanya
3 Penutup  Menyimpulkan  Mendengarkan
5 menit
 Salam penutup  Menjawab salam

E. Setting Tempat

Observer

Notulis Penyuluh pembawa acara

Keluarga Tn.Y

Fasilitator
F. Pengorganisasian
1. Pembawa Acara : Indra Wijaya
2. Pemateri : Indra Wijaya
3. Moderator : Indra Wijaya
4. Notulis : Indra Wijaya
5. Fasilitator : Indra Wijaya
6. Observer : Indra Wijaya

G. Evaluasi
1. Jenis Evaluasi : Sumatif
2. Bentuk Evaluasi : Lisan
3. Butir Pertanyaan :
a. Apa saja macam-macam 4T ?
b. Apa alasan tidak boleh nya Ibu hamil dengan 4T ?
c. Apa saja resiko yang mungkin terjadi pada ibu hamil dengan 4T ?

Jawaban:

a. Apa saja macam-macam 4T ?


1. Terlalu muda
yaitu seorang Ibu yang hamil dengan usia kurang dari 20 tahun.
2. Terlalu tua
Yaitu seorang ibu yang hamil dengan usia diatas 35 tahun
3. Terlalu dekat
Yang dimaksud terlalu dekat adalah jarak antara kehamilan satu dengan berikutnya kurang dari 2 tahun (24 bulan).
Jarak kehamilan yang optimal dianjurkan adalah 36 bulan.
4. Terlalu banyak
Yang dimaksud dengan terlalu banyak adalah jumlah anak yang dilahirkan lebih dari 3 orang.
b. Apa alasan tidak boleh nya Ibu hamil dengan 4T ?
1. Terlalu muda
 Secara fisik
a) Kondisi rahim dan panggul belum berkembang secara optimal, mengakibatkan kesakitan dan kematian ibu
dan bayinya.
b) Pertumbuhan dan perkembangan fisik ibu terhenti/terhambat
 Secara mental
a) Belum siap menghadapi perubahan yang terjadi saat kehamilan.
b) Belum siap menjalankan peran sebagai seorang ibu
c) Belum siap menghadapi masalah-masalah berumah tangga
Gabungan factor fisik dan mental yang belum matang akan meningkatkan resiko terjadinya persalinan yang
sulit dengan komplikasi medis.
2. Terlalu tua
 Pada usia tersebut kondisi kesehatan ibu mulai menurun
 Fungsi rahim menurun
 Kualitas sel telur berkurang
 Meningkatkan komplikasi medis pada kehamilan dan persalinan, berhubungan dengan kelainan degenerative,
hipertensi dan kencing manis
3. Terlalu dekat
 Kondisi rahim ibu belum pulih
 Dapat mengakibatkan terjadinya penyulit dalam kehamilan seperti anemia
 Dapat menghambat proses persalinan seperti gangguan kontraksi, kelainan letak dan posisi
 Dapat menyebabkan perdarahan pasca persalinan
 Waktu ibu untuk menyusui dan merawat bayi kurang
4. Terlalu banyak
 Dapat mengakibatkan terjadinya gangguan dalam kehamilan, seperti plasenta (ari-ari) yang letaknya dekat
jalan lahir.
 Dapat menghambat proses persalinan seperti gangguan kontrksi, kelainan letak, dan posisi janin
 Dapat menyebabkan perdarahan pasca persalinan
 Waktu ibu untuk menyusui dan merawat bayi kurang
 Tumbuh kembang anak tidak optimal
 Menambah beban ekonomi keluarga
c. Apa saja resiko yang mungkin terjadi pada ibu hamil dengan 4T ?
1. Terlalu muda
 Keguguran
 Preeklamsia (tekanan darah tinggi, oedema, proteinuria)
 Eklamsi (keracunan kehamilan)
 Timbulnya kesulitan persalinan (persalinan lama dsb)
 Bayi lahir senelum waktunya
 Perdarahan
 Cacat bawaan
 BBLR hanya 2500gr
 Fistula vesikovagina (merembesnya air seni ke vagina)
 Kanker leher rahim
Risiko ini dapat meningkatkan kesakitan dan kematian ibu dan bayi.
2. Terlalu tua
 Keguguran
 Preeklamsi
 Eklamsia
 Timbulnya kesulitan pada persalinan
 Perdarahan
 Bayi lahir dengan BBLR
 Cacat bawaan
3. Terlalu dekat
 Keguguran
 Anemia
 Payah jantung
 Bayi lahir sebelum waktunya
 Cacat bawaan
 Tidak optimalnya tumbuh kembang balita
4. Terlalu banyak
a) Sisi kesehatan
• Keguguran
• Anemia
• Perdarahan hebat
• Preeklamsi (tekanan darah tinggi, oedema, proteinuria)
• Eklamsia (keracunan kehamilan karena hipertensi dll)
• Plasenta previa (plasenta menghalangi jalan lahir)
• BBLR kurang dari 2500gr
• Prolapus uteri (turunnya rahim melalui vagina)
b) Sisi ekonomi :
• Kurang gizi
• Putus sekolah
• Kurang perhatian/kasih saying
• Pertumbuhan dan perkembangan anak tidak optimal

H. Sumber
 faktor-faktor yang berpengaruh terhadap risiko kehamilan – Neliti PDF https://media.neliti.com ›publications
 http://warungbidan.blogspot.com/2016/03/4-terlalu-dalam-kehamilan-terlalu-muda.html?m=1
 http://www.perawatina.com/2017/05/4-terlalu-kehamilan-terlalu-muda.html?m=1
Lampiran
4 T (TERLALU) DALAM KEHAMILAN
A. macam-macam 4T dalam kehamilan
1. Terlalu muda
Yaitu seorang Ibu yang hamil dengan usia kurang dari 20 tahun.
2. Terlalu tua
Yaitu seorang ibu yang hamil dengan usia diatas 35 tahun
3. Terlalu dekat
Yang dimaksud terlalu dekat adalah jarak antara kehamilan satu dengan berikutnya kurang dari 2 tahun (24 bulan). Jarak
kehamilan yang optimal dianjurkan adalah 36 bulan
4. Terlalu banyak
Yang dimaksud dengan terlalu banyak adalah jumlah anak yang dilahirkan lebih dari 3 orang.

B. alasan tidak boleh nya Ibu hamil dengan 4T


1. Terlalu muda
 Secara fisik
c) Kondisi rahim dan panggul belum berkembang secara optimal, mengakibatkan kesakitan dan kematian ibu dan
bayinya.
d) Pertumbuhan dan perkembangan fisik ibu terhenti/terhambat
 Secara mental
d) Belum siap menghadapi perubahan yang terjadi saat kehamilan.
e) Belum siap menjalankan peran sebagai seorang ibu
f) Belum siap menghadapi masalah-masalah berumah tangga
Gabungan factor fisik dan mental yang belum matang akan meningkatkan resiko terjadinya persalinan yang sulit dengan
komplikasi medis.

2. Terlalu tua
 Pada usia tersebut kondisi kesehatan ibu mulai menurun
 Fungsi rahim menurun
 Kualitas sel telur berkurang
 Meningkatkan komplikasi medis pada kehamilan dan persalinan, berhubungan dengan kelainan degenerative, hipertensi
dan kencing manis
3. Terlalu dekat
 Kondisi rahim ibu belum pulih
 Dapat mengakibatkan terjadinya penyulit dalam kehamilan seperti anemia
 Dapat menghambat proses persalinan seperti gangguan kontraksi, kelainan letak dan posisi
 Dapat menyebabkan perdarahan pasca persalinan
 Waktu ibu untuk menyusui dan merawat bayi kurang
4. Terlalu banyak
 Dapat mengakibatkan terjadinya gangguan dalam kehamilan, seperti plasenta (ari-ari) yang letaknya dekat jalan lahir.
 Dapat menghambat proses persalinan seperti gangguan kontrksi, kelainan letak, dan posisi janin
 Dapat menyebabkan perdarahan pasca persalinan
 Waktu ibu untuk menyusui dan merawat bayi kurang
 Tumbuh kembang anak tidak optimal
 Menambah beban ekonomi keluarga

C. Resiko yang mungkin terjadi pada Ibu hamil dengan 4T


1. Terlalu muda
 Keguguran
 Preeklamsia (tekanan darah tinggi, oedema, proteinuria)
 Eklamsi (keracunan kehamilan)
 Timbulnya kesulitan persalinan (persalinan lama dsb)
 Bayi lahir senelum waktunya
 Perdarahan
 Cacat bawaan
 BBLR hanya 2500gr
 Fistula vesikovagina (merembesnya air seni ke vagina)
 Kanker leher rahim
Risiko ini dapat meningkatkan kesakitan dan kematian ibu dan bayi.
2. Terlalu tua
 Keguguran
 Preeklamsi
 Eklamsia
 Timbulnya kesulitan pada persalinan
 Perdarahan
 Bayi lahir dengan BBLR
 Cacat bawaan
3. Terlalu dekat
 Keguguran
 Anemia
 Payah jantung
 Bayi lahir sebelum waktunya
 Cacat bawaan
 Tidak optimalnya tumbuh kembang balita
4. Terlalu banyak
a. Sisi kesehatan
• Keguguran
• Anemia
• Perdarahan hebat
• Preeklamsi (tekanan darah tinggi, oedema, proteinuria)
• Eklamsia (keracunan kehamilan karena hipertensi dll)
• Plasenta previa (plasenta menghalangi jalan lahir)
• BBLR kurang dari 2500gr
• Prolapus uteri (turunnya rahim melalui vagina)
b. Sisi ekonomi :
• Kurang gizi
• Putus sekolah
• Kurang perhatian/kasih saying
• Pertumbuhan dan perkembangan anak tidak optimal