Anda di halaman 1dari 15

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas segala rahmat dan
karuniaNya, sehingga Profil Duta Rumah Tangga Sehat Kecamatan Candipro Tahun
2018 ini dapat terselesaikan dengan baik. Tujuan penyusunan profil ini adalah untuk
mengetahui bentuk intervensi yang telah dilakukan untuk mengatasi permasalahan
Rumah Tangga Sehat berdasarkan hasil survei Rumah Tangga Sehat Kecamatan
Candipuro tahun 2017.

Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan Profil Duta Rumah Tangga


Sehat Kecamatan Candipuro Tahun 2018 ini tidak akan terselesaikan dengan baik
tanpa bantuan, bimbingan, dan petunjuk dari berbagai pihak. Maka, dalam
kesempatan ini penulis menyampaikan rasa terima kasih dan penghargaan yang
tidak terhingga kepada berbagai pihak yang telah memberikan bantuan, bimbingan
dan petunjuk, sehingga laporan ini dapat tersusun dengan baik.

Penulis menyadari bahwa profil ini tidak luput dari kesalahan dan jauh dari
sempurna. Oleh karena itu, penulis berharap adanya kritik dan saran membangun
dari semua pihak yang membaca demi kesempurnaan profil ini. Penulis berharap
semoga laporan profil ini dapat berguna bagi kita semua di masa yang akan datang.

Lumajang, 5 September 2018

Mengetahui,
Ketua TP PKK Kecamatan Candipuro

Ny. ERIK KURNIAWAN

-1-
DAFTAR ISI

Halaman

KATA PENGANTAR 1

DAFTAR ISI 2

BAB I PENDAHULUAN 3

1.1 Latar Belakang 3

1.2 Tujuan 4

1.3 Manfaat 4

BAB II GAMBARAN UMUM 5

2.1 Data Tim 5

2.2 Sasaran Kegiatan 5

BAB III PELAKSANAAN KEGIATAN 7

3.1 Data Permasalahan 7

3.2 Pelaksanaan Kegiatan PANDEGA PINTAR 8

3.3 Inovasi Kegiatan PANDEGA PINTAR 9

3.4 Rencana Kegiatan PANDEGA PINTAR 10

BAB IV PENUTUP 11

4.1 Kesimpulan 11

4.2 Saran 11

LAMPIRAN 17

-2-
BAB I
PENDAHULUAN

1.1 LATAR BELAKANG


Kecamatan Candipuro merupakan salah satu dari 21 kecamatan yang ada di
Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Luas wilayah Kecamatan Candipuro 144,93 Km2
yang terletak pada 12o57’23” - 113o07’08” BT dan 8o7’14” - 8o18’00” LS. Adapun batas
– batas wilayah secara administrasi Kecamatan Candipuro adalah sebagai berikut :
Sebelah Utara : Kecamatan Pasrujambe
Sebelah Timur : Kecamatan Pasirian
Sebelah Selatan : Kecamatan Tempursari
Sebelah Barat : Kecamatan Pronojiwo
Kecamatan Candipuro secara administratif terdiri dari 10 desa yaitu Desa
Penanggal, Desa Sumbermujur, Desa Tambahrejo, Desa Kloposawit, Desa
Tumpeng, Desa Candipuro, Desa Jugosari, Desa jarit, Desa Sumberejo, dan Desa
Sumberwuluh.
Desa Jarit merupakan salah satu Desa Binaan Puskesmas Candipuro dengan
luas wilayah 1.600 Ha, dengan ketinggian + 1300 dpl. Jarak dari Pemerintahan
Kecamatan 5 km dan dari Pemerintahan Kabupaten 25 km. Batas wilayah Desa Jarit
di sebelah utara berbatasan dengan Desa Nguter Kec. Pasirian, sebelah timur
berbatasan dengan Desa Kalibendo Kec. Pasirian, sebelah barat berbatasan dengan
Desa Candipuro, dan sebelah selatan berbatasan dengan Desa Jugosari. Desa Jarit
terdiri dari 4 (empat) Dusun, 13 RW, dan 94 RT. Empat dusun tersebut adalah Dusun
Uranggantung, Dusun Bulaklakah, Dusun Krajan, dan Dusun Kebonsari.
Jumlah penduduk yang berada di Desa Jarit pada tahun 2016 adalah sebesar
11.825 jiwa, dengan jumlah kepala keluarga sebanyak 3.404 KK. Penduduk di
wilayah kerja Puskesmas Candipuro terdiri dari beberapa suku, mayoritas adalah
suku Jawa dan Madura. Sebagaian besar penduduk di Desa Jarit bermata
pencaharian sebagai petani (72%) dan berpendidikan tamat SD (37%)
Pada profil Rumah Tangga Sehat 2017 yang menjadi prioritas masalah
tertinggi adalah pada indikator tidak ada anggota keluarga yang merokok dengan
persentase capaian sebesar 30.84%. Sedangkan yang memiliki prioritas terakhir
adalah indikator persalinan di fasilitas kesehatan dengan persentase capaian

-3-
sebesar 100%. Meskipun persalinan di tenaga kesehatan termasuk prioritas masalah
yang terendah, namun PPD, bidan desa dan Kader Desa Jarit ingin meningkatkan
pelayanan terhadap ibu hamil dan ibu melahirkan, karena meskipun capaian indikator
persalinan ditenaga kesehatan sudah berada dalam taraf 100%, namun masih
terdapat kasus kematian ibu dan bayi yang terjadi di Desa Jarit. Kasus kematian ibu
dan bayi tersebut terjadi pada bulan Pebruari 2018, dengan diagnosis preeklamsi
berat (PEB). Pertimbangan yang lain juga karena masih ditemukan ibu hamil yang
jarang atau bahkan tidak pernah memeriksakan kandungannya meskipun pada waktu
bersalin dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan. Untuk mengatasi permasalahan
rokok di Desa Jarit dan meningkatkan pelayanan terhadap ibu hamil dan bersalin,
maka Tim Penggerak PKK Kecamatan Candipuro bekerja sama dengan PPD dan
kader Desa Jarit serta Puskesmas Candipuro meluncurkan kegiatan yang bernama
“PANDEGA PINTAR” (PAsang BeNDEra SiaGA Peduli Ibu daN Tanpa Asap Rokok).

1.2 TUJUAN
Tujuan dari kegiatan PANDEGA PINTAR ini adalah untuk meningkatkan
pengetahuan, kesadaran, dan kewaspadaan masyarakat bila di lingkungannya
terdapat ibu hamil berisiko tinggi ( bumil risti) serta sekaligus mengajak masyarakat
untuk berkomitmen tidak merokok.

1.3 MANFAAT
Kegiatan PANDEGA PINTAR ini diharapkan dapat membantu untuk
mencegah terjadinya kematian ibu dan bayi khususunya di Desa Jarit Kecamatan
Candipuro dan membantu untuk mengubah kebiasaan masyarakat merokok menjadi
tidak merokok. Kegiatan PANDEGA PINTAR pada awalnya akan dilaksanakan di
Dusun Krajan Desa Jarit yang rencananya akan dijadikan sebagai desa percontohan
awal, karena di Desa Jarit banyak terdapat bumil risti yang membutuhkan pertolongan
segera ketika dalam keadaan darurat. Apabila kegiatan PANDEGA PINTAR dapat
berjalan dengan maksimal dan memperoleh hasil yang memuaskan, maka akan
diterapkan di desa-desa lain yang berada di Kecamatan Candipuro.

-4-
BAB II
GAMBARAN UMUM

2.1 DATA TIM


Kegiatan PANDEGA PINTAR tentunya membutuhkan kontribusi sebuah tim
yang solid, aktif dan bersemangat sehingga kegiatan ini dapat berjalan secara efektif,
efisien, dan berkesinambungan. Kegiatan PANDEGA PINTAR telah didukung lintas
sektor yang memiliki kontribusi masing-masing dalam berbagai hal sebagai berikut:
a. Penanggung Jawab : ERIK K.S.Ay. PUTRO, S.STP (Camat
Candipuro)
b. Ketua I : Ny. ERIK KURNIAWAN (Ketua TP PKK
Kecamatan Candipuro)
c. Ketua II (Wilayah : dr. HALID HAIRUL ANWAR (Kepala
Puskesmas ) Puskesmas Candipuro)
d. Sekretaris (Wilayah : HANDIKA ROSALIN, S.KM. (Promkes
Puskesmas) Puskesmas Candipuro)
e. Anggota 1. Ny.
: NOVITA SUPRISTIWATI (Ketua TP
PKK Desa Jarit)
2. Ny. ANA SRI WAHYUNINGSIH (Kader
Posyandu Desa Jarit)

2.2 SASARAN KEGIATAN


Sasaran kegiatan PANDEGA PINTAR adalah bumil risti dengan metode
skoring Poedji Rochjati yang ditambah dengan pertimbangan bidan desa terhadap
bumil risti yang memiliki masalah kesehatan yang memerlukan pengawasan terus
menerus. Jumlah sasaran diupdate setiap tiga bulan sekali pada waktu evaluasi
program PANDEGA PINTAR sesuai dengan jumlah ibu hamil baru, yang kemudian
dinilai oleh bidan desa apakah perlu untuk dimasukkan pada program PANDEGA
PINTAR atau tidak. Contoh seperti di bawah ini:

-5-
Data kasus komplikasi kebidanan Desa Jarit
Pada data diatas terdapat 16 orang bumil risti dengan masalah kesehatan
yang bermacam-macam namun berdasarkan pertimbangan dari bidan desa, yang
berhak untuk mendapatkan bantuan dari program PANDEGA PINTAR hanya Ny.
Sumiati, Ny. Siti Aminah, Ny. Lisa Rosalina, dan Ny. Anis, yang memiliki skor Poedji
Rochjati tinggi, atau yang memiliki kondisi kesehatan tertentu yang memerlukan
pengawasan terus menerus, seperti preeklampsia berat atau asma. Terbatasnya
penerima bantuan program PANDEGA PINTAR disebabkan jumlah tenaga dan dana
yang masih terbatas sehingga harus benar-benar tepat sasaran pada bumil risti yang
memang membutuhkan bantuan.

-6-
BAB III
PELAKSANAAN KEGIATAN

3.1 DATA PERMASALAHAN


Adapun pencapaian rumah tangga sehat yang terdiri dari 10 indikator melalui
survey rumah tangga sehat di Desa Jarit di wilayah kerja Puskesmas Candipuro
tahun 2017 dapat dijabarkan sebagai berikut:
Grafik Pencapaian 10 Indikator Rumah Tangga Sehat Desa Jarit Tahun 2017

Grafik Target dan Capaian RTS Desa Jarit Tahun


2017
100% 99.27% 99.27% 99.85%
95.74% 94.71%
100% 91.63%
90% 84.29%
77.97%
80%
70%
60%
50%
40% 30.84% Target
30% Capaian
20% 13.36%
10%
0%

Grafik Pencapaian 10 Indikator Rumah Tangga Sehat Desa Jarit Tahun 2017
Dari grafik di atas dapat diketahui bahwa capaian Rumah Tangga Sehat di
Desa Jarit pada tahun 2017 sebesar 13.36%. Pencapaian ini, tidak mencapai target
Rumah Tangga Sehat Tahun 2017 yaitu sebesar 56%. Selain itu dari grafik di atas
dapat diketahui bahwa terdapat indikator rumah tangga sehat (RTS) yang memiliki
pencapaian terendah yaitu indikator tidak ada anggota keluarga yang merokok
(30.84%).
Dalam upaya tindak lanjut terhadap hasil survey Rumah Tangga Sehat,
terlebih dahulu perlu diketahui urutan prioritas masalah dari sepuluh indikator yang
telah disurvey agar dapat dilakukan upaya penanganan.

-7-
Prioritas Persentase
Indikator
Masalah (%)
1 Tidak ada anggota keluarga yang merokok 30.84
2 Pemberian ASI Eksklusif 77.97
3 Menggunakan jamban sehat 84.29
4 Menimbang bayi dan balita 91.63
5 Pelaksanaan PSN 94.71
6 Pelaksanaan CTPS 95.74
7 Melakukan Aktifitas Fisik 99.27
8 Penggunaan air bersih 99.27
9 Konsumsi Sayur dan Buah 99.85
10 Persalinan di fasilitas Kesehatan 100

Distribusi Frekuensi Urutan Prioritas Masalah Pencapaian Rumah Tangga


Sehat Puskesmas Candipuro Tahun 2017.
Berdasarkan tabel di atas diketahui bahwa yang memiliki prioritas pertama
untuk diintervensi adalah indikator tidak ada anggota keluarga yang merokok dengan
persentase 30.84%. Sedangkan yang memiliki prioritas terakhir adalah indikator
persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan dengan persentase 100%.
Meskipun indikator persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan menempati
urutan terakhir dalam prioritas masalah kesehatan, namun terjadi kasus kematian ibu
dan bayi yang terjadi pada bulan Pebruari 2018 dengan penyebab preeklampsia berat
sehingga PPD dan kader merasa penting untuk melakukan peningkatan pelayanan
terhadap ibu dan bayi, terutama pada bumil risti dengan skor Poedji Rochyati yang
tinggi atau memiliki riwayat eklampsi dan/atau asma.

3.2 PELAKSANAAN KEGIATAN PANDEGA PINTAR


Pelaksanaan kegiatan PANDEGA PINTAR dilaksanakan oleh PPD dan kader
setiap tiga bulan sekali dengan cara melakukan kunjungan ke rumah bumil risti. Bumil
risti ditentukan dengan banyaknya jumlah skor yang diperoleh dari metode skoring
Poedji Rochjati, ditambah permasalahan kesehatan yang dirasa penting oleh bidan
desa untuk mendapatkan pengawasan terus menerus, yakni bumil yang mempunyai
riwayat hipertensi (preeklampsia) dan/atau asma.

-8-
Pada waktu melakukan kunjungan, akan dipasangkan bendera kecil berwarna
merah di depan rumah bumil risti, sebagai tanda untuk PPD, Kader, maupun
masyarakat sekitar bahwa dalam rumah tersebut terdapat bumil risti yang sewaktu-
waktu membutuhkan pertolongan segera dalam keadaan darurat. Pemasangan
bendera berlaku sampai dengan hari ke-42 (empat puluh dua) setelah ibu melahirkan,
dan setelah hari ke-42 setelah melahirkan (setelah masa nifas), ibu dan bayi akan
dinyatakan sudah selamat dan bendera merah dapat dilepas. Pada waktu kunjungan
selain memasang bendera, juga dilakukan ANC oleh bidan desa, serta pemberian
bantuan yang berasal dari poskesdes kepada bumil risti sebesar lima puluh ribu
rupiah. Kunjungan ini juga sangat berguna untuk bumil yang jarang atau tidak pernah
memeriksakan kandungannya, berdasarkan catatan buku KIA bumil risti yang
bersangkutan.
Pada waktu kunjungan juga akan dipasangkan stiker “Rumah Bebas Rokok”.
Stiker ini bukan sebagai tanda bahwa rumah tersebut bebas asap rokok, namun
sebagai pengingat dan mengajak penghuni rumah untuk berkomitmen tidak merokok
terlebih dengan adanya bumil risti di dalam rumah tersebut. Pemasangan stiker
“Rumah Bebas Rokok” dilakukan kepada rumah yang terdata tidak sehat pada saat
pendataan Rumah Tangga Sehat karena adanya anggota keluarga yang masih
merokok. Pada waktu pemasangan stiker petugas (kader atau PPD) juga
menghimbau kepada anggota rumah tangga yang lain untuk tidak merokok sebab
terdapat bumil risti di dalam rumah tersebut.
Kegiatan PANDEGA PINTAR pada awalnya dilaksanakan di Dusun Krajan
Desa Jarit Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang. Namun apabila dalam
perjalanannya kegiatan PANDEGA PINTAR menghasilkan output yang positif serta
membantu bumil risti untuk dapat melakukan persalinan dengan lancar dan selamat,
maka kegiatan PANDEGA PINTAR akan dilaksanakan di desa-desa lain yang berada
di Kecamatan Candipuro secara bertahap (replikasi).

3.3 INOVASI KEGIATAN PANDEGA PINTAR


Pelaksanaan kegiatan PANDEGA PINTAR terus diupayakan melalui
pemberdayaan masyarakat, yakni dengan kader di 3 posyandu yang terdapat di
Dusun Krajan Desa Jarit, yakni Posyandu Srikandi 1, Srikandi 2, dan Srikandi 3,
dengan jumlah total kader 21 orang. Kader bertugas untuk melaporkan kepada bidan
desa apabila terdapat ibu hamil baru di suatu wilayah, baik penduduk setempat
-9-
maupun penduduk pindahan dari tempat lain. Bidan desa bertugas untuk mendata
dan menyeleksi bumil apakah termasuk bumil risti atau tidak, dan jika termasuk bumil
risti perlu mendapatkan bantuan dari kegiatan PANDEGA PINTAR atau tidak.
Sedangkan perawat desa bertugas untuk membantu pelaksanaan kegiatan
PANDEGA PINTAR, misalkan ketika pemasangan bendera.

3.4 RENCANA KEGIATAN PANDEGA PINTAR


Kegiatan PANDEGA PINTAR bertujuan untuk meningkatkan kesadaran bumil
risti dalam memeriksakan kehamilan dan sekaligus meningkatkan kewaspadaan
PPD, kader, dan masyarakat sekitar bahwa terdapat bumil risti pada rumah tersebut
yang membutuhkan pertolongan sewaktu-waktu. Kegiatan pandega pintar ini akan
dilaksanakan setiap tiga bulan sekali untuk pemasangan bendera merah,
pemasangan stiker rumah bebas asap rokok, dan pemberian bantuan untuk bumil
risti.
Evaluasi kegiatan akan dilaksanakan pada waktu pertemuan anjangsana PPD
dan kader. Pertemuan anjangsana di Desa Jarit rutin dilaksanakan setiap satu bulan
sekali, namun pada pertemuan setiap tiga bulan sekali akan dimasukkan agenda
untuk membahas kegiatan PANDEGA PINTAR, yang mencakup penemuan bumil
baru oleh kader, yang selanjutnya akan dinilai oleh bidan desa melalui metode
skoring Poedji Rochjati dan pertimbangan bidan desa Jarit apakah bumil tersebut
adalah bumil risti yang benar-benar membutuhkan bantuan dari kegiatan PANDEGA
PINTAR atau tidak. Evaluasi juga dilakukan untuk menampung segala ide dan saran
yang membangun demi kegiatan PANDEGA PINTAR yang semakin berkembang dan
inovatif.
Kegiatan PANDEGA PINTAR diharapkan mampu untuk membantu mencegah
kematian bumil risti yang terlambat mendapatkan pertolongan dan juga sekaligus
membantu masyarakat untuk mengurangi kebiasaan merokok secara perlahan.

- 10 -
BAB IV
PENUTUP

4.1 KESIMPULAN

Berdasarkan dari hasil kegiatan PANDEGA PINTAR yang telah dilaksanakan


di Dusun Krajan Desa Jarit Kecamatan Candipuro, dapat ditarik beberapa kesimpulan
sebagai berikut:
1. Prioritas masalah di Desa Jarit yang tertinggi adalah pada indikator tidak
merokok, dan yang terendah adalah persalinan di fasyankes, namun dengan
adanya kematian bumil pada waktu persalinan, indikator persalinan di fasyankes
dirasa perlu untuk ditingkatkan pelayanannya.
2. Kegiatan PANDEGA PINTAR diharapkan dapat menjadi sebuah solusi tepat
untuk mengatasi dua permasalahan tersebut, dan yang terpenting mencegah
terjadinya kasus kematian ibu dan bayi di masa mendatang, khususnya di Desa
Jarit Kecamatan Candipuro.

4.2 SARAN

Beberapa saran yang dapat berguna demi perkembangan KEGIATAN


PANDEGA PINTAR diantaranya adalah:
1. Kegiatan PANDEGA PINTAR membutuhkan peran serta kewaspadaan yang
aktif dari masyarakat sekitar terutama yang berada di sekitar rumah bumil risti
untuk dapat berjalan secara optimal.
2. Kegiatan PANDEGA PINTAR untuk kedepannya diharapkan dapat menjangkau
semua bumil risti, tidak hanya bumil risti dengan skor Poedji Rochjati yang tinggi
saja atau dengan kondisi kesehatan tertentu saja.

- 11 -
DOKUMENTASI KEGIATAN PANDEGA PINTAR
DUSUN KRAJAN DESA JARIT KECAMATAN CANDIPURO

Stiker Bebas Rokok

Kunjungan PPD, Bidan, dan Kader pada bumil risti di Dusun Krajan Desa Jarit

12
Kunjungan bumil risti bersama ibu camat

Pemasangan bendera merah tanda siaga terhadap bumil risti, dan stiker bebas
asap rokok

13
Pertemuan anjangsana bulanan sebagai wadah evaluasi kegiatan PANDEGA
PINTAR dan perencanaan kegiatan PANDEGA PINTAR tiga bulan selanjutnya

14
15