Anda di halaman 1dari 8

1

Laporan Praktikum Kimia Organik TA 2016/2017

PENATAAN ULANG BENZIL: PEMBUATAN ASAM BENZILAT


Ikko Haidar Farozy (1406574655), Ilham Faturachman (1406529771), Yasmine Nur
Fitria (1406603112)
Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia,
Kampus UI Depok, 16424, Depok, Jawa Barat, Indonesia
E-mail: ikkohaidar@gmail.com

Abstrak

Penataan ulang benzil adalah reaksi di mana terjadi penataan ulang pada gugus fungsi dalam senyawa organik
pada suatu reaksi, sehingga gugus fungsinya berpindah tempat, yang disebabkan oleh beberapa faktor, tetapi
terutama karena stabilitas karbokation dan interaksi orbital molekul. Pada kali ini, dilakukan reaksi penataan
ulang pada benzil untuk membentuk asam benzilat dengan perantara anion benzilat dengan menggunakan KOH.
Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui prosedur kerja, fungsi reagen dan mekanisme reaksinya. Didapat
hasil 0,46 gram dengan %hasil 42,99% dan %KR 57,01%.

Kata kunci: Benzil, reaksi penataan ulang, (reaksi rearrangement), asam benzilat

1. PENDAHULUAN
Reaksi penataan ulang adalah reaksi di mana gugus atom pada suatu senyawa organic
mengalami penataan ulang (rearrangement) akibat perpindahan gugus fungsi pada senyawa
tersebut yang berpindah tempat untuk membentuk isomeri strukturnya, dan oleh karenanya
disebut reaksi penataan ulang.
Reaksi penataan ulang yang dilakukan pada percobaan ini adalah penataan ulang pada
senyawa benzil yang direaksikan dengan kalium hidroksida untuk membentuk asam benzilat.
2. TINJAUAN PUSTAKA
2.1 Benzil
Benzil (Bahasa Inggrisnya benzil, bukan benzyl yang adalah gugus fungsi) adalah
senyawa diketon yang mempunyai rumus molekul (C6H5CO)2 yang disintesis dari senyawa
keto-alkohol yaitu benzoin. Senyawa ini, tergantung dengan apa dia akan direaksikan
selanjutnya, dapat menjadi sebuah reagen untuk mensintesis berbagai macam senyawa. Misal
dengan urea dapat digunakan untuk mensintesis dilantin, dengan dibenzil keton menghasilkan
tetrasiklon, serta reduksi dengan NaBH4 menghasilkan diastereomer hidrobenzoin dengan
diastereomer rasemat dan meso hidrobenzoin. Senyawa ini mempunyai massa molekul
210,232 gr/mol dan titik leleh 96 derajat Celsius.
2

Gambar 1: Struktur Benzil (Sigma-Aldrich)

2.2 Reaksi penataan ulang


Adalah reaksi di mana terjadi penataan ulang (rearrangement) terhadap gugus fungsi
pada suatu senyawa organic, sehingga letaknya berpindah dan membentuk isomer dari
strukturnya, yang ditandai dengan pemutusan dan pembentukan ikatan “ekstra”, sehingga
kemudian terjadi perpindahan gugus fungsi pada senyawa organik tersebut. Hal ini
disebabkan oleh beberapa faktor, tetapi umumnya dikarenakan faktor stabilitas pada
karbokation atau interaksi pada orbital molekul.
Reaksi pembuatan asam benzilat dari benzil sendiri melibatkan penataan ulang pada
gugus fungsinya. Hal ini disebabkan oleh runtuhnya intermediet tetrahedral yang terbentuk
dari serangan ion hidroksida terhadap salah satu gugus karbonil, sehingga salah satu gugus
fenil yang berdekatan dengan gugus karbonil yang diserang ion hidroksida tersebut akan
membentuk keadaan transisi dengan gugus karbonil sebelahnya, dan pada akhirnya berpindah
tempat.

Gambar 2: Reaksi penataan ulang benzyl menjadi anion benzilat (Organic-Chemistry.org)

2.3 Asam benzilat


Adalah senyawa asam karboksilat yang terbentuk dari reaksi penataan ulang benzil
dengan rumus C14H12O3 melalui perantara kalium benzilat. Senyawa ini mempunyai
kegunaan sebagai salah satu reagen dalam sintesis beberapa senyawa medis, salah satunya
adalah agen halusinogen pelumpuh (inkapasitan) BZ.
Senyawa ini memiliki massa molekul 228,247gr/mol dengan titik leleh 180 derajat
Celsius.
3

Gambar 3: Struktur asam benzilat (Pubchem)

3. METODE PENELITIAN
3.1 Alat dan Bahan
Alat

• Lumpang dan alu


• Gelas ukur
• Gelas beaker
• Labu Erlenmeyer
• Corong
• Pipet tetes
• Ice bath
• Water bath
Bahan

• Benzil
• Kalium hidroksida
• Asam klorida pekat
• Kapas
• Kertas saring
• Air panas
3.2 Langkah Kerja
1. Memasukkan 1 gram KOH dan 1 gram benzil ke dalam lumpang, lalu kemudian
digerus hingga halus.
2. Campuran padat dipindahkan ke dalam labu Erlenmeyer lalu ditutup kapas+kertas
aluminium tanpa penambahan air
3. Dipanaskan dalam water bath selama 20 menit
4. Mendinginkan dalam suhu ruang + 20ml air, lalu mengasamkan campuran dengan
sekitar 20 tetes HCl pekat hingga putih
5. Mendinginkan dalam ice bath, lalu kemudian campuran disaring.
3.3 Penentuan Yield Reaksi
Persen yield dapat dihitung dengan perhitungan berikut:
4

𝑀𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛
%𝑌𝑖𝑒𝑙𝑑 = 𝑥100%
𝑀𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑒𝑡𝑖𝑠
Sementara persen kesalahan relatif (KR) dapat dihitung dengan perhitungan berikut:
𝑀𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑝𝑒𝑟𝑐𝑜𝑏𝑎𝑎𝑛−𝑀𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑒𝑡𝑖𝑠
%𝐾𝑅=|
𝑀𝑎𝑠𝑠𝑎 𝑡𝑒𝑜𝑟𝑒𝑡𝑖𝑠
|𝑥100%

4. HASIL DAN PEMBAHASAN


4.1 Hasil dan Perhitungan:
Massa endapan = (massa kertas saring + massa endapan) – massa kertas saring = 0,94 gr –
0,48 gr = 0,46 gr
Mol benzil = 1gr/210,232 gr/mol = 0,0047 mol
Reaksi:

O
OH
OH
O
O

m 2,378 x 10-3
-3
b
s
2,378 x 10-3
Benzil Asam2,378 x 10
benzilat
0 2,378 x 10-3

M 0,0047 mol
R 0,0047 mol 0,0047 mol
S Habis 0,0047 mol

Massa teoretis asam benzilat = 0,0047 mol x 228,247 gr/mol = 1,07 gr


0,46 𝑔𝑟
%𝑌𝑖𝑒𝑙𝑑 = 𝑥100% = 42,99%
1,07 𝑔𝑟
0,46𝑔𝑟−1,07𝑔𝑟
%𝐾𝑅=|
1,07 𝑔𝑟
|𝑥100% = 57,01%

4.2 Pembahasan
Pada percobaan kali ini, dilakukan reaksi penataan ulang pada benzil yang direaksikan
dengan basa kuat yaitu KOH untuk menghasilkan senyawa asam benzilat. Reaksi penataan
ulang terjadi karena adanya gugus yang putus ikatannya dan kemudian berpindah ke tempat
lain pada molekul tersebut.
Pertama-tama, benzil dan KOH dicampurkan dalam lumpang lalu digerus menjadi
halus. Benzil berfungsi sebagai reagen utama yang akan direaksikan untuk membentuk asam
benzilat. Sedangkan KOH sebagai katalis basa serta menyediakan gugus –OH untuk
membentuk senyawa asam benzilat. Kedua zat ini digerus sampai halus dengan alu dan dijaga
agar tidak ada kandungan air karena sifat KOH yang mudah menyerap air atau higroskopis.
5

Gambar 4: Penggerusan benzil dan KOH dalam lumpang

Setelah itu, campuran dipindahkan ke dalam labu Erlenmeyer yang kemudian ditutup
dengan kapas dan kertas aluminium dengan tujuan agar ketika dipanaskan nanti tidak ada zat
yang hilang sebagai gas dan tidak ada uap air dari udara yang masuk. Pada saat pemanasan,
berlangsung reaksi penataan ulang dengan mekanisme sebagai berikut:

Gambar 5: Mekanisme reaksi penataan ulang benzyl menjadi anion benzilat (Orgchempal)

Dalam kehadiran ion hidroksida pada suasana basa, maka gugus –OH- akan melakukan
serangan nukleofilik pada salah satu C karbonil. Sehingga menyebabkan pembentukan gugus
–O- pada karbonil tersebut, yang kemudian diikuti dengan perpindahan gugus fenil dari
posiis semula ke karbonil sebelahnya, yang diikuti dengan kembalinya electron pada –O-
sehingga membentuk karbonil kembali.
Hal ini disebabkan oleh runtuhnya intermediet tetrahedral yang terbentuk dari serangan
ion hidroksida terhadap salah satu gugus karbonil, sehingga salah satu gugus fenil yang
berdekatan dengan gugus karbonil yang diserang ion hidroksida tersebut akan membentuk
keadaan transisi dengan gugus karbonil sebelahnya, dan pada akhirnya berpindah tempat. Hal
ini juga menyebabkan –O pada C yang ditempati dua gugus fenil menjadi –O-
-O- pada karbonil ini kemudian melakukan serangan pada atom hidrogen pada gugus –
OH sehingga menjadi gugus –OH, sedangkan gugus OH yang kehilangan electron akan
6

membentuk O- dan mengalami resonansi dengan gugus –O pada karbonilnya, sehingga


dihasilkan anion dari garam kalium benzilat. Dalam bentuk kesetimbangannya, bentuk –
COOH lebih disukai daripada bentuk –OH.

Gambar 6: Resonansi anion benzilat (Organic-Chemistry.org)

Pemanasan sendiri dilakukan dengan tujuan untuk mempercepat reaksi dengan


meningkatkan energi kinetic pada sistem, sehingga terjadi peningkatan tumbukan antaratom
yang membuat reaksi menjadi lebih cepat.
Setelah pemanasan, hasil reaksi didinginkan selama beberapa menit sebelum
ditambahkan 25ml air untuk dilarutkan. Setelah itu, campuran ditambahkan dengan sekitar 20
tetes HCl pekat hingga berwarna putih. Fungsi dari penambahan HCl pekat adalah untuk
memberikan suasana asam pada larutan agar anion dari garam kalium benzilat berubah
menjadi asam benzilat. Gugus –O- pada anion benzilat menyerang gugus H dari H3O+
sehingga menghasilkan asam benzilat.

Gambar 7: Mekanisme pembentukan asam benzilat dari anion benzilat (Orgchempal)

Setelah pengasaman, campuran dalam labu erlenmeyer didinginkan dalam ice bath
sebelum kemudian disaring dengan corong biasa dan kertas saring sambil dicuci dengan air
untuk menghilangkan kotoran yang timbul untuk selanjutnya dikeringkan dan ditimbang.
7

Gambar 8: Suspensi asam benzilat yang telah didinginkan

Diperoleh hasil asam benzilat sebanyak 0,46 gram dengan % hasil 42,99% dan %KR
57,01%

Gambar 9: Endapan asam benzilat yang telah dikeringkan dan ditimbang

4.3 Analisis Kesalahan


5. KESIMPULAN
Reaksi penataan ulang melibatkan pergeseran gugus fungsi. Penataan ulang terjadi
biasanya karena faktor stabilitas karbokation ataupun faktor interaksi orbital. Reaksi penataan
ulang pada benzil menjadi asam benzilat dilakukan dengan membentuk anion benzilat
terlebih dahulu, asam benzilat terbentuk dari pengasaman oleh HCl pekat. Anion benzilat
bentuk resonansinya lebih disukai bentuk –COOH dibanding bentuk –Ohnya. Serta didapat
hasil asam benzilat sebanyak 0,46 gram dengan % hasil 42,99% dan %KR 57,01%
8

UCAPAN TERIMA KASIH


Ucapan terima kasih dan rasa syukur Penulis ucapkan kepada Allah SWT yang tanpa
ijin dan bantuannya tidak mungkin akan selesai laporan ini. Selanjutnya Penulis juga
berterima kasih pada rekan kelompok Penulis, Yasmine Nur Fitria dan Ilham Faturachman
serta asisten lab Kak Dewo yang telah membantu jalannya praktikum ini.
DAFTAR PUSTAKA

• http://www.organic-chemistry.org/namedreactions/benzilic-acid-rearrengement.shtm,
diakses 26 November 2016
• http://www.masterorganicchemistry.com/2011/10/17/introduction-to-rearrangement-
reactions/, diakses 26 November 2016
• http://chem.libretexts.org/Core/Organic_Chemistry/Reactions/Rearrangement_Reacti
ons, diakses 26 November 2016
• http://www.chemtube3d.com/Rearrangements-Benzilic%20Acid.html, diakses 26
November 2016
• http://williestop.tripod.com/orgysynpages/benzilicacid.html, diakses 26 November
2016
• Experiment 5: Benzilic Acid Preparation and Purification. UPALI
(http://www.chem.latech.edu/~upali/chem254/BENZILIC.pdf)
• Widodo, Anugrah Cahyo. 2016. Reaksi Kopling Radikal: Pembuatan 1,1-bis-2-naftol.
Depok: Universitas Indonesia
• Fessenden, Ralp J. dan Joan S. 1986. Fessenden. Organic Chemistry, Third Edition.
Belmont: Wadsworth, Inc.
• Tim KBI Kimia Organik. 2016. Praktikum Kimia Organik. Depok: Universitas
Indonesia