Anda di halaman 1dari 6

Tugas Pancasila

Resume Pendidikan Pancasila

Disusun Oleh :

Nama : Hifzani Nurmuliani

NIM : J1A018056

Kelas : Genap

Prodi : ITP ( Ilmu Teknologi Pangan )

Fakultas : FATEPA

Dosen : Baqdawansyah Al-Qadri, S.Pd.,M.Pd.

Fakultas Teknologi Pangan dan Agroindustri

Universitas Mataram

Tahun Akademik 2018/2019


PANCASILA SEBAGAI SISTEM NILAI

A. Pengertian Nilai

Kata nilai dalam bahasa inggris disebut value, dalam bahasa latin disebut valere, dan
secara bahasa diartikan sebagai harga atau kualitas yang ada pada suatu benda, perbuatan,
pikiran, maupun perasaan manusia. Nilai itu timbul karena manusia melakukan penilaian
terhadap suatu objek.

Secara umum, nilai (Das Sollen) adalah konsep yang menunjuk pada hal-hal yang
dianggap berharga dalam kehidupan manusia, yaitu tentang apa yang dianggap baik, layak,
pantas, benar dan penting yang dikehendaki oleh masyarakat dalam kehidupannya.
Sebaliknya, hal-hal yang dianggap tidak pantas, buruk, dan salah dianggap sebagai sesuatu
yang tidak bernilai. Sesuatu dikatakan mempunyai nilai, apabila mempunyai kegunaan,
kebaikan, dan keindahan. Contohnya emas dianggap bernilai karena ia bermanfaat, berguna
serta berharga. Sedangkan limbah dianggap tidak bernilai karena sifatnya buruk dan
merugikan.

Fakta adalah hal atau peristiwa yang benar-benar terjadi (nyata keberadaannya) yang
disebut “Das Sein”. Opini adalah hasil anggapan, pemikiran, atau perkiraan orang, baik
secara individu maupun kelompok. Namun, opini bukan sesuatu yang mangada-ada atau
khayal. Sumber opini adalah fakta, hasil pemikiran itu sangat dipengaruhi unsur pribadi yang
sangat subjektif. Oleh karena itu kebenaran opini sangat relatif. Nilai adalah acuan dalam
melihat mewujudkan dan menilai fakta. Manusia hidup didasarkan oleh nilai-nilai yang
diyakininya .

B. Macam-Macam Nilai

 Menurut Walter G. Everet membagi nilai menjadi 8 macam, diantaranya:

1. Nilai ekonomis (economic values) yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan system
ekonomi. Hal ini berarti nilai-nilai tersebut mengikuti harga pasar.

2. Nilai kejasmanian (body values) yaitu nilai-nilai yang berhubungan dengan kondisi
jasmani seseorang
3. Nilai hiburan (recreation values) yaitu nilai-nilai permainan pada waktu senggang,
sehingga memberikan sumbangan untuk menyejahterakan kehidupan maupun
memberikan kesegaran jasmani dan rohani.

4. Nilai social (sociation values) yaitu nilai-nilai yang meliputi berbagai bentuk
perserikatan manusia dan persahabatan kehidupan keluarga, sampai dengan tingkat
internasional.

5. Nilai watak (character values) nilai yang meliputi semua tantangan, kesalahan
pribadi dan sosial termasuk keadilan, kesediaan menolong, kesukaan pada
kebenaran, dan kesediaan mengontrol diri.

6. Nilai estetis merupakan nilai yang mendasar perbuatan seseorang atau sekelompok
orang atas dasar pertimbangan rasa keindahan atau rasa seni yang terlepas dari
berbagai pertimbangan material.

7. Nilai intelektual merupakan nilai yang mendasari perbuatan seseorang atau


sekelompok orang yang bekerja terutama atas dasar pertimbangan rasional.

8. Nilai keagamaan merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak serta bersumber
pada kepercayaan atau keyakinan manusia.

 Macam-macam nilai menurut Prof. Dr. Notonegoro dibagi menjadi 3, diantaranya :

1. Nilai material adalah segala sesuatu yang berguna bagi jasmani/unsur fisik manusia.
Contoh : rumah, pakaian, makan, dll

2. Nilai vital adalah segala sesuatu yang berguna bagi manusia untuk melakukan suatu
kegiatan dan aktivitas. Contoh : semangat hidup dan bekerja.

3. Nilai kerohanian adalah segala sesuatu yang berguna bagi batin (rohani) manusia.
Nilai kerohanian manusia dibedakan menjadi empat macam, yaitu:

a. Nilai kebenaran adalah nilai yang bersumber pada unsur akal manusia;

b. Nilai keindahan adalah nilai yang bersumber pada perasaan manusia (nilai
estetika);

c. Nilai moral (kebaikan) adalah nilai yang bersumber pada unsur kehendak atau
kemauan (karsa dan etika);
d. Nilai religius adalah nilai ketuhanan yang tertinggi, yang sifatnya mutlak dan
abadi.

C. Jenis-Jenis Nilai

1) Nilai Dasar

Nilai dasar masih bersifat abstrak karena masih dalam pemikiran manusia,
sehingga harus dijabarkan lebih lanjut dalam norma-norma agar dapat diterapkan
dan dijadikan pedoman dalam kehidupan nyata. Dalam konteks hidup bernegara,
Pancsila sebagai dasar negara dan asas kerohanian negara menjadi nilai dasar.

2) Nilai Instrumental

Nilai instrumental merupakan penjabaran dari nilai dasar dengan cara


interpretasi, dan masih berupa rumusan umum yang berwujud norma-norma. Nilai
dasar dalam Pancasila dijabarkan lebih lanjut dalam nilai instrumental, yaitu
berupa UUD 1945 sebagai hukum dasar tertulis yang berisi norma-norma dalam
mengatur penyelenggaraan negara.

3) Nilai Praksis

Nilai instrumental dijabarkan lebih lanjut menjadi nilai praksis yang sifatnya
konkrit dan menunujuk pada sesuatu yang kontekstual, sehingga rumusan nilai
praksis dapat diubah dengan mudah disesuaikan dengan situasi dan kondisi.
Misalnya, pasal 28 UUD 1945 dijabarkan dalam Undang-Undang tentang Ormas
dan Orsospol.

D. Pancasila Adalah Kumpulan Nilai-Nilai Kebaikan Yang Sistematis

Pancasila juga memuat nilai kebenaran karena ada pemikiran logis yang menjadi
landasannya dan memenuhi syarat ilmiah dalam proses perumusannya. Pancasila sebagai
sistem nilai moral/kebaikan artinya pancasila menjadi acuan dalam berperilaku dan bersikap
bangsa Indonesia baik dalam skala makro (nasional) maupun mikro (pribadi).

Sebagai arah atau pedoman berperilaku maka Pancasila dijabarkan ke dalam norma-
norma agar lebih mudah untuk melaksanakannya. Penjabaran nilai-nilai pancasila dalam
norma-norma kehidupan meliputi norma kesusilaan dan norma hukum. Norma agama tidak
dijabarkan tetapi menjadi sumber nilai yang berdiri sendiri dan juga diakui oleh Pancasila.
Nilai-nilai pacasila dibentuk dalam rangka untuk kehidupan bernegara.

E. Nilai-Nilai Dasar Pancasila Yang Bersifat Universal

1) Nilai Ketuhanan

Sila Ketuhanan Yang Maha Esa menjiwai keempat sila lainnya. Yang didalamnya
terkandung sebuah nilai ketuhanan yang merupakan sebuah keyakinan bangsa terhadap
adanya Tuhan. Dengan adanya nilai ketuhanan semakin mempertegas bahwa bangsa
Indonesia bukan merupakan bangsa yang ateis.

Nilai ketuhanan pun memiliki makna persamaan kedudukan warga negara di dalam negaa
yang memiliki kebebasan untuk memeluk serta beribadat sesuai agama yang diyakini,
menghormati kebebasan dalam beragama, tidak saling paksaan maupun bertindak
diskriminatif antar sesama umat beragama.

2) Nilai Kemanusiaan

Di dalam sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab mengandung nilai bahwa negara
menjunjung tinggi harkat dan matrabat manusia yang merupakan makhluk yang beradab.

3) Nilai Persatuan

Sila Persatuan Indonesia mengandung sebuah nilai yakni negara merupakan sebuah
persekutuan hidup membentuk sebuah negara walaupun memiliki beragam perbedaan seperti
beragam ras, agama, suku, dll. Sebagai cerminan kemajemukan bangsa maka terciptalah
sebuah semboyan Bhineka Tunggal Ika yang menjadi dasar untuk saling menerima perbedaan
menjadi sebuah pemersatu bangsa.

4) Nilai Kerakyatan

Secara mutlak sila Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam
Permusyawaratan Perwakilan mengandung sebuah nilai demokrasi yaitu menjunjung tinggi
azas musyawarah dan diwujudkan serta menjadikan asas tersebut sebagai dasar suatu
keadilan dalam kehidupan sosial agar tercapainya sebuah tujuan bersama.
5) Nilai Keadilan

Nilai Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia memiliki sebuah makna sebagai
sebuah dasar yang sekaligus menjadi tujuan, yakni tercapainya sebuah tujuan masyarakat
Indonesia yang adil dan makmur secara lahir maupun batin.

F. Ciri-Ciri Nilai Pancasila

Pancasila berciri majemuk tunggal, artinya terdiri dari lima nilai tetapi merupakan satu
kesatuan. Susunan pancasila bersifat hierarkis-piramidal, artinya sila yang mendahului
menjadi dasar dan meliputi sila sesudahnya sila sesudahnya diliputi atau dijiwai sila
diatasnya. Contohnya sila pertama mendasari sila II, III, IV, dan V begitupun sebaliknya.

G. Penjabaran Nilai-Nilai Pancasila

 Ke dalam norma hukum tampak dalam peraturan perundangan yg ada di


Indonesia. Dituangkan ke dalam sila, diantaranya :

1) Sila kemanusiaan yang adil dan beradab dijabarkan ke dalam pasal 28, 28a-
28 j UUD 1945 tentang HAM

2) UU No. 39 tahun 1999 tentang HAM.

“… seperangkat hak yang melekat pada hakikat dan keberadaan manusia


sebagai makhluk Tuhan Yang Maha Esa dan merupakan anugerah-Nya yang
wajib dihormati, dijunjung tinggi dan dilindungi oleh negara, hukum dan
Pemerintah, dan setiap orang demi kehormatan serta perlindungan harkat
dan martabat manusia.”

 Penjabaran nilai-nilai pancasila ke dalam norma kesusilaan/moral. Contoh: sila


kerakyatan dijabarkan ke dalam norma moral sosial. Menghargai perbedaan
pendapat, serta melaksanakan keputusan bersama.