Anda di halaman 1dari 16

CRITICAL BOOK REPORT

“KESELAMATAN DAN KESEHATAN


KERJA”
DISUSUN
O
L
E
H
Fauzi kesuma wardana
5183520004

PROGRAM STUDI D-3 TEKNIK MESIN


JURUSAN TEKNIK MESIN
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2018
1. BUKU PERTAMA
IDENTITAS BUKU
INDEKS : ISBN 978-602-8674-05-8
JUMLAH HALAMAN : 570 halaman
JUDUL BUKU : HIGIENE PERUSAHAAN DAN KESEHATAN KERJA
PENULIS : Dr. Suma’Mur P.K., MSc
PENERBIT : SAGUNG SETO
TAHUN TERBIT : 2009

PENILAIAN KONSTRUKSI BUKU:


COVER: Cover pada buku ini menarik karena terdapat gambar orang-orang yang sedang
bekerja dengan pengawasan, sesuai dengan judul dan isi buku

LAYOUT: Ukuran kertas buku ini sangat sesuai dengan isi materi yang dibahas, bahkan
sesudah membahas satu subtopik pada materi tersebut beliau melampirkan tinjauan pustaka
(penulis, tahun terbit, dan penerbit). Isinya sangat bagus karena menjelaskan secara detail
tentang higiene perusahaan dan kesehatan dan keselamatan kerja

TATABAHASA: Bahasa yang digunakan mudah dimengerti bagi para pembaca, sebagian
memakai bahasa ilmiah dan sebagian lagi memakai bahasa yang biasa dipakai orang pada
masa ini, itu sebabnya buku ini sangat mudah untuk dimengerti bagi para pembaca.
2. BUKU KEDUA
IDENTITAS BUKU
INDEKS : ISBN 979-8563-28-X
JUMLAH HALAMAN : 322 halaman
JUDUL BUKU : Keselamatan kerja & pencegahan kecelakaan
PENULIS : Dr. Suma’Mur P.K., MSc
PENERBIT : PT TOKO GUNUNG AGUNG
TAHUN TERBIT :1995

PENILAIAN KONSTRUKSI BUKU:


COVER: Cover pada buku ini menarik dan simple karena hanya terdapat gambar gambar
tanda keselamatan saja yang memuat arti yang sama dengan judul buku yang mengenai
tentang keselamatan.

LAYOUT: Ukuran kertas buku ini sangat sesuai dengan isi materi yang dibahas, bahkan
sesudah membahas satu subtopik pada materi tersebut beliau melampirkan tinjauan pustaka
(penulis, tahun terbit, dan penerbit). Isinya sangat bagus karena menjelaskan secara detail
tentang higiene perusahaan dan kesehatan dan keselamatan kerja

TATABAHASA: Bahasa yang digunakan mudah dimengerti bagi para pembaca, sebagian
memakai bahasa ilmiah dan sebagian lagi memakai bahasa yang biasa dipakai orang pada
masa ini, itu sebabnya buku ini sangat mudah untuk dimengerti bagi para pembaca.
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Higine perusahaan adalah spesialisasi dalam ilmu higine berserta praktiknya yang
lingkup dedikasinya dalah mengenali, mengukur dan melakukan penilaian terhadap faktor
penyebab gangguan kesehatan atau penyakit dalam lingkungan kerja.
Dalam rangka upaya menjadikan tenaga kerja SDM yang sehat dan produktif, kesehatan
kerja diartikan sebagai ilmu kesehatan dan penerapan nya yang bertujuan uuntuk
mewujudkan tenaga kerja sehat produktif.Untuk penerapan kesehatan kerja mencakup upaya
kesehatan promotif, preventif, kuratif dan rehabilitative.
Bagan kesehatan dunia (WHO)nmengartikan sehat sebagai keadaan sejahtera dan bukan
hanya sekedar tidak adanya penyakit, cacat dan kelemahan. Pengertian yang sama dipakai
tentang undangg undang kesehatnn kerja dinegara kita. Dalam pengertian kesehatan kita
tercakup pula tujuan mewujudkan produkvitas yang optimal

B. TUJUAN
Critical book report bertujuan:
1. Mengulas isi sebuah buku
2. Melatih diri untuk berfikir kritis dalam mencari informasi yang diberikan oleh setiap
bab dari sebuah buku
3. Membandingkan isi buku
BAB II
ISI BUKU
A. ISI BUKU PERTAMA
BAB 5
PERUNDANG-UNDANGAN
Undang-undang No 14 tahun 1969 tentang ketentuan pokok tenaga kerja yang
membuat hygiene perusahaan dan kesehatan kerja adalah sebagai berikut :
 Tiap tenaga kerja berhak mendapat perlindungan atas keselamatan, kesehatan,
kesusilaan pemeliharaan moral kerja serta perlakuan yang sesuai dengan martabat
manusia dan moral agama.
Undang-undang kerja (1948-1951)
 Dinyatakan berlaku dengan peraturan pemerintah tahun 1951 No.1
 UU ini mengatur tentang jam kerja, cuti tahunan, cuti hamil, cuti haid bagi pekerja
wanita, peraturan kerja bagi anak-anak, orang muda dan wanita, persayaratan tempat
kerja.
Undang-undang kecelakaan (1947-1957)
 Undang-undang ini diundang-undangkan tahun 1947 dan dinyatakan berlaku tahun
1951. UU kecelakaan menentukan penggantian kerugian kepada buruh yang
mendapat kecelakaan atau penyakit akibat kerja.
Undang-undang keselamatan kerja
 Undang-undang keselamatan kerja diundangkan tahun 1970. Undang-undang tersebut
memuat ketentuan umum mengenai keselamatan kerja yang sesuai dengan
perkembangan masyarakat, industrialisasi, teknik, dan teknologi dalam rangka
pembinaan norma-norma keselamatan kerja yang sesuai dengan UU tentang ketentuan
pokok mengenai tenaga kerja yang meliputi keselamatan kerja bak di darat, di dalam
tanah, permukaan air, maupun udara wilayah RI
Konvensi ILO mengenai Hygiene dalam perniagaan dan kantor
 Konvensi ILO berlaku bagi : badan-badan perniagaan ; badan-badan, lembaga atau
kantor pemberi jasa dimana pekerjaannya melakukan pekerjaan kantor ; setiap bagian
atau badan, lembaga, kantor pemberi jasa dimana pekerjaannya melakukan pekerjaan
dagang atau kantor.
BAB 14
HIGIENE PERUSAHAAN DAN KESEHATAN KERJA INDUSTRI
TEKSTIL
a) Pandangan Umum
Industri tekstil ditinjau dari segi higiene perusahaan dan kesehatan kerja memiliki
kekhususan yang tidak terdapat pada industri yang lain, misalnya saja tentang penyakit
bissinosis dan demam pabrik (mill fever). Kecelakaan pada industri tekstil khususnya di
pemintalan adalah copotnya kulit kepala bersama seluruh rambut dikarenakan tertarik oleh
bagian mesin pintal yang bergerak.
b) Penyakit Khusus Pekerja Industri Tekstil
Sebagian besar penyakit adalah penyakit yang biasa terdapat dalam masyarakat dan
sebagian lagi penyakit akibat kerja. Penyakit yang bukan akibat kerja seperti influenza,
bronkhitis, TBC paru yang diakibatkan melakukan pekerjaan diruang berdebu. Penyakit
khusus seperti pnemopati (penyakit paru) ditemukan pada pekerja yang mengolah vlas yang
sudah lama disimpan. Penyakit lainnya seperti kanker kulit, kanker jari tangan, penyakit paru
akut, penyakit bissinosis.
Namun dari semua penyakit tersebut, penyakit bissonosis yang khas ditandai oleh
adanya Monday feeling (rasa hari senin). Untuk mencegah penyakit bissonosis dilakukan
penelitian yang menunjukan bahwa penurunan kapasitas wital paru disebabkan oleh debu
kapas berefek lebih besar daripada debu batu pertambangan, sehingga untuk mencegah
penyakit tersebut dilakukan sistem proses produksi pemintalan karding dan blowing agar
debu dapat diturunkan kadarnya.
Demam pabrik ialah penyakit yang diderita pekerja yang baru saja mulai masuk kerja
di pabrik pemintalan, dengan gejala demam, muntah, pusing dan lain-lain yang berlangsung
selama 3-5 hari lalu seterusnya pekerja tidak pernah menderita lagi. Menurut survei demam
pabrik diderita oleh 13,3% dari seluruh pekerja pabrik pemintalan.
Aneka zat kimia dipergunakan pada suatu industri tekstil. Pelarut kimia organis juga
memiliki efek mengganggu kesehatan atau menimbulkan penyakit dan pemaparan kepada
uap zat tersebut pada pekerjaan finishing dapat menyebabkan keluhan pusing kepala pekerja.
Pada industri tekstil dengan bahan wol pekerja menghadapi resiko terkena penyakit
infeksi oleh karena antraks. Penyakit antraks dapat pula menyerang alat pernafasan, apabila
udara dicemari oleh debu wol yang mengandung bakteri tersebut.
Faktor penyebab fisis berupa udara panas dan lembab,terutama pada unit operasi
karding dan blowing. Suhu pada kedua proses tersebut 28-36 C. Kelembapannya biasanya
berkisar 80-90 % . Suhu, panas, kelembapan sangat berpengaruh terhadap kualitas produk.
Selain penyakit khusus yang berikatan dengan proses produksi, juga pekerjaan lain
seperti di bengkel dapat dihinggapi penyakit akibat kerja.
c) Kecelakaan Kerja
Bahaya kecelakaan kerja meliputi hal-hal berikut ini :
1. Bahaya kebakaran sebagai akibat penggunaan bahan kapas, minyak, solar, bensin, dan
gas karbit
2. Bahaya tersengat arus listrik
3. Bahaya peledakan akibat penggunaan pesawat uap dan pemakaian bejana bertekanan
tinggi
4. Bahaya disebabkan oleh bagian mesin yang berputar
5. Bahaya terkena sambaran petir
Pencegahan terhadap bahaya kebakaran yang disebabkan oleh debu kapas yang sangat
mudah terbakar :
1. Selalu membersihkan sisa kapas secara rutin
2. Gudang kapas diupayakan agar jangan menyimpan barang lain seperti besi
3. Tidak boleh memakai sepatu berpaku logam saat memasuki ruangan yg terdapat debu
kapas.
4. Perawatan dan kesiapan untuk menggunakan alat pemadam kebakaran
5. Dianjurkan agar saat bekerja terdapat satu atau dua orang yang ahli dalam
menggunakan alat pemadam kebakaran
6. Bagian penting bangunan perusahaan harus dilengkapi dengan alat penangkal petir
agar tidak terjadi kebakaran
Agar terhindar dari kecelakaan akibat mesin yang bergerak atau berputar pekerja
harus berambut pendek dan memakai pakaian yang pas, tidak longgar, berlengan pendek, dan
memakai ikat pinggang yang aman tidak mudah ditarik bagian mesin yang bergerak.
Untuk pertolongan pertama pada kecelakaan sewajarnya tersedia perlengkapan P3K
dan pada tiap giliran bekerja harus ada setidak tidaknya seorang pekerja yang tahu dan
terampil praktek P3K.
d) Kelelahan
Pekerjaan dalam industri tekstil terkenal melelahkan. Beberapa faktor dalam hal ini
dapat dinyatakan sebagai penyebabnya, yaitu :
1. Pekerjaan dalam industri tekstil banyak bersifat berdiri
2. Pekerjaannya sendiri cukup menjemukan
3. Suhu lingkungan kerja yang tinggi dan kelembapan udara yang tinggi pula
4. Kadar debu, yang walaupun belum sampai menimbulkan penyakit bissinosis tetapi
dirasakan sebagai suatu gangguan kepada pekerja melaksanakan pekerjaannya.

BAB 30
STATISTIK DAN RISET DALAM HIGIENE PERUSAHAAN DAN
KESEHATAN KERJA
a) STATISTIK
Evaluasi baik buruknya, berhasil tidaknya dan tingkat usaha hygiene perusahaan dan
kesehatan kerja pada akhirnya dilakukan dengan melihat data tentang kesehatan dan penyakit,
dalam hubungan ini sangat penting angka sakit, angka kecelakaan, angka absenteisme, dan
data yang disebut dengan hasil upaya kesehatan positif-konstruktif. Biasanya angka sakit
adalah 1-5 % dari jumlah pekerja/buruh seharinya, bahkan kadang kadang melonjak sampai
8-11 %. Dari angka 1-5 % lebih lebih 8-11 % dapat dibayangkan, betapa besar jam kerja dan
produktivitas kerja yang hilang oleh karena sakit. Ditinjau dari penyebaran jenis penyakit
ternyata terdapat persentasi (dari keseluruhan penyakit) sebaga berikut :
1. Penyakit kronis alat pernafasan 3-5%
2. Flu dan penyakit akut alat pernafasan 30-50%
3. Penyakit gastrointestinal 10-20%
4. Kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja terutama dermatosis akibat kerja 5%
5. Penyakit lainnya 15-30%
Sebagaimana statistik pada umumnya, maka statistik higiene perusahaan dan
kesehatan kerja juga harus memakai sistem pelaporan, data harus dikumpul dan dianalisis.
Seperti halnya kecelakaan kerja penyakit akibat kerja wajib dilaporkan dalam jangka waktu 2
(dua) kali 24 jam sejak dibuat diagnosisnya. Demikian pula penyakit tersebut wajib
dilaporkan sesudah dinyatakan sembuh.
b) RISET DALAM HIGIENE PERUSAHAAN DAN KESEHATAN
KERJA
Penelitian dan riset dalam higiene perusahaan dan kesehatan kerja yang perlu
dijadikan prioritas adalah :
1. Pendekatan efektif problematik secara sektoral terutama pertanian, pertambangan dan
industri serta evaluasi mengenai hasilnya
2. Riset terpakai yang mengevaluasi kesesuaian standar terutama NAB faktor kimiawi
dan faktor fisis
3. Penelitian untuk meningkatkan laporan penyakit akibat kerja sehingga diperoleh data
statistik operasional yang memadai
4. Penelitian terhadap penyakit akibat kerja yang prevalensinya paling tinggi dan upaya
efektif pencegahannya
5. Penelitian karekteristik faktor manusiawi dalam pekerjaannya yg meliputi
kemampuan kerja optimal sehubungan dengan zona kenyamanan kerja, nilai ambang
batas faal manusia serta reaksi fisiologis dan psikologis terhadap berbagai variabel
6. Penelitian tentang efek saraf dan perilaku, karsinogenisitas dan gangguan kepada
sistem reproduksi dari faktor kimiawi,fisis dan lainnya.
B. ISI BUKU KEDUA
BAB I
KESELAMATAN KERJA DAN PENCEGAHAN KECELAKAAN
 Keselamatan kerja adalah keselamatan yang bertalian dengan mesin, pesawat, alat
kerja, bahan dan proses pengolahannya.
 Salah satu aspek penting sasaran keselamatan kerja adalah penerapan teknologi.
 Keselamatan kerja adalah tugas semua orang yang bekerja.
 Tujuan keselamatan kerja adalah melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya
dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi
serta produktifitas nasional, menjamin keselamatan setiap orang lain yang berada di
tempat kerja, dan sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan
efisien.
 Keselamatan kerja dapat dinilai seperti berikut, yaitu: keselamatan kerja sarana utama
untuk pencegahan kecelakaan, cacat dan kematian sebagai akibat kecelakaan kerja.
 Perlindungan tenaga kerja meliputi aspek-aspek, yaitu: perlindungan keselamatan,
kesehatan, pemeliharaan, moral kerja, serta perlakuan yang sesuai martabat manusia
dan moral agama
 Keselamatan kerja yang dilaksanakan sebaik-baiknya dengan partisipasi pengusaha
dan buruh akan membawa iklim keamanan dan ketenangan kerja.
 Keselamatan kerja memiliki latar belakang sosial-ekonomis dan kultural yang sangat
luas.
 Tingkat pendidikan, latar belakang kehidupan yang luas seperti kebiasaan-kebiasaan,
kepercayaan-kepercayaan, dan lain-lain erat bersangkutan dengan permasalahan
keselamatan kerja tersebut.

BAB 8
PERISTIWA – PERISTIWA YANG MENGAKIBATKAN TERJADINYA
KEBAKARAN
Peristiwa-peristiwa yang mengakibatkan terjadinya kebakaran adalah sebagai berikut:
Nyala api dan bahan-bahan yang pijar, Penyinaran, Peledakan uap atau gas, Peledakan debu
atau noktah zat cair, Percikan api, Terbakar sendiri, Reaksi kimiawi, Kebakaran dan
merokok, Zat-zat yang mudah terbakar.
Pencegahan dan perlindungan terhadap kemungkinan terjadinya kebakaran adalah
sebagai berikut:
Penyimpanan
 Dalam perencanaan tempat penyimpanan bahan, baik sifat maupun bentuk material
perlu mendapatkan perhatian.
Pengolahan
 Jika proses produksi memungkinkan penggantian dengan bahan yang kurang
berbahaya ditinjau dari segi kebakaran, maka risiko dapat dikurangi
Meniadakan sumber-sumber terjadinya awal mula kebakaran
 Harus terdapat pemisah yang tepat antara bahan-bahan yang mudah terbakar dan alat
pemanas.
BAHAN-BAHAN YANG DAPAT MELEDAK
 Zat-zat padat termsuk logam yang mudah terbakar
 Uap-uap zat cair yang mudah terbakar
 Gas-gas yang mudah terbakar
Tiga Syarat Peledakan :
 Bahan yang mudah terbakar
 Udara atau unsur penunjang lain bagi terjadinya kebakaran
 Sumber terjadinya nyala atau suhu di atasnya temperatur suatu zat terbakar
Pencegahan terhadap bahaya ledakan adalah sebagai berikut:
 Pencegahan terjadinya campuran yang dapat terbakar atau meledak yakni dengan
mencegah bebasnya debu, uap dan gas dengan pemakaian ventilasi mekanis yang baik
 Menghilangkan sumber-sumber nyala api
 Risiko bahaya dapat dikendalikan dengan pengamatan cermat bahan-bahan yang
bersangkutan pada semua tingkat pengolahannya.
KEBAKARAN AKIBAT INSTALASI LISTRIK
 Instalasi tidak memakai sekring atau sekring diganti oleh kawat.
 Pemasangan kabel-kabel yang tidak tepat sehingga terjadi hubungan pendek.
 Keadaan kabel-kabel, baik dalam instalasi listrik, maupun peralatan listrik, yang
sudah usang atau rusak.
Usaha pencegahannya:
 Sekring harus dipakai dan merupakan perlindungan efektif
 Instalasi harus dikerjakan dengan memenuhi syarat dan oleh tenaga ahli.
 Jaringan listrik harus selalu dirawat, dilindungi dari pengaruh-pengaruh yang
mungkin ada.
 Sambungan-sambungan kawat harus dipasang sedemikian, sehingga tidak terbuka dan
menjadi sebab terjadinya hubungan pendek.
PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN KEBAKARAN
 Pencegahan kecelakaan akibat kecelakaan atau keadaan panik
 Pembuatan bangunan yang tahan api
 Pengawasan yang teratur dan berkala
 Penemuan kebakaran pada tingkat awal dan pemadamannya
 Pengendalian kerusakan untuk memebatasi kerusakan sebagai akibat kebakaran dan
tindakan pemadamannya
PROGRAM OPERASIONAL SERENTAK, SINGKAT PADAT UNTUK
PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN DAN KEBAKARAN
Program tersebut dapat ditelaah dari Surat Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I No.
158 Tahun 1972 tentang Program Operasional Serentak, Singkat, Padat untuk pencegahan
dan penanggulangan kebakaran beserta dua lampirannya dan Keputusan Menteri Tenaga
Kerja R.I No. 170 Tahun 1972 tentang Penunjukan Pejabat yang Berwenang Menetapkan
Ahli Keselamatan Kerja Bidang Kebakaran bersama lampiran-lampirannya.

PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN


 Kwalifikasi
 Meliputi kegesitan, mental, kesehatan fisik, kemampuan fisik dan tingkat kecekatan.
 Latihan.
 Petugas pemadam kebakaran tidak dipilin atas dasar pengalaman semata-mata,
melainkan dibentuk dan dibina melalui program latihan yang meliputi pendidikan
teori, latihan jasmani, praktek tentang dan pengalaman-pengalaman yang benar-benar
didapat dari pemadaman kebakaran.
 Bahaya-bahaya yang dihadapi.
 Penyakit-penyakit kardiovaskuler dan pernapasan, keseleo, kelelahan, luka serut,
terbakar, patah tulang, kematian dll.
Usaha-usaha kesehatan dan keselamatan kerja bagi petugas-petugas pemadam
kebakaran:
 Latihan yang sebaik-baiknya.
 Perlengkapan dan peralatan pemadam kebakaran yang memadai.
 Penggunaan alat-alat proteksi diri.

BAB XXIII
PERANAN PEMERINTAH DAN IKATAN PROFESI
 Peranan Pemerintah
Pemerintah mempunyai fungsi-fungsi pembinaan dalam keselamatan kerja dan
pencegahan kecelakaan. Fungsi pembinaan ini meliputi pengawasan, pendidikan,
penggalakan, kerja sama, pembentukan organisasi, pengujian dan penelitian.
Penelitian dan pengujian. Dengan penelitian dan pengujian, dapat diketahui tingkat-
tingkat bahaya, dan mngetahui cara-cara kerja dalam menjaga keselamatan.
 Standarisasi
Dengan standarisasi dapat dibuat standar-dtandar untuk praktek keselamatan.
 Ikatan profesi
Ikatan profesi adalah ikatan yang anggota-anggotanya dari para ahli atau mereka yang
bersangkutan dengan keselamatan kerja.
BAB III
PEMBAHASAN
A. Kelebihan dan Kelemahan Buku Pertama
Kelebihan :
1. Buku pertama menjelaskan tentang perundang-undangan yang mengatur higiene
perusahan dengan lengkap
2. Buku pertama menjelaskan tentang higiene perusahan dan kesehatan kerja industri
tekstil secara menyeluruh dimulai dari pandangan umum bagaimana seseorang
melihat industri tekstil dan juga penyakit yang dapat diderita dan cara pencegahannya.
3. Buku pertama menjelaskan tentang statistik dan riset higiene perusahan melalui survei
dan penelitian sehingga kita dapat dengan mudah memahami tujuan buku tersebut
Kelemahan :
1. Halaman pada buku pertama ini terlalu tebal
2. Penyampaian bahasa yang masih kurang baik cenderung akan mempersulit
pemahaman seseorang yang membaca buku ini
3. Buku ini juga tidak dilengkapi dengan contoh atau pengaplikasian yang akan
memudahkan memahami buku ini dengan cepat

B. Kelebihan dan Kelemahan Buku Kedua


Kelebihan :
1. Buku kedua menjelaskan dengan baik dan detail mengenai peristiwa-peristiwa yang
mengakibatkan terjadinya kebakaran dan juga menjelaskan bagaimana cara
mencegahnya agar tidak terjadi
2. Buku kedua ini lebih cenderung membahas tentang keselamatan kerja dan pencegahan
kecelakaan secara lebih baik dan detail dibandingkan dengan buku pertama
3. Buku kedua juga memberi tahu sedikit tentang peranan pemerintah bagi keselamatan
kerja
Kelemahan :
1. Buku tidak dilengkapi dengan contoh atau pengaplikasian yang menunjang
pemahaman seseorang lebih cepat memahami tujuannya
2. Hanya sedikit memberi tahu peranan pemerintah bagi keselamatan kerja, tidak
dijelaskan secara lebih mendalam dan lebih detail lagi
BAB IV
PENUTUP
A. KESIMPULAN
Pada pembahasan buku pertama menjelaskan undang-undang yang mengatur tentang
keselamatan dan kesehatan kerja sehingga kita dapat mengetahui undang-undang apa saja
yang mengatur tentang K3. Sementara pada buku kedua lebih mencakup pembahasan
mengenai keselamatan kerja yang harus ditaati oleh setiap pekerja dan juga aturan-aturan
sehingga tidak akan terjadi kecelakan, dan juga buku kedua ini juga menjelaskan pencegahan
terjadinya kecelakaan yang juga dijelaskan dalam buku pertama walaupun tidak selengkap
buku kedua. Buku pertama lebih mengarah kepada tata cara pengaturan pengelolahan
perusahan untuk menghindari kecelakaan kerja yang dapat merugikan perusahaan. Sementar
pada buku kedua atau pembanding lebih menjelaskan tentang keselamatan para pekerja dan
juga cara pencegahannya.

B. SARAN
Bacalah buku mana yang lebih ada suka dan menurut anda mudah anda pahami
karena kedua buku ini sama sama bagus akan tetapi kedua buku tersebut memiliki perbedaan
tergantung keperluan anda. Jika anda seorang pekerja maka akan lebih baik untuk membaca
buku yang kedua karena menjelaskan tentang keselamatan kerja lebih detail walaupun anda
juga bisa membaca buku yang pertama karena di dalam buku pertama juga dijelaskan.
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat TUHAN YANG MAHA ESA, atas berkat
dan rahmatnya saya masih dapat diberi izin dan kesempatan didalam mengerjakan dan
menyelesaikan tugas saya dalam Mata Kuliah “Kesehatan dan Keselamatan Kerja” yaitu
mengenai critical book report
Adapun tugas ini diberikan kepada saya, untuk melengkapi tugas yang ada. Dan tugas
ini diselesaikan untuk menambah kelengkapan nilai mahasiswa.
Saya mengerjakan tugas ini dengan didahului kata pengantar saya, dimana dengan
tujuan dan harapan kiranya Bapak dapat memaklumi hasil kerja saya. Dengan melihat tata
bahasa dan cara pengerjaan yang saya berikan dan yang saya kumpulkan kepada Bapak.
Semoga makalah yang saya buat ini dapat bermanfaat bagi kita untuk mencapai hidup
yang lebih baik lagi. Dan tak lupa saya juga menerima kritik dan saran terhadap hasil kerja
yang sudah saya buat ini. Akhir kata saya ucapkan Terima Kasih.

Medan, 23 Oktober 2016


Penulis