Anda di halaman 1dari 3

STRATEGI PELAKSANAAN

PEMBERIAN OKSIGEN

A. Proses Keperawatan
1. Kondisi pasien
Pasien Tn. P usia 30 tahun dengan diagnosa medis …….
Data subyektif : pasien mengatakan sesak
Data objektif : suara napas tambahan : ronkhi, batuk tidak efektif, dan adanya
sputum. RR : ….x/menit
2. Diagnosa keperawatan
Ketidakefektifan bersihan jalan napas berhubungan dengan penumpukan sekret.
3. Tujuan khusus
Pasien mengatakan tidak sesak napas, dan RR dalam batas normal
4. Tindakan keperawatan
a. Bina hubungan saling percaya
b. Berikan oksigen 3 liter/menit melalui nasal kanul.

Prosedur tindakan :

1. Periksa cacatan dokter pada RM pasien mengenai terapi oksigen


2. Mencuci tangan sebelum prosedur tindakan
3. Pakai sarung tangan
4. Jelaskan prosedur pada klien dan keluarga
5. Atur posisi semi fowler atau sesuai indikasi
6. Letakkan kanul pada jawah pasien dan lubang kanul masuk ke hidung pasien dan
karet pengikat melingkar di kepala pasien.
7. Berikan plester kecil pada selang agar posisi kanul tidak bergeser.
8. Atur aliran oksigen sesuai instruksi dokter.
9. Kaji respon pasien
10. Rapikan pasien
11. Cuci tangan setelah melakukan prosedur tindakan.
12. Catat jenis pemberian, kecepatan aliran oksigen, rute pemberian dan respon pasien.

1
B. Proses pelaksanaan tindakan
1. Fase orientasi
a. Salam terapeutik
Perawat : selamat pagi bapak. Perkenalkan saya perawat … yang bertugas pada
hari ini.
Pasien : ………
b. Evaluasi validasi
Perawat : bagaimana keadaan bapak, apakah masih sesak? (sambil memperhatikan
ekspresi wajah pasien)
Pasien : iya suster, saya masih merasa sesak.
c. Kontak (topik,waktu, tempat)
Topik : pemberian oksigen nasal kanul
Perawat : saat ini saya akan memberikan oksigen kepada bapak lewat hidung,
selang oksigennya akan dipasangkan pada hidung bapak. Saya akan
melakukan ini butuh waktu 5 menit saja dan saya lakukan saat bapak
diatas tempat tidur saja..bagaimana pak?
Pasien : baiklah suster
Waktu : jam 08.00 – 08.05 WIT (5 menit)
Tempat : ruang perawatan umum
d. Tujuan
Perawat : Bapak, tujuan dari pemasangan oksigen ini supaya sesak berkurang dan
tidak sulit untuk bernapas.
2. Fase kerja
Perawat : Baik bapak..sekarang saya akan merubah posisi tidur bapak. Permisi yaa
paaak (sambil menarik badan pasien keatas dan mengganjal dengan
bantal)
Pasien : ….(mengikuti instruksi perawat)
Perawat : Permisi yaa paak..(meletakkan slang kanul oksigen ke hidung pasien
dan memberi plester kecil pada pipi pasien agar posisi kanul tidak
bergeser, kemudian perawat mengatur kecepatan oksigen 3 lpm)

2
Baik pak.. sudah selesai ya (sambil merapikan pasien dan memperhatikan
respon pasien)
3. Fase terminasi
a. Evaluasi respon
1. Evaluasi subyektif
Perawat : Bagaimana pak..apakah bapak masih sesak atau sudah merasa
lega
2. Evaluasi obyektif
Perawat : (memperhatikan respon pasien) pasien tampak lega, kesulitan
bernapas mulai berkurang. RR : ….x/menit.
b. Tindak lanjut
Perawat : Jika bapak mengalami kesulitan atau butuh bantuan saya, minta tolong
keluarga memanggil saya di ruang perawat ya.. Tapi saya nanti akan
datang untuk melihat keadaan bapak.
Pasien : iya, baik suster. Terima kasih.

C. Kontrak yang akan datang


Perawat : Nanti jam 12.00 saya akan ke sini lagi untuk memeriksa keadaan bapak
Pasien : iya suster.
Perawat : permisi pak..