Anda di halaman 1dari 21

Makalah Perilaku Hidup Bersih dan Sehat Rumah Tangga

Makalah PKIP
“Prilaku HIdup Bersih dan Sehat Rumah Tangga”

Kelompok 12:
Febri Yunaldi Chaniago
Vika Trihandayani B
Riska

Dosen Pembibing:
Helfi Agustin, SKM, .MKM.

FAKULTAS KESEHATAN
MASYARAKAT
UNIVERSITAS BAITURRAHMAH
PADANG
2012
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis ucapkan kehadirat allah swt, yang telah memberikan rahmat dan
karunia nya serta kesempatan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah PKIP ini tepat
pada waktunya. Adapun judul yang di bahas penulis pada makalah ini adalah mengenai ‘’Prilaku
Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga’’.
Makalah ini merupakan tugas kelompok. Penulis mengucapkan terima kasih kepada
dosen pembimbing serta semua pihak yang ikut membantu dalam pembuatan makalah ini,
sehingga akhirnya makalah ini dapat terselesaikan. Penulis menyadari tidak ada gading yang tak
retak’’ penulis mohon maaf apabila terdapat kesalahan dalam pembuatan makalah ini. Semoga
makalah ini dapat bermanfaat dan menambah ilmu pengetahuan kita semua. Penulis juga mohon
kritik dan saran dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Padang, … M 2012

Penulis
DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR..........................................................................i
DAFTAR ISI........................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang..................................................................................................1
1.2 Tujuan................................................................................................................ 2
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Definisi PHBS di Rumah Tangga...................................................................... 3
2.2 Tujuan PHBS di Rumah Tangga........................................................................ 3
2.3 Manfaat PHBS di Rumah Tangga...................................................................... 4
2.4 Sasaran PHBS di Rumah Tangga....................................................................... 4
2.5 Indikator PHBS di Rumah Tangga.................................................................... 5
2.6 Persentase Pencapaian Rumah Tangga yang berPHBS di Indonesia................ 13
BAB III PENUTUP
3.1Kesimpulan..........................................................................................................14
3.2 Saran................................................................................................................... 15
DAFTAR PUSTAKA

BAB II
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Hidup sehat adalah hal yang seharusnya diterapkan oleh setiap orang, mengingat
manfaat yang ditimbulkan akan sangat banyak, mulai dari konsentrasi kerja, kesehatan dan
kecerdasan anak sampai dengan keharmonisan keluarga. Menciptakan hidup sehatpun
sangatlah mudah serta murah, mengingat biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan
apabila mengalami gangguan kesehatan cukup mahal.
Setiap manusia yang hidup di dunia ini memerlukan lingkungan yang bersih dan sehat
agar dapat memberikan kenyamanan hidup. Oleh karena itu, manusia wajib peduli terhadap
lingkungan dengan cara menjaga, memelihara dan menciptakan lingkungan hidup yang baik.
Perilaku merupakan wujud tindakan seseorang berdasarkan pemahaman dan kemauan
terhadap sesuatu yang dihadapi. Sedangkan lingkungan hidup merupakan wahana dimana
mahluk dapat bertahan dan berkembang biak.
Untuk mewujudkan sebuah bangsa yang lebih sehat, masyarakat diajak berkomitmen
untuk melakukan hidup sehat melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Perilaku Hidup Bersih
Dan Sehat adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan suatu
kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur
komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan pengetahuan,
sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan (Advokasi), bina suasana (Social Support) dan
pemberdayaan masyarakat (Empowerment). Sehingga keluarga dan masyarakat itu dapat
menolong dirinya sendiri dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan kesehatan di
masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi masalahnya
sendiri, terutama dalam tatanan masing-masing, dan masyarakat/dapat menerapkan cara-cara
hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan kesehatannya.
Rumah Tangga merupakan unit terkecil dalam lingkungan. Perilaku hidup yang bersih
dan sehat selayaknya harus diterapkan dan ditanamkan kepada seluruh anggota keluarga.
Peranan keluarga dalam sebuah rumah memegang kunci utama untuk meningkatkan kualitas
kesehatan sejak dini. Karena jika keluarga sehat, akan membentuk masyarakat yang sehat
pula. Untuk itu, Sehat harus diawali dari dalam rumah sendiri.
Dengan menerapkannya terlebih dahulu di lingkungan rumah tangga, maka otomatis
akan lebih mudah menerapkan ke lingkungan yang lebih luas lagi, yaitu masyarakat. Karena
kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi perilaku
sehat, dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga. Oleh karena itu kesehatan perlu
dijaga, dipelihara dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga serta diperjuangakan oleh
semua pihak secara keseluruhan (totalitas)

1.2 Tujuan
Adapun tujuan dari diselesaikannya makalah ini adalah :
 Menyelesaikan dan melengkapi tugas mata kuliah PKIP
 Menambah pengetahuan pembaca mengenai Prilaku Hidup Bersih dan Sehat khususnya di
dalam rumah tangga
 Mengetahui definisi dari Prilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga
 Mengetahui tujuan dari Prilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga
 Mengetahui manfaat dari Prilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga
 Mengetahui sasaran dari Prilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga
 Mengetahui indikator-indikator Prilaku Hidup Bersih dan Sehat di Rumah Tangga
 Mengetahui persentasse pencapaian rumah tangga yang berPHBS di Indonesia

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Definisi PHBS di Rumah Tangga


Pengertian Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat :
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang
dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya
sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan – kegiatan kesehatan dan
berperan aktif dalam kegiatan–kegiatan kesehatan di masyarakat (Depkes RI, 2007).

Pengertian (Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat) PHBS di Rumah Tangga :


PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga
agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif
dalam gerakan kesehatan di masyarakat. PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai
Rumah Tangga Sehat. Rumah tangga sehat berarti mampu menjaga, meningkatkan, dan
melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan ancaman penyakit dan
lingkungan yang kurang kondusif untuk hidup sehat (Depkes RI, 2007).

PHBS merupakan salah satu strategi yang dapat ditempuh untuk menghasilkan
kemandirian di bidang kesehatan baik pada masyarakat maupun pada keluarga, artinya harus
ada komunikasi antara kader dengan keluarga/masyarakat untuk memberikan informasi dan
melakukan pendidikan kesehatan (Depkes RI, 2007).

2.2 Tujuan PHBS di Rumah Tangga


I. Tujuan Umum :
Meningkatnya rumah tangga sehat di desa kabupaten/kota di seluruh Indonesia.
II. Tujuan Khusus :
 Meningkatkan pengetahuan, kemauan dan kemampuan anggota rumah tangga untuk
melaksanakan PHBS.
 Berperan aktif dalam gerakan PHBS di masyarakat.

2.3 Manfaat PHBS di Rumah Tangga


I. Manfaat PHBS bagi rumah tangga :
 Setiap rumah tangga meningkatkan kesehatannya dan tidak mudah sakit
 Anak tumbuh sehat dan cerdas
 Produktivitas kerja anggota keluarga meningkat dengan meningkatnya kesehatan anggota
rumah tangga maka biaya yang dialokasikan untuk kesehatan dapat dialihkan untuk biaya
investasi seperti biaya pendidikan, pemenuhan gizi keluarga dan modal usaha untuk
peningkatan pendapatan keluarga.
II. Manfaat PHBS bagi masyarakat :
 Masyarakat mampu mengupayakan lingkungan yang sehat
 Masyarakat mampu mencegah dan menanggulangi masalah-masalah kesehatan
 Masyarakat memanfaatkan pelayanan kesehatan yang ada.
 Masyarakat mampu mengembangkan Upaya Kesehatan Bersumber Masyarakat (UKBM)
seperti posyandu, jaminan pemeliharaan kesehatan, tabungan bersalin (tabulin), arisan
jamban, kelompok pemakai air, ambulans desa dan lain-lain.

2.4 Sasaran PHBS di Rumah Tangga


Sasaran PHBS di Rumah Tangga adalah seluruh anggota keluarga yaitu :
1. Pasangan Usia Subur
2. Ibu Hamil dan Ibu Menyusui
3. Anak dan Remaja
4. Usia Lanjut
5. Pengasuh Anak

2.5 Indikator PHBS di Rumah Tangga


Pembinaan PHBS di rumah tangga dilakukan untuk mewujudkan Rumah Tangga Sehat.
Rumah Tangga Sehat adalah rumah tangga yang memenuhi 7 indikator PHBS dan 3 indikator
Gaya Hidup Sehat sebagai berikut :
Tujuh Indikator PHBS di Rumah Tangga :
1. Pertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan
Adalah pertolongan persalinan dalam rumah tangga yang dilakukan oleh tenaga
kesehatan (bidan, dokter, dan tenaga para medis lainnya). Tenaga kesehatan merupakan orang
yang sudah ahli dalam membantu persalinan, sehingga keselamatan Ibu dan bayi lebih
terjamin. Apabila terdapat kelainan dapat diketahui dan segera ditolong atau dirujuk ke
Puskesmas atau rumah sakit. Persalinan yang ditolong oleh tenaga kesehatan menggunakan
peralatan yang aman, bersih, dan steril sehingga mencegah terjadinya infeksi dan bahaya
kesehata lainnya.
Apa tanda – tanda persalinan :
 Ibu mengalami mulas-mulas yang timbulnya semakin sering dan semakin kuat
 Rahim terasa kencang bila diraba terutama pada saat mulas
 Keluar lendir bercampur darah dari jalan lahir
 Keluar cairan ketuban yang berwarna jernih kekuningan dari jalan lahir
 Merasa seperti mau buang air besar
Bila ada salah satu tanda persalinan tersebut, yang harus dilakukan adalah :
 Segera hubungi tenaga kesehatan (bidan/dokter)
 Tetap tenang dan tidak bingung
 Ketika merasa mulas bernapas panjang, mengambil napas melalui hidung dan mengeluarkan
melalui mulut untuk mengurangi rasa sakit.

.Tanda bahaya persalinan :


 Bayi tidak lahir dalam 12 jam sejak terasa mulas
 Keluar darah dari jalan lahir sebeium melahirkan
 Tali pusat atau tangan/kaki bayi terlihat pada jalan lahir
 Tidak kuat mengejan
 Mengalami kejang-kejang
 Air ketuban keluar dari jalan lahir sebelum terasa mulas
 Air ketuban keruh dan berbau
 Setelah bayi lahir, ari-ari tidak keluar
 Gelisah atau mengalami kesakitan yang hebat

2. Bayi diberi ASI eksklusi


Adalah bayi usia 0-6 bulan hanya diberi ASI saja sejak lahir sampai usia 6 bulan. ASI
adalah makanan alamiah berupa cairan dengan kandungan gizi yar cukup dan sesuai untuk
kebutuhan bayi, sehingga bayi tumbuh dan berkembang dengan baik. Air Susu Ibu pertama
berupa cairan bening berwarna kekuningan (kolostrum), sangat baik untuk bayi karena
mengandung zat kekebalan terhadap penyakit
Apa saja keunggulan ASI :
a) Mengandung zat gizi sesuai kebutuhan bayi untuk pertumbuhan dan perkembangan fisik serta
kecerdasan.
b) Mengandung zat kekebalan.
c) Melindungi bayi dari alergi.
d) Aman dan terjamin kebersihannya, karena langsung disusukan kepada bayi dalam keadaan
segar.
e) Tidak akan pemah basi, mempunyai suhu yang tepat dan dapat diberikan kapan saja dan di
mana saja.
f) Membantu memperbaiki refleks menghisap, menelan dan pernapasan bayi.

Kapan dan bagaimana ASI diberikan :


a) Sebelum menyusui ibu harus yakin mampu menyusui bayinya dan mendapat dukungan dari
keluarga.
b) Bayi segera diteteki/disusui sesegera mungkin paling lambat 30 menit setelah melahirkan untuk
merangsang agar ASI cepat keluar dan menghentikan pendarahan.
c) Teteki/susui bayi sesering mungkin sampai ASI keluar, setelah itu berikan ASI sesuai kebutuhan
bayi, waktu dan lama menyusui tidak perlu dibatasi, dan berikan ASI dari kedua payudara
secara bergantian.
d) Berikan hanya ASI saja hingga bayi berusia 6 bulan. Setelah bayi berusia 6 bulan, selain ASI
diberikan pula Makanan Pendamping ASI (MP-ASI) dalam bentuk makanan lumat dan jumlah
yang :sesuai dengan perkembangan umur bayi. 5.Pemberian ASI tetap dilanjutkan hingga bayi
berusia 2 tahun. :

Bagiamana cara menyusui yang benar :


a) Sebelum menyusui bayi, terlebih dahulu ibu mencuci kedua tangannya dengan menggunakan
air bersih dan sabun sampai bersih.
b) Lalu bersihkan kedua puting susu dengan kapas yang telah direndam terlebih dahulu dengan
air hangat.
c) Waktu menyusui bayi, sebaiknya ibu duduk atau berbaring dengan santai, pikiran ibu harus
dalam keadaan tenang (tidak tegang).
d) Pegang bayi pada belakang bahunya, tidak pada dasar kepala.
e) Upayakan badan bayi menghadap kepada badan ibu, rapatkan dada bayi dengan dada ibu
atau bagian bawah payudara ibu.
f) Tempelkan dagu bayi pada payudara ibu.
g) Jauhkan hidung bayi dari payudara ibu dengan cara menekan pantat bayi dengan lengan ibu
bagian dalam.
h) Bayi disusui secara bergantian dari susu sebelah kiri, lalu ke sebelah kanan sampai bayi
merasa kenyang.
i) Setelah selesai menyusui, mulut bayi dan kedua pipi bayi dibersihkan dengan kapas yang telah
direndam air hangat.
j) Sebelum ditidurkan, bayi harus disendawakan dulu supaya udara yang terhisap bisa keluar
dengan cara meletakkan bayi tegak lurus pada ibu dan perlahan-lahan diusap belakangnya
sampai bersendawa. Udara akan keluar dengan sendirinya.
Apa manfaat memberikan ASI?
a) Bagi Ibu:
 Menjalin hubungan kasih sayang antara ibu dengan bayi
 Mengurangi pendarahan setelah persalinan,
 Mempercepat pemulihan kesehatan ibu.
 Menunda kehamilan berikutnya.
 Mengurangi risiko terkena kanker payudara.
 Lebih praktis karena ASI lebih mudah diberikan pada setiap saat bayi membutuhkan
b) Bagi bayi :
 Bayi lebih sehat, lincah dan tidak cengeng
 Bayi tidak sering sakit

c) Bagi Keluarga :
 Praktis dan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembelian susu formula dan
perlengkapannya.
 Tidak perlu waktu dan tenaga untuk menyediakan susu formula, misalnya merebus air dan
pencucian peralatan.
Bagaimana cara menjaga mutu dan jumlah produksi ASI:
a) Mengkonsumsi makanan bergizi seimbang, banyak makan sayuran dan buah-buahan. Makan
lebih banyak dari biasanya.
b) Banyak minum air putih paling sedikit 8 gelas sehari.
c) Cukup istirahat dengan tidur siang/berbaring selama 1 -2 jam dan menjaga ketenangan pikiran,
d) Susui bayi sesering mungkin dan kedua payudara kin dan kanan secara bergantian hingga bayi
tenang dan puas.
3. Penimbangan bayi dan balita
Penimbangan bayi dan balita dimaksudkan untuk memantau pertumbuhan setiap bulan
dan mengetahui apakah bayi dan balita berada pada kondisi gizi kurang atau gizi buruk.
Penimbangan bayi dan balita dilakukan setiap buian mulai umur 1 bulan sampai 5 tahun
di Posyandu. Manfaat penimbangan balita setiap bulan di Posyandu :
 Untuk mengetahui apakah balita tumbuh sehat.
 Untuk mengetahui dan mencegah gangguan pertumbuhan balita.
 Untuk mengetahui balita yang sakit, (demam/batuk/pilek/diare), berat badan dua bulan
berturut-turut tidak naik, balita yang berat badannya BGM (Bawah Garis Merah) dan dicurigai
Gizi buruk sehingga dapat segera dirujuk ke Puskesmas.
 Untuk mengetahui kelengkapan Imunitasi.
 Untuk mendapatkan penyuluhan gizi.

4. Mencuci tangan dengan air dan sabun


Mengapa harus mencuci tangan dengan menggunakan air bersih dan sabun :
 Air yang tidak bersih banyak mengandung kuman dan bakteri penyebab penyakit Bila
digunakan, kuman berpindah ke tangan. Pada saat makan, kuman dengan cepat masuk ke
dalam tubuh, yang bisa menimbulkan penyakit.
 Sabun dapat membersihkan kotoran dan membunuh kuman, karena tanpa sabun kotoran dan
kuman masih tertinggal di tangan.

Manfaat mencuci tangan :


 Membunuh kuman penyakit yang ada di tangan.
 Mencegah penularan penyakit seperti Diare, Kolera Disentri, Typhus, kecacingan, penyakit
kulit, Infeksi Saluran Pemapasan Akut (ISPA), flu burung atau Severe Acute Respiratory
Syndrome (SARS)
 Tangan menjadi bersih dan bebas dari kuman.

5. Menggunakan air bersih


Air yang kita pergunakan sehari-hari untuk minum, memasak, mandi, berkumur,
membersihkan lantai, mencuci alat-alat dapur, mencuci pakaian, dan sebagainya haruslah
bersih, agar kita tidak terkena penyakit atau terhindar dari penyakit.

6. Menggunakan jamban sehat


Jamban adalah suatu ruangan yang mempunyai fasilitas pembuangan kotoran manusia
yang terdiri atas tempat jongkok atau tempat duduk dengan leher angsa atau tanpa leher angsa
(cemplung) yang dilengkapi dengan unit penampungan kotoran dan air untuk
membersihkannya.
Syarat jamban sehat :
 Tidak mencemari sumber air minum (jarak antara sumber air minum dengan lubang
penampungan minimal 10 meter)
 Tidak berbau.
 Kotoran tidak dapat dijamah oleh serangga dan tikus.
 Tidak mencemari tanah disekitarnya.
 Mudah dibersihkan dan aman digunakan.
 Dilengkapi dinding dan atap pelindung.
 Penerangan dan ventilasi cukup.
 Lantai kedap air dan luas ruangan memadai.
 Tersedia air, sabun, dan alat pembersih.

Cara memelihara jamban sehat :


 Lantai jamban hendaknya selalu bersih dan tidak ada genangan air.
 Bersihkan jamban secara teratur sehingga ruang jamban dalam keadaan bersih.
 Di dalam jamban tidak ada kotoran yang terlihat.
 Tidak ada serangga, (kecoa, lalat) dan tikus yang berkeliaran,
 Tersedia alat pembersih (sabun, sikat, dan air bersih).
 Bila ada kerusakan, segera diperbaiki.

7. Rumah bebas jentik


Rumah bebas Jentik adalah rumah tangga yang setelah dilakukan pemeriksaan Jentik
secara berkala tidak terdapat Jentik nyamuk. Yang perlu dilakukan agar Rumah Bebas Jentik :
a) Lakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M plus (Menguras, Menutup,
Mengubur, plus Menghindari gigitan nyamuk).
b) PSN merupakan kegiatan memberantas telur, jentik, dan kepompong nyamuk penular berbagai
penyakit seperti Denam Berdarah Dengue, Chikungunya, Malaria, Filariasis (Kaki Gajah} di
tempat-tempat perkembangbiakannya.
c) 3 M Plus adalah tiga cara plus yang dilakukan pada saat PSN yaitu:
 Menguras dan menyikat tempat-tempat penampungan air seperti bak mandi, tatakan kulkas,
tatakan pot kembang dan tempat air minum burung.
 Menutup rapat-rapat tempat penampungan air seperti lubang bak kontrol, lubang pohon,
lekukan-lekukan yang dapat menampung air hujan.
 Mengubur atau menyingkirkan barang-barang bekas yang dapat menampung air seperti ban
bekas, kaleng bekas, plastik-plastik yang dibuang sembarangan (bekas botol/gelas akua,
plastik kresek,dll)
Tiga Indikator Gaya Hidup Sehat
8. Makan buah dan sayur setiap hari
Setiap anggota rumah tangga mengkonsumsi minimal 3 porsi buah dan 2 porsi sayuran
atau sebaliknya setiap hari. Makan sayur dan buah setiap hari sangat penting, karena:
 Mengandung vitamin dan mineral, yang mengatur pertumbuhan dan pemeliharaan tubuh.
 Mengandung serat yang tinggi.

9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari


Aktivitas fisik adalah melakukan pergerakan anggota tubuh yang menyebabkan
pengeluaran tenaga yang sangat penting bagi pemeliharaan kesehatan fisik, mental, dan
mempertahankan kualitas hidup agar tetap sehat dan bugar sepanjang hari. Aktivitas fisik
dilakukan secara teratur paling sedikit 30 menit dalam sehari, sehingga, dapat menyehatkan
jantung, paru-paru serta alat tubuh lainnya.

10. Tidak merokok dalam rumah


Setiap anggota keluarga tidak boleh merokok di dalam rumah. Rokok ibarat pabrik bahan
kimia. Dalam satu batang rokok yang diisap akan dikeluarkan sekitar 4.000 bahan kimia
berbahaya, di antaranya yang paling berbahaya adalah Nikotin, Tar, dan Carbon Monoksida
(CO).
 Nikotin menyebabkan ketagihan dan merusakjantung dan aliran darah.
 Tar menyebabkan kerusakan sel paru-paru dan kanker
 CO menyebabkan berkurangnya kemampuan darah membawa oksigen, sehingga sel-sel tubuh
akan mati.

2.6 Persentasse Pencapaian Rumah Tangga Yang berPHBS di Indonesia


Berdasarkan profil kesehatan provinsi tahun 2009, persentase rumah tangga yang ber-
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara nasional sebesar 48,41%.
Provinsi yang memiliki persentase tertinggi adalah :
 Jawa Tengah (88,57%)
 DIYogyakarta (87,38%)
 Kalimantan Timur (79,73%)
Provinsi dengan persentase PHBS yang rendah adalah :
 Sumatera Barat (17,97%)
 Banten (21,37%)
 Papua Barat (27,34%).
sumber : profil kesehatan Indonesia Tahun 2009

BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga
agar tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif
dalam gerakan kesehatan di masyarakat.
PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk mencapai Rumah Tangga Sehat di desa
kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Kegiatan PHBS ini sendiri memiliki manfaat baik bagi
rumah tangga itu sendiri maupun masyarakat. Sasaran dari kegiatan PHBS rumah tangga ini
adalah : Pasangan Usia Subur, Ibu Hamil dan Ibu Menyusui, Anak dan Remaja, Usia Lanjut,
Pengasuh Anak.
Rumah Tangga Sehat adalah rumah tangga yang melakukan 10 (sepuluh) PHBS di Rumah
Tangga yaitu meliputi 7 indikator PHBS dan 3 indikator Gaya Hidup Sehat.
Tujuh indikator PHBS :
1. Persalinan ditolong oleh tenaga kesehatan
2. Memberi ASI ekslusif
3. Menimbang bayi dan balita
4. Mencuci tangan dengan air bersih dan sabun
5. Menggunakan air bersih
6. Menggunakan jamban sehat
7. Memberantas jentik di rumah
Tiga indikator gaya hidup sehat :
8. Makan buah dan sayur setiap hari
9. Melakukan aktivitas fisik setiap hari
10. Tidak merokok di dalam rumah

Berdasarkan profil kesehatan provinsi tahun 2009, persentase rumah tangga yang ber-
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) secara nasional sebesar 48,41%.
3.2 Kritik dan Saran
Dalam penulisan makalah ini banyak sekali terdapat kesalahan dan kelemahan. Baik isi
makalah maupun tata bahasa penulisan yang di buat oleh penulis. Oleh karena itu, penulisan
mengharapkan tanggapan dan koreksi yang membangun dari pembaca sehingga ke depannya
makalah yang di buat akan lebih baik pada masa yang akan dating.
MAKALAH PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT
TATANAN RUMAH TANGGA PADA INDIKATOR
PEMBERANTASAN JENTIK
Mata Kuliah : Ilmu Budaya Sehat

Dosen : Sulasmi.,SKM.,M.Kes.

(MAKALAH)
“PERILAKU HIDUP BERSIH DAN SEHAT TATANAN

RUMAH TANGGA PADA INDIKATOR

PEMBERANTASAN JENTIK”

DI SUSUN OLEH :

NURUL FAHMI PO.71.4.221.13.2.038

MUH. ASHAR PO.71.4.221.13.2.028

KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA

POLITEKNIK KESEHATAN MAKASSAR

KESEHATAN LINGKUNGAN

PRODI D-IV

2014
KATA PENGANTAR

Bismillahirrahmanirrahim.
Puji syukur atas kehadirat Allah swt. Yang telah melimpahkan Rahmat dan Hidayah-Nya sehingga
Makalah ilmu budaya sehat dengan judul “prilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) tatanan rumah tangga
pada indikator pemberantasan jentik” ini dapat selesai dengan tepat waktu. Terwujudnya makalah ini,
tidak terlepas dari bantuan dari berbagai pihak, oleh karena itu saya selaku penulis mengucapkan terima
kasih kepada:

1. Ibu Sulasmi, SKM.,M.Kes selaku dosen pengampu pada mata kuliah ilmu budaya sehat
yang telah memberikan ilmu dan sumbangsinya dalam menyusun makalah ini.

2. Bapak dan Ibu tercinta yang telah memberikan motivasi dan dukungan baik moral maupun
spiritual.

3. Teman-teman yang tercinta yang telah sabar untuk meluangkan waktunya untuk berdiskusi
dalam menyusun makalah ini.

4. Dan semua pihak yang telah membantu dalam menyusun makalah ini.

Dalam makalah ini terdapat beberapa pembahasan materi mengenai “prilaku hidup bersih dan
sehat (PHBS) tatanan rumah tangga pada indikator pemberantasan jentik”. Namun dalam
penyusunannya masih terdapat banyak kekurangan oleh karena itu kritik dan saran yang membangun
diharapkan penulis dari semua pihak, agar kedepannya lebih baik lagi dalam menyusun makalah.

Akhir kata semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi semua pihak, baik itu penulis terlebih
kepada pembacanya.

Wasallam.

Makassar, november 2014

penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR......................................................................................... i

DAFTAR ISI...................................................................................................... ii

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang.......................................................................................... 1
B. Tujuan........................................................................................................ 3

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A. Defenisi PHBS rumah tangga........................................................................ 4

B. Pengertian nyamuk......................................................................................... 4

C. Reproduksi nyamuk........................................................................................ 5

D. Pemeriksan jentik........................................................................................... 6

E. pemberantasan nyamuk................................................................................... 8

BAB III PENUTUP

A. Kesimpulan................................................................................................... 11

B. Saran............................................................................................................. 12

DAFTAR PUSTAKA

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar belakang

Hidup sehat adalah hal yang seharusnya diterapkan oleh setiap orang, mengingat
manfaat yang ditimbulkan akan sangat banyak, mulai dari konsentrasi kerja, kesehatan dan
kecerdasan anak sampai dengan keharmonisan keluarga. Menciptakan hidup sehatpun
sangatlah mudah serta murah, mengingat biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan
apabila mengalami gangguan kesehatan cukup mahal.

Setiap manusia yang hidup di dunia ini memerlukan lingkungan yang bersih dan
sehat agar dapat memberikan kenyamanan hidup. Oleh karena itu, manusia wajib peduli
terhadap lingkungan dengan cara menjaga, memelihara dan menciptakan lingkungan hidup
yang baik.

Perilaku merupakan wujud tindakan seseorang berdasarkan pemahaman dan


kemauan terhadap sesuatu yang dihadapi. Sedangkan lingkungan hidup merupakan
wahana dimana mahluk dapat bertahan dan berkembang biak.

Untuk mewujudkan sebuah bangsa yang lebih sehat, masyarakat diajak berkomitmen
untuk melakukan hidup sehat melalui perilaku hidup bersih dan sehat. Perilaku Hidup
Bersih Dan Sehat adalah upaya untuk memberikan pengalaman belajar atau menciptakan
suatu kondisi bagi perorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat, dengan membuka jalur
komunikasi, memberikan informasi dan melakukan edukasi, untuk meningkatkan
pengetahuan, sikap dan perilaku, melalui pendekatan pimpinan (Advokasi), bina suasana
(Social Support) dan pemberdayaan masyarakat (Empowerment). Sehingga keluarga dan
masyarakat itu dapat menolong dirinya sendiri dan berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan
kesehatan di masyarakat. Dengan demikian masyarakat dapat mengenali dan mengatasi
masalahnya sendiri, terutama dalam tatanan masing-masing, dan masyarakat/dapat
menerapkan cara-cara hidup sehat dengan menjaga, memelihara dan meningkatkan
kesehatannya.

Rumah Tangga merupakan unit terkecil dalam lingkungan. Perilaku hidup yang bersih
dan sehat selayaknya harus diterapkan dan ditanamkan kepada seluruh anggota keluarga.
Peranan keluarga dalam sebuah rumah memegang kunci utama untuk meningkatkan
kualitas kesehatan sejak dini. Karena jika keluarga sehat, akan membentuk masyarakat
yang sehat pula. Untuk itu, Sehat harus diawali dari dalam rumah sendiri.

Banyak penyakit yang muncul akibat dari kelalaian terhadap pentingnya menjaga
kebersihan lingkungan. Salah satunya adalah penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)
atau disebut jugaDengue Hemorrhagic Fever (DHF). Penyakit ini disebabkan oleh virus
dengue yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albopictus. Kedua
jenis nyamuk ini terdapat hampir di seluruh pelosok Indonesia, kecuali daerah-daerah yang
memiliki ketinggian lebih dari seribu meter dari permukaan air laut. Hampir setiap
tahunnya di Indonesia ada saja orang yang terjangkit penyakit DBD. Hal ini membuktikan
bahwa sebagian masyarakat masih kurang sadar terhadap kebersihan lingkungan serta
lambatnya pemerintah dalammengantisipasi dan merespon terhadap merebaknya kasus
DBD ini. Masyarakat seringkali salah dalam mendiagnosis penyakit DBD ini dengan
penyakit lain seperti flu atau typhus. Hal ini disebabkan karena infeksi virusdengue yang
menyebabkan DBD bersifat asistomatik atau tidak jelas gejalanya. Pasien DBD biasanya
atau seringkali menunjukkan gejala batuk, pilek, muntah, mual maupun diare. Dari
berbagai permasalahan tersebut masyarakat seharusnya sudah mengetahui tentang
pentingnya menjaga lingkungan dari tempat – tempat bersarangnya nyamuk dan perlu
memberantas sarang nyamuk agar dapat terhindar dari berbagai penyakit yang diakibatkan
oleh nyamuk.

Dengan menerapkannya terlebih dahulu di lingkungan rumah tangga, maka otomatis


akan lebih mudah menerapkan ke lingkungan yang lebih luas lagi, yaitu masyarakat. Karena
kondisi sehat dapat dicapai dengan mengubah perilaku dari yang tidak sehat menjadi
perilaku sehat, dan menciptakan lingkungan sehat di rumah tangga. Oleh karena itu
kesehatan perlu dijaga, dipelihara dan ditingkatkan oleh setiap anggota rumah tangga serta
diperjuangakan oleh semua pihak secara keseluruhan (totalitas).

B. Tujuan

1. Tujuan umum

Untuk mengetahui perilaku/cara pemberantasan jentik nyamuk dengan


pemberantasan sarang nyamuk (PJN) pada rumah tangga.

2. Tujuan Khusus

a) Untuk mengetahui cara pemeriksaan/survei jentik di rumah tangga.

b) Cara pemberantasan jentik nyamuk di rumah tangga.


BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

A. Definisi PHBS rumah tangga

Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) adalah semua perilaku kesehatan yang
dilakukan atas kesadaran sehingga anggota keluarga atau keluarga dapat menolong dirinya
sendiri di bidang kesehatan dan dapat berperan aktif dalam kegiatan – kegiatan kesehatan
dan berperan aktif dalam kegiatan–kegiatan kesehatan di masyarakat (Depkes RI, 2007).

Pengertian (Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat) PHBS di Rumah Tangga :

PHBS di Rumah Tangga adalah upaya untuk memberdayakan anggota rumah tangga agar
tahu, mau dan mampu melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta berperan aktif
dalam gerakan kesehatan di masyarakat. PHBS di Rumah Tangga dilakukan untuk
mencapai Rumah Tangga Sehat. Rumah tangga sehat berarti mampu menjaga,
meningkatkan, dan melindungi kesehatan setiap anggota rumah tangga dari gangguan
ancaman penyakit dan lingkungan yang kurang kondusif untuk hidup sehat (Depkes RI,
2007).

B. Pengertian nyamuk

Nyamuk adalah serangga tergolong dalam ordo Diptera; Genera termasukAnopheles,


Culex, Psorophora, Ochlerotatus, Aedes, Sabethes, Wyeomyia,
Culiseta,dan Haemagoggus untuk jumlah keseluruhan sekitar 35 genera yang mencakup
2700 spesies. Nyamuk mempunyai dua sayap bersisik, tubuh yang langsing, dan enam kaki
panjang; antar spesies berbeda-beda tetapi jarang sekali melebihi 15 mm . Dalam bahasa
Inggris, nyamuk dikenal sebagai "Mosquito", berasal dari sebuah kata dalam bahasa
Spanyol atau bahasa Portugis yang berarti lalat kecil. Penggunaan kataMosquito bermula
sejak tahun 1583. Di Britania Rayanyamuk dikenal sebagai gnats.
Pada nyamuk betina, bagian mulutnya membentuk probosis panjang untuk
menembus kulit mamalia (atau dalam sebagian kasus burung atau juga reptilia
dan amfibiuntuk menghisap darah. Nyamuk betina memerlukan protein untuk
pembentukan telur dan oleh karena diet nyamuk terdiri dari madu dan jus buah, yang tidak
mengandung protein, kebanyakan nyamuk betina perlu menghisap darah untuk
mendapatkan protein yang diperlukan. Nyamuk jantan berbeda dengan nyamuk betina,
dengan bagian mulut yang tidak sesuai untuk menghisap darah. Agak rumit nyamuk betina
dari satu genus, Toxorhynchites, tidak pernah menghisap darah. Larva nyamuk besar ini
merupakan pemangsa jentik-jentik nyamuk yang lain.

C. Reproduksi nyamuk

Nyamuk mengalami empat tahap dalam siklus hidup: telur, larva, pupa, dan dewasa.
Tempo tiga peringkat pertama bergantung kepada spesies - dan suhu. Hanya nyamuk betina
saja yang menyedot darah mangsanya. dan itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan
makan. Sebab, pada kenyataanya, baik jantan maupun betina makan cairan nektar bunga.
sebab nyamuk betina memberi nutrisi pada telurnya. Telur-telur nyamuk membutuhkan
protein yang terdapat dalam darah untuk berkembang.

Fase perkembangan nyamuk dari telur hingga menjadi nyamuk dewasa sangat
menakjubkan. Telur nyamuk biasanya diletakkan pada daun lembap atau kolam yang
kering. Pemilihan tempat ini dilakukan oleh induk nyamuk dengan menggunakan reseptor
yang ada di bawah perutnya. Reseptor ini berfungsi sebagai sensor suhu dan kelembapan.
Setelah tempat ditemukan, induk nyamuk mulai mengerami telurnya. Telur-telur itu
panjangnya kurang dari 1 mm, disusun secara bergaris, baik dalam kelompok maupun satu
persatu. Beberapa spesies nyamuk meletakkan telur-telurnya saling berdekatan membentuk
suatu rakit yang bisa terdiri dari 300 telur.

Selesai itu, telur berada pada masa periode inkubasi (pengeraman). Pada periode ini,
inkubasi sempurna terjadi pada musim dingin. Setelah itu larva mulai keluar dari telurnya
semua dalam waktu yang hampir sama. Anak Nyamuk atau ENCU Sampai siklus
pertumbuhan ini selesai secara keseluruhan. Larva nyamuk akan berubah kulitnya
sebanyak 2 kali.

Selesai berganti kulit, nyamuk berada pada fase transisi. Fase ini dinamakan "fase
pupa". Pada fase ini, nyamuk sangat rentan terhadap kebocoran pupa. Agar tetap bertahan,
sebelum pupa siap untuk perubahan kulit yang terakhir kalinya, 2 pipa nyamuk muncul ke
atas air. pipa itu digunakan untuk alat pernapasan.

Nyamuk dalam kepompong pupa yang cukup dewasa dan siap terbang dengan semua
organnya seperti antenaa, belalai, kaki, dada, sayap, perut, dan mata besar yang menutupi
sebagian besar kepalanya. lalu kepompong pupa disobek di atas. Tingkat ketika nyamuk
yang telah lengkap muncul ini adalah tingkat yang paling membahayakan.

Nyamuk harus keluar dari air tanpa kontak langsung dengan air, sehingga hanya
kakinya yang menyentuh permukaan air. Kecepatan ini sangatlah penting, meskipun angin
tipis dapat menyebabkan kematiannya. Akhirnya, nyamuk tinggal landas untuk
penerbangan perdananya setelah istirahat sekitar setengah jam.

Culex tarsalis bisa menyelesaikan siklus hidupnya dalam tempo 14 hari pada 20 °C
dan hanya sepuluh hari pada suhu 25 °C. Sebagian spesies mempunyai siklus hidup
sependek empat hari atau hingga satu bulan. Larva nyamuk dikenal sebagai jentik dan
didapati di sembarang bekas berisi air. Jentik bernafas melalui saluran udara yang terdapat
pada ujung ekor. Pupa biasanya seaktif larva, tetapi bernafas melalui tanduk thorakis yang
terdapat pada gelung thorakis. Kebanyakan jentik memakan mikroorganisme, tetapi
beberapa jentik adalah pemangsa bagi jentik spesies lain. Sebagian larva nyamuk
sepertiWyeomia hidup dalam keadaan luar biasa.

Jentik-jentik spesies ini hidup dalam air tergenang dalam tumbuhan epifit atau di
dalam air tergenang dalam pohon periuk kera. Jentik-jentik spesies
genus Deinoceriteshidup di dalam sarang ketam sepanjang pesisir pantai.

D. Pemeriksaan jentik

pemberantasan jentik berkala adalah pemeriksaan tempat-tempat


perkembangbiakan nyamuk (tempat-tempat penampungan air) yang ada di dalam rumah
seperti bak mandi/WC, vas bunga, tatakan kulkas, dll dan di luar rumah seperti talang air,
alas pot kembang, ketiak daun, lubang pohon, pagar bambu, dll yang dilakukan secara
teratur setiap minggu.

1. Tujuan PJB:

Menciptakan rumah bebas jentik, rumah bebas jentik adalah rumah tangga yang
setelah dilakukan pemeriksaan jentik secara berkala tidak terdapat jentik nyamuk.

2. Pelaksanaan PJB dilakukan oleh :

a) Anggota rumah tangga

b) Kader

c) Juru Pemantau Jentik (Jumantik)

d) Tenaga pemeriksa jentik lainnya

3. Mamfaat rumah bebas jentik

a) Populasi nyamuk menjadi terkendali sehingga penularan penyakit dengan perantara


nyamuk dapat dicegah atau dikurangi

b) Kemungkinan terhindar dari berbagai penyakit semakin besar seperti Demam Berdarah
Dengue (DBD), Malaria, Chikungunya,atau Kaki Gajah

c) Lingkungan rumah menjadi bersih dan sehat.

4. Cara pemeriksaan jentik berkala yaitu:

a) Mengunjungi setiap rumah tangga yang ada di wilayah kerja untuk memeriksa tempat yang
sering menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk/tempat penampungan air di dalam dan
di luar rumah serta memberikan penyuluhan tentang PSN kepada anggota rumah tangga.

b) Menggunakan senter untuk melihat keberadaan jentik.

c) Jika ditemukan jentik, anggota rumah tangga diminta untuk ikut. menyaksikan/melihat
jentik, kemudian langsung dilanjutkan dengan PSN melalui 3 M atau 3 M plus.

d) Memberikan penjelasan manfaat dan anjuran PSN kepada anggota rumah tangga.

e) Mencatat hasil pemeriksaan jentik pada Kartu Jentik Rumah (kartu yang ditinggalkan di
rumah) dan pada Formulir pelaporan ke Puskesmas.

5. Peran kader dalam membina rumah tangga agar menciptakan rumah bebas jentik yaitu :
a) Memanfaatkan setiap kesempatan di desa/kelurahan untuk memberikan penyuluhan
tentang pentingnya PSN dan PJB, misalnya melalui penyuluhan kelompok di Posyandu,
pertemuan kelompok Dasa Wisma, arisan, pengajian, pertemuan desa/kelurahan,
kunjungan rumah dan melalui media cetak (poster,selebaran, spanduk).

b) Bersama pemerintah desa/kelurahan dan tokoh masyarakat setempat menggerakkan


masyarakat untuk melakukan PSN danPJB.

c) Melakukan pemeriksaan jentik berkala secara teratur setiap minggu dan mencatat angka
jentik yang ditemukan pada Kartu Jentik Rumah.

d) Mengumpulkan data angka bebas jentik dari setiap rumah tangga yang ada di wilayah kerja
dan melaporkan secara rutin kepada Puskesmas terdekat untuk mendapat tindak
lanjutpenanganan bila terjadi masalah/kasus.

e) Menginformasikan angka jentik yang ditemukan kepada setiap rumah tangga yang
dikunjungi sekaligus memberikan penyuluhan agar tetap melaksanakan pemberantasan
sarang nyamuk secara rutin dan menegur secara baik apabila masih terdapat jentik
nyamuk.

E. pemberantasan sarang nyamuk(PSN)

Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan cara 3 M plus (Menguras, Menutup,


Mengubur, plus Menghindari gigitan nyamuk).PSN merupakan kegiatan memberantas
telur, jentik, dan kepompong nyamuk penular berbagai penyakit seperti Demam Berdarah
Dengue, Chikungunya, Malaria, Filariasis (Kaki Gajah)di tempat-tempat perkembang
biakannya. 3M Plus yang dilakukan pada saat PSN yaitu:

1. Menguras

Menguras dan menyikat tempat-tempat penampunganair seperti Tandon air yang


bisa dikuras antara lain bak mandi, bak WC, Vas Bunga, Perangkap Semut, Tempat minum
burung dsb. Cara menguras yang baik adalah dengan menyikat atau menggosok rata
dinding bagian dalam tandon air, menadatar maupun naik turun. Maksudnya agar telur
nyamuk yang menempel dapat lepas dan tidak menetas jentik.

2. Menutup

Ada 2 jenis menutup tandon air agar tidak dipakai nyamuk berkembang biak:

a) Menutup tandon dengan rapat agar air yang disimpan tidak ada jentiknya. Jenis tandon ini
antara lain : gentong, padasan, drum, reservoar, emberisasi dsb.

b) Menutup tandon agar tidak terisi air . Misalnya tonggak bambu dapat ditutup dengan pasir
atau tanah sampai penuh. Sedangkan untuk ban, aki dsb dapat ditutupi dengan plastik agar
tidak kemasukan air atau dimasukkan karung agar tidak tersentuh nyamuk.

3. Mengubur

Barang-barang bekas yang dapat menampung air dan tidak akan dimanfaatkan lagi
sebaiknya disingkirkan yang mudah adalah dengan mengubur ke dalam tanah. Barang-
barang bekas yang dapat menampung air dan perlu di kubur seperti ban bekas, kaleng
bekas, plastik-plastik yang dibuang sembarangan (bekas botol/gelas akua, plastikkresek,dll)

Plus Menghindari gigitan nyamuk, yaitu:

a) Menggunakan kelambu ketika tidur


b) Memakai obat yang dapat mencegah gigitannyamuk, misalnya obat nyamuk;
bakar,semprot,oles/diusap ke kulit, dll

c) Menghindari kebiasaan menggantung pakaiandi dalam kamar

d) Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi yang memadai

e) Memperbaiki saluran dan talang air yang rusak

f) Menaburkan larvasida (bubuk pembunuh jentik) di tempat-tempatyang sulit dikuras


misalnya di talang air atau di daerah sulit air

g) Memelihara ikan pemakan jentik di kolam/bak penampung air,misalnya ikan cupang, ikan
nila, dll

h) Fogging

Bukan cara terbaik untuk memberantas nyamuk penular DBD, hanya membunuh
nyamuk dewasa. Pada hari-hari berikutnya akan menetas nyamuk-nyamuk baru lagi,
karena telur dan jentik-jentik tidak mati. Fogging berdampak buruk terhadap kesehatan
karena menggunakan pestisida dan solar.

 Pestisida merupakan racun yang dapat merusak syaraf dan beresiko penyebab kanker,
kelahiran anak cacat , kerusakan genetik/ keturunan, keguguran dan kemandulan.

 Solar mengeluarkan emisi COx, NOx, SOx yang dapat mencemari udara dan berdampak
buruk terhadap kesehatan.

BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan

1. Pemeriksaan/survei jentik antara lain dengan cara pemeriksaan secera berkala, seperti :

a) Mengunjungi setiap rumah tangga yang ada di wilayah kerja untuk memeriksa tempat yang
sering menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk/tempat penampungan air di dalam dan
di luar rumah serta memberikan penyuluhan tentang PSN kepada anggota rumah tangga.

b) Menggunakan senter untuk melihat keberadaan jentik.

c) Jika ditemukan jentik, anggota rumah tangga diminta untuk ikut. menyaksikan/melihat
jentik, kemudian langsung dilanjutkan dengan PSN melalui 3 M atau 3 M plus.

d) Memberikan penjelasan manfaat dan anjuran PSN kepada anggota rumah tangga.

e) Mencatat hasil pemeriksaan jentik pada Kartu Jentik Rumah (kartu yang ditinggalkan di
rumah) dan pada Formulir pelaporan ke Puskesmas.
2. Pemberantasan nyamuk dengan 3M plus, seperti :

a) Menguras

b) Menutup

c) Mengubur

Plus mnghindari gigitan nyamuk dengan cara :

 Menggunakan kelambu ketika tidur

 Menghindari kebiasaan menggantung pakaiandi dalam kamar

 Mengupayakan pencahayaan dan ventilasi yang memadai

 Memperbaiki saluran dan talang air yang rusak

 Memelihara ikan pemakan jentik di kolam/bak penampung air,misalnya ikan cupang, ikan
nila, dll

 Fogging

B. Saran

Semoga pembaca dapat mengetahui dan memahami prilaku hidup bersih dan sehat
dalam tatanan rumah tangga(PHBS), terutama pemberantasan jentik guna menghindari
penyakit yang bisa ditimbulkan oleh nyamuk sehingga dalam kehidupan rumah tangga bisa
hidup bersih dan sehat. Serta dapat mengaplikasikan hal tersebut dengan baik dan benar
dalam kehidupan bermasyarakat.

DAFTAR PUSTAKA

Proverawati, atikah dan eni rahmawati.2012.prilaku hidup bersih dan sehat.nuha

medika:yogyakarta.

http://butiransains.blogspot.com/2012/10/phbs-no-7-memberantas-jentik-nyamuk-

di.html (Di akses pada hari selasa 24 November 2014, jam 10:00 WITA)

http://febri-yunaldi-chaniago.blogspot.com/2013/02/makalah-perilaku hidup bersih-dan-


sehat.html (Di akses pada hari rabu 19 November 2014, jam 13:35 WITA)

http://organisasi.org/ilmu_pengetahuan/kesehatan_masyarakat.html ( diakses pada hari sabtu 6


desember 2014)

http://sobatsehat.com/2009/12/07/kenali-10-gejala-gejala-penyakit-demam -berdarah.html ( diak


sese pada hari sabtu 6 desember 2014