Anda di halaman 1dari 8

PEMERINTAH KABUPATEN NGANJUK

DINAS KESEHATAN
UPTD PUSKESMAS BERBEK
Jl. Mayjend. Supeno No.135 Telp.0358-324664
Email : pkm.berbek@gmail.com
Kode pos 64473

KERANGKA ACUAN PROMKES


MUSYAWARAH MASYARAKAT DESA (MMD)
1. PENDAHULUAN
Visi pembangunan nasional tahun 2005-2025 sebagaimana ditetapkan dalam
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 17 Tahun 2007 tentang Rencana Pembangunan
Jangka Panjang Nasional Tahun 2005-2025 adalah ”INDONESIA YANG MANDIRI, MAJU,
ADIL DAN MAKMUR.” Untuk mewujudkan visi tersebut ditetapkan 8 (delapan) arah
pembangunan jangka panjang, yang salah satunya adalah mewujudkan bangsa yang berdaya
saing.Berkaitan dengan hal tersebut, Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun
2009 tentang Kesehatan mengamanatkan bahwa pembangunan kesehatan harus ditujukan
untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan kemampuan hidup sehat masyarakat yang
setinggi-tingginya, sebagai investasi bagi pembangunan sumber daya manusia yang produktif
secara sosial dan ekonomis. Setiap orang berhak atas kesehatan dan setiap orang mempunyai
hak yang sama dalam memperoleh akses atas sumber daya di bidang kesehatan. Namun di
samping itu, setiap orang juga tidak luput dari kewajiban-kewajiban di bidang kesehatan.
Untuk itu, Pemerintah memiliki sejumlah tanggung jawab yang harus dilaksanakannya, yang
meliputi tanggung jawab untuk merencanakan, mengatur, menyelenggarakan, membina, dan
mengawasi penyelenggaraan upaya kesehatan yang merata dan terjangkau oleh masyarakat.
Masyarakat adalah sekelompok manusia yang mendiami teritorial tertentu dan
adanya sifat-sifat yang saling tergantung, pembagian kerja dan kebudayaan bersama.
Pengembangan kesehatan masyarakat di Indonesia yang telah dijalankan selama ini masih
memperlihatkan adanya ketidaksesuaian antara pendekatan pembangunan kesehatan
masyarakat dengan tanggapan masyarakat. Meskipun dalam UU No. 23 Tahun 1992 tentang
kesehatan telah ditegaskan bahwa tujuan pembangunan kesehatan masyarakat salah satunya
adalah meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatannya.
Kegiatan tersebut merupakan bagian integral dari pembangunan nasional
umumnya pembangunan desa pada khususnya. Kegiatan ini diharapkan muncul atas
kesadaran dan prakarsa masyarakat sendiri dengan bimbingan dan pembinaan dari
pemerintah secara lintas program dan lintas sektoral ( Depkes RI,1989). beserta tokoh
masyarakatnya dan para petugas untuk membahas hasil suvei mawas diri dan merencanakan
penanggulangan masalah kegiatan yang di peroleh dari hasil mawas diri Sedangkan Rencana
Kegiatan adalah alat/instrumen untuk memastikan bahwa visi dan tujuan program/kegiatab
bisa terlaksan Tindak Lanjut MMD adalah lanjutan rencana kegiatan yang digunakan untuk
memecahkan masalah sampai menyelesaikan prioritas masalah
. Misi puskesmas yaitu: Meningkatkan mutu & profesionalisme pelayanan

kesehatan,Memberdayakan masyarakat dalam mengatasi masalah kesehatan masyarakat

secara mandiri, Mengembangkan sarana informasi sesuai dengan kemajuan teknologi,

Menjalin kerjasama dengan lintas sektor dan seluruh potensi yang ada dimasyarakat serta Tata

Nilai antara lain JIMAT artinya berjiwa dekat dengan masyarakat. JIMAT sangat diperlukan

dalam kehidupan sehari-hari untuk pembangunan kesehatan untuk lebih dekat dan

memasyarakat. JIMAT juga Melibatkan seluruh potensi yang ada di masyarakat, sehingga

Puskesmas bersama masyarakat mampu menyelesaikan masalah masalah kesehatan yang ada

di wilayah kerja Puskesmas.

II. LATAR BELAKANG


Kecamatan Berbek mempunyai 19 Desa. Berdasarkan hasil survey mawas diri

Tahun 2016 kemarin di desa-desa tersebut didapatkan bahwa kebiasaan merokok

didalam rumah masyarakat masih tinggi sehingga kegiatan MMD (Musywarah

Masyarakat Desa) ini diharapkan dapat lebih memotivasi masyarakat untuk

meningkatakan kegiatan di bidang kesehatan. Untuk itu kami petugas kesehatan

khususnya petugas Upaya kesehatan Masyarakat Promosi Kesehatan akan berusaha

membantu masyarakat memecahkan masalah kesehatan yang ada di lingkungan itu

dengan memberikan informasi,komunikasi dan edukasi sebagai wujud intervensi dan

implementasi guna tercapainya masyarakat yang sehat dan mandiri ini

A. Dasar Hukum
1. Undang-undang No. 36 tahun 2009 mengamanatkan bahwa pemerintah harus

menyediakan pelayanan kesehatan yang bermutu, aman, efisien, terjangkau dan

merata.
2. Undang- Undang Nomor 29 tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran (Lembaran

Negara Tahun 2004 Nomor 116, tambahan lembaran Negara Nomor 4431).
3. Undang- Undang Nomor 25 tahun 2009 tentang Pelayanan Publik (Lembaran Negara

Tahun 2009 Nomor 112).


4. Undang- Undang Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan (Lembaran Negara Tahun

2009 Nomor 140, tambahan lembaran Negara Nomor 5063);


5. Undang- Undang Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah.
6. Peraturan Presiden Republik
7. Indonesia Nomor 72 tahun 2012 tentang Sistem Kesehatan Nasional, Lembaran

Negara Republik Indonesia tahun 2012 nomor 193.


8. Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 12 tahun 2013 tentang Jaminan

Kesehatan Nasional.
9. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi nomor 35

tahun 2012 tentang Pedoman Penyusun Standart Operasional Prosedur Administrasi

Pemerintah.
10. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 71 tahun 2013 tentang Pelayanan Kesehatan pada

Jaminan Kesehatan Nasional.


11. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 75 tahun 2014 tentang Pusat Kesehatan

Masyarakat.
12. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 44 tahun 2016 tentang Managemen Puskesmas.
13. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 65 Tahun 2013 Tentang Pedoman Pelaksanaan

dan Pembinaan Pemberdayaan Masyarakat Bidang Kesehatan.


14. SK kepala UPTD Puskesmas Berbek Nomor .................................... Tentang

Kebijakan Pengelolaan UKM Puskesmas Berbek


15. Keputusan Menteri Kesehatan RI nomor 1193 / Menkes / SK / X / 2004 Tentang

Kebijakan Nasional Promosi Kesehatan


16. Surat Keputusan Menteri Kesehatan RI Nomor 1114/Menkes/SK/II/2005 tentang

Pedoman Promosi Kesehatan di Daerah


17. Keputusan Menkes RI No. 585/MENKES/SK/V/2007 Tentang Pedoman Pelaksanaan

Promosi Kesehatan di Puskesmas

III. PENGORGANISASIAN DAN TATA HUBUNGAN KERJA

A. TATA KELOLA KEGIATAN


Dalam rangka pelaksanaan kegiatan pembinaan PHBS, maka disusun organisasi

kegiatan yang beranggotakan tim sebagaimana pada gambar 1

Pelindung
Kepala UPTD Puskesmas
Penanggung Jawab UKM

Pelaksana

Gambar 1. Struktur Organisasi MMD

B. TATA HUBUNGAN KERJA

a. Pelindung /Kepala UPTD Puskesmas (dr. Endang Rahayu)


1) Kepala UPTD Puskesmas sebagai pelindung dan penanngung jawab kegiatan program
2) Membantu menyelesaikan hambatan yang terjadi.
b. Penanggung Jawab Upaya Kesehatan Masyarakat (Minarti))
1) Penanggung Jawab UKM melakukan koordinasi dengan lintas sektor dan masyarakat
2) Penanggung Jawab UKM merekomendasi upaya pemberdayaan oleh masyarakat

dalam kegiatan survey mawas diri


3) Penanggung Jawab UKM melakukan monitoring dan evaluasi kegiatan
4) Penanggung Jawab melaporkan hasil penggalian dari masyarakat untuk menopang

kegiatan program

c. Tim pelaksana MMD (Bidan desa dan promkes)

1) Mengidentifikasi peran lintas sektor dalam membentuk kegiatan program promkes


2) Menjalin komunikasi dan koordinasi dengan masyarakat dan sasaran program
3) Penanggung jawab melakukan monitoring dan evaluasi hasil kegiatan
4) Penanggung jawab melaporkan hasil kegiatan

IV. Tujuan Kegiatan

1. Tujuan Umum
a. Tujuan Umum
Tercapai masyarakat yang sehat dan mandiri di Kecamatan Berbek
2. Tujuan Khusus
a. Masyarakat mengenal masalah kesehatan di wilayahnya
b. Masyarakat bersepakat untuk menanggulangi masalah kesehatan
c. Masyarakat menyusun rencana kerja untuk menanggulangi masalah kesehatan
d. Memastikan bahwa visi dan tujuan program/ kegiatan bisa terlaksana
V. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

Tabel 1. Distribusi Kegiatan Pokok dan Kegiatan


NO Kegiatan Pokok Rincian Kegiatan

 Pembukaan dilakukan oleh Kepala Desa dengan


1 MMD menguraikan tujuan MMD dan menghimbau
Musyawarah seluruh peserta agar aktif mengemukakan pendapat
Masyarakat Desa dan pengalaman sehingga membantu pemecahan
masalah yang dihadapi bersama.
 Perkenalan peserta yang dipimpin oleh kader untuk
menimbulkan suasana keakraban.
 Penyajian hasil survei oleh kader selaku tim
pelaksana SMD.
 Perumusan dan penentuan prioritas masalah
kesehatan atas dasar pengenalan masalah kesehatan
dan hasil SMD dilanjutkan dengan rekomendasi
teknis dari petugas kesehatan di desa / bidan di
desa.
 Menggali dan menemu-kenali potensi yang ada di
masyarakat untuk memecahkan masalah yang
dihadapi.
 Penyusunan rencana kerja penanggulangan masalah
kesehatan yang dipimpin oleh kepala desa.
 Penyimpulan hasil MMD berupa penegasan tentang
rencana kerja oleh Kepala Desa.
 Penutup
VI. CARA MELAKSANAKAN KEGIATAN
Cara melakukan ceramah dan diskusi

VII . SASARAN

Sasaran MMD adalah semua desa/kelurahan diwilayah kerja puskesmas Berbek

VIII. PERAN LINTAS PROGRAM DAN LINTAS SEKTOR

No Kegi Leadin Lintas Program Lintas Sektor


atan g
sector
PRO P2 Keslin Gizi Prom KI Bidan Kepala FMD Tokoh
MKE g kes A desa desa (Forum masyarak
S Masyara at
kat desa)
1 MM PROM - - - Koord Pelaks Pelaksa Menduk Pendukun
D KES inator ana na ung g kegiatan
Mus terlaksan MMD
yawa anya
rah MMD
masy
araka
t
desa

IX. JADWAL KEGIATAN

NO Kegiatan BULAN
Jan Feb Mar Apr Mei Juni Juli Agts Sept Okt Nov Des
1 MMD 2,3,
Musyawarah 15,
masyarakat 20,
desa 21,
24,
25,

X. TEMPAT PELAKSANAAN KEGIATAN


Kegiatan ini dilaksanakan diluar gedung di Puskesmas Berbek sesuai jadwal.
XI. PELAKSANA DAN PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN
a. Pelaksana Kegiatan adalah Bidan wilayah
b. Koordinator adalah pemegang program
c. Penanggung jawab kegiatan adalah Kepala Puskesmas Berbek Kabupaten Nganjuk

XII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN


Evaluasi ketepatan jadwal pelaksanaan dilakukan setiap satu tahun satu kali

dilakukan oleh Penanggung jawab Program. Akan dilakukan tindakan korektif jika terjadi

ketidak tepatan jadual pelaksanaan.

XIII. PENCATATAN PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN

Pencatatan pelaporan dan evaluasi kegiatan ini merupakan Laporan dan Evaluasi

Pelaksanaan Kegiatan. Pada dasarnya laporan berisi tanggal pelaksanaan, kendala yang

dihadapi yang sekaligus merupakan bentuk evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan.

Laporan evaluasi ini dibuat satu bulan sekali. Dilakukan setiap kali selesai melakukan

kegiatan, dan ditujukan kepada Kepala UPTD Puskesmas.

Pembiayaan Pelaksanaan Survemawas diri di biayai oleh dana APBD I.

Nganjuk, 29 September 2018


Mengetahui
Kepala UPTD Puskesmas Berbek Pelaksana Program Promkes

dr. Endang Rahayu Sumarni Amd.Kep


NIP. 19610203 198903 2 005 NIP.19651309 198802 2 001

LAPORAN EVALUASI HASIL PELAKSANAAN KEGIATAN

1. Nama Kegiatan : MMD (Musyawarah Masyarakat Desa)


2. Tanggal Pelaksanaan : 3,4 dan 5 Juli 2017
3. Target Jumlah Sasaran : 6 desa
4. Kriteria Sasaran :-
5. Lain-lain :-
6. Hasil Kegiatan : Arsip laporan.
7. Masalah :
8. Rencana Tindak Lanjut :
.

Mengetahui Nganjuk, 28 Pebruari 2017


Kepala UPTD Puskesmas Berbek Pelaksana Program Promkes

dr. Endang Rahayu Sumarni


NIP. 19610203 198803 2 005 NIP.19650913 198812 2 001
LAPORAN EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN

Nama Kegiatan : MMD dan Pelaksanaan Penanggulangan Bidang Promosi


Kesehatan

Ketepatan Pelaksanaan
No Jadwal
Tepat Waktu Tidak Tepat Waktu
1 Desa Salamrojo √
2 Desa Cepoko √
3 Desa Maguan √
4 Desa Semare √
5 Desa Mlilir √
6 Desa Bendungrejo √
7 Desa Berbek √
8 Desa Sengkut √
9 Desa Ngrawan √
10 Desa Sumberwindu √
11 Desa Kacangan √
12 Desa Sendangbumen √
13 Desa Sumberurip √
14 Desa Patran √
15 Desa Balongrejo √
16 Desa Tiripan √
17 Desa Sonopatik √
18 Desa Grojogan √
19 Desa Bulu √