Anda di halaman 1dari 10

BAB 1

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang


Vitamin A adalah zat gizi yang paling esensial, hal itu dikarenakan
konsumsi makanan kita belum mencukupi dan masih rendah sehingga harus
dipenuhi dari luar. Kekurangan vitamin A (KVA) akan meningkatkan kesakitan
dan kematian, mudah terserang penyakit infeksi seperti diare, radang paru-paru,
pneumonia, dan akhirnya kematian. Akibat lain yang paling serius dari
kekurangan vitamin A (KVA) adalah rabun senja yaitu betuk lain dari
xeropthalmia termasuk kerusakan kornea mata dan kebutaan. Vitamin A
bermanfaat untuk menurunkan angka kesakitan angka kematian, karena vitamin A
dapat meningkatkan daya tahan tubuh terhadap penyakit infeksi seperti campak,
diare, dan ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut).
WHO memperkirakan 12 orang menjadi buta setiap menit di dunia dan 4
diantaranya berasal dari Asia Tenggara (Siswanto, 2007). Penelitian yang telah
dilakukan WHO pada tahun 1992 menunjukkan dari 20 juta balita di Indonesia
dari umur enam bulan hingga lima tahun, setengahnya menderita kekurangan
vitamin A. Sedangkan data WHO tahun 1995 Indonesia merupakan salah satu
negara yang pemenuhan vitamin A
tergolong rendah (Siswanto, 2007).
Departemen Kesehatan sendiri telah gencar melakukan program
penanggulangan kekurangan vitamin A sejak tahun 1970-an. Dari catatan Depkes,
tahun 1992 bahaya kebutaan akibat kekurangan vitamin A mampu diturunkan
secara signifikan. Berdasarkan studi masalah gizi mikro di10 propinsi tahun 2006
diketahui cakupan pemberian vitamin A pada balita mencapai lebih dari 80%.
Cakupan pemberian vitamin A kembali menurun pada tahun 2007 yaitu sebesar
60% (Siswanto, 2007).
Salah satu penanggulangan progran KVA yang telah dijalankan adalah
dengan memberi suplementasi kapsul vitamin A dosis tinggi 2 kali pertahun pada
balita dan ibu nifas untuk mempertahankan bebas buta warna karena KVA dan
mencegah berkembangnya kembali masalah Xerofthalmia dengan segala
manifestasinya (gangguan penglihatan, buta senja dan bahkan kebutaan sampai
kematian). Balita yang dimaksud dalam program distribusi kapsul vitamin A
adalah bayi berumur 6 bulan sampai 11 bulan dan balita usia 12 bulan sampai 59
bulan yang mendapatkan kapsul vitamin A dosis tinggi. Kapsul vitamin A dosis
tinggi terdiri dari kapsul biru yang diberikan pada bayi usia 6 bulan sampai 11
bulan dan kapsul vitamin A warna merah balita usia 12 bulan sampai 59 bulan
dengan dosis 100.000 IU yang diberikan pada bulan Februari dan Agustus setiap
tahunnya sasaran targer pada pragram tersebut yaitu sebanyak 85%.

1.2 Rumusan Masalah


1.2.1 Apa pengertian dari Pengetahuan?
1.2.2 Apa Faktor-Faktor yang Memepengaruhi Pengetahuan?
1.2.3 Bagaimanakah proses memperoleh pengetahuan?
1.2.4 Bagaimana Cara mengukur pengetahuan?
1.2.5 Apa pengetian vitamin A?
1.2.6 Apa saja sumber makanan yang mengandung Vitamin A?
1.2.7 Apa fungsi vitamin A untuk tubuh?
1.2.8 Berapa banyak kebutuhan Vitamin A menurut umur?

1.3 Tujuan Penelitian


1.3.1 Tujuan Umum
Untuk mengetahui tingkat pengetahuan ibu tentang vitamin
A pada balita dan pengaruh pemberian vitamin A dosis tinggi pada
balita.

1.3.2 Tujuan Khusus

1. Untuk mengetahui pengertian dari pengetahuan.


2. Untuk mengetahui fakor-faktor yang mempengaruhi pengetahua.
3. Untuk mengetahui proses memperoleh pengetahuan.
4. Untuk mengetahui cara mengukur pengetahuan.
5. Untuk mengetahui pengertian vitamin A.
6. Untuk mengetahui sumber makanan yang mengandung vitamin A.
BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA

2.1 Pengertian Pengetahuan

Pengetahuan (knowledge) adalah hasil tahu dari manusia, yang sekedar


menjawab pertanyaan “what “, misalnya apa air, apa manusia, apa alam, dan
sebagainya. Pengetahuan adalah salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang
dalam berperilaku termasuk perilaku ibu hamil dalam keteraturan kunjungan
antenatal. Menurut L.Green (1980) perilaku kesehatan seseorang dipengaruhi oleh
factor predisposisi yang meliputi pengetahuan,sikap, kepercayaan, nilai dan
sebagainya Pengetahuan yang dicakup di dalam domain kognitif mempunyai 6
tingkatan, yakni :

1) Tahu (know)
Yang diartikan sebagai mengingat suatu materi yang telah
dipelajari sebelumnya, kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu
tentang apa yang dipelajari antara lain menyebutkan, menguraikan,
mendefinisikan, menyatakan, dsb.
2) Memahami (comprehension)
Diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara
benar tentang obyek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi
tersebut secara benar.
3) Aplikasi (aplication)
Diartikan sebagai kemampuan menggunakan materi yang telah
ipelajari pada situasi atau kondisi real.
4) Analisis (analysis)
Adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu
objek ke dalam komponen, tetapi masih di dalam suatu struktur organisasi
tersebut dan masih ada kaitannya satu sama lain. Kemampuan analisis ini
dapat dilihat dari penggunaan kata kerja seperti menggambarkan
(membuat bagan), memisahkan, mengelompokkan, dsb.
5) Sintesis (synthesis)
Menunjuk kepada suatu kemampuan untuk meletakkan atau
menghubungkan bagian-bagian di dalam suatu bentuk keseluruhan yang
baru. Misalnya dapat menyusun, dapat merencanakan, dapat
meringkaskan, dapat menyesuaikan, dsb terhadap suatu teori atau
rumusan-rumusan yang telah ada.
6) Evaluasi (evaluation)
Berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan justifikasi
terhadap suatu materi atau obyek (Notoatmodjo,2012).

2.2 Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Pengetahuan


Menurut Notoadmojo (2012) pengetahuan dipengaruhi oleh faktor:
a. Pendidikan
Pendidikan adalah suatu proses belajar yang berarti terjadi proses
pertumbuhan, perkembangan atau perubahan ke arah yang lebih dewasa,
lebih baik dan lebih matang pada diri individu, keluarga atau masyarakat.
Beberapa hasil penelitian mengenai pengaruh pendidikan terhadap
perkembangan pribadi, bahwa pada umumnya pendidikan itu mempertinggi
taraf intelegensi individu.
b. Persepsi
Persepsi, mengenal dan memilih objek sehubungan dengan tindakan
yang akan di ambil.
c. Motivasi
Motivasi merupakan dorongan, keinginan dan tenaga penggerak
yang berasal dari dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu dengan
mengeyampingkan hal-hal yang dianggap kurang bermanfaat. Dalam
mencapai tujuan dan munculnya motivasi dan memerlukan rangsangan dari
dalam individu maupun dari luar. Motivasi murni adalah motivasi yang betul-
betul disadari akan pentingnya suatu perilaku akan dirasakan suatu
kebutuhan.
d. Pengalaman
Pengalaman adalah sesuatu yang dirasakan (diketahui, dikerjakan)
juga merupakan kesadaran akan suatu hal yang tertangkap oleh indera
manusia. Faktor eksternal yang mempengaruhi pengetahuan antara lain:
meliputi lingkungan, sosial, ekonomi, kebudayaan dan informasi. Lingkungan
sebagai faktor yang berpengaruh bagi pengembangan sifat dan perilaku
individu. Sosial ekonomi, pengahasilan sering dilihat untuk memiliki
hubungan antar tingkat pengahasilan dengan pemanfaatan.

2.3 Proses Memperoleh Pengetahuan


Menurut Notoatmodjo (2012) mengatakan bahwa cara memperoleh
pengetahuan dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu cara tradisional dan
cara modern (ilmiah).
A. Cara tradisional atau Non ilmiah
Cara-cara penemuan pengetahuan pada periode ini antara lain meliputi
cara coba salah, cara kekuasaan, Berdasarkan pengalaman pribadi, melalui
jalan pikiran.
1) Cara coba salah (Trial and error)
Cara ini dilakukan dengan menggunakan kemungkinan dalam
memcahkan masalah, dan apabila kemungkinan tersebut tidak berhasil,
dicoba kemungkinan yang lain, dan apabila kemungkinan tidak berhasil
pula dicoba kemungkinan yang lain pula sampai masalah tersebut dapat
terpecahkan. Itulah sebabnya cara ini disebut coba-salah (trial and error).
2) Cara kekuasaan (otoriter)
Sumber pengetahuan ini dapat berupa pemimpin masyarakat baik
formal maupun nonformal, ahli agama, pemegang pemerintahan, ahli ilmu
pengetahuan dan sebagainya. Dengan kata lain, pengetahuan tersebut
diperoleh berdasarkan pada otoritas atau kekuasaan.
3) Berdasarkan pengalaman pribadi
Cara ini dengan mengulang kembali pengalaman yang diperoleh
dalam memecahkan permasalahan yang dihadapi pada masa lalu. Apabila
dengan cara yang digunakan tersebut orang dapat memecahkan masalah
yang dihadapi, maka untuk memecahkan masalah lain yang sama, orang
dapat pula menggunakan cara tersebut. Tetapi bila ia gagal, ia tidak dapat
mengulangi cara itu dan berusaha untuk mencari jawaban yang lain,
sehingga dapat berhasil memecahkannya.
4) Melalui jalan pikiran
Yaitu dengan menggunakan penalaran dalam memperoleh
kebenaran pengetahuan. Penalaran dengan menggunakan jalan pikiran ada
2 (dua) yaitu dengan cara induksi dan deduksi. Penalaran Induktif, yaitu
penalaran yang berdasar atas cara berfikir untuk menarik kesimpulan umum
dari sesuatu yang bersifat khusus atau individual. Penalaran deduktif, yaitu
penalaran yang berdasar atas cara berpikir yang menarik kesimpulan yang
khusus dari sesuatu yang bersifat umum (Nursalam, 2013).
B. Cara modern atu cara ilmiah
Cara baru atau modern dalam memperoleh pengetahuan disebut metode
penelitian ilmiah atau lebih popular disebut metodologi penelitian (research
methodology). Metode ilmiah adalah upaya memecahkan masalah melalui
berfikir rasional dan berfikir empiris dan merupakan prosedur untuk
mendapatkan ilmu.
Metode ilmiah pada dasarnya menggabungkan berfikir rasional
dengan berfikir empiris, artinya pertanyaan yang dirumuskan disatu pihak
dapat diterima oleh akal sehat dan dipihak lain dapat dibuktikan melalui data
dan fakta secara empiris (Nursalam, 2013).

2.4 Cara Pengukuran Pengetahuan


Pengukuran pengetahuan dapat dilakukan dengan wawancara atau
angket yang menanyakan tentang isi materi atau objek. Penilaian-penilaian
itu didasarkan pada suatu kriteria yang ditentukan sendiri, atau
menggunakan kriteria-kriteria yang telah ada (Notoatmodjo, 2012). Pada
penelitian ini cara untuk mengukur pengetahuan ibu hamil menggunakan
pedoman kuesioner yang membahas tentang kunjungan ANC yang jumlah
soalnya sebanyak 10 soal di setaip soal memiliki pilihan apabila jawaban
benar memiliki poin 1 (satu) dan apabila jawaban salah memiliki poin 0
( kosong) sehingga jumlah pertanyaan yang di jawab benar di bagi jumlah
soal dan di kali 100.
Katagori pengetahuan menurut Arikunto, 2010
a. Baik : 76-100%
b. Cukup : 56-75%
c. Kurang : ≤ 55 %

2.5 Pengertian Vitamin A


Definisi Vitamin A adalah salah satu jenis vitamin larut dalam lemak
yang sangat diperlukan tubuh, Berperan penting dalam proses penglihatan
dan kesehatan mata, serta melindungi tubuh dari berbagai mikroorganisme
asing dan patogen penyebab penyakit, karena vitamin A juga berperan
penting dalam sistem kekebalan tubuh dan antioksidan (Beta karoten) untuk
menangkal radikal bebas. Nama lain Vitamin A yaitu Retinol, karena
senyawa retinol lah yang paling berfungsi untuk tubuh manusia, sebenarnya
ada beberapa golongan kelompok senyawa lain yang digolongkan kedalam
vitamin A antara lain Retinol, Retinil asetat, dan Retinil palmitat. Rumus
kimia vitamin A yaitu C20H30O.

2.6 Sumber Makanan Vitamin A


Sumber Vitamin A dari hewani dan nabati bisa kita dapatkan dari
mengkonsumsi berbagai jenis makanan yang kaya akan kandungan vitamin A
antara lain yaitu :
a) Wortel
b) Minyak ikan
c) Susu dan olahannya, termasuk mentega dan tepung susu
d) Keju dan olahannya
e) Hati, daging sapi dan ayam, telur, sarden, ikan dan lain sebagainya
f) Biji-bijian dan kacang-kacangan seperti kacang merah
g) Dari umbi-umbian yaitu ubi kuning, ubi jalar dan ubi rambat merah
h) Dari sereal dan produk olahan dari gandum dan jagung
i) Sayur-sayuran hijau, seperti bayam, kacang panjang, rumput laut,
kangkung, semangi, terong dan lain sebagainya.
j) Buah-buahan seperti apel, mangga, sukun, namun umumnya banyak
terdapat pada buah-buahan berwarna kuning seperti pisang dan
pepaya.

2.7 Fungsi Vitamin A Untuk Tubuh

Seperti pada pembahasan diatas banyak sekali fungsi Vitamin A untuk


tubuh, secara umum manfaat vitamin a antara lain untuk kesehatan mata,
Antioksidan, Sistem imunitas, Mengoptimalkan pertumbuhan janin dan beta
karoten nya juga bisa menghambat penuaan dini.

1. Manfaat Vitamin A Untuk Indra Penglihatan

Retinol sangat berperan penting dalam pembentukan indra penglihatan.


Bersama rodopsin, retinol membentuk pigmen yang sensitif terhadap
cahaya yang terima oleh retina, yang kemudian mengkonversi melekul
cahaya dan diproyeksi dalam bentuk gambar ke otak kita. Karena itulah
berbagai masalah kesehatan dan gangguan penglihatan dapat terjadi jika
kekurangan mengkonsumsi vitamin A dalam waktu yang relatif lama.
seperti rabun atau mata minus dan penyakit mata lainnya.

2. Manfaat Vitamin A Sebagai Antioksidan

Salah satu bentuk vitamin A adalah Betakaroten yang berfungsi untuk


menangkal radikal bebas baik yang berasal dari hasil oksidasi internal
tubuh maupun radikal bebas yang terdapat dilingkungan sekitar yang
masuk kedalam tubuh kita.
Antioksidan berfungsi untuk mencegah kerusakan materi genetik baik
DNA dan RNA, Sehingga dapat menurunkan laju mutasi genetis akibat
radikal bebas, penurunan laju mutasi genetis ini Secara tidak langsung
dapat menurunkan resiko terkena berbagai macam jenis penyakit kanker,
antioksidan juga terbukti bisa mencegah penuaan dini terutama pada sel-
sel kulit.

3. Manfaat Vitamin A Sebagai Imunitas Tubuh

Fungsi dan peran vitamin A selanjutnya yaitu sebagai sistem


pertahanan tubuh, yang bisa melindungi tiubuh kita dari berbagai
mikroorganisme patogen penyebab penyakit, dengan cara merangsang dan
meningkatkan kerja antibody dan sel darah putih sehingga tubuh kita lebih
resisten terhadap senyawa racun dan mikroorganisme dan parasit seperti
virus, bakteri, dan patogen lainnya.

4. Fungsi Vitamin A untuk janin pada ibu hamil

Sangat penting ibu hamil untuk memenuhi kebutuhan vitamin A dan


berbagai nutrisi penting lainnya, karena selain untuk dirinya, janin dalam
kandungan ibu juga sangat membutuhkannya untuk mengoptimalkan
pertumbuhan sel mata dan organ indra penglihatan, kulit, jantung dan
tulang.
2.8 Kebutuhan Vitamin A
Vitamin A memiliki fungsi untuk menjaga kesehatan mata, pertumbuhan
tulang, organ reproduksi, fungsi sel, dan sistem kekebalan tubuh. Vitamin A
dapat berasal dari buah-buahan, sayuran, hati, dan susu. Berikut kebutuhan
vitamin A berdasarkan usia :

USIA Kebutuhan Vitamin A


0-6 bulan 400 micrograms/ hari (mcg/hari)
7-12 bulan 500 mcg/hari
1-3 tahun 300 mcg/hari
4-8 tahun 400 mcg/hari
9-13 tahun 600 mcg/hari
Laki-Laki Berusia
900 mcg/hari
Diatas 14 Tahun
700 mcg/hari (selama masa kehamilan 770
Perempuan Berusia mcg/hari dan selama masa menyusui 1300
Diatas 14 Tahun mcg/hari)